7 Days Love Part 4 -end-

Title : Loverholic-Robotronic ‘7 days love’

Author : oleelxschein

Length: Chaptered

Rating: T
Cast :

• Kim _____ (YOU)

• (SHINee) Lee Jinki

• (SHINee) Kim Kibum

• (KARA) Hara

Previous Part: Part 1, Part 2, Part 3

PS : ff ini terinspirasi dari komik Perfectly Boyfriend, hehehe. Happy reading~~ ^__^

DAY 4

_____ memandang ke arah pria yang sedang bermain basket lewat jendela besar di kelasnya. Dia bisa melihat senyum itu terkembang dengan ceria di sana. “namja itu selalu berkata manis padaku, yaaah… apa boleh buat. Diakan memang di program begitu… bisa gawat kan kalau aku jatuh cinta pada robotyang perasaannya di atur olrh program..” gumam _____, lalu dia kembali duduk dan membuka bukunya.

_____ memang tidak pernah menghabiskan waktunya untuk mengobrol atau bermain di luar kelas saat istirahat. Selain tidak ada teman yang bisa diajaknya bicara, dia juga tidak suka bersosialisasi. Padahal untuk anak seusianya sekarang biasanya akan heboh membicarakan tentang cinta, film-film baru, ataupun rencana pergi ke mall, nonton bioskop atau obrolan lain.

“kau dengar gossip _____ menampar hara tidak?”

“Benar.. dasar ogre! ternyata selain aneh dia juga kasar..kudengar ibunya adalah seling..”

BRAAK! Tiba-tiba saja _____ membanting bukunya lalu pergi keluar kelas. Dia selalu begini kalau sudah menyangkut ommanya. “Karena orang itu hingga ibuku meninggal..!” ujar _____ pelan tapi dengan nada yang penuh emosi sambil berjalan ke arah koridor.

“Hey.. awas!!”

_____ menoleh dan ternyata ada bola basket yang hendak mengenai kepalanya tapi ada namja melindunginya. Namja itu menangkap bola basket itu dan langsung menembakkan bola itu ke ring dan pas! Bola itu masuk. Semua bertepuk tangan dengan heboh melihat itu.

_____ hanya diam menatap pria itu. “Kau baik-baik saja, _____-ah?” tanya Jinki

“Ba..”

“Apa?? Kau harus ke UKS!” tiba-tiba saja Jinki menggendong _____ dan membawanya ke UKS.

“Heh bodoh apa yang kau lakukan! Lepaskan!” kata _____

“Apa? Kau tidak bisa berjalan? Kakimu terkilir!”

“Heeh, turunkan aku! Turunkaaan!” teriak _____

“Iya kita akan segera sampai.. bertahanlah..”

J J J

_____ menatap sinis ke arah Jinki. Tidak sangka pria ini akan melakukan hal memalukan seperti itu di depan umum.

“Karena selama disekolah ini aku tidak pernah berbicara denganmu, karena itu aku melakukan hal ini” itu yang Jinki katakan pada _____ dan membuatnya semakin kesal pada Jinki.

“kau pikir semua ini lucu.. sudah kubilangkan agar kau menjauhiku di sekolah ini..”

“aku sendiri tidak tahu, tiba-tiba aku ingin bertemu denganmu, tiba ingin memandang wajahmu.. aku juga tidak mengerti tapi kalau tidak kulakukan aku bisa ……..mati”

_____ berhenti di tempatnya

“Kau tidak akan mati, Jinki! Jadi jauh-jauh dariku. Aku tidak mau kau di jauhi semua orang karena aku”

“Aku tidak peduli!”

“Aku peduli, mana bisa kubiarkan tawamu itu hilang rara-gara aku… ……” _____ tertegun dengan kata-kata yang barusan diucapkan. ‘Apa yang aku katakan barusan… bodoh’ kutuknya dalam hati “pokoknya anggap saja kita tidak kenal” kata _____ sambil beranjak dari UKS

“Tunggu… _____, tunggu!”

_____ berhenti tanpa berbalik. Jinki bekata di belakangnya.  “Aku juga ingin tertawa bersamamu, melihat tawamu setiap saat…”

“Babo!” cibir _____ sambil berlalu begitu saja.

