Saranghae, sonsaengnim ^^

Title: Sarangahe, sonsaengnim

Author: Martha

Cast: Kim Hyejin, Lee Donghae, Choi Siwon

NB: Ini bukan FF aku, tapi ff temen aku yang baru selesai aku ketik. hahaha. JAdi jangan bilang kalau aku plagiat copycats atau apapunlah, karena dia sendiri yang minta untuk diketik dan di publish. yausdah, krn saya temen yang baik, jadi aku turutin *curhat* pokoknya,  jangan lupa komennya yaaaa ^^

###

Pukul 06.15 …

Seperti biasa, aku memasuki pintu gerbang dengan wajah jutek.

Kenalkan, namaku Kim Hyejin, cewek yang dikenal paling jutek, dingin, pendiam dan misterius.

Entah sudah berapa banyak sebutan yang dibuat oleh teman temanku untukku.

Tapi aku tidak peduli dengan itu semua, karena aku hanya peduli dengan diriku sendiri.

###

“Hey, hari ini cerah sekali. Masa mukamu masih aja mendung sih ?” kata seorang namja sambil merangkul bahuku. Namja ini adalah temanku dari kecil. Mungkin sejak kita berada di kandungan, secara orang tua kita berteman. Tapi sekarang, orang tua kita sudah tidak berteman lagi. Entah kenapa..

“Hey, Lee Donghae. Hm? Tumben kamu dateng pagi ?” tanyaku sambil berniat mengalihkan pembicaraan.

“Iya dong. Masa aku selalu telat” jawabnya sambil tertawa.

Setelah itu, kita bercanda kecil untuk mengiri langkah kami meuju kelas.

###

@Kelas …

Aku menempati tempat dudukku seperti biasa. Bangku yang terletak disudut kiri ruangan dan mengarah keluar jendela. Tak lama setelah aku duduk di bangku keramatku ini, bel masukpun berbunyi

KRING …

Semua anak anak memasuki kelasnya masing masing.

“Selamat pagi anak anak” sapaan Lee Hyungbin sonsaengnim sudah menyapa telingaku pagi ini. Mau apa wakasek kurikulum ini berdiri didepan kelasku ? Ada angin apa yang membawanya kesini ?

“Selamat pagi, Hyungbin sonsaengnim” sahut murid kelasku.

“Oke. Hari ini kita kedatangan guru baru. Beliau akan magang disekolah ini selama setahun. Beliau akan mengajari kalian Bahasa Inggris” ujar Hyungbin sonsaengnim. Tak lama setelah itu, Hyungbin sonsaengnim memberi aba aba untuk orang yang ada diluar kelasku. Setelah itu, masuklah guru magang yang dimaksut. Kelasku yang semula hening, sekarang berubah menjadi ribut ketika guru itu masuk. Histeria para murid merasuki telingaku yang tak berdosa ini. Terutama teriakan wanita wanita dikelasku. Aku juga wanita sih, tapi aku tidak teriak dan tidak tertarik dengan guru itu.

“Halo murid murid semua, nama saya Choi Siwon. Saya akan mengajar Bahasa Inggris di kelas ini dan kelas kelas yang lain” guru itu memperkenalkan dirinya.

“Aaaaaa” teriak semua murid perempuan dikelasku. Benar benar ribut !

‘Dasar Norak’ kataku dalam hati.

Setelah guru itu memperkenalkan diri, Hyungbin sonsaengnim langsung meninggalkan kelasku dan Siwon sonsaengnim mulai mengajar.

Aneh memanggilnya dengan embel embel ‘sonsaengnim’ secara dia masih terlihat muda.

Seperti biasa saat pelajaran mulai, aku hanya memandang keluar jendela. Entah apa yang aku lamunkan, yang pasti aku sangat bosan dan malas hari ini.

“Ya! Kamu” teriaknya sambil menunjukku.

Tapi aku tidak menghiraukan teriakkannya, aku masih tetap memandang keluar jendela.

Sampai akhirnya Donghae menyikutku.
“Aww… Sakit .. MWO?” kataku dengan nada kesal dan marah.

“Dipanggil sama Siwon sonsaengnim tuh” jawabnya sambil menunjuk guru baru itu.

“Kamu, tolong ceritakan kembali cerita yang saya bacakan tadi” perintah guru muda yang menjadi idola baru dikelas atau mungkin satu sekolah itu.

“Hm.. Sonsaengnim, saya saja yang menceritakan ulang. Saya bisa kok” kata Donghae.

“Saya maunya anak itu” tolaknya sambil menujukku.

“Sudahlah, Hae. Aku bisa. Tenang saja” kataku santai sambil menepuk bahu Donghae.

