My (Friend)-(Girl), Friendship or Playgirl ??

 

 

Author      : 4M_Hyun_A

Title        : My (Friend)-(Girl), Friendship or Playgirl ??

Cast          :

ü  Yong Junhyung (BEAST)

ü  Yang Yoseob (BEAST)

ü  Son Dongwoon (BEAST)

ü  Park Jiyeon (T-ARA)

Genre       : Friendship ,Romantic

Length      : Oneshoot

Rating        : T ,PG -14

Disclaimer  : THIS FANFICT IS MINE!! AND OF COURSE YONG JUNHYUNG TOO XDDD~

Note         : Please leave ur comment after u read my fanfict.. kalo ada kritik & saran saya terima kok.. biar saya bisa belajar dari kritikan & saran readers sekalian.. I HATE SILENT READERS !!! so ,u must comment after u read yoo /puppy eyes *maksa mode on* .. oiya, maaf yaa buat Jiyeon biased *bow* dia aku bikin jadi playgirl disini *dibakar diadem*

Backsound   : Thanks To – Junhyung~Yoseob B2ST

 

***

“Sobie-ah, janji ya !! selamanya kita akan menjadi sahabat sejati” kata Junhyung.

“Ne hyung. Kita pasti bisa menjadi sahabat selamanya” balas Yoseob.

1 bulan kemudian,

“HYUNG !!!!” teriak Yoseob.

“Yoseobbie~, bisakah kau tidak berteriak ??” tanya Junhyung.

“mian hyung !! hyung, kau tau tidak……… ??” kata Yoseob terpotong.

“gimana aku tau, kalo kau saja tidak memberi tau” potong Junhyung.

“aissshh hyung !! makanya jangan main potong aja, aku kan belum selesai ngomong tadi~~” kesal Yoseob.

“ne~ mian, mian. Teruskan cerita mu” kata Junhyung.

“aku jadian ma Jiyeon” kata Yoseob senang.

“MWO ?? JIYEON ?? PARK JIYEON ??” kaget Junhyung.

“ne, waeyo hyung ??” tanya Yoseob, polos.

“aniyo …” jawab Junhyung. Dia bersikap biasa di depan Yoseob, tapi dalam hatinya dia sangat kesal.

“aku mau ke kantin dulu” kata Junhyung lalu pergi.

“hyung .. jamkamman yo~~” kata Yoseob mengejar Junhyung yang sudah duluan ke kantin.

 

@kantin,

“hyung, kau kenapa sih ??” tanya Yoseob saat duduk di bangku kantin.

“nan gwaenchana” balas Junhyung.

“lalu kenapa kau terlihat sangat kesal sekali ??” tanya Yoseob.

“jinjja ?? memang terlihat jika aku kesal ??” tanya Junhyung.

“ne~ sangat ketara hyung” balas Yoseob.

‘Sobie-ah, kau tau apa yang membuatku kesal ?? kau jadian dengan Jiyeon, itu yang membuatku kesal. Kau mungkin tidak tau jika selama ini aku menyukai Jiyeon, dan mungkin semua orang juga tidak akan tau jika aku menyukainya. Karna perasaanku terhadapnya hanya aku yang tau. Aku tak ingin persahabatan kita hancur gara-gara ini, jadi perasaan ku hanya ku simpan sendiri saja’ batin Junhyung.

“hyung~ hyung~ kau melamun ??” kata Yoseob sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Junhyung.

“aniyo .. nan gwaenchana .. Sobie-ah, bisakah kau meninggalkan ku sendiri ??” pinta Junhyung.

“wae hyung ??”

“AKU BILANG, TINGGALKAN AKU SENDIRI !!” Junhyung membentak Yoseob.

“geu .. geurae hyung~~” kata Yoseob, takut.

 

-YOSEOB’s POV-

Baru pertama kali aku melihat Junnie hyung seperti itu. Kenapa ?? apa aku berbuat salah dengannya ??, pikirku.

 

-JUNHYUNG’s POV-

Maafkan hyung, Sobie-ah !! hyung tidak bermaksud untuk membentakmu tadi, tapi hyung juga sedang tidak ingin di ganggu. Aku harap kau bisa mengerti, batinku.

