Love is Pain

Title : Love is Pain

Author : Summer Cho

Casts : Cho Sunghee a.k.a author, Yang Yoseob B2ST, Son Dongwoon B2ST, Lee Gikwang B2ST, Jang Hyunseung B2ST, Cho Sungrin (OC)

Genre : romantic, tears, angst, AU

Rating : T~

Length : Oneshoot

Disclaimer : the fanfic and Cho Sunghee is mine, Yoseob is mine too ^^ *digampar readers

Poster by : parkkyungjin@parkkyungjin.wordpress.com

Inspiration : 2AM – I Was Wrong MV

Backsound :

> 2AM – I Was Wrong

> BIGBANG – Tonight

> BIGBANG – Haru Haru

> Super Junior Yesung – It Has To Be You

Langsung aja ga usah banyak omong, kalau ga ngerti ada penjelasannya dibawah ^^

Buat B2UTY silakan anggap cast cewek itu kalian ^^

Happy reading readers! 😀

♥ ♥ ♥ ♥

Hyunseung mengendarai mobilnya asal. Beberapa kali ia nyaris menabrak kendaraan lain yang melintas dijalan itu. Yang ada dipikirannya hanya satu, seseorang yan gbisa membuatnya tersenyum tulus, kini harus terbaring koma diranjang rumah sakit.

♥ ♥ ♥ ♥

Dongwoon memberhentikan sebuah taksi yang melintas didepan gerbang sekolah. Ia menyebutkan nama sebuah rumah sakit di Seoul pada supir taksi itu. Ia baru saja mendapat kabar bahwa yeoja yang selalu ada untuknya masuk rumah sakit.

♥ ♥ ♥ ♥

Gikwang memacu motornya tanpa memedulikan teriakan satpam sekolah. Ia kabur dari sekolah dan bergegas ke rumah sakit untuk menemui yeoja yang dicintainya.

♥ ♥ ♥ ♥

Yoseob turun dari bus lalu memasang earphone-nya. Ia terlihat santai walaupun sebenarnya ia panik. Ia bertanya kepada salah satu suster, kamar dimana yeoja yang sangat disayanginya, berada.

♥ ♥ ♥ ♥

DRAP DRAP DRAP DRAP

Empat langkah dari arah yang berbeda, berhenti tepat didepan kamar nomor 129. Tiba-tiba seorang yeoja keluar dari ruangan itu, Sungrin.

“Kalian?!” seru Sungrin kaget. Ia kenal betul 4 namja dihadapannya. Yang Hyunseung, Son Dongwoon, Lee Gikwang, dan Yang Yoseob.

“Apa yang terjadi?” tanya Gikwang duluan, sebelum ketiga namja lainnya menanyakan hal yang sama.

“Ia kambuh. Dan sekarang ia masih koma.” jawab Sungrin dengan tatapan sedih. Yoseob yang tidak sabaran langsung menerobos masuk ke kamar itu, diikuti ketiga namja lainnya.

“Sungie…”

“Heechan-ah,”

“Saengie.”

“Jagiya….”

Usaha mereka sia-sia. Yeoja yang mereka panggil, tetap memejamkan matanya.

♥ ♥ ♥ ♥

Gikwang POV

Aku memutuskan untuk menjaganya malam ini. Sungrin sudah pulang satu jam yang lalu. Begitupun dengan Hyunseung hyung, Yoseob, dan Dongwoon.

Aku mengelus rambut Sunghee yang berwarna hitam kecoklatan itu. Wajahnya pucat, membuat hatiku terasa sakit.

Everyday I shock (shock)

Every night I shock (shock)

I’m sorry jebal naege dashi dorawa jullae

“Yeoboseyo?”

“Gikwang-ah, dimana kau? Sudah jam berapa ini!?”

“Mianhae, eomma. Aku tidak akan pulang hari ini.”

“Wae? Kau dimana, Lee Gikwang?!”

“Aku dirumah sakit. Sunghee kambuh dan tidak ada yang menjaganya malam ini.”