Tanpa basa basi, aku langsung keluar dari bangkuku dan langsung berjalan kedepan kelas dengan santai. Kulihat beberapa teman teman cewek yang sedang berbisik bisik ria.

“Kamu harus menceritakan kembali apa yang tadi saya ceritakan, jika kamu tidak bisa menceritakannya , kamu akan saya beri hukuman…” katanya.

“Tapi bagaimana kalau saya bisa ?” tanyaku disela sela kalimatnya yang panjang itu.

“Kalau kamu bisa, kamu boleh meninggalkan kelas saya” jawabnya.

Aku mulai bercerita dari awal sampai akhir. Setelah beberapa menit bercerita, akhirnya aku menyelesaikan ceritaku.

“Saya sudah selesai. Sekarang saya boleh keluar kan ?” tanyaku santai.

Tanpa mendengar jawaban darinya, aku langsung melenggang keluar kelas. Kulihat Donghae hanya menggelengkan kepalanya saat melihatku keluar dari kelas. Dan Siwon, guru itu, dia hanya terpaku memandang langkahku yang semakin jauh dari kelas.

###

Pukul 18.00 …

“Eomma… Appa …. Aku pulang” kataku ketika sampai rumah dan langsung disambut oleh ruang tamuku yang lumayan nyaman. Tapi tidak nyaman lagi ketika aku mendengar suara eomma dan appa yang bertengkar dari ujung ruang tamu. Mereka sudah biasa bertengkar sampai mereka lupa kalau mereka punya anak gadis yang masih butuh perhatian dari mereka. Tapi nyatanya, mereka nggak peduli ataupun perhatian denganku. Ya… mungkin itu salah satu faktor yang menyebabkan sifatku sedingin Es. Donghae sempat marah besar denganku saat sifatku berubah 360o. Tapi lama kelamaan, dia tahu keadaanku dan dia bisa mengerti diriku.

BRAKK …

Kubantin pintu kamarku dengan perasaan kesal. Aku merebahkan badanku diatas tempat tidurku yang benar benar nyaman.

“Aaah! Kenapa sih setiap hari harus bertengkar terus ? Bosen tau dengerinnya” omelku kesal sambil memandang langit langit kamar.

Aku menutup wajah kesalku dengan bantal dan mulai memaki mereka berdua yang sedang bertengkar diluar.

“Aaah! Kenapa sih aku harus punya orang tua kaya mereka ? Kerjaannya hanya bertengkar setiap hari. Heran aku. Apa mereka nggak capek ?” aku bertanya pada diriku yang ada di depan cermin.

Setelah beberapa saat aku memandangi diriku di depan cermin, aku mengambil Hpku yang tergeletak lemas tak berdaya dikasur. Jari jariku langsung menari lincah diatas keypad Hpku.

To: Donghae

Aku nginep dirumahmu hari ini.

Mereka tengkar lagi.

Aku nggak bisa tidur

SENT …

Selang beberapa menit kemudian, Hpku bergetar, bertanda ada SMS masuk.

From: Donghae

Okee.

Mau aku jemput ?

To: Donghae

Nggak usah deh. Aku bisa berangkat sendiri

SENT …

Setelah selesai mengetik dan mengirim SMS ke Donghae, aku mulai mengemasi barang barangku dan langsung bergegas ke rumah Donghae.

“Mau kemana ?” tanya eomma saat aku keluar dari kamarku.

“Rumah Donghae” jawabku singkat.

Aku mempercepat langkahku keluar rumah. Aku memang sering menginap dirumah Donghae, apalagi beberapa minggu ini. Rasanya aku sudah nggak betah tinggal dirumah karena disini rasanya sudah seperti tinggal di neraka.

###

Tak butuh waktu yang lama untuk pergi ke rumah Donghae, hanya perlu 10 menit aku sudah sampai dirumahnya.

Ting…Tong…

Aku memencet bel rumah Donghae yang terpasang didepan pintu.

“Siapa ?” tanya seseorang dari dalam rumah.

“Aku, Hyejin. Kim Hyejin” jawabku dengan malas.

Pintu rumah Donghae pun terbuka dan aku sontak kaget berasamaan dengan yang membuka pintu.

“Kamu ?” tanya namja yang membuka pintu dan aku bersamaan dengan wajah yang sama sama terkejut.

“Eh, Hyejin. Ayo masuk” kata Donghae santai dari balik punggung si pembuka pintu.

Aku masuk kerumah Donghae dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada kaget, bingung dan yang lain.

“Ngapain dia disini ?” tanyaku dengan berbisik pada Donghae.