 

Seminggu kemudian,

-YOSEOB’s POV-

Sejak aku bersama Jiyeon, aku jadi jarang bertemu dengan Junnie hyung. Sekalinya bertemu, kami cuma basa-basi ga penting (canggung), tidak seperti dulu lagi, jika kami bertemu atau pun hanya berpapasan pasti kami langsung bercanda satu sama lain. Tapi sekarang berbeda, bertemu pun jarang, apalagi bercanda ?? apa mungkin karna aku sibuk dengan Jiyeon, kami jadi tidak sedekat dulu lagi ?? apa benar karna seorang yeoja, persahabatan ku dan Junnie hyung jadi canggung begini ? baiklah, jika memang karena ini persahabatan ku dan Junnie hyung jadi renggang, hari ini juga aku akan mengakhiri hubungan ku dengan Jiyeon, renung ku. Lalu aku pun menelpon Jiyeon agar menemuiku di taman belakang kampus.

 

-AUTHOR’s POV-

“mianhae oppa aku telat …” kata Jiyeon. Lalu dia duduk di sebelah Yoseob. Keadaan hening sesaat.

“aku ingin kita putus !!” kata mereka berbarengan. Yoseob kaget tapi tidak dengan Jiyeon.

“baiklah, aku rasa semuanya sudah jelas. Kalau begitu aku pergi dulu, oppa” kata Jiyeon seraya pergi dari tempat itu.

Sebelum jauh, Yoseob sudah menarik tangan Jiyeon dan memeluknya. Jiyeon sedikit memberontak.

“diamlah !!! jebal, ini untuk yang terakhir kalinya …” Yoseob berbisik dan Jiyeon pun mulai tenang.

‘sejujurnya aku masih mencintai mu, Yeon~ … tapi, ku lakukan ini demi persahabatan ku dan Junhyung hyung’ batin Yoseob. Lalu Yoseob langsung mencium bibir Jiyeon.

Mungkin Yoseob tidak tau maksud dari Jiyeon mengakhiri hubungan mereka adalah untuk menerima ajakan Junhyung untuk menjadi yeoja chingu nya.

 

-flashback-

Hari itu, Junhyung menemui Jiyeon.

“Yeon-aa, bisakah bicara sebentar ??” kata Junhyung.

“ne ?? ada apa ?” tanya Jiyeon.

“sebenarnya .. sebenarnya aku ..” Junhyung tak mampu melanjutkan kata-katanya.

“sebenarnya apa ??” tanya Jiyeon.

“sebenarnya aku .. aku ..” Junhyung gugup.

“ne ??” Jiyeon penasaran.

“aku me- ..” kata Junhyung tambah grogi.

“me- apa sih ??”

“menyukai mu” kata Junhyung akhirnya.

“mwo ??” kaget Jiyeon.

“aku tau, aku tidak mungkin bisa memiliki mu. Aku melakukan ini agar perasaan ku lega. Gomawo karna kau sudah meluangkan waktumu untuk hal yang tidak penting ini” kata Junhyung lalu dia pergi.

-end of flashback-


-AUTHOR’s POV-

“oppa !!” panggil Jiyeon.

“ne ?” sahut Junhyung.

“aku mau !!” kata Jiyeon to the point.

“mau apa ??” Junhyung bingung.

“hmmm~~~ jadi yeoja chingu mu” jelas Jiyeon.

“jeongmal ?????” Junhyung tak percaya.

“ne !!” kata Jiyeon pasti.

“Yoseob ??” tanya Junhyung.

“aku sudah putus dengannya kemarin” jawab Jiyeon enteng.

“apa itu gara-gara aku ??” tanya Junhyung, sedikit merasa bersalah.

“sudahlah, tidak usah di pikirkan, okeyy ?? yang penting sekarang, aku dan kau sudah resmi berpacaran kan ??” kata Jiyeon meyakinkan.

“ne~~~” kata Junhyung, tapi sebenarnya dia jadi merasa bersalah dengan Yoseob.

Hari ini, Junhyung dan Jiyeon pulang bareng berdua. Tanpa di sengaja, Yoseob melihat Junhyung dan Jiyeon pulang berdua. ‘apa mereka pacaran ??’ batin Yoseob. Tapi Yoseob tidak memperdulikannya lagi.

 

Besoknya,

“kampus rame banget sih ??” gumam Yoseob saat baru sampai di kampus. Tanpa sengaja, Yoseob mendengar obrolan 2 yeoja di sampingnya.

“ehh .. ehh .. namja tadi ganteng yaa !!”

“iya. Tapi, siapa sih namanya ?? dia anak baru kan ??”

