The NewDay part 7

Tittle: The NewDay part 7

Cast:

♥ SHINee member

♥ Author as Choi Myung Ah

♥ Cho Jung Hyun

♥ Park Hyunji

♥ Choi Hye Rin

♥ Jang Soo Hee

Camoe:

♥ Kato Sakurai

♥ Park Kyumin

♥ Lee Sanghu

Length: Series

Rate: PG-18

Genre: Fantasi, Thriller, Action, Romance

GOOD READERS = PAHALA

SIDER = DOSA

HAPPY READING READERS :D

♥♥♥

“ayo kita lakukan lagi” ucap Minho sembari merendam selimut lalu kembali meletakkannya dibahu Jonghyun. Sementara itu Myung Ah tampak melepaskan jaket kulit yang dipakainya lalu kembali duduk.

“unnie, tenanglah” ucap Jung Hyun melihat Myung Ah yang tampak gelisah. Myung Ah menatap Jung Hyun sebentar sembari tersenyum tipis sebelum kembali menatap layar.

“entahlah Jungie, aku rasa aku tidak akan bisa tenang sebelum ini berakhir” ucap Myung Ah dengan mata tertuju pada layar computer dihadapannya sementara Jung Hyun tersenyum kecil mendengarnya. Ingatan Myung Ah memang hilang, tapi perasaaan gadis manis itu pada orang2 yang dicintainya tentu saja tidak akan hilang semudah ingatannya.

“hana dul set..” Minho memberi aba2 lalu kembali membuka penutup kaca dan…

“ARGGGGGGG!!!” Jonghyun berteriak keras saat api mulai kembali mengelilingi tubuhnya.

“oppa, bertahanlah” gumam Myung Ah yang masih bisa didengar oleh Jung Hyun. Tak berapa lama Minhopun menutup kembali kaca tersebut dan tek Myung Ah langsung menekan tombol hingga lagi2 api tersebut ditarik dari tubuh Jonghyun. Setelah api benar2 terhisap, Myung Ahpun memutar tombol agar oksigen masuk. Kini pandangan kedua gadis itu mengarah pada mesin pendeteksi detak jantung Jonghyun. Tittt tiitt garis yang tadinya hanya lurus saja kini tampak mulai bergelombang. Myung Ah dan Jung Hyun tersenyum tapi, tiba2 garis bergelombang itu hilang.

Sementara itu beberapa mobil polisi tampak melaju kencang kearah markas Casshawol. Jarak mereka kini hanya sekitar 2km dari markas.

“oppa! Jonghyun oppa! Kau baik2 sajakan?” tanya Myung Ah cemas sementara Minho didalam tangki tampak kembali membantu Jonghyun agar berdiri tegak.

“kau tak apa hyung?” tanya Minho yang diberi anggukan kecil oleh Jonghyun.

“dia tak apa2 Myungie” seru Minho dari dalam tangki. Myung Ah dan Jung Hyun melihat kearah layar dan mendapati Jonghyun berdiri tegak dengan bantuan Minho.

“oh, tuhan” ucap Myung Ah frustasi. Entah kenapa gadis itu benar2 takut sekarang.

“ayo lakukan lagi!” seru Minho yang kini tampak kembali menyandarkan selimut dibahu Jonghyun.

“hana dul set..!” setelah Minho menghitung, namja tampan itu kembali membuka penutup kaca dan…

“ARGGGGGG” teriakan tak kalah keras dari yang pertama dan kedua pun kini terdengar dari Jonghyun. Kesakitan? Tentu saja dia kesakitan, tapi agar bisa kembali menjadi manusia harus seperti caranya, baginya tidak masalah. Sedikit lebih lama dari yang pertama dan kedua, Minho kini tampak menutup kembali kaca dan tek, kembali pula Myung Ah menjalankan tugasnya. Kini mata kedua gadis itu kembali menatap layar sementara Jonghyun tampak tersungkur dengan dada yang tiba2 sesak. Tiit tiittt tiittt tittt suara dan gelombang naik turun yang kini tampak teratur dimesin pendeteksi detak jantung itu membuat kedua gadis itu saling berpandangan sebelum akhirnya berlari kearah tangki dan membuka pintunya dengan tergesa2.

“hyung hyung, kau tidak apa2?” tanya Minho yang sedikit panic melihat Jonghyun yang tampak seperti sesak nafas. Pintu terbuka, dengan segera Myung Ah mendekat kearah Jonghyun dan menangkup kedua pipi tirus vampire tampan itu agar menatap kearahnya. Perlahan warna iris mata Jonghyun yang tadinya hitam pekat, kini tampak mulai berubah warna menjadi coklat muda. Myung Ah, Minho dan Jung Hyun tampak tidak menyembunyikan kekagetan mereka melihat hal itu. Jonghyun bingung dan beralih menatap Minho meminta penjelasan.

“tuhan maha kuasa”

Brakkkk, bersamaan dengan itu, dari lantai 1 terdengar suara pintu didobrak. Sepertinya para polisi itu sudah tiba dan ke4nya pun mulai bergegas keluar dari tangki dan memunguti tas2 mereka sebelum akhirnya berlari kearah sebuah tangga tali menuju langit2. Jonghyun yang tampak masih lemas dibantu oleh Minho dan tepat sebelum salah satu polisi itu naik kelantai dua. Tangga tali itupun sukses ditarik oleh Jung Hyun. Dari celah kecil yang ada, Myung Ah, Minho dan Jung Hyun bisa melihat kini beberapa polisi tampak menggeledah ruang yang ada dilantai 2. Sementara itu Jonghyun tampak berbaring dengan dada yang naik turun teratur.

