Shake it Up 1 of 3

Author:Obizienka

Cast

Risa

Lee Donghae

Dana

Leeteuk

Genre: Romance,Humor

Ratings: General

Length:Series

Disclaimer:Jalan cerita,ide cerita semua milik saya kecuali superjuniornya saya Cuma pinjem nama sama muka mereka.

 

“Maaf Risa aku mau putus denganmu.”Pacarku Viki mengenggam tangan seorang gadis cantik di sebelahnya.Padahal ini adalah kencan yang kunantikan bersamanya.Aku hanya terpaku melihatnya pergi bersama gadis lain.Baru saja aku merasa dia adalah Mr.Right bagiku.Lagi-lagi aku dicampakkan oleh laki-laki.”Huah dasar semua laki-laki BRENGSEK!!Biarkan aku menjadi lesbi saja kalau begitu!!!”Aku memukul batang pohon hingga rubuh.

“Mama..kakak itu kuat sekali.”Anak kecil itu menunjuk ke arahku dengan wajah kagum.

“Jangan anakku..berbahaya.”Ibunya langsung menggandeng anaknya berlari menjauh dengan muka ketakutan.Aku lupa kalau aku sedang berada di taman kota.Orang-orang memandangiku dengan muka pucat pasi seperti aku ini adalah binatang buas yang lepas dari kebun binatang.

“Hei!!Apa yamg kamu lakukan dengan pohon malang itu!.”Gulp…seorang penjaga taman berlari menghampiriku dengan muka geram.Aduh….gawat harusnya aku bisa mengontrol emosiku.Sekarang yang bisa kulakukan adalah………Kaburrrrrrr.

#####

“Bwahahahahahahahaha…………”Dana sahabatku tertawa hingga air matanya menetes.Aku merengut kesal.Harusnya dia kan ikut sedih mendengar aku dicampakkan.

“Huh…kau ini menyebalkan!Harusnya kamu kan menghiburku bukan menertawaiku.”Aku melempar jitakan ke arahnya.

“Hihihihi…maaf Risa habis bagianmu yang merubuhkan pohon itu lucu banget sih.”Dana berusaha menghentikan tawanya,meski belum seratus persen berhasil.Aku masih bisa mendengar suara cekikikannya.

“Ini sudah ke dua belas kali aku diputuskan mantan-mantanku.Kukira Viki adalah pelabuhan terakhir untukku.”Aku mulai mendramatisir kalimatku.Dana yang sudah berhasil mengontrol dirinya,memandangiku dengan wajah prihatin.

“Sudahlah Risa…”Ah,dia pasti ingin menghiburku agar aku tidak berlarut-larut dalam kesedihan.Dana kamu memang sahabatku yang terbaik.

“..Lebih baik kita ke kantin.Laperrr nih.”Rengek Dana sambil memegangi perutnya.Geez…kukira dia mengkhwatirkan aku ternyata dia lebih mementingkan urusan perutnya.Kutarik semua kata-kata manisku tadi.

####

 

Akhirnya bujuk rayu Dana berhasil mempengaruhiku.Kami berjalan menuju kantin sekolah.Dana memesan semangkuk soto sedangkan aku hanya ngemil dua piring batagor *buset ngemil aja porsinya segitu*

“Ah..jangan sedih begitu.Kan masih ada banyak cowok lain.”Hibur Dana sambil melahap sotonya dengan khidmat.

“Kau lupa ya?Aku ini adalah gadis dengan dua belas kisah cinta yang semuanya berakhir menyedihkan.”

“Ah..kan masih ada kesempatan ketigabelas.”Sela Dana enteng.

“Tidak tahu ah…”Aku memutar bola mataku.Dana masih santai melahap semua sotonya hingga tidak bersisa,dia meminum air jeruknya.Aku menatap Dana,tiba-tiba sebuah perkataan bodoh meluncur keluar dari bibirku.

“Hei bagaimana jika kita menjadi pasangan lesbi saja.”

“Hmmmprrh.”Dana memuncratkan air jeruknya tepat di wajahku.Aku tahu itu konyol tapi Dia kan tidak perlu menyemprot mukaku dengan air jeruk.

“Terimakasih,ini yang aku butuhkan.”Sindirku sambil menghapus sisa air jeruk dari wajahku.Dana sama sekali tidak menghiraukan sindiranku.

“Kau serius!!?Ayo cepat kita ke ruang BK.Kamu benar-benar butuh konsultasi!”Reaksi Dana benar-benar diluar dugaanku.Sorot matanya memperlihatkan kalau dia sangat takut sekaligus khawatir.

