[Special Valentine] Love is…??? (Part 2/End)

Title : Love is…??? (Part 2/End)
Genre : Romance
Rating : T
Author : Shinyoungie
Length : Twoshoot
Cast :
• Choi Minho – SHINee
• Cho Kyu Hyun – Super Junior
• Nichkhun – 2PM
• Park Sang Hyun / Thunder – MBLAQ
• Jung Soo Jung / Krystal – f(x)
• Kwon Yu Ri – SNSD
• Park Ji Yeon – T-ARA
Other Cast :
• Yoon Eun Hye – actrees
• Seo Joo Hyun / Seohyun – SNSD

Read Previous Part : Part 1

-Love is courage-


“Jangan bermain-main dengan keluargaku, gadis kecil!” Tuan Cho mencengkram tangan Yuri dengan kasar dan menyeretnya keluar.
“Oppa…!!!” Yuri seolah meminta bantuan pada Kyuhyun.
“Appa!!! Jangan sakiti dia!!” Kyuhyun berusaha keras untuk terlepas dari kedua orang kepercayaan Appanya itu. Tapi mustahil “Yuri~aa!!!”
“Oppa…!!!”

_Kyuhyun POV_
Ya Tuhan, apa yang akan Appa lakukan pada yeoja yang kucintai itu???
Aku terus memberontak hingga akhirnya mendapat sedikit celah untuk kabur.
Buuuggghhh…
Kudorong kedua namja itu hingga tubuh mereka tersungkur di lantai ruangan kerja Appa.
Aku berlari mencoba untuk mengejar Appa. Ternyata Appa membawa Yuri menemui Chaerim Ahjumma.
Buggghhh…!!! Tubuh Yuri menghantam meja yang letaknya tak jauh dari situ.
“Yuri~aa…!!!” teriak Chaerim Ahjumma histeris. “Apa yang terjadi???”
Aku berlari menghampiri Yuri, dan segera memeluknya erat. Yuri menangis dalam pelukanku.
”Tenanglah… Aku di sini.” Bisikku tepat di telinganya.
“Kyuhyun jeolm-eun ju-in, ada apa ini??? Mengapa Tuan terlihat sangat marah??” tanya Chaerim Ahjumma khawatir.
“Bereskan barang-barang kalian, dan cepat pergi dari rumahku!” bentak Appa pada Chaerim Ahjumma.
“Annniiii!!!” teriakku. “Tidak ada yang boleh meninggalkan rumah ini!! Kecuali kalau Appa tidak ingin melihatku lagi!!”
Appa sudah terlihat semakin geram. “Cho Kyuhyun… Sekarang kau sudah bisa mengancamku?? Lihat apa yang bisa kulakukan pada yeoja tidak tau diri itu!”
“Joesonghabnida, Tuan… Apa yang terjadi??” Tanya Chaerim Ahjumma yang tidak tau menau tentang keadaan yang sebenarnya.
Appa menatap Chaerim Ahjumma dengan tatapan penuh amarah. “Putraku dan putrimu memiliki hubungan khusus!! Apa kau yang menyuruh putrimu untuk menggoda putriku??”
Cherim Ahjumma membulatkan matanya seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Plaaaaaakkkk!!! Sebuah tamparan hangat mendarat di wajah cantik Yuri. Ne, Ahjumma menamparnya.
“Kau benar-benar tidak tau diri, Yuri~aa!!! Aku membesarkanmu dengan susah payah bukan untuk menjadikanmu seorang yeoja yang suka menggoda namja!!!”
Tangisan Yuri makin menjadi mendengar setiap kata tajam yang keluar dari mulut Ommanya.
Aku tidak boleh tinggal diam. Ini semua bukan salah Yuri. Bukan salahnya jika aku mencintainya.
“Cukup, Ahjumma!!!” teriakku. Aku mengeratkan dekapanku di tubuh Yuri. “Apa yang salah jika kami saling mencintai?? Aku namja, dan Yuri seorang yeoja. Bukankah itu hal yang wajar??”
Plaaaaakkkk!!! Kini giliran aku yang mendapat tamparan hangat dari Appa.
“Jelas salah!! Kalian berbeda!! Kau seorang calon ahli waris keluarga Cho!! Tidak mungkin bersanding dengan yeoja miskin sepertinya!!”
“Appa!!”
“Diam!! Berani-beraninya kau berulang kali berteriak padaku!!! Dengar Cho Kyuhyun!! Tinggalkan yeoja ini, atau kau akan menyesal!!” Lagi-lagi Appa mengancamku. Tapi yang perlu Appa tau, aku tidak akan pernah takut dengan ancamannya.
“Silahkan, Appa… Aku akan menerima konsekuensi dari perbuatanku ini. Karena detik ini juga, aku akan pergi dari rumah ini.” Aku menarik tangan Yuri dan Ahjumma untuk keluar dari rumah ini. Pergi meninggalkan Appa.
“Kau…” Appa menghentikan perkataannya.
Braaaang…!!! Suara apa itu??
Aku membalikan tubuhku, dan mendapati Appa sudah tergeletak di lantai.
“Appaaa…!!!”
_Kyuhyun POV end_

_Yuri POV_
Aku khawatir. Khawatir sekali dengan keadaan Tuan Cho. Tadi terjadi pertengkaran hebat antara Tuan dengan Kyu Oppa yang membuat Tuan terkena serangan jantung. Aku takut… Jika sampai Tuan meninggal, aku akan terus dihantui rasa bersalah.
“Yuri~aa… Mengapa kau lakukan itu??” Tanya Omma yang sedari tadi duduk di sampingku.
Aku tak bisa menjawab pertanyaan Omma. Sungguh… Entah apa yang harus kujelaskan padanya.
“Mianhe, Omma…” hanya itu kata yang keluar dari mulutku. Sambil mencoba untuk menhan tangis, aku menggenggam tangan Omma berharap Omma akan memaafkanku.
Omma hanya diam sambil terus menitikan air mata.
“Omma… Aku tidak tau semuanya akan jadi seperti ini.” Ujarku.
Omma menatapku perih. “Gara-gara perbuatanmu, Tuan Cho jatuh sakit dan kita harus kehilangan pekerjaan.”
Aku tau… Ini semua karena kesalahanku. Seandainya saja aku tidak membuat Kyu Oppa menyukaiku, pasti semuanya akan berjalan dengan baik.
“Yuri~aa… Ayo tinggalkan rumah ini, dan lupakan Kyuhyun.”
Aku terkejut mendengar perkataan Omma. Bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpa adanya Kyu Oppa di sampingku??
“Tapi, Omma…”
“Menurutlah padaku, Yuri. Jika kau mau meninggalkan Kyuhyun, maka semuanya akan menjadi lebih baik.” Omma masih bersikeras memaksaku.
Ottokke?? Apa yang harus kulakukan?? Aku dan Kyu Oppa sudah berjanji untuk memperjuangkan cinta kami. Lalu bagaimana mungkin aku mengingkarinya??
“Yuri~aa… Kau tidak mau kan melihatku mati karena tingkahmu ini??”
Aku tersentak dengan pertanyaan Omma. Kenapa Omma bicara seperti itu?? Tentu saja aku tidak akan mau Omma meninggalkanku.
“Ne… Baiklah, Omma… Aku akan meninggalkan Kyu Oppa.”
_Yuri POV end_

_Kyuhyun POV_
Uisa bilang, kondisi Appa sangat memprihatinkan. Ia tidak boleh menerima tekanan dan harus banyak istirahat.
“Kyu…” suara Oppa mengejutkanku. Ia begitu lemah saat ini.
Aku berjalan menghampiri Appa yang terkulai tak berdaya di atas tempat tidurnya.
“Appa, mianhe…” ujarku sambil menggenggam erat tangan Appa. Sungguh… Aku benar-benar takut jika harus kehilangan Appa. Sejak kecil, aku hidup bersama Appa tanpa kehadiran seorang Omma. Dan bagaimana mungkin jika akhirnya aku harus kehilangan Appa juga??
Appa balas menggenggam tanganku. “Turuti keinginanku. Tinggalkan yeoja itu.”
Deggg…!!!
Bagaimana mungkin aku harus mengingkari janjiku pada Yuri?? Aku sudah berjanji padanya untuk selalu ada di sampingnya. Tapi.. Jika aku terus menentang keinginan Appa, itu akan membuat kondisi Appa makin parah. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan??
“Kyu… Appa mohon padamu…”
Aku melihat keadaan Appa yang tak berdaya ini. Aku benar-benar tak tega jika harus melihat kondisi Appa yang seperti ini.
Tanpa bisa menolak lagi, akhirnya aku mengangguk. Menuruti keingin Appa itu. Semoga dengan begini, Appa bisa cepat sembuh.
Yuri~aa… Mianhe… Aku tidak pernah mempunyai maksud untuk mencampakanmu. Ini hanya sementara waktu. Aku janji, suatu saat nanti, kita akan bersama. Dengan atau tanpa restu Appa.

