I’M NOT CINDERELLA III NC-16

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Lee / Cho Eunhye

Cho Kyuhyun

Support cast : Super Junior

Genre : Romance

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), NC-16

Disclaimer : semua cerita hanya karangan gue, hanya imajinasi gue sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

POV : semua cerita gue ambil dari sudut pandang Eunhye

Poster and Thank’s To : Rara a.k.a cute pixie

“Kesalahpahaman jika tidak cepat diselesaikan akan menjadi boomerang didalam suatu hubungan” Ocha Syamsuri

Baca dulu : Prolog, Part I, Part II

 

I’M NOT CINDERELLA

 

“Ne, adik ipar. Kyuhyun oppa dan Victoria eonni kan sudah tunangan”

“Mwo? Jinjja?” seruku tak percaya.

“Tentu saja bohongan bodoh. Kau ini sepupunya bukan sih? oppa-mu tunangan atau belum saja kau tidak tau. Dasar bodoh!!”

“Ka-kau mengataiku bodoh?”

“Ne, kalau bukan bodoh emang apalagi? Autis gitu?”

“Kau!!!!”

Tanpa menghiraukan aku yang masih kesal dengan ucapannya yeoja menyebalkan itu dengan seenaknya merangkul lengan Kyuhyun dan Victoria pergi meninggalkan aku. Dengan terpaksa aku mengikuti mereka dari belakang. Mereka bertiga berjalan seolah-seolah tidak menyadari ada aku di belakang. Cuma Kyuhyun yang sesekali menoleh ke arahku, tapi aku rasa ia hanya tidak ingin aku hilang dan repot-repot mencariku.

Aku masih saja mengutuk mereka didalam hati sampai dua orang namja berbadan tambun menghadangku. Mereka berpakaian seperti petugas keamanan. Aku mengernyitkan alisku sembari bertanya-tanya kenapa mereka menghadangku. Kalau begini aku bisa di tinggal sendirian.

“Maaf Agasshi, tapi anda harus ikut kami ke kantor.”

Belum sempat aku membalas mereka sudah menggiringku untuk mengikuti mereka. Ada apa ini?

***

Kira-kira sudah dua jam lebih aku di interogasi oleh salah satu petugas yang menangkapku, dan selama dua jam ini pula aku di suguhi pertanyaan yang sama. ‘Apa aku membolos?’. Tentu saja aku membantahnya. Lagian ini sudah sore, mana mungkin ada murid yang bolos sekolah.

“Agasshi, mengakulah kalau kau itu bolos sekolah. Kau hanya membuang waktuku. Apa susahnya sih kau mengaku?”

“Ajusshi, aku sudah berulang kali bilang kalau aku tidak membolos.”

“Tapi kenapa kau masih berseragam? Aigoo, aigoo, masih kecil sudah berani berbohong.” Ajuhssi itu mendecakkan lidahnya seolah mengganggapku berbohong.

Aishh!! Aku menarik nafasku panjang lalu menggerakkan kepalaku yang kaku. Ajuhssi ini benar-benar menyebalkan.

“Ajuhssi, aku bukan anak kecil. Aku ini sudah kelas 3 SMA. Dan lagian aku sudah menikah.”

Ajuhssi itu membanting buku yang cukup tebal ke atas meja, suaranya yang besar membuatku kaget setengah mati. “Ya! Jangan berbohong lagi. Sudah tidak mengaku membolos kau juga mengaku-ngaku sudah menikah pula. Anak kecil sudah berani membohongi orang tua!”

Aku ingin membantah omongan ajuhssi itu dan menunjukkan bukti kalau aku sudah menikah. Tapi kuurungkan setelah mengingat siapa yang menjadi suamiku saat ini. Mana mungkin aku bilang kalau aku sudah menikah dengan Cho Kyuhyun, maknae dari grup idola yang sangat terkenal di penjuru dunia. Bisa-bisa orang menganggapku gila atau terlalu banyak mengkhayal.

“Tapi aku benaran sudah menikah.” Hanya itulah yang akhirnya keluar dari mulutku.

“Ahh, keurae.. Kau sudah menikah, kalau begitu telepon suamimu dan suruh kemari.”

“Tapi…” aku terdiam lagi. Mana mungkin aku menelpon Kyuhyun. Dan lagi ponselku entah terjatuh dimana.

“Lihat, kau berbohong kan? Aigoo.. Sudahlah, mengaku saja dan telepon gurumu.”

Ahh, benar juga. Guru-ku! Kenapa aku tidak berpikiran dari tadi? Aishh~ jeongmal pabo!

Aku mengambil kertas didalam tasku lalu mengambil bolpen yang terletak di dalam kotak pensil warna biru safir. Aku memasukkan lagi kotak pensil kedalam tas lalu menulis sederet nomor sekolahku. Selesai menulis aku menyodorkan kertas itu ke ajuhssi berkepala botak setengah ini.

Ajuhssi itu menatapku curiga lalu mengambil kertas yang kuberi dan membacanya. Ia mengernyitkan alisnya seakan heran dengan tulisan yang berada di kertas itu.

“Kau bersekolah di Seoul Internasional High School?” tanyanya aneh seolah tak percaya jika aku memang bersekolah disana.

“Ne, apa ajuhssi tidak percaya denganku?” tanyaku balik. Ajusshi ini sudah botak, menyebalkan, dia juga selalu bernegative thinking ke orang-orang.

“Ckckck, aku tidak percaya murid dari sekolah elit ini ternyata tukang membolos.” Ajuhssi itu mendecakkan lidahnya lagi dan mengambil gagang telepon yang berada di ujung meja ini.

