I’M NOT CINDERELLA IV (FULL PART)

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Lee / Cho Eunhye

Cho Kyuhyun

Support cast : Super Junior

Genre : Romance

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-12

Disclaimer : semua cerita hanya karangan gue, hanya imajinasi gue sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

POV : semua cerita gue ambil dari sudut pandang Eunhye

Poster and Thank’s To : Rara a.k.a cute pixie

“Cinta yang kupunya bukanlah cinta yang bisa dirampas dan dibuang begitu saja” Ocha Syamsuri

Baca dulu : Prolog, Part I, Part II, Part III

***

I’M NOT CINDERELLA

***

Before…

“Tapi aku mau kau bersikap lebih terbuka denganku. Aku ini suamimu Eunhye-ah. Kita menikah bukan karena paksaan walaupun kita menikah karena perjodohan. Tapi setidaknya aku menikahimu bukan karena terpaksa. Maka dari itu setidaknya perlakukan aku sebagai suamimu.”

Badanku serasa menegang mendengarnya. Aku tidak salah dengar kan? Dia sungguh mengatakan itu kan? Maksudku Cho Kyuhyun, apa benar-benar dia yang mengatakan itu? Aku bukan sedang bermimpi kan?

“Ne yeobo~” Kataku dengan nada super minim. Aku memejamkan mataku. Aishh~ mau taruh dimana wajahku?? Semoga ia tidak mendengar kata-kataku barusan yang memanggilnya ‘yeobo’.

“Kau memanggilku apa barusan? Yeobo?”

Aku menelan ludahku dan mencoba memilah kata-kata yang pas. “Kau bilang aku harus memperlakukanmu sebagai suamiku, jadi aku rasa..” Aku memelankan suaraku. “Tidak salahnya kan aku memanggilmu yeobo?”

Ia tertawa renyah, membuat sudut matanya terlihat jelas. “Bagaimana kalau kita bercinta?”

“Ye~?”

Ia tertawa lagi, kali ini lebih keras. “Bukankah bercinta itu adalah hal yang lumrah untuk pasangan suami istri?”

“Hajiman.. Aku kan masih pelajar Kyuhyun-ssi?”

“Kau adalah istriku. Ingat? Tugasnya seorang istri adalah melayani suami. Bercinta adalah salah satu bentuk pelayanan istri ke suami kan?” ia mendekatkan wajahnya sehingga deru nafasnya bisa dapat kurasakan. “Jadi, apa kau sungguh-sungguh mau memperlakukanku sebagai suamimu yang seutuhnya?” Tanyanya lagi. Kedua bola matanya tak lepas menatap tepat di kedua mataku.

“I-itu kan dua hal yang berbeda.”

“Apa yang berbeda? Sama saja kan?” Ia mengecup sudut bibirku dan mengangkat kepalanya lagi seraya meniti setiap inchi dari wajahku.

“Kurasa punya anak di usia muda tidaklah terlalu buruk, Cho Eunhye.”

Ia menjatuhkan bibirnya lagi dan melumat lembut bibirku. Belum sempat aku membalas lumatannya, pintu kamar kami terbuka lebar.

“Ya Kyuhyun-ah!! Jangan berbuat mesum disini! Uri Eunhye itu masih kecil! Jangan kau nodai dulu!”

Aishh~ mau ditaruh dimana wajahku? Donghae oppa memergoki kami disaat posisi kami sangatlah buruk. Posisi yang kumaksud adalah dimana Kyuhyun berada di atas badanku. Dan keadaan kami sedang dalam berciuman -___-

Kyuhyun membenarkan posisinya, ia duduk di tepi ranjang. Dilihat dari auranya yang sangat kelam, aku tau saat ini ia pasti sangat murka.

Donghae oppa, hati-hati dijalan.. Semoga kau selamat sampai tujuan, tanpa kekurangan suatu apapun.

“Kau mengganggu sekali ya hyung.” Desis Kyuhyun dengan nada yang sangat dingin. Siapapun yang mendengarnya pasti akan merinding.

Wajah Donghae oppa berubah pucat saat melihat Kyuhyun yang menatapnya tajam. Seolah ingin mengulitinya secara hidup-hidup. “Ahh~ tiba-tiba aku teringat sesuatu. Kyuhyun-ah, Eunhye-ah, annyeong..” Secepat kilat Donghae oppa menutup pintu kamar dan pergi.

“Eunhye-ah, lain kali jangan biarkan ikan pendek itu masuk ke rumah kita. Aishh~ kenapa lagi-lagi aku gagal!” Kyuhyun mengacak rambutnya kesal.

“Gagal kenapa?” tanyaku bingung.

Ia mendelik kearahku, membuat nyaliku langsung ciut. Kyuhyun menghela nafasnya berat. “Sudahlah, lain kali akan kulanjutkan. Dan kupastikan aku tidak akan gagal lagi.” Ia berdiri dan merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.

“Ganti pakaianmu, kita akan pergi kesuatu tempat.”