——————————–
Aku melangkahkan kakiku menuju kamar Yuri. Sejak kejadian tadi, aku tidak melihatnya. Apakah dia terus mengurung diri di kamar??
Tok..Tok…Tok…
Aku mengetuk pintu kamar Yuri. Cukup lama aku menunggu, namun tak ada jawaban dari dalam.
Apa dia sudah tertidur??
Seorang pelayan tiba-tiba muncul dan memberikan sepucuk surat padaku. “Sillyehabnida, jeolm-eun ju-in … Yuri dan Chaerim Ahjumma sudah pergi sejak beberapa jam yang lalu. Yuri menitipkan surat ini pada saya untuk diberikan pada anda.”
Mwooo??? Yuri pergi?? Ke mana?? Dan kenapa tidak memberitahuku??
Tanpa pikir panjang, aku seger membuka surat itu dan membacanya…

Dear Oppa…
Mianhe, Oppa… Jeongmal mianhe…
Bukan keinginanku jika pada akhirnya akan seperti ini. Seandainya saja aku tidak hadir dalam hidupmu, mungkin tidak akan seperti in jadinya. Untuk menebus kesalahanku. aku harus pergi. Pergi dari kehidupanmu. Kuharap kau akan bahagia dan menemukan yeoja lain yang lebih pantas untukmu. Sekali lagi maafkan aku, Oppa… Meski aku tidak tau apakah aku akan bisa melupakanmu, tapi aku berjanji… Aku pun akan mencoba untuk bahagia…

With Love…
-Yuri-

Aku terpaku di tempatku berdiri. Yuri pergi?? Dan aku tak tau ke mana ia pergi?? Namja macam apa aku ini?? Tapi… Apakah ini memang jalan kami?? Takdir yang membuat kami memang tidak bisa bersama…
Yuri~aa… Apakah kita memang harus berpisah??
Aku melangkah menuju kamarku. Kyuhyun~aa?? Bukankah kau mencintainya?? Tapi mengapa kau tidak berusaha untuk mencarinya??
Aku tersenyum perih mendapati pertanyaan itu muncul dalam benakku. Entahlah… Entah apa yang harus kujawab. Tapi mungkin… Inilah yang terbaik.

————————-
Sudah hampir sebulan, dan aku masih belum tau di mana Yuri berada. Kini hidupku kembali berjalan seperti biasanya. Kehidupan seorang calon ahli waris yang membosankan.
“Kyuhyun~aa…” Aku dan Appa sedang membicarakan proyek besar perusahaan, hingga kudengar suara Appa berubah lebih serius.
“Ne…”
“Kau ingat Seohyun??” Tanya Appa padaku.
Seohyun?? Ahh… Anak sahanat Appa. Kudengar sahabat Appa itu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Aku mengangguk. “Ne… Aku ingat.”
“sejak Appa nya meninggal, Seohyun hidup sendiri mengurusi perusahaannya. Appa berniat menjodohkanmu dengan Seohyun. Bagaimana??”
Aku sangat terkejut mendengar rencana Appa itu. Aku akan dijodohkan dengan Seohyun??? Aniii…!!! Ini tidak mungkin!
“Appa… Mianhe… Ini tidak mungkin. Aku sama sekali tidak mencintainya.” Aku mencoba untuk menolaknya.
Ekspresi wajah Appa terlihat berubah. Aku tau, Appa tidak menyukai penolakan.
“Cinta itu tidak penting. Lakukan apa yang kuinginkan!” ujar Appa, lalu beranjak meninggalkanku di ruangan kerjanya.
Yuri~aa… Ottokke?? Apa yang harus kulakukan??

———————-
Appa ternyata memang sudah bulat dengan keputusannya. Hal ini terbukti dengan hari ini aku dipertemukan Seohyun.
“Annyeong, Oppa… Mianhe aku telat…” sapa seorang yeoja berambut panjang dengan senyum khasnya.


Aku ikut membungkukan tubuhku. “Annyeong… Ne, gwaenchana… Aku baru saja datang.”
Setelah memesan makanan, kami akhirnya berbincang-bincang. Dan aku mengambil kesimpulan, bahwa Seohyun adalah seorang yeoja yang baik dan bertanggung jawab.
“Kau seorang diri mengurus perusahaan Appa mu??” tanyaku di sela-sela makan kami.
Ia mengangguk sambil tersenyum. “Ne… Karena aku anak tunggal, mak aku harus melakukan semuanya sendiri. Ommaku sudah meninggal saat aku berumur 2 tahun. Jadi, tidak ada yang mungkin bisa memimpin perusahaan Appa selain aku.”
Seohyun yeoja yang tegar. Ia bahkan mau berusaha untuk hidup mandiri.
“Oppa, kau menyukai perjodohan ini??’ tanyanya sambil tersenyum.
Aiyooo…!! Apa yang harus kukatakan?? Apakah Seohyun tidak akan tersinggung jika aku mengatakan tidak??”
Aku mencoba untuk tersenyum. “Bagaiamana denganmu?”
“Aku senang karena ternyata, kau yang dijohkan denganku.”
Aku cukup terkejut mendengar jawabannya. Jika saja Seohyun tidak menyukai perjodohan ini, semuanya akan lebih mudah. Tapi kalau sudah begini?? Aiyooo…!!!
Seohyun tertawa ambil menatapku. “Aku tau kau tidak mencintaiku, Oppa. Tapi gomawo karena kau tidak mengatakannya, karena kau tidak ingin menyakiti hatiku. Aku tau kau namja yang baik. Jadi apapun keputusanmu, aku akan menerimanya. Termasuk jika kau ingin aku mengatakan pada Cho Ahjussi untuk membatalkan perjodohan ini.”
Aku takjub mendengarnya. Seohyun bisa mengatakan hal seperti itu?? Mengapa ia begitu baik?? Bahkan ia bisa tertawa meski tau aku tidak mencintainya.
Aku menggenggam tangan kirinya. “Tidak ada yang perlu kau lakukan. Aku menerimanya…”
Seohyun kembali tersenyum mendengar ucapanku.
Aigooo…!! Seohyun~aa… Seandainya kau tidak sebaik ini, mungkin tidak ada rasa bersalah jika aku memutuskan untuk menolah perjodohan ini. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Membuatku tak tega untuk menyakitimu.
_Kyuhyun POV end_

_Yuri POV_
Aku terkejut membaca surat kabar pagi ini. Di halaman mukanya dengan jelas terpampang wajah seorang namja yang amat kucintai tertangka kamera tengah berjalan dengan yeoja lain.


Oppa, apa kau sudah menemukan penggantiku??
Entahlah… Rasanya hatku ini terasa sakit mengetahuinya sudah bersama yeoja lain. Aku serasa dibuang. Mungkin karena aku belum bisa melupakannya.
Aku melangkah pelan menuju tempat kerjaku. Setelah pergi dari rumah Kyu Oppa, aku bekerja di sebuah perusahaan sebagai office girl.
“Yuri~aa… Direktur minta dibawakan 2 cangkir kopi ke ruangannya.” Ujar seorang chingu di tempat kerjaku.
Aku mengangguk pelan sambil tersenyum. Sudah hampir sebulan aku kerja di sini. Dan baru kali ini aku bisa melihat direktur di perusahaan tempatku bekerja. Ia baru pulang dari Jepang. Dan kudengar, ia seorang yeoja yang cantik, ramah, dan baik hati.
“Aaah… Tadi aku melihat berita di TV, dan kabarnya, Direktur Seo akan menikah dengan anak pemilik perusahaan terbesar di Korea. Tentu saja namja itu akan menjadi ahli waris. Aigooo…!!! Mereka berdua benar-benar serasi. Pasangan yang sangat membuat orang lain iri kalau mlihatnya.”
“Ne… Tentu saja… Direktur Seo itu sangat cantik, pintar, ramah, dan kaya raya. Tentu tambah sempurna jika memiliki pasangan hidup yang juga tampan, pintar, dan kaya raya. Hehe…”
Aku hanya bisa tersenyum mendengar chingudeulku yang lain tengah bergosip ria di sela-sela pekerjaan mereka.
Ahh… Direktur pasti sudah menunggu kopinya. Aku harus segera ke sana.

—————————-
Setelah dipersilahkan, aku memberanikan diri untuk masuk ke ruangan direktur. Kulihat seorang namja sedang duduk membelakangiku. Aaah… Itu pasti calon namphyeon nya.
“Aiyooo…!! Silahkan masuk. Gomawo sudah mengantarkan kopi. Mianhe merepotkanmu…” ujar Direktur Seo ramah.
Aigooo…!! Benar-benar ramah. “Gwaenchana… Ini sudah tugas saya…” jawabku sambil balas tersenyum. Tunggu… Wajah Direktur terasa familiar bagiku.
“Yuri???” Eeh… Bagaimana mungkin namja itu tau anmaku??
Aku menoleh ke arahnya dan… “Oppa???”
_Yuri POV end_

_Kyuhyun POV_
“Yuri???”
“Oppa???”
Ya Tuhan… Aku menemukannya. Ini Yuri. Yeojaku.
Tanpa pikir panjang, aku segera memelukanya. Dapat kurasakan nafasnya naik turun. Aku tau yeoja ini ingin menangis. “Menangislah…” bisikku.
Perlahan, tangannya mulai menyentuh punggungku. Ia membalas pelukanku.
Setelah cukup lama melepas rindu, tiba-tiba Yuri mendorong tubuhku. Akupun baru sadar… Seohyun masih berdiri di sana.
“Seohyun~ssi…” gumamku.
Seohyun hanya tersenyum. “Gwaenchana, Oppa… Aku bisa mengerti. Bawalah yeojamu sarapan dulu. Bicaralah satu sama lain. Karena aku banyak pekerjaan, aku tidak bisa ikut. Hehe…”
Ommona… Mengapa yeoja ini begitu baik??
Aku tersenyum mendengar perintah Seohyun. “Ne… Aku pergi dulu.” Kuraih tangan Yuri, dan membawanya pergi.