“Just kiddin Babe…kenapa kau menaggapinya dengan serius begitu?”Aku berusaha menenangkan Dana.Tapi dia semakin ketakutan.

“Risa kau panggil aku Babe?KAU KAN TIDAK PERNAH MEMANGGILKU SEPERTI ITU!YA ALLAH RISA NYEBUT..NYEBUT..”Seru Dana panic.Anak-anak yang lain langsung melirik ke meja kami.Bahkan sempat kulihat Ami tukang gossip di kampus kami naik ke atas kursinya untuk melihat lebih jelas.Bagus…Dana kau berhasil membuat heboh satu kampus!Aku harus bertindak sebelum dia mulai mengoceh lagi.Aku mulai membekap mulutnya dan menyeret Dana menerobos kerumunan anak-anak lain.Aku memilih kamar mandi yang sudah rusak dengan alasan tidak akan ada orang yang menatap kami dengan muka penasaran.

“Ris…jangan Ris.Aku masih normal.”Dana merintih ketakutan.Memang apa yang akan kulakukan?memperkosanya?

“Dana..aku Cuma bercanda tahu!!”Aku mengusap keningku,rasanya kepalaku ini hampir pecah.Dana masih menatapku dengan muka tidak percaya.

“Benarkah?”Tanyanya terbata-bata.Aku mengangguk pelan,sampai kapan dia melihatku seperti itu.Akhirnya setelah beberapa menit Dana menyimpulkan bahwa aku tidak berbohong.Ya!beberapa menit setelah dia meneliti semua gerak-gerik tubuhku.

“Ah..maafkan aku Risa.Kukira kamu serius,habis wajahmu terlihat saking putus asanya gitu sih.”Dana senyam-senyum dengan polosnya.

“Huh..enak saja.”Aku menjitak kepalanya sekuat tenaga,jitakan ini tidak seberapa daripada rasa malu yang kudapat tadi.Dasar Dana bodohhhh…

####

 

Aku mengelap keningku yang mulai berkeringat.Aduh..kenapa matahari bersinar terik sekali sih!aku merasa kesal karena semua rencana hari Mingguku yang indah dan damai ini dirusak oleh ibuku sendiri.Huh ibu tega sekali menyuruhku belanja di siang hari begini,kan bukan aku saja yang menghabiskan persediaan susu dan roti di rumah.Masih ada kak Bian yang mengesalkan itu!

Aku menendang sebuah kaleng kosong di depanku dengan sekuat tenaga.Kaleng itu terpental jauh dan membentur tembok sebelum akhirnya jatuh tepat di tong sampah.

Aku sendiri terpana kaget dan berteriak histeris melihat kaleng itu masuk tepat ke tong sampah.Kalau begini sih aku bisa menyaingi Ronaldo dengan tendangan pisangku.Aku terkikik geli sendiri.

++Bonamanamananananboonboon++#Nadanya Bonamana!#

Tepat sekali di depanku melintas tukang es krim.Aku langsung berlari menghadang dengan tatapan memelas.Tukang es krim itu langsung menghentikan gerobaknya secara tiba-tiba,kaget kali melihat aku yang begitu cantik hihihihi….

“Bang..beli.”Aku membuka tutup pendingin es dengan perasaan riang gembira.Hmmm…es krim rasa coklat atau rasa jeruk ya?benar-benar pilihan yang sulit.Akhirnya setelah 30 menit berlalu diiringi dengan gumaman jengkel abang tukang es krim akhirnya aku memIlih rasa coklat.Tanganku sudah hampir mencapai es krim coklat terakhir ketika sebuah tangan dengan seenak udelnya menyerobot es krimku.

“OIII…”Aku berteriak kesal memutar tubuhku untuk melihat pemilik tangan sialan itu.Gulp….aku terpana,apakah aku bermimpi?aku melihat wajah idolaku,Lee Donghae ada di depan mataku dengan mengenggam es krim coklat bermasalah itu.Donghae ya Lee Donghae Super Junior. “Do..Do..Doremifasol eh salah!Donghae..GYAAAA!!”Aku berteriak kencang sekali sampai Donghae dan abang tukang es krim terjerembap karena kaget.

“Ya ampun..maaf buat kamu kaget.”Aku menolong Donghae berdiri,abang es krimnya sih aku biarin aja..hehehehe.Si abang berdiri dan menarik gerobaknya pergi menjauh dengan kata-kata makian.I don’t Care..e…e..e..*2ne1 mode on*

Donghae membersihkan debu yang menempel di celana pendeknya.Dia menatapku bingung.Akh dasar Risa bodoh!tentu saja dia nggak ngerti bahasa Indonesia,waduh mana pengetahuan bahasa koreaku sekecil upil lagi.

