My Doll (Playboy) Part 3

My Doll (Playboy) Part 3

 

Title : My Doll (Playboy)

Author : Aegyo Flames a.k.a Siska

Genre : Romance, apa lagi ya??

Rating : this FF isn’t full NC but have NC PART

Length : Continue

Cast :

  • Choi Minho (SHINee)
  • Park JiKyo
  • Kwon Yuri (Girls’ Generation)
  • Max Changmin (TVXQ)
  • Krystal Jung (f(x))
  • Go Hara (KARA)
  • and other

 

Annyeong~

yes! siska is back ! (Backsound Last Farewell) *lagi lagi niru big bang*

gara gara FF ini penghuni blog saya jadi bertambah

gomawo sangat buat yang udah mampir sekedar liat liat atau bahkan komen ^^

buat yang penasaran ama FF NC nya gak usah penasaran karena FFnya ala kadarnya -_-

sekarang lanjutannya yang kemaren! pasti pada penasaran ama nasib Minho

ya khan ? *duagh

oh iya! aku minta maaf ya buat yang komplen soal telatnya nih FF heheh jeongmal mian ^^

daripada lama lama yuk langsung deh

Happy Reading ^^

~~~

Dua orang gadis cantik menghampiri Minho yang membelalakan matanya.

‘Hara?? Krystal? gila! kenapa bisa ada disini?!’ pikir Minho dalam hati

“Krystal? kau mengenalnya?” Hara mulai emosi.

“ne~ iyakan Minho Oppa~~” ujar Krystal sambil menggandeng lengan pacarnya itu.

Minho hanya tersenyum kecut.

“Hara unnie~ Minho Oppa ini pacarku~” lanjutnya.

“MWO? kau bilang apa?! tapi… Minho juga pacarku” Hara merasa tidak terima dengan perlakuan Krystal, ia pun menarik Minho kesebelahnya.

“heh?! anii~ Minho Oppa ini pacarku” Krystal menarik lengan Minho.

“Minho! jelaskan semua ini!” ucap Hara melotot.

Minho menatap iba kepada Yuri yang melihat kejadian ini.

“Songsaenim!” teriak Minho.

“Minho jelaskan siapa Krystal?!” Hara menarik narik lengan Minho.

‘jinjja! kenapa harus seperti ini sih!’ gerutu Minho dalam hati.

~~~

 

“maaf ! apa kau Choi Minho?” tanya seorang namja yang tiba – tiba datang.

“ne! aku Choi Minho wae?” jawab Minho.

“kau dicari Kwon Songsaenim katanya disuruh ke ruangannya~”

“ah ne, ehm.. Hara, Krystal kalian disini dulu ya~” Minho melengos pergi dari kedua

“Hey! kau tidak bisa seperti itu!” teriak kedua yeoja itu.

 

Minho pun melarikan diri atas bantuan Onew, temannya. Sebenarnya tak ada yang benar benar memanggilnya. Meski sekarang Minho memang tak lagi berhadapan dengan kedua yeoja itu tapi nanti ia tetap harus menjelaskan pada mereka tentang kejelasan hubungan mereka, tak hanya itu gurunya yang juga kekasihnya, Yuri, dia juga mengetahui hal ini jadi ia juga harus menjelaskan kepada Yuri juga.

Ia sama sekali tak menampakkan batang hidungnya sejak ia bertemu dengan Hara dan Krystal pagi tadi, sampai akhirnya bel pulang pun berbunyi.

Dua yeoja itu sudah berkacak pinggang di depan gerbang.

 

“Mau pergi kemana, kau?!” ujar kedua yeoja itu bersamaan.

“ Hara?! Krystal?!” Minho membulatkan mata besarnya.

“kau tidak boleh kemana mana sebelum kau menjelaskan siapa aku dan siapa krystal!” Hara mengacungkan jari telunjuknya kepada Minho.

“baik! kalian berdua memang yeojachingu ku! alasan kenapa aku menduakan kalian karena aku hanya tidak mau sendiri, itu saja”

PLAK

PLAK

Dua tamparan mendarat sempurna di pipi kanan dan kiri Minho.

