Dijodohkan ? Andwaaaee (Full)

Curhat Narator (nama disamarkan) :Sebenernya author ini licik jadi supaya dia ada readers yang ngebaca FF nya yang sumpah geje ini , dia sengaja nge cut FF nya supaya banyak yang penasaran #dzziing , narator dilempar sama author

Hai annyeong semua nya !

Pasti udah mau tau kelanjutan nya kan , mianhamnida author enggak bisa nge post kemaren , bukan karena author ngeles , sana sekali bukan , tapi karena author pulang kampung (asli nih) , jadinya di jalan author cuman bisa online lewat HP doang, mianhamnida

Nah pasti udah pada penasaran kan? (engga) mari kita ke KTP TKP!!!

“Andwae appa! Dijodohin ?! Shiruh!” teriak ku pada appa ku yang sudah amat sangat kolokan. Han Geng appa melototkan matanya

“Ya!! Kau harus mau , ini demi perusahaan kita nantinya , appa tidak mau gagal dalam usaha ini!” kata Han Geng appa yang masih ngotot , aku membalas melototinya , biarpun itu akhirnya aku di cap durhaka oleh orang sekampung *??*

“Kenapa harus dengan cara ini sih appa ? Enggak ada cara lain?! Appa kan bisa bisnis tanpa embel-embel aku dijodohin!” kata ku sambil memonyongkan bibir ku sehingga bibir ku terlihat seperti Angelina Jolie*??*

“Aish , aku punya anak merepotkan sekali sih?! Appa dulu sudah pernah janji KE *PIIPP*(nama dirahasiakan , supaya readers penasaran:p) bahwa kita akan menikahkan anak saat mereka dewasa!” kata Hang Geng appa yang masih ngotot

“Iya , Chiaki ah , kau pelit sekali sih sama appa mu yang tampan ini , lagipula apa ruginya toh menikah dengan orang kaya!” omel Heechul umma yang tiba-tiba datang membawakan makanan kebangsaan kami , sup jengkol dan jus pete *??*

“Tapi appa , kenapa harus janji sih? Makanya lain kali appa kalo ngomong tuh ati-ati , jangan sampe sembarangan ngomong ! Kan jadi orang lain yang harus tanggung jawab!” omel ku pada appa ku , sedangkan  appa ku sepertinya sudah tidak sabar lagi , dalam hitungan detik akan…

“Eh , elu bilang ape? Ha? Kurang ajar banget lo jadi anak , jangan mentang-mentang sekarang udah moderen ye , lo boleh kurang ajar sama orangtua!” kata appa yang kini marah-marah. Oh tidak , inilah yang paling kutakutkan , kalau appa ku sudah marah , akan keluar logat aslinya , apalagi appa akhir-akhir ini sering bertapa di sungai *apa hubungan nya thor?*

“Yeoboooo… jangan gitu doong , Chiaki emang pantes marah kaleee, kamu nya aja yang aneh , tiba-tiba gitu” kata umma yang membelaku sambil gelendotan di tangan kekar appa.

Appa hanya melirik sebentar , umma langsung senyum-senyum geje , lalu mendengus dan kembali melihat ke arahku lagi , duh , appa pasti sekarang sangat marah. Biasanya appa sangat lemah sama umma , bahkan bisa dibilang appa ku itu suami yang terlalu sayang dengan istrinya , sehingga mau saja disuruh yang aneh-aneh oleh umma ku yang ajaib ini.

“Pokoknye aye minta lo terima , kalo soal lo masih sekolah itu biar aye yang ngurus , nikah nye juga kagak lama-lama , 3 bulan juga jadi!”kata appa yang masih dengan logat betawi – nya , yang berarti appa masih marah padaku.

“Ye appa” kataku menunduk dan langsung segera pergi ke kamar , meninggalkan mereka berdua.

“Ckckck… tuh anak emang nyusain banget dah , pas ngidam dia lo minta yang aneh-aneh , minta Ferrari warna pelangi , hobi makan jus Cabe lah!”kata appa , sedangkan umma hanya cuek saja.Tanpa mereka tahu bahwa aku mendengar percakapan mereka.