“Ya! Berhentilah memikirkan yeoja murahan itu! Kalau kau pulang, pasti namja-namjanya yang lain juga akan datang! Cepat pulang, Kwangie!”

“Sunghee tidak seperti itu!” teriakku kesal lalu memutuskan line telepon tanpa permisi. Eomma jahat!

Kenapa harus seperti ini?

Padahal aku menyayangi Sunghee, appa juga sudah menyetujui hubunganku dengan Sunghee. Tapi kenapa eomma menolak?

Aku ingat pertama kali aku bertemu dengan Sunghee, aku selalu mengingatnya.

Ban motorku membelah kubangan besar dijalan itu. Tapi sialnya, air itu malah mengenai seseorang.

“NEO! AISH!” aku menambah kecepatan motorku daripada harus bertanggungjawab. Namun sebuah benda keras menghantam kepalaku yang kebetulan tidak memakai helm. Motorku oleng, dan akhirnya aku berhasil berhenti tanpa jatuh.

“YA!” aku balas berteriak pada yeoja itu, ia mengambil sepatunya yang tergeletak di trotoar. Jadi itu yang ia gunakan untuk menghentikanku? Pantas sakit!

“Jangan coba-coba kabur, tuan! Kau berurusan denganku,”

“Apa urusanku? Apa urusanmu?!”

“Kau sudah membuat sepatuku basah! Sekarang keringkan!” aku hanya diam seraya melipat tangan. Lagi-lagi ia menghantam kepalaku dengan sepatunya.

“YA! Kau bisa membuatku amnesia, tauk!” protesku seraya memegangi kepalaku yang benjol.

“Cepat keringkan!” serunya galak. Aku menerima kedua sepatunya yang dalam keadaan basah.

“Bagaimana caranya?”

“Terserah kau, yang penting kering!” aku masih duduk di atas motorku dan memegang sepasang sepatu sneakers putih itu. Kucel,

Tiba-tiba yeoja itu naik ke atas motorku. “YA! Apa maumu!?”

“Antarkan aku sampai rumah, aku yakin kau tidak bisa mengeringkannya dalam waktu cepat.” ujarnya sambil tersenyum evil. Aku memajukan bibirku lalu memegang sepatu itu sambil memegang stang motor. “Ya! Kau mau menjatuhkan sepatuku, huh!?” teriak yeoja itu tepat didekat telingaku. Huh, cerewet!

“Aku begini agar sepatumu keanginan! Jadi cepat kering!” balasku berteriak. Lalu kunyalakan mesin motorku.

Diperjalanan, kami sama-sama diam. Itu membuatku sangat tidak nyaman!

“Siapa namamu?” tanyaku.

“Sunghee.”

“Aku Gikwang.”

“OK, Gikwang-ssi, tapi aku tidak bertanya.” Sial!

Aku melirik jam dinding diruangan itu. Pukul 12 malam. Aku ingat saat aku menyatakan cintaku pada Sunghee, tepat jam 12 malam.

Aku menoleh ke arah Sunghee yang masih memejamkan matanya. “Jagi, ireona…” panggilku lirih. Aku mengelus kepalanya pelan. “Kumohon Sunghee. Ireona,” mataku sudah tidak kuat untuk membuka, perlahan mataku terpejam, lalu gelap.

♥ ♥ ♥ ♥

Yoseob POV

“Kamsahamnida, ahjumma.” aku membungkuk pada Jung ahjumma, lalu membawa buket bunga itu keluar toko.

Dijalan aku melihat beberapa remaja yang (sepertinya membolos) membuka kedai kecil menjual coklat. “Besok Valentine! Coklatnya silakan dibeli!!” teriak mereka bersemangat. Aku menghampiri mereka dan mengangkat sekotak coklat berbentuk bunga. Ini kesukaan Sunghee.

“Aku beli yang ini,”

“Happy valentine day, gomawo oppa!” aku tersenyum lalu berjalan menuju halte bus.

Ini jam 8 pagi dan aku berada didalam bus. Persis seperti saat aku pertama kali bertemu Sunghee. Didalam bus.

