[5 of 5] No! Name

AUTHOR: v3aprilia, dwiananing, @Fiensa_F

LEGTH: chaptered

GENRE: drama

RATED: SU

CAST: JYJ, No! Name, Yoon Shi Yoon, Moon Geun Young, Eunhyuk & Donghae (Super Junior)

PS: Akhirnya, sampe juga di penghujung part, hehehe. Thanks buat semua reader yang udah komen di part-part sebelumnya, semoga yang di final part ini komennya lebih banyak, amin. Hehehe

Oiya, setelah Final Part ini Insya Allah author akan nambah satu part epilog lagi.

FINAL PART

Hye Ran’s PoV

“Jadi itukah rencana kalian?”

Shi Yoon oppa dan Geun Young onnie duduk berdampingan di sofa ruangan Shi Yoon oppa, menatap kami berlima dengan pandangan cemas, khususnya kearah Iseul onnie. Kami mengangguk.

“Mereka hanya mendukungku, sebenarnya ini semua rencanaku,” jawab Iseul onnie. Rupanya keinginan Iseul onnie untuk mempertemukan JYJ dengan HoMin sunbaenim diketahui Shi Yoon oppa. Tentu saja Shi Yoon oppa merasa khawatir dengan keinginan Iseul onnie, apalagi melihat situasi sekarang ini.

“Lalu, setelah itu apa? Mereka hanya berpelukan sekali dan lalu pulang?” tanya Shi Yoon oppa.

“Oppa… tidak mendukung rencana kami?” tanyaku.

“Ini bukan masalah mendukung atau tidak, tapi kami mencemaskan kalian,” kata Geun Young onnie. “Aku yakin, bahkan Jaejoong sunbaenim pun tidak akan menyukai idemu itu, Iseul.”

“Apa alasannya Jaejoong oppa tidak menyukai rencana kami?” tanya Iseul onnie.

Shi Yoon oppa menghela napas. “Kalian pasti akan mendapat masalah baru. Bukan hanya kalian, tapi seluruh JYJ Entertainment. SM bisa saja akan berprasangka buruk, mereka akan berpikir kalau JYJ memanfaatkan kalian supaya bisa berkumpul lagi dengan HoMin, lalu membujuk supaya HoMin juga keluar dari SM…”

“Mana mungkin?” seru Eunhoon onnie. “Demi Tuhan, kami tidak pernah berpikir seperti itu…”

“Semuanya kan mungkin saja!” potong Shi Yoon oppa. “Kim Young Min-ssi sudah menganggap JYJ tidak lebih dari tiga orang pembangkang setelah mereka memutuskan keluar dari SM, lalu melakukan apapun supaya JYJ tidak bisa bekerja dengan tenang di Korea dan Jepang. Memangnya kalian pikir Young Min-ssi tidak akan melakukan hal yang sama pada kalian?”

Iseul onnie diam-diam mengepalkan tangannya. “Oppa tidak mengerti…”

“Lalu bisakah kau menjelaskan padaku kenapa kau sangat ingin mempertemukan mereka berlima?”

Kami menatap Iseul onnie. Aku dan member No! Name lainnya sebenarnya juga memiliki keinginan yang sama dengan Iseul onnie. tapi aku juga bisa melihat kalau Iseul onnie memiliki alasan yang lain, alasan yang tidak dia ungkapkan pada kami. Iseul onnie hanya diam mendengar pertanyaan Shi Yoon oppa, aku melihat tangannya mengepal di balik saku bajunya.

“Aku takut semua hal yang sudah kalian capai jadi sia-sia hanya karena hal ini, hanya karena kalian ingin membahagiakan orang lain…”

Iseul onnie membuka mulut hendak memprotes, tapi Shi Yoon oppa memotongnya. “Aku tidak ingin menghancurkan apa yang sudah Jaejoong hyung mulai.”

Iseul onnie seperti kehabisan kata-kata. Tanpa perlu berkata dengan nada tinggi atau bahasa kasar, aku tahu kalau Shi Yoon oppa saat ini sedang menegur kami, atau lebih tepatnya memarahi kami.

“Intinya, aku tidak suka dengan rencana kalian. Bukan karena aku tidak mau melihat DBSK kembali berlima, tapi karena aku tidak mau membiarkan kalian terseret ke dalam masalah. Mengerti?”

“Dan kalian juga harus memikirkan diri kalian sendiri,” sambung Geun Young onnie. “Jadwal kalian untuk beberapa hari ke depan akan sangat padat. Minggu ini paling tidak kalian memiliki tiga jadwal manggung di acara off air. Eunhoon jadi bintang tamu di program Family Outing, Iseul di acara SBS Heroes, Ji Young dan Hye Ran ikut acara Oh! My School, Jiyoo di acara Happy Together. Belum lagi bulan ini No! Name akan mengadakan fan-signing dan fan-meeting. Kalian tidak akan sempat memikirkan rencana itu, apalagi melakukannya.”

Baru mendengar susunan jadwalnya saja aku sudah merasa capek. Aku tidak tahu apa yang harus kami katakan pada Eunhyuk sunbaenim dan Donghae sunbaenim. Sebelum Shi Yoon oppa mengetahui ini, rasanya kami hampir saja berhasil.

***

Kami keluar dari ruangan Shi Yoon oppa dan sambil diam kami berjalan menuju lantai bawah. Tapi begitu hampir sampai di lobi, aku baru sadar kalau Iseul onnie yang berjalan paling belakang sekarang sudah tidak ada.

“Kemana Iseul?” tanya Eunhoon onnie.

“Aiish… anak itu suka sekali kabur!” seru Geun Young onnie kesal. “Jangan bilang kalau dia kembali ke ruangan Shi Yoon-ssi lagi!”

“Onnie belum tentu kembali ke sana,” kataku. “Ehm, kalian duluan saja, aku akan menyusul.” Aku lalu pergi meninggalkan mereka.

“Tapi, Hye Ran…”

“Tidak lama, kok,” kataku. Aku tahu betul kebiasaan Iseul onnie, kalau mood-nya sedang buruk dia pasti menyendiri di atap gedung.

Benar saja, saat aku sampai di atap gedung, Iseul onnie berdiri di tembok pinggir atap membelakangiku. Pelan-pelan aku mendekatinya dan menepuk pundaknya.

“Ayo pulang,” kataku.

“Kau pasti menganggapku kekanak-kanakkan, kan?” tanya Iseul onnie. “Aku kecewa Shi Yoon oppa tidak mendukung rencanaku, lalu aku pergi dari kalian dan bersembunyi di sini. Tindakan yang tidak dewasa, kan?”

“Onnie pasti bingung karena memikirkan Eunhyuk sunbaenim dan Donghae sunbaenim juga kan? Padahal mereka sudah bersedia membantu, tapi Shi Yoon oppa malah melarang kita,” kataku. “Kami juga kecewa, onnie. aku bisa memahami apa yang onnie rasakan saat ini. Tapi Shi Yoon oppa mengatakan itu pasti ada alasannya. Dia pasti khawatir kalau seandainya rencana kita tidak berjalan dengan lancar, dan kita justru mendapat masalah. Aku yakin Shi Yoon oppa sebenarnya menganggap itu rencana yang bagus, hanya saja terlalu berisiko.”

“Tapi aku sudah berjanji…” kata Iseul onnie pelan.

“Pada siapa? Eunhyuk sunbaenim dan Donghae sunbaenim?”

Iseul onnie menggeleng.

“Lalu?”

