Goddess of War Part 3

Title: Goddess of War

Author: shinbitokiicecream (shinbi) and akaineko (neko)

Cast: Lee Jinki (SHINee), Choi Minho (SHINee), Kim Jonghyun (SHINee), Choi Soohyun (OC), Lee Shinbi (OC)

Genre: Fantasy, Friendship, Family, Romance, War

Length: Chaptered

Rating: T

Inspired by TVXQ-Keep Your Head Down

Previous Part: Part 1 , Part 2

Jonghyun membaurkan dirinya dengan rakyat Pulau Saphire yang lain agar kedatangannya tidak diketahui oleh prajurit Zrash. Ia pun mulai fokus dalam mencari Putri Soohyun. Sampai pada akhirnya di sebuah gang kecil, ia melihat seorang wanita tua sedang dikepung oleh 5 prajurit Zrash. Prajurit tersebut terlihat sedang merampok semua barang bawaan wanita tersebut. Jonghyun tidak bisa tinggal diam begitu saja.

“Hei, lepaskan wanita itu!”

Semua perhatian prajurit Zrash pun tertuju pada Jonghyun. Wanita tua tersebut lari dan berlindung di balik punggung Jonghyun.

“Siapa kau berani sekali mengganggu kami!” kata seorang prajurit.

Jonghyun tidak menjawab dan mulai mengeluarkan pedang dari balik punggungnya dan membasmi prajurit-prajurit tersebut. Kelima prajurit tersebut juga mulai mengepung Jonghyun dan mengeluarkan sihir api mereka. Jonghyun benar-benar berusaha tidak mengeluarkan sihir cahayanya agar kedoknya sebagai rakyat berdarah Leight tidak terungkap. Skill pedang Jonghyun pun cukup tinggi sehingga untuk membasmi prajurit rendahan seperti mereka sangatlah mudah.

“Jeongmal kamsahamnida.” Kata wanita tua itu.

“Ah bukan apa-apa omonim. Lain kali lebih hati-hati ya.” Jawab Jonghyun tulus.

Tiba-tiba wanita itu terbelalak dan menunjuk ke arah belakang. Jonghyun pun menoleh dan mendapati prajurit yang lain berusaha menyerangnya dengan api. Karena terdesak akhirnya Jonghyun mengeluarkan sihir cahayanya untuk membuat perlindungan terhadap dirinya.

“Penyusup!!” teriak para prajurit yang menyaksikan cahaya yang dikeluarkan Jonghyun di tempat itu. Semua prajurit yang ada di sekitar tempat itu langsung mengejar Jonghyun.

Jonghyun segera berlari dan bersembunyi di semak belukar yang tidak jauh dari tempat itu. Untungnya prajurit-prajurit tadi kehilangan jejak Jonghyun dan meneruskan langkah mereka ke arah yang tidak menentu. Jonghyun pun menghembuskan napas lega.

“Kau pasti rakyat Leight ya? Berani sekali masuk kemari.” Kata seorang yeoja yang tiba-tiba duduk di samping Jonghyun. Ia mengangkat tangan Jonghyun yang terluka dan merabanya dengan tangannya yang lembut. Yeoja itu mulai memejamkan matanya. Ada aura putih yang ditimbulkan dari sentuhan tangan yeoja tersebut.

Jonghyun bisa mencium aroma yang menguar dari tubuh yeoja tersebut dari dekat. Ia sangat familiar dengan aroma seperti ini. Ini seperti aroma khas orang berdarah Leight. Tapi mungkinkah…

Tidak berapa lama kemudian, yeoja itu membuka matanya kembali dan melepaskan tangannya dari lengan Jonghyun. “Lain kali hati-hati. Jangan sampai menggunakan kekuatan cahayamu di sini. Kalau orang-orang tahu, hidupmu bisa berakhir dengan cepat.” Kata yeoja itu sambil bangkit dari duduknya.

“Hei kau.” Jonghyun menarik tangan yeoja itu dan ikut berdiri. Yeoja itu memandangi tangannya yang sedari tadi dipegang oleh Jonghyun.

