[FREELANCE] Saranghae Sunbae !!!!!!!!!!!!! _Part 7_

Title                : Saranghae Sunbae !!!!!!!!!!!!! _Part 7_
Author            : ^ccdt^
Casts              : Super Junior, Choi Minnie, Park Yhuna, Kim Shara, Kim Yecha
Genre             : Romance
Rating             : 15 deh kayaknya XD
Length            : TBC
Disclaimer      :  Belong to God

Annyeong reader

Gomawo ya buat yang udah ngikutin ni ff + comment juga..

Sesuai permintaan reader, jadi ff nya aku panjangin..

Langsung aja, Happy Reading

Keesokkan harinya

Yhuna berjalan cepat menuju kelasnya berharap bisa memberitahukan sharaa segera tentang berita meninggalnya appa minnie. Ia tahu hal itu dari yesung sunbae yang menelponnya semalam dan yesung sunbae juga telah memberitahukan rencananya yang akan menemani minnie pergi kesingapura hari ini.

Tetapi di kelas ia tidk menemukan sosok yang ia cari. Tiba2 hp haptic miliknya bergetar keras

“yoboseo. Yaaa!!! sharaa kau ada dimana? Aku mencarimu!!!” teriak yhuna kesal

“yaaah!! Yhuna bisakah kau tenang sedikit?? aku tau berita tentang appa minnie tetapi aku tidak bisa ada didekatnya sekarang. Aku ada urusan penting” kata sharaa panjang lebar

“urusan penting apa?” teriak yhuna semakin kesal

“aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Mianhae yhuna” kata  sharaa kemudian menutup telponnya

Yhuna menghela napas berat. Ia benar2 tidak mengerti dengan perubahan sifat sharaa akhir2 ini. Tiba2 raut wajah yhuna langsung berubah saat seorang namja menghampirinya dan duduk didepannya

“sunbae, aku sedang tidak ingin berdebat”  kata yhuna kepada donghae yang telah duduk dihadapannya

“aish, PD sekali kau. Aku sedang tidak ingin mengajakmu berdebat, tetapi aku ingin mengajakmu berkelahi” kata donghae seraya tertawa geli

Yhuna kembali manyun, pikirannya melayang entah kemana.

“gwenchanayo??” tanya donghae kawatir

“anyio sunbae, aku hanya….” jawab yhuna namun ia tak dapat melanjutkan kata-katanya. Ia mulai terisak

“sudahlah jangan menangis, aish…” kata donghae seraya mendekati yhuna yang menangis sesunggukkan.

“kau jangan terlalu memikirkan masalah minnie. Pikirkan juga kesehatanmu!!” kata donghae seraya membelai lembut rambut yhuna yang lebat

“gomawoyo sunbae” kata yhu na seraya tersenyum tulus

“omo!!! Apa yang sesungguhnya aku rasakan?” tanya donghae dalam hati saat merasakan jantungnya berdetak kencang setelah melihat yhuna tersenyum tulus

Bel berbunyi nyaring, membuat donghae tersentak kaget. Kemudian ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Park sonsaeng-nim memasuki kelas 2-3 dengan seseorang yeoja di belakangnya. Yhuna membulatkan matanya kaget melihat yeoja yang mengikuti park sonsaeng-nim melangkah masuk ke kelas.

“baiklah murid-murid, hari ini kalian akan mendapatkan teman baru. Nah nak, silahkan perkenalkan dirimu” kata park sonsaeng-nim memulai pembicaraan

“annyong, chonun Kim Yecha imnida. Mohon bantuan kalian semuanya” kata yeoja yang bernama Yecha tersebut seraya membungkukkan badannya

“nah yecha, kamu silahkan duduk di sana” kata park sosaeng-nim seraya menunjuk ke arah bangku kosong di depan bangku yhuna. Yecha tersenyum manis ke arah yhuna yang membalas senyuman tersebut tak kalah manis.

