No Baby No Cry — Part 6 [The End]

No Baby No Cry -- Photo-2

Tittle : No Baby No Cry

Author : Kazu1chi

Rate : General

Genre : Family, Friendly, Comedy

Cast : Kim So Eun, Yoogeun (Hello Baby), Kimbum, Minho (SHINee), Hara (Kara), Yoon Hwa (Playful Kiss), Luna (F(x))

Soundtrack : Star – Beautiful Girl (Still Marry Me OST)

Disclaimer : I don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence.

Page : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 [The End]

Author’s Note : Ude lama saya jadi Author Hiatus. Mian ye -_- Karena lagi sibuk ama sekolah, ye beginilah Oh ye, masalah yang FF “Te Estrano y Te Quiero” itu part 6 nye di stop sebentar, dikarenakan mau fokus sama FF ini dulu Dan masalah FF yang lainnya sementara ntar dulu.. Akan saya usahakan FF ini kelar dengan selamat #memangnya apaan Semoga FF ini berkenan bagi para pembaca ye Happy Reading! Btw, biar asik, coba kamu baca FF ini sambil denger soundtrack di atas

No Baby No Cry

Part 6 [The End]

“Anakmu?! Ternyata kau masih menganggap dia anakmu!” bentak Minho dengan wajah yang berkeringat.

“Tentu saja! Aku yang melahirkannya!” balas Hara.

“Kuperingatkan sekali lagi! Kau tak boleh menyentuhnya!”

“Apa salahku?! Mengapa aku tak boleh menyentuhnya?”

“Kau bukan ibu yang baik! Tega-teganya kau selingkuh! Tega-teganya kau melupakan kami! Tega-teganya kau berbohong pada kami semua! Apa sebenarnya yang ada di pikiranmu itu?!”

Mendengar bentakan dari Minho, Hara pun terdiam. Ia tak bisa berkata apa-apa. Ia ingin mencoba mengatakan sesungguhnya tetapi sangat sulit. Tak ada satupun yang berbicara, yang ada hanyalah suara tangisan dari Hara dan Yoo Geun.

Karena tak tega melihat tangisan Yoo Geun, aku membawanya ke kamar tidur.

Hening Seketika.

Setelah menenangkan Yoo Geun sampai tertidur, aku langsung kembali. Minho pun menyatakan dengan tegas, “Bagaimana kalau kita bercerai saja?!” Pertanyaan yang super dashyat dikeluarkan.

Hara merasa tak percaya dengan pertanyaan yang dinyatakan oleh Minho.

“Minho.. dengarkan penjelasanku..”

“Apa? Kau sudah tak punya malu lagi?! Bisa-bisanya kau selingkuh juga mencuri!” sela Minho sambil melengos.

Aku langsung terkejut.

“Apa? Dia mencuri apa? Tolong jelaskan padaku, Minho.”

“Kau tak tahu ya? Selama dia selingkuh dengan bosnya, dia juga mencuri uang perusahaan!” jelas Minho.

“Kau tahu darimana itu?” aku setengah bingung setengah kaget.

“Waktu tak ada yang saling berbicara, tiba-tiba Luna mengirim sms padaku.” kata Minho.

“Dia menjelaskan bahwa Hara selingkuh dengan bos perusahaannya untuk mencuri uang perusahaan.”

Aku langsung menoleh ke arah Hara, “Benarkah itu, Hara?” dengan muka meyakinkan.

“Engg..,” ucapnya sepatah kata dengan ekspresi berpikir.

“Jadi benar semua itu?!” Dia masih tak menjawab.

Aku merasa sangat kecewa berteman dengannya. Dia sekarang sangat berbeda. Tak seperti dahulu lagi. Dia sekarang menjadi orang asing. Benar-benar kecewa aku.

Beberapa detik kemudian, “Baiklah. Aku menyerah,” jawabnya dengan wajah lesu. Karena Hara telah mencuri dan juga selingkuh, Minho langsung menelepon polisi.