Aku duduk disalah satu kursi yang kosong. Saat aku hendak memasang headphoneku lagi, kegiatanku terhenti karena ada seorang yeoja yang duduk disebelahku.

Yeoja yang lumayan cantik. Ia memakai seragam sekolah yang sama denganku. Ia tersenyum saat menyadari aku tengah menatapnya.

“Em, kau murid kelas berapa?”

“Kelas ke-3.” berarti dia hobaeku.

“Aku Yoseob, kelas ke-2.”

“Sunghee imnida. Salam kenal, sunbae!” balasnya sambil tersenyum manis. Senyumannya itu membuatku jatuh cinta padanya.

Aku sudah sampai didepan kamar nomer 129. Keadaannya masih sama seperti tadi malam, sunyi dan mencekam.

Aku membuka pintu perlahan dan melihat seorang namja yang tertidur disisi ranjang. Itu Gikwang. “Gikwang-ssi,” panggilku seraya menepuk bahunya. Iapun bangun.

“Yoseob-ssi, kau datang?” tanyanya sambil mengucek mata.

“Sebaiknya kau pulang. Biar aku yang jaga Sungie.”

“Gomawo, Yoseob-ssi. Aku titip Sunghee ya.” Gikwang berjalan ke arah pintu, namun langkahnya terhenti. “Yoseob-ssi,” panggilnya tanpa berbalik.

“Wae?”

“Kau tidak sekolah?”

“Anni. Aku membolos.”

“Oh.” Gikwang pun benar-benar keluar dari ruangan itu.

Aku menaruh bunga dan coklat dimeja samping ranjang lalu duduk dikursi yang tadi diduduki Gikwang. “Kau belum sadar juga, Sungie.” ujarku lirih.

“Pasti kau sedang banyak masalah ya sampai penyakitmu kambuh.” kataku layaknya orang gila yang mengajak dirinya sendiri bicara.

“Ini semua pasti gara-gara eomma Gikwang kan?” tanyaku dengan emosi. Sial! “Aku bawakan coklat dan bunga kesukaanmu, jadi bangunlah…”

Kesal, kenapa aku tidak bisa mengumpulkan keberanianku untuk mengungkapkan perasaanku pada Sunghee. Sekarang aku malah membiarkannya bersama Gikwang, menderita karena Lee ahjumma. Dan juga penyakit langkanya.

Kau pasti sedang bermimpi indah ya, Sungie? Apa itu denganku? Atau dengan Gikwang?

♥ ♥ ♥ ♥

Dongwoon POV

Kubenamkan kepalaku diantara kedua tanganku yang berada diatas meja.

“Son Dongwoon!” aku mengangkat kepalaku mendengar bentakan Kwon songsaenim. “Kerjakan soal didepan!”

Dengan malas, aku bangkit menghampiri papan tulis dan mulai mengerjakan soal yang tertulis didepan. Ini mudah.

“Jawabanmu betul. Silakan kembali ke tempatmu.” aku membungkuk lalu kembali ke bangkuku. Aku jadi ingat, kejadian kecil yang membuatku dekat dengan Sunghee.

Aku, dikelas baruku. Aku duduk dibelakang seorang yeoja berambut hitam kecoklatan. Jepitan kupu-kupu memperindah rambutnya. Tapi aku tidak bisa melihat wajahnya.

“Ya! Neo! Anak baru!” teriak Young songsaenim seraya menunjukku. “Coba kerjakan soal ini.” Eotteokhae? Aku tidak pintar fisika. “Cepat!”

Buru-buru aku menghampiri papan tulis. Apa yang harus kujawab? “Tidak bisa!? Kau, yeoja yang duduk didepannya! Cho Sunghee! Bantu dia,” kini aku dapat melihat wajahnya. Neomu yeppeo…

Ia maju lalu berdiri mematung disebelahku. “Kenapa diam?” bisikku pelan.

“Aku juga tidak bisa, babo.” jawabnya polos. Mwo? Dia bilang aku babo!? Sendirinya!