“Mianhae…Risa imnida”Aku tersenyum muaness sekali.Donghae mengangkat alisnya kemudian dia tertawa terbahak-bahak.

“MMuahahahahaha..”Senyumnya mengalihkan duniaku,Aku senyam-senyum meski mungkin aku dikira badut sama Donghae.

25 menit berlalu dan si Donghae masih tertawa hingga air menetes keluar dari ujung matanya.Aku tetep cuek aja bahkan menikmati cara dia tertawa.Goat..dia cakep sekali.

“Hhmph.Risa…kau bener-bener ga inget aku?”Donghae berusaha meredam tawanya,matanya yang coklat menatap lembut ke arahku.Tunggu…Donghae ngomong bahasa Indonesia dan dia tahu namaku??What The Hell??

“Oppa kau bisa bahasa Indonesia?D..d..dan kau tahu namaku?”Aku terpana tidak percaya.Akh mungkin aku salah dengar..ya mana mungkin Donghae kenal denganku.

“Sepertinya kau memang lupa padaku..Dasar babo!!Padahal selama ini aku menunggumu terus tahu.”Donghae mengacak-acak rambutku.Senang sih..tapi aku semakin bingung dengan semua ini.

####

 

Ternyata oh ternyata…believe it or not Donghae itu adalah tetangga masa kecilku kira-kira waktu aku berumur 8 tahun.Dia itu adalah orang korea yang waktu kecilnya itu Nomaden alias hidup berpindah-pindah dari negeri Jepang,London,Indonesia dan kembali ke Korea soalnya babenya Donghae itu adalah Duta besar Korea..Pantess,tapi kok aku bisa lupa kalau aku punya teman masa kecil member Super Junior?Meskipun otakku itu cuma seperempat otak Einstein,nggak mungkin juga kan aku lupa dengan wajah seimut Donghae ini,Hmmm..setelah berusaha menggali memori masa kecil ternyata aku benar-benar nggak ingat apapun ketika umurku 8 tahun.Ah…emang gue pikirin!yang penting aku bisa deket dengan Donghae….hehehhe.

“Waktu itu kita berdua deket banget lho.Sampai dikira anak-anak yang lain kalau kita pacaran.”Donghae tertawa kecil mengingat masa lalu.Aku ikut tertawa agak dipaksakan sih memang,kan aku amnesia dengan kejadian waktu aku dekat dengan Donghae.

Ðonghae Sshi..”Aku memanggil namanya.

“Panggil aku Oppa,kan aku lebih tua 4 tahun darimu.”

“Hehehe…iya deh Oppa.Sorry-sorry nih aku mesti pulang dulu,takut ibuku bakal ngamuk.”Aku mengucapokan kalimat itu dengan nada kecewa,meski aku ingin terus bersama dengan idolaku ini tapi ibuku yang sudah marah ini lebih menakutkan bagiku.

“Ah..maaf aku sudah menahanmu ya?”Tanya Donghae,kubalas dengan gelengan kepala sekuat tenaga.

“Bagaimana jika aku mengantarkanmu pulang?Lagipula aku juga ingin mengucapkan salam dengan tante Dewi dan kak Bian”Ucapan Donghae lagi-lagi membuat aku terkejut.Tapi ya wajar-wajar saja sih dia kan dulu tetanggaku,tentu saja dia kenal dengan ibu dan kak Bian.

“Kita naik apa,Oppa?”Duh aku masih awkward mengucapkan panggilan ‘oppa’ ini.Kalau bintang sekelas Donghae sih udah pasti naiknya mobil mercy atau paling nggak motor gede gitu,pasti asyik kalau di boncengin Donghae,bisa meluk pinggangnya.Kikikikik….

“Naek Bajai.”Jawab Donghae nyengir.Hancur sudah mimpiku..uhuhuhuhu T_T

####

Aku pulang.”Aku melepas sandalku dan memasuki rumah diikuti Donghae.

“Ya..ampun Risa,lama amat sih.Mampir kemana aja kamu?”Ibuku berdiri menyambutku dengan berkacak pinggang.Tuh kan bawel banget.

“Maaf tante,saya yang menahan Risa tadi.”Donghae muncul dari belakang,membelaku.Ibu menaikkan alisnya dan kemudian senyum merekah di wajahnya.

“Donghae!!”Ibu berlari dan memeluk Donghae.Sial aku didahului ibuku sendiri,aku bahkan belum sempat memeluk Donghae.

“Apa kabar tante?”

