We Got a Baby PART 1

Poster made  by @nanonadiaa Shinstarkey

Title : We Got a Baby

Author : Aegyo Flames

Genre : Romance

Rating : NC – 17

Disclaimer : this story is mine

Songs :

  • IU – Boo
  • Xiah Junsu – Intoxication

Cast :

  • Choi Sulli (F(x))
  • Lee Taemin (SHINee )
  • and other

buat yang sudah menunggu nunggu FF ini…

FF ini buat cagalli14 ^^

semoga seneng ._. maaf kalo porsi NC nya kurang

happy reading

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sulli POV

Lagi lagi aku harus memasuki sekolah yang seperti neraka itu.

BRUUK

Huh! dia lagi…

Dia namja terpopuler dan terkaya disekolah ini.

Yah… walaupun otaknya tidak terlalu encer tapi ia punya uang.

Sungguh tidak adil.

Sekolah ini terkenal dengan murid muridnya yang pintar dan juga susah sekali untuk masuk ke sekolah yang elit ini jika IQ nya sedikit.

Tapi dia?? bisa masukkan?? karena apa?? uang appa dan umma-nya~

padahal masih banyak anak anak pintar yang tidak bisa masuk kesini karena mereka tak punya biaya.

Huff,,, sepertinya aku akan menjadi presiden nanti hehehe…

“Choi Sulli! minggir aku mau lewat!” katanya.

“ya lewat aja jalan gede begini!” kataku.

“awas kau ya!”

“dasar gila!” kataku lirih.

Ia berbalik menghadapku.

“kau bilang apa?!”

“aku tidak bilang apa apa…”

“aku tidak tuli!”

Jarak wajah kami sangat dekat… Ia pun terus mendekat sampai akhirnya aku mendorongnya menjauh.

“ahahahaha…” ia memelukku.

Dia Lee Taemin namja yang didamba dambakan seluruh yeoja disekolah ini.

Dia temanku, teman baikku.

Taemin Oppa ini orangnya sangat baik tapi ia tampak dingin.

Kejadian itu tadi mengingatkanku pada kejadian 2 tahun yang lalu saat kami pertama bertemu.

Sudah 1 bulan ini ia tak masuk, tidak tau kenapa…

“Oppa…! bogoshipeo…!” aku kembali memeluknya.

“Oppa kemana saja… kenapa tidak menghubungiku??” tanyaku.

“hehehe Oppa sibuk kkk~!” ia mengacak rambutku.

“bagaimana keadaan dongsaeng Oppa satu ini…” lanjutnya.

“aku baik Oppa… Oppa bagaimana?”

“sangat baik… apalagi setelah melihatmu…”

Ia menunjukkan senyum manisnya.

“Oppa masuk kelas dulu ya… annyeong~” katanya lalu pergi meninggalkanku.

Taukah kau Oppa… dongsaengmu ini khan merindukanmu…

Aku memutuskan untuk masuk ke kelasku.

“Sulli-ah~ ada yang kau urusi di ruang OSIS nanti sepulang sekolah ya~” kata Krystal.

“ne… yang ngurusi siapa aja?” tanyaku.

“kau dan…. ehmm…. Taemin Oppa…” jawabnya.

“hanya berdua??”

“ne… kau keberatan??”

“anii ^^”

“ya sudah… jangan lupa ya…”

Aku hanya mengangguk semangat.

Sudah lama aku merindukan saat saat bersama Taemin Oppa di ruang OSIS.

hahaha…

end Sulli POV

Sepulang Sekolah…

Sulli menuju ruang OSIS, ia tak melihat batang hidung orang yang sudah dianggap seperti Oppa-nya sendiri itu.

Ia langsung mengerjakan tugas yang diberi Krystal tadi.

‘Sudah jam 5 sore kok Taemin Oppa belum dateng juga ya??” bingung Sulli sambil terus mengetik.

“Annyeong Sulli! mian aku telat heheh…” Taemin datang dengan berlari.

