The NewDay part 6

Tittle: The NewDay part 6

Cast:

♥ SHINee member

♥ Author as Choi Myung Ah

♥ Cho Jung Hyun

♥ Park Hyunji

♥ Choi Hye Rin

♥ Jang Soo Hee

Camoe:

♥ Kato Sakurai

Ini fotonya Kato bagi yang penasaran ama wajah gantengnya >.< #dilirik Jjongpa, XDDD

O ya, umur Kato itu sama ya ama Jjongpa ;) , hohoho

♥ Park Kyumin

♥ Lee Sanghu

Length: Series

Rate: PG-18

Genre: Fantasi, Thriller, Action, Romance

GOOD READERS = PAHALA

SIDER = DOSA

NAH, HAPPY READING READERS :D

♥♥♥

Myung Ah masuk kedalam markas dengan diikuti Minho dan Jonghyun. Dan saat Jonghyun melihat isi markas tersebut, kini dia paham kenapa Casshawol lah yang paling diincar kepolisian. Jumlah manusia yang ada mungkin lebih dari 50 orang dan tentunya hanya sedikit yang bisa dikatakan petarung termasuk Myung Ah, Minho, Jung Hyun, Kato dan Hyunji.

“jangan melongo begitu hyung, mereka bisa takut” ucap Minho yang membuat Jonghyun kaget.

“ah, ani. Aku hanya benar2 kaget saja karena jumlah kalian banyak” ucap Jonghyun yang kini mengikuti Myung Ah menaiki tangga.

“ini adalah rumah peninggalan orangtua kami, aku bahkan tidak pernah berpikir Myungie akan memakai rumah ini sebagai markas. Kalau aku tau, aku pasti akan berpikir mencarinya disini terlebih dahulu” ucap Minho sembari tersenyum.

“UNNIE” teriakan itu sontak membuat Myung Ah, Minho dan Jonghyun memutar kepala mereka kebelakang dan mendapati Hye Rin serta Soo Hee berlari kearahnya.

“aku rindu unnie” ucap Hye Rin sembari memeluk Myung Ah yang hampir 2bulan tidak bisa dia temui itu.

“na do saengie” balas Myung Ah lembut. Myung Ah merenggangkan pelukan Hye Rin lalu beralih memeluk Soo Hee.

“senang melihat unnie pulang dalam keadaan baik” ucap Soo Hee yang ditanggapi senyuman manis oleh Myung Ah.

“aku juga rindu oppa” ucap Hye Rin yang kini memeluk Minho.

“annyeong” sapa Jinki dan Taemin berbarengan.

“annyeong oppa, annyeong Taeminie” ucap Myung Ah sembari memeluk kedua vampire tampan itu bergantian.

“hmm, Jonghyun oppa” ucap Myung Ah yang membuat Jonghyun terkesiap. Mungkin Jonghyun memang harus mengakui kalau dia tidak suka melihat Myung Ah memeluk namja lain, kecuali Minho yang notabene saudara gadis manis itu tentunya. Dan tentunya sedikit senang karena Myung Ah tidak lagi memanggilnya ‘Kim Jonghyun’ melainkan ‘Jonghyun oppa’.

“ini Jinki oppa, dia senator. Aku rasa oppa sudah tau itukan? Dan yang ini Taeminie, namsaeng Jinki oppa yang juga seorang senator” ucap Myung Ah memperkenalkan duo Lee tersebut pada Jonghyun.

“dan ini Kim Jonghyun. Dia dokter darah diLembaga Darah dan juga,,,namjachinguku” ucap Myung Ah pelan dikata2 terakhir, tapi tentu masih bisa didengar oleh semua yang ada disana. Semuanya tersenyum sementara Myung Ah tampak menunduk malu karena perkataannya sendiri. Jonghyun? Kalau saja vampire tampan itu punya sayap, dia mungkin sudah terbang saking senangnya karena Myung Ah mengakuinya sebagai namjachingu –walau Jonghyun tau Myung Ah masih belum mengingat dirinya.

“annyeong Jonghyun-ssi. Senang akhirnya bisa bertemu denganmu” ucap Jinki sembari mengulurkan tangannya. Jonghyun tersenyum lebar dan menjabat tangan Jinki lalu berganti menjabat tangan Taemin.

“aku juga senang bisa bertemu kalian semua” ucap Jonghyun ramah.

“o ya, kami sudah tau apa yang mengubah Minho-a menjadi manusia” ucap Myung Ah bersemangat, mencoba membuang rasa malu karena ulahnya tadi. Mata Jinki, Taemin, Soo Hee, Jung Hyun dan Hye Rin sontak membulat kaget mendengarnya.

“jinjaro? Apa itu?” tanya Jung Hyun bersemangat.

“matahari” ucap Minho singkat membuat kening ke5nya kini malah berkerut.

“matahari?” ucap Jinki yang diberi anggukan oleh Myung Ah.

“ne matahari. Hmm, lebih baik kita bicara sambil duduk” ucap Minho yang diberi anggukan oleh semuanya. Kini mereka ber8pun pindah keruang makan yang luas dan duduk dengan posisi berhadapan. Jonghyun-Myung Ah-Minho-Jung Hyun satu baris dan Jinki-Soo Hee-Hye Rin-Taemin satu baris pula.

“nah! Bukankah aku sudah cerita pada kalian semua bagaimana kejadian saat aku tiba2 saja berubah menjadi manusia?” ucap Minho yang diberi anggukan oleh semuanya.