***

Terdengar suara bel rumah berbunyi. Aku membukakannya. Dan terlihat tiga orang pria bertubuh tegap dengan memakai seragam polisi.

“Apakah betul ini rumahnya Minho?” tanya salah satu dari pria tersebut.

“Ne,” sambil mengangguk.

“Minho melaporkan bahwa istrinya terlibat dalam pencurian uang perusahaan dan juga selingkuh. Apakah anda istrinya?”

“Oh bukan. Saya temannya. Mari silakan,” jawabku sambil mempersilakan masuk. Dua polisi berjaga di pintu, dan satu polisi mendekati Minho.

“Apakah anda bernama Minho?”

“Ne, saya Minho.”

Ketika Minho menjawab, Hara mulai mencoba kabur. Namun akhirnya gagal, karena ditangkap oleh polisi yang mendekati Minho.

“Anda istrinya Minho?”

“Ne, saya menyerah,” ucap Hara dengan lesu.

“Kalau begitu, ikut kami ke kantor. Untuk ditindak lebih lanjut,” jelas sang polisi. Hara mengangguk dengan wajah pasrah dan lesu. Hara lalu meminta satu permintaan pada polisi. Polisi memperbolehkannya. Lalu tiba-tiba Hara memelukku dengan erat sambil menangis.

Selain itu, Hara juga membisikkan sesuatu di telingaku dan mulai melepaskan pelukannya. Aku langsung kaget mendengar bisikan dari Hara. Aku langsung merogoh handphoneku dan menuliskan sms pada Minho dengan cepat.

Minho langsung menerimanya. “Minho, Hara tidak bersalah! Sebenarnya Luna yang merencanakan semuanya!” pesanku pada Minho. Minho tampak bingung sewaktu membaca pesanku. Hara mulai dibawa ke mobil polisi, Minho langsung menghentikan pada saat mobil itu mulai berjalan.

Polisi keluar dan menanyakan, “Ada apa, tuan Minho? Tolong jangan di depan kami. Kami..,” belum selesai berbicara, Minho sudah menyelanya.

“Pak! Tolong dengarkan penjelasanku! Istri saya tidak bersalah!”

“Ya! Hara tidak bersalah! Orang yang bersalah itu sekarang berada di bandara!” lanjutku.

“Tunggu! Saya jadi bingung! Sebenarnya kalian ini main-main dengan kami?! Apa maksudnya orang yang bersalah itu?”

“Aduh, pak. Saya serius! Orang yang bersalah dalam masalah ini sekarang menuju ke bandara! Tolong ke sana, pak! Sebelum terlambat!” jelasku.

***

Sesampai di bandara, para polisi beserta aku dan Minho mulai mencari Luna. Pada saat mencari, tiba-tiba dua satpam membawa dua orang yang tak jauh dari jarakku berdiri. Sekilas aku melihat dua orang itu, salah satunya perempuan, dan kuduga dia adalah Luna. Aku mulai mendekati. Dan ternyata dugaanku benar! Setelah aku mendekati, ternyata selain Luna, juga ada seorang laki yang ternyata pria selingkuhan Hara!

“Luna!!” teriakku yang membuatnya melihatku. Dia tampak terkejut karena mungkin aku telah menemukannya.

“Kau! Beraninya dirimu!” amarahku melonjak, aku menamparnya dan ingin menjambak rambutnya, namun dicegat.

“Nona! Apa kau kenal dengan dua orang ini?” kata salah satu satpam tersebut.

“Ne! Mereka adalah penjahat yang sangat iblis!” ejekku dengan geram. Para polisi menghampiri kami.

“Ini, pak! Pelakunya! Mereka berdua!” tunjukku pada Luna dan pria itu.

Minho yang juga berada di sampingku menonjok pria itu. Pria itu merasa tak menerima, “Kekerasan ini! Dia menonjok saya!”

“Apa?! Kekerasan?! Bagaimana rasanya ditonjok? Enak?! Itu belum seberapa sakitnya. Lebih sakit lagi, begitu tahu bahwa mengetahui bahwa istri selingkuh! Dasar cowok brengsek!” geram Minho.