“Mianhae, aku belum cerita ke kamu. Dia ini kakak sepupuku” jawabnya.

“MWO ?” teriakku.

Donghae hanya tersenyum melihat tingkahku yang kaget setengah mati ini. Sedangkan yang tadi membuka pintu alias  Choi Siwon, saudara JAUH Donghae yang sekarang menjadi guru Bahasa Inggris disekolahku hanya bisa menatapku datar. Mungkin dia bingung kenapa ada cewek yang dateng malem malem ke rumah seorang Donghae dengan membawa tas ransel yang besar. Eh tunggu .. tunggu, kalian jangan berfikiran negatif dulu ya. Aku sudah sering menginap disini. Baju bajuku saja banyak yang aku simpan disini.

“Mau apa kamu kesini malem malem ?” tanya Siwon jutek.

“Aku mau nginep disini. Dirumah berisik, jadinya aku gabisa tidur” jawabku dengan nada yang jutek juga.

Donghae hanya terpaku melihat tingkah kita yang sama sama berwajah jutek.

“Hehehe… Sudah .. sudah. Dia sudah biasa nginep disini kok, hyung” kata Donggae pada Siwon sambil dia mengedipkan matanya.

Entah apa maksutnya itu semua. Yang jelas setelah Donghae mengedipkan matanya, Siwon langsung pergi dan langsung masuk ke kamarnya.

“Ayo makan, kamu pasti lapar. Aku tahu kamu belum makan” Donghae menarikku ke ruang makan. Aku hanya bisa mengangguk dan mengikutinya. Setelah selesai makan, aku mandi danbersiap untuk tidur.

###

Pukul 22.30 …

“Ah~ Haus sekali” kataku sambil memegang leherku. Tenggorokanku kering (_ _)

Kulihat air yang ada di meja sebelah tempat tidurku sudah habis.

“Kok sudah habis sih? Padahal dari tadi aku nggak minum deh. Haduh, males banget ngambil minum didapur” gerutuku dengan mata yang masih setengah watt.

Dengan langkah malas, aku berjalan menuju pintu kamar. Belum aku membuka pintu, sudah terdengar suara Donghae yang sedang berbicara dengan seorang namja. Kemungkinan besar, namja itu adalah Siwon.

“Dia itu kesepian, orang tuanya selalu bertengkar. Mangkanya dia berubah jadi anak yang jutek dan dingin seperti itu, hyung” jelas Donghae.

Ternyata Donghae sedang bercerita tentang diriku. Sebenarnya, aku ingin sekali membuka pintu dan bilang pada Donghae untuk tidak menceritakan kehidupanku pada Siwon lagi. Tapi entah kenapa tanganku seketika itu tidak bisa digerakkan rasanya seperti lumpuh sementara.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara berat laki laki yang kemungkinan adalah Siwon.

“Terima kasih kamu sudah memberitahuku soal ini. Aku janji akan membuatnya bahagia” jawab Siwon.

Jantungku langsung berdegup kencang. Saat itu, aku masih belum bisa mengerti maksut dari kata kata Siwon.

Siapa yang dimaksud ‘nya’ dalam ucapannya barusan ? Apakah aku ?’ pertanyaan itu terngiang ngiang sepanjang malam sampai hausku hilang dengan sendirinya.

###

Sejak Donghae memberitahu masalahku pada Siwon, sekarang sikapnya sangat berubah padaku. Bukan hanya itu, dia juga sangat perhatian padaku. Dia tidak pernah marah lagi jika aku melamun saat pelajarannya. Jika aku melamun waktu pelajarannya, dia hanya datang ke bangkuku dan berkata “Jangan melamun” sambil tersenyum. Cewek cewek dikelasku langsung merasa iri karena hanya aku yang diperlakukan special olehnya. Disatu sisi aku marah dan jengkel tapi disisi lain, aku merasa senang. Apa aku sudah mulai jatuh cinta padanya ? Ah~ Rasanya tidak mungkin dan aku rasa tidak akan pernah.

###

Untuk beberapa minggu bahkan mungkin beberapa bulan, Siwon sangat memperhatikanku dan peduli sekali terhadapku. Sampai pada akhirnya, kesabaranku habis dan aku harus membicarakan masalah ini dengan Siwon.

“Kita perlu bicara” kataku pada Siwon di ambang pintu kantornya.

Kulihat muka Siwon sangat terkejut saat aku langsung menerobos masuk ruangannya dan langsung berbicara seperti itu. Tapi Siwon berpura pura tenang. Dia hanya menuruti apa yang aku katakan dan dia mengikuti langkahku kemanapun aku pergi. Sampai akhirnya, kita sampai di loteng sekolah. Disana memang terpajang keindahan pemandangan kota Seoul. Tapi bukan itu yang aku cari, tapi ketenangannya supaya aku bisa mengungkapkan semuanya kepada Siwon.

