[Oneshot] Story After We Married

 

Title              : Story After We Married

Author           : Ade Himas Rostantie aka 4M_yongsoo

Cast              :

  • Yong Junhyung

  • Kim Hyuna

Genre            : Romance and… errr Comedy *maybe*

Length           : Oneshot

Rating : PG-15

Images : Junhyung as in SOOM era and Hyuna as in WHY era

Disclaimer : Junhyung is MINE, the PLOT is MINE, and Hyuna is MINE too XDDD~

Backsound : Sweet Suga Honey! – 4Minute


***

Hei, aku Kim Hyuna. Tapi sekarang aku sudah menjadi nyonya Yong. Umurku 19 tahun. Bagi sebagian orang, menikah di masa muda merupakan hal yang menyenangkan karena biaya hidup kita sudah ditanggung oleh suami kita. Tapi bagi ku, menikah muda adalah hal yang menyusahkan. Mulai dari kehilangan masa muda kita, mengurus rumah tangga, dan mengurus anak kita nanti. Aku menikah saat umur ku 18 tahun. Ya! Aku dijodohkan oleh kedua orang tua ku. Aku sudah bilang aku tidak ingin menikah muda. Aku masih ingin lulus SMA, kuliah, dan kerja, lalu baru menikah. Itu juga aku tidak mau dijodoh-jodohkan, aku ingin mencari calon suami ku sendiri. Ya~~ ku akui, pria yang dijodohkan dengan ku itu tampan, tajir, seleb pula. Dia salah satu member boyband terkenal di Seoul. Kalian tahu siapa dia ? ya~ dialah Yong Junhyung. Wanita manapun pasti tidak akan menolak jika dijodohkan dengannya, kecuali aku. Aku tidak suka acara perjodohan seperti ini. Hey, ini jaman modern, masih adakah yang menggunakan teknik perjodohan seperti ini, kecuali orang tua ku. Semata-mata ini ku lakukan agar orang tua ku bangga padaku. Untungnya tahun ini aku akan segera lulus dari SMA, kalau tidak, bisa gawat aku ke sekolah bawa-bawa perut besar ku kalau aku hamil -_-. Tapi aku benar-benar heran, sudah setahun aku dengannya, tapi aku tak kunjung hamil. Yah~ mungkin karena memang belum waktunya aku hamil, kekekeke~

Setelah kami menikah, orangtua Junhyung membelikan kami sebuah rumah, tidak terlalu besar sih, tapi nyaman untuk ditempati.

Sekarang aku kuliah semester 1 dan dia masih tetap bersama grupnya itu. Terkadang dia sangat tidak peduli terhadap ku. Coba kalian bayangkan, apa salah mengantar istrinya ke kampus saat ia juga hendak pergi bekerja ?? Menurutku, dia itu namja paliiiiingg menyebalkan yang pernah ku temui, ishh~~

***

Beberapa bulan kemudian saat aku akan menginjak semester 2, aku hamil! Semua berawal saat…

Kami sedang makan malam saat itu. Tiba-tiba perutku terasa mual. Aku pikir, mungkin aku telat makan siang tadi, jadi sekarang terasa mual.

“ Hooeeeeekkk~~~ ”

“ Hei~ kau tidak apa-apa kan ?? ” tanya Junhyung.

“ Tidak. Aku hanya … hoeeekkk~ ” Hyuna membalas seraya berlari ke kamar mandi. Disana, akhirnya dia memuntahkan yang sedari tadi ia tahan.

“ Hoekk… Hoekkk… ”

“ Hei… Hei… kau ini kenapa ?? jangan membuat ku panik!! ” kata Junhyung yang mengikuti Hyuna ke kamar mandi dan lalu memijat-mijat pundak istrinya.

“ Tidak.. tidak.. aku tidak apa-apa. Hoeeekk~ ”

“ Tidak apa-apa bagaimana ?! jelas daritadi kau muntah terus !! bagaimana bisa disebut tidak apa-apa ???!!! ” omel Junhyung.

“ Aku juga tidak tahu kenapa bisa jadi kaya gini !! “ balas Hyuna.

“ Baiklah, sekarang ayo kita ke kamar. Ku rasa kau butuh istirahat “ kata Junhyung menuntun Hyuna masuk ke dalam kamar.

