My Dream is My Life, but You are My Soul 5 (last)

Tittle: My Dream is My Life, but You are My Soul 5 (last)

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

Cast:

♥ SHINee member

♥ Author as Choi Myung Ah

♥ Choi Hye Ri

Cameo:

♥ Lee Eun Hee

Genre: Frendly, Romance

SIDER KAGAK BOLEH MASUK!!!

MASUK = KOMENT

HAPPY READING READER 😀

Last part :), koment ya readers, please >/\<

♥♥♥

Hye Ri menangis tersedu-sedu sambil terus berlari hingga bruk tak sengaja dia menabrak seseorang dan Hye Ri serta orang yang ditabrakanya pun jatuh terduduk dilantai lorong kelas.

“jagi, kau tidak apa2?” ucap suara berat yang sangat dikenal Hye Ri. Hye Ri yang tadinya menundukpun mengangkat kepalanya dan menemukan Myung Ah tengah dibantu berdiri oleh Jonghyun sedangkan Key berjalan kearahnya.

“Hye Ri-a, kenapa kau menangis?” tanya Key sembari membantu Hye Ri berdiri. Mendengar itu Myung Ah yang tadinya masih merintih kesakitanpun kaget dan dengan bantuan Jonghyun, gadis itupun mendekati dongsaengnya.

“Hye Ri-a, kau kenapa?” tanya Myung Ah khawatir sembari menghapus air mata Hye Ri. Tapi Hye Ri tidak menjawab, gadis itu malah memeluk Myung Ah dan HUAAAAAAAAAAA menangis lebih keras lagi disana. Membuat Jinki, Jonghyun, Key dan Minho bingung.

“aigo Hye Ri-a, sebenarnya ada apa? Kau membuat unnie takut saengie” ucap Myung Ah yang kini mengelus puncak kepala Hye Ri, tapi tetap saja Hye Ri tidak mau membuka suaranya dan terus saja menangis.

“mungkin dia hanya ingin bicara jika kalian berdua saja” tebak Key. Myung Ah menatap Key sebentar lalu mengangguk.

“mungkin kau benar Kibumie, kalau begitu kalian duluan saja kekantinnya. Nanti aku dan Hye Ri-a menyusul” ucap Myung Ah yang diberi anggukan oleh ke4 namja tampan itu.

“nah, ayo kita keruang kesehatan”

+++

Jinki, Jonghyun, Key dan Minho sudah duduk dikursi berjejer yang ada disudut kantin tempat mereka biasa makan.

“mana Taeminie?” tanya Jinki sembari menelusuri seluruh isi kantin dari tempat duduknya. Tak lama mencari, sosok Taemin yang berlari kearah merekapun tampak.

“hah hah hah, mana Hye Ri-a?” tanya Taemin sembari menumpukan kedua tangannya diatas meja dan mengatur nafasnya yang terputus-putus karena harus berlari kesana kemari menjadi sosok yeoja manis bernama Choi Hye Ri tersebut.

“dia sedang bersama Myungie. Gadis itu menangis entah karena apa” ucap Jinki menjawab pertanyaan Taemin. Mendengar itu Taemin makin merasa bersalah dan kepalanya mulai menunduk didepan 4 namja yang lebih tua darinya itu.

“apa kau tau penyebabnya Taeminie?” tanya Minho serius. Taemin membeku, dia bahkan berhenti bernafas mendengar pertanyaan Minho.

“atau jangan2 Hye Ri-a menangis karena ulahmu?” ucap Key yang melihat gelagak mencurigakan Taemin. Taemin diam, namja tampan plus imut itu tampak mencari alasan yang tepat.

“Taeminie, ayo jawab pertanyaanku” desak Key.

“ne, dia menangis karena aku” jawab Taemin cepat sembari duduk didepan ke4 namja yang lebih tua darinya itu.

“memang apa yang kau lakukan padanya?” tanya Jonghyun bingung.

“tadi,,,tadi Hye Ri-a melihatku memeluk seorang yeoja. Dan tiba2 saja dia menangis hyung” terang Taemin sembari mengacak2 rambut jamurnya.

“ehhh? Kau memeluk yeoja? Nugu?” tanya Key dengan nada selidiknya lagi.

“errr, itu. Yeoja itu menyatakan cintanya padaku. Aku menolaknya dan dia minta aku memeluknya sebagai syarat penolakan” jelas Taemin yang membuat ke4 namja yang lebih tua darinya itu melongo.

“kau mendapat pernyataan cinta?” tanya Minho tak percaya, Taemin pun mengangguk.

“jangan2 seminggu ini kau selalu telat karena…”

“karena kau menerima pernyataan cinta?” tanya Key memotong kata2 Jinki dan Taemin kembali mengangguk. Mendengar itu, kembali ke4 namja itu melongo sembari menggeleng.

“tidak kusangka banyak juga yang menyukaimu Taeminie” ucap Minho sembari menggeleng, sedangkan Taemin tersenyum mendengarnya. Tapi tak lama senyum Taemin menghilang.

“jadi apa hyungdeul tau dimana Hye Ri-a?”

+++

“jadi itu yang membuatmu menangis begini?” tanya Myung Ah setelah Hye Ri selesai bercerita. Hye Ri pun mengangguk pelan sembari sesegukan.

