[FREELANCE] Saranghae Sunbae !!!!!!!!!!!!! _Part 8_

Title                : Saranghae Sunbae !!!!!!!!!!!!! _Part 8_
Author            : ^ccdt^
Casts              : Super Junior, Choi Minnie, Park Yhuna, Kim Shara, Kim Yecha
Genre             : Romance
Rating             : 15 deh kayaknya XD
Length            : TBC
Disclaimer      :  Belong to God

Sementara itu di kelas suju yang sepi (Cuma ada hangeng seorang), kyu berjalan memasuki kelas dengan tampang betenya.

“kau kenapa kyu???” tanya hangeng saat kyu memasuki kelasnya

“annyi, aku hanya sedang bete” jawab kyu ketus

“ohw” ujarnya singkat

“hyung, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?? ” tanya kyu kepada hangeng yang sedang sibuk mendengarkan earphonenya

“ye, mworago?” tanya hangeng balik

“hyung, apakah aku pantas marah kalau seorang namja yang ku kenal mencium seorang yeoja yang juga merupakan temanku di depan mataku sendiri??” tanya kyu polos. Hangeng nampak mencerna pertanyaan dari magnaenya itu, sesaat kemudian ia tertawa lepas

“bwahahaha……” hangeng tertawa dengan keras

“apanya yang lucu hyung?” tanya kyu polos

“dongsaeng, bukankah kau akselerasi??? Kenapa kau tidak tahu apa artinya ini” ujar hangeng masih di sela tawanya

“memang apa hubunganya dengan akselerasi?” tanya kyu masih dengan polosnya

“itu artinya ‘KAU MENCINTAI YEOJA ITU’” ujar hangeng dengan menekankan kata kau mencintai yeoja itu kepada kyu. Dan kemudian meninggalkan kyu yang terdiam seketika

“ternyata donsaengku telah besar sekarang!!!” ujar hangeng seraya  berjalan meninggalkan kyu sendiri

“apakah aku betul MENCINTAINYA?” tanya kyu dalam hati

Di Singapura

Sementara itu, yesung berusaha menghibur minnie. Setelah beberapa lama dirinya merasa letih menangis,ia tertidur di bahu yesung. Yesung perlahan menoleh dan tersenyum kearah minnie

“kau pasti sangat lelah minnie~ya” ujar yesung pelan takut membangunkan minnie di sebelahnya. Yesung perlahan mengangkat minnie ke dalam kamarnya. Kemudian menidurkan minnie di ranjangnya, dan memakaikan selimut tebal ke tubuh minnie.

“selamat tidur minnie~ya” ucap yesung pelan seraya mencium lembut kening minnie dan meninggalkannya sendiri di kamarnya. Keesokan harinya, keduanya membantu eomma minnie mengemaskan barang2nya untuk mempersiapkan keberangkatan mereka ke Seoul. Minnie memutuskan untuk mengajak eommanya pindah ke Seoul karena ia tidak tega meninggalkan eommanya sendiri, apalagi di sini terlalu banyak kenangan yang ditinggalkan  appanya.

“minnie, bisakah kau pergi memberikan ini kepada koko yang berjualan di depan butik eomma? Dia selalu membantu eomma, eomma ingin memberi kenang2an kepadanya karena kita tidak mungkin datang ke sini lagi” ujar eomma minnie lembut seraya menyodorkaan sebuah bingkisan kepada anaknya

“ne, eomma” jawab minnie yang menerima bingkisan tersebut seraya pergi berlalu. Yesung yang baru saja melihat minnie keluar dari rumah, langsung berpamitan kepada eomma minnie untuk menemani minnie mengantarkan bingkisan kepada koko Henry.

“ahjumma. Bolehkah aku menemani minnie keluar? soalnya aku takut terjadi apa-apa pada minnie” tanya yesung sopan disertai anggukan mantap eomma minnie. Yesung berjalan mengikuti minnie yang telah berlalu terlebih dahulu.  Yesung berusaha mensejajar diri dengan minnie. Setelah selesai mengantarkan bingkisan kepada koko Henry keduanya langsung pulang menuju rumah minnie

“kita kesana sebentar ya!!! Please!!!” ajak yesung. Keduanya langsung menuju sebuah taman.

