Meosjin Hospital [part 4]

sebelumnya mau minta maaf… jeongmal mianhaeyo kalo baru update sekarang *bow sampe cium tanah* semoga masih pada inget cerita sebelumnya, kalo udah lupa baca ajah lagi dari prolognya… /plak

y udah, yang mau baca silakan baca tapi jangan lupa di comment, di like kalo suka…hehe

tapi tenang ajah, kalo ada siders pun g bakal saya doain g lulus ujian ato masuk neraka ato di tinggal bias, saya doain biar jadi good reader ajah…hehe. sip”… check this out… ^^

Title: Meosjin Hospital

Author: Hyunvy (follow me @vyivyivy)

Main Cast: SHINee, Park Shinri, Jung Min Hwa, Song Hyunwon, Han Shinbi

Other Cast: Han Ji Ah, Nickhun, Victoria, Yoona, Lee Rin Young

Length: Series

Rating : PG-15

Genre: Romance, Friendship, Comedy (?)

Desclaimer: ff ini banyak terinspirasi dari komik ‘God Hand Teru’ dan komik-komik kedokteran lainnya juga dari “Grey’s Anatomy” drama tentang kedokteran juga, tapi untuk plot, tokoh, dan yang lainnya author yang bikin sendiri dan hanya milik author (?). ini ada sedikit edukasi kedokterannya, jadi kalo yang minat sama kedokteran semoga bisa nambah-nambah ilmu juga…hehe. Enjoy ^^

Nanti dibawah (di akhir cerita tiap partnya) bakal ada keterangan penjelasan buat kata-kata istilah kedokteran yang mungkin belum banyak diketahui sama para readers, ya semoga nambah pengetahuan juga…

Summary: Operasi darurat mereka berhasil dan 1 nyawa terselamatkan. Terungkapnya dr.Song yang ternyata seorang gadis muda dengan 2 gelar dokter spesialis sekaligus yang sempat membuat Jonghyun terkagum. Dihari resmi pertama mereka bekerja, mereka pun dibagi ke beberapa divisi. Jonghyun divisi anak, Kibum diviisi gawat darurat, Jinki divisi lab sedangkan Minho dan Taemin tetap di divisi bedah. Jinki terlihat tidak nyaman dengan divisi labnya.

Meosjin Hospital (prologpart1part 2 / part3)

***

“dr.Jinki…”panggil seseorang, yang Jinki tahu adalah seorang yeoja, tentu kedengaran dari suaranya

“ah, ne?!”ujar Jinki sambil berbalik mencari sumber suara

“Park Shinri imnida, suster bagian bedah juga, bangapseumnida”ujar yeoja itu sambil membungkuk dan tersenyum manis

“ne, bangapseumnida…”balas Jinki seadanya dengan senyum yang agak terpaksa. Jujur saja karena ia masih agak kesal

“mau mulai berkeliling?”

“ne..”

“boleh aku ikut?”

“eh, kau tidak bertugas?”

“anni, aku sedang libur…hehe”

“oh, begitu ya sudahlah…” Jinki memulai langkahnya menuju lift untuk mencapai 3 lantai di atasnya. Shinri pun mulai mengikuti jejak Jinki dengan langkahnya yang riang dan senang

‘tiinggg’ pintu lift pun terbuka, mereka berdua pun masuk kedalamnya, hanya mereka berdua. Jinki memencet tombol angka 4 dan menunggu

“kau bilang kau sedang libur tadi?”tanya Jinki memulai pembicaraan

“nde…”balas Shinri ringan

“lalu kenapa kau malah ke sini? Mau menemaniku mengumumkan hasil lab ini?”

“karena aku ingin…”jawabnya dengan ringan –lagi-

“hah? aku tak habis pikir. Aku saja tak ingin mendapat pekerjaan seperti ini, tapi kenapa kau malah mau melakukannya sampai mengorbankan jatah liburmu? Jika aku jadi kau aku akan menghabiskan waktu liburku dengan bermalas-malasan di rumah