@@@

“Huaaaaa… Eun Hye onnie…. Aku mau dijodohkan!!”kata ku di telfon pada onnie-onnie an ku , Park EunHye , dia sudah kuanggap onnie ku sendiri , karena aku dari kecil anak tunggal dan sering ditinggal oleh orangtua ku yang sibuk , tapi bukan dalam arti an mereka sibuk mengurus bisnis mereka , mereka sibuk liburan , entah lah , setiap minggu ke tiap Negara berbeda *gila nih Han Geng!*

“Sabar saeng , kamu cerita dulu dong , kenapa?”kata onnie dengan nada keibuan nya yang khas , ah inilah yan kubutuhkan , sosok yang keibuan , berbeda sekali dengan umma ku , di usia nya yang hamper kepala empat , dia masih mengkoleksi Barbie dan penggemar setia Dora The Explorer.

Akhirnya kuceritakan semua nya , tentang appa ku yang mendadak bilang kalau dia punya hutang dengan teman nya untuk menikahkan anak saat mereka dewasa. Onnie mendengarkan kisah ku dengan seksama dan hati-hati*dikira matematika(??)*

“Onnie , bahkan kata appa aku akan menikah tiga bulan lagi , gila kan ? Aku kan masih 14 tahun!”

“Sabar saeng, mungkin ini saat nya kamu balas budi dengan appa mu , bantulah appa mu”

“Ah onnie jahat , emang sekarang zaman Siti Nurhaliza Nurbaya apa?”

“Tapi kau jangan egois , sekali-kali memikirkan tentang appa mu dong , kasihan dia”

“Yang kupikirkan tentang appa sekarang adalah bagaimana caranya supaya logat betawinya tidak keluar lagi”
“Saeng kututup dulu ya , nanti ku telfon lagi , ada yang mengetuk pintu kamar ku , Annyeong!” kata onnie buru-buru.

“Ne annyeong!”

Appa kenapa kau membuat susah anakmu ini? Ah rasanya aku jadi kangen dengan kampong halaman ku , Indonesia . Ya aku adalah orang keturunan Indonesia, appa ku , Han Geng adalah oran Indonesia keturunan Chienese , dia adalah pengusaha , kerupuk … dan bisa dibilang usahanya sangaaat laris , bahkan sampai ke luar angkasa  *??* ok ralat sampai pasar Asia, untuk menfokuskan pasar Asia , kami sekeluarga pindah ke Korea karena Korea lebih dekat dengan Negara Asia lainnya.

Sekarang tinggalah aku sendiri disini tanpa satu yang pasti *nah lo kok jadi BCL? Ulang-ulang!* Eheem, aku segera pergi keluar kamar , bosan sekali di kamar , apalagi di kamarku menjadi gudang tempat foto-foto umma dan appa di setiap liburan mereka , jangan salah paham dulu , bukannya aku amat sangat sayang dengan mereka , tapi karena foto umma dan appa ku banyak nya nauzubillah , bahkan kecoa di dapur bisa dapat masing-masing satu dari foto mereka.

“Masih memikirkan hal itu ya?”tebak umma ku yang kini sudah duduk di samping ku , di samping Dora dan Boots *ok ditiadakan*

“Heem begitulah” kataku malas

“Appa mu membutuhkan bantuan mu Chiaki ah , kasihan dia” kata umma ku , aku masih diam termangu ,sedangkan nyamuk-nyamuk bernyanyi diikuti dengan nada D minor*ditiadakan lagi , author lagi stress*

“Tapi , kenapa harus? Umma , kau tau kan aku masih 15 tahun , aku tidak ingin menikah umma , mengertilah”

“Kali ini umma hanya bisa membantu mu sedikit , mungkin kau tidak secepat itu menikah , pertama , usia mu masih 15 tahun , kau belum mendapat KTP , lagipula kali ini kau hanya dikenalkan saja , jadi kau masih punya peluang kok untuk kabur dari masalah ini”