“Tidak bisa juga!?” seru Young songsaenim yang mulai emosi.

“Mianhae, songsaem. Tapi saya tidak mengerti materi yang ini.”

“BERDIRI DILUAR!” setelah itu kami berdua sudah berdiri diluar kelas. Sunghee berkali-kali mendengus kesal seraya menghentak-hentakkan sepatunya ke lantai.

“Sudahlah. Salah sendiri kenapa kau tidak mengerti?” tanyaku berusaha menenangkannya. Sepertinya aku salah, ia malah makin emosi.

“Ya! Kenapa kau tidak bisa menjawabnya!? Baboya! Kalau kau bisa menjawab, pasti aku tidak akan disuruh kedepan!!” Mwo? Jadi dia menyalahkanku?!

“Ya! Kau menyalahkanku!?”

“Tentu saja! Lalu untuk apa aku repot-repot berkata kalau tidak kutunjukkan padaMU?!”

Kami memang memulainya dengan permusuhan. Namun setelah itu, kami menjadi akrab.

Bel pulang berbunyi. Aku segera mengemasi barang-barangku lalu keluar kelas tanpa memedulikan teriakan Kwon songsaenim.

Aku berjalan keluar gerbang lalu masuk ke sebuah mobil berwarna hitam. “Langsung pulang, tuan?” tanya supir, Kang ahjusshi, padaku.

“Kerumah sakit.”

“Ne.”

Sesampainya dirumah sakit. Aku melihat Yoseob hyung yang duduk disamping ranjang Sunghee. Sedang mendengarkan musik dengan headphone, sambil meneguk soda kaleng ditangannya.

“Hyung tidak sekolah?” tanyaku seraya menutup pintu kamar rawat Sunghee.

“Anni. Aku bolos.”

“Tidak biasanya. Seorang Yang Yoseob, murid terpintar ketiga sekolah, membolos.” sindirku sambil tersenyum menggoda. Ia nampak tidak peduli lalu mengeraskan volume iPod-nya. Yah, dia ngambek.

Aku melirik kearah Sunghee yang masih memejamkan mata. Ireona, Hee-chan!

♥ ♥ ♥ ♥

Hyunseung POV

Jam dinding kantin menunjukkan pukul 6 sore. Kuliahku baru saja selesai.

Aku membeli roti isi lalu membawanya ke parkiran. Aku masuk ke mobilku. Sepertinya cukup, sekarang ke rumah sakit, lalu jam 9 ke klub.

Klub, awal pertemuanku dengan Sunghee. Ia seperti malaikat yang mengusir kejenuhan dalam hidupku.

Break.

Setelah sibuk menyetel lagu-lagu, aku beristirahat sejenak di bar. aku ini seorang DJ.

Aku meneguk wine ditanganku lalu menoleh ke arah kerumunan remaja yang nampak asyik bercanda. Pandanganku terpusat pada seorang yeoja diantara mereka. Ia tertawa kecil menanggapi tingkah kawan-kawannya. Namun, aku melihat yang lain. Sepertinya ia tidak nyaman.

“Acara apa itu?” tanyaku pada sang bartender.

“Mollayeo. Mungkin anniversary.” jawabnya serya memainkan sebuah botol ditangannya. Kakiku tergerak mendekati kerumunan itu. “Ya! Kau mau bergabung?!” teriakan sang bartender tidak kupedulikan.

Aku bergerak kearah yeoja itu yang memisahkan diri dari kerumunannya. “Hey, sendirian?” sapaku sambil tersenyum. Ia nampak ketakutan. “Tenang saja, aku tidak sedang mabuk kok! Aku 100% sadar!” ia menatapku tajam. Sepertinya ia masih curiga. “Jang Hyunseung, DJ disini.” kataku seraya mengulurkan tangan.

“Cho Sunghee.” balasnya seraya menjabat tanganku.

“Cho?”

“Sunghee.”