J J J

“Hey ogre! Ku dengar kau pura-pura sakit dan menggoda Jinki di UKS?” kata HaRa dengan gaya selangitnya itu.

_____ hanya membalasnya dengan tatapan dingin. “Ya benar, ada masalah?” katanya dengan santai

“Kau sudah mulai menentangku rupanya!” kata HaRa sambil mencengkram kerah baju _____. “Kau mau seisi sekolah tahu bahwa kau anak pelacur?” bisiknya

_____ hanya diam, dia menatap hara lekat-lekat. Kemudian hara tersenyum licik lalu mendorong _____ sampai jatuh. “Kau ini jelek, jadi jangan coba-coba dekati Jinki yang tampan itu!” Hara menyibak rambutnya yang panjang, “Dasar pela…”

PLAK!

Tamparan keras mendarat kepipi hara. “Oppa, apa yang oppa…”

“Kemari kau bodoh!” Key menyeret Hara pergi dari sana.

_____ masih terduduk di bawah, dia menghela nafas panjang dan mencoba berdiri tapi.

“Hey,hey siapa yang menyuruhmu bangun, kami juga ada urusan denganmu!” kata para gadis yang ada di kelasku.

“Dasar jalang! Kau pikir kami tidak tahu apa yang kau lakukan dengan Jinki oppa, kami fans-fansnya tidak rela kau mendekatinya..” ujar salah satu dari mereka sambil menumpahkan sesuatu ke atas kepala _____.Tepung. Mereka juga melemparinya dengan kertas. Namun tiba-tiba ada yang mendorong kerumunan dan langsung menutupi _____ dengan jaket. Anak-anak berhenti melemparinya.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN PADANYA..!!” kata Jinki dengan geram

“Ah.. oppa.. wae.. bukan kami hanya…”

“Sapa yang berani melakukan ini..??” Jinki membantu berdiri _____, lalu menatap orang-orang di sana dengan amarah. “SIAPAAAA!” kata Jinki sambil mendubrak meja sampai mejanya rusak.

_____ kaget dan saat Jinki mau membantingkan tangannya lagi _____ menarik lengannya. _____ menatap Jinki yang sekarang menoleh ke arahnya. _____ menggeleng kecil.

Jinki menunduk, dilihatnya _____ yang terdiam dalam segala lukanya. Dia memeluk _____, lalu membawanya pergi. Membawanya pulang.

J J J

DAY 5

“Menjauh dariku Lee Jinki, kau sudah melihat kejadian kemarin kan? Mungkin kau bisa diperlakukan sepertiku” kata _____ sambil terduduk lemah di ranjangnya.

“Masih saja meracau tidak jelas..” kata Jinki sambil menyuapi _____ dengan bubur. “Kau sakit _____. Hemat tenagamu , jangan pusingkan mereka” katanya lagi. Yeah, kemarin _____ demam dan membuatnya tidak bisa ke sekolah dan membuat Jinki menjaganya seharian. Jinki menaruh bubur di meja.

“kau…marah?” Tanya _____ yang merasakan sesuatu yang berbeda pada Jinki

“Mungkin. Aku marah pada anak-anak, marah padamu yang sok kuat, dan marah pada diriku sendiri karena tidak bisa menjagamu” kata Jinki sambil terlihat termenung. “aku merasa tidak berguna…”

_____ menaruh tangannya diatas kepala Jinki yang tertunduk membuat namja itu menatapnya dalam-dalam.

“Kau…” _____ tersenyum sambil menarik tangannya, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil berkata. “Aku tidak tahu bagaimana aku kalau kau tak ada” _____ kembali menoleh kearah namja itu. “Gumawo, sudah menjadi orang pertama yang peduli padaku”

Jinki memandang _____ yang menatapnya teduh sekarang, jantungnya kembali berdegup. dia meraih tangan _____ yang tadi sempai membelai kepanya, sambil terus memandang _____. Dia menggenggam tangan itu sambil mendekat kearah _____. Tapi sebuah suara membuyarkan itu semua.

“Aku tidak sedang mengganggukan?”

“Kim Kibum!!” seru _____ terkejut.

“Aku tidak tahu, kau punya hubungan dengan namja ini…” Key masuk ke kamarnya dan memandangi kamar _____

“Untuk apa kau kemari, menghinaku? Mengasihiku?” kata _____ sinis dan hanya mendapat balasan tatapan dingin dari Key.