“Aku… tidak mungkin menceritakannya…”

“Kenapa? Bukankah ini pasti ada hubungannya dengan orang yang kita kenal?” tanyaku. “Bukankah kita ini keluarga, onnie? Kenapa onnie merahasiakan sesuatu dari keluarga onnie sendiri?”

Iseul onnie menggigit bibir bawahnya. “Kau tahu,” dia menatapku. “Aku berjanji pada Jaejoong oppa kalau aku akan membuatnya tersenyum lagi, membuat mereka kembali bahagia berlima. Aku merasa sakit waktu melihat Jaejoong oppa menangis dan menyesal karena tidak bisa melakukan apapun untuk memastikan kalau Yunho sunbaenim dan Changmin sunbaenim baik-baik saja. Dia sangat merindukan DBSK, Cassiopeia, terutama HoMin sunbaenim… dan aku tidak mungkin mengingkari janjiku sendiri…”

Aku terkejut melihat begitu banyak hal yang disembunyikan Iseul onnie dan Jaejoong oppa dari kami. Jadi itukah alasannya kenapa Iseul onnie sangat ngotot ingin mempertemukan JYJ dan HoMin sunbaenim?

“Kapan Jaejoong oppa mengatakannya?”

Iseul onnie tidak menjawab, dan aku pun tidak mau memaksanya. Beberapa saat lamanya kami hanya diam berdiri di pinggir atap memperhatikan gedung-gedung dan jalan di sekitar. Tapi tiba-tiba saja aku merasakan ada tangan kokoh yang merangkulku dan Iseul onnie dari belakang, tangan seorang namja.

“Annyeong,” sapanya. Kami terkejut dan buru-buru melepas rangkulan namja itu, Yoochun oppa!

“A-annyeong…” kami membungkuk dengan canggung. Dadaku berdebar sangat kencang. Aigoo… kenapa Yoochun oppa merangkul kami seperti itu?

Yoochun oppa heran melihat kami yang seperti orang ketakutan. “Aiish, tidak usah terlalu formal, mentang-mentang aku ini bukan bias kalian,” kata Yoochun oppa dengan senyum jahil.

Mwo? Bias? Maksudnya apa sih? Aku melirik Iseul onnie, dan yeoja mungil ini menatap Yoochun oppa dengan tatapan bingung.

“Sedang apa kalian berdua disini? Atap gedung bukan tempat yang bagus untuk memikirkan Yunho dan Changmin,” kata Yoochun oppa.

“Hah? Kami tidak sedang memikirkan HoMin sunbaenim…” kataku semakin bingung. Yoochun oppa aneh sekali hari ini.

“Kan sudah kubilang, jangan formal begitu… Bukankah panggilan Changmin oppa itu kedengaran lebih mesra?” Yoochun oppa mengerling kearah Iseul. “Atau Yunho oppa… Benar kan, Iseul?”

Dahi Iseul mengkerut. Pasti onnie mengetahui sesuatu, batinku.

“Iseul, Hye Ran…” aku mendengar Ji Young onnie memanggil kami, ternyata dia menyusul kami. dia membungkuk kearah Yoochun oppa, lalu berkata pada kami. “Kami sudah menunggu kalian dari tadi.”

“Oh, kau menungguku juga?” tanya Yoochun oppa ceria.

Ji Young onnie kaget melihat Yoochun oppa bertingkah aneh seperti itu. “Ah… tidak… maksudku, mereka berdua…”

“Oh… mereka…” Yoochun oppa memasang ekspresi sedih seperti anak kecil yang tidak diperhatikan. “Ya sudahlah, aku masuk dulu. Kalian pergilah, kasihan Ji Young menunggu kalian dari tadi.”

Ji Young onnie membungkuk ketika Yoochun oppa berjalan melewatinya. Tapi kemudian Yoochun oppa berbalik lagi.

“Ponimu berantakan sekali,” Yoochun oppa dengan spontan menyisir poni Ji Young onnie menggunakan jari-jari tangannya. “Kau pasti datang kesini sambil berlari ya?”

Ji Young onnie melongo, badannya seperti beku. Aku juga melongo, sementara Iseul onnie begitu kagetnya dan dia mengomel panjang-pendek tanpa suara, dia mengepalkan tangannya seolah-olah ingin menjitak Yoochun oppa.

“Nah, sudah rapi,” kata Yoochun oppa sambil tersenyum. “Aku pergi dulu,” lanjutnya. Lalu apa yang dia lakukan? Yoochun oppa mengedipkan matanya ke Ji Young onnie! Dan namja itu pun pergi meninggalkan kami yang masih terbengong-bengong.

“Benar-benar…” geram Iseul onnie.

“Ka-kalian lihat tadi?” tanya Ji Young onnie, wajahnya memerah. “Yoochun oppa kenapa sih?”

Yah, kalau boleh kukatakan, Yoochun oppa genit sekali.

“Bukankah Ji Young onnie menyukainya?” tanyaku.

“Jangan sembarangan!” kata Ji Young onnie. “Aku saja merinding saat Yoochun oppa menyentuh rambutku! Iseul, kau tahu kenapa Yoochun oppa bertingkah seperti tadi?”

“Jangan tanya aku, mood-ku buruk sekali hari ini,” jawab Iseul onnie ketus.

***

Kami tidak punya banyak waktu untuk bersantai-santai lagi, karena keesokan harinya adalah waktunya kami memulai hari-hari yang penuh kesibukan, mulai dari jadwal manggung di acara-acara off air dan universitas, variety show, dan khusus untuk Eunhoon onnie, kesibukannya bertambah setelah dia menjadi salah satu MC di Inkigayo dan membintangi iklan.

Sekitar sebulan kemudian, No! Name berangkat ke Indonesia mengikuti konser Korean Wave, dan tidak seperti biasanya, konser ini diadakan di Bali, tepatnya di area Lotus Pond di Garuda Wisnu Kencana yang terletak di daerah Bukit Jimbaran, dimana grup musik legendaris Iron Maiden pernah melakukan konsernya beberapa waktu lalu. Selain No! Name, tentu saja banyak artis Korea lain yang ikut konser Korean Wave ini seperti Super Junior, CN Blue, SHINee, Wonder Girls, B2ST, 4Minute, Miss A, 2ne1, Big Bang, IU, dan kami satu-satunya rookie yang ikut tampil disana. Kami benar-benar antusias karena selain kami belum pernah keluar negeri, aku dengar Anynomous di Indonesia lumayan banyak.

Di pesawat, Iseul onnie yang duduk dekat jendela tidak bicara sedikitpun. Yang dia lakukan hanyalah menatap keluar jendela sambil membuka-tutup slide HP-nya.

“Onnie, dalam pesawat tidak boleh menelepon,” tegurku.

“HP-ku mati kok,” jawabnya.

“Lalu kenapa onnie diam saja? Ada masalah?”

Iseul onnie menggeleng. Aku ingin menanyakan lagi, tapi Jiyoo onnie menarik lenganku dan menggeleng. Jiyoo onnie tahu kalau Iseul onnie sedang memikirkan sesuatu, dan aku tidak boleh mengganggunya.

***

Kami tiba di bandara Bali. Aku lupa nama bandaranya, yang kutahu nama bandara ini diambil dari nama salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Bali. Aku mengikuti onnie-onnieku berjalan menuju gedung bandara yang sekarang penuh sesak karena dipenuhi KPopers Indonesia. KPopers yang kebanyakan perempuan berteriak histeris memanggil nama idola kesayangan mereka masing-masing, dan teriakan paling histeris mereka adalah saat melihat Super Junior sunbaenim berjalan di depan mereka. Aku senang ketika kelihat seorang yeoja berparas manis yang kira-kira sebaya denganku membawa poster besar yang bertulis “No! Name = Anonymous”. Aku tersenyum dan melambai ke arahnya.