“Mungkin aku akan menerimanya…” kataku lirih , umma hanya tersenyum , dan kubalas dengan jitakan , umma lalu menjitak ku lebih keras dan aku balas dengan memukul nya , setelah itu umma mengambil sapu dan memukul ku sampai aku pingsan *abaikan lagi kalimat ini*

“Jinjaaaa?? Wah, anak umma memang pintar!!! Berarti besok kau akan dikenalkan ok ? Aku akan bilang mysweetyyeobojagiku Hang Geng ok?!” kata umma yang langsung pergi dengan secepat siput *emang siput cepet thor? Ngarang aja lu!* dan aku hanya melongo dan menyadari kebodohan ku yang amatsangat tidak bisa diterima.

“Jinjaaaa? Ah yang benar kau yeobo?!”kata suara yang sangat ku kenal , itu suara appa ku . Dan mereka langsung menari chaiya-chaiya untuk merayakan nya-____-

Karena malas mengikuti tarian mereka karena aku tidak hafal gerakan nya , akhirnya aku memutuskan untuk tidur… Mungkin itu yang terbaik untuk ku , untunglah sekarang sudah libur sekolah karena anak kelas 3 UN *author menari-nari* / plaaak author digampar sama author dan readers yang lagi mau UN.

@@@

Byuuur… sebuah air kolam mengenai wajah ku yang putih mulus halus binti tan ini , dan pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah umma ku sendiri.

“Umma!!! Kenapa sih? Kan sekarang aku libur!” omel ku pada umma , sedangkan umma masih dengan pose nya memegang ember

“Ya!!! Ingat tidak , kau itu akan dikenalkan dengan calon suami mu ! Cepat mandi sana!Atau mau umma yang mandiin?”ancam umma ku , dengan lemas aku segera pergi ke kamar mandi yang jaraknya hanya 15 langkah ke kiri dari tempat tidur ku.

Entah apa yang dipikirkan umma ku sehingga dia bangun pagi. Biasanya umma bangun paling pagi jam 1 siang *busseet* tapi kulirik jam di kamar mandi ku, sekarang sudah jam 8 pagi , tumben sekali umma bangun sepagi ini. Aaah, aku tau , pasti umma mau mengajak ku berbelanja , makanya umma mengajak ku , karena siapa lagi yang membawa barang belanjaan umma yang banyak itu selain aku.

Dorrrr… dorrr dorrr , itu bukan suara tembakan , melainkan suara pintu yang diketuk dengan sangat jahat oleh umma ku , bahkan engsel nya sepertinya hampir putus dan bumi menjadi gonjang ganjing.

“Woiii… Chiaki ngapain ?! Mandi lama amat?! Bertapa ya?” kata umma ku kesal sambil ngomong sembarangan , oh ya , satu lagi kebiasaan aneh kami , yang bisa dibilang begitu sih , kalau kami sudah kesal , keluar logat asli kami.

“Iya umma , aku mandi kok , luluran malah , jangan marah-marah dong !!!” kata ku kesal , siapa bilang aku sedang bertapa ,orang aku sedang bersemedi kataku dalam hati

Setelah aku mandi dan berpakaian , umma tiba-tiba datang dan membawakan baju pesta?! Untuk apa sih ?!! Kayaknya enggak perlu segitunya deh kalo mau shopping.

“Umma, kenapa pakai baju kayak gitu !Ih ogah banget deh , males banget kalo mau ke pasar pake dress kaya gitu! Umma tau kan kalo jalanan di pasar becek!”

Umma sepertinya emosi , dilihat dari kuping nya yang terlihat merah dan bernanah (??) juga berasap itu , aku mulai menghitung mundur … 5…4…3…2…1…

“Eeehh, ari nyarios teh tong sambarangan,Pokona umma alim terang!Enggal di angge acukna (Eeeh, kamu jangan ngomong sembarangan, pokoknya umma enggak mau tau! Cepet pake baju itu!)”