“Kemana?”

“Kita kencan..”

Jantungku berdetak berjuta kali lipat dari biasanya. Aku dan Kyuhyun kencan? Ini mimpi?

***

Aku berulang kali memeriksa luka di pinggangku. Aku sudah menutupinya dengan perban, aku juga sudah mengolesinya dengan obat penahan rasa sakit. Ini adalah kencan kami, walaupun ini bukan kencan yang pertama tapi ini adalah ajakan kencan pertama darinya. Aku tentunya tidak mau merusaknya lagi. Aku juga berdoa agar kencan kami tidak ternoda oleh kehadiran dua yeoja itu. Setidaknya saat kencan nanti jangan biarkan kami ketemu dengan dua yeoja itu.

Aku menggerakkan tanganku ke kiri dan kanan, sekedar memastikan jika luka yang berada di pinggangku tidak terlalu sakit dan tidak membawa dampak yang buruk. Sangatlah tidak lucu jika suatu waktu luka ini kembali sakit dan merusak acara kencan kami.

“Eunhye-ah, kau sudah siap?” Kyuhyun mengetuk pintu kamar.

“Ne~! Aku segera keluar.” Sahutku. Aku menarik syal yang berada di atas kasur lalu keluar dari kamar.

Aku mati-matian menahan jantungku agar tidak lepas dari tempatnya. Cho Kyuhyun!! Sial!! Kenapa dia harus memakai kacamata hitamnya dan membuat wajah tampannya semakin bertambah? Ia mengernyit aneh takala melihatku yang masih terpaku di depan pintu menatapnya.

“Apa aku terlihat aneh?”

Aku menggeleng cepat. Tentu saja tidak aneh. Hanya saja ketampananmu membuatku sedikit pusing.

“Ayo kita pergi.” Ia mengulurkan tangannya. Aku tersenyum dan menyambut uluran tangannya.

“Apa aku sudah bilang kalau kau sangat cantik Eunhye-ah?”

Aku menggeleng dan menundukkan kepalaku. Wajahku pasti sudah semerah tomat.

“Kecantikanmu seperti seorang malaikat Eunhye-ah. Setidaknya kau adalah malaikat di hati dan duniaku.”

***

Hal yang kusuka di musim semi adalah udara dan suasananya. Udara di musim semi tidaklah sepanas di musim panas dan juga tidak lah sedingin di musim dingin. Udara di musim semi ini juga tidak lah sedingin di musim dingin. Apalagi di musim semi ini semua tumbuhan mulai menumbuhkan tunasnya sehingga bau-bauan tumbuhan akan tercium dimana-mana.  Musim semi bagiku adalah awal dari tumbuhnya sebuah kehidupan dan juga merupakan awal dari fase siklus kehidupan. Diawal musim semi seperti saat ini biasanya di daerah prefektur Hongdae terdapat puluhan stand yang menjual berbagai makanan dan pernak-pernik musim semi, yang biasanya hanya tersedia dan di jual di musim semi. Makanya tak heran jika di waktu-waktu seperti ini banyak anak muda yang berdatangan di daerah ini. Mereka yang datang tak hanya yang sudah memiliki pasangan namun mereka datang secara bergerombolan ataupun sendirian.

Sebenarnya ini adalah keputusan bunuh diri jika ditilik dari status yang di sanding namja yang berada di depanku ini. Ia seakan tidak peduli dengan lirikan dari orang sekitarnya, ia seolah hanya berada di dunianya sendiri.

“Kenapa kau melihatku begitu? Ayo habiskan makananmu.”

Aku menopangkan dahuku di atas meja dan memperhatikan semua yang ia lakukan.

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Baru sadar kalau suamimu ini sangat tampan huh?”

Aku membuang mukaku. Namja ini.. Aku sampai speechless dibuatnya. Yeah, kau sangat tampan Cho Kyuhyun.

“Apa kau sadar jika bisa saja para penggemarmu akan memergokimu sedang berada disini bersamaku?”

“Wae? Itu malah bagus.”

“Maksudmu?”

“Kau kan memang istriku, apa yang harus ditakutkan? Malah itu lebih bagus. Aku tidak harus capek-capek untuk mengadakan konferensi pers.”

Oke, aku terkejut sekarang.

“Tapi apa kau tidak takut kalau penggemarmu akan berbalik memusuhimu?”

Ia menghentakkan sumpitnya ke atas meja. “Kau ini cerewet sekali ya? Habiskan cepat makananmu, ini adalah kencan kita Nyonya Cho, bukan sesi tanya jawab.”

Aku tidak berani bertanya lagi dan mulai fokus dengan makananku. Cho Kyuhyun itu jika sedang kesal atau marah sangatlah menakutkan.

Tapi ngomong-ngomong, Nyonya Cho? Ahh, kenapa hatiku sekarang tumbuh berbagai jenis bunga?