“apakah kau sudah merasa lebih baikan sekarang?” tanya yesung khawatir

“hm” jawabnya singkat

“apakah ada yang bisa kulakukan untuk menghiburmu?” tanya yesung lagi

“gomawo sunbae, selama ini kau sudah menghiburku kok” ujar minnie seraya tersenyum

“bisakah kau menutup matamu sebentar minnie?” tanya yesung setengah meminta

“hah?? Untuk apa?” tanya minnie aneh

“kumohon. Jebal???” pinta yesung lagi

Dengan setengah hati minnie melakukan apa yang yesung perintahkan. Kemudian ia merasakan kalau yesung telah merubah posisinya sehingga menghadap ke depan minnie

“sekarang kau boleh membuka matamu!!” kata yesung memerintahkan

Perlahan-lahan minnie membuka matanya, kemudian ia terperangah melihat yesung yang menyodorkan sebuah cincin ke arahnya.

“apa maksudnya ini?” tanya minnie yang masih tak mengerti

“saranghaeyo, choi minnie” ujar yesung lembut seraya memasangkan cincin itu ke jari manis minnie

“minnie~ya ada yang ingin ku bicarakan lagi ” kata yesung pelan

“mwo?” tanya minnie penasaran

“sebenarnya aku adalah secret admiremu” ujar yesung seraya menundukkan kepalanya. Minnie tak kuasa menahan air mata yang telah membendung di pelupuk matanya. Dengan perlahan minnie memeluk yesung erat. Kemudian ia mengatakan sesuatu kepada yesung yang dipeluknya erat itu

“nado sarangheyo, yesung~ah” kata minnie manis

Di Seoul tepatnya di SMA NEUL PARAN. Semua murid telah duduk di bangkunya masing-masing.

“annyeong” teriak minnie histeris

Semua mata sontak menatap kearahnya, sesaat kelas menjadi hening

“minnie~ya” ujar sharaa ragu

“iya ini aku, kalian semua kenapa?” tuturnya aneh

“kau sudah kembali?” tanya yhuna pelan

“ya iya lah yhuna, kau lihat kan aku ada di sini sekarang?” ujar minnie seraya berjalan kebangkunya.

“minnie~ya” kata yhuna dan sharaa bersamaan seraya memeluk minnie erat. Semua murid di kelas menjadi terharu melihat adegan persahabatan ini

“mianhae chingu, kami tidak bisa menemanimu ke Singapura” kata sharaa seraya melepaskan pelukannya. Yhuna juga melakukan hal yang sama.

“gwenchana!!! Punya teman seperti kalian sudah membuatku bahagia kok” ujarnya seraya tersenyum manis

“lalu, bagaimana dengan eommamu??” tanya yhuna penasaran

“eomma aku ajak ke Seoul. Sekarang sudah ada di rumah kok” jawab minnie lagi

“huah, syukurlah” kata yhuna seraya kembali memeluk minnie erat. Sedangkan sharaa ia nampak tertegun seketika

“aish yhuna, aku tidak bisa bernapas nih!!! Lepaskan!!!” kata minnie sedikit meronta-ronta

“hehehe, mian. Aku kan bahagia!!!” jawab yhuna sambil cengengesan

“kenapa kau sangat bahagia??” tanya minnie kemudian

“annyi, emangnya aku tidak boleh bahagia yah?” tanya yhuna seraya berpura-pura marah

“annyio, hanya saja kau kan selalu saja bad mood” ujar minnie seraya tersenyum simpul

“sharaa, gwenchanayo??” tanya minnie kepada sharaa yang terdiam seketika

“hah? gwenchana” ujar sharaa yang sedikit kaget

“oh iya minnie, kita kedatangan teman baru loh!!!” kata yhuna bersemangat

“tuh kan yhuna kau terlihat begitu bahagia. Memang ada murid baru yah??” tutur minnie panjang lebar