Ketika kami berusaha menembus kerumunan orang-orang yang histeris, tiba-tiba aku merasa tanganku ditarik seseorang. Aku menoleh kaget dan melihat seroang yeoja mengenakan kaos merah yang ternyata menarik tanganku.

“They’ll be together again, right?” teriaknya, setengah tersengal karena terhimpit orang-orang yang merangsek.

Aku tertegun, dan melihat kaos warna merahnya, aku langsung mengerti ‘they’ yang dia maksud.

“Dong Bang Shin Ki! Dong Bang Shin Ki!” teriaknya lagi, tangannya yang tidak menggenggam tanganku menarik-narik kaosnya. Tapi belum sempat aku berkata apa-apa, seorang bodyguard tiba-tiba membentak yeoja itu dalam bahasa yang tidak kumengerti, lalu menarik tanganku dan membawaku pergi. Aku menoleh kearah gadis itu, mengangguk padanya. Semoga dia melihatnya.

***

Kami hanya sempat beristirahat selama satu setengah jam karena selanjutnya kami harus berangkat menuju Garuda Wisnu Kencana, tempat Korean Wave diselenggarakan. Sesampainya di sana, Eunhoon onnie dan Shi Yoon oppa langsung menuju Amphitheatre karena sebentar lagi akan diadakan konferensi pers. Sementara itu, kami berempat pergi ke area Lotus Pond, tempat konser akan diselenggarakan. Di antara batu-batu cadas yang kokoh itu, satu set panggung yang besar sudah dipersiapkan. Aku takjub melihat batu-batu cadas yang kokoh itu, bagaimana caranya orang-orang itu memotong-motong batu cadas dengan sangat rapi? Seperti memotong keju saja.

“Hye Ran, coba lihat bajuku!” seru Iseul onnie ceria. Dia memakai kaos putih yang sedikit kebesaran bertuliskan ‘Joger’ serta tulisan-tulisan lain yang tidak kumengerti, celana jins pendek dan sneakers putih.

“Dari mana kau dapat kaos itu?” tanya Ji Young onnie.

“Anonymous yang memberikan padaku, aku langsung saja pakai,” jawabnya. “Sandara sunbaenim juga pakai baju ini tadi.”

“Annyeong.”

Aku menoleh dan ternyata Eunhyuk sunbaenim sudah berada di belakangku.

“Ah, sunbaenim,” kami membungkuk padanya. “Sunbaenim memakai kaos itu juga?”

“Ya, diberikan ELF. Mungkin ini memang kaos yang khas di Bali, kulihat banyak juga fans yang memberikan kaos ini. Seandainya saja aku bisa bahasa Indonesia… sepertinya tulisan-tulisan di kaos ini lucu,” kata Eunhyuk sunbaenim.

“Bukankah Leeteuk sunbaenim bisa?” tanya Jiyoo onnie.

“Hyung sih paling-paling hanya bisa mengucapkan ‘apa kabar’ dan ‘terima kasih’,” katanya. Kami tertawa.

“Mianhae sunbaenim, kami tidak sempat menghubungimu beberapa minggu belakangan ini,” kata Iseul onnie.

“Tidak apa-apa, aku tahu kalian pasti sibuk sekali belakangan ini,” kata Eunhyuk sunbaenim. Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi tiba-tiba seseorang memanggil Eunhyuk sunbaenim.

“Tampaknya kita harus latihan sekarang,” kata Eunhyuk sunbaenim. Kami mengangguk dan mengikuti Eunhyuk sunbaenim menuju panggung. Mungkin sunbaenim merasa tidak enak membicarakan rencana kami di tempat umum.

***

Lotus Pond terlihat sangat hebat di malam hari, puluhan lightning dipasang untuk menerangi seluruh kawasan Lotus Pond dan di panggung inilah, kami semua akan menggelar konser Korean Wave. Aku merasa seperti kembali ke masa-masa ketika No! Name masih mengikuti festival-festival musik. Tapi tak pernah ada yang semegah ini. Disisi-sisi batu cadas yang menjulang tinggi itu digantung sebelas banner super besar masing-masing grup band yang akan tampil malam ini.

Korean Wave dibuka dengan penampilan semua grup band menyanyikan lagu hits masing-masing secara medley. Penonton berteriak histeris ketika melihat Super Junior sunbaenim muncul paling pertama dengan lagu Bonamana, disusul Wonder Girls dengan 2 Different Tears, Tonight – Big Bang, Beautiful – B2ST, Rhythm of Love – No! Name, Bad Girl Good Girl – Miss A, Intuition – CN Blue, Hello – SHINee, Good Day – IU, Can’t Nobody – 2ne1, dan Mirror Mirror – 4Minute.

Konsernya sangat meriah, dan menurutku penonton terbanyak adalah ELF. Aku bisa mendengar itu dari suara teriakan histeris mereka, dan berapa banyak banner yang aku lihat. Tapi yang membuatku bahagia dan terharu adalah ketika aku melihat Anonymous yang membawa banner bertuliskan nama semua member No! Name. Aku teringat dengan yeoja yang kutemui di bandara beberapa waktu yang lalu, aku setengah berharap kalau orang-orang yang membawa banner itu adalah orang yang sama.

Di special stage, VIP berteriak histeris ketika T.O.P sunbaenim muncul menyanyikan lagu Oh Mom, diiringi live band dengan Siwon sunbaenim pada drum, IU sunbaenim pada gitar, Jungshin sunbaenim yang tentu saja memegang bass, dan Sungmin sunbaenim pada melodi. Disusul Eunhoon onnie dengan lagu No! Name, It’s My Life, dan Yoseob sunbaenim dengan Soom. Cool! Aku saja tidak menyangka kalau tiga lagu dengan genre yang berbeda bisa jadi sekeren itu saat digabungkan. Aku sangat menikmati setiap waktu di malam hari ini, benar-benar menyenangkan.

Seandainya saja DBSK ada disini, berlima…

***

Setelah serangkaian konser berakhir, kami dan artis-artis lain kembali ke hotel. Karena terlalu lelah, di sepanjang perjalan itu kami hanya diam, beberapa memanfaatkan untuk tidur. Saat itu Geun Young onnie menyerahkan sepucuk surat untukku, dalam amplop merah.

“Dari Anonymous. Dia memohon-mohon padaku supaya surat ini benar-benar dibaca langsung olehmu,” kata Geun Young onnie.

“Aku? Tidak salah?” tanyaku heran. Setahuku member No! Name yang paling populer itu Eunhoon onnie dan Ji Young onnie.

“Memangnya kenapa? Tidak salah kan kalau ada yang lebih tertarik dengan maknae daripada leader?” tanya Geun Young onnie sambil tersenyum.

Aku tidak langsung membuka surat itu. Baru ketika kami tiba di kamar hotel, aku pergi ke beranda dan membuka surat itu. Tapi ternyata seluruh isi surat itu ditulis dalam bahasa Inggris, dan aku tidak terlalu mengerti. Jadi aku meminta tolong Ji Young onnie untuk menerjemahkannya.

Annyeonghaseyo,

Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca surat ini. Maaf kalau isinya terlalu singkat, atau malah terlalu to the point. Aku sengaja tidak menjadikannya terlalu bertele-tele.

