My Benefactor Angel 2

Tittle: My Benefactor Angel 2

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

♥Cast♥
☺ Author as Choi Myung Ah

☺ Kevin Kim ZE:A as Kim Jiyeop

☺ Siwon SUJU as Choi Siwon

☺ DBSK Oppa

☺ Kim Yoochan

☺ Choi Yoo Yang

☺ Kim Yeon Hee

☺ Song Seunghee

Genre: Family, Friendly, Romance

NO SILENCE READERS >.<,,,

Yang udah baca, wajib ninggalin koment ^^…

Gomawo buat readers yang kemaren udah mau koment >.<

Ntar koment lagi ya ^0^, dan moga part 2 ini lebih banyak lagi readers yang mau ninggalin jejak >.<

 

Note: buat SONE, ini ff pertama yang author buat –artinya ini ff jadul punya author yang tentu aja diedit sana sini dulu baru dipost di ffindo biar readers pada ngerti. Dan waktu bikin ini ff, author adalah seorang SAFER. Jadi walaupun bukan di part ini tapi di beberapa part selanjutnya, ada beberapa member SNSD yang bakal author jelek2in di ff ini. Jadi buat SONE yang mau baca, TOLONG jangan ngebash ya >.<,,,

NAH, HAPPY READING READERS ^0^

 

>Myung Ah POV…

Pagi-pagi sekali Oppa sudah berangkat kekantor karena ada meeting dengan para pemegang saham. Jadi aku tidak sarapan dengannya pagi ini. Dan karena kakiku sakit, akupun harus sarapan didalam kamar. Rasanya sangat tidak enak, tidak bisa kemana-mana.

naege boyeobwa. niga banhan geuga gunggeumhae.
wollae namjaneun namjaga bwaya doeneungeol.

neoui just just just just Ah Ah Love Coach,
namjaui simnineun uriga jal ara.
nun nun nun chi ko ko ko chi, eolma motgaseo neomeool geol.

hp-ku berdering, dan dilayarnya tertera nama Kim Jiyeop, namja yang menolongku semalam. Sebelum pulang kerumah kami sempat bertukar no hp. Akupun mengangkat telpon darinya,

“yoboseyo?” ucapku setelah mengangkat panggilan darinya.

“annyeonghaseyo Myung Ah-ssi? Bagaimana keadaanmu?” tanyanya padaku.

“annyeonghaseyo Jiyeop-ssi, aku sudah merasa sedikit baikan, tapi kakiku masih sakit kalau digerakkan” kataku menjawab pertanyaannya.

”begitu. Hmm, begini boleh tidak nanti aku menjengukmu?” tanyanya padaku.

“ne,,, tentu saja boleh^^” jawabku senang.

“tapi aku membawa chingu, apa boleh?” tanyanya lagi.

“tentu. Dengan begitu jadi lebih ramai. Lebih ramai lebih seru^^” jawabku bersemangat.

“kalo begitu aku akan menjengukmu sepulang sekolah. Sekitar jam 3 sore” katanya padaku.

“ne kalo begitu aku tunggu kedatanganmu dan chingudeulmu” jawabku sambil menutup telpon. Jiyeop akan datang kerumahku sekitar jam 3. Itu berarti masih 5 jam lagi, lama juga ya aku harus menunggu mereka datang. Karena itu akupun mengisi waktuku dengan menonton TV dikamar. Tapi baru menonton selama 2 jam saja aku sudah bosan, dan lagi dikamar terus bisa jamuran aku *lebay mode on*. Akupun memanggil Shindong ahjussi, dia adalah tukang kebun sekaligus suami dari Sunny ahjumma yang menjadi pembantu dirumahku. Aku memintanya untuk mengendongku sampai keruang keluarga dilantai 1.

“kamsahamnida Shingdong ahjussi^^” kataku padanya setelah kami sampai diruang keluarga.

“ne, cheonmanneyo agesshi^^” kata Shindong ahjussi sambil pergi meninggalkanku untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Akupun mengambil beberapa majalah untukku baca sambil menunggu kedatangan Jiyeop dan chingudeulnya. Saat sedang asik membaca majalah tiba2 bel rumahku berbunyi. Ting tong, ting tong. Sunny ahjumma pun bergegas membuka pintu, aku membalikan badan karena ingin tahu siapa yang datang dan ternyata yang datang memang Jiyeop.