+

Key mondar mandir dihadapan sebuah pintu penjara. Vampire tampan bermata tajam itu tampak ragu untuk masuk kedalam. Tapi setelah setengah jam mondar mandir, akhirnya Key pun memutuskan membuka pintu. Didalam penjara tersebut, tampak seorang gadis menatapnya.

“jangan mendekat!” serunya takut saat melihat Key masuk dan pintu kembali tertutup.

“kau tidak usah takut Hyunji-a. Ini aku. Bumie” ucap Key sembari tersenyum manis. Senyum yang jarang sekali bisa dilihat bahkan oleh Jonghyun sekalipun.

“Bumie?” ulang Hyunji dengan kening berkerut. Key mengangguk lalu beralih menatap pergelangan tangan Hyunji.

“ternyata kau masih memakai gelang yang aku berikan” ucap Key sembari menunjuk gelang dengan batu berwarna biru muda ditangan kiri Hyunji. Hyunji menatap pergelangan tangannya lalu beralih menatap Key dengan tatapan tak percaya.

“Bumie, kau,,,kau Bum oppa. Jinjayo?” tanya Hyunji tak percaya yang dijawab anggukan oleh Key. Seketika Hyunji langsung menangis dan berlari memeluk Key erat. Rindu? Itulah yang gadis manis itu rasakan kini. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan namja yang selalu menjadi malaikat baginya, selalu membuatnya tersenyum dan selalu mampu menghilangkan kesedihannya hingga tiba2 namja yang entah sejak kapan dia cintai itu menghilang. Sadar akan hal itu, Hyunjipun melepaskan pelukannya lalu menyeka air matanya kasar.

“kenapa kau ada disini?” senyum Key memudar mendengar pertanyaan bernada dingin Hyunji. Key tau dia salah, salah karena tidak berpamitan pada gadis manis itu saat orang tuanya tiba2 saja memutuskan pindah ke Jepang dan mereka baru kembali saat Key berusia 16 tahun dan itupun hanya bersama dengan Jonghyun karena orang tua mereka sudah meninggal. 5 tahun, dan selama itu Key bahkan tidak pernah mengiriminya surat.

“mianhe Hyunji-a. Keputusan appa untuk pindah ke Jepang saat itu sangat mendadak hingga aku tidak punya kesempatan untuk pamitan padamu” ucap Key lembut sembari mendekati Hyunji yang terus saja berjalan mundur.

“tapi saat aku kembali aku langsung mencarimu kepanti asuhan dan sayangnya aku tidak menemukanmu disana” sambung Key lemah membuat langkah Hyunji terhenti. Kini Key telah berdiri tepat dihadapan Hyunji, kedua tangan vampire tampan itu sudah memegangi kedua tangan Hyunji lembut.

“aku rindu padamu Hyunji-a. Jeongmal bogoshippo chu” ucap Key sembari mengecup lembut kedua punggung tangan Hyunji. Speechless, Hyunjipun menundukkan kepalanya. Rasa marah yang tadinya ingin sekali dikeluarkannya hilang begitu saja.

“apa kau juga merindukankan Hyunji-a?” tanya Key dengan matanya memandang Hyunji lekat. Gadis itu mengangkat wajahnya, tersenyum malu sembari mengangguk kecil. Key tersenyum lebar sembari menarik Hyunji kedalam pelukannya.

“saranghae Hyunji-a” ucap Key sembari mengelus puncak kepala Hyunji yang bersandar didadanya. Key yang sebelumnya sudah meminum banyak darah sebelum datang kepenjara Hyunji, membuat dia bisa leluasa memeluk Hyunji tanpa harus takut nantinya nafsu menggigitnya datang.

“na do oppa. Na do saranghae. Dan mianhe, waktu itu aku melukai oppa” ucap Hyunji yang kini membalas pelukan Key. Gadis itu sadar, bahkan sangat sadar kalau dia kini memeluk vampire, tapi entah kenapa dia tidak merasa takut sama sekali. Yang ada hanyalah rasa nyaman walau tubuh Key sangatlah dingin. Key tersenyum sembari mengecup puncak kepala Hyunji.

“tidak apa2 Hyunji-a. Oppa yang salah karena sudah menangkap kelompokmu” ucap Key yang kini mempererat pelukannya, membuat tubuh mungil Hyunji tenggelam didalamnya.

“sayang sekarang dunia kita berbeda” ucap Key lirih. Hyunji merenggangkan pelukan Key lalu menggeleng.

“tidak. Oppa masih bisa menjadi manusia dan kita masih bisa bersama” ucap Hyunji sembari tersenyum sementara kening Key berkerut.

“kembali menjadi manusia?”

+

Polisi2 yang tadinya mengeliling markas Casshawol tampak sudah pergi tanpa membawa seorang manusia ataupun informasi. Merasa sudah aman, Minho, Jonghyun, Myung Ah dan Jung Hyun pun keluar dari tempat persembunyian mereka. Perlahan, Jonghyun berjalan kearah teras yang kini sudah disinggahi sinar matahari. Namja tampan itu memulai dengan telapak tangan yang perlahan mendekati sinar matahari dan tidak terjadi apa2. Jonghyunpun mulai keluar dan berdiri diteras dengan mata yang ditutup dan tangan direntangkan. Paru2 namja tampan itupun mulai digunakannya untuk menampung sebanyak2nya udara. Merasa hidup, itulah yang dirasakan Jonghyun. Perlahan Jonghyun membuka matanya dan menoleh kekanan, dimana Myung Ah tampak menatapnya dengan senyum lembut menghiasi wajah gadis itu. Jonghyun balas tersenyum dan dengan cepat menarik Myung Ah kedalam pelukannya.

“selamat datang kembali,,,oppa” ucap Myung Ah sembari kini membalas pelukan Jonghyun. Sementara itu Minho dan Jung Hyun tampak turun kelantai satu dan berjalan kearah garasi. Disana terdapat dua mobil monster milik Myung Ah dan satunya adalah milik Jung Hyun.

