My Benefactor Angel 1

Tittle: My Benefactor Angel 1

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

♥Cast♥
☺ Author as Choi Myung Ah
☺ Kevin Kim ZE:A as Kim Jiyeop
☺ Siwon SUJU as Choi Siwon
☺ DBSK Oppa

Genre: Family, Friendly, Romance

NO SILENCE READERS >.<,,,

Yang udah baca, wajib ninggalin koment ^^…

Note: buat SONE, ini ff pertama yang author buat –artinya ini ff jadul punya author yang tentu aja diedit sana sini dulu baru dipost di ffindo biar readers pada ngerti. Dan waktu bikin ini ff, author adalah seorang SAFER. Jadi walaupun bukan di part ini tapi di beberapa part selanjutnya, ada beberapa member SNSD yang bakal author jelek2in di ff ini. Jadi buat SONE yang mau baca, TOLONG jangan ngebash ya >.<,,,

 

NAH, HAPPY READING READERS ^0^

 

>Myung Ah POV…
Kurasakan mataku masih terasa berat untuk dibuka, tapi rasanya matahari sudah terbit karena sinarnya membuat mata sakit.

“hoam,,, hmm???” sembari menguap akupun mengambil jam yang terletak diatas meja disamping tempat tidurku. Kukucek pelan mataku dan ternyata sudah jam…. Jam 6.15

“omo!!! Aku bangun kesiangan, ottoke???” seruku panic lalu berlari masuk kedalam kamar mandi.

Pagi yang sangat menyibukkan karena aku bangun kesiangan. O ya, perkenalkan namaku Choi Myung Ah. Aku siswi baru dikelas 2 Chungdam High School. Awalnya aku bersekolah di Inggris, tapi karena Oppa ingin mengembangkan usahanya di Korea, jadi kami ber-2 pindah. Ya, berdua karena Oemma dan Appa kami sudah tidak ada . Sekarang yang aku punya hanya Oppa. O ya, nama Oppa ku Siwon. Choi Siwon, seorang pengusaha muda yang berumur 24 tahun. Oke, perkenalannya sampai disini dulu karena aku sudah terlambat dihari pertamaku masuk sekolah.

“Myungie, apa sudah siap? Ayo cepat nanti terlambat” kudengar suara oppa yang sepertinya sudah tidak sabar menungguku.

“ne,,, Oppa. Tunggu sebentar,,, aduh dimana sich dia???” kuacak2 isi koperku mencari sesuatu yang sangat berharga bagiku.

“ah, itu dia. Untung saja ketemu, kirain hilang,,, hehehehe^^” ucapku sembari memeluk benda yang sedari tadi aku cari2 sembari tertawa kecil.

“CHOI MYUNG AH,,, cepat… Oppa juga bisa2 terlambat gara2 kamu” teriak oppa dari dalam mobil sambil mengeluarkan kepalanya.

“ya oppa tunggu sebentar…” kata ku sambil berlari keluar rumah.

aishh,, kenapa oppa ku ini cerewet sekali sich’ gerutuku dalam batin sembari menutup pintu rumah. Ah, aku bahkan tidak sempat sarapan.

“cepat masuk” perintahnya saat melihatku berjalan kearah mobilnya. Aku pun masuk kedalam mobil Siwon oppa dan langsung memasang sabuk pengamanku, mobil oppapun langsung melaju dgn cepat dijalanan. 15 menit kemudian mobil oppa sudah ada didepan sekolah baruku. Aku pun langsung melepas sabuk pengaman tapi belum ingin beranjak dr tempat dudukku. Siwon oppa pun langsung bingung melihat tingkahku itu.

“kenapa belum turun juga?” Tanyanya padaku yang membuatku melirik kearahnya.

“apa aku bisa dapat teman? aku takut oppa?” kataku dgn murung. Oppa tersenyum mendengar kata2ku.

“kamu pasti bisa, kamu kan dongsaengku yg manis” ucap Siwon oppa sambil mengelus puncak kepalaku.

“pasti kamu bisa dapat teman yang banyak disini seperti saat masih diInggris?” ucapnya lagi untuk menyemangatiku.

“ne,,, mungkin…tp masih deg2an oppa?” kataku memelas.

“bisa tidak diundur besok saja aku sekolahnya?” sambungku yang membuatnya kaget.

“besok? kamu sudah mengundur selama 3 hr, dan masih mau diundur lagi? Tidak bisa!!! Cepat keluar dr mobil!!! Bisa2 kamu terlambat dan,,, astaga aku juga bisa terlambat meeting pagi ini!!” perintah Siwon oppa sambil mendorong-dorong badanku utk keluar dr mobilnya.