“Jiyeop-ssi” panggilku padanya sambil melambaikan tangan. Dia yang mendengar aku memanggilnya melihat kearahku sambil tersenyum.

“annyeonghaseyo Myung Ah-ssi” ucapnya setelah berada diruang keluarga, tempat aku sedari tadi menunggunya.

“ne, annyeonghaseyo Jiyeop-ssi” kataku membalas sapanya,

“mana chingudeul yang kamu bawa?” sambungku sambil celingak-celinguk melihat kebelakangnya.

“ah itu, mereka sedang berjalan menuju kesini” katanya sambil menunjuk ke2 temannya yang sedang berjalan mendekati Jiyeop. Akupun mengarahkan mataku kearah tunjuk Jiyeop dan melihat dua orang namja berpakaian seragam, dan itu seragam sekolahku.

“ah itukan seragam sekolahku!” kataku kaget.

“mwo? Seragam sekolahmu? Kalo begitu kita 1 sekolah? Tapi aku tidak pernah melihatmu disekolah?” tanya Jiyeopbertubi-tubi.

“aku murid baru dan baru masuk kemarin dikelas 2. Jadi Jiyeop sekolah disitu juga? Tapi kenapa tidak pakai seragam?” tanyaku balik.

“aku tidak pakai seragam karena seragamku bau keringat, soalnya tadi main bola basket” jelasnya padaku.

“o ya kenalkan ini Park Yoochun dan Shim Changmin” katanya memperkenalkan ke2 namja itu padaku.

“Park Yoochun imnida” kata Yoochun sambil tersenyum.

“Shim Changmin imnida” kata Changmin sambil tersenyum pula.

“dan kami bertiga adalah sunbaemu” sambung Jiyeop sambil tersenyum. Sunbae? Kalo begitu mereka anak kelas tiga.

“ne, Choi Myung Ah imnida sunbae” kataku sambil sedikit membungkuk.*padahal lagi duduk nich*

“sunbae, memangnya dia adik kelas kita? Aku belum pernah lihat dia disekolah?” tanya Yoochun pada Jiyeop. Hmm, pasti tadi pembicaraanku dengan Jiyeop tidak terdengar olehnya dan Changmin.

“ne, dia murid baru” kata jiyeop singkat. Setelah itu kamipun duduk diruang keluarga sambil ditemani kue dan teh buatan Sunny ahjumma yang sangat enak. Mereka sangat baik dan bersahabat, mereka juga menceritakan hal2 yang lucu padaku. Tak terasa hari sudah malam dan Oppa pun sudah pulang dari kantornya.

“wah hari sudah malam. Hmm, sunbae makan malam disini saja ya?” tawarku pada mereka.

“ah tidak usah Myung Ah-ssi, kami pulang saja” kata Jiyeop menolak tawaranku.

“sudahlah Jiyeop sunbae, makan disini saja. Ah Oppa sudah pulang” kataku yang melihat kedatangan Siwon Oppa.

“hai dongsaeng, gimana harimu? Apa membosankan?” tanya Oppa sambil mengacak-ngacak rambutku.

“aniyo Oppa, itu karena mereka datang menjenguk” kataku sambil menunjuk ke3 sunbaeku,

“dan ternyata mereka adalah sunbaeku disekolah Oppa” sambungku sembari tersenyum.

“mwo? Benarkah Jiyeop-ssi?” tanya Oppa pada Jiyeop.

“ne hyung, aku juga baru tau tadi” jawab Jiyeop.

“ooo. Hmm, gimana kalo kita makam malam bersama? Aku sudah lapar” tawar Oppa pada mereka dan aku.

“ne Oppa aku juga sudah lapar. Tapi, Jiyeop sunbae, Yoochun sunbae dan Changmin sungbae tidak mau makan malam disini” kataku pada Oppa.

“mwo? Inikan sudah malam dan waktu untuk makam malampun sudah tiba. Jiyeop-ssi dan kalian makan disini saja. Ok?” kata Siwon Oppa pada Jiyeop, Yoochun dan Changmin.

“ne hyung, mianhe merepotkan” kata Jiyeop akhirnya yang tidak bisa menolak permintaan Oppa. Kamipun makan malam berlima. Setelah makam malam, mereka sedikit berbincang dengan Oppa. Hingga akhir merekapun pamit pulang karena hari sudah terlalu malam.