***

Padahal ini adalah hari Selasa tapi suasananya melebihi saat weekend. Saking ramainya sampai-sampai untuk berjalan agak cepat pun sedikit susah. Di sepanjang jalan di daerah Hongdae ini banyak sekali pejalan kaki yang berseliweran. Pernyataan bodoh sebenarnya mengingat ini adalah awal musim semi, dimana banyak orang dari berbagai penjuru yang mengunjungi daerah ini.

Aku tersenyum malu dan melirik ke tanganku yang kini sedang berada di dalam genggamannya. Sejak dari restoran yang kami kunjungi tadi sampai sini yang jaraknya sekitar lima ratus meter Kyuhyun tak melepas genggamannya, kadang ia mempererat genggamannya saat melewati gerombolan orang-orang yang memperkecil akses kami untuk berjalan.

“Kau tau, dari dulu aku ingin sekali berjalan ke daerah ini berdua saja dengan wanitaku.” Katanya tiba-tiba. Aku mendongak menatapnya, ia tersenyum membalas tatapanku. “Dan baru kali ini keinginanku tercapai. Aku senang menyadari kenyataannya jika wanita yang kuajak kemari itu adalah kau Eunhye-ah.”

Astaga, kenapa udara didunia ini semakin menipis? Aku bahkan kesulitan bernafas saat ini.

“Aku pergi kesini pasti selalu dengan Victoria, kami selalu mencicipi makanan di semua stand sampai-sampai pemilik stand marah-marah ke kami karena kami hanya mencicipi tapi tidak membeli. Untung saja pemilik stand itu tidak menyadari siapa kami. Rasanya ingin tertawa jika mengingat hal itu. Selain kemari aku dan Victoria juga sering ke ..”

Telingaku serasa tertutup, aku bahkan tidak lagi bisa fokus mendengar apa yang ia bicarakan. Hal yang bisa kutangkap adalah betapa senangnya ia jalan berdua dengan yeoja itu.

“Victoria bilang kalau aku harus mengajakmu kemari, dan tampaknya ia benar. Kau menikmatinya kan?”

Aku mengangguk.

Aku mengepalkan tangan kananku yang terbebas. Rasa disini, di jantungku.. Rasanya seperti ada seribu pisau yang menyayatkan seperti serpihan serdadu. Aku tidak boleh menangis, demi apapun aku tidak boleh menangis.

Awalnya aku sangat bahagia saat mendengar Kyuhyun mengajakku kencan dan bilang kalau aku ini adalah wanitanya. Tapi, kenapa ia melakukan semua ini karena Victoria? Kenapa harus karena yeoja itu? Bisakah ia melakukan semua ini karena aku? Bisakah ia menempatkan aku di semua alasannya?

Jangan salahkan aku jika aku tidak fokus mendengar semua celotehanmu Cho Kyuhyun. Yang kufokuskan saat ini adalah dimana aku harus sebisa mungkin menahan agar airmataku tidak terjatuh lagi. Ada banyak hal yang harus kuutamakan. Terutama rasa sakit ini. Sakit yang bahkan tidak bisa lagi membuatku bernafas dengan teratur.

“Apa kau suka Es krim? Aku dan Victoria sering membeli es krim, rasanya enak sekali. Tunggu di sini ya. Aku segera kembali.”

Aku meremas dadaku. Tuhan, kenapa rasanya begini sakit? Bahkan daya gravitasiku pun tidaklah lagi seimbang. Aku juga tidak bisa lagi menapakkan kakiku dengan benar.

***

“Ahh, maafkan aku.” Ucap seseorang yang tidak sengaja menabrakku. Aku hanya tersenyum samar. Sakitku berlipat ganda sekarang. Orang tadi tidak sengaja menyikut pinggangku sehingga membuat rasa sakitnya kambuh lagi, bahkan sakitnya makin parah saja. Aku memegangi pinggangku, aku tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang memandangku aneh yang terduduk di tanah sambil memegangi pinggangku. GREAT!! Lengkaplah sudah penderitaanku hari ini. Sudah hatiku yang sakit karena mendengar pernyataannya yang lagi-lagi karena Victoria, kini luka di pinggangku juga sakitnya kambuh kembali.

Tuhan, apa salahku di masa lampau? Kenapa kau memberikan aku rasa sakit begini? Apa kesalahanku dimasa lampau sangatlah berat sampai kau mengujiku dengan cobaan super berat begini? Kenapa kau mempertemukanku dengan seseorang yang sangat kucintai dan juga sekaligus yang memberikanku sebuah luka yang sangat besar?

Kenapa harus ada Victoria? Kenapa bukan karena inisiatif sendiri? Ia membuatku serasa terbang ke awang-awang, tapi kenapa dalam sekejap ia menghempaskan aku ke dalam jurang yang paling dalam? kenapa lagi-lagi ia membuat sebuah lubang di hatiku? Bahkan lubang yang lama pun sangatlah sulit untuk ditutupi, apalagi dihilangkan. Kenapa harus seorang Cho Kyuhyun yang membuat lubang itu lagi?