“Ah jwesonghamnida.” Kata Jonghyun kikuk sambil melepaskan pegangannya. “Kau juga rakyat Leight?”

Yeoja itu menggeleng, “Aku orang Zrash. Tapi tenang saja, aku tidak sejahat prajurit-prajurit itu. Kecuali jika kau macam-macam denganku.” Yeoja itu berbalik dan mulai berjalan menjauh.

“Hei tunggu.” Jonghyun mengejar yeoja tersebut dan ikut menyelaraskan langkahnya dengan yeoja itu. “Aku sedang mencari orang di sini. Kau bisa membantuku?”

Yeoja itu menghentikan langkahnya seketika. Perasaannya was-was jika orang ini sedang mencari utusan dari Kerajaan Zrash yang tidak lain adalah kakaknya dan akan membunuhnya.

“Aku sedang mencari seorang yeoja.” Lanjut Jonghyun. Yeoja itu pun bisa bernapas lega. Jonghyun pun membisikkan ciri-ciri yeoja yang dicarinya itu.

“Oh sepertinya aku sering melihatnya. Baiklah ku antar kau.”

Jonghyun berjalan di belakang yeoja itu, menatap punggungnya. Ia masih tidak yakin kalau yeoja itu benar-benar orang Zrash, seharusnya yang mempunyai aroma aura seperti itu hanyalah orang-orang keturunan Leight.

“Kita sudah sampai.” Ujar Shinbi membuyarkan pikiran Jonghyun. Shinbi lalu menunjuk ke arah gadis –Soohyun, yang sedang menyuapkan sup hangat kepada seorang ahjumma di pondok itu.

Jonghyun berjalan ke arah Soohyun dengan berhati-hati. Kemudian menepuk pundaknya.

“Putri Soohyun?”

Soohyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan tersontak kaget hingga ia menjatuhkan mangkuk sup yang ada di depannya, membuat mangkuk itu pecah menjadi beberapa keping dengan suara prang keras. Soohyun terdiam membeku melihat siapa yang ada di depannya.

“Jong..Jonghyun?” gumam Soohyun terbata.

“Omo! Soohyun eonni.. gwenchana?’ tanya Shinbi yang membungkuk dan mulai membersihkan pecahan mangkuk tadi.

“A.a.. ne gwenchana..” jawab Soohyun kemudian ikut membereskan mangkuk yang jatuh tadi.

“Aku akan membuang ini dulu.” Kata Shinbi yang mengerti suasana di sana kemudian pergi keluar.

“Putri , hamba diperintahkan..”

“Ssst… jangan panggil aku putri di sini.. Jonghyun sepertinya kita harus bicara tentang hal ini.”

“Baiklah.”

Mereka berdua pun pergi ke halaman pondok itu dan duduk di bangku yang ada.

“Aku tidak akan basa-basi Jonghyun. Jangan bilang pada kakak kalau aku ada di sini.”

“Ta..tapi.. Pangeran memerintahkanku.”

“Memerintahkanmu untuk apa?”

“Untuk mencari anda.”

“Well.. perintahnya hanya untuk mencariku.. bukan untuk bilang ada di mana aku sekarang ataupun untuk menyeretku pulang.”

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian Jonghyun.. Pulanglah.”

“Putri Soohyun…”

“Ssst.. sudah kubilang jangan panggil aku putri di sini. Cukup Soohyun saja.”

“Tapi..”

“Kau terlalu banyak membantah Jonghyun.”

“Baiklah.. Soohyun-sshi. Tapi aku akan tetap ada di sini untuk mengawasimu.”

“Huh?”

“Karena aku tidak bisa pulang begitu saja ke kerajaan tanpa memberikan informasi apapun tentangmu pada Pangeran Minho.”

Soohyun mendesah pelan. “Haah.. terserah sajalah.”

“Selain itu dengan begini saya bisa menyeret anda pulang begitu pulau ini dikuasai kegelapan seutuhnya.” Tambah Jonghyun.

“Oh?”

“Ingat apa lawan dari cahaya Soohyun-sshi?”