“kalau begitu kami pulang dulu hyung” kata Jiyeop pada Siwon Oppa.

“ne hati2 dijalan dan kamsahamnida sudah menjenguk dan menemani dongsaengku” kata Siwon Oppa sambil tersenyum ramah pada Jiyeop, Yoochun dan Changmin. Setelah mereka pulang, Siwon Oppa pun menggendongku kembali kekamarku.

“mianhe Oppa, aku merepotkan Oppa. Padahal Oppa pasti masih capek karena baru pulang kerja tapi sudah harus menggendongku kekamar” kataku padanya yang tengah menaiki tangga, tapi dia malah tersenyum.

“aniyo, ini bukan masalah bagi Oppa dongsaengku yang manis”. Akupun balas tersenyum mendengar kata2nya itu.

“gomawo Oppa” ucapku saat aku sudah ada ditempat tidur.

“ne cheonmanneyo dongsaeng” jawab Siwon Oppa sambil mencium keningku.

“tidurlah, kamu pasti capek” katanya lagi sambil mengelus-ngelus rambutku. Akupun tidur, dan diapun pergi kekamarnya untuk istirahat pula.

“Myungie, sayangi terus Oppamu ya? Turuti semua kata2nya, mengerti?” kata Oemma padaku, napas Oemma terlihat naik-turun. Oppa hanya diam saja disampingku. Dia mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya.

“ne Oemma, Myungie akan selalu sayang Oppa. Myungie janji akan selalu menuruti kata2 Oppa. Tapi Oemma harus sembuh. Appa sudah tidak ada lagi oemma hiks hiks hiks, Oemma pokoknya harus sembuh” jawabku pada Oemma sambil terisak-isak.

“mianhe Myungie, tapi Oemma harus menyusul Appa. Jangan lupa janjimu pada Oemma. Ini untukmu” kata Oemma sambil memasangkan gelang kesayangannya padaku dan akhirnya Oemma menghembuskan napas terakhirnya.


“Oemma,,, Oemma,,, OEMMA” akupun terbangun dari tidur dengan bermandikan keringat dingin. Mimpi saat Oemma dan Appa meninggal 7 tahun yang lalu, kenapa aku bisa mimpi itu? Gelang Oemma. Akupun melihat gelang Oemma yang terpasang dipergelangan tangan kananku. Gelang yang diberikannya saat dia meninggal.

“Oemma, aku rindu Oemma. Aku juga rindu Appa. Apa kalian berdua baik2 saja?” kataku melihat kelangit2 kamar sambil menetaskan air mata.

3 hari sudah aku absen dari sekolah, dan tentunya dengan surat izin. Sekarang kakiku sudah sembuh. Dan selama aku sakit Jiyeop, Yoochun dan Changmin selalu menjengukku. Akupun pergi kesekolah dengan diantar oleh Oppa. Sesampainya dikelas, aku langsung bertemu dengan Junsu.

“ah annyeonghaseyo Myung Ah-ssi. Bagaimana keadaanmu?” tanya Junsu.

“annyeonghaseyo Junsu-ssi. Aku baik2 saja. Kakiku sudah benar2 sembuh” jawabku sambil tersenyum padanya.

“syukurlah. O ya, aku membuatkanmu catatan selama kamu tidak datang” katanya sambil mengambil sebuah buku dari tasnya.

“wah kamsahamnida Junsu-ssi. Kamu memang baik hati^^” kataku sambil mengambil buku itu darinya.

“ne cheonmanneyo” balasnya sambil tersenyum. Akupun meletakkan buku yang diberikan Junsu serta tasku ditempat dudukku dan melanjutkan pembicaraan dengan Junsu. Saat sedang bergurau dengan Junsu, Jaejoong datang dan bruk aku tidak sengaja menyenggolnya hingga buku2 pelajaran yang sedang dipegangnya berserakan dilantai kelas.

“ah mianhe Jaejoong-ssi” kataku sambil memungut semua buku yang berserakan. Dia hanya diam saja, dan merebut buku yang ada ditanganku dengan kasar.

“baru datang sudah buat orang kesal” katanya nyaris berbisik, tapi aku bisa mendengarnya karena kami sama2 masih berjongkok memungut buku yang ada dilantai. Mendengar itu aku mencoba untuk sabar. Setelah itu diapun pergi ketempat duduknya.