“hahahaha, kau ini, kau belum merasakannya sih. Tenang saja, kau akan merasakannya nanti, bagaImana senangnya melihat reaksi pasien dan keluarganya saat mengetahui bahwa dirinya atau keluarganya sehat, akan segera pulih dan bisa segera pulang. Kau akan melihat gurat senyum, atau malah jatuhan air mata bahagia yang kau kira itu berlebihan, tetapi itulah yang bisa membangkitkan kita, sebagai orang yang berusaha menolong. Ungkapan terIma kasih mereka, itu penghargaan bagi kita.”ia menghentikan paragrafnya tepat saat lift sampai di lantai 4. Aku sempat terdiam sebentar, otak ku sedang mencoba untuk mencerna semua kalImatnya

“come on, the smart!!! We taste it!!!”ujar Shinri semangat sambil mengambil tumpukan kertas yang dipegang Jinki seluruhnya dan melangkah yakin keluar lift

***

“operasi ini aku serahkan pada kalian” ujar dr.Minhwa sambil memberikan sebuat karte kepada Taemin dan Minho lalu meninggalkan mereka di ruang dokter

“Han Ji Ah, berumur 17 tahun, tulang ikan menyangkut di kerongkongan dan tenggorokan”ujar Taemin sambil membaca karte itu

“ini ada gambar rontgennya…”ujarnya lagi sambil membawa hasil rontgen itu ke dinding khusus yang dilapisi lampu untuk melihat hasil foto rontgen seperti itu

“tulangnya menembus kerongkongannya, tetapi di tenggorokannya hanya menyangkut”

“tetap saja kita harus membereskan keduanya”

“siap?”

“ayo!!!” mereka berdua pun mulai berlari menuju ruang perawatan. Tak lama mereka sampai, mereka menemukan ada 4 orang di sana, si pasien dan 3 orang keluarganya –sepertinya-

“Han Ji Ah?!”ujar Taemin seperti sebuah pernyataan tetapi sebenarnya adalah pertanyaan. Keempat orang itu menoleh bersamaan. 1 orang laki-laki yang sepertinya adalah appa dari sang pasien. 1 orang perempuan yang sepertinya adalah ummanya dan satu lagi yeoja yang sepertinya onnienya.

“ya, itu anak saya…”ujar laki-laki itu sambil merangkul anaknya yang terbaring setengah duduk menahan sakit di bagian lehernya

“dr.Lee Taemin”

“dr.Choi Minho. Kami yang akan menangani anak anda”

“ah, aku Nickhun, ummanya Victoria dan onnienya Yoona. Tolong anak kami…”ujar appany ayang ternyata bernama Nickhun

“baiklah jadi kondisi Han Ji Ah adalah seperti ini”ujar Taemin sambil menaruh hasil rontgen di dinding khusus tadi yang bisa terlihat oleh keempat orang itu

“ini tenggorokannya, tulangnya hanya mengangkut di sini dan kemungkinan tidak merusak tenggorokannya”ujar Minho menjelaskan

“tetapi tulang yang di kerongkongannya ini menusuk dan sampai menembus kerongkongannya, ini yang gawat dan harus segera dilakukan operasi. Apakah pihak keluarganya setuju?” lanjut Taemin dengan sangat cepat dan lancar tidak seperti Minho yang lebih tenang

“baik, lakukan operasi, lakukan yang terbaik untuk dia”ujar Nickhyun dengan nada panic

“baiklah kalau begitu…”ujar Taemin sambil melenggok berlari keluar ruangan menuju ruang operasi untuk mengkonfirmasi dan agar semuanya di siapkan

“siapkan dirimu baik-baik ya…”ujar Minho sambil tersenyum tulus lalu membawa Ji Ah ke ruang operasi dengan tempat tidur yang sedang ia tempati

Operasi pun dimulai. Dokter anastesi memulai pekerjaannya untuk membius total pasien. Taemin dan Minho pun sudah bersiap, mereka sudah membagi tugas mereka masing-masing.

“pisau”ujar Taemin sambil kemudian membelah bagian servix hampir ke thorax dari Ji Ah, operasi pun benar-benar di mulai. Mereka memulai mengambil tulang yang tersangkut di tenggorokannya. Tulang itu melintang panjang, tetapi belum melukai tenggorokannya, belum. Dengan cekatan Taemin memotong tulang itu lalu mengeluarkannya, kemudian ia menutup kembali kerongkongannya.

Sekarang bagian Minho. Ia hanya menarik tulang yang sudah menembus kerongkongan Ji Ah tanpa harus membelah kerongkongannya terlebih dahulu, setelah itu ia mengobati luka tembus di kedua sisi kerongkongannya dan pekerjaan mereka pun selesai. Tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, semuanya berjalan dengan sangat lancar.

