With You [Part II]

*editan yang kemaren udah Zen apus,jadi cuman ada yang ini*

Genre : Romance,Friendship.

Author : Hikari-ghi

Length : On Going

Rating : G

Main Cast :

Choi Minho

Park Hyona

etc

Disclamer : Hikari tuh yang buat, bukan zen .

Annyeong ^^

Hikari imnida. Saya kembali lagi di part 2. Semuanya karena teman saya Zen yang baik hati mau posting nih ff. Juga para pembaca yang sudah memberi respon bagus. Mungkin kemaren itu para readers agak kebingungan dengan cast dan genrenya. Saya lupa kalo para cast yeoja-nya belom muncul di part 1. Tapi kata teman saya Zen, kita itu harus membuat kata ‘TBC’ tepat di adegan yang bikin readers penasaran. Dan saya putuskan untuk menulis-nya disitu. Jadi mian kalo kemaren itu kependekan. Dan genre romance-nya juga belom ada. 1 kali lagi Mian~ yaa readers yang terhormat -____-

Curcol Zen : Jah, nih anak ngatain Zen lagi -_-” loh, itukan bukan salah Zen ! T^T Dasar !

Yang pasti terimakasih atas dukungan semuanya!

@@@@@@

“aigoo! Tempat apa ini!” namja 10 tahun itu melongo melihat apa yang ditemukanya.

Sebuah danau luas. Terdapat bunga-bunga di pinggiran danau itu yang belum pernah ditemukanya. Terdapat pasir dan rerumputan yang nyaman menurutnya. Batu besar dan yang paling ia kagumi adalah terdapat lapangan basket yang cukup tidak terurus. banyak daun-kering berserakan. Tiba-tiba namja itu menyunggingkan senyumanya melangkah lebih dalam dan berkata “keren… INI MILIKU!” sambil merentangkan kedua lengannya.

#endflashback#

14.00 KST

Choi Minho POV

Setelah bermain bersama Onew hyung, Jjong hyung, key hyung, dan Taemin aku memutuskan untuk ke tempat persembunyianku. Tempat yang tenang selain bersama 4 sahabatku itu. Aku ingat sakali mereka tidak percaya pada perkataanku bahwa aku menemukan tempat indah itu dan mereka semua meminta maaf telah membuatku menjadi gila. Kkkk~

Aku melewati semak-semak yang sudah semakin lebat setiap tahun itu dan terus melangkah. Pandangnku melihat sekeliling pemandangan yang amat rahasia itu sampai terhenti pada sosok yeoja yang sedang duduk di pasir putih pinggir danau tersebut. Menekuk kakinya dan memeluk lututnya. Pandangannya lurus ke depan. Seakan sedang memikirkan sesuatu.

Siapa yeoja itu. Apakah pemilik tempat ini? Tapi selama sepuluh tahun aku ke sini tidak pernah bertemu denganya. Atau dia orang ke-dua yang menemukan tempat ini. Batinku.

Kupasati wajahnya. ia terlihat murung. Apa dia ada masalah? Apa aku harus mendekati dan menegurnya?

Aku terus melangkah mendekati yeoja itu. Sampai aku duduk di sampingnya juga kutekukkan lututku dan menikmati danau yang tenang ini. Tatapanku terus ke depan. Aku merasakan yeoja itu menoleh ke arahku dengan tatapan bingung. Dia mendongakkan kepalanya karena dia lebih pendek daripada aku.

“memang tenang saat menatap danau ini.” Aku menoleh ke yeoja itu dan… tersenyum. Kami sempat bertatapan sebelum yeoja itu menoleh ke danau lagi.

“ne. Kau benar. Sangat tenang.” Sahut yeoja itu padaku walaupun tatapanya ke depan, tapi aku tahu dia berbicara denganku. Karena Cuma kami berdua di lokasi ini.

“apa kau punya masalah?” aniyoo! Mengapa aku melontarkan pertanyaan seperti itu. Yeoja itu pasti marah karena aku mencampuri urusanya. Padahal kami belum kenal sama sekali. Babbo kau Choi Minho!

Yeoja itu menoleh ke arahku dengan tatapan kaget dan kembali menghadap lurus ke depan.