“Kenapa sich dia tidak bisa sedikit saja bersikap ramah?” kata Junsu sambil menolongku berdiri.

“mollayo” aku hanya bisa menjawab seperti itu pada Junsu. Bel masukpun berdering, semua siswa masuk kekelasnya masing2. Aku jadi sedikit enggang duduk disamping Jaejoong, rasanya aku mau pindah duduk saja kalo ada bangku kosong. Tapi sayangnya tidak ada bangku kosong lagi dikelas ini. Selama jam belajar aku mencoba untuk tidak menggangunya, aku tidak mau lagi dengar kata2 seperti itu keluar dari mulutnya. Jam pelajaranpun selesai dan murid2pun keluar kelas menyerbu kantin, begitu pula dengan Jaejoong. Ah, akupun mendesah ketika dia benar2 tidak ada dikelas. Junsupun langsung keluar kelas saat didepan pintu kelas terlihat seorang yeoja, sepertinya dia anak kelas sebelah.

“kenapa? Cemburu ya?” tanya seorang yeoja yang juga teman satu kelasku.

“aniyo, aku hanya tidak tau kalo Junsu-ssi dekat dengan seorang yeoja. Apa kamu tau siapa dia?” tanyaku padanya.

“itu yeojachingu Junsu-ssi, mereka pacaran sejak kelas satu. Saat kamu masuk dia sakit, jadi baru sekarang kamu bisa liat dia” jelas teman sekelasku itu. Jadi Junsu-ssi sudah punya pacar ya? Batinku.

“siapa namanya?” tanyaku lagi.

“namanya Song Seunghee. Dia anak kelas 2A. anak yang pintar dan cukup berprestasi dari SMP. Junsu juga sudah suka anak itu dari SMP, tapi baru berani bilang saat mereka sama2 satu sekolah” jelasnya lagi padaku.

“ah karena membahas Junsu-ssi, aku sampai lupa memperkenalkan diri. Kim Yoochan imnida” sambungnya sambil mengulurkan tangannya. Aku menyambut tangannya.

“Choi Myung Ah imnida” kataku sambil tersenyum.

“o ya, gimana keadaanmu? Dan apa kamu sudah bisa mengerti pelajaran tadi?” tanya Yoochan padaku.

“aku sudah baikan. Kamsahamnida. Sebenarnya belum terlalu bisa, habis songsaeng menerangkannya cepat sekali, aku bahkan tidak sempat mencatat yang penting” kataku pada Yoochan.

“kalo begitu kenapa tidak tanya pada Jaejoong-ssi? Dia termasuk anak yang pintar dan cepat menangkap pelajaran” tanya Yoochan lagi.

“aku tidak ingin merepotkannya, lagipula tadi pagi aku sedikit membuatnya kesal” kataku sedikit tersenyum.

“ya memang sich, Jaejoong-ssi itu cepat marah dan pendiam sekali. Tapi seharusnya diakan membantumu. Dasar si-dingin Jae” kata Yoochan sedikit kesal pada Jaejoong.

“kok malah menjelek-jelekan Jaejoong-ssi? Bukannya tadi niatnya cuma mau berkenalan sama Myung Ah-ssi?” sahut seorang yeoja yang tiba2 sudah ada dibelakangku.

“tapi Chan-a benar, Jaejoong-ssi seharusnyakan membantu Myung Ah-ssi dalam belajar. Bukan mendiamkannya seperti patung Yeon Hee-a” kata yeoja lain yang ada disampingnya.

“ya betul. Masa dia tidak bisa sedikit saja bersikap ramah?” kata Yoochan sambil tersenyum kearah yeoja yang membelanya barusan.

“tapi menurutku Jaejoong-ssi pasti ada alasan kenapa dia bersikap seperti itu, mungkin kalo sudah lebih dekat dengannya dia akan memperlihatkan sifat aslinya” kataku pada mereka, mencoba sedikit membela Jaejoong yang dingin itu.

“iya Jaeoong-ssi memang tidak seperti itu, dia itu sebenarnya sangat baik dan ramah. Tapi entah apa yang terjadi, dia jadi seperti sekarang” kata yeoja bernama Yeon Hee itu sambil sambil menunduk.