“seperti yang sudah aku bilang kalau aku hanya terbakar matahari sekitar 2 atau 3 detik sebelum akhirnya masuk kedalam air. Ternyata saat itu matahari hanya membakar sisi vampireku saja dan tidak sempat membakar sempurna tubuhku, karena aku sudah masuk kedalam kolam berisi air yang perannya disini sebagai penetral atau penyeimbang” terang Minho yang diberi anggukan paham oleh semuanya.

“jadi begitu. Lalu sekarang apa yang kalian rencanakan?” tanya Jinki penasaran. Myung Ah dan Minho saling berpandangan sebelum akhirnya mengangguk.

“kami akan mencoba mencari media yang bisa dipakai untuk melakukan praktek yang aman dengan metode yang hampir mirip dengan apa yang terjadi dengan Minho-a” terang Myung Ah.

“jadi kalian akan membakar vampire?” tanya Taemin tak percaya.

“tenang saja Taeminie, tapi kita akan melakukan praktek yang aman. Jadi kau tidak usah khawatir” ucap Minho sembari tersenyum.

“tapi siapa vampire yang akan melakukannya?” tanya Jung Hyun.

“aku!” seru Jonghyun yang membuat semuanya menatapnya bingung. Vampire tampan yang sedari tadi diam saja sembari memperhatikan Myung Ah akhirnya mengeluarkan suara.

“biar aku yang menjadi kelinci percobaannya” ulang Jonghyun yakin yang langsung membuatnya menerima pelototan kaget dari Myung Ah.

+

Key berjalan pelan sembari mengamati keadaan rumahnya dan Jonghyun. Vampire tampan itu masih tidak percaya dengan apa yang terjadi siang tadi. Dimana Jonghyun lebih memilih ikut dengan Myung Ah dan Minho dibanding membantunya.

“cinta membuat siapapun menjadi buta. Benar2 pas untuknya” gumam Key sembari menatap sebuah foto yang ditempel didinding. Foto dimana dia dan Jonghyun tampak berpose imut. Dimana saat itu dia dan Jonghyun adalah saudara yang sangat kompak, saudara yang selalu membantu sama lain dan itu masih bertahan saat mereka berubah menjadi vampire. Sayang, semuanya berubah saat dirinya memilih menjadi polisi pemburu manusia dan Jonghyun menjadi dokter darah. Memang profesi mereka tampak membuat mereka kompak seperti dulu, sayangnya itu tidaklah benar. Key senang menjadi vampire dan memburu manusia, tapi Jonghyun? Tidak. Vampire tampan itu tidak senang dan alasannya menjadi dokter darah adalah untuk mencari cara agar bisa membuat sesuatu yang sama artinya dengan darah sehingga bisa membuat manusia hidup tenang tanpa takut diburu oleh vampire.

Key tersenyum tipis lalu berjalan menaiki tangga rumahnya. Vampire tampan itu masuk kedalam kamarnya dan langsung membuka lemari pakaiannya. Sebuah kotak kecil yang ada dibagian bawah diambilnya lalu dibawanya dan diletakkannya diatas tempat tidur. Foto Hyunji yang ada didalam tas sandangnya pun dia keluarkan dan dia letakkan diatas tempat tidur.

“Hyunji-a, apa benar kau Hyunji-ku, Hyunji,,, cinta pertamaku?” gumam Key sembari membuka kotak dimana terdapat beberapa lembar surat dan sebuah foto gadis berusia 7tahun. Kini foto gadis kecil itu sudah ada ditangan kanan Key sedangkan foto Hyunji yang berusia 16 tahun ditangan kirinya. Vampire tampan itu mulai membandingkan kedua foto dan senyumpun kini tampak menghiasi wajah tampannya.

“mirip. Dia benar2 Hyunjiku, Hyunji kecilku” ucap Key girang.

+

Pagi menjelang, Jinki, Taemin, Soo Hee dan Hye Rin pun sudah kembali ke Seoul tapi mereka berjanji akan kembali malam harinya. Jung Hyun, gadis manis berambut sebahu itu tampak membidik apel yang ada diatas dahan pohon dengan crossbownya. Tak, Jung Hyun tersenyum senang saat bidikannya berhasil.

“kau hebat” ucap seseorang yang membuat Jung Hyun terkejut. Dengan cepat gadis itu berbalik dan menemukan Minho yang tampak tersenyum manis kearahnya. Acuh, Jung Hyun pun berjalan kearah apel yang kini ada ditanah dan mencabut busur yang tepat tertancap ditengah2 apel tersebut.

“berani bertaruh denganku?” ucap Minho yang membuat Jung Hyun menatapnya datar namun tertarik juga dengan ajakan Minho.

“kalau kau bisa menembak apel yang ada dipohon itu, aku akan melakukan 3 perintahmu tapi itu jika aku tidak bisa menembaknya” ucap Minho sembari menujuk pohon yang jaraknya hampir 100meter, 2kali lipat dari pohon bidikan Jung Hyun tadi.

“tapi kalau aku yang bisa dan kau tidak. Maka kau harus mau menjadi yeojachinguku” ucap Minho yang disambut kening berkerut oleh Jung Hyun.

“ya! Itu bukan cara yang bagus untuk menyatakan cinta tuan choi” ucap Jung Hyun sambil berkacak pinggang. Minho tertawa kecil sembari mengeluarkan pistolnya.

