The Last Wish & Gift

Cast:

Lee Sochi as Herself

Yong Junhyung as Himself

And some cameo: Dujun / Sohee (not WG’s Sohee! LOL) / Seungmi (Ling) / Hyein (Mintji)

Genre: Romance & Horror

Length: [One Shoot] 2.926 words

Rating: 16 (maybe -_-)

Blurps:

Tumben2nya seorang Sochi bisa bikin FF one shoot gini T^T *nangis terharu sambil kupas bawang merah*

Benarnya,ini FF based on my dream -_- ceritanya gara2 ngakak ngetawain ampe jumpalitan ngeliat poto Junhyung yg tak bermodal ABS itu tuh..eh malamnya dimimpiin serem begini,walo nih FF agak menyimpang dari mimpi ku sih hehehe,well..selamat membaca aja deh 😀 *lg malas cuap2 –> lah ini bukan cuap2? #piaaakkk*

————————————————-

“12, 13, 14..ah! 3 hari lagi valentine…” kata Sochi sambil menerawang melihat ke arah langit,yang tentu saja saat itu langit sedang mendung semendung2nya,tapi berhubung dia sedang jalan bersama orang yang paling dia cintai bernama Yong Junhyung,maka langit segelap apapun itu bagaikan langit di pagi hari yang cerah secerah2nya. Junhyung menghentikan langkahnya begitu juga dengan Sochi, “Jangan harap kau kubelikan yang tidak-tidak sebagai hadiah valentine.”

“Ya! Yong Junhyung! Valentine ini adalah tahun ke 3 kita jadian,tapi tetap ga ada hadiah?” Sochi pun melepas genggaman tangannya yang sedaritadi melingkar di lengan Junhyung dan berkomat kamit kecil ga jelas.

Sochi jalan lebih cepat dan membiarkan Junhyung mengikutinya di belakang,sepanjang perjalanan dia mengunyah topokki dengan tampang super kusam.

“Kenapa tiba2 berhenti?” tanya Junhyung singkat padat dan jelas.
“Ani…” jawab Sochi pelan,sambil menghela nafas pelan dan dengan berat hati dia berjalan lagi meninggalkan estalase sebuah toko mainan dengan icon teddy bear warna putih yang sangat sangat besar.

Dan malam itu pun Sochi lewati dengan hasil yang nihil…

—————————————–

Di lobby sebuah KTV keluarga …

“Sochi2,pacar mu nunggu kamu tuh daritadi di depan,sana gih urusin dulu,ntar masuk angin pula dia,kekeke, kasir nya biar aku yang jaga sebentar” kata seorang rekan kerja merangkup sahabat Sochi bernama Sohee.
“Hehehe,gomaweoyo Sohee ah~” balas Sochi menerima tawaran Sohee dan dia pun segera meluncur keluar gedung tempat dimana dia bekerja.

“Kenapa datangnya cepat sekali?” tanya Sochi begitu dia melihat Junhyung yang menggigil sedang menunggunya di area parkiran sepeda motor. Mendengar suara yang sudah sangat dikenalnya,Junhyung pun menoleh ke arah Sochi dan merogoh kantong di jaket tebalnya, “Nih…” Junhyung memberikan sebuah amplop pada Sochi.

“..Ige mwo?” tanya Sochi pelan.
“Ermm…biasa,iuran les melukis mu..” jawab Junhyung singkat,yap..Sochi adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh keluarga super pas2an beranggotakan 8 orang,dia mencintai seni lukis,dan bercita2 untuk menjadi pelukis terkenal,namun karena untuk biaya sehari2nya saja sudah sangat pas2an,cita2 itu pun dipendam begitu saja, dan Junhyung tau betul masalah ini,maka semenjak Junhyung mendapatkan pekerjaan beberapa bulan lalu, dia berjanji akan membantu Sochi menggapai cita2nya.

“Kok,cepat sekali? Eyyy..apa kau gajian lebih cepat? Atau kau mendapatkan bonus?” Sochi kembali bertanya macam2. “Ermm.. aku ada tugas ke Jepang selama 1 bulan lebih, jadi biaya les mu aku kasih lebih cepat.” Junhyung memberikan penjelasan,sebuah penjelasan yang sempat membuat Sochi shock,bukannya apa2,Sochi belum pernah ditinggal selama itu.

