Meosjin Hospital [part 5]

mian baru update lagi, selain idenya rada mandet, author baru beres ujian kemaren…huhu. gomawo buat yang udah nunggu n ngikutin ff ini terus… ini vy persembahkan khusus buat para reader… 🙂

Title: Meosjin Hospital

Author: Hyunvy (follow me @vyivyivy)

Main Cast: SHINee, Hwang Jiyeon, Song Jesang, Park Minhyo

Other Cast: Kang ahjushi, Mr & Ms. Lee

Length: Series

Rating : PG-15

Genre: Romance, Friendship, Comedy (?)

Desclaimer: ff ini banyak terinspirasi dari komik ‘God Hand Teru’ dan komik-komik kedokteran lainnya juga dari “Grey’s Anatomy” drama tentang kedokteran juga, tapi untuk plot, tokoh, dan yang lainnya author yang bikin sendiri dan hanya milik author (?). ini ada sedikit edukasi kedokterannya, jadi kalo yang minat sama kedokteran semoga bisa nambah-nambah ilmu juga…hehe. Enjoy ^^

Nanti dibawah (di akhir cerita tiap partnya) bakal ada keterangan penjelasan buat kata-kata istilah kedokteran yang mungkin belum banyak diketahui sama para readers, ya semoga nambah pengetahuan juga…

Summary: Taemin dan Minho mulai menunjukan kemampuan hebat mereka dalam operasi pengangkatan tulang ikan yang agak aneh. Kibum kewalahan mengatasi pasien emergency yang tidak pernah bisa diprediksi. Jonghyun masih tidak bisa mengontrol dirinya walaupun hanya di depan seorang dokter anak dan seorang pasien yang juga anak-anak. Jinki mendapat pelajaran dari seorang yang tiba-tiba datang dan membukakan matanya tentang pekerjaan ‘memberitahukan hasil lab’ adalah pekerjaan yang menyenangkan.

Meosjin Hospital (prologpart1part 2part3 / part4)

***

“haaaaaahhhh… akhirnya, setelah sekian lama…” desah Kibum sambil meregangkan tubuhnya yang rasanya sudah hampir remuk itu

“akhirnya kita dapat libur juga…”sambung Jonghyun sambil memutar persendian di lehernya yang terasa pegal itu

“begini ternyata bekerja di rumah sakit, aku belum pulang ke rumah selama 1 minggu”Taemin dengan nada agak menyesalnya

“yup, ini baru bulan pertama kita, hwaiting!!!”ujar Jinki menyemangati

“aku lapar…”ujar Minho tiba-tiba membuat keempat temannya menoleh kearahnya

“eh, kenapa? Ada yang salah?”tanya Minho bingung sambil menatap mata para chingunya satu per satu

“anni, kajja..”ujar Jonghyun kemudian mendahului

“kita mampir di kedai Kang ahjushi saja, bagaimana?”usul Taemin bersemangat

“ayooooo!!!”timpal Minho berteriak kegirangan

***

“ahjushi…” teriak Taemin kegirangan melihat ‘ahjushi koki’ kesukaannya itu

“omona, kalian sudah lama sekali tidak ke sini, kemana saja?”tanya Kang ahjushi sambil meninggalkan pekerjaannya –yang sedang mengiris daging mentah untuk di buat bulgogi- lalu menghampiri kelima namja itu sambil mengelap tangannya yang agak basah karena cairan kemerahan yang agak amis ke celemeknya yang sudah tidak bersih lagi

“selama seminggu ini kami terperangkap di rumah sakit dengan pekerjaan yang sangat melelahkan…”cerita Kibum sambil duduk di salah satu bangku kayu, lengkap dengan mejanya untuk 6 orang

“dan tentunya tidak ada makanan seenak masakanmu…”celetuk Minho sambil menaruh jaket kulitnya di atas meja dan mulai meregangkan tubuhnya dan memegang perutnya yang mulai bergejolak

“ahjushi, kami kelaparan…”ujar Jonghyun dan Jinki bersamaan sambil memegang perut mereka masing-masing dan memasang wajah memelas

“baiklah, seperti biasa kan?”entah itu pertanyaan atau penyataan, yang jelas kelimanya mengangguk cepat dan Kang ahjushi mulai beralih ke dapur dan melakukan pekerjaannya

“eh, bagaimana kalau kita buat permainan sambil menunggu makanan kita selesai dimasak…”celetuk Jonghyun yang membuat keempat namja lainnya fokus memperhatikan

“permainan apa?”tanya Taemin sambil menopang dagu dengan kedua tangannya yang terlipat

“taruhan, cerita siapa yang paling mengejutkan dan yang paling tidak di sangka selama di rumah sakit, tentu yang belum kita semua ketahui, tetapi jangan sampai ketahuan yang lain juga… otte?”