“Kegelapan.” Jawab Soohyun

“Dan..” sambung Jonghyun.

“Dan jika kegelapan menguasai suatu tempat seutuhnya, orang dengan kekuatan cahaya akan melemah dan ditelan oleh kegelapan itu… Haaah aku mengerti Jonghyun.”

**

“Eonni.. dia sebenarnya siapa?” tanya Shinbi saat mereka berdua berjalan ke pasar terdekat untuk membeli keperluan obat-obatan.

“Hem?”

“Dia..” ulang Shinbi sambil menoleh sedikit ke belakang, dimana Jonghyun mengikuti mereka berbelanja, menyadari tolehan Shinbi dan tersenyum padanya.

‘Aigo..’ gumam Shinbi

“Hem.. dia.. dia sepupuku.”

“Sepupu?” Shinbi tiba-tiba berhenti berjalan.

“Ne.. wwae?”

“Sepupumu orang Leight?” tanya Shinbi hati-hati

Soohyun menaikkan sebelah alisnya. “Kau tahu..?” tanyanya kaget.

Shinbi membulatkan matanya. “Ja.. jadi kalau begitu eonni juga orang Leight?”

“Itu….”

“Soohyun-sshi, Shinbi-sshi.. aku membeli ini untuk kalian berdua.” Jonghyun menginterupsi yang membuat Soohyun meneriakkan yes ringan tanpa sepengetahuan Shinbi. Ia membawakan sebungkus bakpau hangat untuk mereka.

“Gomawo Jonghyun-sshi.” Ujar Shinbi.

“Eng? Kau demam? Mukamu memerah.” Tanya Jonghyun lalu menyentuhkan tangannya pada kening Shinbi untuk mengetahui dia demam atau tidak.

Shinbi tercekat. “A..a.. aku pulang dulu saja kalau begitu. Annyeong..” dan Shinbi pun berlari dari tempat itu secepatnya.

**

Jinki menatap dua orang yang sedang berdiri di depan gerbang rumahnya dari balik jendela kantornya yang berada di tingkat 2. Satu dari orang itu pernah dilihatnya. Ya.. gadis yang ada di desa waktu itu, yang membuatnya frustasi hanya dengan mengingat wajahnya. Dan sekarang gadis itu ada di sana.. berusaha membujuk prajurit yang sedang berjaga agar diperbolehkan masuk. Dan yang ada di sebelahnya, seorang namja.. entahlah Jinki tidak pernah melihat namja itu sebelumnya.

‘Kenapa mereka ada di sini?’ pikir Jinki

Tok..tok..tok..

“Maaf tuan mengganggu anda.. tapi di depan gerbang ada seorang pria dan gadis yang ingin bertemu dengan nona Shinbi. Apakah mereka berdua diperbolehkan masuk?”

“Mencari Shinbi?”

“Benar tuan..”

‘Ah.. ataukah gadis itu yang selama ini Shinbi ceritakan.. tentang teman barunya itu? Park Soohyun dan hem.. mungkin pria itu sepupunya? Jonghyun?’ pikir Jinki

Jinki menimbang-nimbang jawabannya. Ia kemudian menghela nafas.

“Biarkan saja mereka masuk.”

**

Mereka berdua masuk ke dalam rumah itu. Oh yeah.. kalau ini bukan karena Shinbi yang tidak menampakkan dirinya selama 2 hari di pondok dan bukan karena hasutan Jonghyun untuk menjenguk Shinbi, Soohyun pasti tidak akan mau masuk ke rumah ini. Well.. Rumah Shinbi juga berarti rumah panglima itu bukan?

“Ruangan nona Shinbi ada di lantai atas, pojok sebelah kiri.” Setelah memberitahukan letak kamar Shinbi penjaga itupun pergi.

“Ah ne.. kamsahamnida..”

Tok..tok..tok..

“Shinbi?”

“Eh? Soohyun eonni? Masuklah..”

Mereka berdua masuk dan menemukan Shinbi sedang berbaring di tempat tidur dengan kompres di dahinya.

“Kau benar-benar sakit?” tanya Jonghyun

“Sedikit demam.” Jawab Shinbi.