“Ada apa ? Kau mau bicara tentang apa” tanya Siwon serius.

“Kenapa sikapmu terhadapku berubah ?” tnyaku balik dengan nada yang ketus.

“Apa maksudmu ? Aku nggak ngerti” jawabnya. Aku sudah naik darah. Wajahku terasa sangat panas sekali termasuk mataku.

“Kenapa kamu berubah ? Kenapa kamu jadi perhatian sama aku ? Kenapa kamu jadi peduli padaku ? Apa karena kamu sudah tahu tentang kondisiku dan keluargaku ? Jadi kamu bisa seenakna padaku” tanyaku bertubi tubi.

Setelah selesai mengeluarkan semua unek unek ku, entah kenapa mataku yang sedaritadi panas dan memerah sekarang sudah dibasahi oleh air mataku.

“Aku lakukan itu semua bukan karena aku sudah tau konsidimu dan keluargamu. Tapi aku lakukan itu semua karena aku sayang padamu” jawabnya.

“Hah?” aku masih belum bisa mencerna kata katanya. Aku tertawa. Dan yang pasti perasaanku bercampur aduk saat itu. Aku merasa senang katena aku tahu kalau dia sayang padaku, tapi di sisi lain aku merasa jaim untuk menghadapi ini semua. Rasanya seperti mimpi. Tak bisa dipercaya.

“Jeongmal Saranghaeyo, Hyejin. Want to be my girl ?” tanyanya. Raut wajahnya berubah menjadi serius. Aku 100% bingung. Apakah aku harus membalas perasaannya ? Haduh bagaimana ini ?

“Haaa! Kamu kenapa sih ? Yaudahlah, aku pergi aja. Kapan kapan kita bicarain lagi masalah ini” kataku sambil melangkah pergi. Tapi dia menarik tanganku.

“Jawab aku dulu, baru kamu boleh pergi” katanya.

“Kau mau jadi pacarku ?” tanyanya lagi.

“Nggak. Nggak mungkin aku pacaran sama kamu. Satu, aku muridmu dan kamu guruku. Kedua, kita baru kenal dan kamu langsung bilang kalau kamu suka sama aku. Itu aneh” jawabku.

“Oke, untuk alasan pertamamu, aku masih bisa terima dan aku akan berusaha cari solusinya. Tapi untuk alasan yang kedua aku nggak terima. Kata siapa kita baru kenal ? Kita sudah kenal lama dan kita sering sekali bertemu” katanya panjang lebar. Perkataannya barusan membuatku semakin bingung. Kita sudah saling kenal ? Sering bertemu ? Iya sih, secara dia guruku. Tapi baru beberapa bulan ini kok. Siapa dia sebenarnya ? Pertanyaan itu membuatku semakun stress dan aku tidak tahu harus apa sekarang. Kakiku sudah tidak bisa digerakkan lagi, rasanya seperti terpaku ditanah. Tanganku masih dipegang erat olehnya dan tenggorokanku kering. Sakit jika aku mengucakpak satu kata. Aku terbatuk.

“Memang kita pernah kenal ? Ketemu aja baru beberapa bulan.” Tanyaku.

“Ya! Babo. Kau ini, masih muda tapi sudah pelupa. Aku ingetin kamu lagi ya …” dia menjitak kepalaku. Hey, apa apaan dia pakai acara jitak jitak kepalaku segala.

###

|| Siwon POV ||

FLASHBACK …

Saat ini, aku kelas 3 SMA. Siang ini aku berjalan disekitar loteng sekolah. Dan saat kulihat ada yeoja dari kelas 3 SMP yang sedang berdiki dibalkon. Aku kira dia ingin bunuh diri, jadi aku berteriak padanya.

“Yaaa! Jangan … Jangan bunuh diri. Masa depanmu itu masih cerah. Hidupmu masih panjang” teriakku.

Yeoja itu malah marah padaku dan berkata ketus padaku.

“Siapa yang mau bunuh diri ? Aku hanya mencari udara segar. Cowok aneh. Jangan sok tahu deh!” katanya. Itulah awal pertemuanku dengan yeoja yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.

|| Siwon POV end ||

###

Setelah mendengar ceritanya, samar samar aku mulai mengingat semuanya. Kejadian 3 tahun yang lalu,. Dan kejadian itu benar benar sama seperti apa yang ia ceritakan.

“Kau cowok aneh itu ?” tanyaku.