“berani atau tidak?” tanya Minho sambil tersenyum manis. Jung Hyun menghela nafas pelan lalu mengangguk. Melihat itu Minho tersenyum dan menyambar apel yang ada ditangan Jung Hyun kemudian berlari kearah pohon dan meletakkan apel tersebut didahan yang cukup rendah. Setelah itu Minhopun kembali dan tersenyum kearah Jung Hyun.

lady’s first” ucap Minho yang membuat Jung Hyun tersenyum mengejek sebelum akhirnya mengarahkan crossbownya pada apel. Wush, suara busur terlepas dari crossbow yang dipegang Jung Hyun terdengar kuat tapi,,,

“ah, sial” rutuk Jung Hyun karena busurnya tidak mengenai apel tersebut.

“apa kau mencoba mengalah cho agesshi?” ucap Minho sembari tersenyum menggoda sedangkan Jung Hyun mengalihkan pandangannya dari namja tampan itu. Kini giliran Minho yang membidik dengan senapannya tanpa teropong pembidik agar terkesan adil dengan Jung Hyun.

‘ayo Minho-a, kau pasti bisa’ batin Minho memberi semangat untuk dirinya sendiri dan dor

yesss” Minho bersorak saat apel tersebut jatuh sedangkan Jung Hyun tampak melotot kaget. Tidak percaya Minho bisa melakukannya, Jung Hyun pun berlari kearah pohon untuk memeriksa dan…

“aish, benar2 kena” rutuknya melihat peluru yang tertancap didalam apel. Tapi tiba2 gadis itu tersentak kaget saat sepasang tangan sudah melingkar dilehernya.

“kau ingin aku memakai gaya seperti apa untuk menyatakan cinta padamu lagi?” bisik Minho tepat ditelinga Jung Hyun. Gadis manis itu terpaku ditempat. Wangi tubuh dan panas tubuh namja tampan itu sangat terasa olehnya, bahkan suara keras jantung Minhopun bisa terdengar jelas olehnya. Jung Hyun tersenyum, gadis itu sepertinya juga harus mengakui kalau dia mencintai Minho. Mencintai namja yang selalu membuatnya kesal tapi juga selalu menjadi seseorang yang paling cemas jika terjadi sesuatu padanya.

“aku ingin kau melakukannya dengan gayamu sendiri” sahut Jung Hyun yang membuat Minho tersenyum. Dengan cepat namja tampan itu memutar tubuh Jung Hyun menghadap kearahnya dan berlutut sembari memegangi kedua tangan Jung Hyun.

“aku akui aku memang selalu membuatku kesal karena aku menganggumu, tapi jujur saja itu aku lakukan agar bisa menarik perhatianmu. Walau aku tidak tau kapan tepatnya cinta itu tumbuh untukmu, tapi aku yakin ini bukanlah cinta sesaat. Saranghae Cho Jung Hyun. Maukah kau mencari yeojachinguku” ucap Minho sembari memandang lekat mata Jung Hyun. Perlahan semburat merah mulai menghiasi pipi gadis manis itu, Jung Hyun tersenyum, sebuah tersenyum manis pertama untuk Minho.

“na do saranghae Choi Minho. Ne aku mau” ucap Jung Hyun yang membuat Minho tersenyum dan dengan cepat kembali berdiri lalu memeluk erat Jung Hyun.

“saranghae, saranghae, saranghae, aku janji aku akan menjagamu, lebih dari yang dulu aku lakukan” ucap Minho sembari menatap Jung Hyun lembut. Jung Hyun kembali tersenyum dan mengangguk kecil.

“ne, aku tau itu” ucap Jung Hyun sebelum akhirnya gadis itu kembali dipeluk erat oleh Minho. Lama mereka berpelukan hingga akhirnya Minho merenggangkan pelukannya lalu tangan kirinya beralih menarik dagu Jung Hyun agar mendongak menatapnya.

“bolehkah?” tanya Minho pelan. Mengerti maksud pertanyaan Minho, Jung Hyun tersenyum.

“apa aku boleh menolak?” ucap Jung Hyun yang kini membuat Minho tersenyum dan chu, bibir keduanya bertemu dan bertaut. Ciuman yang awalnya lembut itu berubah sedikit bernafsu saat Minho mulai menghisap bibir bawah Jung Hyun. Tangan kiri Minho mulai pindah kepinggang Jung Hyun sedangkan tangan kanannya memegangi belakang kepala Jung Hyun. Dan Jung Hyun? Perlahan kedua tangan gadis itu terangkat dan mulai melingkar dileher Minho. Tanpa Minho dan Jung Hyun sadari, seorang gadis tampak memperhatikan apa yang mereka melakukan dari balkon lantai 2. Myung Ah tampak memegangi besi pembatas sembari tersenyum.

“lama sekali ciumannya” gumam Myung Ah yang asik menonton adegan kissue Minho dan Jung Hyun ditaman belakang markas tersebut.

“mengintip bukanlah sifat yang baik Myungie” gadis itu tersentak kaget dan dengan cepat memutar tubuhnya.

“Jonghyun oppa” ucap Myung Ah yang melihat Jonghyun berdiri dipintu –yang tentu saja tidak terkena sinar matahari sembari tersenyum lembut kearahnya.

“a,,aku bukannya mengintip. Hanya ingin memastikan saja mereka tidak lagi bertengkar” kilah Myung Ah sembari melangkah masuk kedalam markas. Tapi langkah gadis itu terhenti karena Jonghyun memegangi tangan kirinya. Dingin dan ada sengatan listrik, itulah yang Myung Ah rasakan.