“aish minnie kau sirik saja” jawab yhuna seraya manyun

“iya tuh ada murid baru. Namanya kim yecha” kata sharaa menjawab pertanyaan minnie kepada yhuna tadi

“ow. Tapi sepertinya nama yecha begitu familiar” ujar minnie seraya berpikir cukup keras

“itu tuh teman aku waktu di Jepang” ujar yhuna menerangkan. Minnie nampak manggut2 mengerti, namun di hatinya ada sesuatu yang menganjal

“ngomong2 dia kemana?” tanya minnie kemudian

“hah? mungkin dia tidak masuk hari ini” kata sharaa seraya celingukkan kesana kemari

Bel istirahat tak terasa telah mengalun merdu. Seketika mereka telah membuat perkumpulan untuk melepas kerinduan ketiganya.

“sebenarnya ada yang ingin aku katakan pada kalian semua” kata minnie mengawali pembicaraan

“mworagoya???” tanya yhuna serius disertai tatapan histeris sharaa

“sebelumnya aku minta maaf ke kalian semua. Sebenarnya…” ujar minnie menggantung

“sebenarnya apa?” tanya sharaa penasaraan, yhuna ikut2an penasaran

“sebenarnya aku dan yesung sunbae jadian!!!” kata minnie seraya menundukkan kepalanya. Seketika kelas 2-3 yang memang sedang sepi jadi semakin sepi karena mereka yang menyemarakkan kelas menjadi terdiam seketika.

“ada yang aneh???” tanya minnie saat melihat kedua temannya mematung

“gwenchana minnie??”  tanya yhuna prihatin

“iya, emang ada apa sih???” tanya minnie aneh

“minnie aku tahu masalahmu terlalu berat tapi aku tidak menyangka kau menjadi seperti ini,” ujar sharaa sedikit terpuruk

“aish, kapan sih kalian bisa percaya padaku!!??” ujar minnie marah

“huweeeee!!! minnie maafkan kami. kami tahu kami terlalu jahat tidak menemanimu disaat kau terpuruk” ujar sharaa dan yhuna menangis sesungukkan

“AKU SERIUS PABO!!!!” teriak minnie kesal seraya berdiri dari bangkunya

Yhuna dan sharaa terdiam seketika, keduanya nampak mangap dengan wajah yang ketakutan

“hee??? chukae minnie” ujar keduanya histeris

“tau gak sih sebenarnya yesung sunbae adalah secret admireku!!!” kata minnie lagi

Yhuna merasa sedikit bersalah kepada minnie dan juga sharaa karena sebenarnya dia juga telah jadi yeojachingunya donghae. Sedangkan sharaa bungkam dari teman-temannya tentang siwon yang telah menyatakan cintanya kepada sharaa walaupun hanya main-main beberapa waktu yang lalu.

“apa aku harus menceritakan semuanya sekarang?” pikir yhuna dalam hati

“chingu, aku juga ingin mengatakan sesuatu kepada kalian”ujar  yhuna ragu

“mworago?” tanya keduanya bersamaan

“tapi janji jangan marah ya?? ” tanya yhuna balik

“iya” ujar keduanya yang lagi2 bersamaan

“sebenarnya aku….” kata yhuna menggantung

“yhuna!!!” ujar seseorang dari luar kelas

Terpaksa yhuna meghentikan kalimatnya, kemudian melihat ke arah seseorang yang memanggilnya.

“sunbae. Ada apa?” tanya yhuna kepada kibum yang memanggilnya barusan. Kibum memasukki kelas 2-3 dan menghampiri ketiganya

“pulang nanti ada yang ingin kubicarakan. Bisakah kau pulang bersamaku?” tanya kibum setengah meminta

“hah? Bicara apa?” tanya yhuna penasaran

“nanti kau akan tahu” kata kibum seraya pergi meninggalkan ketiganya

“apa yang ingin dia bicarakan?” tanya yhuna pelan

“tau, mungkin kibum sunbae mau menyatakan cintanya padamu” kata minnie menggoda

“aish minnie, aku sedang malas bergurau” kata yhuna kesal

Seketika ketiganya melupakan hal yang sebelumnya mereka bicarakan hingga jam pelajaran usai