Namaku Amaya, dan aku Anonymous, tentu saja. Akulah gadis berbaju merah yang menarik tanganmu, Rainy onnie, saat kau tiba di kedatangan internasional. Ada begitu banyak hal yang ingin kukatakan saat itu, tapi sayangnya onnie sudah lebih dulu pergi.

Apakah onnie memahami arti warna merah kaosku? Ya, aku ini Cassiopeia. Dan aku tahu, onnie dan semua member No! Name juga Cassiopeia, sama sepertiku. Semua Cassiopeia saat ini mengalami perasaan sedih yang sama, sedih melihat DBSK terpisah. Kalau onnie memang seorang Cassiopeia, onnie pasti paham dengan apa yang kurasakan saat menulis surat ini, onnie pasti mengerti apa impian terbesar kami saat ini.

Ya, Cassiopeia ingin DBSK kembali berlima. Kumohon, lakukan sesuatu yang dapat menyatukan mereka kembali. Sekecil apapun itu, itu akan menjadi hal yang sangat berharga bagiku, bagi Cassiopeia.

Entah darimana perasaan ini muncul, tapi aku yakin kalau No! Name bisa mengabulkan impian Cassiopeia. Bukan semata-mata karena No! Name berada di bawah manajemen JYJ Entertainment, bukan karena aku ingin memanfaatkan No! Name, sama sekali tidak. Aku meminta tolong pada onnie, pada kalian, secara pribadi sekaligus sebagai Cassiopeia. Aku yakin, kalau seandainya semua Cassiopeia di seluruh dunia mengetahui surat ini, mereka juga pasti akan mengatakan hal yang sama.

Aku selalu yakin, kalian pasti bisa melakukannya demi DBSK dan demi Cassiopeia. Terima kasih No! Name, aku menyayangi kalian.

Mata Ji Young onnie basah setelah dia selesai membacakan surat itu untukku, dan semuanya pun aku yakin pasti juga merasakan hal yang sama.

“Jadi… yeoja ini menarik tanganmu?” tanya Ji Yong onnie. Aku mengangguk, dan menceritakan kejadian di bandara itu pada onnie-onnieku.

“Bukan hanya kita yang menginginkan DBSK kembali berlima, kan,” kata Eunhoon onnie. “Tapi aku juga terpikir dengan kata-kata…”

“Ayo ke lantai bawah,” tiba-tiba aku mendengar Iseul onnie mengajak kami keluar kamar. “Eunhyuk sunbaenim sedang ada di bar lantai bawah dengan Donghae sunbaenim.”

Sambil memasukkan surat dari Amaya-ssi ke kantong jaket jins-ku, aku bergegas mengikuti Iseul onnie keluar kamar.

***

“Annyeonghaseyo.”

Kami membungkuk pada Eunhyuk sunbae dan Donghae sunbae. Tidak hanya mereka berdua member Super Junior yang sedang ada di bar waktu itu, ternyata Heechul sunbaenim, Sungmin sunbaenim, dan Kyuhyun sunbaenim juga sedang bersama mereka. Beberapa artis lain juga kulihat ada di sana, seperti Onew sunbaenim yang duduk di meja yang agak jauh dari kami, serta T.O.P sunbaenim dan G-Dragon sunbaenim di meja lain.

“Ayo, duduk saja,” kata Donghae sunbaenim ramah pada kami. Saat duduk itulah aku menyadari kalau hanya ada empat gelas bir di meja. Eunhyuk sunbaenim tidak minum sama sekali.

Oh, tentu saja aku tahu. Ini bukan karena Eunhyuk sunbaenim tidak suka minum, tapi aku tahu kalau dulu Junsu oppa dan Eunhyuk sunbaenim pernah saling berjanji satu sama lain untuk tidak minum alkohol setetes pun. Dan Eunhyuk sunbaenim menepati janjinya hingga saat ini.

“Konser yang sukses kan, tadi?” tanya Donghae sunbaenim memulai obrolan.

“Ya, sepertinya ELF Bali sangat banyak,” kata Eunhoon onnie.

“Ya, khususnya Petals,” kata Heechul sunbaenim percaya diri, dan itu yang aku suka dari Heechul sunbaenim. Kami tertawa.

“Tapi yang mereka bawa tadi kan banner Super Junior hyung, bukannya banner yang berisi fotomu,” kata Kyuhyun sunbaenim menohok.

“Aiish, diam kau!” balas Heechul sunbaenim. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada kami. “Bicara soal ELF, apa kalian juga ELF?”

“Ya, kami juga ELF,” jawab Jiyoo onnie. Tapi onnie belum menyelesaikan kalimatnya, ketika Heechul sunbaenim tiba-tiba memotongnya.

“Lalu, lalu, siapa member Super Junior favorit kalian?” tanyanya semangat.

“Apa kami harus mengatakannya?” tanya Jiyoo onnie, terlihat sekali kalau dia agak sungkan menjawab pertanyaan Heechul sunbaenim. “Tapi kami malu…”

“Harus!” seru kelima namja itu bersemangat. Aku jadi ingat Come To Play Super Junior-Wonder Girls.

“Kau duluan,” suruh Donghae sunbaenim padaku.

“Aku… suka Yesung sunbaenim,” jawabku.

Giliran Ji Young onnie, dia belum menjawab tapi Eunhyuk sunbaenim sangat yakin kalau Ji Young onnie menyukainya.

“Aku! Aku! Aku kan yang kau sukai, Jill-ssi? Bukankah kita ini rapper yang keren?”

Ji Young onnie mengangguk. “Ya, aku Jewels, sunbaenim.”

“Ya ampun, buka matamu, Jill-ssi!” kata Donghae sunbaenim. “Kau menyukai namja yadong sepertinya?”

“Berisik! Terserah dia mau menyukai siapa!” kata Eunhyuk sunbaenim tidak terima.

Jiyoo onnie tentu saja menyukai Donghae sunbaenim, aku ingat aku pernah merekam kata-katanya, “Donghae oppa, saranghaeyo!” yang dia ucapkan keras-keras di apartemen kami dulu.

“Aku… mengidolakan Sungmin sunbaenim,” kata Iseul onnie.

“Panggil oppa saja, Kiara-ssi,” kata Sungmin sunbaenim ramah.

“Berarti kau suka warna pink ya?” tanya Kyuhyun sunbaenim.

“Ee… biru,” jawab Iseul onnie terus terang.

“Kalau begitu mestinya kau itu Fishies, bukannya Mings,” kata Donghae sunbaenim.

“Ya! Kau mau merebut fansku?” kata Sungmin sunbaenim pada Donghae sunbaenim.

“Lalu kau?” tanya Eunhyuk sunbaenim pada Eunhoon onnie.

“Aku… suka Kyuhyun sunbaenim,” jawab Eunhoon onnie, membuat Kyuhyun sunbaenim terkekeh sambil menatap Heechul sunbaenim penuh kemenangan.

“Ya, kenapa tidak ada di antara kalian yang Petals?” seru Heechul sunbaenim dengan nada kecewa.

“Jadi siapa bilang kalau Petals itu selalu lebih banyak, hyung?” tanya Kyuhyun sunbaenim.

“Ah, kalian pasti ingin mengatakan kalau kalian ini sebenarnya Petals, hanya saja kalian malu kan?” kata Heechul sunbaenim. Kami hanya tertawa. Heechul sunbaenim ini benar-benar lucu.