“Kita Putus !” Kedua yeoja itu meninggalkan Minho dengan kesal.

“buahahahaha” keempat teman Minho malah menertawakannya.

Minho mengusap kedua pipinya yang merah.

~~~

 

“lagian sih pacar banyak banget yang satu ke amrik nyari lagi yang satu gak ada di sekolah nyari lagi!” kata Key.

“ya habis gimana~” Minho memelas.

“makanya kayak q dong setia sama Se Kyung!” timpal Jjong,

“aku juga! setia sama author” kata Key. *yang nulis cengar cengir yang baca melotot*

BLAAM

Seorang yeoja dengan pakaian yang basah masuk kedalam rumah dengan penuh emosi.

“Hyung~ tu siapa?” tanya Taemin.

“alah Taem~ kea gak tau siapa Hyungmu aja!” kata Onew.

“dia Jikyo Noona~ dia noonaku”

“Minho! kita itu udah berteman dari kita masih ada diperut! dan gue tau lo tu gak punya noona!” kata Key.

“iya deh iya~ dia anae”

“MWO?” kata empat namja itu serempak.

“panjang ceritanya!”

“3 pacar dan satu istri?! astaghfirullahaldzim~” kata Key.

“sudah sana kalian berempat pulang aja ya!”

“yaudah deh kita balik dulu ya~”

 

Minho masuk kedalam kamar Ji Kyo, dia terduduk sambil memeluk lututnya dan menenggelamkan kepalanya.

Minho duduk disebelahnya, ia memberanikan diri untuk mengelus kepala yeoja yang sekarang menjadi istrinya.

“waeyo noona?” tanya Minho.

“anii~ gweanchana, lebih baik kau pergi sekarang” Jikyo mengusap pipinya yang basah akan air mata.

“noona~ ceritakan saja padaku~”

“shireo! lebih baik kau pergi! SEKARANG!”

“aku juga tidak mau ini rumahku dan ini juga kamarku” jawab Minho enteng.

“huweeeeeeee~~~” tangis Jikyo pecah yang membuat Minho semakin bingung.

“aduuh noonaa~~ udah dong~ kok malah nangis sih!” Minho menggaruk kepalanya yang tak gatal.

GREEB

Jikyo memeluk namja tampan didepannya.

“aku kehilangan dia~ hiks hiks dia itu memang mantan pacarku, tapi aku sangat mencintainya! dia akan menikah besok! dan ini semua karena kau bilang padanya kalau kau suamiku…” Minho memotong cepat.

“memang khan! noona khan memang istriku!”

“dia juga masih mencintaiku, Minhoo~!! tapi karena kau bilang padanya seperti itu ia jadi menikah dengan yeoja pilihan ummanya”

“dia Changmin Hyung ya!”

“kau bilang aku istrimu! tapi kenapa saat gurumu datang, aku malah kau bilang noona-mu!”

Minho terdiam. Minho yang selalu bisa menjawab tentang ke-playboy-annya tapi sekarang??

Jikyo melepaskan pelukannya.

“kenapa kau diam?!”

“sekarang sudah malam aku mau tidur” Minho keluar dari kamar istrinya.

 

@Minho’s room

– Minho POV –

Kenapa jadi begini?!

Aish! sungguh! kini tamatlah riwayat seorang Choi Minho sang playboy sejati.

Hara & Krystal sudah putus denganku, tinggal Yuri Songsaenim saja berarti huff…

Aku menghempaskan tubuhku ke kasur

Melihat Jikyo noona tadi.. aku jadi sadar kalo aku bener bener salah.

Mianhae noona~ aku memang egois.

“ehm… besok hari minggu harusnya aku nge-date sama Krystal tapi… yasudahlah aku dirumah saja -__-”

Semoga besok Jikyo noona tetap dirumah!

Aku pun memejamkan mataku, seraya memeluk guling disebelahku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Next day ^.^

“hoaamm~” aku bangkit dari tidurku, duduk dipinggir tempat tidurku.

Hm… tirai kamarku sudah terbuka, berarti Jikyo noona udah bangun dong.

Setelah cuci muka dan ganti baju aku keluar dari kamar.

Mendapati seorang yeoja cantik sedang duduk sambil menonton TV.

Aku duduk disebelahnya, memandangi wajah cantiknya.

“apa yang kau lihat?!” tanyanya judes.

“noona aku malas bertengkar” jawabku mengalihkan pandangan menghadap TV.

“aku bertanya tidak mengajak bertengkar”

Yah! oke aku mengaku kalah jika dengan yeoja ini.

“terserahlah… noona aku lapar”

“ya makan”

“udah bikin sarapan?”

“belom! bikin sendiri dong!”

“huh!” Aku beranjak dari sofa, aku berjalan ke dapur lalu membuka kulkas.

“tidak ada makanan bahannya pun tak ada huff”

“aha! aku punya ide!”

Aku berjalan ke ruang tengah lagi.

“noona antarkan aku~” rengekku.

“shireo! kenapa kau tidak minta antarkan dengan yeoja yeoja bodoh itu!”

“kau khan bodoh! ayo cepat antarkan aku!” aku mulai menarik narik lengannya.

“mwo?! berani kau bilang begitu?!”

Aku menyeretnya kekamarnya.

“cepat ganti bajumu, noona!” kataku.

“kau tidak bisa seenaknya!”

“tentu saja aku bisa!”

“keluar sana!”

“shireo!”

“aku khan mau ganti baju!”

“ya sudah cepat!”

Aku keluar dari kamarnya.

Sampai beberapa saat kemudian, aku melihat seorang yeoja keluar dari kamarnya.

Jikyo noona kalau seperti itu cantik juga ya~

“hey! ayo!” suara lembutnya menyadarkan aku dari lamunanku.

“ah ne! kita ke supermarket ya~”