“Kapan?” lagi2 Sochi bertanya.
“Besok,uhmm..malam ini kita jalan2 yuk,kebetulan aku dapat pinjaman mobil dari manager nim, sekalian aku lagi pengen makan bulgogi nih” ajak Junhyung,dan kemudian ajakan itu disepakati oleh Sochi,mereka janjian akan menghabiskan malam itu setelah Sochi pulang kerja.

—————————————–

“Woohooooo!! Gila!! Udah lama ga naik mobil,hahahaha,biasanya kan kau ngajak aku kencan modal jalan kaki!!” ledek Sochi ke Junhyung saat mereka menikmati kencan malam itu di dalam mobil pinjaman.

“Apa kau mau kita berhenti di sini dan jalan kaki lagi?” balas Junhyung yang lumayan merasa tersindir. “Aigoo Aigoo!! Uri Junhyungie neomuuu meotcyeo~” rayu Sochi sambil mencubit2 pipi Junhyung,yah..daripada dia harus kembali berjalan kaki,begitu yang ada dipikirannya saat itu.

Perjalanan mereka pun dimulai dari makan dipinggir jalan, ke taman kota, dan akhirnya ke pantai.

“Pulang yuk,udah jam 3 subuh nih,aku harus berangkat jam 10 pagi,takut nanti mengantuk..” Junhyung mengajak Sochi pulang dari pantai,padahal saat itu Sochi hampir saja terlelap di baju Junhyung. “He?..pulang?..ne…” jawab Sochi sambil mengantuk.

Mereka kembali ke mobil, Junhyung kembali menyetir dan Sochi kembali tertidur pulas, perjalanan dari pantai ke rumah Sochi memakan waktu kurang lebih 45 menit, perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan.

CKIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT BRAAAAAAAAAAAAAAGH

Breaking News:
Seorang pengemudi trailer dalam keadaan mabuk berat menabrak sebuah mobil dan sebuah sepeda motor di kawasan Changnam,terdapat 6 korban dalam kasus tabrakan ini , 4 orang dinyatakan meninggal dunia ditempat,dan 2 orang selamat….

—————————————–

Piiiip…Piiiiiip…Piiipppp…..

“Sochi ah~ Sochi?” Junhyung memanggil2 nama pacarnya yang sedang koma di rumah sakit,perlahan2 suara milik Junhyung diterima oleh Sochi,dan secara perlahan2 dia membuka mata nya.

“Arrgh..appeo, Junhyung? Neo gwaenchana?!” begitu sadar Sochi berusaha bangun dan bukannya mengkhawatirkan keadaannya,dia malah mengkhawatirkan orang yg terlihat lebih sehat di depannya.Junhyung tersenyum lega,”Na..gwaenchana.”

Sochi kembali menghempaskan tubuhnya pelan2 ke tempat tidur,”Apa yang terjadi? Aku hanya ingat kita tertabrak,dan itu saja…”.“Ada pengemudi mabuk yang merengut..” jawab Junhyung terpotong,dan itu membuat Sochi mengeryentikan keningnya,“Merengut? Merengut nyawa? Selain kita, ada yang meninggal? Bagaimana dengan si supir sialan itu?”.”Dia meninggal,Cuma 2 orang yang selamat dalam kecelakaan ini..” Junhyung menjawab pertanyaan2 Sochi. ”Ooh geurae..syukurlah kita selamat.” Kata Sochi menutupi percakapan itu.

“Aku menemukannya!!” terdengar suara orang berteriak,dan tidak lama kemudian seperti ada segerombolan orang datang ke arah kamar tersebut.

“Sochi! Dengar,Kita harus segera keluar dari rumah sakit ini, di sini bahaya, rumah sakit ini ada yang tidak beres,kau harus ikut denganku…” Junhyung berusaha membangunkan Sochi yang hampir saja terlelap lagi.”Wae? kepala ku masih sedikit sakit Junhyung ah~”kata Sochi,walau dia ga setuju untuk lari dalam keadaan masih lemah,tapi dia harus,karena dia melihat betapa panic nya muka Junhyung saat itu.