——————————
Aku dan Yuri duduk berhadapan satu sama lain.
“Kenapa kau meninggalkan aku, Yuri~aa??”
Yuri hanya menunduk tanpa menjawab. Aigooo…!! Ini bukan kesalahannya. Mengapa aku bertanya seperti itu padanya??
Kuraih tangannya, dan kugenggam. “Mianhe… Ini salahku. Seharusnya aku mencarimu. Kau terlihat begitu kurus. Aku benar-benar berslah karena tidak menjagau dengan baik.”
Yuri mengangkat wajahnya dan menatapku. Tiba-tiba ia tersenyum. “Kita berpisah saja, Oppa…’
Aku terbelalak tak percaya dengan ucapannya. Bagaimana mungkin setelah lama tak bertemu, ia justru meminta untuk berpisah??
“Wae?? Kau tidak mencintaiku lagi, Yuri??” Sungguh…!! Aku tidak bisa menerima hal ini.
“Kau akan lebih baik jika bersama yeojamu yang sekarang, Oppa.”
Aku menggeleng cepat. “Kau tidak tau betapa rindunya aku padamu saat bersama dengannya. Kau tidak tau betapa aku mencintaimu meski aku akan menikahinya.”
“Tapi, Oppa… Ini tidak adil baginya…”
“Dan ini juga tidak adil bagimu!!!” Tiba-tiba sajan aku terbawa emosi.
Kulihat air mata mulai mengalir di wajah cantiknya.
“Mianhe, jagi~aa…” Aku merasa bersalah sudah membentaknya. Tidak seharusnya aku berteriak padanya. Sudah cukup perlakuan kasar Appaku padanya sebulan yang lalu.
“Anii, Oppa… Aku yang minta maaf padamu. Aku tidak ingin lagi melanjutkan hubungan ini…” ujarnya sambil bangkit berdiri dan meninggalkanku.
‘Yuri~aa… Yuri!!!’ Aku mencoba untuk menghentikan langkahnya. Namun ia tek mendengarku.
Apa hanya sampai di sini seharusnya??
¬_Kyuhyun POV end_

_Seohyun POV_
Aku melihat yeoja itu meninggalkan Kyu Oppa. Aku tau mereka sangat menderita selama ini. Kalau saja aku tidak ada di tengah-tengah mereka, mungkin semuanya tidak akan menyakitkan bagi Kyu Oppa dan juga yeoja itu.
“Oppa, kurasa aku tidak bisa menikah denganmu.” Ujarku ragu. Ne… Ini harus kulakukan demi Kyu Oppa.
Kyu Oppa menatapku kaget. “Wae??” tanyanya.
Aku mencoba untuk tersenyum seperti biasanya. “Aku baru sadar… Kalau sebuah hubungan yang tidak dilandasi dengan rasa cinta terus dipertahankan, hasilnya akan lebih menyakitkan. Aku tidak ingin menyakitimu. Dan kau juga tak ingin menyakitiku kan??”
Kyu Oppa mengangguk.
“Jadi, jangan nikahi aku! Kalau kau masih bersikeras menikahiku, itu sama saja dengan kau sudah menyakitiku.”
Kyu Oppa merengkuh tubuhku dalam pelukannya. “Mianhe, Seohyun~aa… Mianhe…”
Ingin rasanya aku tetap tegar di hadapannya. Tapi sulit… Kali ini aku tak bisa menahan air mataku untuk mengalir. Tapi… Aku cukup bahagia jika akhirnya ia pun bahagia.
_Seohyun POV end_

_Kyuhyun POv_
Aku mendekap tubuh yeoja yang kucintai ini.
Ia nampak terkejut. “Oppa?? Bagiamana kau bisa ada di sini??”
Aku tersenyum melihat ekspresi Yuri yang terkejut. “Aku tau alamat rumahmu dari Seohyun. Yuri~aa… Semuanya sudah berakhir.”
“Apa maksud ucapanmu, Oppa???”
Aku tersenyum dam menceritakan kejadian yang kualami tadi padanya…

<<<Flashback<<<

Aku melangkahkan kakiku ke dalam ruangan kerja Appa. Aku harus melakukannya. Demi cintaku. “Appa…” Appa mengangkat wajahnya dari kertas-kertas di atas mejanya. Ia mengeritkan keningnya. “Ada apa??” “Aku ingin membatalkan perjodohan itu, Appa…” ujarku to the point. “MWOOO?!!!” Aku tau reaksi Appa akan seperti ini. “Appa, kumohon… Dengarkan dulu aku bicara.” Ujarku tenang. Appa mencoba untuk menahan emosinya. “Aku tau kau menikahi Ommaku bukan karena kau mencintainya. Yeoja yang kau cintai adalah seorang pelayan di rumah Halboji dulu. Kau menerima pernikahan ini karena terpaksa. Oleh karena itu, kau tidak pernah memperhatikan Ommaku. Sehingga Omma memilih untuk mengakhiri hidupnya.” Kulihat Appa terbelalak karena kaget. “Maka dari itu, Appa… Kumohon. Kumohon agar kau mau membiarkan aku untuk memilih jalanku sendiri. Aku tak ingin pernikahanku dengan Seohyun, akan berakhir sepeti pernikahanmu jika aku menuruti keinginanmu.” Cukup lama Appa tak menjawab pertanyaanku. Wajahnya nampak pucat. Tapi aku masih terus berharap. Berharap agar Appa mau melembutkan hatinya. Appa melepas kacamatanya. “Pergilah…!! Kalau memang kau mau seperti itu. Tapi dengan Kyuhyun! Jangan pakain nama keluarga Cho lagi pada namamu. Kau kucoret dari daftar satu-satunya ahli waris. Biarlah seluruh kekayaanku ini jatuh ke tangan yayasan yang lebih membutuhkan.” Aku terkejut mendengar ucapan Appa. Meski Appa tidak merestuiku bersama Yuri, tapi setidaknya, ia tidak lagi memaksaku untu menuruti keinginannya. “Cepat pergi!! Sebelum aku berubah pikiran.” Ujarnya lagi. Aku tersenyum, lalu melangkah keluar dari ruangan Appa. Namun, aku kembali menolh hanya untuk mengatakan… “Kamsahamnida, Tuan Cho…”

>>>Flashback end>>>

“Oppa, apa kau serius??” Tanya Yuri sambil tak henti-hentinya tersenyum.
Aku mengangguk sambil membelai lembut wajahnya. “Yuri~aa… Saranghae…”
Ia tersenyum manis ke arahku… “Nado saranghae, Oppa…”
Kudekatkan wajahku ke arahnya, dan dengan lembut mencium bibirnya.
Sungguh… Sudah lama aku menantikan saat-saat seperti ini. Tak masalah jika aku bukan seorang Cho Kyuhyun… Tak masalah jika aku harus hidup menderita hanya untuk bahagia bersama yeoja yang kucintai. Karena inilah perjuangan cintaku. Dan aku sadar… Love is courage…
_Kyuhyun POV end_

…the end…


-Love is togetherness-


“Nichkhun~ssi… Meski kau tak menginginkanku, aku akan tetap menerima pernikahan ini. Aku akan berusaha keras agar kau bisa mencintaiku.”ujar Victoria membuat Nichkhun terkejut karena ucapannya.
“Kau akan menyesal…” ujar Nichkhun.
“Akan kutanggung semuanya…”

_Victoria POV_
“Kau akan menyesal…” ujar Nichkhun.
“Akan kutanggung semuanya…”
Kulihat wajah Nichkhun geram karena ucapanku. Bukan maksudku untuk memaksakan cintaku padanya. Tapi aku hanya ingin, ia lebih menghargai seorang yeoja dalam hidupnya. Aku tidak suka melihatnya hidup dalam dunia malam. Aku ingin dia bisa mencintai seorang yeoja dengan tulus. Meski pada akhirnya yeoja itu bukanlah aku, aku akan lebih rela jika dia sudah berubah.
“Yaaaa!!! Kau membuatku gila!! Dasar yeoja babbo!!” maki Nichkhun padaku.
Aku diam tak mempedulikan ucapannya. Kuputuskan untuk melangkah menuju dapur. Menyiapkan sarapan untuknya.
“Yaaaa!!! Di mana pakaianku?? Aku mau pulang!!” teriaknya dari dalam kamar.
“Pertama, pakaianmu masih belum kering, Nichkhun~ssi… Kedua bisakah kau tidak berteriak seperti itu?? Aku tidak tuli. Dan ketiga, aku memiliki nama. Namaku Victoria. Jadi, jangan panggil aku dengan sebutan ‘Yaaa!!’ Arasso??” balasku.
“Pertama, aku tidak memintamu untuk mencucui pakaianku. Kedua, kau memang tidak tuli, tapi perlu sedikit lebih keras bicara padamu agar kau mengerti ucapanku. Dan ketiga, apakah aku bertanya siapa namamu??”
Aku menghela napas mendengar ucapannya. Tenang Victoria… Kau harus lebih sabar menghadapinya.
_Victoria POV end_