“aish, kau jahat sekali yecha. Kenapa kau tidak mengatakan kepadaku soal ini” kata yhuna seraya mendorong pelan bahu yecha, berpura-pura kesal

“kan biar surprise” kata yecha seraya menunjukkan senyum termanisnya

Bel istirahat mengalun keras, setelah sonsaeng-nim melangkah menjauhi kelas semua murid juga berhamburan meninggalkan kelas sehingga kelas menjadi renggang

“kau, aku benci padamu!!!” kata yhuna yang berpura-pura kesal

“minhae, yhuna akukhan ingin memberikan surprise” katanya polos

“bwahahaha” yhuna tertawa lepas. Yecha menatapnya aneh

“waeyo?” tanyanya aneh

“hey chingu, jangan gara-gara kau tinggal di Amerika kau jadi melupakan bahasa negara kita ya??” ujar yhu na di sela2 tawanya

“maksudmu? Aku masih menggunakan bahasa Korea dengan fasih kok ” ujarnya membela diri

“haha, mianhae bukan minhae ok!!!” kata yhuna yang mukanya telah memerah karena tertawa tadi

“ha?? Aku bilang mianhae kok” ujar yecha yang masih berusaha membela diri

“jhinca??” goda yhuna seraya tertawa lagi

“kayaknya aku dilupain nih??” tanya sebuah suara yang mengagetkan keduanya

“sunbae?!?” ujar keduanya bersamaan

“annyeong sunbae, lama ya nggak ketemu!!” kata yecha bersemangat

“annyeong. Bagaimana rasanya sekelas lagi dengan yhuna?” tanya kibum seraya menarik kursi ke sebelah yhuna

“senang dong, tapi kayaknya kalau aku terus-terusan di sini bakalan ganggu ni” goda yecha. Yhuna membelalakan matanya kearah yecha seperti mengatakan –maksumu apa?- , sedangkan kibum hanya tersenyum kecil

“oh ya, kalau butuh bantuanku tinggal telpon aja ya!” tawar kibum seraya tersenyum manis

“gomawoyo sunbae” katanya seraya membalas senyumman kibum

“annyeong” sapa seseorang dari ambang pintu

“hyung” ujar kibum senang melihat namja di ambang pintu yang telah berjalan menuju ketiganya

“sunbae, perkenalkan ini temanku yecha. Yecha kenalkan ini donghae sunbae kakak kelas kita” ujar yhuna kepada keduanya. Yecha tampak tertegun sejenak, ketiganya sontak bingung melihat ini

“chonun lee donghae imnida” kata donghae ramah seraya menjulurkan tangannya. Yecha nampak sadar dari lamunannya kemudian membalas uluran tangan donghae

“chonun kim yecha imnida” katanya malu-malu. Yhuna merasakan ada sesuatu yang aneh pada yecha saat kedatangan donghae

“yhuna, bisakah kau ikut aku sebentar?” tanya donghae pada yhu na yang juga asyik melamun

“he? Kemana??” tanya yhuna sedikit terkejut

“ada yang harus aku bicarakan padamu” kata donghae singkat

“tapi…” belum sempat yhuna menjawab donghae telah menarik lembut tangan yhuna dan membawanya keluar dari kelas. Donghae nampak memberikan isyarat kepada yecha dan kibum yang sedikit shock “mianhae??”

mau kemana mereka?tanya yecha dengan nada kawatir

ntahlah, urusan pribadi mungkin!” jawab kibum dengan nada cemburu

“mereka ada hubungan apa sunbae?” tanya yecha lagi

“molla!!” ujar kibum seadanya

Donghae terus menarik lengan yhuna menuju ke taman sekolah, tempat favorite mereka kalau di sekolah. Yhu na nampak memegangi pergelangan tangannya seraya meringgis kesakitan

“mau ngapain sih sunbae??” tanya yhuna bingung seraya duduk di sebuah bangku taman yang sepi bagaimana tidak sekarang jam istirahat telah berakhir tetapi donghae terus saja menarik tangannya sampai kesini. Donghae menggarut kepalanya yang tidak gatal, sementara yhuna masih menatapnya bingung

“hm… ada yang harus ku bicarakan padamu.” Katanya terlihat ragu

“apa? Sekarang sudah masuk, aku harus mengikuti ujian matematikaku” kata yhuna yang sedikit terlihat kesal

Donghae nampak menghela napas panjang, kemudian berlutut di hadapan yhuna yang duduk di bangku taman. Kemudian memandang wajahnya lekat

“yhuna, apa kau tahu siapa yang kumaksud cintaku yang sering kulihat dari bukit itu?” tanya donghae yang sejak tadi berusaha berkata-kata

Yhuna menggeleng lemah, ia tak tahu harus menjawab apa. Donghae kembali menarik napasnya

“apa kau tahu kenapa aku selalu berusaha mengganggumu selama ini?” tanya donghae serius

Yhuna kembali menggeleng, ia merasakan jantungnya berdetak begitu kencang sampai2 ia tak mampu menemukan suaranya. Donghae nampak sedikit frustasi, tetapi ia masih berusaha menjelaskannya kepada yhuna