“Ne” jawabnya singkat.

“Tapi kau berubah drastis. Sangat drastis” kataku tak percaya.

“Iyalah, aku nggak mungkin terus teusan jadi cowok aneh dihadapan yeoja yang aku suka” jawabnya. Samai detik ini, ku masih belum percaya kalau dia adalah namja aneh 3 tahun lalu. Namja yang mengira aku akan bunuh diri.

“Bagaimana ?” tanyanya.

“Mwo ?” tanyaku balik.

KRING…

Bel masuk pun berbunyi.

“Namja ini perlu jawaban” katanya.

“Nanti saja aku jawabnya. Aku harus masuk. Daa” aku meninggalkannya.

Dia masih saja tersenyum lebar.

Dasar namja aneh …

###

Dikelas, aku hanya memikirkan kata katanya tadi. Aku tidak mendengarkan pelajaran. Pikiranku terpuasat pada kata katanya. Baru kali ini aku di tembak cowok sih >,< Ternyata rasanya gimanaaaaaaa gitu. Hahahaha. Tanpa sadarm tenyata aku memikirkan Siwon sampai sampai aku tertawa sendiri.

“Oke, ayo kita lanjutkan pelajaran hari ini” kata Siwon saat baru masuk ke kelas. Pikiranku kacau saat ini. Sampai sampai aku mengabaikan Siwon sonsaengnim yang sedang bercerita panjang lebar didepan kelas.

Aku harus gimana ?’ tanyaku dalam hati.

“Ya! Hyejin, jawab soal nomer 2” dia membuatku kaget saja. Gimana nggak kaget, dia tiba tiba mengagetkanku.

“Ne” aku langsung bangkit dan maju ke depan untuk mengerjakannya.

Aku mengambil spidol dan menjawab pertanyaan yang ditulisnya.

‘Apakah putri itu mau menikahi pangeran tersebut ?’ yaa… kira kira begitulah arti dari pertanyaannya.

Dengan mudah aku menjawab pertanyaan itu, tapi kemudian tanganku menghapus jawabanku dan menggantinya. Setelah menggantinya aku kembali ke bangkuku dan Siwon mulai mencek pekerjaanku.

“Hyejin, jawabanmu salah” kata Siwon.

“Chinja ?” tanyaku santai.

“Ne, kamu harusnya menjawab tidak mau, tapi kenapa kamu menulis putri itu mau menikah dengan pangeran ?” tanyanya dengan nada marah.

“Sonsaengnim, jangan marah dulu kenapa. Seharusnya sonsaengnim baca lagi jawaban saya, pasti sonsaengnim mengerti apa yang saya maksud” jawabku santai.

Dia membaca jawabanku dan tak lama kemudian dia tersenyum.

“Gomawo” katanya sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk dan hari ini teman teman kelasku bingung. Apalagi Donghae.

###

Hari itu aku resmi menyandang status ‘yeojacingu’ dari seorang Choi Siwon. Dia sudah membuat banyak perubahan dalam diriku. Mulai dari pelajaran hingga sikapku serta urusan keluargaku. Meskipun eomma dan appaku masih seperti dulu selalu bertengkar dan tidak peduli padaku. Tapi aku sekarang aku sudah tidak terlalu sedih karena Siwon yang selalu menghiburku. Sekarang aku juga sudah jarang menginap dirumah Donghae, itu semua juga berkat Siwon. Siwon selalu meneritakan hal hal lucu dan dia juga pernah menyanyikanku lagu untukku supaya aku bisa todur, meskipun suasana dirumah sangat berisik.Betapa beruntungnya aku.

###

Siwon mengajakku jalan. Tak sengaja kita bertemu dengan kepala sekolah. Perasaanku kacau. Kepala sekolah melihat Siwon menggandeng tanganku.

“Ternyata gosip itu benar ya ? Kalau begitu, besok kalian ke kantor saya sepulang sekolah” kata Kepala Sekolah. tegas. Setelah itu, dia meninggalkan kita.

“Dasar, ngapain coba dia pake jalan jalan kesini. Ketahuan deh ah” gerutuku kesal.

“Sudahlah, everything’s gonna be okay” kata Siwon sambil merangkulku. Padahal aku tahu dia jga takut. Tangannya dingin dan gemetar. Aku sedikit tenang saat Siwon menenangkanku.

“Kita bisa melewati ini semua. Tenang yah” kata katanya membuatku sedikit tenang.

Memang selama beberapa bulan ini, kita menyembunyikan ini. Hanya Donghae yang tahu. Tapi seminggu ini, murid disekolah selalu membicarakan tentang hubunganku dengan Siwon. Tapi ya… aku menghiraukannya. Benar kata pepatah, sekuat apapun kita menyembunyikan kebohongan pasti akan ketahuan juga.