_Nichkhun POV_
Karena aku dan yeoja itu sama-sama tak menolak, maka pernikahan kami dipercepat dari rencana. Aissssshhh!!! Bukannya aku tak menolak, tapi aku tak bisa menolak. Appa akan membunuhku jika aku menentangnya. Aisssshhh!!! Malangnya nasibku…
Dan hari ini adalah hari pernikahan kami.
“Choi Nichkhun, apakah kau bersedia menerima Song Chi En sebagai anae mu dan menerima segala kelebihan maupun kekurangannya, bertanggung jawab dan memberi kasih sayangmu sebagai seorang namphyon dalam keadaan suka maupun duka sampai maut datang menjemput??” Pendeta bertanya padaku.
Aku mengangguk lemah dan dengan berat hati menjawab, “Ne… Aku bersedia.”
“Dan Song Chi En… Apakah kau bersedia menerima Choi Nichkhun sebagai namphyon mu dan menerima segala kelebihan maupun kekurangannya, mengabdi dan menjadi seorang anae yang patuh dan setia dalam suka maupun duka sampai maut datang menjemput??” Kini, Pendeta bertanya pada yeoja menyebalkan itu.
Aku menoleh ke arahnya dan melihatnya mengangguk. “Ne… Aku bersedia…”
Aiggooo…!!! Tamatlah sudah perjalananku sebagai seorang namja bebas…!!
Kini, aku dan Victoria saling berhadapan. Aku memasangkan cincin di jari manisnya.Begitu juga sebaliknya.
“Ne… Mulai saat ini, aku nyatakan kalian resmi sebagai sepasang pubu. Tidak akan ada yang bisa memisahkan ikatan di antara kalian berdua kecuali kematian. Saling mengasihilah hingga kalian tua, dan berlakulah baik pada setiap anak-anak yang kalian miliki…”
Aku membuka tudung pengantin yang menutupi wajah anae ku itu. Dan kulihat ia tersenyum manis ke arahku.
Aigooo…!!! Apa aku tak salah liat?? Benarkah ini Victoria?? Yeoja menyebalkan itu?? Aku takm menyangka ia akan begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya.
Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mencium lembut bibirnya. Sedikit gila kedengarannya. Bukankah aku tak menginginkan pernikahan ini?? Tapi mengapa aku menciumnya??
Kulihat ia terbelalak karena terkejut atas tindakanku. Akupun begitu. Tak menyangka bisa melakukan hal memalukan seperti itu padanya.
“Terkejut?? Bukankah ini pantas dilakukan sepasang pubu??’” bisikku di telinganya. Ne… Aku harus melakukan ini untuk menutupi rasa maluku. Jadi setidaknya, ia akan berpikir kalau aku menciumnya hanya untuk mempermainkannya saja.
Kulihat raut wajahnya berubah. Senyumnya hilang seketika.
Kita lihat saja, Victoria… Apakah kau akan tahan dengan pernikahan ini??

—————————
Kulihat ia sedang kesulitan membuka resleting gaunnya. Kuputuskan untuk mendekatinya dan membantu untuk melepaskan gaunnya.
Ia terlihat gugup karena aku menyentuh tubuhnya. Kuhimpit tubuhnya agar ia tak bisa bergerak ke mana-mana. Kurasa ia tau apa yang akan kulakukan padanya.
“Nichkhun~ssi… Apa yang kau lakukan??” tyanyanya gugup.
Aku tersenyum nakal. “Apa yang kulakukan?? Kau pikir, apa yang akan dilakukan olh seorang namja di malam pertamanya??”
Ia menundukkan kepalanya. Kena kau Victoria…
“Hahahahahaha…!!!” Aku tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajahnya. “Yaaa…!!! Jangan berharap aku akan memperlakukanmu sebagai seorang anae!! Aku akan membuatmu menyesal kare sudah berani masuk dalam hidupku!”
Aku melangkah keluar dari kamar dan meninggalkannya seorang diri.
_Nichkhun POV end_

_Victoria POV_
“Yaaa…!!! Jangan berharap aku akan memperlakukanmu sebagai seorang anae!! Aku akan membuatmu menyesal kare sudah berani masuk dalam hidupku!” ujarnya sambil berjalan meninggalkanku.
Sungguh… Rasanya sakit seklai diperlakukan seperti ini oleh namja yang kau cintai.
Nichkhun~aa… Tidak sadarkah kau kalau aku berada di sini karenamu??
Tenanglah Victoria… Cepat atau lambat, ia akan mencintaimu…

—————————-
Kulihat Nichkhun membawa bantalnya dan berjalan menuju keluar kamar.
“Nichkhun~ssi… Mau ke mana??” tanyaku lembut.
“Aku tak ingin sekamar dengan orang asing. Lebih baik aku tidur di ruang TV.” Ujarnya dingin.
Aku mengambil bantalku dan menghampirinya. “Besok pagi kau harus kerja. Tidurlah di kamar. Biar aku yang tidur di luar.”
Ia tersenyum penuh kemenangan. “Baiklah… Itu keinginanmu…” ujarnya sambil berjalan kembali ke arah kasur. Sementara aku, aku melangkah menuju ruang TV.
Seperti inikah perjuangannya agar aku bisa terus bersamanya??

——————————-
Sudah hampir 2 bulan pernikahan kami, dan Nichkhun masih tidak pernah menganggapku sebagai anaenya. Ia selalu pulang larut dari kantor. Tak pernah menatap wajahku, dan selalu berteriak jika memanggilku. Ia tak pernah menanyakan bagaimana keadaanku atau sekedar menyapaku dengan lembut. Aniii… Semuanya itu tak pernah kudapatkan darinya.
Malam ini, seperti biasanya, aku hanya sendiri di ruang TV menunggunya pulang. Sudah jam hampir jam 12 malam, tapi ia belum juga ada di rumah. Ke mana ia sebenarnya??
Tiba-tiba, kudengar bunyi mesin mobil di depan rumah. Ahhh… Itu mobilnya. Aku berlari untuk membukakan pintu dan menyambut kepulangannya. Aku tau ia pasti sangat lelah.
Namun apa yang kudapatkan?? Saat kubuka pintu rumah, seorang yeoja cantik dan berpakaian minim sedang memapahnya. Aku tau mereka berdua mabuk.
“Yaaa…!! Annyeong, anaeku… Jangan halangi jalanku…!!” ujarnya tak karuan. Aku membantu yeoja itu memapah Nichkhun untuk masuk, dan membawanya ke kamar. Sesampainya di kamar, yeoja itu ikut berbaring di atas kasurku, di samping Nichkhun tepatnya.
Aku berusaha untuk tak mempedulikan yeoja itu. Aku akan lebih focus pada Nichkhun saja. Kubuka satu persatu kancing kemejanya yang basah dan berbau alcohol itu. Kubersihkan wajah dan tubuhnya dengan handuk basah yang tadi kuambil. Setelah tubuhnya bersih, kupakaikan kemeja tidur pada tubuhnya.
Nichkhun~ssi… Kenapa kau seperti ini?? Apakah ini bagian dari rencanamu untuk membuatku menyerah??
Kini pandanganku tertuju pada yeoja yang kini sedang memeluk tubuh namphyonku. Aku berjalan menuju lemari pakaianku, dan mengambilkan sebuah handuk bersih dan pakaian tidur untuknya.
“Mianhe… Bangunlah…” Aku berusaha untuk membangunkan yeoja itu. Yeoja itu membuka matanya dan tersenyum melihatku.
“Wae??” tanyanya denagn nada bicara yang tak sopan.
“Gantilah dulu pakaianmu. Kamar mandinya di sebelah sana.” Ujarku berusha untuk sabar.
Ia tertawa tak karuan. Ahh… Yeoja ini benar-benar mabuk.
“Mintalah pada Khun Oppa untuk menggantikan pakaianku. Hahaha…” ujarnya padaku.
Aku terbelalak mendengar perkataannya. Yeoja ini sungguh keterlaluan. Namun apa yang bisa kulakukan??
Setelah yeoja itu kembali tertidur, aku berusaha untuk membersihkan wajahnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur milikku. Setelah itu, kuputuskan untuk mengawasi mereka di sofa kamar. Kubiarkan yeoja itu tetap tidur di samping namphyonku. Sakit rasanya. Tapi apalah yang bisa kulakukan selain hanya sabar??
Semalaman ini aku tak bisa tidur. Aku takut jika aku tertidur, aku akan menyesal mendapati kenyataan pahit di pagi hari.