“Bisa tinggalkan kami berdua, siswa transfer… siapa namamu…”

“Jinki”

“Yah, apapunlah, bisa tinggalkan aku dan gadis ini?”

Jinki menatap _____.

“Pulanglah Jinki…” katanya. “Aku akan mengirim sms nanti. Pergilah” kata _____

Jinki terdiam sejenak lalu menurut, dia berbalik dan pergi. Dia sudah sepakat dengan _____, kalau ada yang berkunjung ke rumah _____. Jinki akan pergi keluar rumah sementara sampai _____ sms kalau orang itu sudah pergi dari rumahnya. Tidak mungkin dia membiarkan ada orang yang tahu bahwa dia tinggal dengan seorang pria asing.

“Kau juga pulanglah, kau tak diinginkan di sini!” kata _____ pada Key setelah kepergian Jinki.

Key menatapnya dan menaruh tangan di kening gadis itu, merasakan suhu tubuh gadis itu yang memang panas,“Kau sakit masih saja galak!”

_____ menampik tangan itu. “Apa maumu Key?”

“Apa hubunganmu dengan namja tadi? Bukankah kau tak pernah bicara dengan namja itu sebelumnya… bukan gayamu memasukkan sembarang orang kerumahmu kalau tidak ada apa-apa dengannya?”

“Apa urusannya denganmu?” kata _____

“Tentu saja ada. Kaukan milikku, mana bisa aku menyerahkan milikku pada orang lain, Kim _____”

“Cih, hentikan! Aku muak mendengarnya. Bukankah, sudah kubilang aku bukan milik siapapun!”

“Oh ya…” Key mendekatkan wajahnya pada _____.

“Apa yang…” _____ hendak memukul Key tapi tangan Key yang besar sudah memegang kedua tangan _____ agar tidak mencakarnya,

“Menjauh dariku…” kata _____ dengan bergetar. Tubuhnya yang lemas tidak bisa digerakkan bukan hanya kerena dia memang sakit tapi juga ada sesuatu yang menahannya, perasaan yang entahlah. Dan lagi tubuh Key membuatnya tak berkutik, apalagi tatapan tajam pria itu. Membuatnya mengatupkan matanya rapat-rapat. Dia takut. Dia merasakan hembusan nafas pria itu di wajahnya, dia menahan nafas dan membuka matanya, dan dia malah melihat Key yang tersenyum memandangnya. Walaupun entah mengapa dia begitu tercekat dengan senyum itu, tapi dia melawannya dan akhirnya dia mengambil raket listrik yang ada di dekatnya dan langsung memukulkannya pada Key.

“Auu.. sakit _____!” Key bangun dari ranjangnya, _____ mencoba bangun sambil terus memukuli Key.

“Pulang sana, namja gila!” teriaknya

“hentikan… kau jahat sekali…” Key berjalan cepat menjauhi _____.

“Pulang!” _____ yang kini tengah berjalan mendekati Key sudah mengibas-ibaskan raket itu.

“iya..iya..aku pulang…” Key berlari menghindari _____ yang mengejarnya dengan raket listrik di tangannya. Sampai akhirnya dia pergi, dari jauh dia berteriak, “Aku tidak akan menyerah, ingat itu..” dia tertawa dan pergi.

J J J

Jinki menatap _____ yang dari tadi terus mondar-mandir sambil mengacak rambutnya frustasi.

“kau masih sakit _____, jangan terlalu banyak bergerak”

“orang itu yang membuatku emosi, haah apa sih maunya” kali ini _____ berhenti dan berdiri menatap jendela. Dia kesal karena kenapa dia sempat saja merasa pasrah-pasrah saja, padahal kalau ia tidak melawan mungkin akan terjadi hal yang pasti akan di sesalinya seumur hidup.

“Kau aneh _____, bukankah tadi pagi kau tak bisa berjalan, untuk bangun saja tidak bisa.. kau sekarang malah mondar-mandir”

“Cerewet” cetus _____ membuat Jinki mengerutkan keningnya, dia sendiri juga heran. Semenjak Key datang dia sperti kembali mendapatkan tenaganya. Mungkin tenaga untuk membunuh orang,. “Aku akan menghajarnya besok…” begitu pikirnya

J J J

DAY 6

Jinki dan _____ terdiam dan hanya memakan sarapan mereka dengan cepat. Sesekali Jinki mencuri pandang pada _____ yang hari ini tampak sangat bersemangat.