“O.K. Sunghee-ssi, sepertinya kau baru pertama kali kesini ya? Bagaimana kalau aku mengajakmu ke tempat yang tenang?” dahinya berkerut, lagi-lagi ia curiga. “Tenang saja, aku tidak akan macam-macam.” Di atap klub ini ada cafe. Aku yakin kau akan nyaman disana.” iapun mengikutiku naik ke lantai atas.

“Ya! Hyunseung! Mau kemana? Break-mu sebentar lagi habis!” teriak bartender saat aku menaiki tangga.

“Sebentar saja, hyung!”

Saat aku membuka pintu kamar rawat Sunghee, aku melihat dua namja didalam. Yoseob dan Dongwoon. Nampak asyik bercanda.

Aku masuk diiringi tatapan tajam mereka. “Dia belum sadar?” tanyaku berbasa-basi. Namun tidak ada seorang pun yang menjawabku.

Saengie, kapan kau bangun?

CKLEK

Kami menoleh ke pintu bersamaan. Datanglah namjachingu Sunghee, Gikwang.

Author POV

Mereka saling melempar tatapan tajam. Membuat suasana dikamar itu menegang.

“Engg…” semua mata tertuju pada Sunghee. Ia membuka mata perlahan.

“SUNGHEE!” seru mereka bersamaan.

“Op…padeul…? Dongwoonie?” Gikwang langsung menghampiri Sunghee dan memeluknya. Hal itu memberikan rasa iri dihati namja lainnya.

“Jagi, syukurlah. Kau siuman!” seru Gikwang seraya menatap wajah Sunghee.

Sunghee mengarahkan matanya ke arah Hyunseung, Yoseob, dan Dongwoon. “Kalian disini? Aku dapat merasakan kalian disini walaupun aku dalam keadaan tidak sadar…”

ujar Sunghee sambil tersenyum.

CKLEK

“Sunghee!” seorang yeoja masuk lalu memeluk Sunghee.

“Eonni, bogoshippeo…”

“Ya! Kau baru tidak sadar sejak kemarin!”

“Hahahahaha!”

♥ ♥ ♥ ♥

Dongwoon POV

Aku bergegas kembali dari toilet. Namun, saat aku membuka pintu, aku melihat, pemandangan yang…

Damn, Gikwang hyung mencium Sunghee.

Kurasakan sakit yang amat didadaku. Apa ini yang dimaksud patah hati? Apa ini yang dimaksud cemburu? Aku kenal Sunghee lebih dulu dari Gikwang hyung, tapi kenapa justru dia yang mendapatkan cinta Sunghee?

♥ ♥ ♥ ♥

Gikwang POV

Aku baru saja pergi membeli bubur, permintaan Sunghee. Saat aku hendak membuka pintu, tanganku tertahan. Mungkin aku masuk nanti saja. Dongwoon begitu akrab dengan Sunghee. Mereka nampak fokus ke layar netbook dipangkuan Dongwoon.

Akhirnya kuputuskan untuk menaruh buburnya didepan pintu dan bergegas pulang.

♥ ♥ ♥ ♥

Hyungseung POV

Hari ini aku akan menyuruh Sunghee untuk mendengarkan lagu yang beru aku remix 3 hari yang lalu. Aku masuk ke kamar bernomor 129 itu dan melihat Yoseob. “Ah, Seungie oppa!” sapa Sunghee bersemangat. Aku tersenyum dan mendekatinya.

“Ini aku ma…”

“Sungie, coba dengarkan lagu baruku. Judulnya I was Wrong.” Ucapanku terpotong oleh Yoseob. Ia memasangkan headphone silvernya ke kepala Sunghee. Ia mendahuluiku!

“Suaramu bagus, oppa.” Komentar Sunghee yang duduk disisi ranjang. Yoseob pun mengambul tempat, duduk disebelahnya, menempelkan telinga kirinya ke headphone yang dipakai Sunghee.

“Luasa aku akan menyanyikannya di radio sekolah.”

