I’M NOT CINDERELLA I

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Lee / Cho Eunhye

Cho Kyuhyun

Support cast : Super Junior

Genre : Romance

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-13

Disclaimer : semua cerita hanya karangan gue, hanya imajinasi gue sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

POV : semua cerita gue ambil dari sudut pandang Eunhye

“Saat cinta memegang kendali, semua hal yang jelek dan busuk akan menjadi indah” Ocha Syamsuri

Baca dulu : Prolog

I’M NOT CINDERELLA

 

Jika dihitung mungkin sudah lima puluh kali aku mondar mandir dari ruang tamu ke depan teras, kulirik jam yang tergantung di dinding, beberapa menit lagi tepat pukul 12 malam tapi Cho Kyuhyun belum pulang juga. Aku khawatir dengannya, ia tidak memberi kabar apapun, aku tahu ia memang tidak pernah memberi kabar tapi tidak biasanya ia pulang telat seperti ini. Walaupun ia kerap kali bersikap sinis kepadaku tapi setidaknya ia masih suamiku, dan kurasa sebagai istrinya aku berhak mencemaskannya.

Baru saja aku mau kedepan lagi tiba-tiba saja pintu rumah terbuka dan kudapati Cho Kyuhyun memandangku dengan aneh.

“Kau menungguku lagi?” tanyanya sembari mengganti sepatunya dengan sandal rumah.

“Ani, aku ingin mencari udara segar diluar” aku berbohong tentu saja, tidak mungkin aku menjawabnya dengan jujur, mau ditaruh dimana mukaku?

“Keluar? Tengah malam begini?”

“Ne”

“Kau pembohong yang buruk nyonya Cho”

“Ne?”

Sial ! Semudah itu ia menyadarinya, apa aktingku tadi kurang meyakinkan.

“Sudahlah, aku mau tidur. Dan jangan pernah menungguku lagi. Itu hanya membebaniku saja” ia pun pergi kekamarnya setelah mengucapkan kata-kata itu, ia tidak tau sepatah kata darinya bisa membuatku hancur berkeping-keping.

***
“Ya lihatlah, wanita menyebalkan itu masih berani juga datang kesekolah ini”

“Tentu saja, ia kan tak punya muka”

“Hahahaha, kau benar sekali”

“Kau tau, katanya ia menawarkan tubuhnya ke Kyuhyun oppa makanya ia bisa menikah dengan Kyuhyun oppa. Dasar wanita murahan”

Aku menundukkan kepalaku, berjalan tanpa berani menatap mereka, aku hanya berharap hari ini aku dapat menjalaninya dengan baik dan tanpa terluka. Miris sekali nasibku..

***

Sepulang sekolah tadi aku di telepon manager Super Junior, ia menyuruhku untuk datang ke dorm Super Junior. Entah kenapa, aku juga tak berani banyak tanya.

Ngomong-ngomong soal Super Junior, suamiku itu adalah maknaenya Super Junior, ia dan grupnya sangat terkenal di Asia bahkan hampir diseluruh dunia. Hebatnya hampir 80% murid disekolahku adalah sparKYU, makanya tak heran jika mereka tampak sangat membenciku. Bagi mereka Kyuhyun adalah milik para sparKYU, tidak ada satu wanita pun yang boleh memilikinya, termasuk aku.

Jangankan menikah, jika Cho Kyuhyun dekat saja dengan seorang yeoja pasti mereka langsung menghina habis-habisan yeoja itu. Makanya aku tak heran jika mereka bersikap menjauhiku, memusuhiku bahkan kerap kali menyiksaku jika mereka melihat aku makin dekat dengan Kyuhyun. Bagiku itu tidak lah seberapa. Aku tahu kalian akan bilang aku bodoh karena aku terus diam diperlakukan seperti itu, tapi bagiku itu tidak ada artinya selama Cho Kyuhyun tidak pernah memperlakukanku secara buruk -dalam hal fisik- aku akan terus mempercayainya. Karena aku tahu ia bukanlah orang yang begitu.