“_____, boleh aku bertanya?”

“apa?” kata _____ tanpa memandang Jinki.

“Apa yang kau bicarakan dengan lelaki itu kemarin?”

_____ berhenti mengoles, lalu menatap Jinki lekat. “um?”

“Apa… yang kau bicarakan?”

_____ memutar bola matanya, dia mengingat hal menyebalkan itu. bergumam tidak jelas, lalu menatap Jinki, “kau tertarik?”

“ya.. aku ingin tahu”

“Ch, sudahlah Jinki. Kau tidak perlu berfikir yang aneh-aneh. Dia cuma namja gila kurang kerjaan” kata _____

“geundae.. kenapa setelah dia datang, kau seperti..mm.. sehat kembali? Kau tampak lebih..semangat”

_____ tertegun sebentar. “Benarkah? Mungkin.” Lalu mukanya agak terasa panas, “Jangan bicara sembarangan, Jinki…” katanya sedikit gugup.

JJJ

_____ bersiap pulang. Kemudian dia mendengar sesuatu yang heboh diluar sana.

“Hey, ada orang yang berkelahi…”

_____ menoleh kearah luar kelas yang begitu ramai, “yah, Jinki dan Key berkelahi”

“APA???” teriak _____, dia berdiri dan menghampiri seorang gadis yang dari tadi heboh. “dimana mereka?” tanyanya

“di lapangan…”

Tanpa pikir panjang ia langsung berlari ke lapangan. Di sana dia melihat Jinki dan Key saling pukul, dari mereka tidak ada yang mau mundur. Apa yang Jinki lakukan, kalau diteruskan Key bisa mati.

_____ berteriak, “cuukuuuup!”

Jinki terdiam, kemudian Key memanfaatkan itu dan memukul Jinki. _____ yang melihat itu menarik baju Key dan menamparnya dengan keras.

“_____…” kata Jinki sambil berdiri dan melihat _____ dan Key saling bertatapan cukup lama.

“Kau tak perlu memukulnya Jinki..” kata _____ tanpa bergeming dan hanya bola matanya yang melirik Jinki, “Akulah yang akan memukul orang ini… biar aku yang menghajarnya, jangan kotori tanganmu” katanya lagi.

Dia melirik ke arah orang-orang yang menonton disana, “Apa yang kalian lihat, PERGI! PERGI SANA!” teriak _____ dengan keras, membuat murid-murid lain menghilang dari pandangannya. Setelah itu dia meraih kerah Key, dan membentak di depan wajahnya “Apa masalahmu dengannya Key?? bukankah kau hanya punya masalah denganku…apa alasanmu?”

“kau” jawab Key lirih sambil mengalihkan pandangannya.

_____ menyeringai, “Aku? Jadi aku alasan perkelahian bodoh ini?” _____ melepas tangannya dari kerah Key, “kalau begitu, marahlah padaku.. pukul aku… jangan dia” kata _____ sambil menarik tangan Key agar menamparnya.

“Ayo, pukul.. akukan yang masalahnya? Pukul aku…”

Key menampik tangannya, “Kau membelanya,Kim _____?”

“Ya, karena dia tidak bersalah”

Key menatapnya cukup lama lalu dia pergi dengan wajah yang kesal.

Kini giliran Jinki yang mendapatkan tatapan tajam dari _____, “Kau mau dia mati, he?” kata _____ padanya

“Aku…kelepasan..”

“Apa? Kelepasan? Kau bisa membunuhnya Jinki!” pekik _____, yeah dia tahu seburuk parah apapun Jinki mungkin bisa dengan cepat sembuh, tapi kalau Key? Jika perkelahian ini diteruskan dia bisa kehilangan nyawa.

“_____…” Jinki meraih pundak _____, “Apa benar kau menyukainya. Apa kau tidak tahu betapa marahnya aku, dan hancurnya hatiku?”

“Memangnya kau punya, bukankah kau hanya robot.. dari awal kau kan hanya mengikuti kata programmu saja, kan? Lalu kenapa kau harus ambil pusing dengan urusan pribadiku? Lagipula aku sama sekali tidak menyukainya”

“Jadi, kau mau aku pergi?”