“ah, boleh juga itu…” celetuk Jinki sambil mengelus dagunya sambil berpikir, cerita apa yang akan ia ceritakan nanti

“ya sudah, yang menang dapat gratis satu porsi bulgogi tambahan, otte?”tanya Jonghyun lagi membuat keempatnya langsung mengangguk sambil membayangkan 2 porsi bulgogi kesukaan mereka

“kalau begitu mulai dari kau, Taemin!!!”

“eh, kenapa aku?”

“karena daritadi hanya wajahmu yang berpikir sangat keras..haha”

“omo, aku belum tahu mau cerita apa…”

“ah, tidak bisa, cepaaaattt…”desak Kibum yang mulai tidak sabaran mendengar cerita dari sang magnae

“hhmmhh, baiklah, kalian tahu tidak kalau sebenarnya dokter kepala, dan dr.Jung adalah sepasang kekash…”bisik Taemin sangat pelan tetapi tentu terdengar oleh kelimanya

‘plak’ Kibum yang berada di sebelahnya langsung memukul kepala Taemin reflex tetapi sangat keras

“omo, appoyooooo…”

“kau ini, jangan buat gossip, kita bukan sedang bergosip!!!”Minho pun mulai angkat bicara saking kesalnya. Dan sekarang Taemin sedang di terror oleh 4 pasang mata tajam yang hampir membunuh dirinya

“kalau dokter kepala tahu kau bisa di pecat, pabbo!!!”ujar Jinki agak napsu sambil menghela napas dalam

“ah, sudahlah, ia kan masih kecil, kau saja dulu, Kibum…”ujar Jonghyun cepat membuat Kibum tak bisa menyela dan terpaksa untuk bercerita

“hhmmhh, apa ya? Ah, kalian tahu Jiyeon sunbae?”

“yang di divisi gawat darurat itu?”

“ne…”

“ada apa dengan dia?”

“setelah aku perhatikan ternyata dia sangat seksi…”

‘plak’ kali ini sumber suara berasal dari kepala Kibum yang sudah dihantam keras oleh Jonghyun

“pikiranmu ini, kotor sekali!!!”

“aku tidak menyangka ternyata selama ini hyung memandang Jiyeon sunbae untuk hal yang tidak-tidak…”celetuk magnae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

“aisssshhh, habis aku harus cerita apa lagi?”

“yang lain, asal bukan menggosip dan bukan yang mesum!!!”jawab Jinki yang mulai naik darah

“aku tidak mesum!!!”

“sudah, sudah, aku saja yang cerita…”tawar Jonghyun sambil mempersiapkan diri dan terlebih suaranya untuk bercerita panjang lebar

“kemarin aku mendapatkan seorang bayi yang terkena gagal jantung kongestif….”

“lalu?”tanya Minho polosnya

“aiiissshhh, bukan aku mendapat kasus itu… awalnya aku ke ruang penyimpanan bayi, lalu mataku tertuju pada seorang bayi yang dari tadi hanya menangis, penasaran aku memeriksanya, mendengarkan bunyi jantungnya, dan ternyata ada bunyi murmur…”cerita Jonghyun dengan semangat

“eh, kau tidak dimarahi? Itukan seharusnya bukan urusanmu…”

“ya, hampir saja, tetapi untunglah seorang malaikat datang menolongku…”

“mwo?! Malaikat sungguhan?”tanya Taemin dengan polosnya

“pabbo!! Ya bukan, tapi dia benar-benar seperti malaikat di hadapanku…”

“akkrrrmmmhhh, ada yang sedang jatuh cinta…”ujar Kibum menggoda

“aku kira cerita tentang bayi tadi hanya sebagai prolog, cerita sesungguhnya tentang si malaikat itu kan??haha”olok Jinki sambil tertawa kencang

“siapa orangnya, hyung?”tanya Minho langsung tanpa basa-basi

“haaahhh, siapa lagi kalau bukan nona manis yang sangat pintar itu…”

“MWO?! dr.Song maksudmu?!”Minho pun terlonjak, diikuti ke3 namja lainnya. Jonghyun tidak menjawab, ia hanya mengangguk pelan sambil memasang wajah kasmarannya

“kalau masalahnya begini sih dia pasti menang…”ujar Jinki pasrah

‘praaaaannngggg’ terdengar bunyi piring-entah mangkuk- yang terbuat dari tanah liat terjatuh dan pecah, kami semua menoleh ke arah sumber suara

“sepertinya Kang ahjushi yang memenangkan permainan ini…”celetuk Minho melihat Kang ahjushi sudah terkapar tidak sadarkan diri. Bagaimana tidak? ‘cerita pingsan’nya memang sangat mengagetkan mereka semua.