“Aish! Kalau saja aku tidak kambuh, pasti lusa aku akan menjadi backing vocalmu, oppa.” Mata Sunghee lalu mengarah padaku. “Hyunseung oppa, kenapa diam saja?”

“Anniyo. Aku baru ingat kalau aku harus ke klub.” Aku keluar ruangan. Kuputuskan untuk pergi ke klub. Mungkin yeoja-yeoja disana dapat menenangkanku.

♥ ♥ ♥ ♥

Yoseob POV

Tengah malam begini, aku ditelepon Hyunseung hyung. Menyuruhku datang ke atap rumah sakit. Saat aku sampai disana, rupanya ada Dongwoon dan Gikwang juga.

“Waeyo?” tanyaku seraya menurunkan headphone yang kupakai, ke leher.

“Kita selesaikan secara pria, Yang Yoseob.”

“apa maksudmu, hyu…”

BUAKK

ARGGGHH! Pipiku sakit! Perlahan kurasakan darah mengalir dari sudut bibirku. “Hyung! Apa yang kau lakukan?!” teriak Dongwoon seraya membantuku bangkit. Hyunseung hyung menarikku lalu memukulku lagi.

Dongwoon POV

Tiba-tiba Gikwang hyung menarikku menjauh dari mereka berdua. “Ya. Kita juga punya masalah, Dongwoon.” Aku mengerti, pasti Gikwang hyung melihatku saat berduaan dengan Sunghee tadi.

BUAKK

Aku memukulnya duluan. Tiba-tiba aku teringat insiden yang kulihat tadi siang. “Aku tidak suka, kau selalu merebut giliranku bersama Sunghee!” teriak Hyunseung hyung seraya memberikan bogemnya pada Yoseob.

“Hyung juga suka begitu!” bela Yoseob parau, iapun meninju pipi Hyunseung hyung.

“Sunghee itu yeojachinguku!” teriak Gikwang hyung lalu membalas perbuatanku tadi.

“Sunghee sahabatku! Aku mencintainya! Apa itu masalah bagimu?” aku memukul Gikwang hyung lalu duduk di atas tubuhnya. Meninjunya terus.

Namun tubuhku ditarik lalu diberi sebuah bogem, tepat diperutku. Hyunseung hyung. “Kau mencintainya? Kau bilang sendiri kau hanya menganggapnya sahabat!”teriaknya seraya memukulku lagi.

Yoseob POV

Aku menarik tubuh Hyunseung hyung yang duduk di atas Dongwoon, lalu memukulnya.

BUAKK

“Aku juga mencintainya! Apa itu salah?” aku ditarik Gikwang hyung dan aku dipukul olehnya. “Baboya! Kau, adalah namja terbodoh yang pernah kutemui!” makinya dengan wajah memerah.

“YA! HENTIKAN!” kami semua menoleh ke asal suara. Sunghee berdiri didepan pintu atap. Ia melihat semuanya.

Gikwang POV

“sunghee..” aku melepaskan tanganku dikerah kemeja Yoseob lalu berjalan mendekat.

“JANGAN MENDEKAT!” teriak Sunghee histeris. Terpaksa aku berhenti. “Kalian kenapa? Kenapa bertengkar? Kenapa ada namaku?! Kenapa harus ada AKU penyebab PERTENGKARAN KALIAN?! Walau gelap, aku bisa lihat Sunghee menangis.

“Aku saling mengenalkan kalian agar alian berteman! Bukan bermusuhan seperti ini,”

“Sunghee, kami…”

“Kumohon jangan bertengkar..akhh..”

BRUKK

“SUNGHEE!” Yoseob langsung memeluk Sunghee. Aku diam ditempat. Kakiku tidak bisa bergerak. “IREONA! SUNGHEE IREONA!” seru Yoseob histeris.

♥ ♥ ♥ ♥

Author POV

Sebuah pemakaman sederhana yang hanya didatangi oleh bebeapa orang. Cho ahjusshi dan Cho ahjumma, Sungrin, Hyunseung, Yoseob, Gikwang, dan Dongwoon.