Aku hanya diam dan memperhatikan ajuhssi berkepala botak yang didepanku ini. Aku menyeringai kecil saat melihat ia yang mulai gelagapan. Ahaa, ia pasti dimarahin oleh salah satu guru di sekolahku. Aku harap guru-ku tidak menuntut ajuhssi ini karena telah salah menangkap murid mereka. Walaupun ajuhssi ini sangat menyebalkan tapi aku tidak tega melihatnya.

“Ne, jeongmal jwesonghamnida.. Ne.. Ne.. annyonghasimnikka” Ajuhssi yang kuperhatikan ternyata berjidat lebar ini menaruh kembali gagang telepon ke tempat semula. Ia menggaruk kepalanya yang minim rambut itu sambil menatapku tidak enak.

“Arasso ajuhssi, kau tidak usah minta maaf.” Ujarku diplomatis. Padahal aku tadinya sudah berniat mau melempar sepatu ke jidatnya yang seukuran lapangan bola itu.

“Mianhae agasshi, kau boleh pulang sekarang.” Ajuhssi itu berdiri dan maju ke samping meja. Ia menundukkan badannya lalu menunjuk pintu keluar ruangan ini.

Aku tersenyum tipis ke ajuhssi itu lalu keluar dari ruangan terkutuk ini. Semoga aku tidak bernasib sial dan bertemu dengan ajuhssi ini lagi.

***

Aku tidak peduli lagi dengan protes yang dilontarkan oleh kerikil yang kutendang-tendang dari tadi. Aku bukannya kejam tapi siapa suruh kerikil ini berada di tempat yang salah. Beralih soal kerikil, aku kesal sekali dengan yeoja yang bernama Krystal itu. Kakak adik ternyata sama menyebalkannya. Tidak kakaknya yang selalu menempel ke Kyuhyun kini adiknya pula yang suka menggelayut di lengan Kyuhyun. Mentang wajah Kyuhyun itu sangat tampan mereka jadi begini. Tapi Ya! Kyuhyun itu kan suamiku. Mana boleh yeoja lain menyentuhnya. Aku kan istrinya. Tapi yang jadi pertanyaanku selama ini apa Kyuhyun menganggapku sebagai istrinya?

Kutatap lekat-lekat langit malam ini, sekerjap sebuah pertanyaan-pertanyaan muncul di dalam pikiranku. Aku hanya ingin tau apa arti diriku didalam hatinya? Kenapa dia sangat dingin terhadapku? Dan juga kenapa sifatnya selalu berubah-rubah setiap saat? Dia terkadang bersikap seolah dia hanya milikku seorang tapi sedetik kemudian ia menghempaskan aku agar menjauh dari hidupnya. Sebenarnya dari ke semua itu yang mana yang berasal dari hatinya? Dan soal Victoria. Ada hubungan apa di antara mereka? Kenapa kedekatan mereka membuatku darahku mendidih? Jika mereka hanya berteman kenapa mereka sering tertangkap sedang berjalan berduaan?

“Agasshi, kau ini manusia bukan?” ujar sebuah suara yang sukses membuatku menoleh ke arahnya. Aku sempat terpaku melihat wajah tampannya sampai ia berkata lagi. “Agasshi, kenapa kau melihatku begitu? Aku hanya bertanya apa kau ini manusia atau bukan?” sindirnya yang membuatku cepat tersadar dari lamunanku.

Aku segera merapikan letak dudukku, walau gimana pun juga aku tidak mau terlihat jelek di hadapan namja tampan.

“Agasshi, kau tadi melihat apa?” ia duduk di dekatku lalu mendongak keatas seakan mencari tau apa yang kulihat tadi. Aku memandangnya dengan aneh.

“Tidak ada apa-apa di langit. Terus kau ngeliatin apa sampai setengah jam lebih?” ujarnya setelah puas mencari tau apa yang kulihat tadi.

“Kau menguntitku ya?” tebakku langsung yang langsung membuatnya tertawa terbahak-bahak. Aku memandangnya ngeri. Namja ini sangat aneh.

“Ya~ berhentilah tertawa. Tidak ada pelawak disini.”

“Aigoo~ kau lucu sekali agasshi.” Ia mencubit pipiku pelan seakan aku ini sebuah boneka. Aku menepis tangannya kasar dan menggosok pipiku yang di cubitnya tadi.

“Dan jangan sembarangan mencubitku.”

“Arasseo. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau masih disini? Ini sudah malam sekali dan kau juga masih berseragam. Apa kau kabur dari rumah?”

“Jangan berasupsi yang aneh-aneh. Heran deh kenapa sih orang di jaman sekarang sukanya main tuduh.” Hufh, aku kesal sekali. Sudah dua kali aku bertemu dengan orang yang main tuduh. Apa sih salahnya memakai seragam sekolah?

Kulihat ia mengernyitkan alisnya. Ahh, dia pasti tidak paham apa maksud dari omonganku tadi.

“Lupakan. Aku tadi hanya asal ngomong.” Ralatku cepat agar dia tidak banyak berpikir lagi. Ia mengangguk paham.

“Tapi ngomong-ngomong kenapa kau masih disini agasshi? Apa kau sedang menunggu seseorang?” Tanyanya lagi. Astaga, apa dia ini keturunan Ibu RT? Kenapa suka sekali mencampuri urusan seseorang?

“Tidak sedang apa-apa, hanya ingin menjernihkan pikiran. Kau sendiri kenapa masih berkeliaran? Apa kau tidak takut ada agen pencari bakat yang mengejar-ngejarmu nanti?”

Dia tertawa lagi. “Aku ini sudah menjadi artis agasshi. Apa kau tidak pernah melihatku di TV?”

“Tidak.” Jawabku langsung. Kulihat ia mengerucutkan bibirnya.