————————–
Pagi mulai menjelang. Kulihat Nichkhun menggeliat. Ia sudah bangun. Aku tersenyum merasa lega karena semalaman ini, tak ada keadian apapun yang terjadi.
“Sedang apa kau di sana??” Tanya Nichkhun yang sadar akan keberadaanku di dalam kamar.
Aku hanya tersenyum kecil, lalu bangkit dari tempat dudukku, dan melangkah keluar kamar. Baru beberapa langkah, tiba-tiba tubuhku terasa lemas. Aku terjatuh dan tak sadarkan diri.
_Victoria POV end_

_Nichkhun POV_
“Sedang apa kau di sana??” tanyaku yang heran melihat Victoria duduk di sofa kamar.
Aigooo…!! Untuk apa Eunhye berada di kamar kami?? Aigooo…!! Yeoja ini sangat keterlaluan!!
Victoria hanya tersenyum kecil, lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar kamar. Namun, tiba-tiba kulihat tubuhnya oleng dan terjatuh. Ia pingsan.
“Victoria…!!!” Aku melompat dari tempat tidurku dan menghampirinya.
Aigooo…!! Ada apa dengannya??
Kuangkat tubuhnya dari lantai, dan kubaringkan di atas kasur.
Kini pandanganku tertuju ke arah Eunhye. “Eunhye~aa!! Bangun!!”
Ia membuka matanya dan menatapku heran. “Wae??” tanyanya manja.
“Berani-beraninya kau tidur di kamarku sementara istriku melihatnya?!! Keluar kau dari sini!! Aku tidak mau melihatmu lagi!!”
Eunhye yang terkejut karena bentakanku, akhirnya turun dari kasutr, dan membawa barang-barangnya pergi.
Aku kembali mengamati Victoria. Wajahnya benar-benar pucat. Apakah selama ini ia begitu menderita karena aku?? Apakah kejadian tadi malam benar-benar telah melukai hatinya?? Nichkhun~aa!!! Kenapa kau bisa menjadi namja yang begitu jahat pada seorang yeoja berhati baik seperti anaemu ini??
Aku mengambil sebuah handuk dan membasahinya dengan air. Tubuhnya begitu panas. Semoga saja dengan mengompresnya, suhu tubuhnya bisa segera turun.

———————–
“Nichkhun??”
Suara Victoria membuatku terkejut sekaligus senang. Akhirnya setelah sejak tadi pagi ia pingsan, ia sadar juga.
Aku tersenyum ke arahnya. “Kau sudah lebih baik??” tanyaku.
Ia mengangguk pelan. “Mianhe, Nichkhun~ssi… Aku tidak menyiapkan makanan untukmu hari ini. Aku bukan anae yang baik.”
Aku merasa tersentuh dengan ucapannya. Dalam keadaan seperti ini, ia masih saja memperhatikanku?? Aigooo…!!! Nichkhun~aa… Ke mana saja kau selama ini?? Sampai-sampai tak menyadari ada seorang yeoja yang begitu mencintaimu.
Aku membelai rambutnya. Entahlah… Mungkin sudah saatnya aku memperlakukannya sebagai seorang anae. Selama ini aku sudah begitu menyakitinya.
Kudekatkan wajahku ke wajahnya. Menjelajahi setiap jengkal wajah dan tubuhnya dengan bibirku. Awalnya ia sedikit memberontak. Tapi aku tau, sudah lama ia menginginkannya. Kubuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya. Dan…
_Nichkhun POV end_

_Victoria POV_
Setelah kejadian malam itu, aku mulai merasa ada perubahan sikap dalam diri Nichkhun terhadapku. Ia mulai bisa memperhatikanku dan bersikap lembut padaku. Ia tidak lagi pulang malam, dan tidak lagi pernah membentakku. Bahkan ia pun menyuruhku untuk tidur satu kamar dengannya. Walaupun setelah malam itu, ia belum pernah lagi menyentuhku, tapi aku senang ia sudah mau membuka dirinya padaku. Nichkhun~aa… Aku benar-benar mencintaimu…
Beberapa hari ini, aku merasa tubuhku kurang fit. Aku sering muntah-muntah dan tidak nafsu makan. Aku tidak ingin membuat Nichkhun khawatir. Maka dari itu, kuputuskan untuk pergi ke rumah sakit seorang diri.
Betapa terkejutnya aku saat uisa memberitahuku bahwa aku tengan mengandung. Dan usia kandunganku telah menginjak 2 minggu.
Rasanya hidupku terasa lengkap sudah. Apakah Nichkhun akan senang dengan kabar ini?? Ahh… Semoga saja.
Aku melangkahkan kakiku sepulang dari rumah sakit. Namun tiba-tiba langkahku terhenti. Kulihat seorang namja yang begitu kukenal sedang berciuman dengan seorang yeoja.

Ne… Itu Nichkhun, namphyon ku.
Seketika itu juga, sirnalah sudah harapanku untuk membina hubungan yang baik dalam rumah tangga kami. Nampaknya semua hanya angatn-anganku saja. Pada kenyataannya, Nichkhun memang tidak akan pernah bisa mencintaiku. Perubahannya selama ini ternyata tidak berarti apa-apa.
Aku memutuskan untuk cepat kembali ke rumah. Aku benar-benar tak sanggup jika harus lagi-lagi melihatnya bercumbu dengan yeoja lain. Kali ini aku sudah tak bisa menahan rasa sakit dalam hatiku. Aku sudah tak sanggup hidup dengannya. Dan nampaknya, aku harus mengakhiri hubungan pernikahan ini. Biarlah aku yang merawat bayi dalam kandunganku ini seorang diri.
_Victoria POV end_

_Nichkhun POV_
“Yeobo…!!”Aku melangkah masuk ke dalam rumah. Berharap yeoja yang kini mulai kucintai menyambutku. Namun… Tak ada seorang pun di sini. Ke mana perginya Victoria??
“Victoria…!!!” Aku masih terus mencarinya. Namun hasilnya tetap nihil. Hingga kutemukan sepucuk surat di sana.

Dear Nichkhun,
Mianhe karena selama ini telah membuatmu menderita dengan hidup bersamaku. Aku tau kau tak tahan memiliki anae sepertiku. Mianhe karena aku bersikeras untuk mempertahankan hubungan ini. Dan kini aku sadar. Usahaku sia-sia. Sampai kapanpun, kau tak akan pernah bisa mencintaiku.
Dan kini… Kubiarkan kau bebas. Aku tak akan mempersulitmu. Jika Omma dan Appa kita bertanya, katakan saja aku pergi bersama namja lain. Aku yang mengkhianatimu…
Lakukanlah pekerjaanmu dengan baik. Kuharap kau bahagia setelah aku tak lagi mengganggu hidupmu…

Love…
Victoria

Aku terkejut membaca surat yang ditulis anaeku ini. Apa-apaan ini?? Ada apa dengannya?? Victoria?? Di mana kau?? Mengapa kau meninggalkanku di saat aku mulai begitu mencintaimu??
_Nichkhun POV_

_Victoria POV_
Sudah hampir satu tahun aku tak menginjakan kakiku di Seoul. Ne… Setelah aku pergi dari rumah, aku memutuskan untuk tinggal Thailand. Dan kini aku kembali. Bukan untuk menhancurkan hidup namja yang begitu kucintai. Tapi hanya sekedar ingin tau bagaimana keadaannya.
Kalian ingat?? Saat itu aku tengah mengandung. Dan kini, buah cintaku dan Nichkhun sudah besar. Usianya 7 bulan. Namanya Choi Ni En. Tampan bukan?? Ne… Wajahnya benar-benar mirip dengan Appanya.
Aku melangkah menuju pusat perbelanjaan. Ni En sedari tadi menangis karena susunya habis.
Aku sedikit kerepotan karena Ni En tak henti-hentinya bergerak dan menangis.
“Mianhe, perlu kubantu??” Eeeh… Ada orang yang menawarkan bantuan.
Aku menoleh kea rah namja itu sambil tersenyum..
“Ne…”
“Victoria???”
_Victoria POV end_

_Nichkhun POV_
Persediaan makanan di rumah sudah habis. Semenjak Victoria pergi, aku memutuskan untuk hidup seorang diri.
Kuputuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Eeeh… Kasihan seklai yeoja itu. Sepertinya kerepotan menggendong bayinya dan membawa belanjaannya.
“Mianhe, perlu kubantu??”
Yeoja itu berbalik dan tersenyum. “Ne…”
“Victoria???”
Ommona!!! Ini Victoria!! Anaeku!!
“Nichkhun??” Ia nampak terkejut melihatku.
Tanpa banyak bicara, aku segera memeluknya. Rasanya rindu sekali setelah sekian lama tak bertemu dengannya.
“Ke mana saja kau??” tanyaku bingung.
Tiba-tiba air matanya mengalir. Ada apa dengannya??
“Kenapa kau memelukku?? Bukankah kau tidak pernah mencintaiku??”
Aku terkejut mendnegar ucapannya. “Aku begitu mencintaimu Victoria. Siang dan malam. Selama 1 tahun ini aku selalu mencarimu.”
“Lalu kalau kau mencintaiku, mengapa saat itu kulihat kau mencium yeoja lain??”
Yeoja lain?? Aku tak pernah mencium yeoja lain setelah aku menyadari kalau aku ini mencintai Victoria. Kecuali… Jika saat itu…

<<<<< Flashback<<<

“Oppa… Aku tak mau kau meninggalkanku.” Ujar Eun Hye sambil menggenggam erat tanganku.