“unnie, ottoke? Taeminie ternyata sudah punya yeojachingu. Lalu bagaimana dengan diriku?” tanya Hye Ri yang langsung membuat langkah mondar-mandir Myung Ah terhenti. Gadis berambut ikal sepinggang itupun menatap sedih kearah dongsaengnya. Dari awal juga dia sudah tau kalau Hye Ri menyukai bahkan sudah mencintai Taemin. Belum sempat Myung Ah membuka suara, getar ponsel disaku roknya pun membuat Myung Ah mengurungkannya sebentar. Ternyata ada pesan masuk dari Jonghyun yang menanyakan keberadaannya, dengan cepat jari2 Myung Ah menari dikeyboard ponselnya.

“hmm, Hye Ri-a, bagaimana kalau ternyata kau salah. Mungkin saja yeoja itu yang memaksa memeluk Taeminie” ucap Myung Ah sembari duduk disamping Hye Ri dan mengelus puncak kepalanya lembut. Tapi Hye Ri menggeleng.

“aniya unnie. Aku melihat Taeminielah yang memeluk yeoja itu. Hatiku sakit unnie, sakit” ucap Hye Ri sembari memegangi dada kirinya dan kembali gadis itu menangis. Melihat itu Myung Ah pun kembali memeluk dongsaengnya itu. Kreekkk, suara pintu ruang kesehatan dibuka, membuat Myung Ah menegakkan kepalanya dan mendapati dua orang namja disana.

“Hye Ri-a” panggil Taemin yang membuat tangis Hye Ri sontak terhenti. Gadis itu mengangkat kepalanya yang tadi bersembunyi dipundak Myung Ah dan menatap Taemin entah dengan tatapan apa.

“mwo? Kau mau apa kesini?” tanya Hye Ri ketus. Taemin menghela nafas, dia sudah tau kalau Hye Ri pasti marah, walau entah karena apa. Sementara itu Jonghyun tampak memberi isyarat pada Myung Ah agar keluar dari ruang kesehatan bersamanya. Perlahan, tangan Hye Ri yang tadinya melingkar dipinggang Myung Ah dilonggarkan oleh Myung Ah dan itu sontak membuat Hye Ri menatapnya bingung.

“bicaralah berdua dengan Taeminie, unnie pergi dulu” ucap Myung Ah yang kini berjalan kearah Jonghyun.

“tap,,,tapi unnie” ucap Hye Ri yang tampak ingin mengejar Myung Ah, tapi sayang jalannya langsung dihalangi oleh Taemin.

“kita harus bicara Hye Ri-a” ucap Taemin lembut.

“tidak ada yang perlu dibicarakan Taeminie. Aku tau kau sudah punya yeojachingu dan selama ini kau baik padaku hanya karena kita chingu. Aku tau dan aku sadar itu” ucap Hye Ri yang hendak keluar dari ruang kesehatan. Tapi dengan cepat tangan kanannya disambar oleh Taemin, tak hanya itu, Taemin juga menarik tangan Hye Ri hingga gadis itu terhuyung kebelakang dan akhirnya malah masuk kedalam pelukan Taemin.

“lepaskan aku, yeojachingumu bisa marah kalau dia melihat ini” ucap Hye Ri yang meronta didalam pelukan Taemin.

“aku tidak punya yeojachingu, yeoja itu bahkan aku tidak kenal” seru Taemin agak keras.

“lalu kenapa kau memeluknya?” tanya Hye Ri dingin sembari menetap kedua mata bening Taemin.

“aku memeluknya karena itu adalah syarat darinya sebagai penolakanku pada pernyataan cintanya. Apa sekarang kau sudah paham Hye Ri-a?” ucap Taemin yang membuat Hye Ri membatu. Melihat Hye Ri yang diam saja, tangan kanan Taeminpun mengarah mengapus sisa air mata gadis itu.

“mianhe membuatmu menangis begini” ucap Taemin lembut.

“yang aku cintai itu adalah kau Hye Ri-a” sambung Taemin sembari menatap kedua mata Hye Ri yang kini membulat kaget.

“ka,,,kau bilang apa?” tanya Hye Ri pelan.

“saranghae” ucap Taemin sembari tersenyum. Mendengar itu Hye Ri kembali menangis, membuat Taemin kaget.

“ya! Ya! Kenapa kau menangis lagi? apa aku salah?” tanya Taemin bingung sembari menghapus air mata Hye Ri. Hye Ri menggeleng lalu menyandarkan kepalanya didada Taemin sembari kedua tangannya melingkar dipinggang Taemin.

“aku terlalu senang makanya aku menangis. Na do Taeminie, na do saranghae” ucap Hye Ri yang membuat Taemin tersenyum dan memeluk erat tubuh Hye Ri.

Sementara itu diluar ruang kesehatan Myung Ah tampak senang karena ternyata Hye Ri hanya salah paham.

“huft, aku pikir Taeminie memang sudah punya pacar” ucap Myung Ah yang tersenyum kearah Jonghyun yang berdiri disampingnya. Jonghyun yang mendengar itu balas tersenyum lalu mengelus puncak kepala Myung Ah. Tapi tiba2 wajah Jonghyun mendekat, membuat senyum dibibir Myung Ah hilang dan gadis itu memilih memundurkan kepalanya.

“oppa, ini sekolah” ucap Myung Ah pelan.

“tapi tidak ada orang disini” ucap Jonghyun sembari tetap mendekatkan wajahnya. Dan tepat saat bibir Jonghyun hanya berjarak 2cm dari bibir Myung Ah.