“yhuna~ssi, kau tahukan rumahmu dapat dilihat dari bukit itu?” tanya donghae lagi. Yhuna mengengguk pelan, setelah beberapa saat ia menyadari suatu hal

“jadi maksud sunbae?” ujar yhuna yang nampak mengerti

Donghae dapat sedikit bernapas lega, kemudian berusaha mencari kekuatan sembari memandang kearah lain sebentar kemudian matanya kembali menatap yhu na lekat

“itu maksudku yhuna. Senyummu selalu membuatku damai disisi mu, tawanmu selalu membuatku terhibur bila didekatmu, tangismu selalu membuatku ingin senantiasa berada di sampingmu. Karena, karena kau lah cintaku yang selalu ku lihat dari atas bukit itu.” Katanya panjang lebar, sedangkan yhuna hanya menatapnya tak percaya

“jeongmal saranghae, park yhuna” kata donghae seraya manatap yhuna

Yhuna nampak kaget mendengar penuturan jujur dari namja yang tengah berlutut di hadapannya itu. Ia binggung harus menjawab apa

“yhuna apakah kau juga mencintaiku?” tanya nya pelan

“mian sunbae, tapi aku tidak bisa….” katanya tak sanggup melanjutkan perkataannya. Donghae menatap yeoja dihadapannya, hatinya begitu hancur saat ini

“kenapa?” tanya donghae bersedih

“aku tidak bisa, menolak namja di hadapanku. Karena sepertinya aku juga mencintai dia” kata yhuna seraya tersenyum manis. Donghae manyun, yhuna bingung dengan perubahan sikapnya

“jadi Cuma ‘sepertinya’ ya perasaanmu padaku?” tanya donghae pura2 ngambek

“iya deh, nado sarangheyo sunbae” kata yhuna seraya mencubit namjachingunya lembut. Donghae tersenyum sesaat kemudian memeluk yeojachingunya erat

“katanya ujian matematika” kata donghae yang masih memeluk erat yhuna

“haha, aku nggak peduliin itu sekarang” jawab yhuna singkat, padat dan jelas.

Donghae lagi-lagi hanya dapat tertawa renyah mendengar ucapan yeojachingunya itu, karena memang itulah yang membuat donghae betah berlama-lama dengannya.

“sunbae!!! Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” pinta yhuna pelan

“aish, bukankah aku namjachingumu? Kenapa kau masih memanggilku sunbae???” kata donghae sedikit kesal

“sunbae!!! Aku sedang serius” kata yhuna yang ikut-ikutan kesal

“iya jagy, jangan ngambek?? Mau minta apa?? Popo??” goda donghae seraya tertawa sumringai

“sunbae!!!” ujar yhuna semakin kesal

“iya jagi, mau minta apa?” tanya donghae yang mulai serius

“hm, tapi jangan marah ya?” tanya yhuna balik. Donghae mengangguk cepat, takut pacarnya itu marah lagi

“aku ingin untuk sementara kita backstreet dulu” kata yhuna hati-hati

“mwo? Kenapa? Kau malu yhuna punya pacar sepertiku?” tanya donghae bertubi2

“anyio sunbae, aku hanya tidak ingin bahagia di atas  penderitaan minnie” ujar yhuna seraya menundukkan kepalanya. Donghae sedikit merasa bersalah karena telah berprasangka buruk pada kekasihnya itu.

“mian jagy, aku mengerti maksudmu!!! Lagian sepertinya backstreet itu seru juga” kata donghae seraya tersenyum manis ke arah yhuna

Yhuna membalas senyuman manis donghae, ia begitu bersyukur memiliki seorang namjachingu yang dapat mengertinya.

Di tempat lain

“Betulkah ini rumahnya sunbae?” tanya sharaa yang terlihat terbengong-bengong

“menurut alamatnya sieh benar” jawab kyu seraya melihat alamat yang tertera di secarik kertas yang ia pegang

“tapi…” ujar sharaa menggantung

“tapi apa?” tanya kyu penasaran. Sharaa nampak tertegun sejenak, dengan pelan ia menggelengkan kepalanya.

“ada apa ini? Bukankah ini rumah minnie?” tanya sharaa dalam hati

Kyu tampak turun dari mobilnya dan berusaha mengetok pintu rumah itu sopan. Tetapi tidak ada jawaban. Sedangkan sharaa masih terbengong di dalam mobil.