“Yaaa…!!! Sudah berapa kali kubilang?? Aku tak pernah mencintaimu Eun Hye~aa!! Aku sudah memiliki seorang anae. Dan kini aku begitu mencintainya!! Tolong jangan paksa aku untuk berbuat kasar padamu!! Jangan ganggu aku lagi!!” “Bukankah kau bilang, kau tidak menginginkan yeoja sepertinya??”

“Itu dulu… Dulu sebelum aku mengenalnya lebih jauh. Dan kini aku benar-benar mencintainya. Aku ingin memulai semuanya dari awal bersama yeoja yang kucintai itu. Jadi kumohon, jangan ganggu hidupku!!!” Eun Hye bersikeras untuk menahanku pergi. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan menciumku dengan paksa. Aku terkejut dengan tindakannya. Apa-apaan yeoja ini?? Aigooo…!!! Kudorong tubuhnya. “Dengar!! Jangan ganggu hidupku! Atau kau akan menyesal!!”

>>>Flashback end>>>

“Jadi, kau hanya salah paham saja, yeobo~aa…” ujarku smbil membelai lembut anaeku ini.
Sebuah senyum tiba-tiba mengembang di wajah cantiknya. “Aiggooo…!!! Tetap saja yeoja itu sudah berhasil menciummu!!”
Aku tertawa melihat wajahnya yang cemburu. Kini pandangananku beralih pada bayi yang digendongnya. Bayinya tidak lagi menangis. Tapi… siapa bayi ini???
“Yeobo… Apa kau mengadopsi seorang bayi??” tanyaku.
Victoria melotot ke arahku. “Yaaa!!! Jangan sembarangan kau!! Ini anak kita! Namanya Choi Ni En.”
Mwwwooo??? Anakku???
Ya Tuhan… Betapa berdosanya aku membiarkan anaeku selama ini merawat diri dan anak kami seorang diri.
Aku kembali memeluk Victoria dan juga anak kami. “Mianhe… Jeongmal mianhe… Selama ini aku sudah banyak menyakitimu… Aku berjanji… Mulai saat ini, kit akan mengulangnya kembali dari awal.”
Victoria mengangguk.
“Saranghae…” bisikku sambil mengecup keningnya.
“Nado…” balasnya.
Kini aku tau… Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan. Tidak selamanya cinta bisa datang pada pandangan pertama. Justru cinta yang sesungguhnya, akan muncul jika adanya pertemuan yang berulang-ulang dan bagaimana cara kita mengenal sifat pasangan kita. Dan bagiku… Love is togetherness…

…the end…


-Love is sincerity-


Ciiiiiiitttttttt…….. Braaaaaakkkkkkkkk…….
“Krystal….!!!”

_Krystal POV_
Entah berapa lama aku tak sadarkan diri seperti ini. Aaahhh… Seluruh badanku terasa sangat sakit.
Kucoba untuk membuka mataku. Eeeh… Gelap sekali. Siapa yang mematikan lampu??
“Krystal~aa… Kau sudah sadar??”
Minho Oppa?? Ne… Itu suara Minho Oppa.
“Oppa… Tolong nyalakan lampunya. Aku takut gelap.” Ujarku pada Minho Oppa.”
Minho Oppa membelai rambutku. “Krystal~aa… Lampu di kamar ini selalu menyala dari tadi.”
Mwooo??? Menyala?? Tapi mengapa bagiku ini terasa gelap??? Ya Tuhan… Ada apa dengan mataku???
“Oppa… Jangan berbohong padaku! Aku sedang tidak ingin bercanda…”
_Krystal POV end_

_Minho POV_
Apa maksud Krystal?? Lampu kamar ini memang sudah menyala sejak tadi.
“Oppa… Jangan berbohong padaku! Aku sedang tidak ingin bercanda…”
“Aku tidak berbohong, jagiya… Lampu di kamar ini sudah menyala.”
Kulihat wajahnya mulai ketakutan.
“Lalu kenapa semuanya terlihat gelap??? Aku tidak bisa melihat apapun, Oppa!!”
Krystal tak bisa melihat apapun??
Kugerakan tanganku di depan wajahnya. Dan benar saja. Bola matanya tak bergerak mengikuti arah tanganku. Secepat mungkin aku merengkuh tubuh Krystal ke dalam dekapanku.
Ya Tuhan… Ada apa dengan matanya??
“Oppa… Aku tidak bisa melihat… Oppa…!!!” Krystal myulai histeris.
“Tenanglah… Aku di sini…” ujarku berusaha menenangkannya.

—————————-
Kuputuskan untuk menemui uisa yang menangani Krystal. Dan betapa terkejutnya aku saat mendengar penjelasan uis. “Kornea mata Krystal rusak akibat pecahan benda tajam yang masuk ke dalam matanya. Hal ini yang menyebabkannya kehilangan penglihatannya.
Ya Tuhan… Bagaiamana mungkin yeoja yang kucintai harus mengalami kejadian seperti ini??
“Uisa, katakan padaku. Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan penglihatannya lagi??
Uisa menghela napas panjang. “Hanya satu jalan. Yaitu dengan cara operasi pendonoran kornea mata.”
Aku tersenyum mendengar mendengar setidaknya masih ada jalan yang bisa kita lakukan.
“Kalau begitu, lakukan saja. Apapun demi mengembalikan penglihatan Krystal.” Ujarku penuh semangat.
“Tapi, Minho~ssi… Sedikit sulit untuk menemukan kornea mata yang cocok. Dan itu pun harus dari mata orang yang sudah meninggal.”
Mendengar penjelasan yang disampaikan uisa, rasanya aku seperti tersambar petir. Bagaimana cara menemukan kornea mata yang cocok untuk Krystal??
_Minho POV end_

_Jiyeon POV_
Aku dan Sanghyun Oppa terkejut mendengar Krystal mengalami kecelakaan. Minho Oppa pasti sangat khawatir, dan butuh chingudeulnya.
“Oppa…!!!” panggilku saat melihat Minho Oppa keluar dari sebuah ruangan. Aku yakin itu ruangan Uisa.
Kulihat wajah Minho Oppa yang berantakan dan lelah. Ada apa dengannya??
“Oppa, wae??’ tanyaku sedikit cemas.
Minho Oppa menatapku, dan tiba-tiba memeluk tubuhku. Kurasakan nafasnya tak beraturan. Ia menangis.
“Oppa… Jangan buat aku khawatir…”
Minho Oppa makin mempererat pelukannya terhadapku. “Krystal kehilangan penglihatannya, Jiyeon~aa… Bagaimana mungkin aku tega mengatakan hal ini padanya?? Bagaimana mungkin aku sanggup melihat yeoja yang amat kucintai ini menderita?? Ini semua karena kebodohanku! Seandainya saja aku tidak berdiri di seberang jalan, ia tidak akan seperti ini!”
Hatiku hancur mendengar penyesalan yang keluar dari mulut namja yang amat kucintai. Aku tidak sanggup melihatnya meneysal seperti ini.
“Minho~aa… Pasti ada jalan keluar untuk menyelesaikan semuanya.” Ujar Sanghyun Oppa yang sedari tadi diam.
Minho Oppa melepaskan pelukannya dari tubuhku. “Ada 1 cara…” ujarnya.
“Apa itu??” tanyaku penasaran.
“Pendonoran kornea mata. Dan itu hanya bisa dilakukan, jika pendonornya sudah meninggal!”
Minho Oppa menghempaskan tubuhnya ke lantai rumah sakit. “Betapa tidak bergunanya aku sebagai namja!” ujarnya penuh sesal.
Aku tak kuasa menahan tangis melihat namja ini menangis. Kurengkuh kembali tubuh Minho Oppa. “Tenanglah, Oppa… Kita akan segera menemukannya untuk Krystal.”
Jiyeon~aa… Apa yang bisa kau lakukan untuk membuat Minho Oppa berhenti menyesal?? Apa??
_Jiyeon POV end_

_Minho POV_
Setelah Krystal menyadari bahwa matanya tak lagi bisa melihat, ia selalu saja mengurung diri kamar. Sungguh… Hal itu membuatku makin merasa bersalah. Ia tak pernah lagi terlihat ceria dan selalu saja menangis.
“Jagiya… Kau harus makan. Aku tidak mau melihatmu sakit.”
Krystal tak menjawab perkataanku. Ia hanya diam sambil terus menitikan air mata.
“Krystal~aa… Jangan buat aku khawatir…” ujarku sambil membelai rambutnya.
Krystal menepis tanganku.
“Untuk apa kau masih di sini< OPpa?? AKu tidak ingin kau mengasihaniku! Kau lihat?? Sekarang ini aku hanya seorang yeoja buta yang tak bisa melakukan apa-apa. Carilah yeoja lain yang lebih pantas untukmu!!”
Aku terkejut mendengar ucapan itu keluar dari yeoja yang amat kucintai. Ia begitu rapuh. Dan ini semua karena aku.
Aku memeluk tubuh Krystal meski ia bersikeras menolaknya.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Krystal~aa… Apapun yang terjadi, aku akan selalu bersama denganmu!!”
Krystal mulai menghentikan perlawanannya dan balas memelukku. “Aku takut, Oppa…” tangisnya kembali pecah.
Ya Tuhan… Sampai kapan ia harus menderita seperti ini??
_Minho POV end_