~~~~~~

 

Sesampainya disana, ia mengambil sebuah keranjang.

“kita mau belanja apa Minho-ah~” tanya Jikyo noona.

“molla~ apa saja yang bisa dimasak~ nanti kita masak bersama ya”

“kau ini manja sekali~ gurae~ kajja kita kesitu”

Jikyo noona menggandeng tanganku.

Ia terlihat senang hari ini, sambil mengambili beberapa bahan makanan ia sesekali tersenyum.

“kenapa dari tadi diam saja?” ia juga tak lagi menunjukkan tampang judesnya.

Yah~ kalau begini khan enak~ =)

“gweanchana~ sudah selesai belum?”

“sudah~ yuk bayar terus pulang~” kali ini ia menyunggingkan senyumnya ke arahku.

Omoo~!! Neomu kyeopta!

“noona neomu yeppeo~ michyeo~ replay~ replay…”

Aku berhenti menyanyi saat Jikyo noona menghadapku.

“apa?!” tanyaku.

“kau tadi bilang apa?!”

“aku hanya menyanyi lagu dari SHINee”

“ya sudah ayo pulang!”

Huh! GR banget sih noona ini! err… tapi bener juga sih lagu itu buat Jikyo noona.

 

@Home

Aku & Jikyo noona langsung menuju dapur.

“sekarang kita mau masak apa noona?” tanyaku.

“molla~ khan kau yang mengajakku memasak”

“tapi khan kau yang beli bahannya”

“ya sudah! kita masak kimchi~”

“ani! Bibimbap~”

“jajangmyun~ ottoe?”

“Dubboki!!” seru kami bersamaan.

Jikyo noona mulai mengaduk bumbu bumbunya *anggep aja gitu XD*

Sedangkan, aku hanya bisa melihatinya.

Aku mengedarkan pandangan, lalu menemukan semangkuk tepung.

Aku mencolek tepung itu dan menempelkannya dipipi Jikyo noona.

“Hyaa! apa yang kau lakukan babbo!!”

“huahahahaha~” aku tertawa terbahak bahak.

“rasakan ini!!” ia membalas perlakuanku dengan tepung yang lebih banyak.

“noona aku khan tidak banyaak! rasakan ini!”

“bweee :P nggak kenaa” ia menjulurkan lidahnya.

“hyaa!! jangan lari kau!”

Sekarang kita berdua bukannya melanjutkan memasak, tapi malah kejar kejaran di dapur.

sambil terus melempari tepung.