Aku melongo , yah satu lagi kebiasaan yang sangat buruk dari keluarga kami , kalau Hang Geng appa dengan aksen Betawi nya yang kental , sedangkan umma ku dengan aksen Sunda ‘Kuningan’ sedangkan kalau dengan ku ?? Itu rahasia ^^

Umma akhirnya pergi meninggalkan ku,  akhirnya aku mengganti baju ku dengan baju dress itu , setelah itu aku segera ke hadapan umma dan appa untuk menunjukkan penampilan ku.

“Waaah… anak appa, neomo yeppo!” kata Han Geng appa , sedangkan aku hanya tersenyum kecut , dan umma masih dengan senyum kesal nya.

“Umma , jangan maraaah dooong !Lihat dong aku sudah cantik begini , ini pasti karena gen umma , makanya jangan marah lagi , nanti cepet tua , nanti umma enggak bisa main film lagi lhooo” kata ku , ya umma ku memang pernah main film , sebagai putri dari negeri antah berantah yang tersesat dankemudian  meninggal di tangan penjahat , dan hanya berdurasi 25 menit, menyedihkan bukan??

Umma akhirnya tersenyum kecil , artinya umma hanya 25% memaafkan ku , aku harus  bekerja keras supaya umma memaafkan ku , bukan berarti aku tidak bisa bertahan kalau umma tidak memaafkan ku , tapi aku tidak tahan kalau uang jajan ku tidak dikasih umma hanya karena umma memusuhi ku sekarang ini -___- (dasar anak durhaka !!)

“Ayooo, kita mau shopping kan umma , cepetan , nanti sale nya keburu habis lho”

“Siapa bilang kita mau shopping ?”

“Lho memangnya kau tidak tau ya? Yeobo kau tidak memberitahunya?”tanya Han Geng appa melirik umma , sedangkan umma hanya memberi pandangan yang bahkan aku tidak mengetahui arti pandangan itu.

“Ya sudah , kamu kesini , biar umma yang mendandani kamu!” kata umma menarik tangan ku , dan here we are , di kamar umma yang penuh dengan alat kosmetik , yang bahkan aku sendiri tidak tau apa gunanya kosmetik itu jika ditanyai. Setelah lama yang begitu lama (??) akhirnya aku selesai didandani , and aku menjadi menor seperti badut , karena apa? Umma memberikan ku make up seperti orang yang ada di taman Lawang. Setelah sukses kutunjukkan kepada appa , dia sukses tertawa dengan berguling-guling ria di lantai. Ini pasti pembalasan umma!! Pekik ku dalam hati , dan akhirnya umma mendandani ku lagi , kali ini dengan serius , dan aku merasa seperti Bidadari dari goa hantu, tapi setidaknya ini lebih baik dari yang tadi.

“Umma…”

“Heem”kata umma yang masih sibuk menyapukan sesuatu ke kelopak mata ku , entah apa itu gunanya.

“Kita mau kemana sih?”

“Kita?! Lo aja kaleee” kata umma dengan nada seperti anak gahoel , aku hanya mendelik , umma ku memang ajibbb pisan euyy

“Aaaah , umma seriusss!”

“Restoran Masakan Padang” kata umma singkat , apaaa? Restoran Padang , sumpah dalam hati aku kesel banget ngapain kalo mau ke restoran Padang sampai dandan yang lebeh gini , iiihh umma ku memang ajaib banget dah -____-

“Serius umma!”

“Enggak lah , kita mau ke restoran France” kata umma dengan menirukan aksen French , tapi kalau dibawain sama umma jadi aksen Alien.

“Ngapain , kalo mau makan ngapain bagus-bagus sih?! Toh tujuan kita makan kan biar kenyang ,  ngapain pake dress segala?!”

“Hellloooooww… Kita ?! Lo aja kaleeee”

“AAaaah umma!” Akhirnya aku memilih diam , daripada kalau aku ngobrol aku malah jadi tambah gila dan gak waras , setelah selesai didandani , aku segera menuju ke appa , appa hanya tersenyum , entah itu karena senyum karena aku cantik atau senyum mau tertawa.