“Maaf, bukan  maksudku.”

“Tidak apa-apa agasshi. Aku memang artis yang kurang terkenal.”

“Tapi kau tampan.”

“Jinjja?”

Aku menyesal mengatakan kata-kata itu karena namja aneh ini mulai berpose seakan-akan dia yang paling tertampan. Aigoo, walau setampan apapun namja ini tapi tetap suamiku yang paling tampan. Tapi ngomong-ngomong sedang ngapain ya Kyuhyun sekarang? Apa dia menyadari kalau aku menghilang? Atau jangan-jangan sekarang ini dia malah keasyikan bermain dengan kedua yeoja terkutuk itu sampai melupakan aku?

“Agasshi, ini sudah malam sekali. Kau mau aku antar?” tawarnya.

“Ne, ayo antar aku pulang.” Jawabku cepat. Tentu saja aku tidak menolak tawarannya. Saat ini sudah pukul 9 malam, dompetku terjatuh di mobilnya Kyuhyun jadinya aku tidak punya uang untuk naik bus ataupun taksi. Apa salahnya menerima kebaikan orang lain?

“Ayo, kau menunggu apa lagi?” tanyaku kesal saat melihat namja itu tidak segera menggerakkan badannya.

“Agasshi, dimana-mana yeoja itu pasti menolak ajakan seorang namja yang tidak ia kenal. Tapi kau malah langsung menyetujuinya. Apa kau tidak takut kepadaku?”

“Ya~ itukan di drama-drama. Lagian aku tidak ada uang lagi untuk naik bis. Ya~ palli!!”

***

Namja aneh yang punya wajah tampan ini melongo melihat rumahku ini. Seakan rumah ini sesuatu yang sangat familiar baginya. Sadar aku memperhatikan raut wajahnya ia mengalihkan pandangannya ke hadapanku lalu tersenyum. Ia membuka pintu mobil yang berada di sebelahnya lalu ia membukakan  pintuku. Aku sedikit heran dengan tingkah laku namja ini. Sepertinya ia terlalu banyak menonton drama.

“Jangan kangen kepadaku ya agasshi.” Ucapnya sinis. Kini ia sudah berada di dalam mobilnya lagi.

“Semoga kita tidak bertemu lagi.” Ucapku tak kalah sinisnya lalu segera masuk ke dalam rumah. Aku baru saja melangkahkan kakiku masuk kedalam kamar saat menyadari sesuatu. Namja aneh itu siapa ya namanya? Walaupun menyebalkan aku tetap harus berterima kasih kepadanya.

***

Menyegarkan sekali rasanya bisa mandi seperti ini. Rasanya semua penatku hilang dan lenyap. Setelah selesai membasuh badanku aku menarik jubah mandiku dan keluar dari kamar mandi. Baru beberapa langkah aku keluar dari kamar mandi kulihat pintu kamar terbuka dan sesosok namja tampan datang dari balik pintu. Ia menutup pintu kamar dengan kasar lalu mendekatiku. Aku mundur selangkah demi selangkah saat ia makin mendekat. A-aku takut. Rahangnya mengeras, matanya juga berkilat-kilat, ia menatapku tajam seolah aku ini sebuah barang yang akan dia masukkan ke dalam karung dan dijual sebagai souvenir. Aigoo, pikiranku jadi kacau sekarang.

Langkahku terhenti karena ada kasur yang menghalangi. Aishh~ sejak kapan sih kasur ini ada disini? Aku jadi tidak bisa bergerak lagi. Tuhan, tolong aku. Demi apapun aku tidak mau di jual ke Arab sebagai souvenir pernikahan. Saking sibuknya aku berdoa didalam hati aku tidak menyadari kini ia berdiri tepat di depanku. Jantungku memompa lebih kencang dari biasanya dan lebih kencang lagi saat ia menarikku dalam pelukannya.

“Kau.. Kau berani sekali membuatku cemas seharian ini. Aku mencarimu kemana-mana tapi kau tetap tidak ada. Aku kira ada sesuatu yang terjadi denganmu.” Ia melepaskan pelukannya lalu menangkup wajahku dengan kedua tangannya. Ia memperhatikan wajahku dengan seksama seakan-akan ingin memastikan kalau aku tidak ada apa-apa. Lalu tiba-tiba saja aku merasa kesulitan untuk bernafas. Bibirnya kini melumat bibirku. Ia meraih tengkukku untuk memperdalam ciumannya. Aku tidak bisa bergerak dan melakukan apa-apa. Ini ciuman pertamaku dan aku juga tidak tau caranya ciuman!!

Ia melepaskan bibirnya dari bibirku lalu menarikku ke dalam pelukannya lagi. “Aku bersyukur tidak terjadi apa-apa denganmu. Tapi kumohon jangan menghilang seperti tadi, kau membuatku hampir mati saking cemasnya.”

Senyumku mengembang, hatiku terlonjak sennag. Senang karena Kyuhyun ternyata sangat mencemaskan aku dan ia juga mencariku. Aku harus berterima kasih dengan ajuhssi berkepala botak itu, berkat dia aku di peluk oleh namja yang sangat kucintai ini. Dan aku juga di cium olehnya. Astaga, demi apapun deh aku tidak bakal mencuci bibirku. Kalau tau begini akhirnya, aku mau deh sering-sering di tangkap oleh ajuhssi itu. Kan lumayan bayarannya. Di peluk dan di cium oleh namja setampan Cho Kyuhyun. Hahaha, kau pintar sekali Lee Eunhye..

“Dan jangan sekali-kali kau menghilang lagi. Kalau tidak, kau akan mati ditanganku.”