“apa yang harus aku lakukan agar kau ingat padaku jagiya?” tanya Jonghyun yang berhasil membuat jantung Myung Ah berdetak cepat. Gadis manis itu tampak tidak bergerak dengan posisinya yang masih membelakangi Jonghyun.

“aku tau ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan tentang kita. Tapi kalau seandainya media itu sudah ditemukan namun kita gagal, aku pasti mati dan…”

“ANDWAE!”  teriak Myung Ah cepat sembari berbalik hingga berhadapan dengan Jonghyun.

“andwae. Oppa tidak akan mati, kita pasti berhasil. Aku yakin itu” ucap Myung Ah pelan dengan tangan Jonghyun yang masih memegangi tangannya. Jonghyun tersenyum sembari menarik tangan Myung Ah yang digenggamnya dan kini malah mengunci gadis itu dengan tangannya yang melingkar dipinggang Myung Ah. Jantung Myung Ah berdetak cepat, tubuhnya menegang seketika.

“apa kau takut padaku jagiya?” tanya Jonghyun lembut dengan tangan kirinya yang beralih menangkup pipi Myung Ah.

“tidak. Aku tidak takut pada oppa” jawab Myung Ah sembari mencoba mengatur detak jantungnya yang bekerja terlalu cepat karena pelukan dan tatapan mata Jonghyun.

“kalau begitu oppa bolehkan memelukmu dan…” Jonghyun tidak melanjutkan kata2nya dan memilih untuk langsung melakukannya. Vampire tampan itu memeluk erat tubuh Myung Ah sembari menyandarkan kepalanya dibahu Myung Ah. Membatu, jantung yang baru saja bisa ditenangkannya kini malah bekerja lebih cepat karena ulah Jonghyun. Anehnya, tangan Myung Ah yang tadinya diam saja kini malah terangkat untuk membalas pelukan Jonghyun dengan kepalanya yang kini bersembunyi dibahu lebar Jonghyun. Merasakan Myung Ah yang membalas pelukannya, Jonghyun tersenyum sembari memeluk Myung Ah lebih erat.

“jujur saja, semalam aku memimpikan masa lalu kita oppa. Mimpi yang tampak seperti kepingan2 film dimana kita tampak sangat saling mencintai satu sama lain dan tiba2 saja itu membuatku merasa sangat sedih kalau ternyata itu benar2 ingatanku yang hilang” ucap Myung Ah yang membuat Jonghyun merenggangkan pelukannya dan menatap gadis itu dengan matanya yang membulat.

“mimpi? Mimpi seperti apa jagiya?” tanya Jonghyun bersemangat, berharap apa yang ada dimimpi Myung Ah adalah benar ingatan2 gadis manis itu.

“mimpi dimana aku membuat kejutan ulang tahun oppa. Oppa tampak senang sekali waktu itu. Lalu mimpi dimana aku menunggu oppa ditaman dan oppa datang dengan sebuket besar bunga mawar merah dan boneka kelinci untuk minta maaf karena membuatku menunggu lama. Dan mimpi dimana aku merawat oppa yang sedang demam. Oppa terlihat manja saat itu. Apakah kita benar2 pernah melakukan semua yang ada dimimpiku?” tanya Myung Ah yang dijawab anggukan dan senyuman lembut oleh Jonghyun.

“ne jagiya, semuanya pernah kita lalui dan itu adalah sebagian kecil kenangan manis kita” ucap Jonghyun sembari menangkup wajah Myung Ah dengan kedua tangannya dan chu ciuman lembut dari Jonghyun pun mendarat dikening Myung Ah.

“aku rasa tidak akan sulit membuatmu ingat. Apalagi tuhan sepertinya juga membantu” ucap Jonghyun sembari tersenyum dan kedua tangannya yang masih menangkup wajah Myung Ah. Gadis itu bisa merasakan panas diwajahnya, dan dia yakin kini pasti ada rona merah dipipinya. Pandangan Jonghyun tiba2 beralih pada sebuah tabung yang berada disudut ruangan.

“jagi, apa itu?” tanya Jonghyun sembari menjauhkan kedua tangannya dari wajah Myung Ah. Myung Ah berbalik dan melihat apa yang dilihat oleh Jonghyun.

“kalau aku tidak salah, itu adalah tangki permentasi anggur. Minho bilang dulu appa ingin membuat kebun anggur disini, tapi itu hanya tinggal rencana karena mereka meninggal” jawab Myung Ah kembali berbalik menghadap Jonghyun. Kening vampire tampan itu berkerut.

“tangki permentasi anggur?” ulangnya sembari menatap tangki tersebut.

“kalau begitu kedap udara kan?” tanya Jonghyun beralih menatap Myung Ah. Gadis itu mengangguk.

“ne. wae oppa?” tanya Myung Ah penasaran. Jonghyun tersenyum sembari mengelus puncak kepala Myung Ah.

“aku rasa kita sudah menemukan media yang cocok”

Myung Ah dan Minho masuk kedalam tangki permentasi anggur dengan Jonghyun dan Jung Hyun mengikuti mereka dari belakang. Senter tampak ditangan mereka karena didalam tangki tersebut tak ada cahaya.

“apa itu?” tanya Jonghyun menyorot senternya keatas.