“Omong-omong… ternyata kalau dilihat dari jarak segini, kalian cantik juga ya,” kata Heechul sunbaenim. Wajahku panas, tapi sedetik kemudian Heechul sunbaenim menyambung kata-katanya. “Tapi tetap saja lebih cantik aku.”

Satu meja tertawa mendengar kata-kata Heechul sunbaenim. Tapi Kyuhyun sunbaenim buru-buru menyela. “Kalau menurutku, kalian malah tidak cantik.”

Eunhoon onnie terdiam. Aku memang sempat tertegun, tapi setelah itu merasa geli melihat ekspresi Eunhoon onnie yang terkejut mendengar biasnya berkata seperti itu.

“Ya! Apa maksudmu?” tanya Eunhyuk sunbaenim.

“Kubilang mereka tidak cantik,” kata Kyuhyun sunbaenim. “Tapi mereka manis.”

Aku melirik Eunhoon onnie lagi, dan sekarang wajahnya bersemu merah.

Mengobrol bersama Super Junior sunbaenim sangat menyenangkan, mereka semua sangat ramah dan karena itu kami tidak merasakan kesenjangan antara senior dengan junior. Setelah beberapa saat, Heechul sunbaenim melihat arlojinya.

“Aku harus ke kamar,” katanya. Sungmin sunbaenim dan Kyuhyun sunbaenim ikut pergi, sementara Eunhyuk sunbaenim dan Donghae sunbaenim memilih tinggal.

“Kami akan menyusul nanti,” kata mereka.

Setelah sunbaenim yang lainnya pergi, Eunhyuk sunbaenim bertanya pada kami, “Golden Disk Award akan diadakan bulan Desember, beberapa bulan lagi, apa kalian sudah memastikan kalau JYJ akan datang ke acara itu?”

“Itulah, sunbaenim…”

“Panggil kami oppa saja,” kata Donghae sunbaenim.

“Ah, iya, oppa. Shi Yoon oppa mengetahui rencana kami dan dia tidak terlalu menyukainya,” jawab Jiyoo onnie.

“Shi Yoon-ssi?” tanya Eunhyuk oppa. Kami mengangguk, dan aku menceritakan beberapa alasan kenapa Shi Yoon oppa melarang kami untuk mempertemukan JYJ dan HoMin sunbaenim.

“Ya, jujur saja, itu juga yang membuatku khawatir saat Kiara-ssi mengutarakan niatnya. Awalnya aku takut aku dan Donghae akan mendapat masalah, tapi setelah kupikir-pikir, masalah yang lebih besar justru akan menimpa kalian kalau rencana ini tidak berjalan dengan lancar. Apalagi kalau melihat kekhawatiran Shi Yoon-ssi kalau kalian nanti dituduh dijadikan alat oleh JYJ untuk membujuk Yunho hyung dan Changmin untuk, misalnya, meninggalkan SM… Wajar kalau dia khawatir, mengingat kalian masih sangat baru…”

Kata-kata Eunhyuk oppa terpotong saat aku menyodorkan surat dari Amaya kearahnya. Donghae oppa mengambil surat itu lalu membacanya bersama Eunhyuk oppa.

“Kami Cassiopeia,” kataku. “Kami sangat paham dengan apa yang Amaya-ssi, yeoja yang menulis surat itu, rasakan karena dia juga sama dengan kami, Cassiopeia. Yang kami inginkan hanya satu, melihat DBSK kembali berlima. Kami tahu ini keinginan yang nyaris mustahil terwujud, tapi kenyataannya memang itu yang kami inginkan.”

Aku melihat Eunhyuk oppa kembali merasa ragu.

“Oppa sama sekali tidak minum bir tadi,” kata Eunhoon onnie. “Apa oppa masih menjaga janji oppa dengan Junsu oppa?”

Donghae oppa dan Eunhyuk oppa terlihat kaget.

“Kalau saja oppa sudah melupakan Junsu oppa, mungkin tadi kami melihat oppa sedang minum-minum disini, atau kami bertemu dengan oppa dalam keadaan sepertiga mabuk. Tapi oppa bahkan tidak memesan minum sama sekali. Kami tahu itu, oppa.”

“Oppa,” kataku lagi. “Lakukanlah demi Junsu oppa, seperti halnya kami yang melakukan hal ini demi Cassiopeia. Kami akan tetap pada rencana kami, sekalipun Shi Yoon oppa melarang kami.”

Eunhyuk oppa dan Donghae oppa terdiam sejenak. Sesaat kemudian Eunhyuk oppa buka suara. “Jadi… kalian ingin mereka bertemu di Golden Disk Award?”

“Ya, dalam satu panggung,” kata Iseul onnie mantap. “Supaya Cassiopeia di seluruh dunia bisa melihatnya.”

“Dan yang perlu kalian lakukan hanyalah membujuk JYJ supaya datang di acara itu,” kata Donghae oppa.

Kami mengangguk.

***

Beberapa hari kemudian, kami pulang ke Korea dan kembali ke rutinitas kami masing-masing. Hari itu aku lebih dulu tiba di kantor sementara onnie-onnieku akan menyusul kira-kira setengah jam lagi. Aku masuk kantor lewat jalan belakang dan langsung masuk studio. Tapi ternyata aku tidak sendiri di sana. Aku melihat Junsu oppa duduk di depan piano.

“Ah, Hye Ran-ssi,” kata Junsu oppa. Aku membungkuk.

“Oppa sudah lama disini?” tanyaku.

“Baru saja. Sudah lama aku tidak memainkan piano,” kata Junsu oppa. “Duduk disini,” katanya sambil menepuk bangku di sebelahnya.

“Kau suka Yiruma?” tanya Junsu oppa.

“Iya, dia pianis favoritku,” kataku.

Junsu oppa kemudian memainkan beberapa nada. Ah, aku tahu ini, Kiss The Rain. Junsu oppa memberikan isyarat padaku untuk ikut memainkannya. Kami sama-sama larut dalam nada masing-masing, Kiss The Rain mengalun lembut memenuhi studio.

“Oppa,” kataku, mengangkat tanganku dari tuts piano. “Aku bertemu dengan Eunhyuk oppa saat Korean Wave di Bali.”

Junsu oppa menoleh, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan rindunya pada sahabatnya itu. “Oh ya?”

“Oppa tahu, dia sama sekali tidak minum saat kami menemuinya di bar bersama anggota Super Junior yang lain,” kataku lagi. Junsu oppa menjauhkan tangannya dari tuts piano.

“Kami memang pernah berjanji tidak akan minum alkohol, padahal itu sudah lama sekali. Tapi dia ternyata masih mengingatnya,” kata Junsu oppa tersenyum getir.

“Dan oppa juga melakukan hal yang sama kan?” tanyaku. “Aku sama sekali belum pernah oppa minum.”

Junsu oppa terlihat jelas tidak ingin menunjukkan ekspresi wajahnya di depanku, dia pura-pura melihat ke seberang ruangan. “Ah, kau sudah lihat perkembangan debut mini album kalian?” tanyanya seakan mengalihkan topik.

“Album?” kataku. Yah, Shi Yoon oppa pernah mengatakan padaku kalau debut mini album kami, Let The Show Begin, terjual lebih dari 200.000 kopi, bahkan jauh melampaui rekor debut mini album B2ST sunbaenim. Selain itu, keenam lagu di album No! Name berhasil masuk Top 10 chart-chart musik seluruh Korea, dan lagu Rhythm of Love berturut-turut menang digital single di cyworld. Selain itu, headline berita infotainment menulis tentang kepanikan toko-toko musik di seluruh Korea karena permintaan mini album No! Name meningkat tajam, bahkan yang aku dengar pembeli harus pre-order terlebih dahulu. Di Youtube pun, MV Rhythm of Love menjadi yang paling banyak dilihat.