“waktunya menyusul ke Daegu” ucap Minho sembari tersenyum.

+

Soo Hee dan Hye Rin tampak berdiam didalam mobil. Bukannya karena apa2, tapi karena sekarang mereka tengah berada ditepi jalan dengan matahari yang bersinar terik, membuat mereka hanya bisa bertahan didalam mobil.

“apa kita kembali sekarang? Ini sudah 1jam lebih” ucap Hye Rin cemas, takut2 kalau terjadi sesuatu yang buruk pada Taemin. Soo Hee menatap Hye Rin sebentar lalu kembali menatap kearah layar semu yang ada dihadapannya.

“baiklah, aku rasa aku juga sudah tidak tahan diam disini” ucap Soo Hee sembari menyalakan mesin mobil dan melajukannya kembali ke vila Jinki.

+

Dua mobil monster tampak melaju kencang membelah jalanan lengang menuju Daegu. Jonghyun dengan Myung Ah dan Minho dengan Jung Hyun, dua pasang itu tampak senang karena semuanya berjalan dengan lancer.

“perburuan besar2an itu sepertinya tidak berjalan dengan baik” ucap Minho yang diberi anggukan oleh Jung Hyun.

“tentu saja tidak berjalan baik. Kita kan sudah memindahkan semua manusia2 itu ketempat yang aman” ucap Jung Hyun menanggapi kata2 Minho. Minho tersenyum sembari tangan kanannya mengarah memegangi tangan Jung Hyun.

Tak sampai 2jam, dua mobil monster itupun sampai di area vila Jinki dan langsung terkejut melihat beberapa mayat manusia dihalaman depan vila. Dengan cepat Myung Ah turun dari mobil, tak lupa tentunya membawa katananya dan mulai memeriksa mobil2 yang ada dihalaman depan vila. Tak ada tanda2 manusia disana, membuat Myung Ah dan yang lainnya langsung panic.

“sebenarnya apa yang terjadi disini brakk” ucap Minho menutup keras pintu mobil yang dibukanya.

“lebih baik kita masuk kedalam vila” usul Jung Hyun yang diberi anggukan oleh Jonghyun, Minho dan Myung Ah. Krekkkk, kembali ke4nya dibuat kaget melihat ruang tamu yang penuh dengan darah, mayat manusia dan beberapa potongan tubuh batvam.

“apa jangan2 vila Jinki oppa diserang oleh sekumpulan batvam?” tanya Myung Ah sembari menatap Jonghyun yang berdiri disampingnya. Namja tampan itu menggeleng tidak tau lalu kembali focus melihat sekeliling.

“JINKI HYUNG! TAEMINIE! DIMANA KALIAN” teriak Minho kuat.

“SOO HEE-A, HYE RIN-A. KALIAN DIMANA” kini gentian Jung Hyun yang berteriak.

“ka,,kami disini” ucap sebuah suara serak dari arah dapur. Jonghyun dan Minho mengambil inisiatif berjalan didepan untuk melindungi gadis mereka. dan disana, tampak Jinki dan juga Taemin dalam keadaan luka parah dengan beberapa mayat batvam menghimpit mereka.

“omo, Jinki oppa, Taeminie. Apa kalian baik2 saja? Dimana Hye Rin-a dan Soo Hee-a?” tanya Myung Ah yang tidak melihat dua vampire yeoja itu.

“ka,,,kami baik2 saja nuuna. Hanya sedikit luka saja” ucap Taemin yang dibantu oleh Jonghyun keluar dari tumpukan mayat batvam yang menghimpitnya sedangkan Jinki dibantu Minho.

“omo, Jonghyun hyung, kau benar2 manusia?” tanya Taemin tak percaya. Yang ditanya tersenyum sembari mengangguk.

“lalu mana Hye Rin-a dan Soo Hee-a?” tanya Jung Hyun.

“me,,mereka kami suruh pergi agar terhindar dari batvam dan mungkin sebentar lagi mereka akan kembali kesini” terang Jinki sembari menyeka darah disudut bibirnya sedangkan Myung Ah dan Jung Hyun mengangguk mengerti.

“tapi, bagaimana ceritanya banyak sekali batvam di vila. Apalagi mereka sudah membunuh semua manusia yang ada” ucap Myung Ah kesal.

“semua? Bukankah ada 5 manusia yang selamat?” tanya Taemin bingung. Kening ke4 orang yang baru datang itu berkerut.

“ada yang selamat? Tapi kami tidak menemukan mereka diluar” ucap Jonghyun. Jinki menepuk keningnya pelan.

“jangan2 ada batvam yang tidak terbunuh oleh kita Taeminie” ucap Jinki pelan.

“mungkin saja hyung. Apalagi kitakan tidak menghitung berapa batvam yang kini bantai tadi” ucap Taemin pelan. Tin tin tin, suara klakson mobil sontak membuat mereka semua saling berpandangan sebelum akhirnya berlari kearah pintu. Disana, tampak mobil vampire yang bisa dipastikan adalah milik Jinki.

“itu mereka”

+

batvam mulai membuat warga diseluruh penjuru negeri resah. Pemerintahpun kini mulai memerintahkan kepolisian mereka untuk memusnahkan batvam dan perburuan manusiapun ditunda” seluruh polisi termasuk Key kini mulai melakukan penyisiran disetiap sudut tempat2 gelap yang ada. Semua batvam yang ditemukan akan langsung ditembak mati sedangkan vampire yang hampir menjadi batvam dikurung.