Ahh, ani. Aku tidak boleh menyalahkan Cho Kyuhyun. Ia belum tentu tau dengan apa yang aku rasakan saat ini. Tapi, bagaimana sikapnya jika ia mengetahui apa yang aku alami selama ini? Apa ia akan memperhatikanku? Atau mengasihaniku? Apa ia akan memperdulikanku? Atau malah sebaliknya, ia akan acuh saja?

“Agasshi, neo gwaenchana?”

Aku mengumpat kesal dengan orang yang menanyaiku. Apa matanya kurang melihat dengan jelas dengan keadaanku saat ini?

“Agasshi, kau menangis?”

Aku menghapus airmataku dengan punggung tanganku dan mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa yang menanyaiku. Wajah ini, tampaknya tidaklah asing lagi.

“Neo? Kau ini agasshi aneh itu kan?” Tanyanya.

Aish~ namja ini rupanya. Aku membuang mukaku.

Aishh~ sial!! Kenapa sakitnya bertambah parah?

“Agasshi, kau terluka ya? Apanya yang sakit?”

“Pinggangku, tadi tidak sengaja. Arghhh~” ringisku. Arghh~ demi apapun, aku bahkan memilih untuk pingsan saja dibanding harus merasakan sakitnya.

“Agasshi ayo kita duduk di kursi saja.”

Aku mengangguk pelan, aku tidak peduli lagi yang namanya sopan santun, aku hanya butuh obat untuk meredakan rasa sakitku. Namja aneh yang sampai saat ini belum kuketahui namanya membantuku berdiri dan berjalan menuju kursi. Dengan hati-hati ia mendudukkanku di atas kursi lalu ia duduk berjongkok di depanku.

“Apa aku boleh melihat lukamu? Setidaknya aku perlu melihat seberapa parah lukamu sebelum aku membelikanmu obat agasshi.”

Aku menggelengkan kepalaku. Aku tau maksud namja ini baik. Tapi aku tak mau merepotkannya.

“Agasshi, aku bukan orang jahat. Tapi aku ini orang yang berwajah tampan. Jadi percayalah denganku.”

Aishh~ namja ini. Masih sempat pula untuk bernarsis ria.

Seperti yang Donghae oppa lakukan, namja ini menepis tanganku dan membuka bajuku sedikit sehingga menampakkan berbagai luka yang menempel begitu indah di pinggangku.

“Astaga agasshi, lukamu sangat parah, lihatlah.. Bahkan kulitmu ada yang terkelupas dan menjadi bonyok begitu. Kau harus ke Rumah Sa…” Belum sempat namja ini meneruskan omongannya sebuah dehaman memutuskan pembicaraannya.

Astaga Cho Kyuhyun!!

“Kau siapa? Kenapa kau berani-beraninya memegang tubuhnya?” Tanya Kyuhyun. Auranya sangat tidak mengenakkan. Ahh jangan bilang jika ia salah paham dengan keadaan tadi.

“Kau sendiri siapa? Dan kenapa kau memakai kacamata hitam? Kau pikir ini di Mall apa?” tanya namja ini balik.

Wastaga, wahai namja yang budiman, janganlah engkau mencari keributan dengannya. Sayangi nyawamu sebelum terlambat.

Aku segera merapikan pakaianku, tanpa memperdulikan rasa sakit yang semakin mendera pinggangku aku merangkul lengannya. Aku tidak mau mereka sampai salah paham.

“Kyuhyun-ssi sudahlah, ayo kita pulang.” Aku menariknya agar pergi dari sini.

“Agasshi, hati-hati. Jika lukamu semakin parah kau bisa menghubungiku.” Teriak namja itu.

Aku mempererat rangkulanku saat Kyuhyun hendak berbalik lagi.

***

“Kenapa wajahmu pucat? Apa kau sakit?” tanya Kyuhyun panik. Saat ini kami sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah.

Aku menggeleng dan menyenderkan kepalaku di pinggir kaca.

“Ani, aku hanya capek.”

Pinggangku seakan tertusuk beribu jarum, hatiku juga begitu..

Sesampai dirumah aku langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar tanpa menghiraukan panggilannya. Aku butuh istirahat untuk meredakan sakitnya.

“Eunhye-ah kau kenapa? Kenapa sedari tadi kau memegangi pinggangmu?”

“Ani, tidak apa-apa. Bisakah kau keluar? Aku mau tidur.” Aku mempererat pegangan di pinggangku.

“Aku sudah berulang kali bilang kalau kau itu pembohong yang sangat buruk. Lepaskan tanganmu, aku ingin melihat pinggangmu.” Ia menepis tanganku dengan  kasar, dan dengan sekali hentakan ia membuka bajuku. Ya Tuhan, aku tidak sanggup melihat reaksinya melihat lukaku.

“Begini kau bilang tidak apa-apa? Tunggu disini, aku akan mengambilkan obat.” Ia menghilang di balik pintu lalu tak lama kemudian ia masuk kembali dengan membawa sebuah kotak obat.