Untungnya,kamar letak Sochi dirawat inap hanya di lantai 2,maka kedua pasangan itu dapat keluar melewati jendela,dan Huup!! Mereka pun sampai ke lantai dasar, dan saling menggenggam tangan dan berlarian.

“Hosh..Hosh…sudah jam brapa ini?” tanya Sochi begitu mereka menemukan tempat persembunyian.Junhyung merogoh kantong celana jeans nya dan mengeluarkan HP miliknya.”Junhyungie? jam berapa? Kenapa kau tidak jawab padahal dah lihat hp?” tanya Sochi kemudian dia langsung merebut HP tersebut,dan dia terkejut seketika,HP tersebut menunjukan pukul 03.15 AM dan di sana terdapat photo saat kecelakaan terjadi,mau berapa kali pun ditekan tombol menu nya,tetap saja gambar tersebut muncul,dan jam nya tidak berubah.”HP ku rusak sepertinya..” kata Junhyung sambil merebut kembali HP milikknya.

“Junhyung ah~ aku haus..haus sekali…” Setelah berlarian panjang,Sochi mulai merasa dehidrasi tingkat tinggi menyerangnya. “Sabar yah,kamu duduk di sini,aku carikan minuman..” setelah berkata demikian Junhyung pergi untuk mencari toko yang menjual minuman,namun susah sekali mendapatkan toko malam itu,ntah kenapa malam itu terasa sangat sangat dan sangat…sepi.

Syiuuung…Syiung….angin malam bertiup sangat kencang, Sochi yang keadaan tubuhnya masih belum pulih benar makin terpuruk karna angin malam tersebut.

“Hancurkan gedung itu!! Hancurkan!!! Kita tidak butuh gedung yang merusak tanah leluhur kita!!” tiba2 ntah darimana datangnya,banyak sekali demonstran berkumpul ditempat Sochi berlindung.”A~a~apa yang terjadi,kenapa tiba2 banyak sekali orang berkumpul di sini? Kalian sedang demo apa?” Sochi yang sedang kebingungan bertanya pada salah seorang demonstran di sana.”Kau lihat gedung rumah sakit mewah itu? Mereka membangun gedung itu di atas kuburan leluhur2 kita!! Ini tidak bisa dibiarkan,mentang2 pemerintah kaya mereka semena2 pada rakyat miskin seperti kami2 ini!!” sang demonstran menjelaskannya pada Sochi,tapi ntah karena otak Sochi yang terbentur keras atau karna memang aneh,dia masih sulit percaya dengan apa yang dilihatnya,semakin lama dia semakin menyadari,tempat dia sedaritadi berdiam diri itu terlihat sedikit kuno dan agak lain.

Aksi demo pun tetap berlanjut panjang,Sochi yang ketakutan kembali ke tempat di mana dia bersembunyi sambil menunggu Junhyung,semakin lama Sochi semakin tidak tahan,teriakan2 demonstran itu berbeda2,bukan hanya kasus masalah gedung rumah sakit,tetapi masih adalagi kasus lainnya,seperti antar suku dan sebagainya,ada juga orang yang terlihat seperti gangster menyerbu gangster lainnya,pokoknya suasananya sangat kacau.

Praaaaaaaaaaaank…. Sebuah botol kaca melayang dekat dinding di mana Sochi sedang duduk dan gemetaran,tiba2 seorang demonstran datang menghampirinya dan menyuruhnya pergi dari situ,karena ketakutan,Sochi pun berlarian dan mencari Junhyung.

Sochi sudah mulai pasrah,dehidrasi nya masih belum pulih,kini dia harus berlarian ke sana kemari lagi,bahkan dia sudah tidak sanggup untuk memanggil nama Junhyung lagi.

“Sochi!!” teriak Junhyung dari kejauhan,begitu mendengar namanya dipanggil Sochi langsung menoleh ke arah suara tersebut dan lari menghampiri Junhyung.”Mian aku lama,susah sekali mencari air,aku harus kembali ke rumah sakit untuk menculik air minum di sana,ini…” Junhyung menyodorkan segelas air minum yang tidak lagi penuh.