“Benar! Lagipula besok masa percobaan itu juga sudah habis kan? Jadi jangan lagi berkata yang membuatku…” _____ menggantungkan kata-katanya karena tidak tahu akan berkata apa, dia menghela nafas lalu berlari meinggalkan Jinki yang terdiam ditempatnya dengan wajah hampa.

J J J

“_____….” Jinki mendesah pelan di balik pintu kamar yeoja itu.

“Aku… aku hanya tidak ingin ada orang lain yang memperlakukanmu seenaknya…” kata Jinki sambil bersandar di pintu kamar _____. “Aku.. kau berhak marah padaku, aku minta maaf…”

_____ terdiam sambil menyandarkan kepalanya di pintu kamarnya, berbalik dengan Jinki yang duduk bersandar dari luar…

“Geuman!” _____ terdiam lagi. “Jangan katakan apapun lagi, jangan mencampuri hidupku lagi. Besok aku akan menelpon Ahjussi, aku akan mengembalikanmu, arraseo?” kata _____ sambil beranjak dari sana. Lalu dia menarik dirinya ke ranjang dan menutup kepalanya dengan bantal rapat-rapat.

Dadanya terasa sesak. Dia sudah berkata kasar pada Jinki, cukup keterlaluan memang. Namun, mana mungkin dia membiarkan dirinya selalu tersiksa dengan perasaan aneh yang disebabkan oleh sebuah program bodoh. Lagipula, dia tidak ingin ada oranglain yang mencampuri hidupnya. Lebih baik tidak memiliki siapapun di dunia ini daripada dikasihani.

“Apa karena kau mencintai orang itu, _____?” tanya Jinki dengan lirih bahkan hampir tak terdengar.

DAY 7

“Ahjussi akan kemari nanti sore” kata _____ dingin pada Jinki.

“Mianhae, aku bukan owner yang baik. Lagipula dari awal aku tidak menginginkanmu kan? Kau tidak perlu merasa tidak enak..” kata _____ sambil menatap Jinki. Yeah, dengan mengembalikan Jinki semuanya akan kembali menjadi seperti semula. Kehidupan dalam kesendirian dan tidak perlu memikirkan orang lain. Saat ada Jinki, perasaannya jadi mudah goyah dan lemah dan kalau tidak ada Jinki dia tidak perlulagi peduli dengan perasaannya pada Jinki. Dia tak perlu khwatir untuk jatuh cinta pada benda hidup yang perasaannya yang diatur oleh program, bukan perasaan sebenarnya.

“…….ne” Jinki terdiam sambil berjalan di belakang _____. Mereka pergi ke sekolah tanpa saling berbicara.

J J J

_____ kembali dalam kesibukan membaca bukunya dikelas selama istirahat. Tiba-tiba seorang namja dengan luka lebam dan plester diwajahnya mendatanginya. Dia menarik tangan _____ paksa dan membawanya ke belakang sekolah.

“Apa maumu, Key?”

“Aku hanya akan tanya dua pertanyaan, apa kau menyukaiku?”

_____ membulatkan matanya mendengar pertanyaan Key, “Tidak, Kim Kibum” katanya sambil menoleh kearah samping

Key mendesah pasrah, “Lalu, apa kau menyukai pria itu”

_____ kembali membulatkan bola matanya, “dia? juga tidak.. tidak kalian berdua” kata _____ sambil meninggalkan Key yang mengerutkan keningnya.

J J J

“kau yakin, mengembalikannya?” tanya ahjussi

_____ mengangguk pelan.

“tapi dia yang paling sempurna lho.. kau tidak sayang?”

“justru itu… aku… takut, aku takut terluka dan melukainya” kata _____

“_____, namanya cinta itukan memang begitu, selalu ada pengorbanan”

Ia tertawa hambar, “Aku tidak sedang membicarakan tentang cinta, ahjussi..”