Setelah beberapa kali berusaha mengetok pintu rumah tersebut, kyu nampak menyerah karena tidak ada yang keluar dari dalam.

“kenapa sunbae?” tanya sharaa kepada kyu yang memasuki mobil

“sepertinya tidak ada orang” jawab kyu yang nampak lelah

Glek, sharaa nampak menelan ludahnya. Ia begitu kaget mendengar kalimat kyu. Memang benar yang kyu katakan, tidak ada orang di rumah itu karena minnie sedang pergi ke Singapura untuk

“astaga, appa minnie meninggal. Berarti????” ujar sharaa dalam hati. Hal ini membuatnya tampak sedikit stres

“apa aku harus mengatakannya?” tanya sharaa dalam hati

“tidak. Aku tidak ingin namja di hadapanku ini menangis. Karena, karena aku mencintainya” ujar sharaa dalam hati seraya menatap kyu yang sibuk menyetir mobilnya

“kalau kau terus-terus melihatku seperti itu, bisa2 kau jatuh cinta padaku” ujar kyu seraya tersenyum bangga

Sharaa tersadar dari lamunannya. Dan menghela napas panjang

“apa sih sunbae?? Aku sedang bad mood” jawab sharaa seraya tersenyum getir

“bad mood kenapa?” tanya kyu yang memberhentikan mobilnya di pinggir jalan

“anyio” jawab sha raa singkat

“mian sharaa aku tidak bisa membuatmu bahagia ketika kau ada di dekatku” ucap kyu lirih

“anyio sunbae. Aku hanya letih saja” ujar sharaa berusaha menolak pernyataan kyu

Kyu menatap yeoja di dekatnya dalam. Kemudian sharaa tersenyum manis ke arahnya. Kyu merasakan jantungnya berdetak begitu kencang. Lama kelamaan kyu mendekatkan wajahnya ke sha raa yang menatap kyu aneh. Makin lama makin dekat sehingga kyu berhasil mengecup lembut bibir sharaa beberapa detik. Setelah itu keduanya melanjutkan perjalanan dalam diam.

Keesokkan harinya.

Yhuna nampak tersenyum sambil bercerita dengan serunya kepada Yecha. Sharaa berjalan gontai memasukki kelas. Yhu na yang melihat temannya begitu sedih langsung bertanya panik kesahabat dekatnya itu

“sharaa, gwenchana???” tanya sharaa panik seraya mendekati sharaa yang telah duduk di bangkunya

“gwenchanayo” kata  sharaa seraya tersenyum. Kemudian mengalihkan pandangannya ke yeoja yang tadi bercanda bersama yhuna

“ow iya, sharaa perkenalkan ini yecha, mulai saat ini jadi teman sekelas kita ” ujar yhuna seraya tersenyum sumringah

“annyeong. Chonun kim yecha imnida” ujarnya ramah seraya menjulurkan tangannya ke arah sharaa

“chonun kim sharaa imnida” kata sharaa seraya membalas uluran tangan yecha. Setelah beberapa saat ketiganya telah menyesuaikan diri dengan cepat

Bel istirahat mengalun menggemparkan seluruh penghuni SMA NEUL PARAN. Seketika kantin telah di serbu banyak murid. Donghae berjalan menuju kelas yhuna dan mulai celingukkan mencari sosok yeojachingunya itu.

“duar….!!!” kata yhuna yang ternyata bersembunyi di belakang pintu kelasnya

“yhuna!!!” ujar donghae sedikit meninggikan nada suaranya

“mian sunbae, kan Cuma bercanda” kata yhuna dengan nada memelas

“kau!!!” kata donghae yang mengejar yhuna yang telah berlari meninggalkan donghae yang terus mengejarnya

Sharaa menghela napas berat melihat adegan kemesraan yang dipamerkan yhuna dan donghae barusan. Sedangkan yecha, ia kembali manyun.

“kok manyun?” tanya sharaa aneh

“anyio, aku Cuma bete aja. Perasaan yhuna selalu ninggalin aku kalau lagi dekat sama namja. Sama kayak waktu dia dekat sama kibum sunbae” ujar yecha panjang lebar

“khn masih ada aku disini” ujar sharaa membujuk. Seketika yecha kembali menjadi sosok yang ceria

“sharaa” suara seseorang mengagetkan keduanya. Sharaa menoleh ke arah suara. Seorang namja nampak tersenyum manis seraya memanggilnya dari jendela kelas.