“aishh,, oppa. Iya2 aku keluar” kataku sambil keluar dr mobilnya. Setelah aku keluar dari mobil, oppapun menutup pintu mobil lalu membuka sedikit kacanya.

“sebelum kekelas kamu harus melapor dulu keruangan kepsek. Mengerti?” ucapnya tegas.

“ne oppa, aku tau” kataku malas.

“ya sudah, oppa pergi dulu, annyeong” katanya lalu melajukan mobilnya meninggalkanku yang masih berdiri terpaku ditempat. Dengan langkah gontai akupun memasuki gerbang sekolah.

Akhirnya setelah bertanya pada satpam, akupun melangkahkan kaki ke kantor kepsek. Saat berjalan dikoridor, banyak siswa/I yang memperhatikanku. Dan saat aku melihat kearah mereka, mereka tersenyum ramah dan akupun membalasnya dgn senyumku yg paling manis. Akupun akhirnya tiba didepan ruang kantor kepsek.

Tok..Tok..Tok..

“doamnida…” terdengar suara dari dalam ruangan kepsek.

“ne, annyeonghaseyo.. hmm.. Lee Soo Man songsaeng” kataku sambil membaca papan namanya dengan sedikit membungkuk.

“ne, annyeonghaseyo,,, kamu murid pindahan dari Inggris itu?” tanyanya kepadaku yang kuberi anggukan.

“ne songsaeng” kataku sambil tersenyum manis.

“hmm, baiklah mari ikut, biar saya antar kekelasmu” katanya sambil beranjak dari tempat duduknya.

“ne,, Songsaeng” kataku sambil mengikuti langkahnya keluar dari ruang kantornya menuju kelas baruku.

Tak lama berjalan, kami –aku dan Soo Man songsaeng kini sudah berdiri didepan pintu kelas. Soo Man songsaeng terlihat memanggil seseorang dari dalam kelas, dan ternyata itu adalah wali kelasku yang kebetulan sedang mengajar dikelas.
“annyeonghaseyo Yunho-ssi” ucap Soo Man songsaengnim saat wali kelasku itu keluar.

“ne annyeonghaseyo sajangnim. Ada apa?” tanyanya pada Soo Man songsaeng. Wah, wali kelasnya ganteng juga apalagi dia kelihatannya masih muda, mungkin seumuran Siwon oppa, pikirku sembari tersenyum.

“dia adalah murid baru dikelasmu, dia pindahan dari Inggris” ucap Soo Man songsaeng sambil menunjukku yg berdiri disampingnya.

“annyeonghaseyo” kataku pada wali kelasku sambil sedikit menunduk.

“Ohh, baik saya mengerti sajangnim” ucap Yunho songsaeng pada SooMan songsaeng dan setelah itu Soo Man songsaengpun pergi meninggalkanku dengan Yunho songsaeng.

“baiklah,, siapa namamu?” tanya Yunho songsaeng padaku.

“Myung Ah,, Choi Myung Ah Imnida Songsaeng” kataku.

“hmm,, nama yang bagus. Baiklah kamu tunggu disini dulu dan masuk saat aku memanggilmu. arachi?” tanyanya sambil tersenyum.

“ne songsaeng” jawabku sambil tersenyum pula. Yunho songsaengpun kembali masuk kedalam kelas. Tak lama bisa kudengar sorak sorai dari dalam kelas. Setelah itu kulihat Yuhno songsaeng memberiku isyarat agar aku masuk kedalam kelas. Akupun masuk dengan jantung yang dag dig dug.

“ayo perkenalkan dirimu” ucap Yunho songsaeng.

“ne,, ann,,,annyeonghaseyo chingudeul,,,” kataku sedikit gugup sembari sedikit membungkuk kearah teman2 sekelasku itu.

“annyeonghaseyo,,” balas mereka dengan semangat. Itu membuat rasa gugupku sedikit berkurang.

“chonun Choi Myung Ah imnida,,, Manaseo ban gawayo” kataku dengan senyum yang manis.

“nah, kalo ingin saling berkenalan lakukan nanti saja saat jam istirahat. arachi” kata Yunho songsaeng.

“ne songsaeng” jawab teman2 sekelasku serempak.

“kalau begitu, Myung Ah-ssi kamu duduk di,,, ah disamping Kim Jaejoong” ucap Yunho songsaeng sambil menunjuk tempat duduk disamping seorang namja yang terlihat acuh saja saat aku mengenalkan diri tadi.

“baik songsaeng” kataku sambil menuju tempat duduk.