“oh iya mana tugasku?” lanjutnya.

“itu Oppa… dimeja” kata Sulli masih tak berpaling dari monitornya.

“Oh begitu ya… baiklah…” Taemin menuju meja yang dimaksud Sulli.

Hujan deras melanda (?) daerah sekitar sekolah megah itu.

Sulli melihat ke arah jendela.

“Hmm… dingin sekali… err… Oppa aku tutup pintunya tidak apa apa ya… terasa dingin sekali…” kata Sulli.

“ne… tutup sendiri ya… hehe”

Sulli tersenyum, lalu berjalan menuju pintu dan menutupnya.

Hanya mereka berdua yang ada diruangan itu, bahkan mungkin disekolah itu.

Sekarang sudah pukul 6 tepat, mereka masih berkutat dengan pekerjaan masing masing.

“Haah~ akhirnya selesai juga…” kata Sulli lalu bangkit.

“tungguin Oppa ya…” kata Taemin.

“ne Oppa… aku mau keluar dulu…”

Sulli berjalan dikoridor, hujan deras masih belum berhenti.

“perasaanku tidak enak…” gumam Sulli.

Ia mendapati semua lampu ruangan mati.

Ia pun berlari ke arah gerbang hingga seragamnya basah.

“TOLOOOOOONGGG!!!”

“Sulli?!” Taemin segera beranjak lalu berlari kearah suara teriakan itu dengan payung.

Ia mendapati Sulli menangis didepan pintu gerbang sambil menggedor-gedor pintu gerbangnya.

“Sulli-ah~ waeyo?? gwaechana??” tanya Taemin khawatir.

“Oppa kita terkunci! semua ruangan dikunci kecual ruangan OSIS Oppa kita tidak bisa pulang oppa ottokhae hikss…” kata Sulli sambil menangis.

Taemin mendekap tubuh mungilnya.

“Sudahlah Sulli-ah pasti ada yang menolong kita… tenang saja percaya sama Oppa… udah yuk balik… disini hujannya deras…”

Sulli merasa tenang, namja imut itu memang selalu bisa membuatnya percaya.

Sulli hanya duduk menghadap jendela.

“Sulli… bajumu basah… lebih baik kau ganti dulu…” Taemin memegang pundak Sulli.

“tapi aku tidak bawa baju…”

“ehmm…. pakailah seragamku… ini tidak basah…” Taemin tersenyum manis kearahnya.

“tidak usah Oppa… aku tidak apa apa”

“nanti kamu masuk angin…”

“lalu bagaimana denganmu?”

“aku bawa jaket… aku bisa memakainya…” Taemin melepas bajunya

Taemin menyodorkan seragam putihnya kepada Sulli yang tampak kedinginan.

Ia Menyuruh Sulli untuk berganti baju di balik rak buku.

Lama kelamaan ia pun merasa kedinginan badannya terasa lemas.

Ia mengambil jaketnya lalu memakainya.

Sulli kembali.

Ia memakai kemeja Taemin yang sedikit kebesaran ditubuhnya ia juga melepas roknya yang basah ia hanya mengenakan celana olahraganya yang pendek.

Dua kancing atasnya dibiarkan terbuka.

Taemin melihatnya menelan ludah.

‘Aigoo~ apa yang kau pikirkan Lee Taemin!’ Taemin menggeleng cepat.

“Sulli-ah~ apa kau bawa hape?? kita telfon saja teman teman~” kata Taemin.

“bawa sih… tapi dari tadi pagi low batt” kata Sulli.

Mata Sulli berkedip beberapa kali…

Taemin yang melihatnya segera merapikan beberapa kardus tak terpakai.

Ia menatanya dibalik rak buku.

Disana sangat gelap, tak ada penerangan yang menemani mereka.

“Sulli-ah~ aku pikir kau mengantuk… tidurlah disitu…” Taemin menunjuk rak buku besar itu.