“Oh ya? Dua hari yang lalu, Jinki mendatangiku dan berkata kalau dia rusak.. dia berkata kalau dia selalu berdebar memandangmu, juga dadanya sesak kalau melihatmu murung, dan dia merasa dadanya terbakar melihatmu bicara dengan oranglain. Aku tertawa mendengarnya, dia mengira kalau dia sedang rusak..padahal itukan perasaan cinta”

_____ tertegun mendengar perkataan ahjussi, “perasaan?…..cinta?”

“Yah.. walaupun dia robot yang di program. Namun dia memiliki soul yang membuatnya berbeda dengan robot-robot lain. Dia punya intuisi,rasa dan perasaan seperti manusia, dan semua itu berasal dari apa yang dia rasakan”

“Bukannya mereka sudah diprogram begitu?”

“tidak…tidak… mereka sama persis seperti manusia, namun mereka tak akan mati, mereka rusak” jelas paman

_____ hanya diam, sampai di depan rumahnya dia melihat Jinki yang sudah berdiri menghadapnya. _____ menadanng wajah itu cukup lama, begitu juga Jinki. Mengingat mereka berdua akan berpisah sebentar lagi.

“_____.. boleh aku memelukmu”

Yeoja itu hanya diam, Jinkipun memeluknya. “aku menyu..ah jaga dirimu baik-baik…”

_____ hanya diam, “kau juga, jaga kesehatanmu.. kau jangan menyusahkan orang lagi” katanya berbicara senormal mungkin, namun malah membuat Jinki tertawa mendengarnya.  “Aku kan robot, tidak pernah sakit” kata Jinki memerkan senyumnya.

_____ mengerutkan keningnya dan mengutuki dirinya sendiri.

“Baiklah, kau yakin membiarkan Jinki pergi?” tanya ahjussi sekali lagi.

Ia mengangguk pelan dan tersenyum –dipaksakan sih- “pergilah..aku baik-baik saja”katanya. Jinki tersentak karena melihat _____ untuk pertama kalinya meneteska air matanya.

“kau…”

_____ menunduk dan menghapus airmatanya, “Ah mataharinya panas, mataku jadi berair”

“_______…” Jinki mengusap airmata _____

“Woh!woh! stop sampai disitu bro” kata Key membuat Jinki dan _____ menoleh kearahnya.

“Ada apa kau kemari?” tanya _____

“Astaga _____, kau menangis?” kini giliran Key terperangah lalu beranjak mengusap air mata yeoja itu dan membuat gadis itu risih.

“Apa-apaan sih!” kata _____ sambil menatap Key kesal.

“Sebenarnya ada apa? Apa yang kaulakukan sampai gadisku menangis?” tanya Key pada Jinki

“Apa maksudmu dengan ‘gadisku’. Dia _____ku..”

“sudah-sudah! Stop!”_____ melerai mereka berdua. Dia menatap Key  “Jinki akan pergi dia pamit padaku” jelasnya _____ pada Key

“Baguslah, pergi sana! Jadi aku bebas mendekatinya..” Key tersenyum dan melirik _____ dan membuat Jinki panas. Jinki menoleh ke arah ahjussi agar tidak membawanya pergi, ahjussi mengarahkan pandangannya pada _____. “Asal _____ memintamu tinggal, akan kubantu semampuku..”

Jinki memandang _____ memelas, membuat gadis itu bertanya-tanya.

“Apa?”

“Ayolah, _____…please” kata Jinki memohon-mohon.

“_____…biarkan dia pergi” bujuk Key, dia kesal pada _____ yang tidak bisa tegas pada namja di depannya Ini, sedang dia bersikap kelewat tegas padanya.

“please… mana tega aku membiarkanmu dengan namja kurang ajar macam dia” kata Jinki sambil melirik Key yang sedang melotot padanya. Kemudian menatap _____ yang sedang melirik Key sambil mentertawakan ekspresi bodoh Key.

“kau tidak mencintainya kan _____?” tanya Jinki tiba-tiba

_____ menghela nafas, “tidak..”

“Tapi kenapa aku tidak boleh tinggal, aku hanya ingin menjagamu.. tidak lebih..”

“Bukan begitu, Jinki. Ini tidak semudah yang kau pikirkan” kata _____,

Namun suara lain memotong pembicaraan mereka berdua. “Haloo??? Memang kalian tidak melihatku disini. Kalian berkata seperti dunia milik berdua saja, menyebalkan tahu!” protes Key

“Kau juga, kalau sudah dengan _____.. aku dianggap tidak ada. Saat kita berkelahipun _____ memarahiku habis-habisan karena menghajarmu, tahu!” Jinki tak kalah, dia protes habis-habisan.