Appa lalu mengemudikan mobil , entah kemana , karena setiap kali aku bertanya mereka hanya diam saja , yasudah lah , toh mereka ini orangtua ku bukan penjahat jadi aku tidak terlalu khawatir.

“Turun!” kata appa , saat aku berada di suatu tempat , ini adalah restoran Perancis , ada angin apa appa membawa ku ke restoran Perancis , aku yakin appa tidak bisa membaca menu nya , jangan kan bahasa Perancis , bahasa Korea saja appa tidak terlalu bagus, akhirnya aku turun dari mobil dengan dress yang terkutuk itu.

“Hemm… jodoh mu yang bernama Changmin , kekeke~ ~~ pelayan nanti akan memberikan mu tempat, appa sudah memesan tempat nya lho!!!” appa lalu pergi meninggalkan ku , dengan sukses nya membuat ku kesal setengah mati.

Aku langsung masuk ke restoran itu , dengan langkah yang terseok-seok , umma memberikan ku hak 21 cm *emang ada thor?? Ada kok high hels  nya Lady Gaga* yang dengan sukses nya kucopot dan aku nyeker.

“Ehm… permisi , saya mencari tamu yang bernama Changmin” kataku pada seorang pelayan.Pelayan itu mengganguk dan melihat buku tamu sebentar.

“Tuan Shim Changmin atau Lee Changmin noona?”tanya pelayan itu , aduh , mati aku , kali ini aku lupa menanyakan nama marganya pada appa! Lalu kupikirkan sejenak, biasanya orang-orang yang bermarga Lee tampan-tampan, seperti Lee Donghae, Lee Minho, Lee Sungmin dan Lee lainnya, sedangkan siapa yang tampan dengan marga Shim??

“Noona?” tanya nya lagi

“Ahh… Lee Changmin , dia ada di meja nomor berapa?”

“Ah , kalau tuan Lee Changmin ada di meja nomor 6 , mari saya tunjukkan tempatnya” katanya sambil berjalan menuju ke sebuah meja yang dekat dengan jendela.

“Ini mejanya noona” lalu dia membalikkan badan nya dan seorang ahjussi?!Waaah , appa ini selera nya memang tidak jauh-jauh kalau soal ketampanan, bahkan menurutnya Sule dan Tukul lebih tampan dari dirinya.

“Ah ye, gamsahamnida” kataku , dan aku menarik kursi. Ahjussi itu hanya tersenyum kecil. Aku membalas senyuman nya , dalam hati saat ini aku ingin sekali menjodohkan appa ku sendiri dengan Mpok Nori.

@@@

“Ehm, saya ingin mengambil tempat yang tadi sudah saya pesan lewat telepon ”kata seorang namja, namja itu tampan, sangat tampan. Jika ada perbandingan skor antar 1-10 dia mendapat poin 11,5 *gimana sih thor , kan 1-10 kok jadi 11!Suka suka author dong :P*

“Atas nama siapa tuan?”

“Shim Changmin, dua orang”

“Ah ne , ada di atas nomor 20 , mari saya antarkan” kata orang itu mengantarkan namja itu menuju ke atas , mengambil pesanan mejanya.

@@@

“Jadi ahjussi , siapa nama ahjussi?”kata ku mencoba membuka pembicaraan, dari setadi ahjussi itu hanya diam saja. Mungkin ahjussi itu juga tidak mengharapkan perjodohan.

“Sebaiknya jika kau ingin mengetahui nama seseorang , sebaiknya kau perkenalkan dirimu terlebih dahulu “ katanya singkat, aku mengganguk , entah kenapa atmosfer aku dengan nya sangat terasa.

“Ah ye , chonun Han Chiaki imnida” kata ku singkat

“Oh , namaku Lee Changmin” katanya singkat, sumpah saat ini aku mau pulang. Bosan sekali dengan ahjussi satu ini.Kaku sekali.

Hening beberapa saat, sampai si ahjussi yang mengaku berinisial L-E-E-C-H-A-N-G-M-I-N ini mulai mengajak ku makan, kuterima saja.