“Kau juga, Luna! Bisa-bisanya menipu kami! Maumu itu apa?! Dasar cewek gila!” geram Minho pada Luna.

“Heh? Mauku? Mauku Hara, istrimu yang tercinta itu dipenjara seumur hidup! Dia merebut semuanya dariku! Dia merebut mantan pacarku sebelum dia denganmu! Juga ia merebut pekerjaanku, sebelum aku diberi pekerjaan oleh sepupuku! Betapa gilanya istrimu itu!”

“Tutup mulutmu!” ancam Minho.

“Haha.. sekarang kau tahu? Mengapa aku bisa begini? Itu karena istrimu!”

“Kubilang, tutup mulutmu!”

“Baiklah, aku akan tutup mulut. Tapi kalau punya istri, tolong dijaga ya!” Minho semakin geram rasanya ingin memukulnya, namun karena ia perempuan jadi tak bisa. Minho menoleh ke pria selingkuhan istrinya dan juga Luna, “Mengapa kalian bisa pergi bersama?”

“Itu bukan urusanmu!” sentak Luna dengan melengos.

“Tolong katakan!” Luna yang masih melengos akhirnya mengatakan juga.

“Dia sepupuku.. dia juga bos kami (Luna dan Hara).” Akhirnya mereka dibawa ke kantor polisi.

***

Beberapa hari kemudian, Luna, Hara, dan sepupunya Luna diadili di pengadilan. Hakim mengeluarkan tuntutan kepada mereka bertiga. Luna bersama sepupunya dipenjara selama 4 tahun karena telah menipu. Hara dipenjara selama 2 tahun karena telah mengikuti prosedur dari Luna juga menjadi korban.

***

[Flash Back]

Setelah ketiga orang itu (Hara, Luna, dan sepupunya Luna) ditangkap. So Eun tiba-tiba ditelepon oleh Kimbum. Kimbum menanyakan sebenarnya apa yang terjadi. Kasus Hara itu ternyata ditayangkan di televisi yang membuat Kimbum khawatir. So Eun meminta untuk menjelaskan sebaiknya ketemuan di sebuah kafe.

Sesampai di sebuah kafe, So Eun yang sedang menunggu Kimbum memesan cappucino (kopi kesukaanya). Beberapa saat kemudian, pada waktu yang bersamaan cappucino dan juga Kimbum datang. So Eun lalu menjelaskan Kimbum secara rinci.

“Jadi begini, Hara meminta aku untuk merawat anaknya, Yoogeun karena dia akan ditugaskan di Amerika Serikat. Namun beberapa hari kemudian, Luna meneleponku bahwa jepitan rambutnya Hara tertinggal di ruang kantor. Aku langsung terkejut dan menanyakan apakah benar Hara ditugaskan di Amerika Serikat? Dan jawabannya tidak. Nah, mulai dari situ keanehan terjadi. Aku bersama Minho dan Luna mulai menyelidiki ini. Pada suatu hari, Luna mendapat telepon dari Yoon Hwa bahwa Hara terlihat sedang bersama seorang pria di sebuah klub. Kau tahu kan, Yoon Hwa? Teman sekolahku juga.”

“Oh begitu, Ne, aku tahu. Terus..?” tanya Kimbum.

“Akhirnya kami langsung menuju ke klub yang didatangi Hara itu. Ternyata benar perkataan Yoon Hwa. Hara bersama seorang pria di klub itu. Aku langsung menegurnya. Hara pun menyela dan ia mencoba untuk kabur, tetapi gagal. Namun dia mencoba lagi, dan akhirnya berhasil. Tapi, nasib berkata lain. Akhirnya Hara ditemukan oleh Luna dan dibawa ke rumah Minho. Pertengkaran mulai terjadi. Tiba-tiba di tengah pertengkaran, Minho ditelepon oleh Luna. Luna menjelaskan bahwa selain selingkuh, Hara juga mencuri uang perusahaan,” jelasku.

“Buset.. seru ceritanya, ayo lanjut!”

