I called it’s manner (Taemin POV of He called it’s manner)

Title: I called it’s manner

Author: Hyunvy (@vyivyivy)

Cast: Yoon Jisun (Rara), Lee Taemin (SHINee), Onew (SHINee)

Length: Ficlet

Rating : PG-13

Genre: Romance

ff ini skuel dari ff He called it’s manner… karna pada bilang gantung terus minta yang Taemin POVnya, jadi dibuatlah ff ini, tapi kayanya ini lebih ke Taemin POV…hehe. dan ff ini tetap didedikasikan untuk Rara aka Yoon Jisun… check this out… ^^

***

Taemin P.O.V

Jisun. Yoon Jisun. Yeodongsaeng dari Onew, chingu baikku di kampus. Ya aku akui kalau kami sedang dekat saat ini, mungkin bisa dikatakan sangat dekat walaupun kami belum lama berkenalan. Mungkin  baru sekitar 1 bulan. Aku bagai hilang kendali, bagai kuda yang lepas dari kandangnya yang terus berlari tanpa henti, terus ‘beraksi’ untuk mendekati Jisun.

Acara perkenalan kami biasa saja, sungguh tak ada yang spesial. Aku sebagai chingu membantu chinguku yang sedang dalam masalah, dengan membawa Jisun ke foodcourt, itu saja. Tidak ada yang spesial bukan? Tapi entahlah mengapa diriku selalu berusaha untuk melindunginya, menganggap agung seorang wanita, apalagi saat aku mengetahui kalau ia adalah seorang yeoja yang rapuh.

“hey, Yoon Jisun!!!” panggilku saat mataku tak sengaja menangkap sosok tubuhnya yang sedang berjalan berat di trotoar, malam-malam masih dengan seragam sekolah dan berjalan dengan gontai. Ada apa dengan anak ini?

“Taemin oppa?! Kenapa kau bisa ada disini?”jawabnya agak terlonjak melihat keberadaanku

“baru pulang dari sekolah?”tanyaku agak tidak sabaran

“ne, ada pemantapan tadi, jadi aku harus pulang malam…huhu”jawabnya agak bergetar karena kedinginan. Ah, aku lupa, dia kan sebentar lagi akan ujian negara

“butuh tumpangan?”tawarku cepat kemudian turun dari motor dan membuka helm yang menutupi wajah dan sedikit pandanganku, sekaranga ku bisa menatap wajah lugunya dengan jelas

“ah, anni, merepotkan…”ujarnya sambil membungkuk kecil. Aku tahu dia orang yang sungkan, tetapi ini sudah menjadi tugasku sebagai seorang namja, menjaga dan melindungi seorang yeoja

“kau ini, seperti siapa saja…”ujarku sambil membuka jaket kulitku. Untuk apa? tentu saja untuk Jisun, agar ia bisa memakainya

“pakai ini, kau pasti kedinginan..”ujarku lagi sambil menyodorkan jaketnku dan tanpa pikir panjang ia langsung memakainya dan sepertinya dia merasa nyaman dengan jaket itu. Sementara ia menikmati kehangatan jaket itu, aku pun memakaikan helm di kepalanya dan mengancingkannya dengan pas. Selain ini adalah peraturan, tetapi aku tidak mau terjadi apa-apa dengan dirinya nanti

“gomawo, oppa…”ujarnya dengan agak tersipu. Wajahnya memerah. Lucu sekali, walaupun tertutup helm, tapi aku dapat melihatnya dengan jelas

“ya sudah, ayo naik, pegangan ya, aku tak ingin kau terlalu lama di luar, malam-malam begini”ujarku yang kemudian membuatnya memeluk tubuhku dengan ragu tapi perlahan dia mulai mengeratkan pelukannya, aku pun tersenyum kecil lalu dengan hati-hati mengendarai motor itu. Sungguh aku tidak ingin gadis kecil ini kenapa-kenapa, ia masih terlalu rapuh bahkan untuk menghadapi kehidupan ini

“sudah sampai”ujarku sambil menghentikan motorku tepat di depan rumahnya

“gomawo oppa…”ia turun dari motor, membuka helm dan jaket, lalu memberikannya padaku dan hendak masuk ke dalam rumah

“salam untuk Onew, jangan tidur terlalu larut ya..”ujarku kemudian dan hendak beranjak pergi

“ne, hati-hati oppa…”ia melambaikan tanganku dan membalasnya dengan senyum di balik helmku. Aku mulai memacu motorku lagi.

***

Entah, mulai saat itu rasa ingin melindungi dan menjaga itu semakin kuat. Mungkin ini rasa yang biasa aku rasakan saat aku dihadapkan oleh seorang wanita yang berada di dekatku. Namun perbedaannya perasaan ini sedikit lebih kuat saja. Apalagi saat kami lebih sering bertemu. Entah kenapa ia lebih sering mengikuti Onew saat kami sedang bermain atau hanya sekedar mengobrol dengan teman-teman ku yang lainnya.

Ia orang yang cukup mudah beradaptasi. Bisa dikatakan dia sudah menjadi teman baru bagiku dan teman-teman bermainku dan Onew yang lainnya. Walaupun umur kami terpaut agak jauh, tetapi itu tidak menjadi sebuah tolak ukur sebuah pertemanan.