“siwon sunbae!!” ujar sharaa senang

“annyeong!!” katanya tersenyum manis ke arah yecha disebelah sharaa

“annyeong” jawab yecha seraya tersenyum tak kalah manis

“kau yecha kan?” ujar siwon yang masih di jendela kelas tersebut

Yecha mengangguk cepat, ia tahu pasti kibum yang memberitahukan dirinya kepada namja yang bernama siwon itu.

“sharaa, bisakah kita berbicara sebentar?” tanya siwon dengan nada setengah meminta

“ah, ye” jawab sharaa seraya berdiri dari bangkunya dan melangkah mendekati siwon

“maaf yecha, aku pinjam sharaa sebentar ya??” pinta siwon seraya memamerkan senyumaan mautnya

“ha, ye!!” ujar yecha yang kembali manyun

“kenapa sieh, aku harus ditinggal sendiri terus?” tanyanya pelan

Sharaa terus berjalan mengikuti siwon dari belakang yang berjalan tak jelas arah dan tujuan.

“yaa!! Sunbae!! sebenarnya kita mau kemana sih?” tanya sharaa yang mulai emosi seraya menghentikan langkahnya. Siwon pun berhenti seketika dan membalikkan badannya menghadap ke arah sharaa

“hehehe, aku juga tidak tahu?” jawabnya polos seraya menggarut kepalanya yang tidak gatal

“terus kenapa sunbae berjalan terus? Pegal tahu. Tadi sunbae bilang ada yang ingin dibicarakan. Jadi apa?” tanya sharaa panjang lebar

“entahlah. Aku hanya ingin kau bersamaku sekarang” ucap siwon yang malu2. Semua murid di lobby sekolah nampak memperhatikan kedunya

“aish sunbae, apakah kau tahu aku sedang bad mood?” tanya sharaa kesal

“mian, tapi…” kata siwon penuh perasaan

“aw” rintih sharaa seraya memegang mata kanannya

“ada apa? Gwenchana?” tanya siwon yang mulai panik

“mataku sunbae, perih” rintih sharaa lagi. Matanya mulai berair saat ia terus mengucek2 matanya yang perih

“aish, andwae. Nanti akan bertambah parah” ujar siwon panik

“lalu bagaimana sunbae, perih nieh!!” rintih sharaa lagi

“sini biar aku tiup!” kata siwon menawarkan diri

Siwon mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sharaa. Sharaa memejamkan matanya sedangkan air mata terus jatuh dengan indah di pipinya. Siwon dapat merasakan jantungnya berdetak lebih cepat saat ia meniup mata kanan sharaa.

“apa yang kalian lakukan?” tanya sebuah suara yang terdengar begitu dingin.

Sharaa dan siwon sontak kaget. Perlahan2 sharaa membuka matanya melihat namja yang bertanya tadi

“aku sedang meniup mata sharaa yang perih” jawab siwon santai, karena memang itu yang sebenarnya terjadi

“aku melihat dengan jelas kalian berciuman di sini. Apa kalian tidak malu, ini lobby” kata kyu yang meninggikan nada suaraya

“sunbae, kami tidak berciuman. Kami masih punya otak tidak mungkin kami berciuman di lobby” kata sharaa membela diri

“tapi aku melihatnya” ujarnya dingin

“kami tidak melakukan apa-apa kyu” kata siwon yang mulai tidak bisa menahan emosinya

“sudahlah tidak usah mengelak” ujar kyu yang juga terlihat emosi

“mengelak apa sih sunbae?” tanya sharaa yang ikut-ikutan emosi

“apa kalian tidak punya rasa malu, hah?” bentak kyu lagi

“ok, sepertinya aku memang harus memberitahukanmu bagaimana ciuman itu yang sebenarnya” ujar siwon marah.

Seketika siwon mendekatkan wajahnya ke wajah sharaa yang melongok tak mengerti. Semakin lama siwon semakin mendekatkan wajahya sehingga bibir keduanya bertemu, dan siwon membiarkan itu beberapa saat di hadapan kyu dan murid2 neul paran. Kyu nampak terperangah seketika, wajahnya mulai membentuk beberapa kerutan. Jantungnya begitu sakit saat melihat siwon mencium bibir sharaa dengan begitu lama, apalagi sharaa tak sedikit pun menolak itu.

Perlahan siwon menjauhkan wajahnya, kemudian memandang kyu yang terlihat shock. Dengan lembut siwon menarik tangan sharaa menjauh dari kyu yang terhenyak dengan pikiran yang kosong.