“tapi bagaimana dengan Oppa?”

“jangan khawatirkan aku… aku bisa tidur dimana saja…”

“baiklah… gomawo Oppa…” Sulli tersenyum simpul kearah Taemin.

Sekarang sudah pukul setengah sepuluh, tapi kenapa belum ada yang mencari mereka.

Taemin merasa mengantuk juga, ia memutuskan untuk melihat Sulli yang masih tertidur pulas.

Sulli tampak cantik dengan wajah polosnya.

Taemin memutuskan untuk tidur disebelahnya.

<SKIP>

Cahaya pagi menerobos masuk diantara tirai yang sedikit terbuka.

Dibalik rak buku seorang yeoja cantik terbangun.

“huh?! apa apaan ini?! Taemin Oppa?!” kagetnya.

Ia lebih kaget lagi saat melihat mereka berdua tanpa busana.

Ia menutup mulutnya tak percaya, ia menarik jaket dan kemeja yang tergeletak di sebelahnya untuk menutupi tubuh Taemin.

Ia segera memakai seragamnya lagi.

Matanya memerah, air matanya sudah diujung.

Ia tak bisa lagi membendung air matanya.

Air matanya mengalir begitu deras.

Ia duduk sambil memeluk lutut.

Taemin samar samar mendengar suara sesenggukan seorang yeoja langsung terbangun.

Ia tak kalah kaget dengan Sulli saat mengetahui dirinya tak menggunakan satu pakaian pun.

Ia memakai seragamnya, ia menghampiri Sulli yang menangis.

“Sulli-ah~ Mianhae… ini semua salahku…” Taemin berjongkok mensejajarkan posisinya dengan yeoja imut itu.

Sulli tak menjawab ia hanya terus mengeluarkan semua luapan emosinya lewat air mata.

“Aku berjanji… jika sesuatu terjadi padamu aku akan bertanggung jawab! tolonglah… berhenti menangis…” mohon Taemin.

Sulli mendongak, ia memeluk Taemin dengan erat seolah olah menemukan sesuatu yang sangat penting yang sedari tadi ia cari.

“Oppa… kau mau berjanji khan??” Mata Sulli berbinar.

“ne Sulli-ah… semua ini khan gara gara aku…” menatap lekat pada Sulli yang mulai menunjukkan senyumnya.

“annii Oppa… ini juga salahku… aku juga tidak bisa mengontrol diriku…”

“Ya sudah… ayo kita pulang… hari ini hari minggu…”

Sulli mengangguk lalu menghapus air matanya, dan mengikuti Taemin yang sudah lebih dahulu berjalan.

“untung tukang kebun masuk!” kata Taemin.

“kalian?! kalian darimana??” tanya tukang kebun sekolah itu.

“semalam kami terkunci pak…” jawab Taemin.

“Oh~ begitu… ya sudah sebaiknya kalian pulang sekarang… orang tuamu pasti khawatir…”

Taemin mengantarkan Sulli sampai rumahnya.

Sebenarnya Sulli sudah melarangnya, ia tak mau merepotkan Taemin.

Entah mengapa Taemin merasa ia punya kewajiban untuk melindungi Sulli.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

2 Months Later

Selama 2 bulan terakhir, Taemin selalu memberi perhatian lebih pada Sulli.

Sampai teman Sulli bilang kalau mereka seperti sedang berpacaran.

Krystal juga bilang begitu, dia bilang mereka pasangan yang serasi sama sama punya wajah innocent.

Seoul sedang bercuaca dingin sekarang, hujan sering sekali mengguyur ibu kota itu.

Sulli berdiri didepan pintu kelasnya, tampak seperti sedang menunggu, tepatnya menunggu hujan reda.

“aigoo~! bisa bisa aku tidak pulang kalau menunggu huja ini reda… udahlah pulang aja!” Ia berlari menuju pintu gerbang yang cukup jauh.