“Hah.. bagaimana bisa seorang yang biasanya menyembuhkan penyakit justru sekarang sedang sakit?” omel Soohyun. Shinbi tersenyum lemah. Soohyun kemudian mengecek kompres Shinbi yang sudah tidak dingin lagi.

“Jonghyun.. temani Shinbi di sini. Aku mau ambil air untuk mengompresnya sebentar.” Soohyun mengambil baskom dan keluar dari kamar itu.

**

“Bagaimana keadaan adikku?” tanya Jinki yang bersandar di pegangan tangga, membuat Soohyun sedikit kaget.

“Sedikit demam, mungkin besok sembuh.” Jawab Soohyun ketus.

Jinki terdiam dan menatap Soohyun.

“Wae? Ada yang ingin kau sampaikan lagi?” tanya Soohyun masih dengan nada ketus.

“Ani.. hanya saja aku selalu merasa kalau kita pernah bertemu sebelumnya.”

“Huh? Tidak.. aku tidak mengenalmu. Aku tidak pernah mengenal orang Zrash yang kejam dan tega sepertimu.”

Brak!! Jinki mendaratkan kedua tangannya di sebelah Soohyun, membuat Soohyun terkunci olehnya.

“Siapa kau sebenarnya?!” teriak Jinki melimpahkan rasa frustasinya.

“A..aku..” Soohyun memandang Jinki dengan ketakutan. Sejurus kemudian, saat kewarasan kembali padanya, ia menyadari apa yang dilakukannya.

“Ma…maaf..” ucap Jinki lirih kemudian pergi menghilang dari hadapan Soohyun

Soohyun yang masih ada di situ merosot ke lantai, merasakan kakinya gemetaran.

“Mwo..Mwoya??” gumamnya

TBC

yang mau mereplace namanya sendiri atau membayangkan tokoh itu dirinya sendiri sok sok atuh =D. ditunggu commentnya ya… yang males comment boleh langsung ngelike ffnya aja tanpa comment,, hhe. pokoknya ada tanda kalian ninggalin jejak di sini,, hhe. neomu neomu gomawoyo buat semua yang udah setia mampir sampe part ini. tunggu kelanjutannya ya chingudeul. jeongmal kamsahamnida #poppopakenamjamasing2

Advertisements

31 responses to “Goddess of War Part 3

  1. jonghyun ma shinbi ja ya thor jaebaaal *puppy eyes* kekeke

    lebih pnjang lgi donk di tiap part ny *maksa pake pedng ny jjong /plak

    d tunggu bngt thor lnjutanny

    • hehhee gimana ya gimana ya?? #ditendang
      hehe iya aku usahain part berikutnya lebih panjangan ya chingu..
      jeongmal gomawo =)

  2. krain jinki udh tau sp soohyun gg taunya blum.
    kkekekekee..
    tpi part kli ini krg pjg chngu..
    tpi bneran bkin pnasaran dh chingu..
    jjong udh kyk pngwal buat soohyun bgd ya.
    ngikutin kmn soohyun prg.
    hheehheee.
    di tnggu next partnya chingu.
    hwaiting 🙂

    • hhe belum chingu. tapi si jinki ngerasa soohyun mirip seseorang,, hehehe.
      wah iya ya kayaknya kurang panjang. part selanjutnya udah aku panjangin dikit kok chingu,, hhe mian ya.
      iyaa jjong pengawal yang baik,, hihihi.
      iyaa neomu neomu kamsahamnida ya chingu =)

  3. keren~! seperti biasa,,
    hihi
    aku kok rasanya part ini agak lebih pendek?
    tapi bagus kok!!
    keren~!
    hihi
    Jinki itu kan tmennya si Minho?? #klogaksalah
    nice part~!

    • hhe iya,, comment2 yang di atas juga bilang part ini pendek,, hhe mian.
      iyaa jinki itu temen lamanya minho. tapi nggak tau deh ntar endingnya gimana,, hihihi…
      jeongmal kamsahamnida =)
      #lemparjjong

  4. Pingback: Goddess of War Part 6 « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s