“itu kipas ekstraksi. Fungsinya menarik udara keluar dari tangki untuk menghentikan oksidari anggur” terang Minho yang ikut2an menyorot keatas.

“okey, aku rasa itu bisa kita gunakan untuk mengeluarkan api” ucap Jonghyun sembari tersenyum.

“apa oppa yakin ini media yang tepat?” tanya Myung Ah ragu. Jonghyun tersebut sembari mengangguk kecil.

“ne jagiya. Ini adalah media yang sangat tepat” ucap Jonghyun yakin.

Minho tampak membuat lubang persegi didinding tangki. Myung Ah dan Jung Hyun sibuk menempatkan cermin agar pas dengan lubang yang dibuat Minho dengan jendela yang menghadap matahari terbit. Sedangkan Jonghyun tampak mengambil beberapa alat yang mereka butuhkan seperti kaca dan kamera. Dilubang yang dibuat oleh Minho kini sudah dipasangi kaca dan diberi lem perakat disekeliling tepi kaca agar tangki tersebut tetap kedap udara. Jung Hyun kini sibuk memasangi kamera didalam tangki dengan Myung Ah yang diberada didepan layar yang terhubung dengan kamera tersebut. Malam menjelang dan pekerjaan mereka tampak sudah selesai 2/3nya.

“unnie, apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Hye Rin yang baru saja datang, dibelakangkan berdiri Taemin, Jinki dan Soo Hee. Myung Ah berbalik dan tersenyum sembari menyeka keringat dengan punggung tangan kirinya.

“kami sedang membuat media itu Hye Rin-a” ucap Myung Ah sembari menunjuk tangki dimana Minho dibantu Jonghyun sibuk menahan agar kaca yang baru saja direkatkan itu tidak jatuh dan Jung Hyun yang baru selesai dengan urusan kamera didalam tangki keluar dengan tangan kirinya menyeka keringat.

“jinja? Jadi ini medianya?” tanya Jinki bersemangat. Myung Ah mengangguk.

“sebentar lagi akan selesai. Dan besok pagi kita akan mencobanya” ucap Myung Ah yang membuat semua yang ada tersenyum.

+

Mobil monster milik Kato tampak memimpin 6 mobil biasa dibelakangnya.  20 orang, itulah yang kini dia bawa kemarkas Casshawol.

“sudah berapa lama oppa menjadi pencari manusia begini?” tanya Hyunji sembari melahap sandwich buatannya. Kato tersenyum dengan matanya yang masih menatap lurus kejalan.

“4tahun yang lalu aku ditemukan oleh Sakura-san dan Yuki-chan. Awalnya aku hanyalah pandai besi yang membuat katana kembar untuk Sakura-san, tapi setelah itu aku dijadikan sebagai penanggung jawab senjata sekaligus asisten professor Jung yang menciptakan begitu banyak senjata yang sangat berguna sampai akhirnya aku diajak Sakura-san menjadi petarung untuk membantunya mengumpulkan manusia. Ya mungkin sekitar 3tahunan” ucap Kato panjang lebar yang diberi anggukan paham oleh Hyunji.

“lalu bagaimana denganmu? Apa kelompokmu yang dulu juga mencari2 manusia seperti kami?” tanya Kato sembari menatap Hyunji sekilas.

“hmm, hanya saja kami tidak pernah mencari sampai sejauh ini. Hanya yang dekat2 saja” jelas Hyunji. Tesss, tiba2 saja ban belakang sebelah kanan mobil monster Kato bocor, membuat mobil itu berjalan tidak karuan dan untung saja Kato dengan cepat mengerem sebelum mobil itu menabrak pohon.

“sial” rutuk Kato sembari mengatur nafasnya. Disampingnya Hyunji juga tampak melakukan hal yang sama karena kaget.

“kau tidak apa2?” tanya Kato yang dijawab anggukan oleh Hyunji. Semua mobil yang ada dibelakang mobil monster Kato kini tampak menyalakan lampu yang ada diatas mobil. Lampu yang mampu menyorot hampir 15 meter jauhnya. Kato dan Hyunji sama2 menyambar senjata mereka yang ada dijok belakang sebelum akhirnya keluar dari dalam mobil. Beberapa namja dan yeoja juga keluar dari mobil yang ada dibelakang Kato dengan busur ditangan mereka. Kato pun berjalan kearah ban belakang mobilnya dan melotot kaget saat mendapati peluru bius milik polisi menancap disana.

“sial!” rutuknya keras sembari menempelkan punggungnya pada ban mobil.

“waspada! Siapkan anak panah kalian!” seru Kato yang membuat semua manusia termasuk Hyunji yang ada disampingnya kini mulai waspada. Suasana menjadi hening, mata tiap manusia kini tampak sangat waspada. Jebbb, sebuah peluru kini tampak menancap dikepala salah seorang manusia. Melihat itu dor dor dor Katopun mulai menembak dan crash crash berhasil mengenai dua polisi. Duarrr, suara dari bom yang dilempar salah satu manusia terdengar dan api dari bom yang meledak tersebut membuat semua vampire polisi yang tadinya tidak tampak kini tampak dengan jumlah mereka yang 2kali lipat dari jumlah manusia.

“sial” rutuk Kato yang mulai takut dengan jumlah polisi tersebut. Beberapa manusia tampak sudah ambruk karena tertembak peluru bius polisi dan jeb, Kato menatap area perutnya dengan mata berkunang sebelum akhirnya merosot didinding mobil. Namja tampan itu tertembak oleh polisi yang ternyata juga menyerang mereka dari arah depan mobil.