OMO!! Gak deh. Aku tarik lagi rencanaku. Aku masih sayang dengan nyawaku. Aku tidak mau mati di usia 18 tahun.

***

“Ngomong-ngomong kau tadi kemana?” Tanya Kyuhyun. Saat ini kami sudah berada di atas tempat tidur.

“Tadi aku ditangkap oleh petugas. Mereka kira aku membolos.”

“Syukurlah.” Kyuhun menarik nafasnya lega.

“Kenapa memang?”

“Aku kira kau keasyikan reunian dengan saudaramu di kebun binatang itu. Aku sempat cemas kalau kau tidak akan pulang lagi karena tidak mau berpisah dengan saudaramu.”

ASTAGA!! Jadi dia kira semua hewan di kebun binatang itu adalah saudaraku!! Dasar Cho Kyuhyun menyebalkan!!

***

Beginilah kerjaanku setiap kali Super Junior konser aku selalu mendownload fancam dan foto-foto mereka selama konser. Kali ini Super Junior sedang konser ke Shanghai. Aku sedikit cemburu melihat update-an dari fanbase yang meliput konser itu, apalagi saat mereka terang-terangan memuji Kyuhyun. Tapi aku sedikit lega karena Kyuhyun tidak pernah menunjukkan ABSnya seperti yang sering dilakukan oleh Siwon oppa dan Eunhae couple itu. Aku tentu tidak perlu menahan sesaknya nafas karena cemburu.

OMO!! Mataku terbelalak kaget saat melihat berita tentang Heechul oppa yang di lempar sesuatu oleh fansnya. Astaga, kasihan sekali yeoja itu. Heechul oppa itu orangnya galak sekali. Aku tidak bisa meramalkan apa yang terjadi dengan gadis itu jika ketahuan kalau ia yang melempar. Ia pasti habis di tangan Heechul oppa. Belum lagi oleh ELF yang notabene di kenal sebagai fandom yang selalu mengutamakan member Super Junior. Tuhan, aku mohon selamatkan lah gadis itu..

***

Aku baru saja mau melangkahkan kakiku menuju ke halte saat sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti didepanku. Kaca mobil itu terbuka. Dengan sedikit ragu aku mendekati mobil itu, aku melongokkan kepalaku melihat siapa yang berada di dalam mobil itu. Seketika senyumku mengembang saat melihat Heechul oppa yang berada didalamnya. Ia menyuruhku untuk masuk kedalam mobil.

Aku memasang sabuk pengamanku dan melirik ke arah Heechul oppa. Di pipi kirinya terdapat sebuah perban. Apa lukanya sangat parah?

“Oppa, lukamu bagaimana?”

“Tidak apa-apa. Hanya sedikit lecet.”

“Memangnya apa yang di lemparkan oleh yeoja itu sampai membuat pipimu berdarah?”

“Molla.” Ia mengendikkan bahunya. “Ia melemparkan sebuah kotak panjang. Itu di belakang kotaknya.” Dengan dagunya ia menunjuk ke belakang. Aku menoleh ke belakang jok sementara Heechul oppa masih saja fokus menyetir mobil. Aku mengangguk paham. Pantas saja pipi Heechul oppa sampai berdarah, orang di lempar kotak segini besarnya.

“Kotak itu apa ya isinya?”

***

Aku dan ke empat member Super Junior duduk mengelilingi isi dari kotak itu. Benda ini sangat aneh sekali. Bentuknya panjang, melengkung di ujung-ujungnya, dan ada lubang-lubang di atasnya seperti mangkok. Di sampingnya ada sebungkus cangkang kerang dan sebuah DVD. Pertanyaan yang ada di benakku mungkin sama dengan pertanyaan ke empat member Super Junior ini.

INI BENDA APA?

“Sudah aku bilang ini pasti wadah untuk garam dan gula hyung.” Ujar Ryeowook oppa. Entah sudah berapa kali ia melontarkan hal yang sama. Ia masih bersikeukeuh bilang kalau ini adalah wadah garam dan gula.

“Wooki-ah, berikan pendapat yang lebih logis lagi.” Seru Heechul oppa tidak terima. Ia menatap ketiga benda yang berada di depannya ini dengan sangat serius.

“Hyung, selain itu apalagi? Jelas-jelas ini wadah untuk garam. Aigoo~ ini pasti hadiah dari fans untukku. Dia tau sekali kalau aku sedang memerlukan banyak wadah yang… ya~ appo hyung..” Ryewook oppa meringis sambil mengelus kepalanya yang di pukul oleh Leeteuk oppa.

“Diamlah Wooki~ah. Kau ini pikirannya masak melulu.” Ujar Leeteuk oppa. “Coba kita telepon Key saja. Dia mungkin tau ini apa.” Usul Leeteuk oppa. Tanpa meminta persetujuan yang lain ia menuju kekamar sambil memencet ponselnya dan menelpon seseorang. Tak lama kemudian ia kembali lagi dan kembali duduk di dekat kami. “Sebentar lagi Key akan datang.” Ujarnya. Sementara itu Heechul oppa kuperhatikan masih terus menatap benda itu dengan serius.

Bel dorm pun berbunyi, Wooki oppa berdiri dan membukakan pintunya. Tampaklah seorang namja yang sangat stylist, ia tidak sendiri ada namja yang wajahnya sangat cantik disampingnya. Aku sedikit terpaku melihat mereka. Ternyata dari dekat Key dan Taemin ini sangat keren ya?

“Ada apa hyung mengundangku kemari?” Tanya Key sambil mendekati kami. Sementara Taemin sudah menghilang bersama Ryeowook oppa.

“Key, kemarilah.” Heechul oppa menyuruh Key untuk mendekatinya. “Menurutmu ini benda apa ya? Bentuknya sangatttt aneh sekali. Lihatlah sendiri.”