Dengan tatapannya ia menyuruhku untuk duduk di tepi kasur. Ia menaruh kotak obat di sisinya sementara ia duduk berjongkok di depanku. Dengan hati-hati ia mengoleskan obat ke lebam dan luka yang bertengger di pinggangku.

“Siapa yang melakukan ini Eunhye-ah?”

“Ani, ini salahku. Aku hanya terjatuh.” Aku memejamkan mataku menahan sakit saat Kyuhyun terlalu menekan lukaku.

Kyuhyun menaruh obatnya lalu duduk di sampingku. Ia mengusap keningku yang sedikit berkeringat dan menarikku ke dalam pelukannya.

“Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau terluka hah? Apa kau melupakan perkataanku tadi siang? Eunhye-ah, apa aku ini tidak ada apa-apanya dimatamu?”

Kau segalanya di mataku Cho Kyuhyun, bahkan kau adalah tujuan hidupku dan juga sumber dari jiwaku.

“Aku harap kau jangan membuat dirimu terluka lagi Eunhye-ah, aku merasa seperti suami yang gagal saat melihatmu terluka begini.” Ia mengecup pucuk kepalaku. Aku mengangguk didalam pelukannya.

“Jadi kau mau mengatakan siapa yang melukaimu sampai parah begini, Eunhye-ah?”

***

Aku tau Kyuhyun kecewa dengan  penolakanku untuk memberitahu siapa yang melukaiku. Aku hanya tidak ingin dia kecewa jika ia tau siapa yang membuatku terluka begini, Cho Kyuhyun sangat menyayangi para penggemarnya, apa reaksinya nanti jika ia mengetahui kalau penggemarnya yang paling ia sayangilah yang berbuat begini. Aku tidak mau membuatnya sedih. Selama ini ia selalu membanggakan para penggemarnya dan apa jadinya jika ia tau penggemarnya ternyata sangat brutal seperti ini? Aku bukanlah seorang istri yang jahat, aku tentunya tidak setega itu untuk memberitahukan kebenarannya. Aku melakukan ini bukan hanya keegoisanku semata, tapi aku melakukannya demi suamiku, Cho Kyuhyun. Lagi-lagi cinta yang memegang kendali..

Badanku menegang saat sebuah lengan melingkar di pinggangku, aku juga tidak bisa bernafas takala hembusan nafasnya menghembus di tengkukku.

“Kata orang, kalau kita di peluk oleh orang tampan biasanya sakit seberat apapun akan terasa ringan.”

“Maksudmu? Apa hubungannya dengan sakitku?”

“Tentu saja ada. Sakitmu pasti akan segera sembuh karena di peluk oleh namja tampan sepertiku. Hahaha”

Namja ini… Hufh, aku harus menjawab apa? Memang kenyataannya dia sangat tampan. Tapi, yang membuat aku sedikit mual adalah kenarsisannya. Ckckck

“Tidurlah, aku akan memelukmu seperti ini terus.”

Cho Kyuhyun, bagaimana aku bisa tidur? Cara bernafas yang baik dan benar saja tiba-tiba aku melupakannya. Dan jantungku, aku rasa semalaman aku harus menjaganya agar tidak berdetak terlalu kencang.

***

“Taraa!!! Dua namja tampan hadir disini!!” Ucap Donghae oppa dan Eunhyuk oppa bersamaan.

“Eunhye-ah siapa yang datang?” Tanya Kyuhyun dari dalam rumah.

“Donghae oppa dan Eunhyuk oppa.” Sahutku.

“Mwo? Mereka lagi? Ya!! Jangan biarkan mereka masuk!!”

“Ya Kyuhyunnie!! Dasar maknae kurang ajar..” Tanpa di suruh Donghae oppa nyelonong masuk kedalam rumah. Tak lama kemudian aku mendengar suara teriakan Kyuhyun dari dalam, mungkin dia sedang di beri pelajaran oleh Donghae oppa.

“Eunhye-ah kau tidak mempersilahkan oppa-mu yang tampan ini masuk kedalam rumah?” tanya Eunhyuk oppa.

Ahh, benar juga. Aku sampai lupa. “Tentu saja oppa, silahkan masuk.” Aku menyingkir dari pintu untuk memberi jalan Eunhyuk oppa masuk kedalam.

Aku menutup pintu dan berjalan mengikuti Eunhyuk oppa menuju ke ruang tamu.

***

Aku tidak bisa melukiskan gambaran bagaimana ekspresi Kyuhyun saat ini. Sejak kedatangan Donghae oppa dan Eunhyuk oppa, Kyuhyun sama sekali tidak pernah tersenyum. Bahkan ia secara terang-terangan mengusir kedua hyungnya ini. Aku jadi heran, bukannya Super Junior itu terkenal dengan hubungan para member yang sangat erat, bahkan melebihi hubungan antar saudara. Yang lebih mengherankan lagi itu Donghae oppa dan Eunhyuk oppa, mereka seolah acuh dan tidak menghiraukan Kyuhyun, mereka juga tidak menganggap Kyuhyun berada di sekitar kami. Padahal jelas-jelas Kyuhyun duduk di depan kami.