“ Nah~ kau tunggu dulu di sini… aku akan membuatkan mu teh hangat dan juga memanggilkan mu dokter “ kata Junhyung.

Satu hal yang aku suka darinya, dia itu perhatian. Makanya walaupun aku tidak suka di jodohkan, tapi aku sangat berterimakasih telah di jodohkan dengan pria seperti dia, walaupun terkadang menyebalkan juga sih -_-

“ Nih ! kau minumlah ini dulu, supaya perut mu hangat “ kata Junhyung menyodorkan segelas teh hangat.

“ Sebentar lagi dokter akan datang “ lanjut Junhyung.

“ Sebaiknya kau tidur saja dulu sambil menunggu dokter datang. Aku akan membereskan meja makan “ katanya lagi.

Satu lagi. Selain perhatian, dia juga rajin. Terkadang, jika aku pulang malam, dia akan membereskan rumah juga memasakkan makan malam. Yah~ walaupun rasanya agak sedikit hambar kalau dia yang memasak -_-

***

“ Selamat !! Istri anda hamil dan anda akan segera di karuniai anak “ kata sang dokter.

“ What ?? Hamil ?? “ kaget Junhyung.

“ Ya. Sekali lagi selamat. Dan kalau begitu, saya pamit dulu “ kata si dokter lagi.

“ Ya. Terimakasih dok! “ balas Junhyung.

“ Hei! Kau bermain dengan laki-laki lain ya?!! “ Junhyung langsung mengintrogasi Hyuna -_-

“ Apa maksudmu ?? Aku tidak pernah bermain dengan laki-laki lain selain kau tentunya “ balas Hyuna.

“ Lalu, anak siapa itu yang ada dalam perut mu ??? “ kata Junhyung seraya menunjuk perut istrinya, seperti seorang anak yang sedang menunjuk balon agar dibelikan oleh ibunya.

“ Ya tentu saja anak mu lah, BODOH!! “ jawab Hyuna.

Kalian pasti mengira seorang artis itu pintar, benarkan?? Tapi julukan itu tidak untuk Junhyung yang notabene seorang artis papan atas. Pola berpikirnya itu loh, masih seperti anak kecil. Dia berbicara, tapi tidak dipikir dulu apa yang mau dibicarakan. Dengan kata lain, dia itu ceplas-ceplos, blak-blakan, atau apalah namanya. Tadi saja buktinya, dia telah menuduhku tidur dengan lelaki lain. Padahal aku tidak melakukan itu. Aku sadar sekarang aku sudah punya suami, jadi tidak mungkin aku melakukan hal bejat seperti itu.

“ Be… benarkah itu anakku ??! “ tanya Junhyung.

“ Ya tentu saja! Kalau bukan anak mu lalu anak siapa lagi ?? “

“ Aku.. aku akan menjadi ayah sebentar lagi ?? “

“ Ya~ “

“ Kapan anak itu akan lahir ?? “ Tuh kan, dia itu benar-benar bertingkah laku seperti anak kecil. Masa hal seperti ini saja masih ditanyakan kepada ku -_-

“ Hei! Kau tidak pernah belajar ya ?? Kalau embrio di dalam rahim ibu itu akan bertahan selama 9 bulan. Dan kalau nanti sudah waktunya, anak ini juga akan keluar “ jelas Hyuna. Tapi aku juga tidak tahan jika melihat wajahnya kalau dia sedang bertingkah laku seperti anak kecil. Rasanya ingin tertawa. Lucu sekali O(>_<)O

“ Ya sudahlah, kalau begitu kau tidur saja. Aku juga mau tidur “ katanya. Yah~ walaupun kami tinggal serumah, tapi kami belum pernah lagi yang namanya tidur satu kamar, errrr kecuali malam itu.

Well now, setelah aku dinyatakan hamil oleh dokter, dia menjadi sangat perhatian. Mengantar-jemput ku ke kampus. Menyuruh ku makan tepat waktu. Dan dia memastikan makanan yang aku makan harus bergizi. Tidak lupa menyuruh ku meminum susu hamil setiap harinya, terkadang kalau aku lupa, dia akan membuatkannya untuk ku. Dan dia juga selalu menunggu ku hingga tertidur di dalam kamar.