“OPPAAA” teriak Hyunji kaget lalu berlari kearah sisi lain mobil dan mengambil hand talky yang tergeletak ditanah.

“siapapun, ada yang mendengar suaraku” ucap Hyunji dengan nada bergetar. Myung Ah memutar kepalanya kearah hand talky yang ada dimeja. Dengan cepat Minho yang berada paling dekat menyambar benda kecil berbentuk persegi panjang dengan antenna itu.

“Hyunji-a, ada apa?” tanya Minho cepat.

“ka,,kami diserang oppa. Jumlah mereka banyak dan ughhh” belum selesai Hyunji berbicara, sebuah peluru bius sudah tertancap disisi kanan pinggangnya. Membuat mata gadis itu berat sebelum akhirnya dia masuk kealam mimpinya dan hup tubuh Hyunji yang hampir saja jatuh menghantam aspal kini tampak berada dipangkuan vampire polisi yang menembaknya. Vampire tampan bermata tajam itu menatap lekat wajah Hyunji dengan bantuan lampu yang ada.

“Hyunji-a, nae Hyunji” gumam vampire tampan yang tak lain adalah Key itu dengan senyum menghiasi wajahnya.

Hyunji-a, Hyunji-a, kau tidak apa2kan?” suara dari hand talky yang ada diaspal membuat Key mengambilnya. Vampire tampan itu lalu memberi isyarat pada anggotanya yang memegang alat pelacak untuk mendekat. Tin, suara bahwa lokasi sudah terlacakpun terdengar. Mata Minho seketika langsung membulat.

“kita harus pergi dari sini” ucap namja tampan itu cepat sembari mematikan hubungan hand talky yang ada ditangannya.

“pergi? Wae?” tanya Jung Hyun bingung.

“Kato-kun dan Hyunji-a diserang. Dan lokasi kita juga sudah terlacak” terang Minho yang membuat semuanya kaget.

“tapi kemana kita akan memindahkan mereka semua?” tanya Myung Ah panic.

“ke vilaku saja” ucap Jinki cepat.

“aku punya vila di Daegu” sambung vampire tampan.

“araseo. Kalau begitu mulai bersiap2. PPALI!” seru Myung Ah yang membuat semua manusia yang mendengar kata2nya berlari kalang kabut. Dalam waktu kurang dari setengah jam semuanya tampak sudah siap. Untung saja mereka punya banyak mobil yang muat mengangkut semua manusia tersenyum.

“hyung, ayo kita pergi” ajak Minho yang tampak sudah menyandang tas sandangnya. Disamping namja tampan itu tampak Jung Hyun yang juga sudah siap.

“tidak, tidak bisa” ucap Jonghyun pelan sembari menggeleng pelan.

“mwo?” tanya Minho bingung sembari mendekati vampire tampan itu.

“2jam lagi matahari akan terbit. Aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini” ucap Jonghyun serius.

“tapi oppa, mereka juga akan sampai kurang dari 2jam” ucap Myung Ah dengan nada lemah.

“tapi aku tidak bisa melewatkan ini jagiya. Kita harus melakukannya sekarang” ucap Jonghyun yang masih bersikukuh. Minho menatap Myung Ah lalu beralih menatap Jung Hyun.

“araseo, tapi aku tidak terlalu suka BBQ vampire” ucap Minho sembari menjatuhkan tasnya kekursi.

“ya!” seru Myung Ah tidak terima dengan candaan Minho yang baginya tidaklah lucu.

“jadi kalian akan tinggal?” tanya Jinki tidak percaya.

“wae unnie?” ucap Hye Rin denga raut sedihnya, melihat itu Taemin langsung merangkul Hye Rin.

“Jonghyun oppa ingin mencoba media tersebut” ucap Myung Ah sembari tersenyum tipis.

“kalau begitu semoga kalian berhasil dan,,jangan lupa susul kami. Arachi!” ucap Jinki yang diberi anggukan oleh Myung Ah-Jonghyun-Minho-Jung Hyun.

+

Dengan kepala yang terasa berat dan mata yang sedikit sakit karena cahaya lampu ruangan, Hyunji mencoba melihat sekelilingnya. Mata gadis itu melebar saat melihat tempat dimana dia berada sekarang. Gadis itu berdiri dengan kepala yang sedikit masih sakit sembari kembali menatap sekeliling. Ting, suara pintu otomatis yang akan terbuka membuat gadis itu dengan cepat menyambar pisau ada diatas meja. Pintu yang terletap tepat 4meter dihadapannya terbuka dan tampaklah sesosok vampire tua yang sangat dikenal oleh gadis manis itu.

“kau tau butuh itu” ucap sosok vampire tua yang tak lain adalah Park Kyumin sembari menunjuk tangan kanan Hyunji. Hyunji menatap pisau yang dipegangnya lalu kembali menatap Kyumin takut2.

“kau ama disini. Aku janji” ucap Kyumin yang diberi gelengan pelan oleh Hyunji.

“dimana mereka? di,,,dimana chingudeulku? Dimana Kato oppa? Kumohon, jangan sakiti mereka” ucap Hyunji tanpa menghiraukan kata2 Kyumin. Kyumin tidak menjawab, perlahan vampire tua itu mendekat kearah Hyunji yang tampak diam ditempat.

“kau cepat sekali besar, dan kau,,, makin cantik” ucap Kyumin yang kini sudah berdiri dihadapan Hyunji.