“hahahaha, sepertinya sebentar lagi akan ada yang ditembak nich!!” kata sharaa menggoda

“aish sharaa kau sama saja dengan minnie” tutur yhuna kesal

“hei yhuna, pengganggumu yang satu itu mana?” tanya minnie disela-sela tawanya

“hah? Maksudmu?” tanya yhuna tak mengerti

“itu tuh si donghae sunbae, eh apa donghae oppa??” celetuk sharaa tiba-tiba

“apaan sih sharaa???” ujar yhuna malu. Kemudian dia teringat akan donghae yang belum dia lihat seharian, padahal dia sangat membutuhkan donghae disaat-saat seperti ini

“aish, kemana sih dia. Pabo, tidak tahu apa aku merindukan kepaboannya” jerit yhuna dalam hati

“yhuna, sudah selesaikan? Kkaja!!!!” ujar kibum membuyarkan lamunan yhuna tentang namjachingunya, LEE DONGHAE.

“hah? Ye, kkaja” kata yhuna sedikit terkejut

“annyeonghi kasayo chingu”ujar kibum dan yhuna hampir bersamaan

“annyeonghi kyesayo” ujar keduanya bersamaan

Seketika kibum dan yhuna pergi menjauhi keduanya yang cengir-cengir gaje membayangkan yhuna akan ditembak oleh kibum

“jagy, aku antar pulang yuk!!!” kata seseorang mengagetkan keduanya yang senyum-senyum gaje.

“eh, iya jagy” ujar minnie seraya pergi beranjak dari kursinya

“mian sharaa aku tidak bisa menemanimu pulang hari ini” kata minnie merasa bersalah

“aish, kau ini minnie tidak usah merasa bersalah seperti itu kepadaku. Sudah yesung sunbae ajaklah minnie pulang” tutur sharaa panjang lebar

Yesung tersenyum simpul sedangkan minnie terlihat manyun mendengar penuturan tajam dari sharaa. Kemudian meninggalkan sharaa yang tampak sedikit kesal. Dengan segera ia membereskan peralatan sekolahnya dan beranjak pergi meninggalkan kelas yang telah kosong. Ia berjalan melangkah keluar kelas namun langkah nya terhenti saat seorang namja juga menghentikan langkahnya saat melihat sharaa keluar dari kelas. Keduannya saling berpandangan beberapa saat sampai sharaa tersadar dan berjalan cepat meninggalkan kelas namun namja tersebut menahan tangan sharaa sehingga langkahnya terhenti seketika. Namja itu berjalan menghadap kearah sharaa yang nampak sedikit kesal.

“apa ini? Kenapa kau jadi begini” ujar kyu dingin

“kenapa sunbae bertanya padaku? Seharusnya kalimat itu aku yang mengucapkannya” tutur sharaa tak kalah dingin

“kenapa sunbae jadi seperti ini. Kenapa?” tanya sharaa sedikit berteriak, suaranya sedikit menggema

“sharaa kenapa kau tidak pernah melihatku? Kenapa hanya ada siwon hyung dihatimu? Kenapa?” kyu balik bertanya dengan nada sedikit ditinggikan. Sharaa terdiam tak mengerti sedangkan kyu, air matanya telah jatuh dipipinya

“aku hanya ingin kau melihatku. Selalu melihatku” kata kyu seraya tak henti menangis. Sharaa tetap bungkam, ia berusaha berkata-kata tetapi tak bisa. Air mata yang biasanya mengalir dengan deras tak setetes pun jatuh di pipinya. Yang ada dipikirannya hanyalah pergi meninggalkan kyu, karena ia benar-benar tak sanggup melihat namja itu menangis dihadapannya. Dengan segera sharaa berlalu meninggalkan kyu yang menangis sesenggukan. Namun saat dirinya telah menjauhi NEUL PARAN air matanya tak hentinya menetes.

“sunbae, tempat ini!!” ujar yhuna bingung. Keduanya telah tiba disebuah bukit, tempat pertama kali donghae menciumnya. Yhuna nampak terdiam beberapa saat sampai kibum menarik tangannya dan mengajaknya duduk di bawah sebuah pohon yang rindang.