“ah! Mianhae. Bukan maksudku untuk…”

“ne.” Jawab yeoja itu datar memotong perkataanku.

“ooh.” Singkatku. Aku harus berkata apa lagi pada yeoja ini. Mengapa aku jadi takut berkata begini. Aigoo Choi Minho, kau ini kenapa -,-

Yeoja itu diam lagi. Kalau diperhatikan dia lucu juga. Beda dengan yeoja-yeoja lain di sekolahku yang selalu histeris jika bertemu aku dan 4 sahabatku itu. Tapi, apa dia tidak menyadari ketampananku kkkk~. Tanpa aku sadari tadi aku tersenyum sendiri menatap yeoja itu.

“kau jangan menatapku seperti itu.”

“mwo?!” ternyata yeoja ini mengetahui sedari tadi aku memperhatikannya.

“raut wajahmu itu aneh sekali.” Mwo?! Barusan dia bialng apa?! apa yeoja ini salah mengatakan. Wajahku yang tampan 11-12 dengan dewa surga ini dibilang aneh?! Keterlaluan sekali.

“se-aneh-aneh wajahku, wajahmu itu lebih aneh, yeoja kasar!” balasku.

“barusan kau bilang apa?” yeoja itu akhirnya menoleh juga.

“yeoja kasar. Wae?” aku tersenyum sinis.

“dasar namja berhati busuk!”

“busuk? Hey! Asal kau tahu saja, aku ini selalu membantu teman-temanku dan berbuat baik dimana saja dan kapan saja. Tidak seperti kau!”

“ ne! Ne! Terserah kau sajalah. Lebih baik kau pulang sana!” haa! Yeoja ini mengusirku? Ini kan resmi tempatku sejak sepuluh tahu yang lalu. Se-enak jidatnya saja dia mengusirku. Dasar yeoja menyebalkan. Berbeda sekali dengan wajah lucunya itu. Perkataannya pedas sekali.

“aku tidak mau! Dan tidak akan! Aku duluan yang menempati tempat ini!” aku tidak mau kalah.

“hey! Ini tempatku! Aku lebih dulu menemukannya daripada kau! Aku tidak pernah melihatmu di sini. Dan aku yakin kau baru saja menemukanya hari ini kan. Sekarang kau pergilah namja berhati busuk!” suara yeoja itu cempreng sekali.

“aku yang duluan menemukanya. Aku juga tidak pernah melihatmu disini! Kau yang seharusnya pergi yeoja man..” perkataanku terhenti. Hampir saja aku berkata ‘yeoja manis’. Choi Minhoooo apa yang kau pikirkan!

“kau bilang apa?”

“Anhi Anhi! Maksudku, yeoja lemah! Pergi sana!”

“enak saja! Kau pikir aku sama dengan yeoja-yeoja lemah lainya ha? Kau salah.”

“tentu saja aku benar. Semua yeoja itu sama!” kecuali kau yeoja manis.

“haaah. Sekarang aku sedang malas bertengkar ataupun bergulat.” Yeoja itu kembali menekuk kakinya dan menatap danau lagi.

Hening~

Huuh! Padahal aku masih ingin bertengkar dengamu yeoja manis. Tapi tempat ini seharusnya bukan tempat untuk bertengkar atau tempat keributan. Danau ini terluhat murung.

“seharusnya ini bukan tempat untuk bertengkar atau tempat keributan.” Haa? Apa yang dikatakan yeoja itu sama persis dengan yang dipikiranku. Ya ampun yeoja manis, apa kau benar-benar ditakdirkan untukku.

“ne. Kau benar. Danau ini penuh dengan ketenangan dan kau membuatnya menjadi terlihat sedih.” Tatapanku tetap ke danau.

“bukan aku saja!” yeoja itu menoleh ke arahku dengan tatapan kesal. Lucu sekali. Aku menahan tawa. Aku tersenyum sajalah.

“ne, maksudku kita.” Yeoja itu mengangguk mantap mendengar perkataanku.