“ah Kim Yeon Hee imnida” katanya bersemangat lagi.

“Choi Yoo Yang imnida” ucap yeoja yang membela Yoochan tadi sambil tersenyum.

“o ya Myung Ah-ssi. Ada rumor yang mengatakan kalau kamu ditolong oleh sunbae kita. Apa benar?” tanya Yeon Hee padaku. Belum sempat aku menjawab, yang ditanya sudah datang.

“annyeong Myungie” kata Jiyeop sambil masuk kekelasku. Dibelakangnya berdiri Yoochun dan Changmin yang sedang tersenyum padaku.

“ah annyeong Jiyeop sunbae, Yoochun sunbae dan Changmin sunbae” kataku sambil berdiri dari tempat dudukku.

“kami mau kekantin. Apa kamu mau ikut Myungie?” tawar Yoochun padaku.

“teman2mu boleh ikut juga kok” sambungnya sambil mengedipkan sebelah matanya dan menyunggingkan senyum terbaiknya kearah Yoochan. Kulihat Yoochan kaget tapi dia mencoba tersenyum.

“wah padahal baru dibicarakan, sekarang orangnya sudah didepan mata” bisik Yoo Yang padaku. Aku hanya tersenyum dan menjawab tawaran Yoochun.

“aku mau ikut, tapi aku tidak tau apa teman2ku mau ikut ato tidak?”  ucapku sembari melirik ketiga yeoja yang baru saja resmi menjadi chingudeulku itu.

“ikut saja biar jadi lebih rame” kata Changmin sambil melihat kearah Yoo Yang. Yoo Yang yang sadar sedang dilihat oleh Changmin langsung bersembunyi dibelakangku. Hahahaha, lucu sekali tingkahnya.

“ne tentu kami ikut. Ya kan Chan-a, Yang-a?” tanya Yeon Hee sambil melihat ke2 orang yang ditanyanya.

“ne ayo kita kekantin” jawab Yoochan dan Yoo Yang berbarengan. Kamipun pergi kekantin. Setibanya disana kami langsung memesan makanan, kantin terlihat ramai sekali hari itu. Saat melihat keluar kantin, aku menangkap sosok Jaejoong yang seperti sedang mencari tempat duduk. Akupun mendekatinya, bermaksud mengajaknya bergabung denganku dan yang lainnya.

“hmm, Jaejoong-ssi. Apa kamu sedang mencari tempat duduk? Dimeja kami masih ada satu tempat lagi. Mau gabung dengan kami?” tawarku pada Jaejoong sambil menunjuk tempat duduk yang kosong padanya. Tapi dia langsung saja menolak mentah2 tawaranku.

“tidak perlu, aku jadi malas makan” katanya sambil pergi meninggalkanku. Akupun kembali ketempat dudukku dengan muka cemberut.

“dia tidak mau gabung dengan kita ya? apa yang dia katakan sebelum pergi?” tanya Yeon Hee padaku.

“dia bilang dia jadi malas makan” kataku sambil memakan sedikit makananku.

“dia bilang begitu? Memangnya apa yang membuatnya jadi malas makan?” tanya Yeon Hee lagi.

“sudahlah Yeon Hee-ssi, kamu seperti tidak kenal Jaejoong saja. Dia mana mau kumpul2 sama kita. Diakan lebih suka menyendiri” kata Yoochan pada Yeon Hee. Yeon Hee hanya diam mendengar kata2 Yoochan karena memang seperti itulah Jaejoong dan kamipun kembali sibuk memakan makan siang kami masing2. Setelah selesai makan, kami berpisah dengan para sunbae dan pergi ketaman belakang sekolah. Disana aku bertemu dengan Junsu yang sedang,,, BELAJAR dengan Seunghee? Apa aku tidak salah lihat? Bukankah seharusnya mereka bermesraan? Tapi mereka malah BELAJAR? Melihat aku yang kebingungan, Yoochanpun menjelaskan.

“jangan bengong begitu donk Myung Ah-ssi, memang seperti itulah cara mereka pacaran. Mereka walaupun pacaran, tapi belajar tetap no 1 bagi mereka”. Akupun mengangguk tanda aku mengerti apa yang dikatakan oleh Yoochan. Kamipun menghampiri Junsu dan Seunghee yang sedang asik mengerjakan beberapa soal2 matematika.