“kena kauu!!!” girangku saat berhasil menangkapnya.

“kyaa!! lepaskan!” ia mencoba melepaskan pelukanku, tapi aku malah mempereratnya.

Aku menaruh daguku dibahunya.

“noona…” panggilku.

“ne??”

CHU~~

Aku mengecup pipinya sekilas.

Aku membalikkan badannya menghadapku, menaruh kedua tangannya di leherku.

Mendekatkan wajahku ke wajahnya, perlahan tapi pasti bibirku menyentuh dahinya, yang kemudian mulai turun ke mata dan hidungnya, kemudian ke bibir lembutnya.

Aku menggerakkan bibirku di permukaan bibir merahnya.

Hmm… kenapa Jikyo noona tidak mau membuka bibirnya ya…

Aku menggigit kecil bibir bawahnya yang membuatnya langsung membuka bibirnya.

“emmmhh…”

Aku mulai memasukkan lidahku kedalam rongga mulutnya.

Tangan kananku mencoba membuka pengait-nya, tangan kiriku menelusup masuk di kaos tipisnya.

“emmhh~~” ia kembali mendesah yang membuatku semakin bernafsu.

Aku menurunkan ciumanku lagi kali ini ke leher jenjangnya.

Aku mulai menyesapnya pelan, yang membuat tangannya berpindah dari leherku ke rambutku.

Ia menjambaknya pelan.

Ia kembali mendesah saat pengaitnya berhasil kubuka.

TING TONG

 

Tiba tiba saja bel rumah kami berbunyi, itu membuat kami melepaskan ciuman kami.

Aku berjalan keluar, membuka pintu.

“ini ada undangan dari keluarga Shim” kata pengantar surat itu.

“oke~ gamsahamnida”

Aku menutup kembali pintu depan lalu kembali menemui Jikyo noona.

“siapa tadi?” tanyanya. Kedua tangannya berada di punggungnya.

“pengantar surat mengantarkan undangan dari Changmin Hyung” jawabku.

“oh~ untuk… hari apa?”

Ia seperti sedang kesulitan.

“noona sedang apa? ini untuk malam ini, kau datang bersamaku ya~”

“aku… menyatukan kembali pengait yang kau buka!”

“kenapa tidak bilang?” Aku tersenyum kearahnya lalu berjalan ke belakangnya.

Membantu menyatukan lagi pengaitnya.

Yah! Aku jadi malu! mengingat kejadian barusan!

“aku tidak bisa datang! aku tidak enak badan~” katanya.

“ayolah noona~ datanglah bersamaku” Aku memegang kedua tangannya.

“shireo! datanglah bersama…” Aku mengunci mulutnya dengan bibirku.

Aku hanya mengecupnya sekilas.

“noona~ cepat bersiaplah… sebentar lagi acaranya mulai”

“huff~~~ gurae”

~~~~~~~~~~

19.30 KST

Aku menunggu Jikyo noona keluar dari kamarnya.

Ia tampak sangat cantik dengan gaun putihnya.

“noona~ kau sangat cantik sekarang” ucapanku itu berhasil membuatnya tersipu.

“ah! sudahlah ayo berangkaat”

Aku tersenyum melihat tingkah manjanya.

Bodoh sekali changmin hyung melepaskan yeoja seperti dia.

~~~~~~~~~

 

@Wedding Party

Aku menggenggam tangan Jikyo noona yang gemetaran, berkeringat dan tampak sekali raut wajahnya yang gugup.

“kau yakin mau ikut masuk? atau kau menunggu dimobil saja?” tanyaku cemas.

“kau yang mengajakku kesini! kenapa jadi menyuruhku menunggu diluar! sudahlah ayo cepat! aku ingin segera pulang”

“kita temui Changmin Hyung lalu langsung pulang, nee?”

Ia mengangguk lemah.

“Minho!”

“Changmin Hyung!”

Aku memeluk Hyung-ku ini.

“chukkae Hyung~” aku membalas senyum ramahnya.

Jikyo noona juga tersenyum, tapi dipaksakan, tidak seperti senyumnya tadi pagi.