“EHEMMMM” deheman keras dari 3 orang namja membuat Jonghyun berhenti mendekatkan wajahnya pada Myung Ah dan merutuk melihat 3namja yang tampak senang karena sudah berhasil merusak kesenangannya, sedangkan Myung Ah yang tadinya menutup matanya kini melotot kaget.

“ini sekolah tau, jangan berbuat mesum disini” ucap Jinki yang membuat Minho dan Key tertawa keras hingga membuat Taemin dan Hye Ri keluar dari ruang kesehatan. Mendengar itu Jonghyun melotot sedangkan Myung Ah menunduk.

“ahhh, ternyata oppa disini” ucap sebuah suara lembut yang membuat tawa Minho dan Key berhenti. Key tersenyum lalu mengulurkan tangannya merangkul bahu gadis yang berjalan mendekatinya.

“mian ya, pasti kau bingung mencari kami dikantin” ucap Key pada gadis yang berstatus yeojachingunya itu. Gadis yang tak lain adalah Eun Hee itu menggeleng sembari tersenyum.

“aniya. Bagiku tidak susah mencari dirimu oppa, walau itu diujung dunia sekalipun” ucap Eun Hee yang membuat Key tertawa kecil lalu mengacak2 lembut rambutnya.

“nah, bisakah kita sekarang kembali kekantin? Aku sudah lapar” ucap Minho yang memegangi perutnya.

“na do” balas Jinki yang memasang wajah sekaratnya, membuat semuanya tertawa.

“ne, kkaja” ucap Key yang memimpin jalan menuju kantin bersama Eun Hee. Diikuti Jinki, Minho, Taemin, Hye Ri dan Myung Ah serta Jonghyun.

“kenapa selalu saja ada gangguan disaat kita ingin melakukannya ya” gumam Jonghyun yang kini menggandeng tangan kanan Myung Ah, Myung Ah yang mendengar gumaman Jonghyun tertawa kecil dan chu, Myung Ah pun mencium kilat pipi kiri Jonghyun. Jonghyun tersentak kaget, tapi dengan cepat senyum pun mengembang dibibirnya.

“jagi, yang disini?” goda Jonghyun sembari menunjuk bibirnya.

“sirheooo” seru Myung Ah pelan yang membuat Jonghyun cemberut.

+++

“mian” ucap Key yang sedari tadi diam saja. Eun Hee yang tadinya sibuk memperhatikan jalan kini melihat kearah Key dan tersenyum.

“tidak apa2 oppa. Lagipula oppa tidak perlu terus2an minta maaf begitu padaku” ucap Eun Hee.

“tapi aku memanfaatkanmu Eun Hee-a, aku…”

“aku tidak pernah merasa oppa manfaatkan. Aku malah merasa senang bisa terus berada disamping oppa walau aku belum berhasil mendapatkan hati oppa” ucap Eun Hee memotong kata2 Key. Key menatap kedua mata bening Eun Hee yang memancarkan ketulusan dalam tiap kata yang keluar dari mulutnya. Dan itu membuat Key tersentuh.

“gomawo” ucap Key sembari menggenggam kedua tangan Eun Hee. Eun Hee kembali tersenyum. Pura2 pacaran, itulah yang mereka berdua jalani. Key awalnya menolak Eun Hee, tapi Eun Hee bersikukuh ingin berada disamping Key yang baginya sekarang sangatlah rapuh. Dan Key pun menerima Eun Hee, apalagi Eun Hee mengatakan padanya bahwa dengan mencoba berpacaran itu akan membuat Key dengan mudah melupakan Myung Ah. Walau sampai sekarang Key belum bisa melupakan Myung Ah seutuhnya, tapi kini keberadaan Eun Hee juga menjadi penting dihidup namja bermata tajam itu. Tak lama, mobil Eun Hee pun sampai di SMent. Key dan Eun Hee pun turun dari mobil saat sopir Eun Hee membuka pintu.

“latihannya yang semangat ya oppa” ucap Eun Hee yang membuat Key tersenyum. Dan tanpa diduga2, Key memeluk Eun Hee, membuat gadis manis itu tersentak kaget.

“gomawo jagiya” bisik Key lalu melepaskan pelukannya dan berjalan masuk sembari melambaikan tangannya kearah Eun Hee yang masih membeku ditempat.

“cheonmaneyo, Key oppa” balas Eun Hee walau terlambat karena Key sudah masuk kedalam gedung SMent.

+++

6bulan sudah Jinki, Jonghyun, Key, Minho dan Taemin ditraining dengan sangat keras dan ketat oleh Myung Ah dan Hye Ri. Ke5 namja yang merupakan member SHINee itupun sudah debut dan mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Membuat kerja keras mereka selama ini berbuah manis. Myung Ah juga senang karena dia bisa membuktikan pada sang appa dan Lee Sooman bahwa dia juga bisa.

“kau memang anak appa yang hebat Myungie” puji sang appa sembari memeluk Myung Ah.

“bagaimana denganku appa? akukan membantu unnie? Masa Cuma unnie saja yang dipuji?” ucap Hye Ri sembari melipat rapi kedua tangannya didada dan itu mengundang tawa Myung Ah, appanya dan Sooman yang tengah berkumpul diruangan pribadi milik Myung Ah.

“hahaha. Ne jagi, tentu saja kau juga hebat” ucap sang appa yang kini memeluk Hye Ri, membuat gadis itu tersenyum lalu membalas pelukan appanya cukup erat.