“kau yang nenutupnya kan?”tanya Taemin sambil hendak meninggalkan ruang operasi

“aku akan melakukan jahitan dalam, sebaiknya kau memperhatikan, belajar”ujar Minho datar yang membuat langkah Taemin terhenti, kemudian ia berbalik dan kembali mengamati bagaImana chingunya itu melakukan jahitan dalam

“kenapa tidak lakukan jahitan biasa saja?”

“dia ini seorang gadis, masih sangat muda. Tak lucu kalau di lehernya harus ada bekas operasi hanya gara-gara tulang ikan. Walaupun mau ia melakukan operasi plastic, tetapi itu membutuhkan biaya, waktu dan segalanya lagi, kenapa tidak sekalian sekarang saja?” Taemin terdiam. Matanya fokus kepada leher pasien yang sedang di jahit itu tetapi pikirannya melayang, benar juga, kalau seandainya dilehernya ada sebuah bekas hanya karena tulang ikan. Ia pun tak ingin hal itu terjadi padanya

“leher itu bagian yang terbuka, semua orang bisa melihatnya, ya walaupun tak akan 100% sempurna, tetapi dia masih muda, semoga kulitnya bisa meregenerasi dengan baik”ujar Minho lagi sambil tangannya tetap melakukan pekerjaan yang tak mudah itu

Sebagai seorang dokter tidak hanya menyembuhkan penyakit, tetapi ia juga menyembuhkan orang yang sakit. Itu berarti kita harus memikirkan pasien. Itu terkadang yang terlupakan oleh para dokter yang melupakan jati diri layaknya seorang dokter yang sejati.

***

“kamar terakhir, tolong bacakan karte mengenai pasien ini, karte paling akhir”ujar dr. Shinbi pada Jonghyun yang terlihat kewalahan

“waaaa, dokter datang…”teriak si pasien laki-laki ini yang kira-kira usianya masih 5 tahun dengan girangnya

“eh, dia dokter baru ya?”tanyanya kemudian dan dibalas anggukan oleh dr. Shinbi

‘braaaakkk’ keheningan itu pun pecah dengan suara jatuhnya tumpukan karte yang ada di tangan Jonghyun

“hahahahahahahaha” pasien itu pun tertawa lepas dengan cukup keras. Dr. Shinbi hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil melihat tingkah Jonghyun yang kebingungan dan susah payah mengumpulkan karte-karte yang sudah berserakan di lantai

“ah, ini dia, maafkan aku…”ujar Jonghyun agak lega sambil memegang semua karte itu dengan karte yang paling atas adalah karte milik si pasien

“Kim Jong Won, laki-laki berumur 5 tahun, penyakit tifus dan komplikasi dengan demam berdarah”ujar Jonghyun sambil membaca karte itu

“bagaImana kabarmu?”tanya dr. Shinbi sambil mengeluarkan stetoskopnya yang berbentuk lucu, khusus untuk dokter anak, lalu mulai memeriksa anak itu

“lebih baik, dok…”

“trombositnya berapa?”

“98.000, dok. Naik 9.000 dari hasil tes darahnya yang kemarin”

“kau sudah hampir sembuh, banyak minum, arra?”ujar dr. Shinbi lembut kemudian menyelimuti anak itu, mengelus kepalanya sebentar lalu mulai melenggak pergi keluar ruang perawatannya, meninggalkan segurat senyum di wajah kecil anak itu. Inilah sihir yang harus dimiliki oleh para dokter anak.

“dr. Shinbi…”panggil seseorang, membuat Shinbi dan Jonghyun pun menoleh ke arah sumber suara

“dr.Hyunwon”balas Shinbi cepat sambil segera menghampiri Hyunwon yang berjarak sekitar 3 meter dari tempatnya berdiri

“eh, benar dugaanku, Hyunwon sering main kesini…”gumam Jonghyun sangat pelan

“Jonghyun, kau ada di sini?”tanya Hyunwon setelah menyadari keberadaan si ceroboh itu

“ah, ne, aku kebagian di sini…hehe”jawab Jonghyun seadanya, pipinya mulai menampakan semburat merah tipis, tidak terlalu kelihatan

“bagaimana dia?”tanya Hyunwon pada Shinbi

“ceroboh…haha”

“astaga, ia sudah menampakan sifatnya itu?”

