[drabble] Ini Tentang Mey

INI TENTANG MEY

Minhye publishing


Cast : Me=Minhye_harmonic

Mey=Linda

Jinki=Lee Jinki, Onew-SHINee, cowok yang ditaksir Mey

Length: Drabble

Genre : General

Rating : G

Warning : Kegajean tingat menengah..! hahahah XD (bikinnya nggak ada sejam!*kaga ada yang nanya,#ditabok)

Disclaimer : Semuanya isi termasuk cast punya gue! Punya gue! Kecuali Mey.

#Cerita ini terinspirasi akibat kelakukan babo para sahabat-sahabat eonni.gw waktu ke kantor polisi buat bikin SIM. Dan cerita ini gw persembahin buat yeobo.gw, linda. Hahahahahah XD

DON’T BE SILENT READER, PLEASE!

Yang nggak mau komen.. menjauh ya…hush…hush…hush…. *ngusir

Aku diam saja setiap bibirnya menggumamkan kata yang sudah mungkin ribuan kali ia gumamkan hari ini. Aku sendiri heran, kenapa ia bisa begini sepulang dari kantor polisi tadi. Padahal semua baik-baik saja sebelum ia terpaksa tertahan di kantor polisi akibat mengendarai motor tanpa Surat Izin mengemudi.

Tanpa menghiraukan wajah Mey yang berseri-seri. Aku beranjak dari kursi belajar-ku menuju pantry. Mengisi mug tea yang telah habis. Mey mengekori dari belakang. Wajahnya masih sama saja. Berseri-seri. Aku tak tahu apa yang ada di dalam pikiran anak itu.

“Aku tak habis pikir. Kenapa kau bisa begini? Jatuh cinta, eh?” Tebakku, dan benar saja wajah Mey langsung bersemu.

Mey terkekeh pelan. “Habisnya dia cakep, eonni.”

“Tapi sudah tua.” Timpalku ketus. Mana bisa dia naksir ahjusie itu? Buset dah…

Wajah Mey langsung cemberut. “Dia kan hanya beda setahun darimu, eonni! Berarti kau juga ahjumma.”

Aku meliriknya kesal. “Umurku duapuluh tahun, Mey! Mana bisa kau panggil aku ahjumma!” Aku menyandar di pintu pantry, menghirup tea. “Umurnya duapuluh satu? Tapi wajahnya kelihatan tua.” Aku tergelak begitu melihat ekspresi Mey setelah mendengar ucapanku. Sebelum ia mengeluarkan pembelaannya, aku sudah melangkah cepat menuju meja belajarku.

Mey, dia itu adik sepupuku. Keturunan China, begitu juga aku. Mey sudah ikut keluarga-ku ke Korea semenjak dia masuk SMP. Dia itu gadis cantik, periang dan kekanak-kanakan. Umurnya Sembilan belas tahu dan terlebih dia masih sendiri. Hayo…siapa yang mau mendaftar? Syaratnya wajah harus cakep dan oriental. Itu criteria Mey. XD

Mey masuk kantor polisi dan itu benar-benar membuatku pusing. Aku harus rela ketinggalan satu mata kuliah akibat mengurusi Mey yang tak sengaja kena tilang polisi. Dia sukses membuat perasaan khawatirku runtuh bergantikan kesal dan marah melihatnya sedang asyik mengobrol dengan salah satu petugas berseragam polisi dengan name tag Lee Jinki, sewaktu aku datang untuk menjemputnya. Rasanya aku ingin menelan gadis itu bulat-bulat. (―..―)

Kalau Mey benar-benar. Dia melakukan segala cara untuk bisa dekat dengan Lee Jinki itu. Aku tak habis pikir kenapa ia begitu bersemangat untuk dekat dengan polisi muda itu. Dari sengaja menaiki motor tanpa membawa STNK dan tidak mempunyai SIM supaya ditilang. Memaksa diriku untuk ikut dengan dirinya dan satu temannya lagi, untuk berbonceng tiga. Bisa ditebak. Ya, supaya kena tilang lagi. Dan herannya, Jinki tak pernah menanyakan alasan Mey kenapa selalu terlibat kasus tilang. Aigoo…

Mey masuk kantor polisi lagi. Tapi dengan membawa misi mewancarai Jinki, Katanya untuk tugas kuliah. Padahal aku tahu betul itu bohong. Ia hanya mau cari kesempatan bertemu Jinki. Dengan memanfaatkan jurusan kuliah yang ia ambil. Dasar…

Walau begitu aku iri padanya. Karena Mey bisa begitu berani mengambil tindakan nekat hanya untuk bisa dekat dengan Jinki, sedangkan aku? Memandang cowok yang kusukai dari jauh saja sudah membuatku deg-deg-an.

Semoga besok cerah. Itu harapan Mey. Ia senang sekali bisa berpiknik bersama dengan Jinki. Semalaman aku dipaksanya untuk mengomentari pakaian-pakaian yang ia kenakan. Sudah larut malam dan Mey belum juga menemukan baju yang pas. Padahal hanya piknik, sampai seperti menggelar fashion show di dalam kamar. Aku menguap dan Mey memandangku kecewa.

“Lebih baik kau mengenakan pakaian yang biasa kau pakai.” Kataku sambil menguap. “Yang membuatmu nyaman saja.” Lanjutku lagi sebelum menutup pintu kamarnya.

***

BRAK!

Pintu menjeblak kasar dan muncul Mey yang basah kuyup. Aku melihat matanya bengkak, bisa dipastikan ia habis menangis. Aigoo apa yang terjadi?

Kuhampiri Mey, ia langsung memelukku dan menangis keras. Semula aku ingin protes karena ia telah membuat lantai menjadi basah, termasuk aku, namun urung melihat wajahnya.

“Ada apa?” Bisikku pelan. Tepat di dekat telinganya.

Ia semakin mengeraskan tangisannya. “Jinki…Jinki,,, HUAAAA!!!”

“Jinki kenapa???”

“Dia…dia…dia…”

Kulepaskan pelukanku dan menatap mata sembab Mey dalam-dalam. “Jelaskan padaku! Ada apa dengannya? Jinki kenapa??”

“Jinki tadi lebih menikmati piknik bersama ayam gorengnya! Daripada aku!”

*FIN*

Jadi?jadi? gimana?? akhirnya aneh? hahahah XD namanya juga drabble! XD

Jangan lupa komen ya~, ntar gw kasih hadiah… hadiah nonton gw nge.dance hello-SHINee.. hahaha XD

Advertisements

7 responses to “[drabble] Ini Tentang Mey

  1. hahahaha
    w kira onew’y udh pnya pcar,
    mka’y si mey nangis,,
    tau’y mlah mkan ayam goreng’y.
    hahahaha

  2. aarghhh chinguu!
    uda baca serius2, kirain uda tunangan aja tuh si jinki, ternyata cuma gara2 ayam? ==”
    yampun, beneran di luar dugaan XD

  3. Hahaha..
    Omona,, gk nyangka ak klo endingny bkal kyak gtu..
    ak kra bkal ad cinta-cintaan..
    taw tawny Jinki oppa balik k ayam lgi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s