7 bulan kemudian,

Perut ku sudah mulai membesar, dan dua bulan lagi aku akan segera melahirkan. Dan orangtua kami berdua benar-benar tidak sabar akan kelahiran cucu pertamanya. Dan dia, Junhyung, tambah sangat perhatian terhadap ku. Dia tidak memperbolehkan ku masuk kuliah selama beberapa bulan ini, jadi aku mengambil cuti kuliah ku selama beberapa bulan.

9 bulan. Inilah waktu yang ditunggu-tunggu. Aku akan melahirkan anak ini. Dan Junhyung sendiri sepertinya sudah tidak sabar ingin segera menggendong anaknya.

“ Aduuuh~ “ rintih Hyuna sambil memegangi perutnya.

“ Kau kenapa? “ tanya Junhyung.

“ Perut ku sakit sekali… Sepertinya aku akan segera melahirkan, AAAA~ “

“ Baiklah, baiklah. Ayo kita ke rumah sakit. Aku akan siapkan mobil dulu “

Rumah sakit,

Aku dibawa ke suatu ruang. Aku tidak tau itu ruang ICU atau apa, yang jelas aku akan melahirkan di ruangan itu, maybe. Sedangkan Junhyung sendiri masih mengikuti suster yang membawa ku ke ruangan itu. Aku pun memegang tangannya, erat sekali.

“ Aku takut “ sahut Hyuna dengan suara pelan, malah hampir tidak bersuara sama sekali, tapi Junhyung masih bisa mendengar perkataannya istrinya itu.

“ Tenanglah~ semua akan berjalan dengan baik “ kata Junhyung menenangkan sambil mengusap-usap rambut Hyuna agar Hyuna tenang.

“ Maaf Tuan! Anda harus menunggu di luar “ kata suster.

“ Tapi, apakah saya tidak boleh menemani istri saya ?! “

“ Istri Anda akan ditangani oleh dokter, tidak usah khawatir J “ jawab si suster seraya tersenyum, lalu menutup pintu ruangan tersebut.

***

“ Jun, bagaimana ?? “ satu persatu orang tua mereka datang.

“ Mereka masih menanganinya “ balas Junhyung menunduk seraya berdoa berharap agar istri dan anaknya akan baik-baik saja.

“ Tenang nak, semua akan berjalan sesuai dengan jalurnya. Kita hanya bisa mendo’akan Hyuna juga anak mu selamat. Kita harus memberi dukungan untuk Hyuna agar dia bisa terus berjuang :’) “ nasihat ayah Junhyung.

***

1 jam kemudian, dokter pun keluar dari ruang persalinan.

“ Bagaimana keadaan istri saya dok ?? dan anak saya juga tentunya ? “ Junhyung berdiri dari duduknya dan langsung memberi dokter itu sebuah pertanyaan.

“ Anak dan istri anda sehat. Anda boleh melihatnya jika istri anda sudah di pindah ke ruang rawatnya. Terimakasih, permisi “ jelas dokter yang baru saja menangani persalinan Hyuna.

***

“ Ya ampun~~ cucu kita lucu sekali. Ayah!  Lihatlah dia! Wajahnya benar-benar mirip seperti Hyuna dan bibirnya, benar-benar mirip seperti Junhyung “ orangtua Hyuna dan Junhyung ribut sendiri akan kehadiran cucu pertama mereka. Sedangkan Junhyung, dia masih setia menunggu Hyuna terbangun.

“ Ya! Akhirnya kau bangun juga “ sahut Junhyung lega.

“ Mana dia ??! “ tanya Hyuna lemah.

“ Dia siapa ?? “ kata Junhyung yang sepertinya mulai telmi *AGAIN??!!* -____-

“ Ya tentu saja anakku. Dimana dia ?? “ tanya Hyuna untuk yang kedua kalinya.

“ Oh~ dia sedang bersama appa (ayah) dan umma (ibu). Anak kita laki-laki. Dan kata mereka, anak kita benar-benar mirip dengan mu, dan bibirnya juga mirip dengan bibir ku :3 “ jelas Junhyung.

“ Hua~ benarkah ?! Bisakah kau membawanya ke sini ? Aku inging melihatnya “ pinta Hyuna dan Junhyung hanya membalasnya dengan anggukan.