“chukkae Myungie, kau memang tidak pernah mengecewakan ahjussi” ucap Sooman sembari mengulurkan tangannya.

“gomawo ahjussi untuk pujiannya” ucap Myung Ah sembari menjabat tangan Sooman. Kini pandangan Myung Ah beralih pada ke5 member SHINee yang baru masuk keruangannya.

“kalian sudah liat komentar netizen tentang kalian?” tanya Myung Ah bersemangat. Ke5 namja itu mengangguk cepat dan membuat Myung Ah tersenyum.

“aku senang sekali karena kalian diterima dengan baik. Setelah ini jadwal kalian akan lebih padat, jadi bersiap2lah, araseo?” ucap Myung Ah yang langsung diberi anggukan mantap oleh ke5nya.

“bagus”

+++

Key tampak mondar-mandir didepan pintu rumah Eun Hee. Seminggu sudah debutnya dan selama itu Key belum pernah bertemu dengan Eun Hee karena padatnya jadwal.

“oppa” suara riang Eun Hee terdengar, Key pun berhenti melangkah dan menangkap keberadaan Eun Hee yang kini tepat dihadapannya.

“jagi” ucap Key yang langsung memeluk tubuh mungil yeojachingunya itu. Rindu? Tentu itulah yang dirasakan Key selama seminggu ini. Walau dalam waktu itu dia masih bisa menelpon Eun Hee, tapi itu tidak cukup bagi Key sebagai pelepas rindunya. Apalagi sebulan yang lalu mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih yang sebenarnya, bukan yang bohongan lagi karena kini Key mencintai Eun Hee, bahkan cinta yang dirasakannya pada Eun Hee lebih besar dari cinta yang dulu dirasakannya pada Myung Ah.

“bogoshippo jagiya” ucap Key sembari merenggangkan pelukannya.

“na do oppa” ucap Eun Hee sembari tersenyum.

“ayo masuk” ajak Eun Hee yang dijawab anggukan oleh Key.

+++

Senyum tampak tidak lepas dari bibir Taemin sejak tadi. Apalagi kini tangannya menggenggam tangan mungil Hye Ri. Akhirnya kencan yang ditunggu2 Taemin datang. Ya, hari ini semua member SHINee libur dari kegiatan padat mereka hingga mereka bisa bersenang2 seharian.

“yeobo, kita mau kemana?” tanya Hye Ri karena mereka sedari tadi terus berjalan tanpa arah.

“hmm, bagaimana kalau kita kesungai Han?” tanya Taemin yang dijawab anggukan oleh Hye Ri. Mereka berduapun lalu berjalan kearah halte bus dan menunggu bus yang akan membawa mereka kesungai Han. Tak berapa lama menunggu, bus pun datang dan merekapun naik lalu duduk dibangku ke3 dibelakang sopir.

“kau tau jagiya, sudah lama aku ingin sekali kita jalan2 berdua seperti ini” ucap Taemin sembari tersenyum kearah Hye Ri yang duduk disamping jendela. Hye Ri menunduk menyembunyikan wajahnya yang kini memerah karena kata2 dan senyum manis Taemin.

“na do yeobo” balas Hye Ri pelan. Taemin tersenyum lebih lebar mendengar jawaban Hye Ri dan tiba2 saja tangan kanan Taemin mengarah memegang dagu Hye Ri lalu menariknya hingga mata Hye Ri sejajar dengan mata Taemin. Perlahan, Taemin mendekatkan wajahnya kearah Hye Ri dan Hye Ri yang melihat itupun perlahan menutup matanya. Saat jarak bibir Taemin dengan bibir Hye Ri hanya tinggal 5cm, Taemin menutup matanya dan chu bibir Taeminpun mencium sesuatu tapi itu bukanlah bibir Hye Ri. Bingung, Taemin pun membuka matanya dan mendapati sebuah kipas dihadapannya. Dengan cepat Taemin pun memundurkan kepalanya dan melihat siapa sipemilik kipas.

“HYUNG!” seru Taemin kaget saat mendapati Jinki menatapnya tajam. Hye Ri yang masih menutup matapun dengan cepat membuka matanya dan bingung saat melihat sebuah kipas berada dihadapannya.

“jangan pikir kau bisa melakukan itu Taeminie” ucap Jinki.

“kalian ini masih kecil tau, apalagi ini di bus” ucap Minho yang duduk disamping Jinki. Dan akhirnya sebelum mereka sampai disungai Han, Taemin dan Hye Ri pun harus mendengarkan semua ocehan2 dari Jinki dan Minho.

+++

Myung Ah terlihat sibuk mengaduk adonan cake didapur rumahnya. Gadis itu tengah membuat cake coklat untuk menyambut kedatangan Jonghyun yang baru pertama kali datang kerumahnya. Untung saja appanya tengah pergi meeting ke Jepang, kalau tidak pasti nantinya Jonghyun akan ditanya macam2 oleh appanya.

Ting tong ting tong, bertepatan dengan Myung Ah memasukkan adonan cakenya kedalam oven, bel rumahnya terdengar berbunyi. Masih menggunakan celemek dan tanpa berkaca terlebih dahulu, Myung Ah berlari kecil kepintu depan dan kaget saat melihat yang datang ternyata Jonghyun.

“oppa” ucap Myung Ah yang melihat Jonghyun tersenyum kearahnya.