Tiba tiba ia sudah tidak merasakan tetesan air hujan lagi.

Ia mendongak, sebuah payung transparan ada dihadapannya.

Ia menoleh kebelakang, namja imut itu tersenyum lebar.

“Taemin Oppa! kau sudah seperti pengawalku saja… hehehe… selalu tahu apa yang kubutuhkan!” Sulli tersenyum.

“hujannya semakin deras… kajja!” Mendekap Sulli kepelukannya agar tak terkena percikan air hujan.

Sulli menatap wajah imut orang yang memeluknya.

“Oppa…” panggilnya saat sampai dalam mobil Taemin.

“ne?” jawab Taemin tanpa menoleh.

“gomawo~”

“untuk??” kali ini ia menatap lekat wajah cantik Sulli.

“semuanya~ kau selalu ada untukku…”

“yah… memang sudah seharusnya khan…”

Sulli terlihat bingung dengan ucapan Taemin.

“eh! udah sampe tuh…” Taemin mengacak lembut rambut Sulli.

“ne! Oppa hati hati ya… Annyeong~”

Sulli berjalan memasuki rumahnya.

Ia pun merasa pusing, akhir akhir ini ia memang sering sekali kehujanan.

Ia memegangi kepalanya, langkahnya terhenti.

Menggeleng pelan lalu meneruskan perjalanannya.

Ia berjalan pelan menuju kamar mandi.

“huwee… huweee…”

Sulli merasa mual dan pusing.

Pandangannya kabur dan gelap.

Sulli POV

Aku membuka mataku perlahan, aku masih merasakan pusing.

Aku bangkit dari tempat tidurku.

“INI TIDAK MUNGKIN! ANAK ITU HARUS MENGGUGURKANNYA!” Aku sangat hafal suaranya, itu suara umma.

Tapi kenapa ya??

Aku memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan keluargaku dari balik pintu kamarku.

“Lakukan segala cara! agar ia selamat dan bayinya mati!” kata umma lagi.

Bayi?? Bayi siapa??

“tapi itu berresiko besar nyonya…”

“aku tidak mau tau!”

Aku memutuskan untuk keluar dari kamar.

“POKOKNYA SULLI HARUS MENGGUGURKAN BAYINYA!”

DEG

Apa?? aku hamil??

Ini tidak mungkin! Aku tak mampu lagi menahan air mata.

Kakiku terasa lemas, kepalaku terasa pusing.

Memori itu terputar kembali.

Ingatan kelam itu kembali berputar putar dibenakku.

“Sulli~ CUKUP UMMA!” Teriak Luna unni saat melihatku.

“SINI KAMU!” Kata Umma.

Aku menghampiri umma.

“katakan pada umma! siapa yang telah menghamilimu hah?!”

Aku hanya menggeleng, aku tidak mampu untuk sekedar mengeluarkan suara.

“JAWAB!”

Aku tetap menggeleng.

“oke! itu tidak penting! yang penting sekarang kamu harus menggugurkan bayimu!”

“SHIREO!” Aku bangun dari posisi dudukku sambil berteriak.

“CHOI SULLI! BERANI BERANINYA KAU! GUGURKAN KANDUNGANMU ATAU ANGKAT KAKI!”

“aku akan mengikuti semua perintah umma… tapi tidak untuk yang ini! ini anakku umma, anak ini akan kupertahankan sampai ia lahir, sama seperti saat umma mengandungku khan! umma menyuruhku untuk pergi?? gurae~ aku akan pergi…”

Aku berlalu menuju kamar dan langsung membereskan semua pakaianku.

“Umma… terima kasih untuk semuanya… Luna unni aku pergi~”

Sekarang aku harus apa??

Aku tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang.

Aku hanya bisa meneteskan air mataku.

Kenapa kau memberikanku cobaan yang berat seperti ini, Tuhan??

Taemin Oppa!

Tiba tiba aku teringat padanya, namja yang selalu ada untukku itu bilang ia akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padaku.