Lebih baik melihatnya cemberut daripada seperti ini, wajahnya juga sangat pucat.

“setelah ini kalian berdua jangan pulang dulu ya~” kata Changmin Hyung.

“oh begitu?? ne tentu saja” jawab Jikyo noona.

“noona…”

Kami mencari tempat yang agak sepi.

Jikyo noona segera merebahkan tubuhnya di kursi.

Tangannya masih menggenggam erat tanganku.

“ayo kita kesana…” katanya saat melihat Changmin Hyung menaiki panggung.

“kau yakin?”

“aku ingin cepat pulang!”

Kami berdua berjalan ke arah panggung.

Changmin Hyung mengenggam tangan istrinya, lalu menyanyikan lagu Super Junior – Marry U

Di akhir lagu ia mengecup dahi istrinya.

Saat itu juga Jikyo noona tak sadarkan diri di bahuku.

“noona~ bangun noona! acaranya belum selesai! noona bangun!” Aku menepuk” pipinya.

Aku menggendongnya keluar gedung, membawanya masuk kedalam mobil.

Aigoo~ kenapa kau seperti ini, noona~

Aku meletakkan punggung tanganku di dahinya.

Ternyata panas! Huft~

Aku memakaikan jasku kebadannya.

Mulai memacu mobilku menuju rumah.

Selama perjalanan aku terus mengawasinya, tapi kenapa ia belum juga membuka matanya.

Perlahan Jikyo noona membuka matanya, seketika itu juga air matanya meluncur bebas.

“kau sudah sadar~” aku tersenyum padanya.

Ia memalingkan wajahnya menghadap kaca mobilku.

“noona~ sudahlah~” Aku hendak menyentuh ujung kepalanya.

“stop! aku turun disini!” Aku pun berhenti dan mengikutinya.

 

– Jikyo POV

Aku duduk dibangku panjang di taman dekat rumah kami.

Aku memang sudah punya Minho, tapi apa salah aku masih mencintai Changmin?

“noona~ badanmu sedang panas lebih baik kita pulang” kata Minho.

“aku mau disini” Minho ikut duduk disebelahku.

Membawa kepalaku bersandar didada bidangnya.

Ia memelukku erat, pelukan yang sangat hangat.

“jangan pikirkan Changmin Hyung~ aku ada disini untukmu, noona, jangan sedih lagi”

Kenapa namja jelek ini bisa membuatku tenang.

“disini sangat dingin… kajja kita pulang” katanya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

– Minho POV

Aku membuka pintu depan, aku memandangi wajah cantik Jikyo noona yang sekarang menjadi pucat dan murung.

Ia masuk kedalam kamarnya, beberapa saat kemudian ia kembali keluar sambil membawa jasku.

“ini punyamu” menyodorkan Jasku lalu kembali masuk, tapi tak segampang itu menghindariku, aku menggenggam erat pergelangan tangannya.

“apa mau mu?” tanyanya.

“aku mau tidur disini~”

“ANDWE!!”

“badanmu panas noona! sudah jangan banyak bicara cepat pergi tidur!” bentakku yang membuatnya menurut.

Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal miliknya.

Aku melepaskan dasi dan kemejaku.

“noona mianhae aku tadi sudah kasar”

Aku mencoba menarik selimutnya. Aku membelai lembut rambut panjangnya. Mengecup sekilas pipinya.

Dress tidurnya yang tipis dan sedikit terbuka membuatku berpikir ‘yadong’

Jikyo noona melihatku. Aku hanya tersenyum jahil kearahnya. Ia hanya menunjukkan tampang innocentnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

In the morning

Aku menggeliat pelan, mataku membelalak saat mendapati Jikyo noona memeluk tanpa memakai bajunya.

Aigoo~ memangnya apa yang kita lakukan kemarin malam?! O.O

Aku menarik selimut tebalnya untuk menutupi tubuh polos kami.

Aku mengecup bibirnya sekilas.

Hal itu membuatnya terbangun, Jikyo noona mengerjap pelan lalu menguap.

“APA YANG SEMALAM KAU LAKUKAN HEH?!” teriaknya saat sudah benar benar bangun.