“Baik.Sudah lama sekali tante tidak bertemu denganmu.Tambah cakep aja.”Ibu melepas pelukan dan mengamati wajah Donghae lekat-lekat.Tentu aja cakep…dasar ibuku ini memang nggak terlalu doyan sama K-POP,lebih hobi dengerin ST12 *sigh*

“Ribut amat sih!”Kak Bian keluar dari kamarnya,pake kaos kolor sambil garuk-garuk pantat.Hyaah….

“Kak..”Aku memelototinya dan memberikan sinyal agar dia masuk ke kamar aja.Aduh malu-maluin deh.

“Halo kak.”

“Donghae!!”Tunjuk kak Bian dengan wajah terkejut.

“Apa kabar Bro..uda lama kita ga ketemu.”Kak Bian menepuk pundak Donghae.

“Baik kak.”

“Udah..udah ayo masuk,kita bicara di dalam aja.”Ibuku mendorong tubuh Donghae dengan wajah riang gembira.

Akhirnya kita semua berkumpul di ruang keluarga dan bertbincang-bincang.Rasanya aku sudah diasingkan,habis mereka cerita-cerita ketika Donghae ada di Indonesia..hanya aku yang nggak ingat,uhuhuhuhu..T.T malang nian nasipku.Aku hanya bengong dan menjadi pendengar setia ketika mereka heboh cerita.Donghae melirikku.

“Oh iya tante…ketika tadi aku menyapa Risa,dia nggak ingat aku.Menyebalkan!!” Donghae pura-pura marah.Ibu melirikku kemudian ganti melirik kak Bian.Aku menatap ibuku dengan muka penasaran ingin mengetahuinya juga.Ibu tersenyum.

“Ketika kau kembali ke Korea,Risa menangis semalam suntuk hingga dia terkena demam parah sekali,kami semua jadi khawatir dan membawanya ke rumah sakit,setelah satu minggu dirawat Berangsur-angsur Risa sembuh,tetapi anehnya dia sama sekali nggak ingat memori ketika kau bersamanya,dokter akhirnya menscan otak Risa dan tidak ada yang aneh.”

“Dokter bilang mungkin Risa hanya amnesia terhadap hal-hal yang membuatnya merasa sangat sedih.”Kata Kak Bian melanjutkan.Mereka semua menatapku,entahlah aku hanya bisa terngaga mengetahuinya.Tiba-tiba kurasakan genggaman tangan.Aku menoleh kearah Donghae.

“Tidak apa-apa.Akan kubantu Risa mengingatnya,”Dia meremas tanganku dengan lembut,menjalarkan rasa nyaman di sekujur tubuhku,mukaku terasa panas.

“Wah..Risa mukamu merah sekali.Huauahahahaha.”Kak Bian tertawa genit.

“Huh bilang saja kak Bian iri.”Aku menjulurkan lidahku,meski sangat malu tapi aku tetap tidak melepas tangan Donghae.

Kak Bian,Ibu dan Donghae tertawa melihat raut mukaku yang malu-malu tapi mau.”

####

 

“Hah!!Donghae Super Junior adalah teman masa kecilmu!!”Teriak Dana terkejut setelah mendengar ceritaku.

“SStttt…jangan teriak-teriak.”Aku mencubit lengannya,bisa gempar Indonesia raya kalau ELF Indonesia tahu kalau Donghae ada disini.

“Jadi donghae sekarang ada di rumahmu?”Tanya Dana berbisik.Aku menggeleng.

“Ibu juga sudah memaksa agar Donghae menginap,tapi sepertinya Donghae kesini bersama beberapa member Super Junior,dia tidak mau membuat mereka khawatir.

“Be…be…berarti Teukie oppa ikut juga dong?”

“Tau deh…nanti Oppa mau menjemputku dan mau mengenalkan aku dengan member lainnya.”

“Kerenn!!Aku ikut dong..aduh sungguh beruntung mempunyai sahabat sepertimu.” Dana menatapku dengan muka terkagum-kagum.Aku senyam-senyum najong,baru kali ini Dana memujiku seperti itu.

“Nanti aku bilang oppa deh mau ngajak kamu.”

“Ohhh..Risa Saranghae..Risa daebak.”Dana memelukku sekuat tenaga, hampir aja aku pingsan karena kekurangan oksigen.

ps:Ini fanfic pertamaku disini…mohon maaf jika ada kesalahan dalam pengepost-an

Jangan lupa koment dan kalau banyak yang suka akan segera kupost selanjutnya..

Gomawoo

 

 

Advertisements

20 responses to “Shake it Up 1 of 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s