***
Sudah satu jam sejak pemakaman berlangsung aku bersembunyi di salah satu sudut rumah yang aku yakin tidak ada satupun orang tahu, ini adalah tempat persembunyian favoriteku. Aku tak peduli jika semua orang kelabakan mencariku, yang kubutuhkan sekarang ini adalah ketenangan dan tempat untuk menangis.

“Kalau kau bersembunyi terus, kau tidak akan bisa keluar lagi.”

Aku mendongak untuk melihat siapa yang berbicara denganku. Walaupun mataku kabur karena dipenuhi airmata tapi aku bisa dengan jelas melihat wajahnya, terutama tatapan matanya.

Segera kupalingkan wajahku menghindari tatapannya yang menurutku sangat menusuk.

Yang tadinya ia berjongkok didepanku kini beralih duduk disampingku.

“Bersembunyi tidak akan membuatmu dapat menyelesaikan permasalahan. Apa kau takut semua orang bertanya tentang perasaanmu? Cihh, miris rasanya merasakan sakit sendiri, yang ada kau malah semakin sakit jika kau mencoba memendam sakitmu itu sendiri.”

“Tau apa kau? Pergi dari sini. Aku tak butuh belas kasihanmu!”

Ia mendesis pelan serta menghela nafasnya dalam, “Aku tidak tau rasanya kehilangan kedua orang tuaku, tapi aku tau rasanya di tinggal oleh orang yang kita cintai, merasa sakit karena kehilangan.”

“Pergilah, aku tak butuh nasihatmu. Kau tidak tau apa-apa tentang perasaanku.”

Kutundukkan wajahku menutupi agar ia tidak melihatku menangis. Aku tak mungkin menangis dihadapan orang asing.

“Hei kau menangis? Coba lihat aku.”

Aku tak menanggapi ucapannya.

“Coba lihat aku sebentar.”

Ia menarik bahuku -nyaris memaksa lebih tepatnya- agar bisa menghadap kehadapannya.

“Aku tidak tau apakah ini benar atau tidak, kata orang-orang aku punya senyuman yang bisa menenangkan, dan spesial untukmu aku akan tersenyum yang sangat manis.”

Ia pun menarik bibirnya membuat sebuah senyuman. Ia amat tampan dengan senyumannya itu. Karena senyuman itu, mau tak mau membuatku tersenyum juga dan akhirnya terkekeh pelan. Kuakui ia memiliki senyuman yang menular serta tatapan yang membuat badan dan pikiranku membeku.

“Hei kau tersenyum.” serunya saat melihatku ikutan tersenyum, “Aigoo~ ternyata senyumanku ini bisa digunakan sebagai obat depresi buat orang-orang sepertimu.”

“Ya~ apa kau pikir aku ini sedepresi itu?”

“Yah kurang lebih begitu, jika ditilik dari tampangmu yang begitu kusut.”

“Aishh~ kau ini.”

Mau tidak mau aku tertawa mendengar ucapannya.

“Tetaplah tersenyum dan tertawa seperti ini, jangan pernah menangis lagi, itu membuatku sakit.” Ia berbisik tepat didepan ditelingaku.

Jika dibilang aku baik-baik saja setelah mendengar ucapannya itu bohong besar, yang ada aku membeku. Membuatnya sakit? Aigoo~ Cho Kyuhyun, kau mau membekukan badanku karena ucapanmu hah?

Hanya sesederhana itu aku mencintainya, hanya perlu waktu sebentar bagiku untuk memberikan semua cintaku untunknya. Cinta itu membutakan semuanya.

***

Dua hari setelah pemakaman kedua orang tuaku, pengacara keluargaku membacakan sebuah surat yang berisi tentang perjodohanku dengan putra bungsu dari keluarga Cho, keluarga itu adalah sahabat keluargaku.

Awalnya tentu aku tidak mau, aku masih sangat muda dan aku baru saja kehilangan orang tuaku. Dan lagi aku tidak mengenal namja itu. Tapi sesaat setelah pengacara menunjukkan namja yang akan di jodohkan denganku, aku langsung mengiyakan tanpa menolak. Lagi-lagi cinta yang memegang kendali.