“sudah, ia menjatuhkan semua karte pada saat terakhir kami melakukan inspeksi keliling…haha”

“hahahaha, pasti itu lucu sekali”

“sangat lucu, andai kau ada di sana tadi, pasien ku saja sampai tertawa terbahak-bahak”

Sementara kedua yeoja itu tertawa nikmat, Jonghyun hanyabisa terdiam meratapi sifatnya yang ceroboh itu.

‘pabbo!!! Apa aku tidak bisa mengendalikan diriku sampai-sampai aku selalu menjadi orang yang ceroboh?’batin Jonghyun dalam diamnya

“ya sudahlah, aku harus mengerjakan pekerjaanku dulu”ujar Shinbi sambil meninggalkan Hyunwon yang masih mengatur nafasnya selesai tertawa sangat banyak dan Jonghyun yang masih terdiam

“hey, jangan merenung begitu!!”ujar Hyunwon setengah berteriak sambil menepuk pundak Jonghyun. Jonghyun pun terlonjak kaget dan mulai tersadar dari lamunannya

“hehe, aku merasa sangat bodoh tadi..”gumam Jonghyun pelan tetapi terdengar sangat jelas oleh Hyunwon

“hhmmhh, kalau begitu kau harus ikut aku!!!” Hyunwon menarik tangan Jonghyun, berlari kecil menuju sebuah ruangan. Jonghyun agak kaget saat tangannya dipegang dan akhirnya ditarik paksa, tetapi ia tetap mengikuti langkah Hyunwon, ia sedang tidak peduli mau kemanapun ia dibawa pergi

“ini…” Hyunwon menghentikan langkahnya saat mereka sudah sampai di sebuah ruangan berdinding kaca seperti akuarium. Ruangan bayi. Dimana para bayi di tempatkan.

“omo, mereka lucu sekali…”ujar Jonghyun yang sempat menganga terkagum melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Tempat tidur seperti box kecil yang berisi seorang bayi yang masih sangat polos berjajar memenuhi ruangan tersebut

“semoga bisa membuatmu lebih baik..”Hyunwon kembali menepuk pundak Jonghyun, tetapi tepukannya kali ini lembut, membuat Jonghyun sedikit kuat

‘niiit niiit niiit’, “page ku berbunyi, aku harus segera pergi”ujarnya lagi sambil berlari pergi meninggalkan Jonghyun yang masih terpaku di tempatnya sedari tadi berdiri

“gomawo…”teriaknya agak keras, membuat Hyunwon menghentikan langkahnya, menoleh pada Jonghyun dan mengangguk kecil. Fokus Jonghyun pun kembali kepada para malaikat kecil itu. Aktivitas mereka berbeda-beda, ada yang tidur, sekedar bermain-main sendiri dan ada yang menangis.

Pandangan Jonghyun terhenti pada seorang bayi yang dari tadi hanya menangis. ‘Ada apa ini? kenapa aku merasa ada yang tidak beres dangan bayi itu?’ batin Jonghyun bergelut. Ia penasaran ingin mengetahu apa ada yang salah dengan bayi itu atau tidak. Ia pun memberanikan dirinya memasuki ruangan itu, mengeluarkan stetoskopnya lalu mulai memeriksa bagaimana detak jantung bayi itu.

‘tunggu, suara apa ini? ini suara murmur, terdengar jelas sekali’ batin Jonghyun sambil tetap mendengarkannya lagi lebih dalam dengan konsentrasi lebih agar ia tidak salah. ‘benar, suara murmurnya abnormal, sepertinya ada kesalahan di katup janatungnya’ batinnya yakin

“ya! Kau siapa?”tanya seseorang muncul dari balik pintu di dalam ruangan itu juga. Sepertinya dia dokter jaga di sini

“Kim Jonghyun imnida, dari divisi bedah”

“lalu sedang apa kau?”