Key melihat benda itu, ia tampaknya sedang berpikir juga.

Lama…

Lama…

Lama sekali ia memikirkan benda apa itu.

“Apa ya hyung? Mollaseo.” Key mengendikkan bahunya. Ia sepertinya menyerah untuk menebak benda apa itu.

“Sudah aku bilang kalau itu wadah untuk garam dan gula hyung.” Ujar Wooki oppa dari dalam dapur.

“Ya~ diamlah kau wooki~ah..” bentak Heechul oppa. Aku tak mendengar suara Wooki oppa lagi, mungkin ia menciut setelah di bentak oleh Heechul oppa. Sudah aku bilang kan kalau Heechul oppa itu sangat menyeramkan?

“Benda apa sih memangnya?” Tiba-tiba Taemin datang dari dapur. Ia menggenggam segelas susu vanilla. Aku mengernyit melihatnya. Astaga, namja cantik ini..

Taemin juga terdiam beberapa saat memperhatikan benda itu. “Ahaa, aku tau benda apa itu hyung.” Ujarnya tiba-tiba.

Semua orang terkejut mendengarnya, bukan terkejut karena Taemin tau benda apa itu tapi terkejut karena ia yang tiba-tiba berteriak setelah hening untuk beberapa saat.

“Ya~ Taeminnie, jantungku hampir copot mendengar teriakanmu.” Key menjitak kepala makne SHINee ini. Sedangkan yang di jitak hanya meringis dan mengusap kepalanya.

“Appo hyung. Kau sering sekali menjitak kepalaku.”

“Aishh~ cepat katakan benda apa ini?” Tanya Key tidak sabar lagi.

“Aku yakin teramat yakin kalau benda ini adalah..”

“Adalah apa Taeminnie?” Potong Key. “Appo hyung..” Kali ini Key mendapatkan lemparan cangkang dari Yesung oppa.

“Kau bisa diam tidak Key. Aku jadi deg-degan nih mendengarnya.” Hardik Yesung oppa.

Key menciut mendengarnya, ia menutup mulutnya rapat-rapat.

“Teruskan Taeminnie.” Ujar Leeteuk oppa.

“Aku yakin sekali kalau ini adalah tempat untuk SUSU.”

Sekejap saja semua barang melayang ke wajah Taemin. Dan yang paling bersemangat melemparkan barang ke wajah Taemin adalah Key. Mungkin ia mau membalas dendam. Taemin mengurucutkan bibirnya sambil mengelus kepalanya. “Ehh, ini DVD apa ya?” serunya lalu kemudian pergi entah kemana.

“Ini benda apa sih? Ya Tuhan, aku hampir gila memikirkannya.” Seru Heecul oppa sambil mengacak rambutnya.

“Annyeong oppa. Sudah di terima kah hadiah dariku?” ujar sebuah suara. Kami semua menoleh ke sumber suara dan kudapati seorang yeoja yang lumayan cantik sedang tersenyum didalam TV.

“Sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih karena oppa telah menerima hadiahnya. Karena Heechul oppa adalah namja yang paling special di hatiku makanya aku menghadiahkan oppa sebuah hadiah yang sangat spesial juga. Nama benda ini adalah CONGKLAK. Ini adalah mainan khas Indonesia. Oppa pasti bingung bagaimana cara mainnya kan? Kuerae, akan aku jelasin..”

Kami semua terpaku melihat yeoja itu menjelaskan tata cara memainkan benda aneh ini. Terutama Heechul oppa, matanya tak lepas dari yeoja itu. Dari tatapan matanya ia seakan ingin membunuh. Apa mereka sudah saling kenal?

Dan ngomong-ngomong benda apa itu tadi? CONGKLAK???

***

Sekarang sudah pukul 9 malam tapi tidak ada satu pun member Super Junior yang mau mengantarku pulang. Mereka malahan menahanku pulang dan menyuruhku untuk tidur di dorm mereka. Saat aku tanya apa alasannya mereka tidak memberitahu dan hanya cengengesan tidak jelas. Sedangkan Heechul oppa yang bertanggungjawab karena telah mengajakku kemari daritadi diam di kamarnya sibuk bermain dengan benda aneh yang di sebut-sebut congklak itu. Aku hanya di temani oleh Ryeowook oppa. Karena member lainnya sedang sibuk dengan jadwal masing-masing. Dan kerjaan kami hanya menonton drama di ruang tamu sambil memakan cemilan yang dibelikan oleh Eunhyuk oppa.  Aku jadi curiga dengan mereka, tidak biasanya mereka begini. Bahkan Eunhyuk oppa yang terkenal paling pelit pun tumben-tumbenan membelikan aku cemilan. Padahal biasanya jangankan membelikan cemilan, membayar parkir pun ia tidak mau.

Kyuhyun dan Donghae oppa tidak langsung pulang ke Seoul, mereka ada sedikit kerjaan di Beijing. Makanya setelah konser mereka Di Shanghai, Kyuhyun dan Donghae oppa tidak langsung kembali ke Seoul mereka langsung pergi ke Beijing. Itulah segelintir informasi yang kudapat dari Wooki oppa.

“Oppa, aku pulang ya. Ini sudah malam sekali.” Aku mengeluarkan jurus puppy eyes-ku sembari menebarkan sebuah senyuman ke Ryeowook oppa. Senyumku semakin merekah takala Ryeowook oppa mulai gugup. Diantara semua member Super Junior hanya Ryeowook oppa lah yang paling mudah di rayu.