“Memangnya kau pikir ini cerita fiktif apa?!” bentakku.

“Ah, mianhae. Aku hanya  ingin tahu saja, ayo lanjut.”

“Jadi begini. Akhirnya Hara ketahuan. Dan Minho menelepon polisi. Polisi berdatangan, dan mulai menangkap Hara. Hara masih saja mencoba kabur namun gagal usahanya. Kemudian dia mempunyai satu permintaan. Dia tiba-tiba langsung memelukku, dan membisikkan sesuatu padaku.”

“Heh? Bisik apa dia, So Eun?” tanya Kimbum bingung.

“Dia membisikan, ‘So Eun, dengarkan penjelasanku. Aku serius. Aku tak bersalah. Tolong percayailah aku. Ini semua karena Luna. Luna lah yang menjebakku. Waktu awalnya, aku sedang bekerja. Tiba-tiba Luna menghampiriku dan memohon padaku untuk membantunya. Dia meminta padaku untuk mencuri uang perusahaan untuk biaya pengobatan neneknya. Aku langsung mengatakan mengapa tak langsung meminta uang padaku. Tapi ada benarnya juga alasannya. Aku kan tidak kaya, jadi tak bisa membiayai pengobatan neneknya yang ratusan juta itu. Awalnya aku menolak mentah lagi, tapi karena merasa iba, akhirnya aku menyetujuinya. Ia mulai merencanakan sesuatu dengan diam-diam. Dia memintaku untuk bilang pada kalian bahwa aku akan tugas ke Amerika Serikat. Awalnya aku bingung mengapa dia memintaku seperti itu. Namun dia menjelaskan padaku, itu agar aku tak ketahuan telah mencuri uang perusahaan. Juga dia memintaku untuk menggoda bosku. Sebelumnya aku menolak karena mengapa gak dia saja yang melakukannya. Tapi dia mengatakan bahwa bos tidak menyukai Luna. Dan bos menyukaiku karena cara kerjaku yang bagus. Betapa bodohnya diriku karena termakan perkataan dia. Lalu aku mulai menggoda bos, dan berhasil. Aku mencari kunci untuk membuka brankas milik bos. Dan berhasil kubuka, lalu mulai mengambilnya. Kemudian aku menyerahkan uang itu pada Luna. Namun aku tak tahu kenapa aku merasa tertipu oleh Luna. Dan pada akhirnya, sekarang aku tahu, Luna menjebakku’, begitu bisikannya,” jelasku.

“Parah! Luna benar-benar parah! Mengapa dia bisa memperlakukan seperi itu pada kalian semua?” tanya Kimbum lagi.

“Hmm, Luna mengatakan bahwa Hara telah merebut semua miliknya. Hara telah merebut mantan pacarnya sebelum Hara jadian dengan Minho. Juga Hara merebut pekerjaan Luna sebelum Luna bekerja di perusahaan sepupunya. Pada akhirnya Hara dipecat juga dan bekerja di perusahaan sepupunya Luna. Oh ya, ternyata pria selingkuhan Hara itu adalah sepupunya Luna. Luna menyuruh sepupunya untuk bekerja sama menipu Hara. Jadi akhirnya kutahu, kenapa Luna baik sekali pada kami. Ternyata ingin menjebak Hara.”

“Ternyata begitu, aku mengerti sekarang. Ceritanya benar-benar membingungkan. Untung saja kau menjelaskannya padaku, jadi aku mengerti, haha.. Gamsahamnida, So Eun,” kata Kimbum sambil senyum.

[Flash Back The End]

***

Keberuntungan menghampiri Hara. Karena Hara memiliki seorang balita yang sangat butuh ibu, Hara diberi keringanan selama 1 tahun dipenjara. Setahun kemudian, Hara dibebaskan dari penjara. Minho bersama Yoo Geun menjemput Hara. Yoo Geun sangat gembira sekali karena ia dapat memeluk ibunya tanpa pergi ke penjara. Hara lalu melihat sekitar, “Dimana So Eun?” tanyanya.