“aku suka ketempat ini. Memangnya kenapa?” tanya kibum rada aneh

“ah annyie, tapi donghae sunbae…” katanya menggantung

“ah, donghae hyung memang sering kesini. Kenapa? Kau sering kesini dengannya yah?” tanya kibum lagi

“ah,  hanya sekali kog tidak sering” ujar yhuna malu-malu

“kau tahu kenapa aku mengajakmu kesini?” tanya kibum seraya menatap pemandangan seoul yang ada didepannya

“molla” jawab yhuna yang ikut-ikutan kibum yang asyik melihat kecantikan seoul dari atas bukit tersebut

“karena, aku ingin kau mengingat saat 2 tahun yang lalu” ujar kibum dalam. Yhuna sontak kaget, tidak ada yang dapat ia katakan saat ini

“yhuna, apa kau tahu bagaimana perasaanku saat kau memintaku untuk putus darimu?” tanya kibum seraya menatap lurus kedalam mata yhuna yang diam terpaku

“duniaku rasanya runtuh. Aku bahagia saat aku tahu kau sekolah di NEUL PARAN. Aku langsung meminta kepada ortuku agar aku di pindahkan kesana” ujarnya lagi. Namun yhuna tetap diam seribu bahasa

“tapi sepertinya yhuna yang sekarang bukan yhuna yang dulu aku kenal. Yang tidak bisa sedikitpun jauh dariku, yang tidak bisa tidak melihatku, tidak mendengar suaraku, tidak melihat senyumku, tidak mendengar leluconku dan..” ujar kibum panjang lebar namun terhenti

“cukup sunbae” kata yhuna memotong ucapan kibum. Kibum terdiam seketika

“aku memang bukan yhuna yang dulu lagi. Aku minta maaf karena aku telah melukai hatimu. Tetapi inilah aku saat ini, aku bukan lagi yhuna yang dulu pernah kau cintai” ujar yhuna sambil terisak

Kibum menatap yeoja dihadapannya sedih, kemudian menariknya kedalam dekapannya yang hangat. Isakkan yhuna semakin terdengar jelas dan membuat kibum merasa begitu tersiksa

“Mianhae yhuna” ujar kibum pelan dan masih mendekap erat yhuna yang terus menangis

3 hari kemudian

Yhuna berjalan gontai menuju kelasnya. Tidak bertemu dengan donghae selama 3 hari berturut-turut membuatnya begitu tersiksa.

“kemana sih dia? tidak tahu apa aku merindukannya. Dasar pabo!!” gumamnya pelan

“siapa yang pabo???” tanya seseorang mengagetkan yhuna. Yhuna membalikkan tubuhnya kebelakang. Dengan cepat dia memberikan senyum termanisnya

“emang kedengaran yah?” tanya yhuna malu seraya menggarut kepalanya yang tidak gatal

“iya pabo, emangnya merindukan siapa?” tanya sharaa seraya mendekat kearah yhuna. Keduanya melanjutkan perjalanan menuju kelas

“annyimida, kau salah dengar mungkin. Aku tidak merindukan siapa pun” jawab yhuna berbohong, ia menundukkan kepalanya karena takut sharaa tahu kalau ia sedang berbohong saat ini.

“kau bohong kan? Kau tidak bisa membohongiku yhuna. Kita berteman sudah hampir  2 tahun, jadi mana bisa kau membohongiku” ujar sharaa sedikit mendesak yhuna

“sungguh, aku tidak…” kata yhuna kemudian terhenti karena sharaa telah melotot menatapnya

“iya, iya. Aku memang tidak bisa membohongimu” ujar yhuna seraya tertunduk lesu

“nah begitukan enak, nggak perlu nambah-nambahin dosamu yang udah menggunung. Nah ceritakan kau merindukan siapa hah?” tutur sharaa panjang lebar dengan sedikit memaksa

“dosamu tuh yang segunung. Aku, aish, tapi kau jangan marah padaku yah. Aku hanya memberitahukannya padamu” kata yhuna dengan puppy eyesnya