“Dongwoon, kalo tidak salah namanya Son Dongwoon. Ya dia anak baru”

“oiya !! ayo kita taruhan, aku yakin Jiyeon pasti akan memacarinya”

“mana mungkin !! dia aja baru jadian sama Junhyung oppa kemarin, masa sekarang dia mau macarin Dongwoon oppa juga”

JLEBBB !!!!

Mendengar itu, Yoseob seperti tertancap sebilah pedang yang sangat tajam tepat di jantungnya *lebayyyyyy~~*.

“mungkin saja. Siapa sih yang ga kenal Jiyeon ?? playgirl di kampus ini !! jadi mungkin saja dia akan memacari Dongwoon juga” lanjut kedua yeoja yang dari tadi sedang mengobrol itu.

“emm~ permisi… apa benar Junhyung berpacaran dengan Jiyeon ???” Yoseob memberanikan diri bertanya pada 2 yeoja itu.

“YAKK !! Yoseob oppa, kau tidak tau ?? bukan kah kau dan Junhyung oppa sahabat ??” tanya salah satu yeoja.

“jadi benar mereka pacaran ???” tanya Yoseob sekali lagi yang dibalas oleh anggukan kecil kedua yeoja itu.

“CIH !! sahabat macam apa itu ?? aku sengaja mengakhiri hubungan ku dengan Jiyeon agar persahabatanku dengannya tidak renggang lagi. Tapi sekarang ?? malah dia yang pacaran ama Jiyeon” gerutu Yoseob.

“oppa, gwaenchana ??” kata salah satu yeoja lagi.

“ne, gomawo infonya” kata Yoseob. Lalu dia beranjak pergi dari situ.

 

-JUNHYUNG’s POV-

“kenapa perasaan ku jadi ga enak gini ? aku jadi merasa bersalah sama Sobie. Apa karna aku merebut Jiyeon dari Sobie ? tapi kan aku tidak merebutnya, toh kata Jiyeon juga ia udah putus ma Sobie !! tapi kenapa aku jadi merasa bersalah kaya gini ?? apa aku mesti mutusin Jiyeon dan sahabatan lagi ma sobie ? jujur, aku merasa kesepian jika aku tidak bersama Sobie tapi kalo boleh jujur juga, aku ga mau mutusin Jiyeon karna aku juga masih sayang ma dia. ARGHH !! aku bingung mesti milih yang mana !! yeoja atau sahabat ?? kata orang, kalau yeoja gampang dicari sedangkan sahabat susah untuk dicari. Tapi bagi ku, keduanya sangat penting. Ahh~~ sudahlah, aku pikirkan besok lagi, sekarang ku ngantuk. Aaaaa~~~~ *nguap*” kataku lalu tidur.

 

Besoknya,

Seperti biasa Junhyung menjemput Jiyeon ke rumahnya.

“yeboseyo ??” Junhyung menelpon Jiyeon.

“ne ??” jawab Jiyeon.

“jagi, aku sudah di depan rumah mu. Cepatlah keluar, nanti kita terlambat ke kampus” kata Junhyung.

“yee oppa, gidaryoo~~” balas Jiyeon.

 

@dalam mobil

“hmmmm~~ oppa” panggil Jiyeon.

“ne ?”

“aku mau, kita mengakhiri hubungan ini !!” kata Jiyeon to the point. Junhyung langsung menghentikan mobilnya.

“waeyo ??” tanya Junhyung.

“aku mencintai orang lain” balas Jiyeon.

“nuguseyo ?”

“aku tidak bisa memberitahunya, karna menurutku kau tidak perlu mengetahuinya” jawab Jiyeon.

“baiklah, jika kau memang ingin mengakhiri hubungan ini, itu boleh saja. Tapi, aku punya permintaan terakhir di saat kita masih bersama” kata Junhyung.

“mwo ??”

“aku ingin kau menemaniku untuk 1 hari ini aja” pinta Junhyung.

“baiklah, aku akan turuti keinginan mu” balas Jiyeon. Junhyung pun langsung membawa Jiyeon ke suatu tempat.

***

“kenapa kita kesini ?” tanya Jiyeon.

“aku mau menghabiskan hari ini disini, bersamamu” kata Junhyung.

“tapi, apa yang akan kita lakukan di taman yang ramai seperti ini ??”

“kita main !! khajja, aku akan mengajak mu ke tempat yang indah” kata Junhyung dan menarik tangan Jiyeon.

“tempat ini benar-benar indah” Jiyeon terkagum.