***

Semenjak itu, Hyuna benar-benar cuti dari kuliahnya selama beberapa bulan untuk mengurus anaknya. Begitu juga dengan Junhyung, dia tidak lagi pulang larut malam. Dia selalu pulang tepat jam 6 sore.

“ Kau mau anak kita dikasih nama siapa ?? “ tanya Junhyung sambil menggendong anaknya ketika Hyuna sedang menyiapkan makan malam. Hyuna berpikir sejenak.

“ Bagaimana kalau Daniel Yong ?? “ usul Hyuna.

“ Errr tapi kita bahkan tidak mempunyai saudara maupun darah kebarat-baratan. Em.. Yong Sunghwan !! bagaimana ?? “ kali ini Junhyung yang mengusulkan.

“ Ahh~ itu juga bagus !! “ Hyuna menyetujui.

“ Ya~ hwannie.. kenapa kau begitu lucu sih :3 ?? “ Junhyung berbicara pada anaknya sendiri.

“ Lucunya kan dari ku.. kau saja yang baru menyadarinya.. “ sanggah Hyuna.

“ YA! Bagiku masih lucu juga anakku dibanding kau! “ kata Junhyung yang tidak mau kalah.

“ Dia anakku! Bukan anak mu! “ sergah Hyuna.

“ Tapi dia darah daging ku, jadi dia anakku!! “ lagi-lagi Junhyung mengeluarkan argumentnya.

“ Dan ingat, Junhyung !! Aku yang melahirkannya, jadi sudah pasti dia anakku !! “ dan Hyuna pun sama. Mereka sama-sama mengeluarkan argument mereka masing-masing, tidak mau kalah satu sama lain. Dan alhasil, terjadilah pertengkaran suami-istri yang memperebutkan anaknya -_-′

***

Tengah Malam,

“ Oee~ Oeeee~~ “

“ YA, JUNHYUNG !! uruslah dia… “ suruh Hyuna pada Junhyung yang tidur di sebelahnya, sambil tetap memejamkan mata.

“ Ya~ kenapa tidak kau saja ??? “ balas Junhyung.

“ Kau bilang kau ayahnya ?! jadi cepat urus dia !! “

“ Dan kau bilang, kau ibunya. Yang melahirkannya. Jadi uruslah anakmu !! “

“ Aissh~! “ desis Hyuna. Lalu dia pun memaksakan dirinya untuk bangun dari tempat tidur, lalu berjalan dengan malas kearah ranjang anaknya. Digendongnya Sunghwan dan lalu berjalan kembali kearah tempat tidurnya, menyusuinya.

“ Oee~ oeee~ oeeeeee…… “ sudah hampir 20 menit Sunghwan menangis terus.

“ YA! Hyuna!! Bisa tidak sih kau mengurus anak?? Beri dia ASI !! “ sahut Junhyung masih sambil memejamkan matanya, sepertinya dia sangat terganggu.

“ YA!! Aku juga sedang menyusuinya, Bodoh!! Tapi dia tetap saja menangis daritadi!! Cup.. cup.. cup.. Sunghwannie~ ini sudah malam, jadi kau jangan menangis terus yah.. Kau cukup meminum asi dan kembali tidur. Mudah kan ?? “ kata Hyuna pada Junhyung juga Sunghwan. Tapi bukannya berhenti, tangisan Sunghwan malah bertambah kencang.

“ Astagaa~! Aku bisa gila jika setiap malam seperti ini. Berikan dia padaku !! “ kata Junhyung.

“ Mau kau apakan dia ?? “ Hyuna berdiri dari duduknya. Junhyung membuka pintu kamar. “ Aku akan menaruhnya di kamar sebelah supaya aku bisa tidur nyenyak !! “ jawab Junhyung polos sepolos bayi, bahkan lebih polos dari anaknya O_O

“ MICHEOSSEO (KAU GILA!!) !! Kau itu sebenarnya ayahnya atau bukan sih ?? “ kata Hyuna dengan sedikit nada tinggi sambil menoyor kepala suaminya *istri kurang ajar lol*

“ Tentu saja aku ayahnya “ jawab Junhyung.

“ Lalu apa yang akan kau lakukan ?? “ tanya Hyuna.