Park Kyumin, vampire tua yang tampak sudah sembuh dari luka yang diberikan Hyunji, anak adopsinya kini tampak menatap takut kearah tempat dimana manusia2 yang seharusnya berada kini sudah mulai kosong. Persediaan darah benar2 sudah menipis dilembaga darah tersebut dan bahkan darah untuk dirinya sendiripun vampire tua itu sedikit bingung.

Sanghu, tampak masih sibuk dilabor. Mencoba bekerja tanpa Jonghyun disampingnya. Vampire itu tampak serius menggabungkan beberapa senyawa yang ada hingga,,,

“akhirnya” gumam vampire namja itu senang.

+

Myung Ah menatap sedih kearah halaman depan vila dimana banyak sekali mayat manusia yang selama ini ditampungnya berada. Diteras lantai dua vila milik duo Lee, disitulah Myung Ah dan Jonghyun berada sedangkan Minho, Jung Hyun, Jinki, Soo Hee, Taemin dan Hye Rin didalam vila.

“semua manusia itu mati. Semuanya” gumam Myung Ah sedih. Jonghyun yang melihat itu hanya bisa memeluk Myung Ah dari belakang.

“kita bisa mulai semuanya dari awal jagi” ucap Jonghyun lembut, tapi Myung Ah menggeleng.

“tidak bisa oppa. Semuanya sudah berakhir. Tidak ada lagi manusia di Seoul ini selain kita. Kita juga tidak bisa selalu menghindar dari mereka” ucap Myung Ah sembari berbalik menghadap Jonghyun. Sedih dan takut, itulah yang tangkap Jonghyun dari dalam mata Myung Ah.

“belum berakhir jagiya. Oppa rasa oppa tau siapa yang bisa membantu kita” ucap Jonghyun lembut.

“jinja? Nugu?” tanya Minho bersemangat. Jonghyun berbalik dan mengangguk kecil.

“ne, dia chinguku dilembaga darah. Aku rasa kita bisa minta bantuan darinya” ucap Jonghyun sembari tersenyum.

“baiklah, kita berempat akan pergi kerumahnya. Jinki oppa, Taeminie, Soo Hee-a dan Hye Rin-a, kalian mau menunggu disini atau pulang kerumah Jinki oppa?” tanya Myung Ah sambil menatap ke4 vampire tersebut. Jinki dan Taemin tampak saling berpandangan sebelum akhirnya kembali menatap Myung Ah.

“kami kembali kerumah saja. Dan hubungi kami kalau kalian butuh bantuan” ucap Jinki yang diberi anggukan oleh ke4 manusia yang berdiri dihadapannya.

+

sebuah keputusan baru kembali dikeluarkan oleh pemerintah. Vampire yang hampir berubah menjadi batvam harus segera dimusnahkan. Kini batvam tidak ada, tapi hanya menunggu waktu sampai batvam2 baru muncul karena persediaan darah benar2 sudah menipis” Key mengusap wajahnya frustasi. Persediaan darahnya makin menipis dan kini bisa dipastikan hanya Hyunjilah manusia yang hidup –dalam artian tidak menjadi sapi perah- seperti chingudeulnya termasuk Kato yang kini sudah tidak diketahui entah sudah mati ataupun masih hidup dalam arti kata koma. Key berjalan cepat kearah penjara Hyunji, takut2 kalau ada vampire polisi yang kehilangan kendali dan menggigit gadis manisnya. Dan…

“gyaaaaaaaaa, tolong aku” teriakan Hyunji langsung terdengar saat Key membuka pintu penjaranya. Disana, Hyunji tampak menahan sesosok vampire polisi yang hendak menggigitnya.

“menjauh darinya brengsek” ucap Key sembari menarik tubuh vampire tersenyum dan krekkk, dengan sekali memutar kepala, vampire itupun mati. Sementara itu Hyunji tampak merosot didinding, gadis itu benar2 takut menjadi vampire.

“jagi, kau tidak apa2?” tanya Key sembari membantu Hyunji berdiri. Rasa lapar yang tiba2 mendatanginya membuat vampire tampan itu harus kuat menahan godaan untuk tidak menggigit leher Hyunji.

“ne, aku tidak apa2 oppa. Gomawo” ucap Hyunji sembari tersenyum kecil. Tapi senyumnya hilang begitu melihat mata Key yang memerah.

“oppa, apa kau sudah minum darah?” tanya Hyunji cemas. Key mengangguk kaku sembari tersenyum kecil.

“bohong” seru gadis itu cepat. Hyunjipun dengan cepat menyambar pisau yang ada dipinggang Key, membuat vampire tampan itu kaget.

“jagi,,jagi, kau mau apa?” tanya Key mencoba tenang. Hyunji tidak menjawab, dia malah melukai telapak tangan kirinya, membuat Key melotot kaget.

“minumlah oppa. Kalau kau meminum darahku dengan cara begini, aku tidak akan berubah menjadi vampire. Ayo, minumlah” ucap Hyunji sembari mengarahkan telapak tangan kirinya pada Key. Key menatap Hyunji sebentar sebelum akhirnya memegang tangan kiri Hyunji dan mulai menghisap darah yang keluar dari telapak tangan Hyunji. Tak berapa lama Key pun selesai, dengan cepat vampire tampan itu menutup luka Hyunji dengan sapu tangannya dan menarik gadis manis itu kedalam pelukannya.

“gomawo, gomawoyo jagiya”

+

“ah, akhirnya kita sampai juga dirumah” seru Soo Hee senang sembari keluar dari dalam mobil. Jinki tampak tersenyum melihat tingkah Soo Hee dan mulai berjalan mendekati anaenya itu dan…

“ah” Soo Hee tersentak saat kedua tangan Jinki melingkar erat dipinggangnya.

“aku harap kita bisa melewati malam ini dengan indah jagiya” bisik Jinki yang sontak membuat Soo Hee menunduk.