***

[Flash Back  Again]

Setelah aku menjelaskan pada Kimbum tentang kasus Hara. Kimbum juga mengatakan sesuatu padaku, “So Eun.. besok adalah hari terakhirku berada di Korea. Liburanku telah habis. Untuk merayakan pesta perpisahan, maukah kau datang ke Seoul Forest Park malam ini? Aku merayakannya hari ini.” Aku langsung menyetujuinya. Kami langsung tersenyum.

Pada malam harinya, aku datang ke Seoul Forest Park dengan gaun putih nan cantik. Aku memakai warna putih, yang mengartikan sebagai tanda perpisahan. Sesampai disana, aku langsung terkejut.

Seoul Forest Park terhias dengan hiasan yang cantik. Namun, dimanakah Kimbum? Mengapa di Seoul Forest Park ini sepi sekali? Tak ada orang satupun. Hanyalah aku sendirian. Apakah aku terlambat?

Ketika aku berbicara pada diriku sendiri,  tiba-tiba pandangan mataku tertutup. Mataku tertutup oleh sebuah kain. “Ada apa ini?” tanyaku.

“Annyeong Haseyo, So Eun,” suara itu tak asing di telingaku. Ya! Suara itu adalah Kimbum. “Kaukah itu, Kimbum?” tanyaku ragu-ragu.

“Ne.. aku punya surprise buat kamu,” jawabnya santai.

“Heh? Surprise? Ini kan pesta perpisahan. Mengapa ada surprise buatku?”

“Ah, sudah diam saja. Ikuti saja kata-kataku.”

“Baiklah..”

Kimbum memintaku untuk berjalan dengan mata yang masih tertutup kain. Beberapa saat kemudian, aku diminta untuk berhenti. Ia lalu mulai melepaskan kainnya. Aku mulai membuka mata dengan pelan.

Terlihat silau sekali di depanku, sehingga menjadi agak tidak terlihat jelas. Pandangan mataku mulai tajam, dan aku terkejut. Aku melihat lilin-lilin membentuk sebuah Hangeul bertuliskan, “Saranghae, So Eun.”

[Flash Back The End]

***

“Oh, jadi begitu. Haha, mereka memang sangat cocok.  Sangat setuju aku, kalau mereka jadian kembali. Aku sangat sedih, waktu mereka putus. Namun sekarang cinta lama bersemi kembali, haha..,” komentar Hara.

Setelah sampai di rumah mereka, Hara tampak terkejut. Dekorasi rumahnya tampak berbeda. Minho menjelaskan bahwa selama Hara dipenjara, So Eun meminta untuk mendekor ulang rumah mereka menjadi lebih fresh.

“Wah, So Eun.. kenapa tak bilang dahulu padaku, kalau ingin mendekor? Haha..” komentar Hara lagi.

“Aku juga bertanya seperti itu pada So Eun. Tapi dia menjawab, bahwa dia malas datang ke penjara,” jelas Minho.

“Wah, So Eun..!!” “Tapi.. jadi lebih enak dipandang ya, daripada rumah kita sebelumnya,” lanjut Hara yang senyum.

Tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, Hara membukakan pintu. Muncul dua orang yang tak asing lagi. Mereka adalah Kimbum bersama So Eun yang sedang hamil.

The End

P.S : Akhirnyeeeeeeeeee The End juge

Wkwkwkwkw

mian ye, kalo ade kesalahan juge agak membingungkan -_-

Cukup Happy Reading aje

Hmm, O.K sampe ketemu lage di FF selanjutnyeeeee

Gamsahamnida buat semuanye yang ude setia membaca FF ane

*Tambahan*

FF selanjut ane selain “Best Couple” juge ade FF main cast nya SHINee

FF yang main cast nye SHINee ini semua tentang kehidupan SHINee

berdasarkan kisah nyata tapi ada fiktifnye

FF ini judulnye, “Road of Stars”

Mohon diterima dua FF ini

Gamsahamnida.

Advertisements

24 responses to “No Baby No Cry — Part 6 [The End]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s