Lagi-lagi hening~

Tiba-tiba ada perasaan yang mendorongku untuk menatakan, “mian…” yeoja itu menoleh untuk yang ke sekian kalinya. “mianhae…” dan kali ini aku menyunggingkan senyumku. Yeoja itu membalas senyum ku dengan tawanya yang garing. Aigoo manis sekali! Matanya sampai sipit saat tertawa.

“ne!” jawab yeoja itu. Berheti tertawa dan menatap danau lagi. Dia tersenyum. Aku-pun ikut menikmati danau. Danau ini terlihat indah lagi. Tidak murung. Apa karena aku sudah berbaikan dengan yeoja ini?

Park Hyona POV

Choi Minho, tidak kusangka kita bertemu di sini. Ternyata sikapmu yang dingin di sekolah bukanlah kau yang sesungguhnya. Sikapmu lucu sekali kalau di luar sekolah. Kau pasti tidak menyadari kalau aku adalah teman sekelasmu. Dasar bodoh.

Di sekolah kau terlihat tampan di mata semua yeoja terkecuali aku. bagiku kau itu culun. Tetapi kalau dipandangi lebih lama, kau itu ternyata tampan juga. Tidak salah kalau kau salah satu dari 5 namja populer di sekolah. Tapi sayangnya ketampananmu itu masih terlihat aneh dimataku.

“ya! Yeoja jelek! Siapa namamu!” lamunanku terbuyar karena namja bodoh itu.

“ya! Sejak kapan kau bermain basket disana, namja culun!” pekikku tidak kalah dengan Minho karena jarak kami agak jauh.

“dari tadi kau melamun saja! Lupakanlah masalahmu! Nanti kau kesurupan pula dan aku yang jadi repot!” namja ini sok tahu sekali. “lebih baik kau kesini! Kita bertanding!” Minho mendrible basket yang sedari tadi berada di tanganya.

Aku menhampirinya dengan muka kesalku. Dia sedikit tertawa. Dia pikir ini lucu.

“berikan bola basket itu padaku!” sahutku saat sudah di depannya.

“tidak begitu caranya yeoja kecil! Kau harus merebutnya dariku.” Dia tersenyum ‘sok’ cool.

“dari tadi kau selalu menegurku dengan julukan yang aneh-aneh! Yeoja jelek, yeoja kasar, yeoja lemah, yeoja kecil! Apa lagi hah namja culun!” aku membalikkan badanku dan memangkukan tangan.

“kau juga.” Ujar Minho memonyongkan mulutnya tidak mau kalah. “kau bilang aku namja berhati busuk, namja culun, dan…. masih banyak lagi dan aku lupa.” Bola matanya bergerak ke atas seakan sedang bepikir apa lagi ejekan yang aku sunggingkan padanya tadi.

Aku langsung merebut bola basket itu saat Minho masih memikirkan hal bodoh itu. Kkk~

“ya! Kau! Curang sekali kau yeoja jelek! Awas kau.” Dia berlari mencoba merebut bola yang di tanganku. Dan berhasil. Yaah namja ini bukan terkenal sebagai namja tampan saja di sekolah. Tetapi karena kehebatanya bermain basket

@@@@@@

“hhhhhhhhhh.” Aku berhenti meladeni kehebatanya dan melangkah menuju ke pinggir lapangan.

“ya! Kau capek?” tanya Minho setelah memasukan bola ke ring dan membiarkan bola itu memantul. Namja itu mendekatiku.

“tentu saja! Kau tidak lihat keringatku berceceran seperti ini hah.” Sungutku memperlihatkan rambutku yang basah seperti keramas.

“aku sering begitu. Kau tidak suka olah raga?” tanyanya sembari duduk meluruskan kakinya.

“biasa saja. Tidak sepertimu yang terlalu terobsesi.”

“ooh. Kau haus?” tanya-nya lagi.

“menurutmu tidak?” mendengar itu dia menoleh ke arahku. Huh aku tidak suka cara dia memandangku seperti itu. Aku memalingkan wajahku. “sudalah aku mau pulang!” aku bangun berdiri dan melangkah menuju semak tempat aku keluar dan masuk tempat ini sebelum Minho menarik pergelangan tanganku.

“tunggu…”

“ya! Kau ini! Ada apa lagi. Belum puas memamerkan kehebatanmu bermain basket?” sindirku.