Yecha nampak begitu bete di kelasnya, padahal baru beberapa hari ini ia bersekolah. Dengan wajah di tekuk, yecha berdiri dari lantai dua tepat di depan kelasnya. Ia memandang ke bawah, tetapi belum ada yang berhasil menarik perhatiannya. Sampai suatu ketika, ia melihat yhuna tengah tertawa bahagia bersama donghae di sebuah bangku taman. Yecha menatap keduanya dengan penuh kebencian, ia begitu malas melihat ini.

“sepertinya aku harus melakukannya dengan cepat” ujar yecha pelan

Siwon terus memegang lengan sharaa membawanya ke sebuah tempat duduk di belakang sebuah laboratorium fisika. Keduanya duduk dalam diam beberapa saat tanpa saling berpandangan. Siwon berkali-kali menghela napas panjang

“mianata sharaa, aku tidak bermaksud melakukannya” ujar siwon penuh penyesalan dan masih tak berani menatap wajah sharaa

“sudahlah sunbae, tidak perlu dibahas lagi. Semuanya sudah terjadi kan??” tanya sharaa tanpa menatap siwon sedikitpun

“tapi sharaa…” ujar siwon tetapi belum sempat dilanjutkan karena telah lebih dahulu di potong sharaa

“bisakah kita tidak bahas ini sunbae?” tanya sharaa yang telah berani menatap ke arah siwon dengan ekspresi meminta. Siwon menatap sharaa. Ingin rasanya ia menangis melihat sharaa menjadi seperti ini.

“sharaa~ssi” ujar siwon yang kembali tidak berani menatap ke arah sharaa

“hm!!!” gumam sharaa singkat

Siwon nampak menghela napas panjang, kemudian berdiri di hadapan sharaa yang sedang duduk

“aku tahu kalau aku duduk di sampingmu kau tidak akan menatap ke arahku” kata siwon lembut. Sharaa mengerutkan keningnya tak mengerti

“aku ingin kau mengetahui sesuatu” katanya seraya menarik tangan sharaa sehingga keduanya berdiri berhadapan. Sharaa masih terdiam melihat kelakuan siwon

“aku tahu ini pasti akan membuatmu terkejut karena kita baru beberapa waktu ini dekat. Tapi aku harus mengatakannya sekarang” ujar siwon penuh perasaan. Sharaa yang mulai mengerti arah pembicaraan siwon mulai menundukkan kepalanya karena malu

“sarangheyo, kim sharaa” ujar siwon lembut seraya mengangkat dagu sharaa, dan kini sharaa dan siwon saling berpandangan. Tetapi sharaa tetap diam membisu, tampak jelas di wajahnya bahwa ia ragu

“aku tahu kau ragu. Aku memang menyandang predikat PLAYBOY, tetapi setiap di dekatmu aku selalu merasa aku sedang berada di dunia lain. Bahkan aku tidak tahu sejak kapan rasa ini muncul” tutur siwon jujur

Sharaa menatap siwon dalam, ia tahu siwon sedang tidak bercanda saat ini. Ia mulai berfikir keras. Kemudian berusaha menarik napas yang tadi sempat terasa tertahan mendengar penuturan siwon

“sunbae, gomawoyo telah mencintaiku. Tapi,” tutur sharaa yang tak mampu melanjutkan kata-katanya

“tapi apa?” tanya siwon yang mulai bersedih

“mianata sunbae, aku mencintai orang lain” ujar sharaa jujur

Siwon terdiam sesaat, ia merasakan hatinya begitu hancur. Dengan kuat ia berusaha menstabilkan perasaan. Ia melihat ke arah sha raa yang tampak begitu menyesal.

“aish, sharaa aku hanya bercanda” ujar siwon seraya tersenyum simpul

Sharaa menatap siwon kesal, kemudian berusaha menghapus air mata yang telah menetes di pipinya

“sunbae, kau membuatku kaget” ujar sharaa kesal

“mian, aku khan malas melihatmu bersedih terus” goda siwon

Beberapa saat kemudian sharaa meninggalkan siwon sendiri karena sekarang istirahat telah berakhir. Siwon terus menatap sharaa yang telah menghilang. Kemudian siwon terduduk di tanah dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya

“sharaa, sebenarnya aku benar2 mencintaimu” ujar siwon lirih

TBC

Jangan lupa comment oke J

Advertisements

13 responses to “[FREELANCE] Saranghae Sunbae !!!!!!!!!!!!! _Part 7_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s