###

KRING…

Bel pulang sekolah berbunyi nyaring. Anak anak berhamburan keluar. Beda dengan diriku. Aku sangat malas hari ini karena aku dipanggil oleh kepala sekolah yang killernya setengah mati. Masih ingat kan kalau aku dan Siwon di panggil oleh kepala sekolah itu. Aku berjalan dengan langkah malas ke arah kantor kepala sekolah. Sesampainya du deoan kantor kepala sekolah aku sudah menyentuh gagang pintu kantor kepala sekolah tapi belum aku buka. Aku takut. Tapi akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka pintunya. Belum seluruhnya pintu kantor kepala sekolah terbuka, aku mendengar kepala sekolah, Kim sonsaengnim sedang berbicara dengan seseorang. Aku memutuskan untuk menunggu di luar saja. Aku ingin membalik badanku dan menutup pintunya, namun aku berhenti bergerak ketika mendengar sasuatu …

“Maaf, Siwon. Saya harus memecat anda. Anda sudah tahu kan peraturan disini. Peraturan disini menuliskan bahwa seorang guru tidak diperbolehkan menjali hubungan yang lebih dengan muridnya. Dan sanksinya adalah pemecatan atau murid yang bersangkutan akan dikeluarkan” kata Kim sonsaengnim.

BRAK

“Jangan, sonsaengnim. Jangan keluarkan Siwon sonsaengnim” aku langsung masuk ke ruangan Kim sonsaengnim.

Siwon dan Kim sonsaengnim sangat kaget karena kedatanganku yang tidak terduga. Ditambah ucapanku barusan.

“Kim sonsaengnim, aku mohon, jangan pecat Siwon. Anda bisa keluarkan saya, asal jangan keluarkan Siwon sonsaengnim” kataku tegas.

“Mwo? Nggak ! Kamu gak bisa dan gak akan keluar dari sekolah ini. Biar aku yang pergi” kata Siwon.

Aku dan Siwon hanya berpandangan selama beberapa menit. Kurasakan mataku panas, tapi aku menahan tangisku.

“Berikan saya waktu sebentar untuk membicarakan ini dengan Hyejin” pinta Siwon. Kim sonsaegnim mengizinkannya. Ia langsung menarikku keluar. Aku hanya mengikutinya dari belakang. Air mataku sudah tidak bisa aku tahan lagi. Siwon membawaku ke loteng sekolah Dan lagi lagi kami berdua saling berpandangan. Tak ada yang memulai pembicaraan diantara kita untuk beberapa saat. Aku menunduk, pandanganku buram karena air mataku.

“Biar aku yang pergi, chagi. Kamu tetap sekolah disini. Aku ingin kamu lulus disini, Mengerti ?” katanya.

“Tapi gimana dengan hubungan kita ?” tanyaku.

“Tak perlu khawatir. Kita akan tetap seoerti ini” jawabnya.

“Yakin ?” tanyaku ragu.

Dia hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.

Setelah itu kami sama sama tertawa. Perasaanku sudah mulai tenang lagi …

###

Benar kata Siwon, aku tidak perlu mengkhawatirkan hubunganku dengannya karena dia akhirnya keluar dari sekolahku dan sudah tidak mengajarku lagi. Dengan begitu, kita tidak perlu menyembunyikan hubunganku. Aku setiap hari diantar kesekolah oleh Siwon. Aahh~~~ Menyenangkan sekali. Sekarang bukan hanya Donghae yang tahu tentang hubungan kita, tapi satu sekolah.

###

“Merry Christmas, Hyejin” kataku pada diriku sendiri.

Ini adalah natal pertamaku bersama Siwon. Dan rencananya, nanti malam Siwon akan mengajakku makan malam bersama untuk menikmati first christmas kami. Masih terasa mimpi. Tidak terasa sudah 7 bulan aku dan Siwon bersama. Dia sudah merubahku menjadi sifat asliku yang ramah dan tidak jutek.

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, aku harus cepat ganti baju dan merias diriku. Setelah itu aku langsung pergi ketempat aku dan Siwon dinner. Dia tidak menjemputku malam ini, jadi aku harus naik taxi.

###

“Kamsahamnida, ahjussi. Selamat natal ya” kataku pada sopir taxi yang mengantarku ke restoran pilihan Siwon itu.

“Selamat datang, Berapa orang ?” tanya pelayan yang ada di depan pintu.

“Oh, teman saya sudah pesan tempat kok” jawabku.

“Maaf, Namanya siapa ya?” tanya pelayan itu lagi.