“appa, kumohon. Jangan sakiti mereka” ucap Hyunji lemah. Kyumin tidak menjawab, tangannya malah terarah menarik Hyunji kepelukannya.

“appa merindukanmu jagiya” ucap Kyumin lembut.

“tapi mian, chingudeulmu tidak bisa appa tolong” sambung Kyumin yang membuat mata Hyunji membulat kaget dan dengan sekali dorong Hyunjipun lepas dari pelukan Kyumin.

“appa tidak bersungguh2” seru Hyunji sembari berlari kearah pintu.

“jagiya, jagi…” kata2 Kyumin terhenti karena merasakan sesuatu diperut bawah bagian kirinya. Perlahan setetes demi setetes darah turun sedangkan pisau yang masih dipegang Hyunji tampak berlumuran darah. Hyunji menatap Kyumin sedih saat melihat vampire tua itu kini terduduk disofa dengan tangan kirinya menutup luka. Ting, suara pintu terbuka membuat gadis itu berbalik dan dugh kepala Hyunji dihantam oleh ujung senapan, brukk membuat gadis akhirnya kembali jatuh pingsan.

+

Kelompok manusia yang dipimpin Jinki baru saja sampai di vilanya. Semua manusia yang ada kini mencoba percaya pada Jinki.

“ayo semua masuk kedalam vila” ucap Jinki sembari keluar dari mobilnya. Setengah jam lagi matahari akan terbit. Tampak beberapa manusia sudah masuk kedalam dan…

“KYAAAAAAAAAAAA!!!!!!” suara teriakan keras seorang yeoja itu membuat kegiatan manusia2 yang hendak mengeluarkan barang2 mereka terhenti. Jinki dan Taemin saling berpandangan dan tiba2 bau yang entah apa mengusik penciuman kedua vampire tampan itu.

“sial!” rutuk Jinki yang tau ada yang salah.

“jangan masuk! Ada batvam didalam vila!” seru Jinki pada para petarung yang hendak masuk. Tapi sayang vampire tampan itu kurang cepat memberi tahu karena beberapa batvam sudah langsung menarik manusia petarung itu masuk kedalam vila.

“GYARRRR” suara raungan beberapa batvam juga terdengar dari pohon2 yang tumbuh mengelilingi vila.

“sial!” kembali Jinki merutuk karena melihat batvam2 yang keluar dan mulai menyerang manusia2 yang ada.

“cepat masuk kedalam mobil” seru Jinki sembari mendorong Soo Hee masuk kedalam mobil. Hye Rin yang berdiri disamping Taemin pun tampak didorong masuk kedalam mobil oleh namjachingunya itu.

“Taeminie, ambil pedang!” seru Jinki sembari menekan tombol bagasi belakang mobil lalu vampire tampan itu beralih menekan tombol untuk system mobil siang hingga semua kaca mobil kini berwarna hitam. Taemin yang ada dibagasi belakang tampak mengambil 2 pedang yang memang selalu ada dibagasi belakang mobil Jinki.

“pergi dari sini! Dan kembalilah 2jam lagi. kalau ada batvam dijalan, tabrak saja. Arachi!” perintah Jinki pada Soo Hee yang duduk dikursi kemudi.

“ta,,tapi bagaimana dengan oppa?” tanya vampire cantik itu panic.

“kami akan melawan batvam2 itu dan menyelamatkan manusia sebisa kami. Nah, cepat pergi” ucap Jinki sembari menutup pintu.

“PPALI!” teriak Jinki karena mobil belum juga berjalan. Kaget, Soo Hee pun dengan cepat memutar kemudi keluar dari area vila Jinki dan melajukannya kencang dijalanan.

“ah” vampire cantik itu tersentak saat tiba2 sesosok batvam tampak menghalangi jalannya.

“tabrak saja Soo Hee-a!” seru Hye Rin yang duduk disampingnya. Soo Hee mengangguk dan menginjak gas hingga kecepatan mobil bertambah dan brakkk, tubuh batvam tersebut langsung hancur ditabrak Soo Hee.

Sementara itu Jinki dan Taemin kini sudah memegang satu pedang dikedua tangan mereka dengan beberapa batvam yang mengelilingi mereka.

“hyung, kenapa vila kita banyak sekali dihuni batvam?” tanya Taemin bingung dengan mata yang masih mengawasi gerak gerik batvam yang mendekati mereka.

“aku rasa mereka adalah vampire2 yang waktu itu kita tampung Taeminie. Mungkin persediaan darah sudah tidak ada dan mereka mulai memakan darah mereka sendiri” ucap Jinki mengambil kesimpulan. Taemin mengangguk paham mendengar penjelasan Jinki.

“siap untuk membunuh mereka?” tanya Jinki yang kini beradu punggung dengan Taemin.

sure. Let’s go” ucap Taemin dan kedua Lee bersaudara itupun mulai mengayunkan pedang mereka. Menusuk dan menebas, beberapa batvam tampak sudah mati ditangan mereka. beberapa manusia kini tampak sudah aman didalam mobil karena Taemin dan Jinki menolong mereka.

“kalian diamlah didalam mobil. Jangan keluar. Arachi” perintah Jinki yang diberi anggukan paham oleh manusia yang hanya berjumlah 5orang itu. semua batvam dihalaman depan vila sudah habis dibunuh duo Lee tersebut. Matahari tampak akan keluar sebentar lagi.