“annyeong jagiya. Aigo, wajahmu belepotan tepung” ucap Jonghyun yang mengulum tawa sembari membersihkan tepung yang menempel dipipi kiri Myung Ah.

“ehhh? Aigo, aku lupa” ucap Myung Ah lalu membersihkan secara kasar tepung yang ada diwajahnya dengan kedua punggung tangannya.

“omo, jangan begitu. bisa2 tepungnya malah masuk kedalam matamu. Lebih baik dibilas saja dengan air. O ya, apa oppa boleh masuk?” tanya Jonghyun yang membuat Myung Ah menutup mulutnya.

“ne oppa, tentu saja. Silahkan masuk” ucap Myung Ah setelah membuka pintu rumahnya lebih lebar. Jonghyun pun masuk dan mengikuti langkah Myung Ah menuju ruang tamu.

“silahkan duduk oppa. Akan aku ambilkan minuman dulu” ucap Myung Ah sembari melangkah kearah dapur, tapi langkah gadis itu terhenti.

“tunggu dulu jagiya” ucap Jonghyun sembari sedikit menarik tangan Myung Ah. Kini keduanya saling berhadapan, senyum manispun tampak menghiasi wajah Jonghyun.

“igo, untukmu jagiya” ucap Jonghyun sembari memperlihatkan sebuket bunga mawar pink yang sedari tadi disembunyikannya dibalik punggung. Myung Ah tersenyum lalu mengambil buket bunga mawar tersebut dan mencium sedikit aroma khas mawar yang lembut.

“gomawo oppa. Silahkan duduk” ucap Myung Ah yang langsung dituruti Jonghyun sedangkan Myung Ah berlalu kearah dapur. Tidak berapa lama, Myung Ah pun kembali dengan segelas jus ditangannya dan tentunya dengan wajah yang sudah tidak belepotan tepung lagi.

“minumlah oppa, kau pasti haus” ucap Myung Ah sembari menaruh gelas berisi jus tersebut didepan Jonghyun.

“gomawo jagiya” ucap Jonghyun lalu menepuk jus tersebut. Ting, suara oven didapur membuat Myung Ah berdiri dari duduknya.

“aku tinggal sebentar ya oppa” ucap Myung Ah lalu berjalan kearah dapur. Tapi bukannya menunggu, Jonghyun malah mengikuti langkah Myung Ah.

“ah, cakenya kelihatan enak sekali” ucap Jonghyun dari balik punggung Myung Ah. Membuat Myung Ah kaget dan hampir saja membuang cake yang baru saja dikeluarkannya dari oven.

“aigo oppa. Kau membuatku kaget” ucap Myung Ah kesal sembari menaruh cake tersebut diatas meja sedangkan Jonghyun hanya tertawa kecil dan mengikuti langkah Myung Ah.

“mianhe jagi” ucap Jonghyun dengan nada manja sembari memeluk Myung Ah dari belakang saat cake yang dipegang Myung Ah sudah diletakkan diatas meja. Myung Ah tersenyum kecil lalu melepaskan lingkaran tangan Jonghyun dari pinggangnya dan memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Jonghyun. Setelah itu Myung Ah mengangkat kedua tangannya dan mencubit kedua belah pipi tirus Jonghyun hingga membuat namja tampan itu meringis.

“ahh, appuda jagi” rintih Jonghyun sembari memegangi tangan Myung Ah yang masih mencubit pipinya, tapi Myung Ah malah tertawa kecil.

“makanya, lain kali jangan mengagetkanku oppa” ucap Myung Ah lalu melepaskan tangannya dari pipi Jonghyun yang tampak sedikit memerah. Sementara Myung Ah berjalan kearah dapur untuk mengambil krim yang sebelumnya sudah dibuatnya, Jonghyun tampak mengusap2 pipinya sembari memanyunkan bibirnya.

“aigo, oppa kyeopta” ucap Myung Ah yang melihat Jonghyun masih memanyunkan bibirnya. Mendengar itu Jonghyun tersenyum kecil lalu berdiri disamping Myung Ah untuk mengamati pekerjaan gadis itu menghias cake coklat. Iseng, Jonghyun mencolek krim yang ada didalam mangkuk lalu mengoleskannya kearah pipi kanan Myung Ah.

“hahaha” Jonghyun pun tertawa melihatnya, apalagi melihat Myung Ah yang tersentak kaget.

“ya! Oppa, aish” ucap Myung Ah geram lalu diapun mencolek krim dan dengan sukses mencoret pipi kiri Jonghyun.

“hahaha” kini giliran Myung Ah yang tertawa melihat Jonghyun.

“ya! Jangan main2 lagi oppa” ucap Myung Ah memperingatkan Jonghyun yang hendak mengambil krim. Setelah itu keadaanpun kembali tenang dan Myung Ah pun kembali sibuk menghias cakenya tanpa memperdulikan krim yang masih menempel dipipinya, sedangkan Jonghyun tampak membersihkan krim dipipinya dengan tissue basah. Melihat Myung Ah yang tampak tidak perduli dengan krim yang masih menempel dipipinya, ide isengpun melintas dibenak namja tampan itu. Jonghyun berjalan mendekat kearah Myung Ah lalu menunduk dan slurp Jonghyun pun menjilat krim yang menempel dipipi Myung Ah. Gadis itu tersentak kaget hingga pisau perata krim yang dipegangnya jatuh. Melihat itu Jonghyun tertawa kecil.