Gikwang berusaha menahan tangis, Dongwoon nampak menepuk-nepuk punggung Gikwang. Yoseob berdiri disebelah Hyunseung dan memakai kacamata hitamnya, ia terlihat sangat santai padahal dibalik kacamatanya, ia menangis. Hyunseung hanya menatap kosong ke arah nisan, ia masih tidak percaya apa yang baru terjadi.

Cho ahjusshi dan Cho ahjumma berjalan menuju mobil silver milik Sungrin. Sedangkan pemiliknya masih diam mematung, memandang empat namja dihadapannya. “Sunghee bilang, ia menyayangi kalian semua. Dan ia juga bilang, gomawo untuk Gikwang dan Dongwoon, mianhae untuk Hyunseung, dan…saranghae untuk Yoseob.”

Yoseob mendongak, yang lain langsung menoleh padanya. Sungrin pergi meninggalkan mereka berempat. Yoseob melepas kacamatanya lalu berlutut disebelah Gikwang. “Aku minta penjelasanmu, Gikwang.”

“Sunghee mencintaimu. Tapi ia kupaksa menjadi yeojachinguku, karena ia merasa tidak memiliki harapan terhadapmu.”sedetik kemudian air mata Yoseob mengalir. Ia menatap nisan dihadapannya dengan tatapan kosong.

♥ ♥ ♥ ♥

Sang DJ memainkan musik sesuka hatinya. Tidak peduli mau bagus atau tidak. Ia sangat kacau malam itu.

Tiba-tiba ia turun lalu menyerahkan headphonenya pada seseorang. “Gantikan aku.” Tanpa menunggu respon orang tersebut, sang DJ berjalan keluar klub, mengendarai mobilnya tak tentu arah. Ia menyalip sebuah mobil dan dihadapannya ada sebuah truk besar. Ia tersenyum melihat truk itu.

“I’m coming, saengie..”

♥ ♥ ♥ ♥

Namja berparas imut itu membungkuk pada namja dihadapannya lalu pergi ke perpustakaan. Seteleha menemukan tempat yang stategis, ia duduk dilantai dan memasang headphone-nya.

Ia memejamkan mata seraya merenungkan tiap kalimat dari lagu itu. Saat lagu itu berakhir, ia mengeluarkan botol perak kecil dari saku celana seragamnya. Ia meneguk isi botol kecil itu.

“Wait for me, Sungie.”

♥ ♥ ♥ ♥

Ia memain-mainkan sebuah benda berwarna perak ditangannya. Ia memandang benda itu dengan tatapan kosong. Itu termasuk koleksinya.

Ia bergerak ke pintu kamarnya, dan menguncinya. Iapun menutup tirai jendela kamarnya. Gelap, kamarnya menjadi gelap. Ia duduk disudut kamar lalu menodongkan benda itu ke kepalanya.

“I’ll be there, jagi…”

♥ ♥ ♥ ♥

Hembusan angin menerpa wajah namja itu. Ia membentangkan tangannya di atap sekolah. Hari sudah malam, hanya ada dia dan sang penjaga sekolah yang tidak mengetahui keberadaannya.

Ia memandang kebawah. Cukup tinggi. Tanpa pikir panjang lagi ia menggerakkan kakinya untuk maju.

“Hee-chan…”

♥ ♥ ♥ ♥

BRAKKK!

“AKKKKHHHHHHH!!!!”

DOORRR!

“ARRGGGGHHHHHHH!!!”

The End

Haha, mianhae gatot alias GAGAL TOTAL !!! XD
mian kalau ada yang tidak sesuai dengan tokoh
diharapkan komennya readers semua ^^

Advertisements

27 responses to “Love is Pain

  1. Huaaa~~~~~
    haduh akhirnya nemu FF Beast
    *lebay
    kebanyakan Shine ama Suju SNSD
    TT
    nice story torr
    love this >o<

  2. Hahaha.. Bagus kok.. Tpi kok jdi mati smua ya? Pasrah amat? Masi ada aku di siniiii ~~ hahaha *peace!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s