“ayo masuk kedalam vila Taeminie” ajak Jinki dengan pedang yang masih kuat dipegangan tangannya. Taemin mengangguk sembari mengikuti langkah Jinki dari belakang. Keduanya kini sudah masuk dan langsung disambut pemandangan ‘makan’ beberapa batvam.

gyarrrr” beberapa batvam langsung meraung karena tidak senang dengan kedatangan Jinki dan Taemin.

“aish, seenaknya saja menjadikan vilaku sebagai sarang kalian” ucap Jinki sinis.

“ayo Taeminie, bersihkan vila kita dari mahkluk2 menjijikkan ini” ajak Jinki yang diberikan anggukan serta senyum evil dari Taemin.

“kkaja” ucap Taemin sembari mengayunkan pedangnya pada batvam yang mendekat kearah mereka.

+

Matahari baru saja muncul, Jung Hyun dan Myung Ah tampak menatap dengan ragu kearah Jonghyun yang kini dipasangi pendeteksi dekat jantung didada kiri dan kanannya oleh Minho. Perut datar dengan abs pun menjadi tontonan kedua gadis manis itu melihat Jonghyun yang kini hanya memakai celana panjangnya. Myung Ah masuk kedalam tangki dan mendekati Jonghyun sedangkan Minho kini menyampirkan tabung oksigen dipunggungnya.

“apa oppa yakin?” tanya Myung Ah sekali lagi. Gadis manis itu benar2 takut kalau2 media yang mereka buat tidak berhasil nantinya. Apalagi ingatan2 gadis manis itu akan Jonghyun kini mulai kembali sedikit demi sedikit. Jonghyun tersenyum sembari menangkup pipi kiri Myung Ah.

“aku sangat yakin jagiya. Dan kau juga harus yakin. Bukankah kau bilang kita pasti berhasil?” ucap Jonghyun yang membuat Myung Ah menghela nafas.

“baiklah? Aku akan yakin dan percaya kalau oppa,,,akan berhasil” ucap Myung Ah sembari tersenyum tipis sebelum akhirnya keluar dari dalam tangki.

“siap hyung?” tanya Minho sembari mengambil selembar selimut tebal yang direndamnya didalam air. Jonghyun mengangguk yakin dan Minhopun mulai meletakkan selimut tersebut dibahu Jonghyun.

“Myungie, dalam hitungan ketiga” ucap Minho dari dalam tangki. Jung Hyun kini tampak mengambil posisi duduk disamping Myung Ah yang menghadap kearah layar yang memperlihatkan keadaan didalam tangki.

“hana dul set..!” Minho langsung mengangkat penutup kaca sehingga sinar matahari masuk dan…

“ARGGGGGGG” Jonghyun pun berteriak karena kini tubuhnya terbakar oleh sinar matahari, tampak tubuh Jonghyun kini dikelilingi oleh api sementara Myung Ah dan Jung Hyun menatap lekat layar dihadapan mereka. Tak berapa lama Minhopun menutup kembali kaca yang menjadi jalannya sinar matahari masuk dan tek, dengan cepat Myung Ah menekan tombol yang membuat kipas ekstraksi bekerja menarik api yang mengelilingi tubuh Jonghyun keluar dari tangki sementara Minho tampak memakai penutup hidung yang terhubung dengan tabung oksigen yang ada dipunggungnya. Setelah api benar2 keluar dari dalam tangki, Myung Ah pun memutar sebuah tombol yang berfungsi untuk memasukkan oksigen kedalam tangki.

“oppa, kau tidak apa2?” tanya Myung Ah cemas sembari menatap layar pendeteksi detak jantung yang hanya memperlihatkan garis lurus.

“kau tidak apa2 hyung?” kini Minho yang bertanya sembari membantu Jonghyun yang tadinya jatuh berduduk agar kembali berdiri.

“a,,,aku baik2 saja” ucap Jonghyun pelan sembari berdiri tegak. Minho mengangguk paham.

“dia tidak apa2 Myungie” seru Minho yang membuat Myung Ah sedikit tenang. Apalagi Jonghyun tampak menatap kamera sembari mengangkat jempolnya.

“ayo kita lakukan lagi”

Tbc…

Mian kalo tbcnya jelek ==”

Hohoho, gimana2? Apakah action duo Lee bagus? Trus berhasil apa kagak Jonghyun jadi manusia lagi?

Tungguin aja ye part 7nya, XDD

Nah, waktunya koment dan like readers ^.<

Dan tolong kata2 aku diatas dipikirin :D

KAMSAHAMNIDA (_ _)

Advertisements

8 responses to “The NewDay part 6

  1. first??

    whuaa..
    itu jjong nekat..
    andwee…
    jgn sampe nantinya gagal…

    duhh,,key doank yg menyimpang iki…
    lanjutanx d tunggu yah…

    • ne chingu 🙂
      sidernya banyak banget nich #lirik2 sider yang kagak mau nongol ==”

      tenang, jjongpa pasti sukses plus selamat tentunya 😀
      ne ,key menyimpang ==”
      sipp ^^b

      gomawo 😀

  2. gya!!!
    keren!!!
    serasa nonton film’a langsung..
    2 thumbs buat author’a deh..

    hehehe
    saya reader baru disini, salam kenal..
    *bow

  3. wua!!!!!!!!!! udah mulai percobaan balik jadi manusia lagi???
    pingin deh ngliat onew sama taemin tarung….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s