“Choi Siwon” jawbanku singkat.

Pelayan itu langsung mengantarkanku pada meja yang sudah dipilih oleh Siwon.

Siwon memeilih tempat yang dekat dengan jendela. Pemandangan diluar sangat indah.

Mungkin itu yang membuatnya memilih tempat ini.

“Kamsahamnida” kataku pada pelayan tadi.

Siwon belum terlihat. Aku duduk dan memandang keluar jendela seperti saat pelajaran.

“Maaf ya Hyejin, aku terlambat” tiba tiba sosok Siwon sudah ada didepanku.

Dia tersenyum manis seperti biasa.

“Sudah lama ?” tanyanya.

“Hm.. Belum kok. Aku juga baru datang” jawabku.

15 menit kemudia, makanan kami datang. Aku menyantapnya dengan lahap.

Memang sedikit memalukan, tapi perutku sudah nyanyi No Other dan mungkin ada cacing cacing yang sudah menari ala Super Junior.

Setelah makan, aku berbincang bincang dengan Siwon sambil sesekali tertawa.

“Hyejin” pangilnya.

“Ne ?” jawabku.

“Aku…mau mengatakan sesuatu padamu. Penting” katanya dengan mimik wajah yang serius.

“Apa ? Jangan membuatku penarasan” kataku.

“Aku… Aku mendapat beasiswa S2  Bahasa Inggris” katanya.

“Chukkae, Siwon. Bukannya bagus ya ? Jadi kamu nanti makin jago bahasa Inggrisnya.” kataku sambil tertawa kecil.

“Terus kapan mulai kuliahnya ?” tanyaku.

“2 minggu lagi di … London” jawabnya.

“Mwoya ? L…London ?” tanyaku tidak percaya.

London ?
Terus gimana dengan hubungan kita ?

Dia hanya mennjawab pertanyaanku dengan anggukan saja.

Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Perasaanku sudah campur aduk.Tenggorokanku sangat kering dan pandanganku buram karena air mataku sudah menggenang didepan mataku.

“Gwenchanayo, chagi ?” tanyanya.

Apa ? Baik baik saja ? Apa dia nggak tahu perasaanku sekarang ? Aku memikirkan hubungan kita.

“Tapi gimana dengan hubungan kita ?” tanyaku dengan suara keras. Mungkin beberapa pasang mata orang orang sudah melihat ke arahku Sedangkan Siwon hanya tersenyum. Dia gila ya ? Disaat seperti ini masih bisa tersenyum.

“Kita akan tetap seperti ini. Hubungan kita akan baik baik saja” jawabnya santai.

“Dimana akal sehatmu, Shoi Siwon ? Jarak kita berjauhan. Kita dipisahkan oleh jarak yang beribu ribu kilometer. Aku di Seoul dan kamu di London” kataku dengan air mata yang sudah berjatuhan.

“Kita bisa melakukan hubungan jarak jauh kan, jadi hubungan kita akan …” lagi lagi dia menjawabnya dengan santai.

“Aku tidak bisa melakukan hubungan dengan jarak jauh. Jangan terlalu gampang kamu mengatakan kita bisa melakukan hubungan jarak jauh. Kau kira semudah itu ? Katanya kau seorang yang pintar Choi Siwon, tapi kenapa kau berbicara seperti ini, hah ?” aku memotong kalimatnya yang belum selesai.

“Terima kasih Choi Siwon karena sudah menghancukan natal pertama kita. Dan mulai detik ini, sudah nggak ada hubungan apapun diantara kita. Selamat tinggal” aku mengambil tasku dan langsung pulang. Aku meninggalkannya sendiri. Aku kira ini akan menjadi natal yang terindah, rupanya ini menjadi natal yang TERBURUK. Terima Kasih banyak ya, Choi Siwon !

###

Seminggu sudah aku putus hubungan dengan Siwon. Penyiksaan selama seminggu untukku. Bagaimanapun caranya aku harus kembali menjadi Hyejin yang dulu, dengan berbagai cara.

Drrtt … Drrtt

Hpku bertgetar. Aku mengambilnya dan langsung melihat siapa yang menelpon.

“Yeoboseyo” angkatku.

“Ya! Hyejin, kamu dimana ?” tanya Donghae.

“Rumah. Wae?” tanyaku balik.

“Loh? Kenapa masih dirumah, Hyejin ? Nggak ke bandara ?” tanyanya.

“Untuk ?” apa maksutnya ? Emang mau ngapain ke bandara.

“Kamu nggak mau ngater Siwon hyung ?” tanya Donghae lagi.

“Aniyo. Untuk apa ? Tidak perlu” kataku ketus.