“Apa? Tapi dia membelamu di depan mataku? lalu?” Key kalu, lalu memandang _____ yang jadi bingung dengan situasi ini “Hey _____.. kau ini.. sebenarnya suka siapa, aku apa namja banci ini?”

“Kau bilang aku apa? Dasar namja brengsek, tidak akan kuserahkan _____ padamu!”

“Stop.. bisa kalian berhenti, aku pusing tahu!” serga _____

“Kalau begitu siapa yang kau suka?”

_____ terdiam sejenak dan memandang mereka berdua bergantian, “tidak, ada… bukan kalian berdua”

“tapi kenapa? @#$%&>:%@…..” perselisihan itu kembali muncul. _____ menatap ahjussi, mengharap ahjussi mau menolongnya. Eh malah ahjussi tertawa memandang dua namja yang adu mulut seperti anak kecil berebut mainan dan seorang gadis yang menatap mereka frustasi.

“STOOP! STOOOP aku menyukaimu Jinki”

Sontak suasana jadi hening, Jinki menoleh kearahnya dan tersenyum sedangkan Key membelalak tidak percaya dan hendak melayangkan protes,

“Aku juga menyukaimu Key, puas kalian sekarang?”

Key dan Jinki menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Jadi kau akan tetap pergi, kalau begitu artinya kau kalah, Jinki” kata Key sambil memandang Jinki tajam. Walaupun dia cemburu setengah matipada namja yang ada di depannya ini, namun dia tidak bisa membiarkannya pergi dan membiarkan sebagian hati _____ ikut dengannya. Dia merasa harus merebutnya kembali.

“aku…” Jinki memandang _____ dengan tatapan memelas dan penuh harap

_____ menyerah, lalu dia masuk kerumah, “terserah deh..”

Jinki sumringah seketika, dia berteriak kepada ahjussi, “Ahjussi katanya terserah, itu bearti aku boleh tiggal” katanya dengan semangat

Ahjussi tersenyum semangat dan mengangat jempolnya.

“Bagus, aku tidak mau menang mudah!” kata Key.

“Tenang saja, kau tidak akan menang bung!” ujar Jinki padanya.

“Baiklah, kita lihat siapa yang akan dipilih _____ nantinya” kata Key.

“Tentu saja!” kata Jinki menyelami tangan Key.

Namun,  tiba-tiba saja _____ lari ke depan, menghentikan ahjussi yang mau beranjak pergi “Ahjussi, bawa saja Jinki!” teriaknya

Jinki memandang _____ tidak percaya.

“Aku tidak punya uang sebanyak itu tahu” kata _____ panik.

“Tapi, ini sudah lewat batas pengembalian _____-ssi” kata ahjussi

“WHAAAAAT??” kali ini _____ terduduk lemas di aspal, dengan wajah frustasi lebih frustasi dari pada mendengar pertengkaran mereka berdua. Sedangkan Jinki dan Key hanya saling berpandangan dengan bingung.

-FIN-

sekian dulu. jeongmal mianhae kalo nggak puas sama endingnya :( #bow. segala bentuk comment author terima dengan senang hati. seperti biasa jangan lupa meninggalkan jejak dengan comment atau like aja. neomu neomu kamsahamnida :) #lemparnamjamasing2

Advertisements

86 responses to “7 Days Love Part 4 -end-

  1. aq td mw komen d part 3 kog ga bs ya??
    apa emang blm muncul ya?? bingung.. -.-”

    btw.. bgs jg kog ff nya..
    aq jd pgn pnya robot kyk gtu.. hehehe.. ^^

  2. hahahahaaa…… seru, nih…
    jadi persaingan Jinki-Key terus berlanjut….
    Tapi masih bener2 gantung nih…
    Pengennya, ___ bener2 nyatain perasaan dia buat JInki
    Kan dia tau bahwa perasaan Jinki buat dia bukan hasil program…
    tapi mirisnya, ___ masih harus tetep bayar untuk sebuah robot sempurna
    seprti Jinki…. bakal kerja rodi dia buat dapetin uang itu…. hahaha…
    Makasih ni, ceritanya thor… cukup menghibur….
    *cium pipi Jinki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s