“ Tentu saja aku akan menjauhkannya dari ku, supaya aku bisa tidur “ jawabnya lagi.

“ ASTAGA !! Ayah macam apa kau ??? Paling tidak kau harus bisa mengurus anak mu sendiri. berikan dia pada ku !! “ Hyuna lalu mengambil anaknya dari gendongan Junhyung.

“ Astaga !! “ pekik Hyuna saat setelah anaknya sudah ada dalam gendongannya.

“ Why ?? “ tanya Junhyung.

“ Badannya panas sekali.. Dia demam. Pantas saja nangisnya tidak berhenti-berhenti daritadi.. Aigooo~ bagaimana ini ???! “ Hyuna panik. Dia masih belum terbiasa dengan keadaan seperti ini.

“ YA, YONG JUNHYUNG !! kau jangan diam saja disitu “ kata Hyuna saat melihat Junhyung masih diam tak bergeming di depan pintu.

“ Lalu apa yang harus aku lakukan ?? “ lagi-lagi Junhyung bertanya dengan innocent -___-‘

“ Sudah jelas kan, harusnya kau panggil dokter “ jawab Hyuna, sedikit kesal errrrrr. Segera saja Junhyung mengambil hapenya dan langsung menelpon dokter. Tapi sayangnya, dokter itu tidak bisa dihubungi.

“ Aissh~!!!! “ desis Junhyung.

“ Waeyoo ?? “ tanya Hyuna.

“ Dokternya tidak bisa dihubungi. Bagaimana ini ??? “ kali ini gantian Junhyung yang panik.

“ Sudah cepat sana kau siapkan mobil. Kita ke rumah sakit sekarang “ suruh Hyuna.

“ Sekarang ? Tapi ini sudah tengah malam “ errrr Junhyung mengeluh.

“ Kau mau Sunghwan bertambah parah ??? “

“ Tentu saja tidak !! “ jawabnya.

“ Ya makanya, sekarang cepat kerjakan yang aku suruh “ perintah Hyuna.

“ Geuraeyoo.. (baiklah) “ jawabnya cepat.

Esok paginya,

“ Pagiii~~ bagaimana keadaannya ?? “ tanya Junhyung keteika masuk ke kamar rawat anaknya.

“ Eh? Aku kira siapa..  sudah cukup baik dari kemarin. Kau tidak kerja ??? “ tanya Hyuna.

“ Jadwal ku hari ini nanti sore. Jadi aku akan berangkat siang nanti. Dan Hyuna-ah~ 2 hari ini aku ada show di Tokyo. Tak apa kan bila kutinggal ??? “ Junhyung meminta persetujuan.

“ Kalau itu memang pekerjaan mu, jalankan saja “ kata Hyuna menyetujui.

“ Emm~ baiklah.. kau sudah sarapan ?? “ tanya Junhyung. Hyuna menggeleng.

“ Baiklah aku akan membelikan mu makanan “ katanya seraya keluar dari kamar rawat.

2 hari kemudian,

“ Aku pulang… “ teriak Junhyung saat kembali dari Tokyo.

“ …. “ tidak ada jawaban.

“ Hyuna, kau ada di rumah kan? “ seru Junhyung lagi.

“ …. “ namun masih tetap tidak ada jawaban.

“ Ah.. mungkin dia dikamar.. “ gumamnya. Lalu dia bergegas kekamarnya. Tapi, yang dia lihat hanya anaknya yang sedang tertidur pulas.

“ Aigooo~ dia meninggalkan Sunghwan sendirian di rumah ?!!! kemana sih dia ?? “ gumam Junhyung X_x

CEKREK (?), suara pintu terbuka. “ Ah.. jangan-jangan itu dia.. “

“ Kau ini kemana saja sih ? meninggalkan Sunghwan sendirian di rumah. Bagaimana kalau ada apa-apa dengan Sunghwan ??! “ Junhyung ‘sedikit’ mengomel.

“ Oh, kau sudah pulang ?? aku kira kau pulang malam, jadi aku ke supermarket sebentar untuk membeli bahan makanan.. “ jawab Hyuna lemah, bahkan Junhyung sendiri hampir tidak mendengar suara istrinya itu.