“Aku memesan Monsieur de Veau  (Daging lembu muda) dan Orange Juice” kata ku.

“Anda tuan?”

“Disamakan saja”

“Baiklah , saya ulangi lagi ,dua Monsieur de Veau  dan Orange Juice”

“Bruuut…Pret…pret…duk…tik…tak…tik…tok…tik..tak…tik..tuk…” tiba-tiba ada sebuah suara disertai dengan bau yang kuat , apalagi suara itu dengan birama 4/4

“Baiklah , saya permisi dulu” kata pelayan itu sambil menutup hidungnya, sedangkan aku dengan sukses tertawa terbahak-bahak.

Sedangkan ahjussi itu mukanya merah padam menahan malu dan bau kentut nya itu.

@@@

“Ini meja nya tuan” kata pelayan itu , namja yang mengaku bernama Shim Changmin itu mengganguk kecil. Lalu wajahnya berubah menjadi pucat pasi saat tau siapa yang ada dihadapan nya.

“Jadi kau yang bernama Changmin?”kata yeoja itu dengan wajah yang dibuat aegyo. Tapi walau akhirnya wajahya terlihat seperti Omas.

“Ne” kata namja yang bernama Changmin itu, lalu menarik kursi dan menarik nafas panjang seolah ingin sakaratul maut.

@@@

“Aku sebenarnya ingin terlihat cool loh , malah jadi seperti ini” kata ahjussi itu mengambil nafas panjang. Aku masih tertawa, apalagi saat mendengar kentut nya tadi.

“Mianhamnida, tadi aku tertawa , tapi itu sangat lucu,  apalagi kentut mu itu berirama , mengingatkan ku dengan kampung halaman ku” kata ku sambil melihat jendela, ah aku jadi kangen Indonesia kan!

Pelayan lalu datang membawakan makanan kami , lalu setelah kami mengucapkan terima kasih , dia mulai membuka pembicaraan.

“Jadi, kau punya berapa saudara?”

“Aku anak tunggal ahjussi”

“Wah, enaknya , kalau anak tunggal kan bisa PANASSS!” kata ahjussi itu kepanasan, aku langsung ngakak lagi , siapa suruh memakan nya saat baru keluar dari toaster.

@@@

“Aku ingin memesan ini Jagi…” kata yeoja itu sambil menunjukkan sesuatu di buku menu, sedangkan orang yang diajak berbicara hanya diam.

“Jagi~~~” panggil yeoja itu lagi kali ini tepat 2,5 cm dari kuping namja itu*weleh weleh author malah bawa jangka sorong buat ngukur* , dan dengan sukses semua bulu dari bulu kuduk sampai bulu ketek namja yang bernama Shim Changmin itu merinding.

“Ehm… saya ingin memesan dua Oucing Pete de Chine (Oseng Pete China) dengan salad Roujaxe d’Ouleque (Rujak ulek) dan minum Luwaxe de Coffe (Kopi Luwak)”kata namja itu dengan fasih

“Baiklah , pesanan akan tiba dalam 45 menit dan saya permisi dulu” kata pelayan itu, mungkin karena nama nya susah makanya pelayan itu tidak  menyebutkan kembali pesanan nya-__-‘

“Jagi~~~” kata yeoja itu gelendotan di tangan namja itu , sedangkan namja itu komat-kamit meminta tolong kepada Yang Diatas agar diberikan kemudahan dalam menghadapi yeoja itu.

“Dosa apa diriku ini!”kata namja itu dalam hati.

@@@

Dari awal sampai akhir aku tidak terlalu menyukai pembicaraan ini. Ayolah siapa yang suka saat kau seakan-akan berbicara dengan seorang robot. Kita memang mengobrol , tapi lebih tepatnya kita hanya mengobrol tentang kelebihan nya , tentang dia yang menjuarai inilah , itulah . Aku hanya mengganguk-ngangguk saja sampai kepala ku rasanya hampir putus. Dan satu lagi , ahjussi itu sangat jorok , bahkan tak sengaja kulihat bahwa dia memakan upil  nya sendiri yeeeaaaks…

Apalagi dia sempat memarahi ku , karena aku menertawakan nya , saat dia kentut dan kepanasan , dia bilang itu sama sekali tidak lucu, oh ayolah , bahkan readers disini pun ikut tertawa , benar kan?