“krimnya manis” ucap Jonghyun menggoda Myung Ah dan itu sukses membuat wajah Myung Ah memanas.

2bulan kemudian…

Myung Ah tampak sibuk dengan computer dihadapannya, jarinya tampak tak henti2nya menari diatas keyboard. Sesekali matanya terpejam dan akan kembali terbuka saat kepalanya terjatuh.

“aigo, ottoke? Ini belum selesai juga” gerutu Myung Ah sembari kembali mengetik laporan yang harus dia bicarakan dengan appanya dan Lee Sooman besok pagi. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan laporan yang akan dia bicarakan baru selesai ¾nya. Dengan sekuat tenaga menahan kantuk, Myung Ah pun kembali mengetik dan akhirnya setengah jam kemudian laporannya selesai dan tinggal dia print.

“aigo, capeknya” ucap Myung Ah sembari mengambil semua kertas yang sudah diprint dan menyusunnya didalam 3buah map. Kring, tanda email masuk dikomputer, membuat langkah Myung Ah terhenti. Dengan cepat gadis itu kembali duduk dikursinya dan membuka email yang baru sampai itu. Mata Myung Ah yang awalnya 5watt, langsung melotot membaca isi email yang ternyata datang dari sang oemma.

“I,,,ini”

Keesokan harinya Myung Ah tampak tergesa2 masuk keruang rapatnya dengan sang appa dan Lee Sooman. Isi email yang datang dari oemmanya berhasil membuat konsentrasi Myung Ah terpecah. Untung saja rapat hari itu berhasil tanpa membuatnya mendapatkan sesuatu yang akan membuat kepalanya lebih pusing.

“jagi” panggil Jonghyun yang membuat langkah Myung Ah terhenti. Gadis itu memutar tubuhnya dan mendapati Jonghyun berlari kecil kearahnya.

“oppa” ucap Myung Ah dengan senyum mengembang.

“matamu bengkak jagi. Apa kau kurang tidur?” tanya Jonghyun cemas sembari memegangi pipi Myung Ah. Bukannya menjawab, mata Myung Ah malah berkaca2 dan akhirnya setetes air matapun jatuh membasahi pipinya.

“omo! Kenapa menangis jagiya? Apa rapatnya tidak berjalan lancar?” tanya Jonghyun yang terdengar lebih cemas. Myung Ah tersentak lalu menghapus air matanya pelan.

“aniya, oppa. Rapatnya lancar, sepertinya mataku kemasukan debu” dusta Myung Ah.

“jinja? Coba oppa liat” ucap Jonghyun sembari menangkup kedua pipi Myung Ah dan memperhatikan kedua mata bening gadis itu. huft, Jonghyun menghembus pelan kedua mata Myung Ah.

“bagaimana jagi?” tanya Jonghyun.

“hmm, debunya sudah hilang. Oppa, kita ke ruang latihan yuk” ajak Myung Ah sembari menarik tangan Jonghyun kearah ruang latihan SHINee. Disana tidak ada orang hingga hanya ada Myung Ah dan Jonghyun.

“oppa, peluk aku” pinta Myung Ah yang membuat Jonghyun kaget, tapi tak lama kemudian Jonghyun pun maju dan memeluk Myung Ah hingga kepala Myung Ah bersandar didada bidang Jonghyun.

“kau kenapa jagiya? Sifatmu hari ini aneh. Tadi kau juga berbohong dengan bilang kalau matamu kemasukan debu. Sebenarnya ada apa?” tanya Jonghyun yang kini mengelus puncak kepala Myung Ah lembut. Myung Ah menggeleng, berharap Jonghyun akan paham kalau dia belum siap menceritakan semuanya sekarang.

“araseo. Kalau kau tidak mau menceritakannya sekarang. Tapi janji pada oppa kalau oppa akan mendengar masalahnya langsung darimu” ucap Jonghyun yang kini diberi anggukan oleh Myung Ah.

“bagaimana syuting MV baru kalian?” tanya Myung Ah sembari mendongak. Tampak Jonghyun tersenyum.

“sukses jagi, hasilnya memuaskan. Tinggal tunggu sebulan lagi dan album pertama kami akan terbit” ucap Jonghyun yang diberi anggukan mengerti dari Myung Ah.

“oppa” panggil Myung Ah.

“hmm” gumam Jonghyun menyahut panggilan Myung Ah.

“seandainya aku tidak ada disamping oppa lagi, apa oppa akan mencari yeoja lain?” tanya Myung Ah yang membuat kening Jonghyun menyerngit.

“ya! Kenapa bicara begitu?” tanya Jonghyun.

“sudah oppa jawab saja. Oppa akan mencari yeoja lain atau tidak?” tanya Myung Ah lagi.

“ani. Karena oppa tau kau tidak akan meninggalkan oppa” jawab Jonghyun sembari memencet pelan hidung Myung Ah. Myung Ah pun tersenyum lalu memeluk erat Jonghyun, mendengar jawaban Jonghyun, Myung Ah menjadi mendapatkan energy baru.

Begitu tiba dirumah, Myung Ah langsung berlari kearah kamarnya. Dengan cepat gadis itu duduk didepan komputernya dan menyalakannya. Hye Ri yang penasaran dengan sifat Myung Ah pun mengikutinya sampai kekamar.