“Kalian menguasai media, kalau boleh kubilang,” kata Junsu oppa tersenyum. Aku menggaruk-garuk belakang kepalaku.

“Ah, kalau boleh jujur, kami shock…” kataku pelan.

“Shock?”

“Yah… kami tidak menyangka kalau kami bisa seperti ini. Apalagi kalau kami melihat masa lalu kami yang dulu sering diremehkan…”

“Aiish, lupakan masa lalu,” Junsu oppa mengacak-ngacak rambutku. “Lihat sekarang kan, kalian berhasil, sangat berhasil malah. Acara fan-signing dan fan-meeting yang kalian adakan beberapa waktu yang lalu juga sukses. Anonymous yang datang sangat banyak.”

“Aku yakin kalian bisa masuk nominasi Best Rookie atau Daesang,” kata Junsu oppa.

“Eh? Itu terlalu muluk-muluk, oppa. Daesang itu terlalu tinggi,” kataku.

“Siapa bilang? Segalanya bisa saja terjadi kan,” kata Junsu oppa. “Lihat saja, kalian akan jadi girl band pertama yang debut mini albumnya mendapat penghargaan Daesang. Dan aku janji akan datang di acara itu.”

Aku seperti mendapat titik terang. “Oppa akan datang ke Golden Disk Award?”

“Ya, kalian kan salah satu pengisi acaranya. Aku ingin datang melihat kalian, sebagai Anonymous,” kata Junsu oppa dan tersenyum padaku. “Aku, Jaejoong hyung, dan Yoochun hyung akan datang.”

“Benarkah?” seruku bahagia.

Junsu oppa tampaknya heran melihatku. “Kau gembira sekali.”

“Ah, tidak…” kataku malu. “Aku… hanya senang oppa mau menyempatkan datang meskipun sangat sibuk.”

Junsu oppa tersenyum. “Kami akan datang. Kami janji.”

Aku bersorak dalam hati. Ingin sekali rasanya cepat-cepat menceritakannya pada onnie-onnieku.

***

Rencana berjalan dengan lancar, bahkan tanpa perlu membujuk panjang lebar JYJ sudah memastikan akan datang di Golden Disk Awards. Sekarang yang menjadi fokus kami adalah berlatih keras supaya bisa tampil dengan baik di acara itu. Kami tidak ingin mengecewakan JYJ.

Aku iseng menanyakan kepastian JYJ untuk datang ke acara GDA pada Yoochun oppa. Tak disangka, Yoochun oppa malah menjawab,

“Tentu saja aku akan datang, dan aku memang harus datang. Aku akan memberikan dukungan terbaik untuk Ji Young,” katanya sambil terkekeh. Ji Young onnie membeku di tempat duduknya, Iseul onnie tersedak air minum.

Saat istirahat, aku menyempatkan diri membuka Twitter dan melihat banyak mention dari Anonymous, banyak diantara mereka yang memberikan link fancam saat konser di Bali. Di timeline aku lihat Jaejoong oppa ternyata sedang online. Iseng aku membuka profile-nya, dan mataku langsung tertuju pada bio Jaejoong oppa.

JYJ from TVXQ!, always keep the faith

Mataku panas.

***

Hari yang penting itu akhirnya tiba, kami datang ke acara Golden Disk Award. Konyol memang, tapi senang rasanya melihat tulisan No! Name terpampang di papan putih segitiga yang ditaruh di atas meja bundar dengan lima kursi, kursi yang khusus untuk kami. Kami akan duduk di sebelah JYJ. HoMin sunbaenim pasti akan duduk bersama artis SM lainnya, apakah mungkin di meja yang sangat jauh? Entahlah.

Acara berlangsung meriah, dan penampilan kami pun, syukurlah, mendapat applause panjang dari artis-artis sunbaenim kami dan fans yang duduk di tribun, yang berulang kami meneriakkan ‘No! Name’. Tapi anehnya, bahkan ketika kami selesai tampil, meja JYJ masih kosong.

Kami duduk di meja kami, mulai gelisah. Iseul onnie meremas kedua tangannya, terlihat jelas kalau dia cemas kenapa meja JYJ di sebelah kami masih kosong.

“Katanya mau menyemangati Ji Young… mana?” omelnya. Iseul onnie pasti sedang mengomeli Yoochun oppa.

“Sebentar lagi pasti datang,” hibur Eunhoon onnie, padahal dia sendiri juga pasti cemas. Aku menoleh ke meja Super Junior, dan tepat saat itu Eunhyuk oppa menoleh ke arahku.

Dia menggeleng sambil mengerutkan kening.

HoMin sunbaenim juga belum datang?

Bagus, inilah saatnya untuk panik, seruku dalam hati. Padahal sebelumnya semua berjalan lancar…

Kami berusaha tetap tenang, dan saat MC mengumumkan No! Name memenangkan kategori Best Rookie, sorot lampu dan teriakan fans-lah yang menyadarkan kami. Dengan langkah yang sedikit gugup kami naik ke panggung. Aku sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan Eunhoon onnie dalam pidato kemenangannya, mataku menyusuri meja demi meja, siapa tahu JYJ ternyata dari tadi duduk di meja lain. Tapi nihil.

Aigoo, aku tidak mau rencana kami gagal…

Aku tidak fokus menyaksikan penampilan artis-artis di atas panggung, berulang kali kami menoleh ke segala penjuru, berkali-kali kami menoleh ke segala tempat dimana kira-kira kemungkinan JYJ atau HoMin sunbaenim akan datang. Iseul onnie menghela napas dengan berat, aku mengelus punggungnya. Aku menoleh kearah Eunhyuk oppa, dan dia kembali menggeleng dengan wajah gelisah.

***

Pemenang kategori tertinggi di Golden Disk Award, Daesang, sesaat lagi akan diumumkan. Kami begitu sibuknya mencari-cari JYJ ataupun HoMin sunbaenim sehingga tidak mengira kalau sudah sampai di acara puncak.

Iseul onnie menghela napas, berusaha menahan air matanya. “Kalaupun No! Name menang Daesang, ini sama saja dengan tidak memenangi apapun kalau JYJ dan HoMin sunbaenim tidak datang…”

Tiba-tiba lampu sorot menerangi meja kami, seruan ‘No! Name’ dari MC yang membacakan pemenang, teriakan histeris Anonymous serta tepuk tangan meriah di sekeliling kami membuat kami terbengong-bengong.

“Selamat untuk pemenang Daesang tahun ini, No! Name!”

Eunhoon onnie menutup mulutnya dengan tangan, tidak percaya. Aku menoleh ke sekeliling dan artis-artis bertepuk tangan jelas-jelas kearah kami. Ini tidak salah lagi, kami benar-benar menang!

Kami berdiri, jauh lebih gugup dari ketika kami memenangkan Best Rookie, dan membungkuk pada artis-artis. Lagi-lagi aku mengedarkan pandangan ke meja-meja, tetap tidak ada JYJ apalagi HoMin sunbaenim.

Aku berjalan paling belakang, mengikuti onnie-onnieku untuk menerima trofi dan menuju podium. Tepat saat Eunhoon onnie memperbaiki letak mic di podium, aku melihat ada beberapa orang masuk dan kemudian duduk di meja kosong di sebelah kami. JYJ!