“hyung, kau jangan terus2an menggodanya seperti itu didepanku” ucap Taemin datar. Jinki menolehkan kepalanya kearah Taemin sembari tersenyum menggoda, membuat Taemin yang melihatnya bergidik ngeri.

“Taeminie, kalau kau iri, kaukan tinggal bilang saja pada Hye Rin-a. Hyung yakin Hye Rin-a tidak akan menolak” ucap Jinki yang sontak membuat Taemin melotot kearahnya sedangkan Hye Rin tampak menunduk malu.

“ya! Hyung jangan sembarangan bicara! Aku hanya tidak suka hyung terlalu mengumbar kemesraan saja” kilah Taemin sembari menghindari kontak mata dengan Jinki. Jinki tersenyum sembari mendekati Taemin dan mengalunkan lengan kirinya dileher Taemin.

“hyung tau Taeminie kalau kau sebenarnya iri. Sudah bilang saja pada Hye Ri-a, dia pasti mau” goda Jinki yang dugh langsung membuatnya mendapatkan pukulan telak diperutnya.

“auwww” Jinki meringis sembari memegangi perutnya sementara Soo Hee dan Hye Rin melotot kaget melihat reaksi Taemin. Soo Hee dengan cepat mendekati Jinki yang berjalan mundur.

“oppa, kau baik2 saja?” tanya Soo Hee cemas melihat wajah kesakitan Jinki.

“tidak apa2 jagiya” ucap Jinki sembari tersenyum dan kembali berdiri tegak.

“sudah aku bilang bukan itu maksudku. Lagipula, tanpa disuruh dan kalau aku mau, aku pasti akan mengatakannya pada Hye Rin-a” ucap Taemin yang sudah tidak tahan dipermainkan Jinki. Vampire tampan plus cantik itupun menarik lembut tangan Hye Rin kearah pintu rumah dan…

“oh, shit” rutuk Taemin sembari berjalan mundur dengan Hye Rin yang kini berdiri berlindung dibelakang punggungnya. Jinki yang tadinya tersenyum karena berhasil membuat Taemin marah kini tampak memudarkan senyumnya perlahan karena melihat sesosok batvam yang bisa dipastikan adalah pelayan rumahnya yang tampak berjalan mendekati Taemin.

+

Dua mobil monster yang dikemudikan 2 namja tampan tampak terparkir dibelakang sebuah rumah. 2 namja dan 2 yeojapun tampak keluar dari mobil tersebut sembari melihat sekeliling kalau2 ada polisi atau batvam.

“jagi, lebih baik kau jaga didalam mobil saja. Kami bertiga akan masuk kedalam. Dan kalau nanti ada polisi yang datang dalam jumlah banyak, jangan coba2 masuk, langsung kabur dan pergilah kerumah Jinki hyung. Arachi?” ucap Minho yang diberi anggukan oleh Jung Hyun. Jonghyun tampak berjalan didepan dengan Myung Ah dan Minho dibelakang mereka.

“pintunya dikunci” bisik Jonghyun pada Myung Ah dan Minho.

“serahkan padaku” ucap Myung Ah balas berbisik sembari berdiri didepan Jonghyun dan mulai mengeluarkan pisau lipat miliknya. Klek, tak sampai semenit, gadis berambut ikal sepinggang itupun berhasil membuka pintu belakang rumah Lee Sanghu.

“gomawo jagi” ucap Jonghyun yang kini kembali berjalan didepan sembari menggandeng tangan kiri Myung Ah. Rumah Sanghu tampak gelap, menandakan tuan rumahnya belum pulang.

“kita tunggu dia disini” ucap Jonghyun yang tau betul kalau mereka kini berada diruang tv rumah Sanghu. Dan tepat dugaan Jonghyun, Sanghu pulang setelah 5 menit mereka menunggu. Vampire itupun tentu saja kaget melihat kedatangan 3 manusia dirumahnya.

Kini Myung Ah, Minho dan Jonghyun, tampak duduk dihadapan Sanghu yang sedari tadi melihat kearah Jonghyun.

“jadi…kau sungguh manusia? Tapi bagaimana…” Sanghu tidak menyelesaikan kalimatnya. Vampire itu menggeleng lalu beralih menatap Myung Ah dan Minho.

“kalian siapa?”

“aku? Aku Choi Minho dan yeoja ini adalah saudariku Choi Myung Ah” ucap Minho tenang.

“ini saat yang kritis Sanghu-ssi. Dengar, kami punya sesuatu yang lebih baik dari darah tiruan” ucap Jonghyun. Sanghu diam, seperti menunggu Jonghyun kembali berbicara.

“kami punya obat” ucap Jonghyun yang sontak membuat kening Sanghu berkerut.

“dan aku bisa mengulang pembuatannya, tapi untuk itu aku membutuhkan bantuanmu. Ini adalah kesempatan untuk merubah semua” sambung Jonghyun yang membuat Sanghu berpikir. Vampire itupun menyandarkan punggungnya hingga tiba2 telpon rumahnya berbunyi, tapi vampire itu tampak tidak ingin mengangkatnya.

“telponmu berbunyi dok, angkatlah” ucap Minho santai. Sanghu mengangguk kecil lalu mengambil telponnya dan berdiri.

“yoboseyo?” ucap Sanghu setelah menekan tombol hijau.

“ah, ini dari mantanku. Bisa aku bicara ditempat lain, disini suaranya kurang jelas” ucap Sanghu yang membuat Jonghyun mengusap wajahnya pelan.

“silahkan” ucap Jonghyun yang membuat Sanghu berjalan kearah dapurnya yang hanya berbataskan dinding kaca buram dengan ruang tv. Lama, Sanghu tampak tidak kembali. Myung Ah yang curigapun berdiri dari duduknya.