“Eunhye-ah, jangan melihatku dengan wajah seperti itu. Dan jangan harap aku akan mengijinkanmu pulang. Aku tidak mau dibunuh oleh maknae iblis itu.” Wooki oppa membalikkan badannya dan duduk  memunggungiku.

“Aishh~ Wooki oppa jahat. Aku bosan sekali oppa. Aku juga ada tugas sekolah dan besok di kumpul.” Rayuku lagi. Tapi Wooki oppa tetap tak bergeming. Ia malah dengan santainya mengubah channel tivi dan memakan cemilan.

“Oppa…” Panggilku lagi.

Aku tersenyum saat melihat Wooki oppa menaruh cemilannya dan mengambil ponselnya. Ahaa, rencanaku pasti ber…

“Kibum-ah, cepat datang ke dorm. Eunhye butuh bantuanmu untuk mengerjakan tugasnya.” Aishh~ rupanya dia menelpon Kibum oppa agar datang kemari.

Aku mendenguskan nafasku. Aku heran dengan mereka ini. Ada apa sih sampai aku di tahan di sini? Dan apalagi maksud                 Wooki oppa yang bilang kalau dia akan dibunuh oleh Kyuhyun kalau mengijinkan aku pulang? Emangnya aku ini tahanan?

“Oppa jahat. Aku mati kebosanan disini oppa.”

“Kau bosan ya bersamaku Eunhye-ah? Kau tidak mau berlama-lama denganku ya?”

“Bu-bukan begitu oppa.” Aku mengacak rambutku kesal. Semua rencanaku gagal. “Oppa, aku ingin pulang karena aku ingin mengganti pakaianku dan mandi.” Aku harap rayuanku kali ini berhasil.

“Mandi saja di kamarku. Dan pakai saja pakaianku. Aku rasa ukuran kita tidak terlalu jauh.”

“Tapi aku juga ingin mengganti pakaian dalamku oppa.”

“Tinggal beli saja. Di bawah dorm ada mini market yang menjual apapun.”

“Oppa!!!”

Wooki oppa tidak memperdulikan teriakanku. Ia tetap saja menonton tivi tanpa mengalihkan perhatiannya kepadaku.

Akhirnya karena tidak ada pilihan lagi aku pun ikut menonton drama yang di tonton oleh Wooki oppa. Aku sudah menyerah untuk merayunya. Lagian ini sudah sangat malam. Aku mana berani pulang sendirian. Dan kapan lagi coba dapat kesempatan untuk menginap di dorm Super Junior? Tapi Kyuhyun lagi ngapain ya? Aku sangat merindukan dirinya.

***

Sekitar jam sebelas malam Sungmin oppa datang ke dorm, aku sudah sedikit senang karena aku kira ia mau mengantarkan aku pulang tapi yang ada ia malah mengantarkan aku ke kamar Kyuhyun dan Sungmin oppa. Ia bilang kalau aku malam ini tidur di kamar ini saja dan jangan banyak bertanya. Aku pun menurutinya karena kulihat wajah Sungmin oppa sudah terlalu lelah. Kasihan kalau dia di tanya-tanya seperti itu.

Aku segera mengambil jubah mandi yang di sediakan oleh Sungmin oppa. Dan Sungmin oppa bilang jubah mandi ini punyanya Kyuhyun, jadi aku bebas memakainya. Aku menghirup jubah mandi ini dalam-dalam. Aku ingin mencium bau Kyuhyun.

Selesai mandi aku segera memilih pakaian yang akan kupakai. Setelah memilah pakaian mana yang akan kupakai aku memutuskan untuk memakai kemeja Kyuhyun. Aku tidak perlu memakai celana lagi karena saat kupakai kemeja ini panjangnya mencapai lutut. Apa badanku yang kekecilan atau baju ini yang kebesaran? Entahlah.

Aku merebahkan diriku ke atas kasur. Ahh, lagi-lagi aku dapat merasakan baunya Kyuhyun. Jubah mandi, kemeja ini, dan kasur ini semuanya ada bau Kyuhyun. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling kamar ini dan ya ampun…

Semuanya kaset game -___-

***

Sinar matahari pagi menerobos masuk ke dalam kamar dan membiaskan ke wajahku. Aku meregangkan badanku yang terasa seperti terhimpit sebuah batu. Semakin aku menggeliat semakin terhimpit. Aku juga merasakan seperti yang ada mengelus wajahku. Rasanya nyaman sekali walaupun badanku seperti ada yang menghimpitnya. Tunggu… Ini bukan mimpi kan? Kenapa semua terasa nyata? Perlahan ku perjapkan mataku dan…

“Morning princess…”

Wajah tampan yang beberapa hari ini aku rindukan kini berada di hadapanku. Senyuman yang sudah menjadi canduku kini dapat kulihat hanya beberapa jengkal dari wajahku. Aku juga dapat merasakan hembusan segar nafasnya. Matanya memandang lekat kedua mataku seolah ingin menembus ke relung hatiku yang terdalam. Tatapan yang seolah hanya aku dan dia saja yang berada di dunia ini. Ia menarik pinggangku  agar makin mendekat dengannya. Kini wajahnya hanya berjarak sejengkal dari wajahku, yang membuatku tidak bisa berpikir apapun, seolah terhipnotis oleh tatapan matanya. Ia sadar jika aku tidak bisa melakukan apapun maka dengan sekali tarikan tengkukku ia meraih bibirku dan melumat bibirku. Lain seperti beberapa hari yang lalu kini aku bisa membalas lumatannya. Aku juga memejamkan mataku menikmati setiap gerakan bibirnya. Entah keberanian yang datang darimana aku turut melingkarkan tanganku ke lehernya yang membuat ciuman kami semakin dalam dan semakin intim. Aku sedikit tersentak saat tangan Kyuhyun masuk ke dalam kemejaku, ia mengelus punggungku dengan lembut yang membuatku sedikit tergidik sekaligus semakin menuntut dan semakin liar membalas setiap lumatannya. Ia melepaskan bibirnya dari bibirku dan beralih ke leherku. Hembusan nafasnya di leherku membuat imajinasiku semakin tak terkendali.