_Jiyeon POV_
Aku melihatnya begitu setia menemani Krystal. Ia seolah menjelma seperti lilin dalam hidup yeojachingunya itu. Lalu aku?? Apa yang bisa kulakukan agar bisa membuatnya bahagia??
“Jiyeon~aa…” Tiba-tiba suara Sanghyun Oppa mengejutkanku.
Aku berusaha tersenyum menyambutnya.
“Kenapa kau bersembunyi di sini?? Kenapa tidak menghampiri Minho dan Krystal??”
Aku menggeleng sambil tetap tersenyum. “Aku mau pulang. Kau mau bertemu Minho Oppa dan Krystal kan?? Sampaikan salamku untuk mereka.”
Aku melangkah meninggalkan Sanghyun Oppa. Ada sesuatu yang harus kulakukan…

————————–
“Oppa, apa yang akan membuatmu bahagia kembali??” Aku bertanya pada Minho Oppa yang sedari tadi diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
“Kebahagiaan Krystal…” jawabnya pelan. “Itu yang bisa membuatku bahaia kembali.”
Dapat kurasakan… Minho Oppa begitu mencintai Krystal. Dan aku bisa merasakan sakitnyahati Minho Oppa melihat penderitaan yang dialami Krystal. Karena akupun begitu. Begitu sakitnya hatiku ini melihat Minho Oppa hidup dalam penyesalan.
“Jika Krystal bisa melihat kembali, apa kau akan bahagia??”
Minho Oppa mengngguk. “Ne… Aku akan bahagia jika melihatnya bahagia.”
Aku tersenyum melihat anggukan Minho Oppa. Kalau begitu, aku tau apa yang harus kulakukan.
“Tenanglah, Oppa… Tak lama lagi penglihatan Krystal akan kembali. Aku sudah menemukan kornea mata yang cocok untuknya.”
Minho Oppa mengangkat wajahnya. Seketika, senyumnya mengembang.
“Jinjja???”
Aku mengangguk membalas senyumannya.
Minho Oppa memelukku dengan senang. “Aigooo…!!! Kau memang dongsaeng terbaikku. Saranghae, Jiyeon~aa!!! Hahaha…”
Apa yang kudengar tadi??? Aku benar-benar bahagia mendengarnya… Minho bilang ia mencintaiku??? Hahaha… Sungguh!!! Meskipun hanya sebatas sebagai sahabat ataupun saudara, kata-kata itu sudah berhasil membayar semuanya. Ne… Semuanya…
_Jiyeon POV end_

_Minho POV_
Krystal benar-benar bahagia mendengar kabar baik yang kubawa. Aku bahagia melihatnya sudah bangkit kembali. Terima kasih, Tuhan… Aku tau kau tidak pernah tertidur.
“Jagiya… Besok semuanya akan berjalan dengan baik. Jadi, tenanglah…”
Krystal menganggukan kepalanya, lalu memelukku. “Gomawo, Oppa… Aku benar-benar bahagia…”

————————–
“Jiyeon~aa… Bagaimana caranya kau bisa menemukan kornea mata yang cocok untuk Krystal?” tanyaku saat kami; aku, Jiyeon, dan Sanghyun tengah makan bersama.
“Hahaha… Makanya jangan meragukan kemampuanku, Oppa…!!!”jawab Jiyeon sambil tertawa.
Ne… Beruntungnya aku memiliki Jiyeon. Hahaha…
“Jiyeon~aa, Memangnya siapa orang yang mendonorkan itu??” Tanya Sanghyun pada Jiyeon.
Aaahh… Ne… Kenapa aku lupa tidak menanyakan hal itu pada Jiyeon.
“Ehhmmm… Jelas saja orang itu sudah meninggal, Oppa. Hahaha…” jawab Jiyeon sambil tertawa.
“Aigooo…!!! Kau benar-benar hebat, Jiyeon~aa…!!! Hahaha…” pujiku sambil mencubit pipi Jiyeon.
Jiyeon hanya tersenyum karena tingkahku.
_Minho POV end_

_Sanghyun POV_
“Jiyeon~aa… Kau masih mencintai, Minho??” tanyaku saat mengantar Jiyeon pulang ke rumahnya.
Jiyeon hanya tersenyum, lalu memukul kepalaku. “Sama seperti cintaku padamu, Oppa… Hahaha…”
Aku tersenyum mendengar candaan Jiyeon. Entahlah… Akhir-akhir ini rasanya aku ingin sekali selalu berada di sisi Jiyeon. Rasanya aku tak ingin jauh-jauh darinya.
“Oppa, kenapa kau tidak cepat cari yeoja??”
Aku terkejut mendengar pertanyaan Jiyeon.
“Yaaa…!!! Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu??” tanyaku bingung.
Ia hanya tertawa sambil menatapku. “Habis… Aku kasihan padamu. Sepertinya kau tidak laku-laku ya, Oppa… Hahaha…”
Aissshhh…!!! Dasar yeoja ini!!
“Enak saja! Banyak yeoja yang berebut untuk mendapatkanku. Tapi aku menolak mereka.” Ujarku membanggakan diri.
“Jinjja??? Kenapa kau menolak mereka??”
Aissshhh…!!! Kenapa ia harus bertanya lagi??? Apakah aku harus mengakui perasaanku sekarang??
“Karena…”
Jiyeon mengerutkan keningnya. “Karena apa, Oppa??”
“Karena…” Aiyooo…!!! Kenapa rasanya sulit sekali mengatakan isi hatiku ini??
“Hhhm???”
“Karena… Karena… Aku masih ingin menjagamu.” Jawabku akhirnya. Aiyooo…!!! Kenapa malah kata-kata itu yang keluar?? Seharusnya ‘karena aku mencintaimu…’. Ommoo…!!! Jiyeon pasti akan salah menanggapinya.
Jiyeon tersenyum ke arahku. “Aissshhh…!!! Oppa, aku tau kau menyanyangiku! Tapi jangan begitu… Aku juga ingin kau bahagia. Dengarkan aku! Cari yeoja yang bisa membuatmu bahagia! Arassoo?!!!”
Tuh kan… Salah paham. Aigooo!!!
Aku hanya mengangguk menanggapi ucapan Jiyeon. Suatu saat nanti, aku akan mengatakannya padamu, Jiyeon~aa…

—————————–
Give it to my Y, Listen to my Y
jebal nareul dorabwa..
Give ito my Y…

Aigooo… Siapa yang meneleponku malam-malam seperti ini???
“Yoboseo??” Eeeh??? Polisi?? “Ne… Aku Sanghyun. Mwooo??? Jiyeon??? Ne… Aku segera ke sana.”
Kututup handphoneku, dan melompat dari kasurku. Aku akan menemuimu, Jiyeon~aa… Bertahanlah…

—————————

Aku berlari menyusri lorong-lorong Rumah Sakit. Jiyeon~aa… Kau tidak bisa berbuat seperti ini padaku!! Kau tidak boleh meninggalkanku!! Bahkan kau belum tau isi hatiku!!! Jiyeon~aa… Jebal… Jangan tinggalkan aku…
Aku terus berlari hingga berhenti di sebuah ruangan UGD. Tak lama, Uisa keluar dari ruangan itu.
“Kau keluarga dari Jiyeon??” Tanya Uisa.
“Ne… Aku Oppa nya.” Jawabku panik.
“Mianhe… Kami sudah berusaha… Tapi tidak ada yang bisa kami lakukan… Jiyeon kehabisan banyak darah dan akhirnya tak tertolong…”
Mwo? Apa yang kudengar tadi?? Jiyeon meninggal?? Ini pasti salah… Ini pasti keliru. Tadi aku masih bersamanya! Jiyeon tidk mungkin pergi secepat itu. Dia tidak akan mungkin meninggalkanku!!! Andweee!!!
Aku menarik kerah baju uisa itu. “Jangan bermain-main denganku, uisa!! Jiyeon pasti belum meninggal!!! Ini tidak mungkin!!!”
Uisa berusaha melepaskan cengkramanku dari kerah bajunya. “Mianhe, kami sudah berusaha. Tapi Tuhan sudah berkehendak lain…”
Seketika tangisku pecah. Aku jatuh terduduk di lantai. Jiyeon… Yeoja yang amat kucintai?? Kini sudah tak ada??
Aku berlari menerobos masuk ke ruangan uisa tadi keluar. Kulihat sebuah selimut penuh menutupi ranjang rumah sakit. Kubuka secara perlahan. Dan hancurlah sudah harapanku ini… Jiyeon sudah terkujur kaku tak bernyawa. Ne… Jiyeon telah benar-benar pergi.
“Mianhe… Kami menemukan 3 pucuk surat ini saat kecelakaan terjadi. 2 masih tertutup rapat dalam amplop, dan yang selembar lagi hanya sebuah kertas.”
Aku menerima ketiga pucuk surat itu. Yang pertama tertulis namaku di depan amplopnya. Yang selanjutnya nama Minho, dan yang terakhir hanya selembar kertas. Aku membuka surat yang terakhir…

Berikan mataku pada Krystal

Sungguh… Aku terkejut membacanya. Jiyeon… Berkorban untuk Krystal???
“Sanghyun~aa!!” Itu suara Minho. Aku menoleh ke arahnya. Ia berlari menghampiriku dengan wajah khawatir.
Buuughhh!!! Sebuah pukulan mendarat di wajah Minho.
Minho meringis kesakitan. “Sanghyun~aa… wae??”
“Jiyeon mengorbankan dirinya untukmu dan Krystal!!! Dia rela mati untukmu! Demi kebahagiaanmu!!!”
Aku menunjukan surat yang tadi kubaca tepat di depan matanya.
Seketika itu juga, Minho jatuh di lantai ruangan ini. Kulihat ada begitu banyak penyesalan di matanya.