Begitulah. Aku bisa menikah dengannya karena dijodohkan. Keputusan yang cukup bodoh jika ditilik dari kacamata orang normal. Pernikahanku Nightmare? Mungkin saja. Akan tetapi aku berani bersumpah apapun kalau aku tidak menyesal menikah dengannya, setidaknya aku menikah dengan orang yang sangat kucintai melebihi jumlah udara yang kuhirup setiap hari.

***

Ia tampak terkejut saat melihatku sudah berdiri manis didepan dorm mereka tapi sejurus kemudian raut wajahnya berubah dingin lagi.

“Siapa yang mengundangmu kemari?”

“Manager oppa, Kyuhyun-ssi”

“Ahh rupanya kau sudah datang Eunhye-ah, ayo masuk” kata seseorang dari dalam dorm, manager oppa.

Aku menatap Kyuhyun dengan ragu.

“Masuklah” katanya dingin, ia berjalan duluan dan aku mengikutinya dari belakang.

“Eunhye-ah, kau datang” Eunhyuk oppa melambaikan tangannya, sesopan mungkin aku menganggukkan kepalaku.

“Apa Eunhye-ah datang kemari?” tiba-tiba Leeteuk oppa nongol dari dalam kamar, ketika ia melihatku ia langsung tersenyum dan mengedipkan matanya. OMO, dimana lem jantung?

“Wooki-ah Eunhye sudah datang”

Leeteuk oppa mengetuk kamar Ryeowook oppa dan tak ama kemudian Ryeowook oppa keluar dengan memakai masker. Ia mengajakku kedapurnya, aku hanya menurutinya tanpa banyak bertanya.

“Kenapa oppa mengajakku kemari?”

“Eunhye-ah aku sedang flu jadi aku tidak bisa memasak buat member lainnya. Aku tidak mungkin memesankan makanan dari luar karena kau tau sendirilah kualitasnya bagaimana, aku tak mau member lainnya ikutan sakit. Mereka itu super sibuk, kalau tidak ada aku siapa lagi yang akan mengurusi apa yang mereka makan. Makanya aku menyuruh manajer hyung menelponmu”

“Kenapa tidak oppa sendiri yang menelponku? Aku kira ada hal penting apa sampai manajer oppa menelponku”

“Ya apa kau kira aku mau? Maknae iblis itu melarang kami semua berdekatan denganmu, tingkat pencemburunya benar-benar menakutkan. Bahkan ia menghapus nomormu dari handphone kami. Ckck~ sudahlah. Ngomong-ngomong apa kau mau membantuku memasak?” tanyanya dengan nada penuh pengharapan.

“Tentu saja oppa”

“Aigoo~ kau manis sekali” ujar Ryeowook oppa lalu mencubit pipiku pelan.

“Ya Kyuhyun-ah kenapa kau mengambil kunci mobilku? Kau mau kemana?” teriak Eunhyuk oppa tiba-tiba dari ruang tamu.

Aku melirik ke ruang tamu, mencari tahu apa yang terjadi.

“Aku pinjam sebentar Hyuk-ah, aku ada janji dengan Victoria” jawab Kyuhyun lalu menghilang dari balik pintu tanpa menghiraukan protes dari sang pemilik mobil.

“Ya Kyuhyun-ah! Aishh anak itu benar-benar.”

Victoria? Aku baru tahu kalau Kyuhyun dekat dengannya. Tapi dekatnya dikategorikan seperti apa?

“Eunhye-ah ayo kita mulai masak.” suara Ryeowook oppa membangunkanku dari lamunanku.

“Ne oppa”

Walaupun aku sibuk membantu Ryeowook oppa menyiapkan makanan untuk 12 orang tapi pikiranku hanya tertuju pada satu hal, apa hubungan Kyuhyun dengan Victoria?

***
“Uwahhhhh” ujar ke 11 member serempak saat melihat semua makanan yang tersusun rapi di atas meja.

Aku dan Ryeowook  oppa memang memasak banyak makanan. Ada ayam goreng tepung, samgyetang, kimchi, samgyupsal, dll. Aku terkekeh saat melihat air liur Shindong oppa sudah menetes, ia benar-benar kelaparan.