“tapi kenapa disini sepi sekali ?? bisa di bilang hanya ada kita berdua” lanjut Jiyeon.

“karna, tidak ada yang tau tempat ini” kata Junhyung. Lalu Junhyung pun duduk di sebuah ayunan.

“Yeon-ah, sini~~” panggil Junhyung, lembut, layaknya seorang kekasih. Bagaikan lupa apa yang akan dia hadapi setelah hari ini, dia masih memperlakukan Jiyeon sebagai kekasihnya.

“ne ??”

“duduk disini !!” suruh Junhyung, agar Jiyeon duduk di ayunan yang ada di sebelahnya.

“wae ??”

“hmm~ sebenarnya …” kata Junhyung takut.

“tidak jadi deh, ayo kita main ayunan saja” lanjut Junhyung.

“sini ku bantu ayunkan” kata Junhyung turun dari ayunannya lalu dia pun mengayunkan ayunan yang di duduki oleh Jiyeon, mantan kekasihnya.

“oppa .. oppa .. berhenti .. sudah berhenti ..” suruh Jiyeon.

“wae ??” kata Junhyung yang masih tetap mengayunkannya.

“oppa, kau terlalu tinggi mengayunkannya … aku takut >,< …” kata Jiyeon.

“mianhae, aku lupa kalau kau takut ketinggian” kata Junhyung lalu menghentikan aksinya (?).

Lalu Junhyung mengulurkan tangannya dan Jiyeon pun menyambutnya. Tidak sengaja, Jiyeon menginjak sesuatu dan dia terpeleset. Otomatis, jika Jiyeon jatuh, Junhyung pun ikut jatuh *belibet*. Alhasil, Junhyung jatuh tepat di atas tubuh Jiyeon. Mereka saling menatap. Lalu Junhyung mulai mendekatkan wajahnya ke wajahnya Jiyeon. Jaraknya hanya tinggal beberapa cm lagi. Mereka tidak menyadari ada sepasang suami-istri yang melewati taman itu.

“ckck, anak muda jaman sekarang” decak sang suami.

“ssstt, yeobo~ kita juga dulu seperti itu. Sudahlah, ayo jalan” balas sang istri. Junhyung dan Jiyeon tidak memperdulikan ocehan suami-istri yang barusan lewat itu. Junhyung semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon. Akhirnya, mereka pun … berciuman.

 

~10 menit belalu~

“gomawo untuk hari ini” kata Junhyung memulai.

“cheonmaneyo~ dan seharusnya aku yang berterimakasih” balas Jiyeon. Junhyung langsung memeluk Jiyeon.

“kalo boleh jujur, sebenarnya aku masih mencintaimu !! tapi karna kau yang meminta, apa boleh buat ?? aku tidak bisa menolak” kata Junhyung sambil tetap memeluk Jiyeon. Jiyeon diam tak bersua.

“oppa, mian aku harus pergi. Gomawo untuk semuanya. Annyeong” kata Jiyeon seraya pergi.

 

Besoknya @ classroom,

“Sobie-ah~~~” panggil Junhyung lirih, Yoseob berbalik.

“hyung ??” Yoseob kaget melihat Junhyung.

“Sobie, hyung minta maaf !! hyung tau hyung salah dan hyung juga tau bahwa kau juga masih mencintai Jiyeon, tapi hyung mohon, jangan benci hyung, Seob~~ jebal !!” pinta Junhyung, merasa bersalah.

“hyung, ini bukan sepenuhnya kesalahan mu !! aku juga salah hyung, aku yang memulai semua ini !! jadi yang seharusnya meminta maaf adalah aku” balas Yoseob.

“kau mau kan memaafkan hyung kan, Sobie ?? lalu kita bersahabat seperti dulu lagi, kau mau kan ?” tanya Junhyung. Yoseob terdiam, membuat Junhyung tambah merasa bersalah.

“geurae hyung~~” kata Yoseob akhirnya.

“gomawo dongsaeng” kata Junhyung lega.

“ne cheonmaneyo” balas Yoseob.

 

 

Epilog : Akhirnya, persahabatan Junhyung dan Yoseob pun langgeng (?) dan tidak terpaku pada 1 yeoja lagi. Dan Jiyeon pun berhenti menjadi playgirl atas kemauan Dongwoon, namja yang terakhir kali di pacari oleh Jiyeon adalah Dongwoon.

 

 

The End …………………………………………

Advertisements

14 responses to “My (Friend)-(Girl), Friendship or Playgirl ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s