“unnie, kenapa terburu2 sekali sich?” tanya Hye Ri sembari berdiri dibelakang Myung Ah.

“ada email yang harus unnie balas” jawab Myung Ah yang mulai membuka kotak emailnya.

“email? Dari siapa?”

“dari oemma” jawab Myung Ah yang membuat Hye Ri diam. Myung Ah kini tampak membuka email yang semalam dia baca dan Hye Ri pun kaget dengan isi email tersebut.

“ya! Jangan bilang unnie mau?” tanya Hye Ri tak percaya. Tanpa menghiraukan Hye Ri, Myung Ah membalas email itu dan langsung mengirimnya. Melihat itu mata Hye Ri melotot.

“ya! Unnie. Kenapa unnie mau?” tanya Hye Ri sembari menggeleng.

“lalu,,,lalu bagaimana denganku? Dengan appa? SHINee, dan Jonghyun oppa? Unnie jahat!” teriak Hye Ri yang berlari keluar kamar Myung Ah, tapi langkahnya terhenti karena tangan kirinya sudah disambar oleh Myung Ah.

“dengarkan penjelasan unnie dulu” ucap Myung Ah yang kembali menarik tangan Hye Ri kedalam kamarnya.

“unnie hanya 1tahun disana. Oemma membutuhkan unnie dan disana unnie juga bisa sekaligus belajar mendesain baju dari beberapa desainer terkenal yang adalah chingu oemma, jadi tolong mengertilah Hye Ri-a” ucap Myung Ah sembari menghapus air mata Hye Ri yang sudah membasahi pipinya.

“tapi aku juga butuh unnie disini. Appa dan SHINee juga. Kumohon unnie, jangan pergi. Unnie juga bisa belajar mendesain disini, disini juga banyak desainer terkenal” ucap Hye Ri memohon pada Myung Ah. Tapi Myung Ah menggeleng dan menarik Hye Ri kedalam pelukannya.

“unnie mohon Hye Ri-a, mengertilah. Hanya 1tahun, unnie janji” ucap Myung Ah yang membuat tangis Hye Ri lebih keras. Gadis itu tau, Myung Ah pasti akan tetap pada keputusannya itu, walau keputusannya itu akan membuat beberapa orang sedih dan terluka.

+++

“jadi kau akan pergi ke Paris? 3hari lagi? tanpa menunggu album SHINee keluar?” tanya Jonghyun bertubi2 setelah Myung Ah menjelaskan penyebab sifat anehnya semalam.

“ne oppa, mianhe. Jeongmal mianhe oppa” ucap Myung Ah sembari memegang kedua tangan Jonghyun.

“berapa lama kau akan disana?” tanya Jonghyun tanpa memperdulikan kata maaf Myung Ah.

“1 tahun” ucap Myung Ah singkat namun bisa membuat Jonghyun terkena serangan jantung.

“1 tahun? Lama sekali jagiya” ucap Jonghyun protes.

“aku tau oppa. Tapi, oemma memintaku berada disana selama setahun” jawab Myung Ah lemah.

“janji kau akan pulang” ucap Jonghyun sembari mengulurkan jari kelingkingnya. Myung Ah tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Jonghyun.

“ne, aku janji oppa”

3hari kemudian…

“Hye Ri-a, uljima. Jangan menangis lagi” ucap Myung Ah lembut pada Hye Ri sembari mengapus air mata gadis manis itu.

“appa, aku pergi dulu” ucap Myung Ah sembari memeluk sang appa cukup erat, begitu pula sebaliknya.

“jaga dirimu baik2 jagi, belajarlah dengan baik dan jangan lupa kembali keSeoul” ucap sang appa yang sebenarnya tidak suka Myung Ah pergi ke Paris.

“ne appa” jawab Myung Ah lalu melepaskan pelukannya lalu mencium kedua pipi appanya. Kini Myung Ah beralih memeluk Hye Ri.

“unnie, jaga diri disana ya. Lalu, jangan lupa sering2 kirim email padaku” ucap Hye Ri ditengah sesegukannya.

“ne saengie” balas Myung Ah lalu mencium kening Hye Ri. Setelah itu Myung Ah pun memeluk Minho, Jinki, Taemin dan Key.

“kalau kau tidak ada, aku bertengkar dengan siapa lagi?” tanya Key setelah melepaskan pelukannya dari Myung Ah.

“hahaha, kalau kau bingung mencari chingu bertengkar, tunggulah sampai aku pulang dan aku akan dengan senang hati menjadi chingu bertengkarmu” jawab Myung Ah yang membuat Key terkekeh.

“kau harus janji Myungie” ucap Key sembari tersenyum.

“ne, aku janji” ucap Myung Ah balas tersenyum lalu kini pandangannya beralih pada Jonghyun. Jonghyun tampak merentangkan tangannya saat melihat Myung Ah berjalan kearahnya dan dengan sukses kini Myung Ah berada didalam pelukan Jonghyun.

“jangan coba2 melirik namja bule disana” ucap Jonghyun sembari memeluk erat Myung Ah. Mendengar kata2 Jonghyun, Myung Ah tersenyum.

“ne, oppa juga, jangan melirik yeoja lain. Tunggu sampai aku pulang arachi” ucap Myung Ah sembari merenggangkan pelukan Jonghyun.

“tidak akan jagiya” ucap Jonghyun sembari tersenyum manis.