“jagi, kau mau kemana?” tanya Jonghyun bingung.

“memeriksa chingumu oppa” ucap Myung Ah pelan sembari berjalan kearah dapur. Tapi tidak ada siapapun disana dan jeb, Myung Ah menunduk dan menemukan peluru bius bersarang tepat dipinggang kanannya. Pandangan gadis itupun buram dan brukkk, tubuhnya jatuh dilantai. Mendengar suara jatuh itu Jonghyun dan Minho saling berpandangan sebelum akhirnya berlari kearah dapur. Kedua namja tampan itu langsung melotot kaget melihat Myung Ah yang diseret dengan meninggalkan kedua katana gadis itu dilantai. Tiba2 banyak sinar laser yang mengarah kearah keduanya dan tus tus tus beberapa peluru bius tampak ditembakkan kearah Jonghyun dan Minho. Keduanyapun balas menembak hingga membakar 3 vampir. Dengan cepat Minho menyambar katana Myung Ah dan berlari bersama Jonghyun.

Sementara itu Jung Hyun cukup kaget melihat kedatangan beberapa mobil polisi.

“shit” umpatnya sembari menghidupkan mesin mobilnya dan pergi dari sana sebelum ada polisi yang tau akan keberadaannya.

Jonghyun dan Minho kini tampak berlari dijalanan bawah tanah dengan beberapa polisi mengikuti langkah mereka. Minho dengan cepat menarik tangan Jonghyun kebelokan yang ada.

“kita tidak boleh tertangkap hyung. Kalau tertangkap, kita tidak bisa menolong Myungie” ucap Minho sembari menggeleng dan kembali menarik Jonghyun agar berlari. Tanpa mereka sadari, ada sesosok polisi yang melihat mereka dan mengikuti langkah keduanya dari belakang.

Minho dan Jonghyun tampak terus berlari hingga mereka tiba disebuah ruang kerja. Dengan cepat Minho duduk disofa yang ada sedangkan Jonghyun tampak membungkuk dengan kedua tangannya bertumpu pada lutut. Suasana ruang kerja yang tidak tampak keseluruhan itu membuat Jonghyun berjalan kearah stok kontak lampu dan…

gyarrrrr” sesosok batvam tampak berdiri tak lebih dari 2meter dihadapan Jonghyun. Jonghyunpun berjalan mundur dan dor crashhh batvam tersebut tertembak dan akhirnya menjadi debu. Jonghyun berbalik, menemukan Key sedang memegangi senapan yang tadi disandarkannya disamping pintu.

“Key-a” panggil Jonghyun sembari berdiri tegak sedangkan Minho tampak membidik Key dengan pistolnya.

“letakkan senjatamu Key-a” ucap Minho memperingatkan. Key tampak tidak menghiraukan dan berjalan lebih dekat kearah Jonghyun. Key memperhatikan Jonghyun lama dan tampak sedikit kaget.

“hyung, kau manusia sekarang? Sulit kupercaya” ucap Key sembari menggeleng pelan. Jonghyun tidak menjawab, namja tampan itu malah berjalan mendekat sedangkan Minho tampak melakukan hal yang sama dari arah samping Key, membuat vampire tampan bermata tajam itu kini terkepung.

“jangan mendekat!” seru Key sembari mengarahkan mulut senapan kearah Jonghyun dihadapannya lalu beralih kearah Minho yang ada disamping kirinya.

“Key-a, aku menemukan obatnya. Kita bisa merubahmu menjadi manusia kembali” ucap Jonghyun tenang. Key tampak masih menegakkan senjatanya.

“Key-a, dengarkanlah kata2 Jjong hyung. Kami bisa merubahmu kembali. Jadi turunkan senjatamu” ucap Minho yang tampak mengarahkan mulut pistolnya kebawah. Mendengar itu Key tampak mendesah pelan sebelum akhirnya menurunkan mulut senapan yang ada ditangannya.

“aku sudah dengar sebelumnya dari Hyunji-a kalau aku bisa kembali menjadi manusia. Aku pikir dia hanya bercanda, ternyata…” Key tidak melanjutkan kata2nya. Vampire tampan itu memilih mengarahkan senapannya pada Minho. Minho pun mendekati Key, tapi mata Key tiba2 menatap leher jenjang Minho dan itu membuat vampire tampan itu kembali merasa haus darah hingga membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya dan…

“argggg” Minho merintih kesakitan saat gigi taring Key menusuk kulit lehernya. Melihat itu Jonghyun melotot dan dengan cepat mendorong Key menjauh dari Minho.

“sial” rutuk namja bermata belo itu sembari memegangi lehernya sedangkan Jonghyun mengambil senapannya dan mengarahkannya pada Key yang tampak kejang2 dilantai.

+

Jung Hyun tampak menghentikan mobilnya tepat ½ km dari rumah Jinki. Didepan mobilnya kini tampak begitu banyak batvam yang meraung2 kearahnya.

“lebih bagus batvam atau polisi? Aku rasa tidak ada” ucap Jung Hyun sembari memegangi crossbownya ditangan kanan. Mengikat sarung katananya dipinggang kiri dan kotak busurnya dipinggang kanan.

“bermain sendiri sebenarnya tidak enak” ucap Jung Hyun sembari keluar dari dalam mobilnya dan berdiri diatasnya.

“tapi mau bagaimana lagi. Aku harus bermain sendiri sekarang” ucap Jung Hyun bertepatan dengan satu batvam tampak terbang kearahnya. Jeb crash dengan sekali tembakan anak panahnya, batvam itupun mati. Jeb jeb jeb jeb jeb crash crash crash crash crash crash crash jeb jeb jeb jeb crash crash crash crash tembakan panah Jung Hyun yang selalu tepat membuatnya dengan mudah membunuh beberapa batvam.