“Hyung, kenapa kalian kemari? Kalau bukan urusan yang penting mending kalian pulang saja.” Untuk sekian kalinya Kyuhyun mengusir mereka.

“Aku kesini mau menjenguk uri Eunhye kok, kata Hae-ya uri Eunhye sedang sakit makanya kami khusus datang kesini.” Jawab Eunhyuk oppa, ia menyuapkan lagi sesendok bubur ke mulutku.

“Kalian cuma menjenguk kan? Kenapa ada acara suap-suapan segala?”

“Kenapa kau yang sewot sih? Kami kesini karena mengkhawatirkan uri Eunhye.”

“Ya!! Berhenti menyebutnya uri Eunhye, dia itu istriku.”

“Kami tau, tapi selamanya dia itu uri Eunhye, benarkan Hae-ya?”

Donghae oppa mengangguk setuju. Kyuhyun mengacak rambutnya kesal, ia seperti kehilangan kata-kata. Aku jadi merasa tidak enak.

“Eunhye-ah, aku bawa stroberi yang banyak untukmu. Dimakan ya..” Eunhyuk oppa menaruh sekotak besar buah stoberi di hadapanku.

Hahh? Tumben seorang Eunhyuk oppa mau membelikan ku buah stroberi? Mana banyak banget seperti ini lagi.

“Jinjja? Ini buatku oppa?” tanyaku. Eunhyuk oppa menganggukkan kepalanya. Ia juga tersenyum hingga gummy-nya terlihat lebih jelas.

“Gomawo oppa.. Eunhyuk oppa memang yang paling baik.” Ucapku senang. Eunhyuk oppa mengacak rambutku.

“Ya~ Hyukkie, kita membeli buah stroberi itu kan patungan, kenapa kau hanya membawa namamu sendiri?” Kata Donghae oppa tak terima. “Eunhye-ah, aku juga ada sumbangsih 50 % di buah stroberi itu.”

Huhh, sudah aku duga. Ternyata Eunhyuk oppa tetaplah seorang yang pelit.

“Ne, arra. Donghae oppa dan Eunhyuk oppa memang yang terbaik.” Aku mengacungkan kedua jempol tanganku.

“Jinjja? Suami-mu bagaimana? Apa dia yang terbaik juga?” Tanya Donghae oppa. Aigoo pertanyaan yang sulit. Aku melirik ke arah Kyuhyun, aku jadi takut menjawabnya apalagi jika di tatap seperti ini.

“Semuanya terbaik kok.” Jawabku diplomatis.

“Hyung, pulanglah. Aku pusing melihat kalian kemari! Kalian kesini hanya meracuni pikiran istriku saja.”

“Ya~ kau ini!” Eunhyuk oppa mau melemparkan sendoknya tapi segera di urungkannya. “Sebenarnya kami kemari ingin menjemputmu, kita ada acara di SBS.”

“Kenapa kalian repot-repot kemari? Biasanya manajer hyung yang menghubungiku.”

“Itu semua karena hati kami terlalu baik Hyunnie, makanya kami jauh-jauh datang kemari untuk menjemputmu.”

“Urusan kalian sudah selesaikan? Pulanglah. Bilang ke manajer hyung kalau aku tidak bisa datang, istriku sedang sakit.” Usir Kyuhyun lagi.

“Ya~ kau ini! Selalu saja mengusir kami. Kau harus datang Kyuhyun-ah, kau kan salah satu Lead Dancer di Super Junior, dan soal Eunhye, bagaimana kalau dia kita ajak saja? Daripada dia ditinggal sendirian, mending kita ajak saja. Atau kau mau kita tinggalkan uri Eunhye di dorm saja? Disana ada Leeteuk hyung yang bisa menjaganya.” Tawar Donghae oppa. Kyuhyun terdiam, mungkin ia sedang memikirkan sebuah solusi yang terbaik.

“Ya sudah, kita ajak saja ke SBS, daripada ditinggalkan berdua dengan pria tua itu mending dia ikut saja dengan kita.”

“Eotte? Kau mau ikut Eunhye-ah?” Donghae oppa menatapku lembut, ahh tatapan itu lagi… Aku tidak bisa menjawab selain dengan anggukan.

Tunggu.. Pria tua? Teuki oppa kah yang ia maksud? Astaga, Kyuhyun ini… selalu saja memanggil orang semaunya sendiri.

***

Aku tidak bisa menyembunyikan rasa kagumku saat melihat gedung SBS ini. Walaupun perusahaan mendiang appa-ku tidak kalah besarnya dari gedung ini tapi interiornya yang unik membuatku berulang kali mendecakkan lidah. Ditambah lagi dengan lautan para namja tampan, membuat gedung SBS ini makin bertambah mewah. Aku agak bingung dengan konsep acara yang akan di hadiri oleh Super Junior ini. Tapi kata Eunhyuk oppa konsep acaranya itu seperti dance battle begitu tapi bedanya akan ditambahi dengan beberapa games yang berhadiah daging sapi sepuluh kilogram. Ehmm, hadiahnya sangat menarik. Di Korea ini, harga daging sapi itu termasuk harga makanan paling mahal. Yeah bisa dibilang lumayan eksklusif.