“Sudah? Kamu harus tahan ya,kita harus lari lagi,di sini juga tidak aman…” kata Junhyung sambil memegang pipi Sochi dengan kedua tangannya,tidak lupa dia memeluk Sochi sebentar.

“Ah!! Junhyung..dompet ku ketinggalan di rumah sakit..bisa kita ke sana sebentar? Aku akan menjaga di bawah dan kamu manjat buat mengambilnya..” tiba2 Sochi menyadari bahwa sedaritadi dia tidak membawa dompetnya.”Itu..kapan2 kita beli dompet yang baru saja ya..” rayu Junhyung,karena dia merasa sangat malas harus kembali ke tempat yang tidak aman itu. Sochi terlihat sangat sedih,dia bahkan hampir saja menangis, ”Gak bisa,bukan dompet itu yg berharga,maupun uangnya,tapi di sana ada selembar poto kedua orang tua ku,hanya itu yang ku punya,Junhyung mian,kalau kamu keberatan,kamu tunggu di sini saja,biar aku yg ambil.”

“Geurae..kita kembali.” Kata Junhyung yang tidak tahan juga melihat air mata Sochi,kemudian mereka berlarian melewati banyak sekali demonstran yang masih ber demo di sekitar situ,tangan mereka saling menggenggam erat,bahkan Sochi kadang merasa kesakitan,genggaman tangan Junhyung agak beda dari biasanya.

Sesampainya di rumah sakit…

“Aku melihatnya lagi!!” teriak salah seorang yang sedaritadi mengejar Junhyung,Sochi melihat orang itu,sungguh aneh penampilan orang tersebut,dia berpakaian sangat kuno dan tampangnya terlihat sangat menyeramkan.”Lariii!!” teriak Junhyung,dan Sochi lagi2 mengikuti kata Junhyung.”Siapa sih mereka? Kok mau ngejar kamu terus?? Terus apa yang dilakukan security dan orang2 di sini? Kenapa mereka semua ga menolong kita?” otak Sochi kembali dikerumini oleh banyak pertanyaan.”Dengar Sochi,aku ga bisa menjelaskannya sekarang,kalau kamu memang masih sayang sama aku,ikuti aja terus aku,jangan banyak bertanya lagi..” kata Junhyung menegaskan,dan kemudian Sochi berteriak sedikit karena genggaman tangan Junhyung makin kuat,dan itu membuat tangan nya terasa sakit.

Tubuh Sochi semakin melemah,orang2 yang mengejar2 Junhyung semakin banyak,maka perjalanan mereka di rumah sakit kali ini tidak semulus perjalanan Junhyung saat kembali untuk mengambil air minum.

Ditangga darutat rumah sakit …

“Junhyung ah~ lepaskan aku!” kata Sochi agak kasar,kesabarannya sudah diambang batas,”Sekarang jelaskan padaku semua nya!! Kenapa banyak sekali kejadian aneh di sini?!! Apa yang sudah terjadi sih?!! Ah!! Kau mencuri? Uang yang kamu berikan ke aku buat biaya les lebih cepat,itu karena kamu mencuri? Dan ke Jepang? Itu alasan aja kan? kau ingin melarikan diri dan bersembunyi ke sana sebentar kan?! kau ga perlu sebegitunya kalau memang sudah tidak sanggup membiayai ku!! Aku bisa kembalikan uang itu sekarang juga ke mereka, aku ga butuh!! Setelah itu kita bisa beristirahat tenang,ok?!”

Setelah terdiam beberapa saat,dan kembali tersadar,dia sudah mendapatkan dirinya sendirian,dia menangis….

“Kamu di sini…sudah saatnya kamu ikut dengan kami…jangan lagi lari atau berontak!!” kata salah seorang yang berpenampilan aneh dan bertampang aneh yang sedaritadi mengejarnya,dan Junhyung pun pasrah mengikuti mereka.

Beberapa saat kemudian setelah Junhyung pergi bersama orang2 tersebut…

“Junhyung!! Neo eodiga? Aku sudah kembali dengan membawa dompet dan uangnya, Junhyung ah~ eodiga?!!” Sochi kembali ke tangga darurat itu dan mencari2 Junhyung.