“sial” umpatnya karena panahnya sudah abis. Jung Hyun meletakkannya crossbownya ditempat dia berdiri –masih diatas mobil monsternya lalu beralih menarik katananya.

“hyaaaaa” Jung Hyun berlari sembari mengayunkan katana kekiri dan kekanan. crash crash crash crash crash gadis manis itu kembali berhasil membunuh beberapa batvam.

“habis? Baguslah” ucap Jung Hyun senang tapi…

“gyarrrr” dari arah belakang gadis itu terdengar raungan batvam. Mata Jung Hyun pun melotot dan dengan cepat berbalik tapi,,, dor crash seorang yeoja tampak sudah membunuh batvam yang tersisa itu.

“Hyunji-a?” ucap Jung Hyun tak percaya melihat Hyunji yang kini berlari kearahnya.

“unnie, tidak kusangka bisa bertemu denganmu disini” ucap Hyunji sembari melepaskan pelukannya.

“omo. Na do. Tidak kusangka kau selamat. Lalu bagaimana dengan yang lain? Kato-kun?” tanya Jung Hyun bersemangat. Hyunji yang tadinya tersenyum kini tampak muram lalu menggeleng.

“mereka tidak selamat unnie. Mianhe” ucap Hyunji sembari menggeleng. Jung Hyun menghela nafas lalu menepuk bahu Hyunji pelan.

“tidak apa2. Yang penting kau selamat. Kkaja, kita harus kerumah Jinki oppa” ucap Jung Hyun sembari menarik tangan Hyunji kearah mobilnya. Sembari berjalan kearah mobil, Jung Hyun tampak memunguti panah2nya yang berserakan dijalanan dan saat sampai dimobil, gadis itu mengambil crossbownya yang ada diatas mobil sebelum mobil akhirnya berjalan kearah rumah Jinki.

Dipekarangan luas rumah keluarga Lee, Jung Hyun dan Hyunji bisa melihat dengan jelas Jinki dan Taemin melawan batvam2 yang bisa diketahui adalah pelayan2 yang ada dirumah besar itu.

“perlu bantuan?” tanya Jung Hyun sembari keluar dari mobil diikuti oleh Hyunji dibelakang yang sudah siap dengan senjatanya. Jinki dan Taemin menoleh bersamaan dan tersenyum.

“ne, kami butuh itu sekarang” sahut Jinki yang diberi senyuman oleh Jung Hyun.

+

“lepaskan aku, lepaskan aku!” ronta Myung Ah saat tangannya akan diikat disofa. Geram dengan tingkah memberontanya Myung Ah, dugh salah satu polisi yang mengikat Myung Ah pun memilih memukul belakang kepala gadis itu agar kembali pingsan. Dan yah, setelah pukulan keras itu mengenai belakang kepalanya, Myung Ah tampak pingsan dan selama gadis itu pingsan, perlahan memorinya yang hilang pun kembali.

Jonghyun kini berdiri tepat dipintu masuk lembaga darah. Dengan mantap namja tampan itupun berjalan masuk dan langsung disambut mulut senapan oleh beberapa polisi yang berjaga digedung tersebut.

Myung Ah tampak menatap tajam kearah sosok vampire namja tua yang duduk tepat dihadapannya. Vampire tua yang tak lain adalah Kyumin itu tampak tersenyum tipis kearah Myung Ah sebelum kembali meneguk darah yang ada digelas anggurnya. Sedari tadi gadis manis itu terus saja menggerak-gerakkan tangannya yang diikat dengan kawat berduri disofa.

“kusarankan kau berhenti agesshi, karena itu hanya akan membuat luka dipergelangan tanganmu semakin parah” ucap Kyumin sembari menunjuk pergelangan tangan Myung Ah yang kini sudah mengeluarkan darah bahkan sudah sampai menyentuh lantai ruang kerja Kyumin. Tapi gadis itu tampak menghiraukan kata2 Kyumin dan terus saja menggerak-gerakkan tangannya. Melihat itu Kyumin hanya tersenyum sinis sebelum kembali meneguk darah digelasnya.

Brakkk, pintu dibuka dan tampak Jonghyun diseret masuk oleh dua orang polisi. Melihat kedatangan Jonghyun, Kyuminpun meletakkan gelasnya diatas meja dan tersenyum menyambut kedatangan Jonghyun.

“Jonghyun-ssi, kulitmu semakin coklat saja. Tampak cocok untukmu” ucap Kyumin dan kini Jonghyun tampak sudah duduk disofa yang ada disamping Myung Ah. Mata Myung Ah yang tadi masih menatap Kyumin tajam kini tampak sendu saat menatap Jonghyun. Kyumin kembali memegangi gelas anggurnya sembari menciumi aroma darah yang ada didalam gelas. Dua polisi yang tadi membawa Jonghyun tampak keluar dari ruangan kerja Kyumin dan tak lupa menutup pintu.

“kau tau ini darah siapa Jonghyun-ssi? Ini adalah darahnya, darah gadis manismu itu. Darahnya punya aroma yang tak bisa digantikan oleh darah lain. Rasa takut” ucap Kyumin yang kembali meneguk darah yang ada digelasnya sedangkan Jonghyun tampak mengepalnya tinju hingga buku2 jarinya memutih. Andai dia lupa dengan rencananya, mungkin sekarang Jonghyun sudah memberi bogem mentah pada vampire tua itu. Jonghyun mencoba tenang dan meredam amarahnya pada Kyumin.

“aku tidak mau mati” ucap Jonghyun dengan nada memohon. Myung Ah menatap Jonghyun bingung.

“aku,,,aku tidak tahan menjadi manusia. Aku tidak tahan hidup seperti ini” ucap Jonghyun lemas.