“aku hanya memeriksa bayi ini, dari tadi ia menangis terus dan ternyata ada murmur jantung”Jonghyun berusaha menjelaskannya dengan hati-hati

“aku tahu dia sedang mengalami murmur jantung, tapi itu hanya murmur fingsional, tak perlu di cemaskan”

“tapi kedengarannya lain, katupnya pasti bermasalah”

“dia masih bayi, wajar kalau ada sedikit bunyi, kau dokter bedah kan? Aku dokter anak, aku pasti lebih tahu”dokter itu terpancing emosinya. Ia berbicara agak keras membuat Jonghyun tak bisa berbuat apa-apa, tentu saja, itu memang bukan bagiannya

“Jonghyun? Ada apa?”tanya Hyunwon langsung saat melihat teman barunya itu keluar dari ruang bayi dengan wajah agak kesal

“ah, tidak, lupakan saja”

“tidak, aku ingin mengetahuinya”

“aaahhh, baiklah, tadi aku menemukan sebuah bayi yang terdapat suara murmur jantung, aku curiga ada kesalahan di katup jantungnya, tetapi dokter yang di dalam itu tetap berpendirian bahwa bayi itu baik-baik saja, tapi aku tetap khawatir”

“ooohhh, begitu, baiklah..”ujar Hyunwon kemudian memasuki ruang bayi itu

“dr.Rin Young..”

“dr.Hyunwon?!”

“aku ijin memeriksa bayi ini ya…”Hyunwon langsung memeriksa salah satu bayi yang dari tadi menangis terus. Hyunwon memeriksanya cepat tetapi sangat yakin

“lakukan MRI pada bayi ini..”titah Hyunwon yang langsung di sambut dengan anggukan dari dr.Rin Young

“aku juga mendengar hal yang sama denganmu…”bisik Hyunwon dan membuat Jonghyun lega. Ternyata Hyunwon dokter yang lumayan disegani juga.

***

“dari hasil pemeriksaan, tuan Lee menunjukan negative untuk kanker otak maupun diabetes mellitus” ujar Jinki agak dingin dihiasi dengan senyum Shinri di sampingnya. Kalau dilihat, wajah mereka saat ini benar-benar berlawanan, yang satu tersenyum sangat lebar, yang satunya lagi hanya menampakan wajah datar yang mengesalkan

“ jeongmal kamsahamnida”ujar nyonya Lee kemudian membungkuk sangat dalam. Nada bicaranya terdengar bergetar

“ ah, ne…”jawab Shinri dan Jinki sambil membungkuk

“aku tidak tahu bagaimana nasib suamiku kalau tidak ada dokter”ujar wanita paruh baya itu kemudian, masih dengan posisinya yang membungkuk, suaranya bergetar, hampir tidak jelas terdengar, air matanya pun jatuh ke lantai untuk beberapa tetes

“sudahlah, nyonya, kalau suamimu sudah bangun, kabarkan berita baik ini…” Shinri menghampiri nyonya Lee, membantunya kembali berdiri tegak dan mencoba menenangkan perasaan bercampur aduk yang sedang dirasakan oleh nyonya tua itu

“kalau begitu kami permisi dulu…”ujar Jinki kemudian sambil meninggalkan ruang perawatan, meninggalkan seulas senyum, membuat senyum Shinri yang ia tinggalkan di ruangan itu juga makin lebar. Baru kali itu Shinri melihat Jinki tersenyum selebar dan setulus itu, ya walaupun mereka baru berkenalan tadi pagi dan bekerja bersama.

“aku tak habis pikir, aku bukan dokter suaminya, aku hanya menyampaikan hasil lab ini, tetapi kenapa ia malah berterima kasih padaku?”

“karena kau yang membawa berita baik untuknya dan suaminya, ia menganggapmu sebagai malaikat yang membawa berita keselamatan”

“begitukah?” seulas senyum menghiasi wajah jenius Jinki

“ne, bahkan senyum saja bagaikan senyum malaikat untuk mereka, pertahankan senyumanmu itu”

“ternyata, seperti ini rasanya…”

“wah, selain pintar, kau juga cepat menangkap situasi ya? Menyenangkan bukan? Melihat senyum mereka, tangis bahagia mereka bahkan rasa hormat yang kau rasa terlalu berlebihan, tetapi itulah pasien. Menganggap dokter sebagai ‘tangan kanan’ Tuhan yang menentukan hidup dan mati” Shinri berjalan pelan menyimpan semua hasil lab lalu pergi ke ruang ganti.