“Kau masih ingatkan kalau Ah-Ra noona dan eomma ingin cepat-cepat kita memberikan mereka seorang baby? Bagaimana kalau kita membuatnya sekarang?” ujarnya lembut lalu lidahnya mengitari ke belakang telingaku.

***

Yang seharusnya aku lakukan saat ini adalah mendorongnya dan berlari sejauh mungkin mengingat aku kini masih berstatus pelajar kelas tiga SMA. Tapi yang ada aku malah mengangguk dan malah mendesah pelan karena sentuhan lidahnya di titik tersensitif di tubuhku. Aku tidak bisa berpikir jernih dan mengendalikan tubuhku. Namja yang berada di hadapanku ini mengambil alih semua pikiran dan tindakanku. Tubuhku seakan menuntut untuk di perlakukan lebih. Tanpa menghentikan aktifitasnya yang menikmati setiap inchi leherku tangannya yang tadi mengelus punggungku kini satu persatu melepaskan kancing kemejaku. Aku hanya pasrah dengan setiap perlakuannya, aku bahkan tidak berani melakukan apapun selain mengikuti semua permainannya.

Selesai membuka semua kancing kemejaku Kyuhyun membalikkan tubuhku ke bawah tubuhnya yang membuatnya lebih leluasa melakukan lebih. Ia kembali melumat bibirku dan lidahnya menerobos ke dalam mulutku seraya memijat lidahku. Tangannya kembali bergerilya menjelajahi tubuhku, dan dengan sekali tarikan ia melepaskan pengait bra-ku. Lidahnya menurun dari mulutku dan mulai menjelajahi ke daerah dada-ku. Aku meremas rambutnya saat ia mulai menghisap nipple-ku secara kasar. Tubuhku makin bergidik saat tangannya mulai menyentuh daerah kewanitaanku. Ia juga mulai memijat klitorisku yang membuatku semakin gila.

***

Kami masih saja melakukan kegiatan gila ini sampai sebuah ketukan dari depan pintu terdengar  dan di iringi dengan sebuah teriakan dari luar.

“Kyuhyun-ah, buka pintunya!!!”

“YA EVIL MAKNAE!! KAU SEDANG APA DI KAMAR EUNHYE!! KAU APAKAN EUNHYE KAMI?? YA BUKA PINTUNYA!!”

Gedoran dan ketukan semakin keras menuntut kami untuk segera keluar menemui mereka.

“Kyuhyun-ssi, hentikan. Ada oppadeul di luar. Ahh~ Kyuhyun-ssi, berhenti dulu..” Aku berusaha menghentikan tindakan liarnya yang kini mulai bermain di perut dan pusarku.

“Kyuhyun-ssi…”

Kyuhyun tidak menghiraukan ucapanku ia malah menindih tubuhku dan kembali melumat bibirku.

“Cuekkan saja mereka. Aku tidak akan menghentikan sesuatu yang sedikit lagi aku dapatkan.” Ujarnya lalu kembali memijat daun telingaku.

“YA~ KYUHYUN!! CEPAT BUKA PINTU ATAU KAMI DOBRAK PINTUNYA!!”

Lagi-lagi Kyuhyun tidak merespon peringatan oppadeul, ia malah meremas payudaraku yang membuatku semakin mendesah hebat.

“Kyuhyun-ssi…”

Ia menghentikan kegiatannya. Wajahnya berubah sangat menyeramkan sekarang. Ia mengacak rambutnya frustasi dan menatap nanar ke arah pintu.

“Cepat rapikan kemejamu dan sembunyilah di bawah selimut. Lalu berpura-puralah kau masih tertidur.” Perintahnya lalu berjalan ke arah pintu. Aku mengangguk patuh dan masuk ke dalam selimut sambil mengancingi kemeja-ku, aku juga mengaitkan bra-ku yang terlepas tadi.

“YA~ ADA APA??” Bentak Kyuhyun sambil membuka pintu kamar dengan kasar.

“Kau ngapain saja di dalam?” tanya seseorang. Aku tau suara ini, ini pasti Eunhyuk oppa.

“Kau tidak sedang menerkam Eunhye kami kan?” ujar Leeteuk oppa.

“Ya~ hyung!! Jangan berpikiran yadong seperti Eunhyukkie, aku hanya menemaninya yang sedang tertidur. Lagian kalau aku ngapain terserah aku dong, kan dia istriku.”

“Tapi dia Eunhye kami, dia masih kecil.” Jawab Leeteuk oppa tak kalah sewot.

“Aishh~ kalian ini..”

“Kami curiga denganmu, kau meminta pulang tengah malam dari Beijing dan baru saja tiba di Seoul kau langsung masuk ke dalam kamar ini. Mana pake acara kunci pintu segala lagi.” Ujar Donghae oppa.

Aku tak ingin mendengar perdebatan mereka lagi. Wajahku pasti sangat memerah saat ini. Aku mengeratkan selimutku dan memejamkan mataku saat aku mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahku.

“Ohh, ternyata Eunhye kami beneran masih tertidur..”

“Kyuhyun-ah, cepat bangunkan Eunhye kami. Dia kan harus sekolah.”

“Ya hyung, dia istriku bukan Eunhye kalian.”

“Dia itu selembut kapas, tidak cocok dengan evil seperti kau!!”

“Aishh~ cepatlah keluar dari sini!!”