Karena tidak mendapatkan Junhyung di sana,maka Sochi berlarian lagi dan teriak2 memanggil nama Junhyung,setelah capek berlarian dan merasa kesal karena tidak ada seorang pun yang peduli padanya,Sochi akhirnya duduk di ruang tunggu dan melihat orang berlalu lalang.

“Jadi bagaimana dengan keadaan Sochi?” tanya seseorang di dekat pintu masuk yang tidak jauh dari ruang tunggu,mendengar percakapan itu,Sochi segera berdiri dan lari untuk bergabung,dan dia mendapatkan teman2 lamanya sedang berkumpul di sana.

“Hyein!! Apa kau lihat Junhyung?” tanya Sochi.“Neo!! Ngapain kamu di sini? Harusnya kamu kan istirahat di ruangan mu!! Aduh!!” bukannya menjawab Hyein malah ngomel2,dan tentu saja omelan itu tidak digubris oleh Sochi.

“Youngbae!! Kau tau dimana Junhyung?” sekali lagi Sochi bertanya pada salah seorang teman lelakinya.“Err…” Youngbae tidak menjawab Sochi,dia malah serba salah dan menggaruk2 kepalanya.

“Seungmi ah~ kamu melihat Junhyung?? Daritadi aku cariin ga ada,dia kemana sih?!” kali ini Sochi berpaling dan betanya pada temannya yang lain.”Sochi ah..kamu istirahat dulu aja ya..” balas Seungmi.

“Istirahat? Istirahat setelah aku menghabiskan waktu bersama Junhyung lari ke sana kemari lantaran dia menjadi buronan,kalian suruh aku istirahat? Mana mungkin bisa!!” kata Sochi kesal dan sedikit berteriak.

“Lari sama Junhyung? Kamu?” tanya Hyein dan tidak lupa dia membelalakan matanya yang emang dari sononya sudah besar.

“Yaaa,aku menghabiskan waktu dan seluruh tenaga ku demi pacar yang tidak berguna itu,sedaritadi kami sudah seperti main film action,lari sana sini,duh…susah jelasinnya sekarang..” kata Sochi lagi sambil mengibas2kan tangannya ke muka,dia mulai merasa kepanasan.

“Dengar…” kata Seungmi pelan.

“Aaah!! Sohee!!” teriak Hyein begitu melihat Sohee dari kejauhan dan memasang mimik wajah super khawatir,”Sohee,Sochi ada di sini!!” lanjut Hyein,kemudian dia melihat Seungmi dan berkata,”Biarkan sisa nya diurus sama Sohee aja ya? Sohee kan sahabatnya,pasti dia bisa lebih tenang dan sabar menjelaskan semuanya…”

Sohee pun datang dan langsung memeluk Sochi,dia menangis sesegukkan,kemudian dia membawa Sochi kembali ke ruangannya,sepanjang perjalanannya ke kamar rawat inap,Sochi bercerita panjang lebar tentang perjalanannya yang super melelahkan itu bersama Junhyung,walaupun lama kelamaan Sochi merasa kesal dengan Sohee,setiap cerita yang dia keluarkan tidak direspon sama sekali oleh Sohee.

Sesampainya di ruang rawat inap…

“Sochi,kamu baringan dulu aja yah..kamu butuh istirahat,apa kamu tidak capek daritadi berlarian ke sana kemari?” tanya Sohee sambil mengambilkan segelas air minum.

“Salahkan Junhyung kalau sampai aku harus berlarian terus,ntah kemana sekarang anak itu…hais,apa kau melihatnya?” Sochi nanya balik,sama seperti teman2 lainnya,Sohee menelan ludah dan susah sekali untuk memberitahu berita yang akan disampaikannya pada Sochi.

“Uhmm..dia ada kok,di ruangan lain,uhmmm..besok pagi aku akan membawa mu ke sana,sekarang,kamu maupun Junhyung harus berisitrahat dulu,ok?” bujuk Sohee,dan akhirnya Sochi dapat bernafas lega dan menuruti bujukan Sohee.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Seperti yang sudah dijanjikan Sohee, Sochi dibawa ke ruangan dimana Junhyung berada…

“Hmmp! Ige mwoya?! Sohee hari ini valentine bukan Halloween, kenapa kamu membawa ku ke ruangan ini?” Sochi merasa dikecohkan oleh sahabatnya sendiri,jelas saja dia merasa terkecoh dan mulai kesal,Sohee membawanya ke ruangan yang terlihat jelas di papan ruangan tersebut Kamar Mayat.