Segera kelimanya bergerak cepat. Jonghyun menelepon ambulans, Jinki memeriksa nadi yang dilanjutkan oleh Minho yang memompa jantung Kang ahjushi yang sepertinya hampir berhenti berdenyut. Selang waktu 5 menit, ambulans pun segera datang dan membawa Kang ahjushi beserta kelima namja itu ke Meosjin Hospital.

Tak butuh waktu yang lama untuk sampai, hanya sekitar 5 menit. Mereka tidak berleha-leha, karena bagi mereka tiap detik waktu adalah sangat berharga.

“keadaan pasien?”tanya Jiyeon langsung saat pintu ambulans dibuka dan mulai membantu para petugas memindahkan Kang ahjushi ke ranjang khusus bagian gawat darurat

“pingsan, nadi, tekanan darah dan suara jantung mulai abnormal dan tidak beraturan, begitu pula dengan respirasinya, sepertinya jantung koroner”jawab Kibum cepat

“baiklah, Jonghyun, Minho, Jinki, siapkan ruang operasi. Taemin dan Kibum bantu aku melakukan persiapan operasi by pass jantung” ujar Jiyeon cepat sambil bergerak membawa Kang ahjushi ke dalam ruang gawat darurat

“Jesang, tolong pasangkan infuse, cek golongan darahnya, lalu siapkan 10 bag darah untuknya”ujar Jiyeon lagi kepada seorang suster yang ia panggil Jesang tadi

“nde…”jawab yeoja itu segera melakukan apa yang harus ia lakukan. Dengan cepat ia mengambil sedikit darah Kang ahjushi menggunakan alat yang ‘melukai’ jari, membuatnya mengeluarkan darah, kemudian menampungnya sedikit dan segera memeriksa golongan darahnya.

“O, untunglah…”ujarnya sambil mengambil telepon dan segera memesan 10 bag darah bergolongan O tentunya, cepat sekali ia melakukannya, tak sampai 5 menit.

“ruang operasi sudah siap”ujar Jonghyun membuat Jiyeon, Jesang dan Taemin bergegas membawa Kang ahjushi ke ruang operasi

“Taemin, kau ikut dalam operasi, bersiaplah”ujar Jonghyun lagi di tengah perjalanan mereka. Taemin mengangguk pelan dan yakin

Segera setelah mereka sampai di ruang operasi, Taemin dan Jonghyun segera bersiap, memakai baju operasi, masker, dan sarung tangan mereka yang serba steril

“mengapa kita yang mengoperasi dia?”tanya Taemin

“karena tidak ada lagi yang bisa mengoperasinya..”jawab Jonghyun santai

“maksudmu? dokter jaga yang lainnya?”

“kau tidak lihat? Semua ruang operasi penuh, mereka sedang mengadakan operasi juga, untung saja ada 1 ruangan yang kosong ini, kalau tidak…”

“ah, ya sudahlah, mari kita lakukan” keduanya masuk ke ruang operasi, menyusuk Jinki, Kibum dan Minho yang telah bersiap

“pasien sudah teranastesi, operasi bisa segera dilakukan”ujar dr.Sunhae, dokter anastesi yang cukup menjadi andalan para dokter bedah

“baiklah, siapkan alat pengganti jantung”ujar Jinki

“tidak usah, kita lakukan dengan jantung yang berdetak”tanggap Minho yang mulai membuka dada Kang ahjushi

“aku setuju, resiko jantungnya tidak kembali berdetak normal hanya sedikit”ujar Key memperhatikann Minho. Tidak ada asisten ataupun suster disana, hanya ada 6 orang, mereka berlima dan dr.Sunhae, dokter anastesi itu. Bagaimana itu bisa berjalan? Jinki dan Minho yang sedang menjadi ‘sutradara’ utama disini, sedangkan Key dan Taemin sebagai asisten mereka. Jonghyun, kemana dia? Dia sedang bekerja keras mengambil pembuluh darah ‘pengganti’ di kaki Kang ahjushi. Ia harus melakukannya sendiri dan dengan cepat, menyesuaikan pekerjaan keempat chingunya agar tepat waktu.