“bukankah itu yang kau inginkan?” tanya Kyumin dengan nada meremehkan.

“aku tidak tahan hidup dalam ketakutan. Aku tidak bebas begini” ucap Jonghyun yang membuat Myung Ah menatapnya dengan tatapan tak percaya.

“lalu,,,apa yang kau inginkan?” tanya Kyumin sembari melipat kedua tangannya.

“ubah aku kembali. Udah kami berdua dan biarkan kami pergi, dan akan aku tunjukkan cara untuk mengembangbiakkan manusia” ucap Jonghyun yang kini membuat Myung Ah melotot kearahnya.

“oppa! Apa yang oppa katakan!” seru Myung Ah marah. Gadis itu kembali menggerak-gerakkan tangannya, membuat luka dipergelangan tangannya menjadi lebih dalam.

“dan kau akan berikan aku obatnya?” tanya Kyumin sembari memperbaiki posisi duduknya.

“ne” jawab Jonghyun sembari mengangguk.

“selama kau biarkan dia pergi” sambung Jonghyun.

“andwaeee” seru Myung Ah sembari menggeleng kearah Kyumin.

“sepertinya  gadismu tidak sependapat denganmu Jonghyun-ssi” ucap Kyumin sembari berdiri dari duduknya.

“ketika saatnya tiba, dia akan mengerti” ucap Jonghyun sembari melihat Kyumin yang berjalan kearah Myung Ah lalu beralih berdiri dibelakang gadis itu.

“begitukah?” ucap Kyumin sembari menatap Jonghyun.

“kau tau, aku tidak akan menyangkal kalau semuanya semakin buruk saat ini. Apalagi dengan ketidakhadiranmu membuat eksperimen darah tiruan tertunda. Persediaan darah kita juga habis. Tapi itu hanyalah masa lalu Jonghyun-ssi, karena kemarin Lee Sanghu sudah berhasil membuat darah tiruan tanpa perlu bantuanmu” ucap Kyumi sembari mengambil sample darah tiruan dari tempat penyimpanannya sedangkan Jonghyun tampak berusaha tetap tenang duduk dikursinya tanpa menatap Myung Ah yang kini menatapnya. Kyumin kini berjalan kembali ketempat duduknya sedang sebuah botol kecil ditangan kanannya.

“kau lihat ini? inilah darah tiruan buatan Lee Sanghu. Dan aku akan memproduksinya secara masal 2hari lagi” ucap Kyumin sembari tersenyum.

“semua ini bukan masalah obat sekarang, ini hanya mengulang bisnis yang ada. Dan disamping itu, untuk apa obat?” ucap Kyumin sembari mendekati Jonghyun, tersenyum lalu berjalan kearah belakang namja tampan itu.

“jadi, bisa kau lihat? Kau sudah tidak aku butuhkan lagi Jonghyun-ssi” ucap Kyumin sembari tersenyum sinis.

“tapi, tentu saja kau pasti tidak tahan menjadi manusia. Dikejar2 oleh polisi, dan aku yakin selama kau menjadi manusia, gadismulah yang melindungimu” ucap Kyumin yang membuat rahang Jonghyun mengeras.

“jadi, mungkin permintaanmu bisa aku kabulkan” ucap Kyumin sembari tersenyum dan memperlihatkan gigi taringnya. Melihat itu mata Myung Ah melotot dan jeb, gigi taring Kyumin sukses menusuk kulit bahu Jonghyun.

“andwaeeee! Andwaeee!” seru Myung Ah sembari meronta mencoba menolong Jonghyun sedangkan namja tampan itu tampak tenang bahunya digigit oleh Kyumin.

Tbc…

Hohoho, part berikutnya adalah last part ff remake film author ini \^.^/

Tenang aja, buat yang penasaran ama filmnya, di last part bakal aku kasih tau apa judul dan sedikit inti ceritanya 😉

Nah, waktunya koment dan like readers \^.^/

KAMSAHAMNIDA (_ _)

Advertisements

14 responses to “The NewDay part 7

  1. keyen…….. eh, maksudnya KEREN!!!!!!!!!!!!!! udah mau last part ya? hiks, kapan” bikin yg kaya gini lagi ya eon……….
    hadoh, itu kenapa si minho sama jjong digigit lagi??? jangan” kalo vampir nggigit manusia yg sebelumnya pernah jadi vampir, manusianya ga bakal jadi vampir tapi malah si vampir kesakitan yak??

    • kalo dapat ide gila lagi ya saeng ;), hihihi

      hehhe, ntar bakal kejawab di last part 😉

      gomawo 😀

  2. alamaaak lama nggak ol… kok udah part 7 ini kelamaan ketimbun tugas ini @.@ *curcol* /PLAK
    uweeeeh… tetep seru…
    aih.. bikin penasaran,,,
    wah udah mau end ya….
    ditunggu di tunggu,,, ^^

  3. whuaa…..
    jjong apa yg kw rencanakan????
    andweee…..

    jgn2 ntar kyumin ikut kejang2 lagi kya key yg gigit minho….
    hmmmm…
    dinantikan lanjutannya besok…

    • kagak tau tuch jjongpa bikin rencana kagak ngajak2, XDD

      hmm, may be 🙂
      ne chingu 🙂

      gomawo 😀

  4. ya ampun, ada apa lagi ini?!
    Jjong lagi ngerencanain apa?!
    trus kenapa Key bisa kejang2, setelah gigit Minho?
    *banyak nanya!
    hehehe

    pokok’a ff’a KEREN DAH!!!!

  5. Aaaaaaaaaa . .daebaaaaaaaak !!!!
    Lanjoooooot dong onnie \(^o^)/ .
    degdegan ih bacanya,jadi ga sabar nunggu kelanjutannya . . Hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s