“ Hei, kau pucat!! “ Junhyung mendekati Hyuna, dan menempelkan punggung tangannya di dahi istrinya.

“ Astaga! Badan mu panas sekali. Kenapa kau tidak bilang pada ku kalau kau sakit? Kalau begitu kan aku bisa pulang cepat “ kata Junhyung.

“ Apa-apaan sih kau ini? Siapa bilang aku sakit? Aku baik-baik saja hhh~ “ jawab Hyuna dengan badan yang sedikit gemetar.

“ Sudahlah, minggir!! Aku ingin masak makanan untuk malam ini “ kata Hyuna lagi.

“ Tidak dengan memasak. Lebih baik kau istirahat saja sekarang. Aku yang akan memasak makan malam “ perintah Junhyung.

“ Sudah ku bilang aku baik-baik saja. Kau ini sudah seperti ibuku saja!!! “ balas Hyuna.

“ HYUNA!! Aku ini suami mu, sudah sewajarnya jika aku mengkhawatirkan mu. Sekarang turuti kata-kata ku. Kau istirahat, biar aku yang menyiapkan makan malam “  Junhyung sedikit membentak. Hyuna tersentak, dia ingin membalas perkataan Junhyung, tapi tatapan Junhyung membuatnya untuk mengurungkan niatnya. Dan akhirnya, dia pun masuk ke kamarnya.

“ Hhh~ “ Junhyung menghela nafas.

Keesokan paginya,

Junhyung terbangun. Dia langsung memeriksa keadaan istrinya. “ Masih sama seperti semalam.. Apa perlu ke dokter? “ gumamnya.

Tidak lama, Hyuna juga terbangun. “ Ehm jam berapa ini?? “ tanyanya.

“ jam 7 “ jawab Junhyung.

“ Astaga~ kenapa kau tidak membangunkan ku. Aku kan belum menyiapkan sarapan untuk mu “ pekik Hyuna seraya beranjak dari kasur.

“ Eitts.. Kau tidak boleh kemana-mana dulu. Aku yang akan menyiapkan sarapan. Lagipula, aku tidak masuk kerja hari ini. Jadi lebih baik, kau kembali berbaring lagi “ Junhyung menarik kembali Hyuna untuk berbaring.

“ Benar tidak apa-apa? Aku takut kamu capek “ kata Hyuna.

“ Sudah tenang saja.. Aku tidak akan kenapa-napa J “ jawab Junhyung seraya tersenyum.

“ Apa Sunghwan sudah bangun? “ tanya Hyuna.

“ Belum… Makanya sebelum dia bangun, aku akan membuatkan sarapan terlebih dahulu “ sahut Junhyung lalu beranjak ke dapur dan membuat sarapan.

***

Well, kurasa kehidupan ku jauh lebih bahagia semenjak ada Junhyung. Walaupun aku sedikit tidak suka pada acara perjodohan, tapi paling tidak aku sudah dijodohkan dengan pria seperti dia. Aku rasa, itu tidak terlalu buruk. Dia juga sangat perhatian padaku, terlebih pada Sunghwan. Aku rasa, aku adalah salah satu wanita yang paling beruntung di dunia XDD~ Aku harap, kalian juga bisa merasakan itu, walaupun dengan cerita yang berbeda.

Well, aku rasa cukup cerita dari ku tentang sebagian dari kehidupan ku. Mungkin, sebagian dari kalian pernah merasakan apa yang aku rasakan /just guessing/ haha. Errrrr mungkin, sekarang waktunya untuk berpisah? Byee~~

 

The End~~~

 


:: ngegantung yaa??? ;___; sengaja sih :3 habis ga dapet ide lagi XP. FF ini juga hasil jadi buat tugas cerpen saya LOL~ entah itu tugas pas nanti dibaca, apa bakalan ngerti apa ngga sama ceritanya yang amburadul begini lmao~ ::

[R]ead, [C]omment, and [L]ike yaa~~

Arigatouuuuu~~~~


73 responses to “[Oneshot] Story After We Married

  1. sebenernya udah baca dari tahun lalu tapi baru sempet komentar hehehe xD
    ini ff nya keren ^^ cukup menghibur dan mengurangi rasa rindu pada junah couple hehe
    thanks udah buat ff-nya author-nim ::)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s