“aish, jangan menatapku seperti itu. Menjijikkan tahu. Iya aku tidak akan marah” jawab sharaa ketus

“sebenarnya aku merindukan…” ujar yhuna menggantung

“aish terlalu lama pabo!!” kata sharaa yang sudah mati penasaran

“iya, iya. Aku merindukan donghae sunbae” ujarnya seraya menundukkan kepala karena malu

Sharaa menghentikan langkahnya, yhuna pun melakukan hal yang sama. Ia sudah siap kalau sebentar lagi sharaa akan meledak

“bwahaaahaaa” sharaa tertawa keras. Semua murid di lobby menatap ke arah keduanya dengan tatapan aneh. Dengan sigap yhuna membekap mulut sharaa yang asyik tertawa

“aish, kau ini. Malu tahu” kata yhuna masih mendekap mulut sharaa dengan mulutnya. Sharaa melepas paksa tangan yhuna yang membekapnya erat

“kenapa tiba2 kau merindukannya? Kau suka ya padanya??” tanya sharaa dengan sedikit menggoda

“aish, mianhae chingu. Sebenarnya aku telah menjadi yeojachingunya!!” ujar yhuna seraya berlalu meninggalkan sharaa yang diam mematung

Beberapa menit kemudian barulah sharaa dapat menyadarkan dirinya kembali, sedangkan yhuna telah menghilang. Dengan cepat sharaa melangkahkan kakinya menuju kelas  2-3. Namun langkahnya terhenti saat melihat yhuna yang masih mengenakan tasnya berlari ke luar kelas dengan mendekap mulutnya sendiri. Dan, yhuna menitikkan air matanya

“omo, yhuna menangis” ujar sharaa tercengang

Dengan cepat ia meneriakkan nama yhuna, namun chingunya itu tak mengubrisnya sedikitpun. Sharaa berlari menuju kelas, kemudian melihat minnie yang juga terlihat kebingungan sendiri

“ada apa dengan yhuna?” tanya sharaa kepada minnie yang juga terlihat panik.

“molla. Kau tahu dia kenapa?” tanya minnie cemas

“aish, aku tidak akan bertanya padamu kalau aku tahu” ujar sharaa semakin panik

“kalian membicarakan apa tadi?” tanya sharaa mendesak

“hah iya yecha ada berita penting untukmu!!” kata minnie yang berubah ekspresi secepat kilat

“aish, kau masih bisa menggosip disaat temamu lagi bersedih?” kata sharaa kesal

“enak saja ini bukan gosip. Mungkin yhuna menangis karena teharu mendengar berita ini” ujar minnie membela diri

“”yah sudah emang cerita apa?” tanya sharaa yang sudah mulai tertarik

“nah kan gini. Kemarin yecha kan 3 hari nggak masuk tuh. Trus donghae sunbae juga 3 hari tuh nggak masuk. Tahunya mereka sama2 pergi ke Amerika. Mudik kekampung halamannya gitu” ujar minnie menjelaskan

“aish, kelamaan pabo. Intinya, intinya!!” pinta sharaa kesal karena nggak ngerti

“sebenarnya di Amerika, yecha sama donghae sunbae tuh. Ehm, bentar aku cek suara dulu. Ehm, ehm.” Kata minnie memperlama

“aish minnie cepetan nggak!??” bentak sharaa kesal

“sebenarnya mereka tuh,” ujar minnie menggantung

“di Amerika ‘DITUNANGIN’, ya ampun so sweet banget kan!!” ujar minnie seraya tersenyum membayangkan kalau yang ada diposisi yecha dan donghae adalah dirinya dan yesung

Namun sharaa terdiam, dirinya bagaikan disambar petir disiang bolong saat ini. Ia tahu persis perasaan yhuna sekarang. Kini yang ada dibenaknya hanya keadaan yhuna

“tuh kan dia bengong. Sama aja tuh kaya yhuna tadi. Pasti abis ini nangis nih, trus lari ninggalin kelas tanpa alasan yang jelas” ujar minnie aneh

Yecha yang nampaknya mengerti, hanya dapat menundukkan kepala merasa bersalah. Dia tahu persis pertunangannya dengan donghae akan dicekal oleh banyak pihak.

