You Want I Hate You ?!

Annyeong Haseyo.. perkenalkan aku author baru *bow… semoga karya-karya FF ku bisa diterima dihati para readers sekalian… Selain di publish disini, aku juga publish ffku di blog sendiri dan sm.town.. maka tidaklah heran kalo FF aku ada dimana-mana… biar gak pada bingung maksudnya.. DON’T COPAS TANPA IJIN AKU.. dan buat para READERS COMMENT PLEASE..langsung aja yah

Author : Hyun In a.k.a Nanda

Cast :

Jessica Jung

Lee Dong Hae

So Jisuk

Im Yoona

Kim Ki bum

SEo Hyun

Rating : Tentukan sendri… hehe..

Length : One Shoot

Genre : Sad, Romance dikit

Sebelum Lanjut, cuma mau bilang BUAT YANG TIDAK SUKA couple HAESICA jangan NGEBASH ya…

 

 

 

“Jika memang itu maumu.. Jangan salahkan aku bila suatu saat aku akan benar-benar melupakanmu..”

Jessica p.o.v

‘hari ini aku akan melewati semuanya TANPA DIA…’

*Flash Back*

aku memang dekat dengan hae.. Setiap kali aku meminta bantuannya, dia pasti menolongku.. Entahlah, pertama aku cuma iseng aja memanggil dia dengan sebutan “Sapang *suami” tapi hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, sepertinya aku mulai merasakan perasaan yang berbeda.. Entahlah, mungkin ini yang dinamakan cinta.. Apalagi saat kakiku luka karena pulang hiking, dia meminjamkan syalnya untuk mengobati lukaku.. Aku selalu berharap bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku..

“Hae-a… antarkan aku pulang..” seruku

“Baiklah.. cepat naik..” jawabnya memberikan helm satunya lagi padaku..

Ya, dia selalu mengantarkan aku… aku benar-benar dekat dengannya.. semakin hari aku merasa nyaman berada disampingnya..

Tetapi Mungkin aku terlalu berharap Lebih padanya sampai pada akhirnya aku yang merasakan sakit itu.. Saat aku dekat dengannya, aku merasa nyaman.. Tapi itu berlalu begitu cepat..

Yah, hari itu dimana ada seseorang bilang padaku kalau lee dong hae sudah mempunyai wanita pilihannya..

“Sicca-a, apa kau tau bahwa dong hae menyatakan perasaannya kepada Im Yoona?” tanya Seo Hyun

“M-wo? M-woragu seo-a?” jawabku benar-benar shock mendengar hal itu

“Ne.. Hae menyatakan cintanya pada Im Yoona.. dan sekarang mereka resmi berpacaran…” jawab seo

‘Seperti ada seseuatu yang menusuk hatiku… hatiku sakit… ingin rasanya aku menangis sejadinya… tahanlah sicca’ gerutu batinku

“Gwencana sicca?” tanyanya

“Ah.. ne.. aku pulang duluan ya..” jawabku lemas menjauhi seohyun

Entahlah, saat ini aku merasakan Betapa perihnya hatiku.. Aku menangis.. apa yang harus ku lakukan saat ini, aku tak tau? Rasanya aku ingin pergi dari hadapannya.. Aku berusaha tegar, tapi apa yang kudapat? Hanya sakit yang semakin mendalam di hati ini… Aku selalu merasa sakit.. Hatiku… Apa dia tidak melihatku sebagai perempuan yang dekat dengannya? Apalagi saat aku tau bahwa Im Yoona wanita lee dong hae itu ternyata berselingkuh dengan sepupuku sendiri.. Yoona bilang bahwa dia tidak mencintai dong hae, ya yoona hanya mencintai kibum seorang..