“Anhi!. Kau belum menjawab pertanyaanku.” Dia masih memegang pergelangan tanganku.

“pertanyaan yang mana?”

“siapa namamu yeoja pelupa!”

“sekarang kau menambahkan lagi sindiran untuk-ku.” Sungutku.

“mian. Sekarang siapa namamu?”

“Hyona. Park Hyona. Sudah jelas?”

“sudah.” Namja itu melepaskan genggamannya dari lenganku dan menyunggingkan senyumanya.

“aku pulang ya! Sampai jumpa!” kata2 itu terlontar dari mulutku saat aku sudah di depan pintu semak itu.

“kau mengatakan ‘sampai jumpa’! kapan kita berjumpa lagi yeoja jelek!” pekikknya.

“Molla~ mungkin tahun depan!”

“aniyoo! Lama sekali! Aku sudah tidak sabar mengalahkanmu lagi yeoja jelek!”

“berhentilah berkata ‘jelek’ namja culun!” setelah itu aku langsung melewati semak itu dan pulang. Sekilas aku melihatnya melambaikan tangan. Dasar culun.

“baiklah! Janji tidak akan! Tapi besok kau harus datang araseo!” aku masih mendengar kata-kata-nya dengan suara berat miliknya.

Choi minho POV

‘sampai jumpa yeoja manis, Park Hyona’ batinku sambil melihatnya yang seduah menhilang di balik semak-semak itu.

“aigoo! Aku lupa menanyakan sekolah dan nomor handphone-nya!” kalau besok aku bertemu dengan yeoja itu lagi, kau harus menanyakan semua itu Choi Minho!

Lebih baik aku pulang juga. Awas besok kau tidak datang yeoja jelek! Eh, maksudku yeoja manis. Kkkk~

@@@@@@

07.50

SMA Soul

“kyaaaa! Choi Minhoooo!” telingaku sakit mendengar pekikkan banyak yeoja yang melihat dan memanggilku histeris begitu dari gerbang sekolah sampai di depan kelas-pun mereka masih teriak-teriak seperti itu. Seperti inilah menjadi namja tampan hohoho.

Sampai di depan pintu kelas mataku terhenti pada satu yeoja yang duduk di kursi nomor tiga dari depan. Jemarinya menggenggam pensil berwarna hijau. Terdapat hiasan ice cream di atas pena itu. Yeoja itu menggoreskan pensil itu pada buku yang amat unik. Pasti itu buku catatan pribadinya.

Ya! Aku ingat dia! Yeoja itu yang kemarin di tempat persembunyianku! Ternyata aku satu sekolah dan bahkan satu kelas dengan yeoja ini. Aku sering melihatnya begitu. Ia tidak teriak histeris seperti yeoja-yeoja lainya. Tapi aku tidak menyadarinya. Apa aku harus menghampirinya? suara yeoja-yeoja yang menjerit-jerit namaku sama sekali tidak membuatnya lepas dari pandangan buku pribadinya itu. Yeoja itu sibuk dengan dunianya sendiri. Ternyata dia memang beda dengan yeoja-yeoja lainya. Aku suka yang ini 

Tapi apa yang yeoja itu tulis? Aku penasaran. Baru saja melangkahkan kakiku untuk menghampirinya, seseorang dari belakang sudah menarik lengan-ku. Ternyata Taemin.

“ya! Taemin-ah! Ada apa!”

“ikut aku hyung!” sebelum aku berkata ‘tidak mau’ dia sudah menarikku keluar. Tepatnya menuju lapangan basket yang sudah penuh dengan kerumunan para murid-murid.

Di tengah lapangan aku melihat seorang namja. Aku mengenalnya. Dia kan…

“kau.”

“ya! Choi Minho. Kau masih ingat siapa aku.”

-TBC-

Yaaah TBC. Mian~ ya reader. Sebenernya saya juga ga mau. Tapi mau begimane lagi.

Nah sekarang, jadilah READER YANG BAIK HATI dengan cara TINGGALKAN KOMENTAR apa saja yang membangun. Saya tunggu!

Advertisements

22 responses to “With You [Part II]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s