Tanpa ba bi bu lagi sharaa meninggalkan kelas dengan air mata yang bercucuran. Bukan karena ia cemburu dengan pertunangan ini seperti yhuna, tetapi ia mencemaskan keadaan chingunya itu sekarang.

“nah kan. Apa aku bilang” ujar minnie heboh sendiri

Yhuna berjalan keluar dari NEUL PARAN tanpa tujuan yang jelas. Ia tahu persis perasaan sakit hati itu bagaimana saat ini. Ini sudah kedua kalinya dia merasakannya. Namun masalah satu ini membuatnya begitu menderita. Dengan air mata yang terus bercucuran yhuna berlari meninggalkan NEUL PARAN

Kini dirinya telah tiba dibukit ini. Tempat yang pernah dikatakan donghae bahwa dia menemukan yhuna disini. Tempat yang begitu indah saat donghae mengecup lembut bibirnya.

“kau jahat sunbae!!! Kau jahat” kata yhuna disela isaknya

“apa salahku? Bukakah kau yang mengatakan bahwa aku adalah cintamu yang selalu kau lihat dari sini” tutur yhuna masih disela isaknya

“apa kau tidak tahu aku mencintaimu, DONGHAE SUNBAE” kata yhuna dengan menekankan kata donghae sunbae

Air mata kembali berlinang dipipinya malah semakin deras dari yang sebelumnya. Dia memang belum mendengar penjelasan dari donghae tapi mendengar berita ini saja sudah membuat yhuna begitu frustasi apalagi kalau sampai donghae yang mengabarkannya sendiri.

Yhuna masih menangis sesungukan dan melimpahkan semua kekesalannya. Matanya kini telah sembab, napasnya begitu tak beraturan. Tak ada lagi tempat untuknya bernaung. Kini hari telah senja, yhuna menatap bayangannya yang hampir memudar. Dengan sekuat hati ia menguatkan pikirannya. Kemudian menghapus air mata dengan punggung tangannya.

Pukul 18.00

Yhuna merasa dirinya telah kuat sekarang, walaupun air matanya terus mengalir. Kini ia bersiap untuk meninggalkan tempat terindah sekaligus tempat terburuk ini. Yhuna membalikkan badannya, namun ia terkejut mendapati seorang namja yang menatap kearahnya sedih.

“sunbae” ucap yhuna dengan susah payah mengeluarkan suaranya

“ apakah seburuk ini?” tanyanya dingin. Yhuna tak menjawab, matanya yang sembab kembali menitikkan air mata

“ apa kau juga seperti ini dulu?” tanyanya lagi seraya mendekati posisi yhuna dan menatap lurus kedalam matanya

“ kau seperti ini membuatku terluka” ujarnya mulai terisak. Yhuna kembali menangis sesungukkan, ia mengalihkan pandangannya kearah lain takut menatap mata namja dihadapannya itu

“ jebal yhuna. Jaebal, jangan lupakan saat kebersamaan kita dulu ” katanya seraya menangis semakin menjadi-jadi

“ aku hanya ingin kau mengingat saat-saat aku selalu ada dihatimu dulu. Saat-saat yang tak kan pernah aku lupakan” ujarnya sembari berjalan mensejajarkan diri di samping kanan yhuna. Keduanya berlawanan arah satu sama lain

Kibum memandang ke Seoul yang terhampar luas, sedangkan yhuna mengarah ke arah sebaliknya.