“Eunhye-ah apa ini sudah boleh dimakan?” tanya Shindong oppa tanpa melepaskan pandangannya dari makanan. Dasar!!

“Tentu boleh oppa”

Satu kata dariku tadi langsung membuat seisi dorm langsung ricuh, mereka berebutan makanan seperti anak kecil saja. Apalagi Shindong oppa dan Eunhyuk oppa, mereka rebutan ayam yang memang cuma tinggal satu potong tapi dengan cepat diambil oleh Heechul oppa. Mereka tidak bisa protes, Heechul oppa itu menyeramkan jika ia marah.

“Oppadeul, aku pulang duluan ya”

Sekarang pukul 8 malam, sudah terlalu malam untuk ukuran pelajar seperti diriku. Tadi aku mau pulang cepat, tapi ditahan oleh mereka.

“Ne” jawab mereka serentak tanpa melepaskan pandangannya dari televisi. Mereka sedang menonton drama Secret Garden.  Wastaga, lucu sekali mereka.

“Tunggu Eunhye-ah, aku antarkan kau pulang” ujar Donghae oppa.

“Jangan oppa, nanti merepotkanmu”

“Biarkan Donghae yang mengantarmu Eunhye-ah” kata Eunhyuk oppa.

“Benar, apalagi ini sudah malam.” sahut Leeteuk oppa.

“Bukan begitu oppadeul, masalahnya adalah Donghae oppa mau mengantarku pakai apa? Dia kan tidak bisa menyetir.”

“Aishh iya juga. Donghae-ya, kenapa kau bodoh sekali dalam menyetir?” ujar Eunhyuk oppa yang langsung di sambut dengan jitakan dari Donghae oppa.

“Biar aku saja yang mengantarnya” kata Sungmin oppa. Ia mendekatiku setelah mengambil kunci mobilnya yang berada didalam kamarnya.

“Kajja”

“Oppadeul, aku pulang dulu ya” aku menundukkan badanku seraya pamit.

“Tunggu, aku ikut juga” seru Donghae oppa.

***
Sepanjang jalan menuju kerumahku, Sungmin oppa dan Donghae oppa tidak berhenti membicarakan keevilan sang maknae -___- mereka bilang kalau didorm itu sang maknaelah yang berkuasa, mereka cuma nurut saja. Namun jika sang maknae evil itu sudah bertingkah kelewat batas, mereka langsung menyalahkan Yesung oppa. Karena berkat perkataan Yesung oppa yang bilang kalau mereka (para hyung) tidak akan marah lagi jika dia menjahili mereka asal Kyuhyun bangun dari komanya, kelakuan sang maknae makin menjadi, tak ada yang bisa memarahinya, termasuk sang Leader.

Aku tak terlalu terkejut dengan kelakuannya, dirumah pun dia seperti itu. Bedanya ia amat dingin kepadaku, seakan aku ini suatu benda menjijikkan yang harus ia jauhi.

***
“Gomawo oppa. Hati-hati dijalan”

“Sering-sering masak buat kami ya. Ya Donghae-ya, kenapa kau memukul kepalaku?” Sungmin oppa mengusap kepalanya sementara Donghae oppa cuma cengar cengir.

“Eunhye-ah jaga dirimu baik-baik ya”

Baru saja aku mau bertanya apa maksudnya, mereka sudah kabur dengan mobilnya. ANEH.

***

“Kenapa kau baru pulang? Apa kau tidak lihat kalau sekarang sudah jam 8 malam?” serunya saat aku baru saja masuk kedalam rumah. Sial, rupanya ini maksud mereka tadi.

“Mianhae, tapi oppadeul tadi mengajakku main dulu di dorm”

“Kenapa kau mau memasakkan buat mereka?”

“Ryeowook oppa lagi sakit, ia butuh bantuanku. Lagian kasihan lihat oppadeul jika terus makan diluar yang tidak tahu kualitasnya. Aku hanya kasihan lihat mereka Kyuhyun-ssi”

“Ahh, ne. Kau memang perhatian, bahkan sok perhatian. Semua orang kau perhatikan tapi suamimu sendiri tak pernah kau perhatikan. Apa kau tidak tahu jika aku belum makan dari tadi?” serunya.