“hati-hati Jisun, jangan berdiri di tengah jalan”

“sini, aku bawakan tasmu”

“kau mau pesan apa? biar aku pesankan”

Mungkin itu beberapa kalimat perhatian yang aku ucapkan untuknya. Otomatis menjadi penuntun saat menyebrang atau mengelus kepalanya saat ia melakukan hal yang membuat bangga. Semata-mata karena aku merasa ini adalah sebuah kewajiban, aku sebagai namja dan ia sebagai yeoja. Apa aku salah melakukan itu semua? Tidak kan? Aku memang di didik sebagai laki-laki untuk melindungi seorang wanita dan menjaganya dengan baik karena wanita adalah makhluk yang agung.

Aku tidak memukul rata sikapku kepada semua wanita. Aku pun mempunyai batasan, dimana saat aku harus menunjukan dan melindunginya atau aku merasa bahwa ia sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Tapi entah mengapa batasan itu seakan sirna saat aku bersama Jisun. Aku merasa seakan ia harus selalu dilindungi, diperhatikan dan dijaga. Padahal aku mengetahui bahwa ia sudah mempunya seorang pelindung, siapa lagi kalau bukan Onew?

Tapi entahlah, jiwanya terlihat rapuh, hancur dihadapanku. Dan aku hanya berusaha untuk melindunginya dan menguatkannya. Memang kenyataannya begitu? Atau aku saja yang berlebihan?

***

“Taemin…”panggil Onew saat kami sedang makan di foodcourt kampus

“ne, wae?”tanyaku sambil mengunyah bibimbab

“apa kau menyukai yeodongsaengku?”

“ohok.. ohok…”jujur aku terlonjak dan agak terdesak, dengan cepat aku mengambil air minum dan buru-buru meminumnya

“apa maksudmu?”tanyaku saat nasi-nasi itu telah tertelan dengan baik

“sikapmu, seakan menunjukan bahwa kau menyukainya”ujarnya serius, sungguh sangat serius, jarang sekali ia seperti ini. omo, apa yang harus aku katakan? Jujurkah bahwa itu semua hanya manner padahal aku sendiri agak meragu

“I called it’s manner…”jawabku kemudian membuat Onew mengangguk dan melanjutkan ‘acara’ makannya. Begitupun denganku. Kata-kata tadi keluar begitu saja dari mulutku. Memang setelah dipikir-pikir, itu semua biasa saja, bukan sebuah perasaan lain selain manner.

Aku tidak mengetahui perasaan Jisun. Apakah benar yang dikatakan Onew bahwa bisa saja Jisun menyukaiku karena sifatku itu? Jujur, aku ingin mengetahui apa perasaan Jisun saat ini. dan bila aku mengetahuinya, mungkin aku bisa sedikit berbohhong agar aku tidak melukai perasaannya, aku tak ingin melukai hati seorang wanita.

Aku hanya ingin menjadi namja yang baik. Hanya itu. Melindungi dan menjaganya adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa di tawar lagi. Tapi aku agak tidak mengerti saat perasaan itu melampaui batasnya.

(^^)The End(^^)

Huah, akhirnya beres juga…

Semoga pada suka, dan kayanya jadinya agak ngegantung lagi… *sigh*

Tapi rencananya bakal ada skuelnya lagi, ini mungkin lebih ke Taemin P.O.Vnya yah??hehe

Ya udah deh, kalo udah baca jangan lupa comment, kalo suka silahkan di like…hoho, ditunggu kritik dan sarannya…

Oh iyah, doain juga yah, author hari senen bakal ujian blok selama 1 minggu… T.T

Gomawo.. 🙂

Hyunvy^^

47 responses to “I called it’s manner (Taemin POV of He called it’s manner)

  1. HAA..
    perasaan tadi pagi aku komen deh, masa komenku ilang?
    ah, KUJAR .. << maksud lo..
    mian, soalnya olnya di hp vy.. mian juga baru baca ya.. *padahal dr beberapa hari yg lalu udh baca di hp, tp males komen* XD
    ah, daebak deh klo ivy yg buat..
    taem, knp sifatmu selalu begitu? huhu.. perasaan di ff taem selalu dijadiin cowo yg kurang peka,, haish.
    sadarlah taem..!! *sinetronisasi mode on* =D
    ayo dong sekuelnya.. vy.. *maksa*
    oh ya, ttg ffmu ama jjong itu.. haduh mian aku belum nemu idenya.. /plak baru refreshing tamatin ff soalnya. XD
    tp nnti aku kasih tw kamu kok klo udh jadi.. hahaha..
    THX VYYY!! ^^

    • ahahahahhaahha…
      ya udah yang penting udah baca…
      jangan udah dii bikin tapi g di baca =.=”

      sip”, ditunggu ajah bentar lagi…
      lagi lancar nih idenya..haha

      sip”…
      gpp, nanti kasi tau ajah yah..hehe

  2. waaa,,, iya! gantung lagi,, tadinya malah aku sudah mantep semua yang dilakukan taem itu cuma manner, sekarang malah jadi ngerasa taem suka sama jisun..
    sambung lagi.. sambung lagi..

  3. bener banget chingu…
    masih ngegantung juga ne…
    sebenar na Taemin suka gak ma Jisun???
    buat sequel na ge dunk…
    penasaran banget ne…

  4. aku kira mereka jadian disini ,eh ternyata cuma diganti POV nya aja gitu ._.
    ceritanya bagus^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s