“ apakah aku terlambat saat ini? Apakah aku tidak pantas lagi mengisi hatimu? Apakah aku harus merelakanmu dengan orang lain yang hanya bisa menyakitimu?” tanya kibum bertubi-tubi. Kibum memandang ke arah kanannya, ke arah yhuna. Sedangkan yhuna memandang lurus ke arah jalan. Kibum meraih tangan kanan yeoja di sampingnya itu dengan tangan kanannya, tangan kanan keduanya saling berpautan. Kibum menggenggamnya erat agar memberi kehangatan pada yeoja yang ia cintai itu. Yhuna tetap terpaku sembari menangis semakin deras

“ aku ingin kau bahagia yhuna. Hanya itu!!!” ujar kibum dalam, matanya kembali meneteskan air mata

Yhuna masih diam, tak sedikit pun mengubris pernyataan kibum. Namun isak tangisnya terdengar dengan begitu jelas. Tangannya yang digenggam erat oleh kibum terasa sangat dingin

“ aku,” kata kibum namun terhenti ia menatap lagi yeoja disampingnya. Yhuna masih menangis tersedu-sedu

“ aaaaaaaagggggggghhhhhhhh!!!!!” teriak kibum frustasi karena yhuna tak mengubrisnya sama sekali

“ sebegitu hancurkah hatimu mendengar donghae hyung dan yecha akan bertunangan yhuna? BEGITU HANCURKAH????” kata kibum kasar. Ia benar2 emosi saat ini, bagaimana tidak ia sudah berbicara panjang lebar namun yhuna hanya menjawabnya dengan tangisan

Yhuna kembali tersedu-sedu mendapati kibum yang berbicara kasar padanya. Tangisnya semakin jelas terdengar diantara pepohonan yang rimbun. Yhuna benar2 tersiksa, badannya sudah tak mampu lagi berdiri. Ia terduduk di tanah seketika. Tangannya yang digenggam erat oleh kibum pun terlepas perlahan. Kibum kembali menangis menyesali perbuatan bodohnya. Kemudian menatap ke arah yeoja di sampingnya yang menangis tersedu2 sembari terduduk di tanah. Hatinya begitu miris, dengan lemah ia menghampiri yhuna dan mendekapnya kuat seakan tak mengizinkan yhuna menjauh sedikitpun darinya. Keduanya menangis sesunggukkan sampai matahari telah letih menyinari bumi.

“ mianhae!!!” kata kibum lirih. Hanya kata inilah yang dapat ia ucapkan saat ini.

Sharaa terduduk lemas di sofa rumahnya. Dengan kaki dirapatkan di depan dada, sharaa memeluk kakinya erat. Pikirannya melayang kepada yhuna yang belum kembali kerumah sampai saat ini. Sharaa merasakan beban yang yhuna tanggung berpindah padanya

“ aish, masalahku belum kelar kenapa harus nambah satu masalah lagi sih??” kata sharaa kesal

“ sunbae, aku membutuhkanmu. Sungguh!!!” ujar sharaa pelan

Ia ingat saat ia menceritakan semua masalah keluarganya kepada cho kyuhyun. Hatinya begitu lega. Masukkan2 darinya membuat sharaa dapat berpikir lebih jernih, belum lagi senyumnya yang begitu mempesona membuat sharaa begitu damai. Ia begitu ingat saat kyu menceritakan semua rahasianya kepada sharaa, hanya kepada sharaa bahkan kyu tidak menceritakannya kepada sungmin teman terbaik kyu.

Ting tong… ting tong

Suara bel menghancurkan lamunan sharaa tentang kyu. Dengan malas2an sharaa berjalan ke arah pintu dan membukanya. Namun tidak ada orang di sana. Matanya menatap kesegala arah, namun tetap tidak ada siapa pun disana. Sharaa hendak berbalik masuk kedalam rumah, namun matanya terpaku saat melihat ke lantai. Sepucuk surat berwarna pink lembut tergeletak manis di sana. Dengan ragu sharaa mengambil surat tersebut dan membacanya.

TBC

Comment please 😀
kalau banyak yg comment, ffnya bakal  cepet dilanjutin.

So, Don’t be A Silent Reader 😀

 

Advertisements

20 responses to “[FREELANCE] Saranghae Sunbae !!!!!!!!!!!!! _Part 8_

  1. kasian banget Hyunna ma Kibum…
    tapi kok Donghae gak ngasih kabar sama sekali ya???
    surat dari sapa ya yang diterima Shaara???
    kaya na Shaara beneran cinta ma Kyu ya???
    di tunggu lanjutan na,,,
    cozzz penasaran banget ma lanjutan na,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s