Sohee menundukkan kepalanya,dan mulai menangis..

Sochi yang sedaritadi melihat Sohee menangis akhirnya memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut,secara perlahan2 dia membuka pintu ruangan itu,dan masuk.

“Uri Sochi ah..kamu harus tabah yah…” kata Sohee disela2 isak tangisnya.

Sochi kembali melihat tajam ke arah Sohee,dan menelan ludahnya saat Sohee membuka kain putih yang menutupi mayat yg terbujur kaku di hadapan mereka.

“Huh..neo,jeongmal nappeun neom…” cuma itu kata2 yang keluar dari mulut Sochi begitu dia melihat mayat Junhyung yang sudah sangat pucat dan terbujur kaku di depannya.

Dan beberapa saat kemudian isak tangis dan teriakan yang memilukan pun menggelegar di ruangan tersebut..

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

2011, February 14

“Pasti..Junhyung di sana ingin melihat kamu senang di sini,jadi mulai sekarang,kamu harus tetap seperti Sochi yang dulu ya…” sama seperti hari2 sebelumnya,Sohee berusaha menenangkan dan member semangat kepada Sochi.

“Ani..dia bahkan ingin membawa ku pergi..” kata Sochi dengan tatapan menerawang.
“Ah..kamu ngomong apaan sih? Hahaha..ada2 saja kamu…” Sohee mulai kelabakan dengan kata2 aneh yang baru saja diucapkan oleh Sochi.

“Kamu ingat? Pas kamu cerita,saat aku baru mulai pulih dari kecelakaan,selama beberapa jam aku menghilang? Dan saat kamu mencari aku sesekali kamu bertemu dengan ku dan kamu melihat aku sedang lari kewalahan ke sana kemari?” tanya Sochi,dan Sohee pun mengangguk.”Waktu itu kamu bilang,aku berlarian ke sana kemari sendirian? Tanpa Junhyung?” pertanyaan kedua dari Sochi,dan ini kedua kali nya Sohee mengangguk tanda setuju,Sochi tersenyum kecil dan berkata,”Aku bersama Junhyung saat itu,dia menggenggam tanganku sangat kuat,bahkan sampai sekarang kadang2 aku masih merasa genggaman itu…”

“Uhmm..memang sih waktu kalian akan diangkat ke ambulance, menurut salah satu team medis, mayat Junhyung saat itu menggenggam erat tanganmu,kuat sekali,butuh waktu beberapa menit agar bisa terlepas dari genggamannya..” Sohee menceritakan sebuah info yang baru saja diingat2nya kembali.”Jinja?” tanya Sochi pelan dan dari sudut matanya keluar air mata sedikit.

Ding Dong….Ding Dong…..

“Ah? Siapa yah? Tumben ada tamu yang datang buat ngeliat kamu..kekeke” Sohee berusaha untuk bercanda demi Sochi.

“Annyeong..Dujun imnida” seorang pria berperawakan lumayan ganteng datang menjenguk Sochi.

“Aigooo,pacar mu baru saja terbang ntah kemana,sekarang datang seorang pria tampan bawa mobil dan membawakan sebuah teddy bear putih besar,ckckck beruntungnya nasibmu..” kata Sohee yang masih belum puas dengan ledekan pertamanya,Sochi hanya membalasnya dengan tatapan bengong.

“Aaah..Dujun sshi,ada perlu apa yah sampai kamu datang?” tanya Sochi begitu dia keluar kamar dan melihat Dujun sedang duduk di ruang tamu bersama teddy bear besarnya.

“Wow! Ada cowok seganteng ini lu ga kenalin ke gw ya!! Huks…” lagi2 Sohee menyindir2 Sochi.

“Haiss..Dujun,kenalkan ini Sohee,sahabatku yang paling ga bisa melihat cowok dengan tampang yang cakep, dan Sohee ini Dujun sshi,manager sekaligus sahabatnya Junhyung.” Sochi mulai cuap2 daripada dia harus ditagih2 penjelasan mulu sama si Sohee ntarnya.