“annyeonghaseyo Junsu-ssi” sapaku pada Junsu yang langsung dapat memecah konsentrasinya.

“ah annyeonghaseyo Myung Ah-ssi” jawabnya sambil mengambil beberapa buku yang ada ditempat duduk dan mempersilahkan aku serta yang lainnya duduk.

“o ya Myung Ah-ssi kamu belum kenalan dengannya kan?” sambung Junsu sambil menunjuk Seunghee.

“ne, aku belum kenalan dengannya” kataku sambil tersenyum.

“annyeonghaseyo, Song Seunghee imnida” katanya sambil mengulurkan tangannya.

“Choi Myung Ah imnida. Senang berkenalan denganmu” kataku sambil menjabat tangannya.
Setelah perkenalan singkat itu, kami semua jadi mulai mencoba mengerjakan soal2 yang tadi hanya dikerjakan oleh Junsu dan Seunghee. Aku yang tidak terlalu mengerti dibantu oleh Seunghee, ternyata dia memang pintar dan ramah serta mau membantu orang lain. Aku jadi berpikir bahwa Seunghee memang cocok dengan Junsu yang juga pintar, ramah dan suka menolong orang lain. Dan tak lama setelah itu bel masukpun berbunyi, kami semua masuk kelas dan akupun harus mencoba bersabar duduk disamping Jaejoong.

3 bulan sudah aku bersekolah disini, aku juga sudah bersahabat baik dengan Yoochan, Yeon Hee, Yoo Yang dan tidak lupa yeojachingunya Junsu yaitu Seunghee. Tapi hubunganku dengan Jaejoong tidak berubah, dia tetap saja menjadi seorang yang pendiam dan tertutup. Sekarang aku bahkan sudah kebal dengan apa yang dikatakannya. Seperti dia sering bilang aku pengganggu, suka ikut campur urusan orang lain dan lain sebagainya. Tapi aku tidak ambil pusing lagi tentang dia. Lalu hubunganku dengan Jiyeop masih datar2 saja, padahal aku sudah suka padanya sejak pertama kali bertemu. Tapi aku tidak tau apakah Jiyeop juga suka padaku atau tidak? Karena kalau dilihat dari sifatnya, dia seperti memberiku tempat khusus. Tapi dia tidak pernah menyatakan cinta, aku jadi bingung dibuatnya. Sekolah hari ini sedikit membosangkan karena ada pelajaran sejarah yang paling aku benci. Tapi setidaknya Jae hari ini tidak masuk lagi, jadi aku bebas mau melakukan apapun dibangkuku tanpa harus mendengar dia mengomel. Dia bilang mengganggulah, tidak ada kerjaanlah, aku benci sekali kalo dia sudah ngomong kayak gitu. Tapi sudah 3 hati dia tidak masuk, sepi juga rasanya. Tiba2 didepan pintu ada Yunho songsaeng, dia terlihat memberi isyarat agar aku keluar kelas. Akupun izin keluar kelas pada Yuri songsaeng yang sedang menerangkan didepan kelas.

“Yuri songsaeng, saya permisi keluar sebentar ya. Soalnya Yunho songsaeng memanggil saya” kataku sambil menunjuk wali kelasku yang sudah menungguku diluar kelas. Melihat Yunho songsaeng, Yuri songsaeng yang tadinya galak berubah manis.

“ah annyeonghaseyo Yunho-ssi” sapanya pada Yunho songsaeng sambil melangkah keluar kelas.

“annyeonghaseyo Yuri songsaeng, bisa aku bicara sebentar dengannya?” tanya Yunho songsaeng sambil menunjukku.

“ne tentu saja” ucap Yuri songsaeng sambil senyum2. Setelah itu, Akupun dituntun oleh Yunho songsaeng untuk mengikutinya dari belakang dan kamipun tiba diruang,,, GURU? Memangnya aku buat salah apa sampai dibawa keruang guru? Pikirku.

 

Tbc…
Hehehe gimana FF saya???
Makin bagus ato makin hancur???*semoga enggak hancur*
Gomawo udah baca FF saya^^
Jangan lupa dikoment ya readers ku tersayang^^

Advertisements

18 responses to “My Benefactor Angel 2

  1. tanpa myungie sadari jaejoong mulai sedikit akrab dgnnya..aku suka kisah cinta junsu n seung hee..unik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s