“kuizinkan kau kesana karena kau ingin mengejar impianmu. Disini oppa juga akan berjuang untuk mempertahankan dan meningkatkan kehebatan SHINee bersama dengan yang lain. Dan jangan kaget kalau saat kau pulang nanti, SHINee akan lebih bersinar dari yang sekarang” ucap Jonghyun yang membuat Myung Ah tersenyum lalu mengangguk.

“hmm, mari kita sama2 berjuang untuk impian kita oppa” ucap Myung Ah.

“ne, mari berjuang” ucap Jonghyun yang kembali memeluk Myung Ah.

“because their dream is their life, but you’re my soul, Choi Myung Ah” bisik Jonghyun tepat ditelinga Myung Ah dan sukses membuat gadis itu tertegun.

“kuharap 1 tahun akan cepat berlalu, karena aku tidak ingin terlalu jauh dari jiwaku” ucap Jonghyun yang kini berhasil membuat air mata Myung Ah jatuh.

“na do oppa” ucap Myung Ah lirih. Jonghyun tersenyum lalu menghapus air mata Myung Ah.

“oppa” panggil Myung Ah sembari memberikan isyarat agar Jonghyun sedikit menunduk. Jonghyunpun menuruti perintah Myung Ah dan chu Myung Ah mencium bibir Jonghyun. Melihat itu Jinki dan Minho dengan cepat menutup mata Taemin dan Hye Ri, sedangkan Key dan appa Myung Ah menggeleng melihatnya. Lalu bagaimana dengan Jonghyun? Namja itu membatu ditempat bahkan setelah Myung Ah melepaskan ciumannya.

“itu first kissku oppa. Kuberikan padamu dan aku ingin oppa menjaganya baik2” ucap Myung Ah sembari tersenyum.

“nah, aku harus pergi. Annyeong yerobun” ucap Myung Ah sembari menyeret kopernya dan melambai kearah 7orang yang mengantar kepergiannya.

 

The End? Belum!

Masih ada lanjutannya, ayo baca lagi ^^, hihihi

 

1tahun kemudian…

“aigo, mana unnie. Kenapa belum kelihatan juga sich” gerutu Hye Ri sembari mondar-mandir dihadapan member SHINee yang tampak duduk dengan tenang.

“jagi, tenanglah. Pasti sebentar lagi Myungie nuuna juga akan kelihatan” ucap Taemin sembari menyambar tangan Hye Ri dan menariknya agar duduk.

“tapi ini sudah telat 5menit” ucap Hye Ri tidak terima.

“Hye Ri-a, baru 5menitkan? Sabarlah” ucap Minho sembari menggeleng.

“itu dia” ucap Jonghyun sembari berdiri dari duduknya dan tersenyum kearah seorang yeoja yang sangat dikenal sekaligus sangat dirindukannya itu.

“UNNIEEE” teriak Hye Ri yang langsung berlari kearah Myung Ah. Gadis itu tersenyum lalu merentangkan tangannya hingga dengan sukses Hye Ri mendarat dipelukannya.

“bogoshippo” ucap Hye Ri senang.

“na do saengie” ucap Myung Ah sembari mencium kening Hye Ri dan melepaskan pelukannya.

“nuuna” ucap Minho yang kini memeluk Myung Ah.

“aku rindu teriakanmu” ucap Minho yang membuat Myung Ah tertawa kecil.

“selamat datang kembali di Seoul Myungie/nuuna” ucap Jinki, Key dan Taemin bersamaan.

“gomawo untuk penyambutannya” ucap Myung Ah lalu memeluk singkat Taemin, Jinki lalu Key.

“aku menepati janjiku kan Kibumie” ucap Myung Ah setelah melepaskan pelukan Key. Key tertawa kecil lalu mengangguk.

“ne, kau menepati janjimu” ucap Key yang kini membuat Myung Ah tersenyum. Mata gadis itupun kini beralih melihat seorang namja tampan yang tampak tersenyum kearahnya, siapa lagi kalau bukan Jonghyun. Kedua tangan Jonghyun direntangkan, melihat itu Myung Ah tersenyum lalu berlari masuk kedalam pelukan Jonghyun.

“bogoshippo jagiya” ucap Jonghyun sembari memeluk erat Myung Ah.

“na do oppa” balas Myung Ah yang memeluk Jonghyun tak kalah erat.

“kau tidak selingkuhkan?” tanya Jonghyun sembari menatap Myung Ah. Myung Ah menggeleng lalu tersenyum.

“baguslah” ucap Jonghyun senang lalu kembali memeluk Myung Ah.

“welcome home, jagiya. Dan oppa pastikan kau tidak akan pergi kemanapun lagi, kecuali oppa ikut denganmu” ucap Jonghyun yang membuat Myung Ah, Hye Ri dan member SHINee tertawa mendengarnya.

 

The End #yang sekarang beneran, kkk

Mian ya kalo endingnya jelek 😀

Harap maklum aja, penyakit susah bikin ending bagus *?* author kambuh lagi :D, XDDD

Nah, waktunya koment readers 😀

Gomawo udah mengikuti ff geje bin stress milik author ya :D, lol

KAMSAHAMNIDA (_ _)

Advertisements

28 responses to “My Dream is My Life, but You are My Soul 5 (last)

    • hahaha, iya chingu 😀
      hehehe, iya, alurnya emank sengaja dibuat cepet, abisnya takut readers bosan kalo panjang2, kkk

      gomawo 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s