“dimana tempat penyumbatannya?”tanya Minho saat dada Kang ahjushi sudah terbuka lebar

“disini..”ujar Jinki yakin

“clamp”ujar Jinki lagi yang di sambut dengan barang yang ia minta itu oleh Taemin. Dengan cepat Minho mengerti apa maksud temannya itu, dengan segera Minho memberikan ruang yang luas dan sekaligus membantu aksi pemotongan pembuluh darah yang berkisar antara 6-7cm.

“aku sudah mendapatkannya”ujar Jonghyun sambil menyodorkan selembar pembuluh darah dengan ukuran yang tepat dengan apa yang mereka butuhkan.

“baik, mari kita lakukan”Jinki menatap Minho kemudian keduanya mengangguk yakin dan memulai pekerjaan mereka. Jonghyun membereskan pekerjaannya, ia menutup kembali kaki Kang ahjushi dan pekerjaannya sudah selesai sekarang.

“tolong, kami butuh 1 dokter untuk membantu, ada pasien yang keadaannya tiba-tiba memburuk”ujar salah satu suster –sepertinya- yang tiba-tiba masuk dengan tergesa.

“tapi kami sedang melakukan operasi” ujar Taemin yang langsung di sanggah Minho

“Kibum, ambil alih pekerjaanku, Jonghyun, bantu Kibum, aku menolong pasien itu dulu”ujar Minho cepat membuat keempat temannya ternganga sebentar. Minho bergegeas melepaskan semua atribut operasinya dan mengikuti suster tadi

“sebenarnya ada apa dengan pasien itu?”tanya Minho di tengah pejalanannya mengikuti suster itu

“keadaannya memburuk, tekanan darah dan detak jantungnya melemah, pasien sudah koma selama 2 minggu ini”jawab suster itu

“ini dia…”ujarnya lagi terhenti di salah satu kamar rawat khusus. Keadaan di dalam kamar itu tidaklah sunyi ataupun tenang seperti kamar-kamar yang lainnya. Kamar yang satu ini diisi oleh kepanikan dan isak tangis para keluarga –sepertinya-. Beberapa suster sedang melakukan tindakan penyelamatan terakhir karena mesin pendeteksi denyut nadi telah berbunyi, menandakan bahwa tak didapatkan lagi detak jantung.

“satu, dua, tida, empat, lima”suster yang sedang melakukan tindakan penyelamatan itu bergumam menghitung, menjaga irama tangannya yang sedang menekan jantung pasien, merangsang agar detaknya dapat kembali ada. Namun ternyata belum juga berhasil. Kemudian dilanjutkan dengan sengat listrik untuk merangsangnya, tetapi tidak juga berhasil. Pemandangan selama kurang lebih 5 menit itu yang terus disaksikan Minho yang terpaku di ambang pintu. Belum pernah ia mengalami keadaan seperti ini, pertaruhan nyawa yang sesungguhnya.

“dokter, cepat lakukan sesuatu”ujar suster yang tadi memanggilku itu membuatku melangkah menuju pasien laki-laki yang kira-kira masih berumur 30an.

“tolong ayahku, dokter…”isak seorang anak laki-laki menatap Minho memelas

“sabarlah, aku akan melakukan yang aku bisa”Minho menatap anak itu berusaha meyakinkannya. Lalu ia menuju kasur itu dan memulai tindakannya. Yang ia lakukan kurang lebih sam adengan yang dilakukan oleh suster tadi, ia menekan dada pasien dengan tujuan untuk memicu detak jantungnya kembali. Namun ada sedikit yang berbeda, ia melakukannya sambil bergumam berbicara pada pasien itu.

“tuan Lee, kembalilah. Keluargamu masih membutuhkanmu, ayo lah… kau pasti bisa, ini pasti bukan waktumu, Tuhan pun masih ingin kau menyelesaikan urusanmu di dunia ini, mengurus keluargamu…”ujar Minho pelan dan tersenggal

‘pip… pip… pip…’ ajaib, detak jantungnya kembali. Minho menghela napas panjang diikuti oleh ketiga suster yang ada di ruangan itu. Tetapi tidak untuk keluarga pasien –istri dan anaknya- mereka menangis sejadi-jadinya dan menghampiri orang yang sangat berarti untuk mereka itu

“syukurlah, jeongmal kamsahamnida…”ujar nyonya Lee sambil membungkuk dalam, diikuti oleh anaknya. Minho tersenyum kecil, membalas membungkuk lalu pergi meninggalkan ‘arena’ pertaruhan nyawa itu. Ia berhasil menang dan mengembalikan sebuah nyawa kembali ke bumi.