Aku kini berada di ruangan tunggu khusus untuk member Super Junior, tidak beda jauh dengan suasana di dorm disini juga mereka sangat berisik. Donghae oppa dan Eunhyuk oppa sedang berdebat mengenai pakaian yang akan mereka kenakan, sedangkan Shindong oppa sibuk dengan makanannya. Sementara aku hanya duduk diam di sofa, karena Kyuhyun sedang tidur di pangkuanku. Acaranya dimulai sekitar dua jam lagi makanya Kyuhyun memutuskan untuk tidur dulu. Sebenarnya aku agak risih sih, ditambah lagi para member Super Junior dan Coordie eonni yang sedari tadi menggodaku. Aigoo~ memalukan.

Aku mengusap wajah Kyuhyun, kantung matanya terlihat sangat jelas sekali walaupun sudah ditutupi dengan make up. Dia pasti sangat kelelahan dengan semua kegiatannya yang super padat. Belum lagi dengan kegiatan sub-grupnya. Hufh, kasihan suami-ku.

“Eunhye-ah apa kau terpesona dengan ketampananku sampai-sampai matamu tidak berkedip lagi menatapku?”

Aku memalingkan mukaku. Sial! Rupanya dia tidak tidur. Aigoo~ eomma, appa!! Kirimkan aku tempat untuk bersembunyi!!

Ia membalikkan badannya dan wajahnya kini dapat kulihat dengan jelas.

“Wajahmu memerah Eunhye-ah..”

Aishh~ berhentilah menggodaku Cho Kyuhyun!!

Melihatku yang semakin salah tingkah ia malah mengekeh dan terus mengejekku.

***

“Kau tunggu disini saja ya.” Ujar Kyuhyun.

“Ne..” Aku menganggukkan kepalaku. Aku membantu Kyuhyun merapikan pakaiannya.

“Kyuhyunnie..” Panggil seseorang yang sukses membuatku down seketika.

“Song Qian..” Kyuhyun melambaikan tangannya, yeoja yang bernama Victoria atau Song Qian itu mendekati kami.

“Annyeong.” Sapanya. Aku membalas sapaannya dengan menundukkan kepalaku dan tersenyum tipis. Beramah tamah tidak salahnya kan?

“Kau ikut acara ini juga Kyuhyunnie? Kau tidak memberitahuku?”

Kyuhyun menggarukkan kepalanya, merasa sedikit canggung. Ahh, arraseo. Pasti karena kehadiranku disini kan?

“Kau juga di undang disini ya? Aku baru sadar ternyata kau penyanyi terkenal juga.”

“Ya~ kau ini!!” Victoria memukul lengan Kyuhyun, lalu mereka pun tertawa.

Ohh, bahkan aku pun di lupakan disini.

Victoria berhenti tertawa, sejenak ia memandangku. Entah apa arti dari pandangan itu. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun kembali. “Kyuhyun-ah, kenapa kau mengajak istrimu? Apa kau tidak takut orang lain akan mengetahui pernikahanmu ini?”

“Ahh, itu..” Kyuhyun menggaruk kepalanya lagi. Aku menatapnya setengah berharap, setidaknya aku berharap jika alasan ia mengajakku kemari karena aku, bukan karena apapun.

“Sudahlah, jangan di bahas lagi. Ayo kita pergi dari sini.”

“Ne..” Victoria merangkul lengan Kyuhyun dan keluar dari ruangan ini.

Dia… Dia bahkan tidak menoleh lagi hanya sekedar untuk mengucapkan sesuatu yang membuatku tenang. Sudah beberapa menit berlalu tapi aku masih terpaku disini menantinya untuk menoleh, hanya menoleh, hanya untuk memastikan jika ia masih menganggapku ada.

Ya Tuhan, kenapa di dadaku terasa sakit sekali.. Kenapa muncul perasaan tidak rela melihatnya berduaan dengan yeoja itu? Apa sebenarnya hubungan mereka? Kenapa dengan keberadaan yeoja itu diantara kami aku jadi terlupakan? Cho Kyuhyun, apa arti diriku di hatimu?

Aku mengepalkan tanganku dan mengambil tas-ku yang berada di atas kursi. Buat apa aku menunggunya? Bahkan ia saja tidak menoleh lagi. Bahkan aku pun sangsi jika ia masih ingat aku berada disini.

***

Aku tidak memperdulikan pandangan orang-orang yang mungkin menebak-nebak siapa aku ini. Yeah tentu saja mereka bertanya-tanya, aku ini bukan staff ataupun asisten Super Junior jadi kecil kemungkinan aku bisa bebas keluar masuk dari waiting room Super Junior. Tapi masa bodoh lah, yang kuinginkan saat ini adalah segera pulang. Aku tak kuat lagi berada disini. Maksudku, aku tak kuat lagi untuk menahan mataku untuk tidak mengeluarkan airmata lagi.