“YA KYUHYUN!! KENAPA KAU MENENDANG PANTATKU??”

Aku membuka selimutku saat kudengar suara pintu kamar sudah tertutup lagi. Samar-samar aku mendengar suara ribut dari luar kamar. Mereka pasti bertengkar lagi. Dengan cepat aku meraih jubah mandiku lalu masuk ke dalam kamar mandi.

***

Untung saja ini masih awal musim semi, jadinya oppadeul tidak curiga dengan penampilanku yang memakai syal menutupi semua leherku. Ini semua gara-gara Kyuhyun!! Aku tidak tau jika semua lumatannya di leher dan dadaku menyebabkan bercak-bercak merah. Aku sampai frustasi memikirkan bagaimana menutupi semua hasil dari perbuatannya.

Kyuhyun tidak menanyakan apapun, ia malah menyeringaiku dengan senyumannya. Astaga, aku sangat malu saat bertemu dengannya tadi. Apalagi mengingat dia yang sudah menyentuh hampir semua bagian dari tubuhku. Kurasa aku tidak punya wajah lagi untuk menatap matanya.

***

Kyuhyun turun dari mobil lalu membukakan aku pintu mobil. Tak sampai lima detik Kyuhyun menginjakkan kaki di sekolah ini semua sparKYU mengerubutinya. Mereka berteriak-teriak seperti orang gila saat melihat pangeran mereka ini tersenyum. Yang paling menjijikkan dari mereka ini adalah mereka yang berpura-pura sok baik dan kenal denganku. Padahal aku bisa mengingat dengan jelas tingkah laku mereka di sekolah. Jangankan mau baik denganku, bertegur sapa pun tidak.

Mereka masih saja berebutan ingin berfoto bareng dengan Kyuhyun sampai sebuah suara manja memanggil nama Kyuhyun. Kami semua menoleh ke arah sumber suara dan ku dapati sesosok yeoja berparas sangat cantik sedang berjalan ke arah kami. Aku mendengus melihat yeoja itu.

“Kyuhyun oppa, apa kau kemari karena ingin melihat hari pertamaku di sekolah baruku ini?” Yeoja menyebalkan ini langsung menggelayut di lengannya Kyuhyun. Aku memalingkan wajahku, tidak ingin melihat hal yang sangat menyebalkan di depanku ini. Tapi tunggu, katanya sekolah ini adalah sekolah barunya yeoja menyebalkan ini?

“Kau bersekolah di sini juga?”

“Ne oppa. Oppa mengantar siapa ke sini?” ia menolehkan pandangannya ke sekeliling dan matanya berhenti saat melihat ke arahku. Ia tersenyum manis dan menundukkan kepalanya. “Annyeong, kau sepupunya Kyuhyun oppa kan? Masih ingat aku?”

Tentu saja aku masih mengingatmu. Yeoja terkutuk yang dikirim langsung dari neraka, tentu saja aku akan selalu mengingatmu. Mengingat kau sangat berpotensi untuk merebut suamiku. Apalagi kakak-mu itu!!

“Ne, annyeong haseo Krystal-ssi..” Aku menundukkan kepalaku seadanya. Mana sudi bertata karma lama-lama ke yeoja ini.

“Wahh, aku tidak menyangka bisa satu sekolah dengan sepupunya Kyuhyun oppa.”

Aku bisa merasakan bisik-bisik di belakang telingaku. Para sparKYU itu pasti senang dengan semua ini.

GREAT!! Hari-hariku selanjutnya di pastikan akan semakin parah saja!!

TBC ….

ASTAGA!! Kenapa part ini hancur banget…………….

Maafkan atas keterlambatan FF ini *deep bow*

Maaf kalau ceritanya semakin gak jelas dan semakin melantur..

Maaf kalau ceritanya gak sesuai dengan yang kalian harapkan..

Maaf banget kalau ceritanya gak ada feelnya sama sekali..

Maaf bangetttttttt ……

Ehmm, masih ingat soal proyek FF selanjutnya yang castnya Heechul oppa?? Di atas sudah aku masukin sedikit ceritanya. Mungkin ceritanya agak sedikit bernuansa komedi romantis. Di twitter aku, banyak readers yang minta aku untuk ngebuat FF bernuansa komedi, makanya FF selanjutnya aku buat sedikit ada unsur komedi. Dan FFnya akan aku post sekitar tanggal 20an nanti. Dan siapakah readers beruntung yang terpilih jadi castnya? Lihat aja pas tanggal 20an nanti ^^

Soal NC, banyak yang nuntut kalau gak usah di masukin full NCnya. Makanya setelah di edit dan dirombak berulang kali, aku masukin NC-16 aja. Dan maaf ya kalau NCnya sama sekali kagak hot dan seperti yang kalian harapkan. Aku emang gak bakat nulis NC.. Dan soal konflik, sedikit bocoran.. Sebenarnya konflik utamanya ada di part-part selanjutnya, bukan di part yang ini. Konflik-konflik yang aku tulis di part selama ini, itu cuma konflik tambahan aja bukan konflik inti dari cerita ini.

Yang ingin tanya-tanya aku secara langsung, bisa langsung ke :

Twitter >> ochaSyamsuri

FB >> Ocha Syamsurii

^^

Komen sedikit=lanjutan lama

Advertisements

157 responses to “I’M NOT CINDERELLA III NC-16

  1. wah daebak lucu banget sama tingkah mereka pas nebak kado buat heechul yang ternyata congkak hehe
    sebelumnya aku baca di blog author tapi yg part 3 nya kok sama ya kyak part 2 ?
    makanya aku sengaja cari dan akhirnya nemu di blog ini juga
    aku bener” suka sama ff ini ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s