“aku sendiri juga tidak ingat! sudahlah aku mau sekolah!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

@SCHOOL

Semalam adalah kedua kalinya aku melakukan’nya’ dengan Jikyo noona.

Aish! kenapa pakai dihitung sih!

“Minho-ah~ wae kenapa senyum senyum terus?” tanya Onew Hyung.

“anii~ Cuma lagi seneng aja”

“tumben baru putus seneng” kata Key.

“dapet pacar lagi ya Hyung?” tanya Taemin.

“ya enggak lah!”

Saat kami sedang mengobrol tiba tiba seorang yeoja dengan tampang imut datang.

Aku dan kelima Hyung-ku menatap heran padanya.

“aku… aku mau… Minho-ssi maukah kau menerima cintaku?? sudah 1 tahun aku menganggumimu, Minho-ssi tolong terima cintaku”

Yeoja itu menyodorkan satu buket bunga dan sepotong coklat. Ia menunduk sambil memejamkan matanya.

Aku tersenyum melihat tingkahnya, mengingatkan aku pada sederet yeoja yang pernah kutolak.

“Seohyun Park~ *anggep aja namanya seobaby gitu ^^* aku juga sudah mengagumimu sejak lama~ kepandaianmu~ kecantikanmu~ senyummu~ itu semua membuatku gila~ aku pikir aku tak kan pernah mendapatkanmu nae seobaby, nado saranghaeyo~” Aku mengecup dahinya sekilas.

Ia membelalakkan matanya. “ini bukan mimpi?” katanya.

“memangnya kau mau ini hanya mimpi?” tanyaku.

“gomawo Oppa~” ia memelukku.

“ya sudah jagii~ sekarang kau bisa kembali kekelas nanti saat istirahat aku akan menemuimu dikelasmu~” kataku sambil mengacak rambutnya pelan.

“kau janji?”

“apa untungnya aku berbohong?”

“ya sudah aku kekelas ya. Annyeong~”

“Minho-ah! kau bisa mendapatkan yeoja itu dalam sekejap mata!” kata Jonghyun Hyung.

“Hyung! bagaimana bisa kau mengetahui namanya? benarkah kau menyukainya?” tanya Taemin.

“aish! khan ada name tag-nya di seragamnya, aku suka padanya? baru aja ketemu hari ini”

“MWO?!”

“daebak!” kata mereka berempat serempak.

“Yuri noona masuk nggak Hyung?” tanyaku pada Onew Hyung, ketua OSIS.

“hari ini beliau absent”

“kenapa begitu ya~ ck!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

PULANG SEKOLAH

– Normal POV

 

Minho mengunjungi kelas Seohyun lagi.

“Minho Oppa!!” teriak seseorang, Minho menoleh.

“Seohyunnie~!!” Minho memeluk yeojachingu barunya itu.

“jalan jalan yuk Oppa~”

“ehmm… gimana kalo pulang ke rumah ku dulu?” tanya Minho.

“boleh!”

“kajja~~”

Minho membonceng Seohyun menuju rumahnya.

 

@Home

“kamu tunggu sini dulu yah~ aku bikinin minum” kata Minho.

“anii gak usah Oppa~”

“gweanchana~ sudah tunggu sini”

Dari ruang tengah Jikyo seperti mendengar ada tamu.

Ia pun berjalan untuk menemui tamu itu.

“HYUNNIE?!” pekik Jikyo.

“Jikyo Unnie?!” Seohyun membelalakkan matanya.

“seohyun-ah~ kenapa kau bisa ada disini?” tanya Jikyo.

“aku yeojachingu Minho Oppa~ unnie sendiri kenapa bisa ada disini?”

“aku… aku.. hanya bekerja disini” Jikyo berbohong pada adik kandungnya yang baru beberapa minggu yang lalu datang ke Korea karena program student exchange yang ia ikuti.

“kau sudah selesai dengan sekolahmu di Jepang?” tanya Jikyo lagi.

“udah dong Unnie~ kata umma…”

“Loh Jikyo noona sama seobaby udah kenal yah?” tanya Minho yang tiba tiba datang.