Beberapa hari kemudian

“Ya! JESSICA…” teriak suara yang tak asing untukku

“Ya! sicca.. apa kau tidak mendengarku?” tanya dong hae memegang pundakku

“Wae?” tanyaku datar

“kau kenapa akhir-akhir ini? hah?” tanya dong hae

” kau tak perlu tau.. sudahlah aku mau ke perpus..” jawabku beranjak dari tempat dudukku dikelas itu..

“Chakkaman.. kau tidak mengucapkan selamat kepada sahabatmu ini? apa kau belum tau?” tanyanya mengikutiku

“Ya! sicca kau tau bahagianya aku bisa mendapatkan yoona…. owh ya sicca kau tau tidak yoona itu ….” serunya terpotong oleh perkataanku

“CUKUP OPPA..” seruku berhenti berjalan

“Yoona.. yoona… apa tidak ada hal lain yang lebih penting dari yoona hah?” tanyaku sedikit membentak dan membelokkan arahku menuju kelas kosong

“Kau kenapa sicca? ya, bagiku tidak ada hal yang terindah selain yoona..” serunya membuatku semakin panas mendengarnya

“kau harus sadar hae-ssi.. Kau tau yoona itu tidak mencintaimu..” bentakku tiba-tiba

“wae? Kenapa kau seperti itu sicca? Kenapa kau menjelekkan yoona didepanku? Kau ingin aku putus dengannya?” bentak hae

“ani.. That’s real dong hae-a.. Kau tau itu, tapi hatimu menyangkalnya..” bentakku lagi

“Enough.. Jessica..” bentak hae menuju pintu

aku shock melihat dia membentakku..

#Blam..#

dia menutup pintu dengan kasar

aku melihat dia membanting pintu.. aku tak tahan.. aku menangis dikelas kosong itu… aku menangis sejadinya.. ‘aku kecewa dengan sikapmu lee dong hae’ batinku

semenjak hari itu, aku berusaha melupakannya..

Memang susah, namun aku benar-benar ingin melupakannya.. Aku mencoba untuk pura-pura tidak mengenalnya saat aku bertemu dengannya.. Aku menjauhinya.. Tidak ada lagi panggilan ‘sapang’.. Tidak ada lagi sms darinya, dan yang terpenting tidak ada lagi dia.. Yah aku ingin terus seperti itu..

“apa kau sudah baikan?” tanya jisuk oppa menghampiriku di namsan tower ‘yah dia oppa untukku.. Aku mengenalnya di sebuah komunitas’

“ne oppa.. Gwencana..” jawabku

“heangbokhe.. Kau bisa menjadi sicca yang periang lagi..” serunya

“teruslah seperti ini sicca.. Untukku.” serunya

“Mwo?” tanyaku

“hanya bercanda..” jawabnya lagi

Beberapa hari setelah itu, aku mendengar bahwa dong hae memutuskan yoona.. Ada sedikit rasa bahagia, mungkin aku bisa kembali padanya.. Tidak sicca, kau harus benar-benar memusnahkan namanya dari benakmu…

Beberapa bulan kemudian dia tahu tentang perasaan yang dulu pernah kupendam padanya.. Dia bilang pada sahabat terbaikku kwon yuri..

“aku tak akan pernah bisa mencintainya.. Tolong sampaikan padanya jangan menungguku..” seru lee dong hae pada yuri.. Saat yuri memberitahu kata-kata itu, memang ada sedikit rasa sakit namun aku berusaha kuat.. Ya aku harus kuat..

” aku tak akan menunggunya kwon yuri.. Itu hanya akan menyakitiku..” jawabku

“arraseo sicca.. Kau harus tegar..” seru yuri

tentu, saat mendengar hal itu memang menyakitkan diriku.. Ok.. Dong hae-ssi, mulai saat ini aku akan benar-benar membencimu..

Beberapa hari kemudian, aku merasa ada yang aneh dengannya, dia sering memperhatikanku mungkin.. Sampai akhirnya dia menyatakan perasaannya padaku hari itu..