——————————-
Aku duduk di dalam kamarku. Hari ini Krystal akan menjalani operasi. Rasanya aku masih belum sanggup jika harus bertemu dengan Minho ataupun Krystal.
Aku merogoh sesuatu dari saku bajuku. Surat yang Jiyeon tinggalkan untukku. Sampai saat ini, aku belum berani membacanya. Tapi kali ini, kali ini aku harus membacanya.

Dear Sanghyun Oppa…
Oppa, annyeong…
Gomawo karena selama ini kau selalu menemaniku. Selalu bersedia mengantar jemputku ke manapun. Aaahhh… Kau benar-benar sudah seperti Oppa kandungku. Hehehe…
Oppa, aku tau ada suatu hal yang belum sempat kau sampaikan padaku. Tapi tenang saja… Aku sudah mengerti apa yang mau kau katakan. Malam itu, saat kau bilang kalau kau masih ingin menjagaku, aku sudah paham apa maksudmu. Oppa, bukannya aku tak mencintaimu. Tapi aku tak bisa bersamamu. Aku harus pergi… Bukan karena tidak mensyukuri apa yang kumiliki. Tapi karena ini harus kulakukan agar orang-orang yang kucintai bahagia.
Oppa… Tenanglah… Aku di sini sudah bahagia. Bahagia karena kini aku telah bersama Appa dan Ommaku. Jadi, tugasmu sudah selesai. Sekarang, carilah seorang yeoja yang bisa memberikan kebahagiaan untukmu. Jangan seperti aku yang hanya bisa menyusahkanmu. Tapi ingat… Setelah ketemu, kenalkan padaku! Hehehe…
Eeeh… Sudah dulu ya, Oppa. Jangan lupakan aku. Dan ingat! Kau harus bahagia…
Annyeong, Oppa… This is my first kiss… chu~ hehe…

With love,
Jiyeon

Aku mendekap erat surat yang Jiyeon berikan untukku. Benarkah kau sudah bahagia di atas sana Jiyeon~aa??? Kalau begitu, aku akan melepaskanmu… Dan belajar untuk mencari kebahagiaanku. Selamat jalan, Jiyeon~aa… Cintaku selamanya bersamamu…
_Sanghyun POV end_

_Minho POV_
Hari ini adalah hari operasi itu berlangsung. Dan Krystal akan kembali bisa melihat. Aku sungguh tak sabar melihat sinar matanya lagi.
“Krystal~aa… Kau tenanglah… semuanya akan berjalan baik-baik saja…” ujarku memberi semangat sesaat sebelum ia masuk ke dalam ruang operasi.
Krystal mengangguk sebelum akhirnya berlalu…
Tuhan… Jangan biarkan pengorbanan Jiyeon ini sia-sia.
Aku membuka sebuah surat yang Sanghyun berikan padaku. Katanya, ini surat dari Jiyeon untukku.

Dear Minho Oppa…
Minho Oppa… Saat kau membaca surat ini, aku sudah tak ada lagi di sampingmu. Tapi aku tak ingin menyesal… Ada sesuatu yang harus kukatakan padamu… Aku begitu mencintaimu. Kau terkejut?? Kurasa ya…
Sejak kecil, aku selalu bermimpi untuk menjadi pengantinmu suatu saat nanti. Maka dari itu, aku selalu menunggumu saat kau pergi ke Amerika bersama Nichkhun Oppa.
Tapi ternyata… Mimpiku itu tak pernah jadi kenyataan. Kau malah mencintai Krystal. Itu tak masalah bagiku. Selagi kau bahagia, tak masalah jika aku tak memilikimu.
Saat mendengar Krystal kecelakaan, rasanya aku pun ikut menderita sepertimu. Merasa penyesalan yang sangat dalam. Kau tau, Oppa?? Betapa sakitnya hatiku ini saat melihatmu menangis. Aku sungguh tak sanggup Oppa. Apapun akan kulakukan demi mengembalikan kebahagiaanmu.
Kau pernah bilang, kalau kau akan bahagia jika melihat Krystal bahagia. Itu akan kuwujudkan Oppa. Krystal akan kembali mendapatkan kebahagiaannya. Jadi, kau pun harus menepati janjimu. Jangan pernah lagi menangis, Oppa… Karena kau tau?? Nyawaku hanya 1. Tak ada yang bisa kulakukan lagi untukmu. Hehe…
Ingat tidak, kau penah bilang ‘Saranghae, Jiyeon~aa…’ Itulah yang menjadi kekuatanku untuk melakukan semua ini untukmu. Meski kau berkata seperti itu karena menganggapku sebagai saudara, tapi aku tetap bahagia mendengarnya.
Aku mencintaimu… Terlalu mencintaimu malah. Tapi aku sadar… Aku tak bisa memaksakan cintaku padamu. Karena bagiku, mencintai berarti harus berani berkorban. Aku akan lebih bahagia jika kau bahagia bersama Krystal. Dari pada kau menderita bersamaku.
Jadi, berjanjilah padaku kalau kau akan bahagia! Jika tidak, aku akan kembali untuk mengganggumu. Hahaha…
Aaahh… Satu lagi… Aku tidak akan pernah menyesali apa yang sudah kulakukan. Bagiku, memberikan mataku untuk Krystal adalah suatu kebahagiaan. Karena kau tau?? Dengan begitu, aku bisa menatapmu dengan penuh cinta.
Sudah dulu ya, Oppa… Sampaikan salamku pada Krystal. Jaga baik-baik Krystal untukku. Jika rindu padaku, tatap saja mata Krystal. Dalam dirinyalah kini aku hidup…
Annyeong, Oppa… Karena aku sudah memberikan first kissku pada Sanghyun Oppa, maka kau kuberikan yang kedua. Hahaha… chu~

With Love,
Jiyeon

Aku menghapus air mata yang sedari tadi mengalir saat aku membaca surat yang Jiyeon berikan. Jiyeon… Sungguh mulia hatimu… Mianhe, karena aku tak bisa membalasnya…

————————-
Krystal kini sudah kembali bisa melihat. Aku bahagia melihatnya kembali ceria. Dan saat aku menatap matanya, rasanya seperti aku melihat Jiyeon Ne… mata indah Jiyeon sekarang menjadi milik Krystal.
“Oppa…??” Krystal membuyarkan lamunanku.
“Ne??”
“Sampaikan rasa terima kasihku pada Joyeon. Aku berjanji akan menjaganya dengan baik.”
Aku tersenyum mendengar ucapan Krystal. Kudekap tubuhnya erat.
Gomawo, Jiyeon~aa… Pengorbananmu ini sangat berarti bagiku dan Krystal. Aku tak akan pernah melupakanmu. Kau banyak memberikanku pelajaran. Keberanian untuk menjalani hidup, dan keberanian untuk mencintai. Ne… Aku banyak belajar darimu. Karenamu aku mengerti kalau ternyata cinta bukan hanya sekedar memiliki. Tetapi… Love is sincerity…

…the end…

Kyuhyun, Nichkhun, dan Minho… Ketiga namja yang kini sama-sama telah mengerti arti cinta. So, I hope we too can have a love that is not just a word, pleasure, and selfish. But … the love that upholds the courage, togetherness, and sincerity.. Happy Valentine…

THE END


Annyeong, readers… Selesai nih… Gimana?? Suka enggak?? Yang udah baca, baik suka maupun enggak, wajib comment. Panjang-panjang comment nya gpp. Malahan author senenggg… hehe…
Tunggu kelanjutan ff 90 Boys dan ff yang lainnya ya…
O Iya, mian terlambat ngucapin… “Happy Valentine…”
Annyeong… chu~

Advertisements

40 responses to “[Special Valentine] Love is…??? (Part 2/End)

  1. huaaaaaaaaaa cerita jiyeon suskse buat ryni nangis,, T_T
    author,knpa cerita endingnya so sweet banget..? cerita nikhun juga baguss,,,,
    huaaa
    thanks author,sudah memberikan cerita yang bgitu indah..dan arti cinta yang bgitu dalam..
    dtunggu karya selanjutnya

  2. suka banget…apalagi yang partnya minho… yailah ini air mata uda kaya bendungan bocor. ngalir terus.. author tanggung jawab T.T
    ffnya daebak!!

  3. Annyeong, aku new reader.
    Ff-nya Kerennnnnn….
    Aku sampai ikut ngerasa klo cerita itu
    bener2-an ada.
    Kapn2 lanjut buat ff Ɣªήğ lain, Ɣªήğ ĝά̲̣̥ĸ
    Kalah seru δάƦî Ɣªήğ ini.
    Di tunggu ff-nya.
    chyeoyooo…. ‎​Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡

  4. waah….bgus nget
    ksian vic unnie…tp akir.nx happy ending bgus nget
    gomawo author..puas nget ma crita.nx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s