“Hehehehe,ok2..aku mengerti,aku udah harus pergi,silahkan bahas apa yang mau kalian bahas sepuasnya,hehehe..aku ga menganggu..hehe dubidambidambidam….” Setelah ntah untuk berapa kalinya Sohee meledek,akhirnya dia pergi juga.

“Ada perlu apa yah?” tanya Sochi langsung gak pakai basa basi.

“Uhmm,ini hadiah valentine dari Junhyung…” Dujun menjawab pertanyaa Sochi sambil menyerahkan sebuah teddy bear besar berwarna putih,sama persis dengan teddy bear yang di idam2kan Sochi selama ini.

Sochi tidak membalas apapun,dia cuma melihat boneka itu dan menangis.

“Kalau saja aku tidak menyuruh Junhyung ke Jepang menemaniku,mungkin kalian tidak akan jalan2 malam itu,dan mungkin saja ini semua ga akan terjadi…” Dujun memulai percakapan,”Junhyung datang padaku beberapa hari lalu,dia ingin meminjam uang,katanya ingin membeli boneka besar ini untuk hadiah valentine sekaligus hadiah untuk hari jadi kalian,aku memberikannya tawaran,kalau saja dia bisa menemaniku ke Jepang untuk membantuku membereskan beberapa masalah di kantor pusat di sana,aku akan memberikannya uang tanpa harus mengembalikkan uang tersebut,dan bocah itu memintaku agar meminjamkannya mobil untuk berjalan2 dengan mu sebelum dia berangkat bersama ku ke Jepang..”

Mendengar semua penjelasan itu,Sochi tidak berkata apa2,dia hanya terus diam dan berusaha untuk berhenti menangis,walaupun itu sulit dia lakukan.

“Aku benar2 minta maaf,aku tidak tahu bakalan terjadi hal seperti ini,sebagai permintaan maafku,walaupun mungkin apapun yang kulakukan tidak bisa menebusnya,paling tidak…teddy bear ini dapat membuatmu maupun Junhyung sedikit saja,sedikit saja memaafkan aku…” Dujun kembali mengucapkan kata maaf,dan Sochi yang memang sudah dilahirkan dengan kesabaran dan rasa tegar yang cukup kuat,hanya bisa mengangguk pelan.

“Dujun sshi..gomaweoyo” kata Sochi dengan intonasi yang agak tertekan karna dia menahan air mata.Dujun yang merasa salah satu kewajibannya terlunasi,akhirnya berpamit diri dan Sochi mengantarnya sampai ke depan pintu.

Sochi kembali ke ruang tamu dan melihat boneka tersebut,kemudian dia duduk di sofa sambil memeluk boneka tersebut,”Gomaweoyo Junhyungie…”

Angin sepoi2 pun masuk dari jendela dengan Gordon putih yang memang sedaritadi dibuka oleh Sochi,dia menghampaskan tubuhnya ke sofa dan memeluk boneka teddy bear besar tersebut,dan di sana terdapat sosok Junhyung yang masih menggenggam tangan Sochi,dan membelai rambutnya pelan bersama 2 orang malaikat maut yang sedang mengabulkan permintaan terakhir Junhyung untuk bisa melihat Sochi sekali lagi.

♥ FIN ♥

Advertisements

19 responses to “The Last Wish & Gift

  1. kayaknya eonni tidur ngga nyenyak tuh, menurut guru ku orang yang bermimpi justru tidurnya ngga nyenyak..

    walaupun begitu…

    BANYAK-BANYAK MIMPI BIAR AKU BISA BACA FF MU YANG ANEH TAPI KEREN INI!!! 😀 << ini nyuruh orang biar tidurnya gg nyenyak kah? -____-

    • *ultra highkick* hyuuu .. Begitu ya, tp kek na bener sih,brbapa hr itu aku bubu na telat fufufufu thanks info na 😀

      Ooh ya ada ff ku yg laen loh,super dramatis tp tipe2 sedih bikin ngocor aer mata jg wkwkkkwwk, silahkan cr judulnya “thanks to remember me” xixixixixi
      Sent from my BlackBerry®
      powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s