“annyeong” sapaku pada namja bernama Kim Jaejoong itu. Tapi dia hanya diam saja. Apa dia tuli??? batinku*dilempar gallon ma cassie*

Hari pertamaku disekolah berjalan dengan lancar, aku dapat mengikuti pelajaran dgn baik. Itu karena ada yg membantuku, namanya Kim Junsu. Cowok imut yang baik hati. Dia menolongku dalam mencatat pelajaran dan menerangkan apa2 saja yg tidak aku mengerti. Tidak seperti teman sebangkuku yang hanya diam saja saat aku bertanya dan acuh tak acuh saat aku meminta tolong dalam hal pelajaran. Saat aku tanya pada Junsu kenapa Jaejoong sangat dingin padaku, dia hanya mengatakan bahwa Jaejoong orangnya memang seperti itu. Orangnya tertutup dan bahkan teman sekelas tidak ada yang berani mendekatinya karena sifatnya yg tidak bersahabat itu. Dan tidak ada satu orangpun yang tau kenapa dia seperti, padahal kata salah satu teman yang satu SMP dengannya dulu, dia adalah orang yang sangat ramah dan baik hati.

Waktu pulang sekolahpun tiba, aku menelpon Siwon Oppa untuk minta dijemput. Tapi karena dia sedang sibuk dia jadi tidak bisa menjemputku. Junsu pun menawarkan untuk pulang bersama, tapi aku tidak enak merepotkan makanya aku menolak dan diapun tidak tersinggung dengan penolakanku. Jadi aku terpaksa pulang dengan taksi, tapi entah ini hari sialku, taksi yang aku tumpangi mendadak mogok. Apalagi mogoknya ditempat sepi hingga aku jadi susah untuk mencari taksi baru. Akhirnya akupun memutuskan berjalan kaki kaki sampai aku menemukan taksi baru.

“kalo tau begini mending tadi mau aja diantar Junsu-ssi pulang,,, huuhh” kataku dengan kesal sembari menendang-nendang batu kerikil yang ada didepanku. Tapi tiba2 saja 2 orang berpakaian preman menghampiriku sambil menodongkan pisau kedepan mukaku, dan itu sukses membuatku tersentak kaget.

“hei agesshi,,, cepat keluarkan uang dan barang2 berhargamu atau kau taukan apa yang akan terjadi???” kata preman yang menodongkan pisau kearahku. Karena takut, akupun mengeluarkan semua uangku yang ada dan melepas jam yang melekat ditanganku kiriku.

“hmm,,, bagus menurutlah bila ingin tetap hidup” kata preman yang satu lagi sambil mengambil uang dan jam yg aku sodorkan.

“hey gelang itu juga agesshi,,, cepat lepaskan!!!” kata preman yang menodongkan pisau. Astaga gelang ini kan peninggalan Oemma, mana mungkin aku memberikannya.

“yang ini tidak boleh” kataku sambil menyembunyikan tangan kananku kebelakang punggung.

“agesshi jangan melawan. Ayo berikan gelang itu!!!” teriak preman tersebut sambil menarik tanganku. Akupun melawan karena tidak ingin kehilangan gelang pemberian Oemma.

“tolong,,, tolong,,,” teriakku keras sambil berlari setelah terlepaskan dari para preman. Tapi sialnya preman2 itu bukannya lari karena teriakanku mereka malah mengejarku. Akupun sekuat tenaga lari dari mereka sambil tetap berteriak minta tolong. Tapi karena tali sepatu sial yg tanggal akupun tersungkur.

“Ouw,,,” ringisku.

“hahaha,, terjatuh ya,,,” kata salah satu preman yang melihatku tersungkur dijalan aspal.

”capek juga ngejar yeoja ini” kata preman yang satu lagi sambil mengatur nafasnya.

“ya sudah,,, habisi saja langsung dan cepat ambil gelangnya” kata preman yang satu ke temannya yang memegang pisau.

“ok” kata preman tersebut sambil tersenyum devil. Preman itupun mendekatiku dengan memainkan pisau ditangannya dan sudah bersiap-siap menghunuskan pisaunya kearahku. Aku hanya bisa meringis ditempat sambil mencoba untuk berdiri, tapi tidak bisa karena kakiku keseleo.

bagaimana ini matilah aku’ batinku. Tapi saat pisau itu hendak menancap mulus perutku. Tiba2 saja ada helm yang terbang kearah preman tersebut. Preman itupun jatuh, dan preman yang satu lagi hanya bengong melihat temannya jatuh. Lalu datang seorang namja yang langsung menghajar ke2 preman itu. Satu pukulan, dua pukulan namja itu terus memukul ke2 preman tersebut, mereka benar2 tidak punya kesempatan untuk melawan. Aku hanya bisa melihat namja itu sambil terbengong2. Setelah ke2 preman tersebut benar2 babak belur, namja itupun berhenti memukuli mereka.

“cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran dan menghubungi polisi” bentak namja tersebut yang berhasil membuat ke2 preman itu lari terbirit-birit. Setelah ke2 preman itu tidak terlihat lagi, namja itupun berbalik melihat kearahku.

“kamu tidak apa2?” tanyanya ramah padaku sembari membantuku berdiri.

“ne,,, kamsahamnida” kataku.

“tapi kakiku” sambungku sambil memperlihatkan kakiku yang keseleo.

“ah,,, kaki mu terluka,,, hmm,,,” ucapnya dan tiba2 saja dia menggendongku. Akupun terkejut.

“ah… kenapa aku digendong?” kataku yang masih sedikit terkejut.

“kakimukan terluka jadi aku gendong saja biar lebih cepat daripada memapahmu” katanya enteng. Aku hanya bisa diam saja mendengar penjelasannya. Diapun mengantarku kerumah sakit dan saat aku diobati diapun terlihat masih menungguiku. Saat aku selesai diobati dia pun membawaku keluar dan membayar semua obatku.

“kamsahamnida atas pertolonganmu” kataku padanya sambil tersenyum.

“cheonmaneyo” balasnya sambil tersenyum pula.

“ah,,, aku lupa memperkenalkan diri. Choi Myung Ah imnida” kataku memperkenalkan diri padanya.

“Kim Jiyeop Imnida” balasnya masih tersenyum, manis sekali senyumnya.

“aku antar pulang ya?” sambungnya sambil membantuku berjalan.

“ne,, kamsahamnida” kataku. Diapun mengantarku pulang sampai kerumah, saat tiba didepan rumah, kulihat Siwon Oppa menungguku dan langsung kaget saat melihatku pulang dengan keadaan kaki dan tangan diperban serta diantar seorang namja.

“kenapa kamu luka2 seperti ini???” tanya Oppa sedikit bingung saat aku sudah masuk pekarangan rumah.

“tadi aku dirampok Oppa dan untungnya ada Jiyeop-ssi yg menolongku” kataku sambil duduk disamping Oppaku itu.

“astaga,,, apa lukamu parah?” tanya Oppa khawatir.

“aniyo Oppa, kakiku hanya keseleo dan tanganku tadi sedikit kena pisau perampok” kataku sedikit nyengir^^.

“untunglah tidak terlalu parah, kalau begitu besok tidak usah sekolah dulu sampai kamu benar2 sembuh” kata Oppa sambil mengelus kepalaku lembut.

“ah gomawo sudah menolong dongsaeng ku” sambung Siwon Oppa sambil melihat kearah Jiyeop.

“cheonmaneyo”kata Jiyeop.

“kalau begitu aku pulang dulu” sambungnya sambil berdiri dari duduk.

“hati2 dijalan ya” kataku saat dia menaiki motor sportnya.

“ne,,, sampai ketemu lagi Myung Ah-ssi” katanya sembari melambaikan tangan dan pergi dengan motornya yang melaju kencang. Setelah Jiyeop benar2 pergi dari rumah, Siwon oppa tiba2 saja memelukku.

“oppa? Ada apa?” tanyaku bingung.

“Aniyo, oppa hanya ingin memelukmu” ucapnya sambil mencium pipiku dan menggendongku kekamar.

“Tidurlah, kamu pasti capek kan? Mianhe tadi oppa tidak menjemputmu, kalo saja tadi Oppa menjemput mu, kamu tidak akan,,,”

“oppa enggak salah kok” kataku sambil tersenyum manis memotong kata2nya.

”oppakan sibuk jadi aku mengerti, lagipula dari kejadian ini ada hikmahnya kok oppa. Aku jadi harus lebih berhati2 dan lagi dengan kejadian ini aku jadi bertemu org yang baik” kataku utk membuat Oppaku yang ganteng ini tidak menyalahkan dirinya tentang apa yg terjadi padaku. Apalagi ini kan bukan sepenuhnya kesalahannya.

Tbc…

Nah, gimana part 1nya??? Pendek? FF ini emank pendek ==”, jadi mohon pengertiannya ya readers ^^, kkk

Sukakah readers dengan ff ini? kalau banyak yang suka, ntar author post part 2nya ^^

Ayo tinggalin komentnya, walau itu Cuma satu kata ^^

18 responses to “My Benefactor Angel 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s