Eunhyuk oppa dan Donghae oppa memberikan kode padaku kalau HoMin sunbaenim juga baru saja datang. Aku tersenyum lega.

“Ini semua benar-benar luar biasa,” kata Eunhoon onnie memulai pidatonya. “Perjalanan panjang kami dari sekadar mengamen di panggung musik jalanan, mengikuti festival-festival, hingga akhirnya kami bergabung di JYJ Entertainment dan bisa berdiri disini di hadapan kalian semua, ini benar-benar anugrah dari Tuhan yang paling berharga dalam hidup kami,” kata Eunhoon onnie sambil bersimbah air mata, dia terdiam sejenak sementara orang-orang bertepuk tangan.

“Tanpa JYJ sunbaenim, Anonymous, dan keluarga kami, kami tidak akan mungkin bisa berdiri disini memegang penghargaan tertinggi. Trofi ini kami persembahkan untuk kalian, dan juga untuk sahabat kami, Moon Geun Young. Geun Young-ah, semua mimpimu terwujud, terima kasih untuk semangat yang kau berikan untuk kami. Penghargaan ini untukmu.”

Eunhoon onnie mundur selangkah dan memberikan kesempatan Iseul onnie. Iseul onnie berdiri di depan mic, menggigit bibirnya.

“Dalam kesempatan ini, izinkan kami melakukan sesuatu untuk membalas semua kebaikan yang selama ini diberikan JYJ sunbaenim pada kami, karena apa yang kami raih malam ini bukan hanya kerja keras kami, tapi juga kerja keras JYJ sunbaenim. Untuk JYJ sunbaenim, kami mohon agar naik ke panggung,” kata Iseul onnie.

JYJ saling pandang, tepuk tangan dan teriakan histeris fans memenuhi studio yang sangat luas itu. Lampu sorot mengiringi langkah kaki JYJ yang menaiki tangga menuju panggung. Iseul onnie kembali mendekat kearah mic.

“Dan…” Iseul onnie menarik napas. “untuk HoMin sunbaenim, dimohon kesediaannya untuk naik ke panggung.”

Suasana riuh. HoMin sunbaenim yang baru saja duduk di kursinya tertegun, siapapun tidak akan menyangka kalau kami menyusun rencana ini sejak lama, menunjukkan pada Cassiopeia dan siapapun kalau DBSK sampai kapanpun akan selalu berlima, selamanya.

JYJ pun terlihat sangat kaget dengan kata-kata Iseul onnie yang diluar dugaan ini.

“Iseul,” bisik Jaejoong oppa. Iseul onnie tidak mendengar.

“Kami mohon HoMin sunbaenim agar naik ke panggung,” kata Iseul onnie lagi. Dia mengepalkan kedua tangannya dan suaranya mulai bergetar. “Izinkan kami untuk membuat kalian bersama lagi, meskipun hanya untuk malam ini, meskipun hanya di atas panggung ini.”

Air mata Iseul onnie mulai mengalir, dan makin lama makin deras. “Kami mohon… demi DBSK, demi Cassiopeia, kami mohon naiklah ke atas panggung…” katanya dengan suara bergetar. “Meskipun hanya untuk malam ini…”

Iseul onnie menangis, tapi dia tetap bertahan dan berdiri tegak. Perlahan-lahan terdengar tepukan tangan yang serempak dari fans di tribun, semakin lama semakin ramai.

“Dong Bang Shin Ki… Dong Bang Shin Ki… Dong Bang Shin Ki…”

“Iseul…” Jaejoong oppa menghampiri Iseul onnie dan menggenggam tangannya, mungkin ingin menariknya turun. Tapi Iseul onnie sama sekali tidak bergeming. Kali ini aku melihat Eunhyuk oppa berdiri dan ikut bertepuk dan meneriakkan Dong Bang Shin Ki, diikuti Donghae oppa, Leeteuk sunbaenim, Minho sunbaenim, dan akhirnya nyaris semua artis mengikuti Eunhyuk oppa.

“Dong Bang Shin Ki… Dong Bang Shin Ki… Dong Bang Shin Ki…”

HoMin sunbaenim perlahan berdiri, Yunho sunbaenim menarik tangan Changmin sunbaenim dan mereka berdua berjalan menuju tangga panggung. Tepat saat Yunho sunbaenim sampai di panggung, Jaejoong oppa langsung memeluknya.

Suasana riuh dengan ekspresi haru. Eunhoon onnie memeluk bahu Iseul onnie dari belakang dan membenamkan wajahnya ke bahu Iseul onnie. Aku menggenggam tangan Iseul onnie. Tangannya sangat dingin. Dadaku sesak dengan perasaan bahagia melihat DBSK, berlima, berada di satu panggung yang sama, saling berpelukan sambil menangis. Eunhyuk oppa setengah berlari ke panggung dan memeluk Junsu oppa. Wajahnya pun basah oleh air mata.

Di sudut, aku melihat sekilas Shi Yoon oppa. Dia membekap mulutnya seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia mengangguk sambil tersenyum kearah kami, wajahnya sembap. Kami tersenyum padanya.

Jaejoong oppa dan Yunho sunbaenim berjalan menuju podium, dan Iseul onnie mundur untuk memberi mereka jalan. Tapi tiba-tiba Jaejoong oppa menarik Iseul onnie ke sebelahnya.

“Aku masih ingat,” kata Jaejoong oppa, suaranya masih bergetar dan matanya basah dengan air mata. Yunho sunbaenim menepuk bahunya, matanya juga basah. “Aku masih ingat saat Kiara mengatakan tepat di depanku, ‘Aku akan membuat kalian tersenyum lagi, aku janji’. Aku tidak pernah benar-benar memperhatikan kata-katanya, sampai akhirnya di hari ini, diatas panggung ini, dia membuktikan semuanya.”

Iseul onnie menutup wajahnya, menangis. DBSK, dengan saling berangkulan satu sama lain, mengucapkan terima kasih dengan tangis bahagia. Iseul onnie diantara mereka, masih menunduk menutup wajahnya dan menangis. Tak ada yang tidak menangis malam itu, kecuali, mungkin, dua ahjussi yang duduk terlongo-longo di pojokan sana. Tidak percaya dengan euphoria malam itu, yang selama ini mereka rusak demi memuaskan ego mereka sendiri, yang tega mereka rusak tanpa memikirkan perasaan kami, Cassiopeia, dan DBSK yang kami sayangi.

Lee Soo Man dan Kim Young Min.

***

Semuanya serasa seperti mimpi panjang yang terwujud dalam satu waktu.

Kami, No! Name, dan DBSK yang kami sayangi, berjalan bersama menuju waiting room. Semuanya masih dengan suasana haru yang sama sekali tidak ditutupi, tidak peduli dengan puluhan kamera yang memotret wajah lusuh kami yang sembap karena kebanyakan menangis. Kami bahkan lupa menunjukkan trofi Daesang kami, kalau saja cameramen tidak mengingatkannya. Bagaimana mungkin kami bisa mengingat trofi kalau berkumpulnya DBSK sudah menjadi kebahagiaan terbesar kami?

Jaejoong oppa terus menerus menggenggam tangan Yunho sunbaenim, dan ini pertama kalinya aku melihat wajah Jaejoong oppa sebahagia itu, jauh lebih bahagia dari hari-hari manapun. Aku melihat Eunhyuk oppa dan Junsu oppa saling tertawa satu sama lain, benar-benar lepas dan bahagia. Eunhoon onnie dan Jiyoo onnie masih merangkul Iseul onnie.