Aku baru saja menapakkan kakiku keluar dari pintu lobi utama gedung ini ketika seseorang menyapaku. Aku menoleh dan kudapati seorang namja tampan memakai hoddie mendekatiku dan melambaikan tangannya.

“Annyeong agasshi.. Masih ingat dengan wajah tampanku?” Sapanya saat sudah berada di depanku.

Aku mengernyit kebingungan, tentu saja aku tidak ingat siapa dia, ditambah lagi dia memakai hoodie sampai menutupi setengah wajahnya. Dia pikir aku ini paranormal apa sampai bisa menebak siapa dia?

“Kau siapa?” Tanyaku setelah beberapa menit berkutat dalam pikiranku.

“Ya~! Masa kau tidak ingat siapa aku?” Ia membuka hoodienya dan mendekatkan wajahnya. “Eotte, masih ingat dengan wajah tampanku?”

“Hahh? KAU!!”

Aigoo~ ternyata namja ini lagi. Namja aneh yang sudah berbaik hati mengantarku ke rumah.

“Ne, ini aku. Sudah mengingatnya dengan jelas?”

“Tentu saja aku mengingatmu, tuan sok tampan.”

“Tapi Tuan sok tampan ini punya nama agasshi. Kau pasti sudah mengetahui namaku siapa kan?”

“Ani.”

“MWO? Kau tidak tahu siapa aku? Ya agasshi!! Aku ini……”

TBC ….

Hahaha, senang sekali rasanya menTBC-kan di saat yang tidak tepat ^^

Ehmmm, aku shock banget ternyata tanggepan atas FFku yang nista ini banyak sekali -___- sampai-sampai ada yang beberapa kali ngemention ke twitter aku agar ngelanjutin FF ini. Aku juga gak nyangka dalam beberapa hari komennya untuk part ini mencapai 170an!! Aigoo~ jujur saja, aku sedikit shock sekaligus terharu..

Oke, aku akan menjawab pertanyaan yang sering muncul di twitter aku..

Kenapa aku kecewa banget kalau yang komen+like FF ini sedikit?

>> Jujur aja karena karakter Eunhye lah yg buat aku down kalau komennya sedikit. Aku susah banget nyatuin feel aku ke karakter Eunhye disini, kalian pasti sudah menebak sendiri karakter Eunhye itu bagaimana. Aku merasa tidak ditanggapi kalau komen+likenya sedikit, padahal aku sudah capek-capek membuat cerita dari sudut pandang Eunhye yang super rumit ini -____-

Kenapa FF ini bisa di publish satu minggu sekali?

>> sekali lagi karena aku terpentok dengan karakter Eunhye. Dan lagi aku cuma ada waktu jum’at dan minggu aja, jadinya aku cuma bisa ngebuat FF di hari itu saja. Di hari lain aku sibuk banget -___- mungkin  teman-teman yang udah ngefollow twitter aku pasti tau bagaimana sibuknya aku -___-

Apa nanti ada Kyuhyun POV?

>> aku memang sudah merencanakannya ^^ dan aku pikir aku akan ngebuat Kyuhyun POV-nya, tapi ntar ya.. Tunggu posternya jadi J dan, karena aku gak pinter buat ngedit foto, ada yang mau buatin aku poster untuk FF ini yang edisi Kyuhyun POVnya?

Oke segitu aja aku menjawab pertanyaan kalian J

Dan gimana? Udah mulai terasa konfliknya? Belum?? Hahaha, ini baru awal konfliknya kok.. Tapi part selanjutnya sudah mulai masuk ke konflik utama dari FF ini ^^

Oh ya, yang soal poster edisi Kyuhyun POV itu aku serius loh ^^ aku butuh orang yang mau buatin aku posternya .. hehehe

Ehmm, seperti biasa, kalau komennya sedikit aku malas ngepost lanjutannya. Kekeke

*deep bow*

RCL yak …

Nb: adakah yang bisa siapa nama menebak namja tampan itu?

Advertisements

208 responses to “I’M NOT CINDERELLA IV (FULL PART)

  1. wah author hebat ngetbc-in pas lagi penasaran akut siapa si namja aneh/? itu ahahaha…..
    tapi kenapa selalu ada victoria pas lagi romance-romancenya /garuk tembok/

  2. Apa ada lanjutannya ?
    Maaf bru bisa comment di part ini,
    Penasaran sih,
    Lanjut author-ssi, keep fighting

  3. Sebenarnya perasaan kyuhyun sama eunhye itu seperti apa sih..? Cinta kah…?
    Tpi kenapa klo ada victoria sikap kyu berubah…ada hubungan apa sebenarnya dengan victoria..dan siapa namja yang selalu nolongin eunhye…next..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s