“Baiklah. Ternyata kau masih keras kepala. Tapi kau harus ingat, jangan bohongi perasaanmu. Aku kenal kamu 17 tahun sama seperti umur kita, jadi aku tahu kamu banget” katanya.

“Siwon berangkat jam 9. Masih ada waktu sekitar 2 jam. Pikir lagi sebelum dia berangkat” lanjutnya.

Donghae langsung mematikan telponnya.

Aku terus memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Donghae barusan.

Sejujurnya aku masih sayang dengan Siwon, tapi apa yang aku harus lakukan ?

Aku juga masih marah dengannya.

###

Aku berlari memasuki bandara.

“Siwon … Siwon …” teriakku. Nafasku masih tidak beraturan.

Aku menemukan laki laki yang aku cari. Laki laki berkemeja putih polos dan celana jeans biru. Itu pasti Siwon. Dan yang satunya, Donghae.

Siwon langsung berjalan masuk.

Denan nafas yang belum benar, aku berlari lagi dan mengejarnya.

“Siwon, chankaman” teriakku. Dia menatapku heran.

“Aku akan menunggumu, sampai kapanpun” kataku.

“Yakin ?” tanyanya dengan tersenyum.

Aku hanya mengagguk dan tersenyum.

“Kamu kan pinter, kamu pasti bisa kuliah dengan cepat kan ? Setelah lulus, secepatnya kembali ke Seoul. Aku menunggumu” kataku lagi.

Dia masih tidak percaya.

“Ya, babo! Kau harus janji tidak akan macam macam disana” ancamku dengan tertawa.

“Pasti” jawbanya singkat.

“Aku harus pergi” lanjutnya.

Mungkin akan terasa berat, diawalnya. Mungkin lama kelamaan aku akan terbiasa.

“Hati hati, Siwon. Saranghae” aku memeluknya.

“Naddo” dia membalas pelukanku.

###

3-4 Tahun kemudian …

Aku sudah lulus dengan nilai yang memuaskan dan aku bisa masuk ke universitas yang lumayan di Korea.

Aku ingin mendapat beasiswa keluar negeri seperti Siwon, tapi ternyata aku malah kuliah di sini. Hahaha.

“Good Morning everybody” sapa Mr. David, orang Amerika yang mengajar dikampusku.

Ia magang selama setahun disini. Dan banyak teman temanku yang naksir sama guru itu.

Yaaa… Dia masih muda gitu …

“Okey, hari ini kita kedatangan guru baru” lanjutnya.

Guru baru ? Siapa ?

Tak lama setelah itu, sosok yang dimaksut oleh Mr. David muncul.

“Annyeonghaseyo, Naneun Choi Siwon imnida” betapa terkejutnya aku ketika tahu itu adalah Siwon.

Rasanya aku ingin berteriak dan memeluknya, tapi tidak bisa. Ini kampus dan aku nggak mungkin mempermalukan diriku sendiri.

Mr. David meninggalkan kelas dan Siwon mulai mengajar.

Aku masih belum percaya dengan sosok yang berdiri didepan kelas.

Apa benar dia seorang Choi Siwon, pangeranku ?’ pertanyaan itu terus berkecambuk dihatiku.

“Hei, kamu” teriakan Siwon membuyarkan lamunanku.

“Hm? Aku ?” tanyaku.

“Ya, kamu. Sini, maju kedepa dan ceritakan ulang cerita yang baru saja saya ceritakan” perintahnya.

“Kalau saya bisa, bagaimana ?” tanyaku seraya berjalan kedepan kelas.

“Kau boleh keluar dari kelas saya” jawabnya.

Aku langsung menceritakan cerita yang baru saja ia ceritakan pada kelasku.

“Selesai” kataku saat selesai bercerita.

“Baik, silahkan keluar dari kelas saya” katanya santai.

“Mwo ? Aku tidak mau” tolakku.

“Wae ?” tanyanya heran.

“Aku tidak akan keluar dari kelasmu. Karena aku ingin memandangmu karena aku sudah kangen denganmu. Aku sudah menunggu lama. Aku nggak mau menyianyiakan saat saat seperti ini” jawabku.

Dia tersenyum dan memandangku dengan tatapan yang menyejukkan.

Oh, ini Choi Siwonku yang dulu.

Akhirnya, setelah pengorbananku selama 3-4 tahun untuk menunggunya, dia datang tepat didepanku dan mengingatkanku pada masa laluku saat pertama kali aku bertemunya.

Saranghae, Choi Siwon sonsaengnim >///<

___The.End___

26 responses to “Saranghae, sonsaengnim ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s