“tidak buruk juga…”gumam Jinki sambil berjalan menuju ruang dokter bedah, berniat menemui teman sedjolinya

***

“bagaimana harimu di bagian anak?”tanya si maknae, the truth

“aku dipermalukan…”

“yang benar saja?”tanggap Kibum langsung

“pasti kau yang mempermalukan dirimu sendiri, biasanya juga seperti itu” celetuk Minho yang biasanya diam saja, membuat keempat namja yang ada di situ menoleh kearahnya dan memberikan pandangan aneh mereka yang seakan mengatakan ‘tumben kau bicara’. Minho yang bingung pun mencoba member penjelasan dengan tatapan dan bantuan beberapa anggota tubuhnya, seakan mengatakan ‘mengapa? Tidak boleh?’

“ya, memang aku yang ceroboh”ujar Jonghyun mengakhiri acara pandang memandang mereka

“hahahahahahahahaha” seperti biasanya, tawa keempatnya pecah, mengiringi pengutukan Jonghyun terhadap dirinya sendiri

“kau Kibum, bagaimana di bagian emergency?”tanya Jinki sambil mengunyah roti isinya

“sibuk, aku lelah sekali. Aku tak bisa membayangkan seberapa kuat para dokter dan suster di bagian emergency…”Kibum menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kantin yang keras dan duduknya semakin lama semakin merosot, menandakan bahwa dirinya benar-benar lelah

“aku dengar kalian berdua membedah, kasus apa tadi?”tanya Jonghyun membenarkan duduknya lalu menyeruput teh hijaunya

“tulang ikan, tersangkut…”jawab Minho datar

“itu saja?”tanya Kibum dengan nada tidak percayanya

“menembus kerongkongan, Minho belum selesai ngomong tadi” jelas Taemin membuat ketiga lainnya –kecuali Minho- membulatkan bibirnya membentuk huruf ‘o’

“dan ada yang menyangkut di tenggorokan” ujar Minho pelan dan tetap datar

“mwo?! Bagaimana bisa?”ujar Key membelakan matanya. Jonghyun yang sepertinya agak terkejut juga sampat hampir tersedak teh yang sedang ia minum tadi

“entahlah bagaimana caranya, kami juga bingung”jawab Taemin

“lalu pasiennya bagaimana?”

“baik, sepertinya lusa ia sudah bisa pulang, ia masih sangat muda, gadis 17 tahun” jawab Taemin lagi sambil membayangkan sosok Ji Ah yang menurutnya cantik itu

“nah, kau sendiri, bagaimana di bagian lab? Membosankan?”ujar Kibum asal

“siapa bilang, banyak pelajaran berharga yang aku dapatkan, seorang gadis telah membukakan mataku…”jawab Jinki sambil menerawang membayangkan beberapa adegan beberapa jam lalu yang membuatnya belajar lebih banyak lagi.

Belajar bukan hanya belajar formal seperti yang kita lakukan di sekolah atau universitas atau sebagainya. Tetapi belajar juga membutuhkan perantara, orang-orang terdekat kita, terlebih dalam pelajaran moral dan kehidupan. Tak ada ilmu pastinya, tetapi jika sudah menemukan titik terangnya, maka dengan sendirinya hati yang akan berkoordinasi dengan otak, membentuk suatu sistem yang mantap untuk menjadikannya ‘seseorang’.

—–tbc—–

murmur jantung: bunyi jantung yang abnormal, kalo bayi baru lahir suka ada bunyi gini (bentar doang tapi), kalo bunyi ini ada terus menerus kemungkinan punya sakit jantung kongenital(bawaan lahir)

MRI: cara pemeriksaan organ dalam tubuh, hampir sama kaya CT Scan, fotonya perbagian potongan melintang (tapi yang ini lebih aman daripada CT Scan)

diabetes mellitus: penyakit kencing manis

***

Yang udah baca jangan lupa RCL…

kritik dan saran sangat di butuhkan… *halah*

gomawo… 🙂

 

Hyunvy^^

66 responses to “Meosjin Hospital [part 4]

  1. Pingback: Meosjin Hospital [part 5] « FFindo·

  2. Pingback: Meosjin Hospital [part 6] « FFindo·

  3. kayaknya yg paling capek key deh. Kasian key nya..
    akhirnya jinki suka juga dg kerjaannya..
    tapi si jjong emang nggak pernah mempermalukan diri sendiri wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s