“terima kasih dokter, telah menyelamatkan tuan Lee…”ujar suster itu lagi

“memang itu tugasku sebagai seorang dokter”ujar Minho menghentikan langkahnya kemudian berpaling pada suster yang sekarang ada di hadapannya itu

“Park Minhyo imnida, kepala suster bagian bedah, kau dokter Choi kan?”

“ah, ternyata kau mengerti juga langsung memperkenalkan dirimu, ne, panggil aku Minho saja, noona…”ujar Minho membuat Minhyo agak tercengang

“bisa ku pastikan aku harus memanggilmu noona…”ujar Minho lagi

“umur kita hanya terpaut 3 tahun…”bantah Minhyo cepat

“ah, baiklah noona suster kepala…”ujar Minho sambil tersenyum kemudian berjalan meninggalkan Minhyo yang masih terpaku dengan apa yang diucapkan oleh dokter yang baru ia kenal itu.

‘Minho, sikapmu, seperti kita sudah lama kenal saja, tetapi aku senang, karena aku tidak salah memilih diantara kelimanya’ batin Minhyo sambil tersenyum kecil kemudian berjalan ke ruangannya

***

Satu lagi hati yang telah memilih dan telah terpilih. Membuat pekerjaan sebagai sarana untuk saling mengenal, menentukan apakah pilihan hati itu benar atau ternyata salah. Semua butuh proses, proses yang cukup panjang agar semuanya menjadi jelas dan tidak menyakiti salah satu atau malah kedua hatinya.

***

Meosjin Hospital. Dikenal bukan hanya karena kinerjanya tetapi juga para ‘dalang’ yang ada di dalamnya. Rumah sakit itu bagaikan panggung pertunjukan. Dokter, suster dan segala tenaga medis sebagai dalang dan para pasien sebagai pemain dalam drama pertaruhan hidup tersebut. Umur tidak menjadi patokan kemampuan dari dalang tersebut. Siapa yang bisa memainkan dengan baik, dialah yang akan naik tingkat, menjadi seseorang yang berkedudukan dengan tanggung jawab tinggi.

Divisi bedah, divisi tertua yang di dominasi oleh orang-orang muda. 5 dokter muda yang super hebat. 1 dokter sangat muda dengan 2 keahlian sekaligus dan kepala suster yang berhasil di pegang oleh orang-orang muda. Sekali lagi, umur bukan patokan keahlian dan kemampuan seseorang. Jangan pernah meremehkan orang-orang muda, karena merekalah yang mempunyai semangat bagai api yang berkobar, bukan api merah yang hanya memanaskan, tetapi api biru yang membakar.

—–tbc—–

by pass jantung: jadi ada penyumbatan pembuluh darah di jantung, operasinya itu dengan cara nge’by pass’ aliran darahnya, jadi kaya ‘ngeganti’ pembuluhnya yang kesumbat itu sama pembuluh darah baru yang biasanya di ambil dari pembuluh yang ada di kaki

clamp: alat mirip gunting tapi ini ga tajem, fungsinya buat ngejepit pembuluh darah supaya pas di potong, darahnya ngga muncrat-muncrat

***

sip, ada yang mau ditanya? ada yang kurang jelas?

yang udah baca wajib commennt… kasih saran dan kritik yang membangun, supaya nanti bisa lebih maksimal lagi part selanjutnya… okay”??

Gomawo… 🙂

 

Hyunvy^^

29 responses to “Meosjin Hospital [part 5]

  1. Annyeong~~~~
    readers baru neh, wkwkk
    keren BGT ff nya. Eonnie nya kuliah kedokteran ya?
    Pasti sibuk, *kayak tahu aja*
    kalau ngepostnya cepet aku doain deh nilainya bagus semua buat kuliahnya, Hasil KRS memuaskan, amiin.
    Noh, aku reader baik kan? Wkwkwkk
    updTe soon yah eonn!!! *waves gaje* buhbyee

  2. keren~ gak kebayang mereka bener-bener ngelakuin itu–
    wuiihh, pasti keren banget~
    oh ya, itu ceritanya kang ahjisshi itu kaget sama cerita Jonghyun ato gmana? soalnya tiba-tiba jatuh gitu,
    hehe
    nice part!

  3. Pingback: Meosjin Hospital [part 6] « FFindo·

  4. sepertinya aku baru baca chingu hehehe.
    uwaa! sekarang giliran mino ya?
    daebak chingu!
    aku suka penjelasannya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s