“Kau belum makan Kyuhyun-ssi?” tanyaku pelan.

“Kau bertanya seperti itu karena sudah aku bilang kan? kau hanya akan perhatian kepadaku jika aku protes. Iya kan Cho Eunhye?”

“Kau salah paham Kyuhyun-ssi. Bukan maksudku..”

“Sudahlah, aku lelah denganmu” ia masuk kedalam kamar sambil membanting pintunya dengan kasar.

Belum sempat aku mengatur jantungku yang terkejut, ia keluar kamar lagi dengan pakaian yang rapi sambil menelpon seseorang.

“Ne Victoria aku akan menghampirimu. Ani, aku akan tiba lebih cepat dari perkiraanmu. Haha, kau cerewet sekali Song-chien.” ia mematikan ponselnya. Ia berbalik dan menatapku tajam.

“Jangan menungguku pulang, aku tak mau melihatmu tertidur diruang tamu lagi hanya karena menungguku. Kau hanya membebaniku saja jika kau menungguku.” ujarnya sinis dan hilang dibalik pintu yang sebelumnya telah dibanting dengan keras.

Kuperosotkan badanku kelantai, aku tak lagi menahan mulutku agar tangisanku tidak didengar oleh orang lain.

Jadi, aku hanya membebanimu ya? Aku mencoba berusaha agar menjadi istri yang bisa membanggakan, tapi didalam hatimu aku hanya beban. Cho Kyuhyun, tidak tahu kah kau jika aku sangat mencintaimu melebihi jumlah udara yang kuhirup setiap hari?

***
“Yeah, cinderella kesiangan akhirnya datang juga.”

“Sang cinderella bodoh yang tidak tahu jika pangerannya memiliki kekasih yang lain.”

Mereka pun tertawa mengejek.

AKU BUKAN CINDERELLA!! AKU BUKAN CINDERELLA!!

Aku benci ungkapan itu!!

Aku menutup telingaku rapat-rapat, aku tidak boleh menangis lagi. Apapun alasannya.
Apa kau pernah merasakan jantungmu seakan tertusuk seribu jarum? Apa kau pernah merasakan ada yang menginjak jantungmu? Aku pernah, sekarang pun begitu. Sebuah foto yang tanpa ditanya pun orang pasti sudah dapat menebak jika lelaki yang sedang berpelukan didalam foto ini adalah Cho Kyuhyun, suamiku.

Dengan tangan bergetar dan nafas tertahan aku menyimpan foto itu kedalam tasku. Aku tidak tahu darimana asalnya foto itu, yang kupikirkan saat ini bagaimana jika foto itu tersebar ke media? Pasti Cho Kyuhyun akan mendapatkan skandal, dan tentunya itu akan mengganggu pekerjaannya. Aku tidak mau ia mengalami kesusahan. Jika ia susah, bagaimana cara bernafas pun aku tiba-tiba lupa.

TBC …

maaf kalau ceritanya jelek, ini baru kemarin aku buat setelah beberapa kali mengalami perombakan besar-besaran. Dan maaf banget kalau ceritanya amat jelek T.T

maaf kalau lama banget. kemarin aku liburan *readers: gak nanya* dan sepulangnya aku sibuk makanya gak sempet nulis. maaf yak kalau ceritanya sangat mengecewakan kalian T.T

sorry for typo dan salah pengetikan kata. hehehe

komen sedikit = lanjutan lama

Advertisements

146 responses to “I’M NOT CINDERELLA I

  1. Kasian Eunhye selalu di caci maki nyesek banget..kyuhyun sikapmu membingungkan..kyu cemburu dan ingin diperhatikan tpi sikapnya dingin dan acuh…trus ada hubungan apa antara victoria…

  2. Ff lama 🙂 jadi bahasan dalam cerita nya pun sama . Kangen banget disaat pertama aku baca setiap artikel Kyuhyun evil , Donghae gak bisa nyetir dan lainnya . Bagus !

  3. Pingback: Penulis FF Favorit | Just Miss Aru·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s