“sicca-ssi..” teriaknya
aku hanya terdiam melihatnya

“apa kau ada waktu, boleh aku bicara denganmu?” tanyanya

“mau apa?” jawabku datar

dia membawaku..

“saranghae..” serunya yang membuatku shock bukan main.. Aku masih membeku

“sicca-ssi, mianhe aku tau ini semua memang mendadak.. Tapi aku benar-benar mencintaimu.. MAAF aku baru meyadarinya sekarang..” serunya

*Plak* aku menampar lee dong hae

“apa puas kau mempermainkan hatiku lee dong hae?” tanyaku mulai mengeluarkan air mata.. Jujur saja aku kecewa, kalut, dsb..

“apa tidak cukup kau menyiksaku selama ini? Kau jangan mempermainkan kata cinta..” seruku

“ani sicca-a.. Aku benar-benar mencintaimu.. Aku baru sadar itu..” jawabnya

“mwo? Kau baru sadar? Jadi selama ini kau kemana lee dong hae-ssi? Apa kau tau berapa banyak air mata yang sudah kukeluarkan demi orang sepertimu? Apa kau tau betapa sakitnya aku saat kau bilang kau tidak mungkin bisa mencintaiku? Apa kau tau bagaimana hati ini merasa pedih?” bentakku

“mianhe..” serunya

“mwo? Segampang itu kau meminta maaf? Setelah apa yang kau lakukan?” bentakku lagi

dia terdiam..

“Sudahlah.. aku tak ingin bertengkar denganmu..” seruku datar mencoba membalikan tubuh dari hadapannya..

Dia memegang tanganku..

“aku tau aku salah sicca-a.. tapi aku mohon…” serunya

“Aku ingin kesempatan kedua, aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi…” serunya

aku hanya terdiam..

“Jeball sicca… aku tau kau masih mencintaiku..” serunya

‘sicca, kau harus kuat dihadapannya.. bilang padanya bahwa kau tidak lagi menyukainya…’ batinku menguatkan diriku sendiri

“Mianhe Hae-a… tapi aku tidak mempunyai perasaan itu lagi…” jawabku datar

“Ini semua karena kesalahanmu sendiri, ya, waktu itu kau yang menyia-nyiakan aku… kau sendiri yang membuat aku membencimu hae-a… rasanya sulit untuk menghilangkan rasa sakit itu hae….” jawabku mencoba menahan air mataku

“kumohon… maka biarkanlah aku mengobati rasa sakitmu itu..” tanyanya

“Ani.. tidak mungkin.. sekalipun itu kau, rasa sakit ini akan selalu ada..” jawabku

Dia melepaskan genggaman tangannya…

aku berlari meninggalkannya, aku berbohong hae.. aku masih mencintaimu.. mianhe, tapi saat aku mengingat rasa sakit ini.. aku tiba-tiba  membencimu hae… aku masih belum bisa melupakan semua rasa sakit ini….

“JESSICAAAAAAA…….” teriak lee dong hae dari belakangku

*Flash Back End*

‘sudahlah sicca… kau jangan seperti ini… ayo sicca semangat.. kau pasti bisa…’ batinku

“SEMANGAT JESSICA..” teriakku

*The End*

Ottohke? Sebenernya, ini ff Cerita ini asli perjalanan hidup aku.. Mianhe ya, sebenarnya aku hanya ingin berbagi kisah lewat FF.. Tapi tetep WAJIB COMMENT LOH.. Ada Pesan tersembunyi dari FF ini.. ‘Janganlah memandang masa lalu, karena belum tentu masa lalu itu akan menjadi masa depan.. Dan ingat penyesalan tu diakhir’ hehe author so bijak.. Ok. Gomawo semuanya sudah membaca FF ku..
TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA.. COMMENT YA..

*GAMSAHAMNIDA ingat DON’T COPAS tanpa IZIN..*

 

Advertisements

17 responses to “You Want I Hate You ?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s