“tentu saja Minho-ah~ dia ini khan adikku” jawab Jikyo sambil merangkul pundak adiknya.

“adik?! adik kandung??” kaget Minho.

“tentu saja~” jawab keduanya.

Minho menarik lengan Jikyo kedalam.

“noona~ apa kau bilang padanya kalau kau istriku?” tanya Minho.

“anii… aku bilang aku pembantumu! puas!”

“hehehe gomawo noona”

Mereka berdua kembali ke ruang tamu.

“ya sudah ayo seobaby~” Minho & seohyun pun pergi meninggalkan Jikyo.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Sekarang sudah jam 20.30 KST sejak kepergian Minho pada pukul 01.00 KST

“kok Minho belum pulang ya~” khawatir Jikyo.

“terakhir dia pulang pas jam 4 sore terus balik lagi mana mukanya ditekuk lagi, kenapa sih tuh anak”

TOK TOK TOK

“itu pasti Minho!” Jikyo membukakan pintu, dan benar saja itu memang Minho tapi ia bersama tiga orang yeoja sambil memegang sebotol bir.

Ia terus meracau tak jelas.

“baby~ aku dengar kau punya pacar lagi~” kata salah seorang yeoja.

“oh~ itu ya~ dia itu Seohyun~ aku memang pacarnya~ tapiii tenang saja baby~~ aku hanya mempermainkannya siapa yang mau dengan yeoja culun sepertinya” kata Minho terputus putus.

Jikyo membulatkan matanya. ‘apa apaan ini?!’ batinnya.

“KELUAR KALIAN BERTIGA DARI RUMAHKU! CEPAT KELUAR!” bentaknya pada 3 yeoja yang menemani Minho.

Tiga yeoja itupun keluar dengan menggerutu tak jelas.

“DAN KAU CHOI MINHO! IKUT AKU CEPAT!” Jikyo menyeret suaminya menuju kamar mandi.

Ia menyiram Minho, yang membuat Minho langsung tersadar.

“apa apaan kau hah?!” kata Minho.

“kau boleh saja tidak mengakuiku sebagai istrimu, kau juga boleh mempermainkanku dengan cara berpacaran dengan banyak yeoja! tapi! jangan pernah mempermainkan ADIKKU!!” Jikyo berlalu dari hadapan Minho.

Minho menyusulnya kekamarnya.

“aku salah telah mengira kau berubah kemarin, tapi ternyata…”

“noona mianhae~ jeongmal mianhae~ aku… aku benar benar minta maaf~ aku tidak tau apa yang harus kulakukan noona~ umma dan appa-ku mau bercerai noona~”

Jikyo memeluk suaminya itu.

*anggep aja ini Jikyo sama Minho hehe*

“lalu noona~ kauu tau khan Yuri noona orang yang pernah kesini, dia memutuskanku tadi di bar, dia meluapkan semua emosinya, sebelumnya aku juga kehilangan Hara & Krystal… aku merasa sendirian noona~ aku merasa aku tidak punya siapa siapa lagi… karena Hara dan Krystal aku jadi menerima cinta adikmu padahal aku sama sekali tak mengenalnya… sekali lagi maafkan aku noona” curhat Minho sambil meneteskan air matanya.

‘pasti berat menjadi Minho ditinggalkan umma dan appanya kemudian 3 pacarnya’ pikir Jikyo.

“kenapa kau tidak bicara padaku Minho-ah~ apa kau tidak menganggapku??” Jikyo mengelus kepala Minho lembut.

Jikyo menarik kerah baju Minho yang basah, membuat wajah mereka semakin dekat, semakin dekat dan terus mendekat. Menghapus jarak diantara mereka berdua.

“eungg… emmhh… Minho-ah~”

– TBC –

Akhirnya TBC juga ~ u.u

yaudah deh karena banyak siders saya jadi males nerusin

terus ini mau dilanjut gak?

ya udah kasih komen aja yah ^^

 

Advertisements

63 responses to “My Doll (Playboy) Part 3

  1. Hehehe, mian eon baru baca sekarang ._.v daebakk eon, gue suka lanjutin yah, Hwaiting °-°)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s