Aku kemudian menoleh ke belakang. Ya ampun, apa yang Yoochun oppa lakukan?

Dia berlagak menghapus air mata Ji Young onnie dengan sapu tangannya!

“Ya, bisa tidak bersikap biasa saja,” tegurku pelan pada mereka berdua. “Risih, tahu.”

“Kau cemburu?” ledek Yoochun oppa jahil. Ji Young onnie segera menjaga jarak dari Yoochun oppa, pipinya bersemu merah.

“Oppa senang sekali mengganggu Ji Young onnie? Oppa menyukainya?” tanyaku.

“Hye Ran!” tegur Ji Young onnie. Yoochun oppa tertawa terkekeh.

Di waiting room, Iseul onnie duduk agak menjauh dari kami. Aku tahu betul kalau dia tidak suka memperlihatkan wajah menangisnya di depan orang banyak. Tapi tiba-tiba Yunho sunbaenim menyentuh bahunya.

“Kamsahamnida,” katanya sambil tersenyum. Iseul onnie menghapus air matanya dan pipinya bersemu merah saat menatap namja kesayangannya ini. “Jaejoong hyung bilang ini semua rencanamu ya.”

Iseul onnie mengangguk. “Ya… dan aku bahagia sekali melihat sunbaenim… disini…” Iseul onnie tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena dia sudah menangis lagi. Aku melirik Yoochun oppa, dan anehnya dia malah cengengesan melihat Yunho sunbaenim merangkul bahu Iseul onnie.

“Panggil saja kami oppa,” kata Changmin sunbaenim. Padahal Changmin sunbaenim bicara pada Iseul onnie, tapi justru wajahku yang terasa panas. Aku berdiri di sebelah biasku dengan jarak yang tidak lebih dari sejengkal. Changmin sunbaenim menoleh kearahku dan tersenyum. Wajahku terbakar sekarang.

Seandainya Geun Young onnie ada disini sekarang…

Tiba-tiba saja HP-ku berbunyi. Aku segera keluar dari waiting room dan menerima panggilan. Ternyata video call.

“Yobosaeyo, Hye Ran,” sapa yeoja cantik itu.

“Geun Young onnie?” aku menjerit tertahan. Ini bukan Geun Young onnie manajer kami, tapi Geun Young onnie sahabat kami, roh No! Name bagi kami. Dia semakin cantik saja.

“Onnie… aku sangat rindu denganmu… onnie, kalau saja kau ada disini…”

“Aku tahu,” katanya. “Aku streaming dari sini, aku menontonnya sampai habis. Hye Ran, aku bangga sekali dengan kalian semua. ternyata Eunhoon berhasil jadi leader, bahkan lebih baik dariku…”

Tiba-tiba HP-ku direbut seseorang. Ternyata Yoochun oppa dan member DBSK yang lain sudah berdiri di belakangku.

“Annyeong, Geun Young-ssi,” sapa Yoochun oppa. Aigoo, kalau tidak memandang Yoochun oppa sebagai seniorku, aku sudah menginterogasinya dari kemarin-kemarin. Kenapa sih dia genit sekali dengan Ji Young onnie, dan sekarang dengan Geun Young onnie juga? Dan kebetulan sekali mereka sama-sama mengidolakan (baca: memperebutkan) Yoochun oppa.

“A..aa… DBSK?” aku mendengar Geun Young onnie tergagap-gagap melihat DBSK ada di depannya, lengkap berlima. HP-ku direbut lagi oleh Iseul onnie.

“Geun Young-ah!” seru Iseul onnie. “Geun Young-ah, aku merindukanmu!”

“Iseul! Aku juga merindukanmu!” seru Geun Young onnie.

“Geun Young-ssi, ternyata kau terlihat lebih cantik kalau dilihat secara langsung seperti ini,” Yoochun oppa kembali beraksi.

“Oppa jangan menggodanya!” kata Iseul onnie. “Tidak boleh!”

“Kenapa? Toh dia menyukaiku,” kata Yoochun oppa percaya diri. “Aku kan berusaha bersikap adil pada mereka berdua…”

“Hentikan pertumpahan darah yang konyol ini, ok?” Jaejoong oppa merebut HP-ku (lagi) dan bicara. “Annyeong, Geun Young-ssi…”

“Jae…joong?” Geun Young onnie memekik perlahan.

“Iseul banyak bercerita tentangmu, dia bilang kau yang pertama kali membentuk No! Name ya?” tanya Jaejoong oppa.

“Ya! Gaya bicaramu itu seperti kau ini leader saja,” kata Yunho oppa.

“Diam kau, babo leader,” kata Jaejoong oppa.

Tawa seketika pecah di ruangan itu. Pasti lama sekali mereka tidak mendengar kata-kata ‘babo leader’ keluar dari mulut Jaejoong oppa. Changmin oppa tertawa terbahak-bahak tapi sekaligus sambil menepuk-nepuk pundak Yunho oppa yang protes tidak terima dikatakan babo.

Aku menatap keriuhan waiting room malam ini. Rasanya aku tidak ingin ini berakhir cepat-cepat. Aku merasa bahagia, tapi sekaligus ingin menangis. Aku teringat lagi dengan satu mimpi Geun Young onnie yang lain, yaitu Name! DBSK.

Semoga ketika mimpi itu terwujud, Geun Young onnie bisa hadir bersama kami…

***

Aku membaca ratusan mention yang masuk di Twitterku. Banyak diantara mereka yang mengaku bangga dengan apa yang No! Name lakukan saat di Golden Disk Awards, dan berterima kasih karena sudah mempertemukan kelima member DBSK. Mereka berharap kebersamaan DBSK tidak hanya untuk malam itu saja, tapi juga untuk selamanya. Ya, aku juga menginginkan hal yang sama dengan mereka.

Salah satu follower-ku, @AmayaCassie, entah apakah dia Amaya yang sama dengan yeoja yang memberiku surat itu, menulis, “Bintang Cassiopeia bersinar terang sekali hari ini, @Rainy92Kim onnie.

Aku me-retweet mention Amaya lalu ternyata banyak sekali followersku yang ikut meretweet tweet dari Amaya. Bahkan yang membuat heboh, Jaejoong oppa, Yoochun oppa, dan Junsu oppa juga ikut me-retweetnya. Aku juga tidak lupa membalas mention Amaya-ssi.

Jauh lebih terang dari malam-malam sebelumnya, terima kasih untuk suratmu.

Cassiopeia, ini semua untuk kalian…

***THE END***

Advertisements

49 responses to “[5 of 5] No! Name

  1. Seandainya dbsk beneran bersatu.. Hikshiks..
    Selama ini klo kangen sm mereka be5 aku cuma bisa nonton ulang dvd all about dbsk
    Huweeee
    *menghambur ke pelukan changmin, nangis*
    onnieeee!! Daebak ff nya! Daebaaaakkk!!!
    *kasih daesang (?) buat yg nulis*

  2. Sumpah air mtaa tumpah bca Epep inii
    Anyeongg…
    Akku memberr bruuu
    Crta inii nyentuh banged,kyk kenyataan

  3. Mian baru comment di part terakhir,,
    Sumpaah terhaaru bgt bacanya..
    Andai aj bneran berlima lg,, kangen bgt …
    Keren ffnya,, mnyentuh berasa real..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s