TOK TOK TOK

Aku mengetuk pintu rumahnya yang mewah.

“Sulli~! untuk apa kau kemari?? ini sudah malam Sulli-ah~” kata Taemin Oppa setelah melihatku didepan pintu.

“Aku… aku… aku hamil Oppa…” kataku sambil menyentuh perutku.

“mwo?! bagaimana… bisa semua ini terjadi?!” Taemin oppa mengacak rambutnya.

“Oppa… kau tidak mau bertanggung jawab?? baiklah… aku tidak apa… mengurusnya seorang diri juga bukan hal yang sulit~” Aku tersenyum pada Taemin Oppa yang menatapku iba.

“tidak~ aku akan tetap bertanggung jawab… bagaimanapun juga anak ini anakku… kajja ikut aku!” Taemin Oppa menggandengku masuk kedalam rumahnya.

“Oppa… aku takuut~”

“sudah tenang saja… ehmm… Umma Appa~ perkenalkan ini errr… yeojachinguku…” Taemin Oppa duduk bersebelahan denganku.

Aku benar benar takut sekarang… bagaimana kalau orang tua Taemin Oppa sama seperti Umma??

“jeongmal?? neomu yeppeo~ siapa namamu nak??” tanya Umma Taemin oppa.

“joneun Choi Sulli imnida…” aku menundukkan kepala lalu tersenyum.

“Taemin… kau sungguh pintar memilih yeojachingu~”

Aku hanya bisa tersenyum menanggapi pernyataan orang tua Taemin Oppa.

“jadi begini Umma… Appa… ehmm… aku mau menikahinya…”

“kenapa secepat ini Taemin??” tanya Umma-nya lembut.

“aku… aku… aku telah membuatnya mengandung anakku…”

“MWO?! CEPAT KELUAR KAU DARI SINI! DASAR YEOJA MURAHAN!!” Appa Taemin oppa terlihat sangat marah, lebih marah dari Umma tadi.

Sekarang apa lagi yang bisa kuharapkan?

“Appa sudah!”

“tapi Umma! Taemin itu pewaris tunggal perusahaan kita! baiklah… gugurkan kandungannya…”

“shireo~ aku tidak bisa…” jawabku lemah.

“tidak bisa Appa! dia ini cucumu! aku akan tetap bertanggung jawab!”

“baik kalau itu maumu… silahkan~ angkat kaki dari sini! dan jangan bawa sepeserpun uang dari sini!!” bentak Appa-nya lagi.

Tuhan~ sekarang aku harus berbuat apa??

“baik… aku tidak akan membawa sepeserpun uang dari sini Mr Lee! kajja Sulli~” Taemin Oppa menarikku keluar.

Aku kembali menatapnya. Mianhae Oppa…

“Oppa… Maafkan aku… gara gara aku Oppa jadi seperti ini…”

“gara gara aku juga kau jadi seperti ini… sudahlah tidak usah pikirkan itu~”

“TAEMIN-AH~” Panggil seorang yeoja… kami pun menoleh…

TBC

UNTUK REQ YANG INI DIBIKIN CHAPTER YAH~

YANG NGGAK KOMEN NGGAK JODOH AMA BIAS~

Advertisements

75 responses to “We Got a Baby PART 1

  1. thor… ne lanjutannya gak da yc,,,??
    aq dh lama baca ne ff, trus dh cari2 part 2 nya…
    tp gk nemu2…
    pa dh di ganti ya judulny??
    soal na pernah baca ff yg judulny sama, tp main cast beda…

  2. chingu…. ne lnjtanny gkda ya???
    aq dh lama bc ne ff, trus udh cari uga lnjutanny
    tp gk nemu2 melulu…
    dh gitu aq ad nemu ff yg judulnya sama, tp main cast nya….
    apa ff ne dh di ganti judul nya ya??
    pliss lanjutn donk ff ny…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s