Dan untungnya umma ku memang penyelamat ku disaat yang seperti ini , dia mengirim pesan dan bilang kalau dia sudah berada di parkiran. Oh , entah mengapa aku sayang sekali dengan umma ku saat ini(hanya di saat ini saja laen waktu sih kagak :P*Heechul:Dasar anak durhakan plaaaak*).

“Annyeong ahjussi , aku permisi dulu” kataku berbasa-basi

“Heem” katanya yang hanya dibalas dengan deheman.

“Semoga ini terakhir kalinya aku bertemu dengan nya”pikir ku dalam hati . Jika benar ini saat terakhir aku akan bertemu dengan nya , aku akan mengadakan syukuran kecil-kecil an deh.

@@@

“Aku mau pulang Joo Ri ssi , annyeong” kata Shim Changmin itu mencoba melepaskan genggaman tangan yeoja yang bernama Joo Ri.

“Aaaah~~~ jagi, jangan begitu dong, kan aku masih mau melewati momen-momen ini dengan jagi”

“Tapi besok aku ada ulangan”

“Aaaah, ternyata jagi brownis yaaa, brondong manisss”

“Annyeong Joo Ri ssi!” kata namja itu kabur dengan kecepatan kilat , langsung menuju tangga dan ke pintu keluar.

Braaaaaak

“Aw, lihat-lihat dong kalau jalan!”

@@@

Aku berjalan ringan menuju pintu keluar , seperti pintu keluar adalah jalan keluar ku menuju surga.

Braaaaaak

“Aw, lihat-lihat dong kalau jalan!” pekik ku kesal

“Mianhamnida” katanya buru-buru seperti habis dikejar setan.Dan langsung berlari begitu saja , dasar!

“Heei!!! Dompet mu ketinggalan!”teriak ku padanya.

Teriakan ku tidak digubris sama sekali , lalu aku membuka dompet nya , dan teringat pesan umma sepanjang masa : Kalau mau melihat suami jangan hanya melihat kegantengan muka nya , tapi kegantengan dompetnya!

“Namanya Shim Changmin?! Oh jadi dia namja yang bernama Shim Changmin, tampan sih , tapi kalau soal sopan-santun = 0!” pikir ku dalam hati. Lalu aku langsung menuju ke mobil umma dan appa.

“Bagaimana Chiaki ah , sudah bertemu dengan Changmin?” tanya appa begitu aku masuk

“Ne, dia orang yang menyenangkan” kata ku, tentu saja berbohong. Mana mungkin aku menyukai orang yang kentut berirama 4/4?

“Jadi kau menyukai nya?”

“Heem” kataku dengan bad-mood

“Lalu , bagaimana? Kau mengikuti nasihat umma tidak?”tanya umma ku penasaran dan tiba-tiba ikutan nimbrung.

“Nasihat apa?”

“Untuk melihat kegantengan dompet nya” kata umma penuh arti , ah aku jadi teringat dengan dompet orang yang bernama Shim Changmin itu , apa ku kembalikan besok saja? Atau aku mengirimkan paket untuknya? Atau aku… ah pikiran ku pusing, nanti saja deh aku pikirkan.

@@@

Setelah menyakinkan hati ku , akhirnya aku menelfon namja yang bernama Shim Changmin itu.

“Yoboseyo?”kata suara yang diseberang

“Ehm, halo , namaku Han Chiaki , aku ingin mengembalikan dompet mu”

“Oh ya , gamsahamnida Chiaki ssi , besok kita bertemu di Café France saja ya? Nanti aku yang traktir!” katanya lagi , Café France itu kan tempat ku bertemu dengan Lee Changmin ,ahjussi aneh yang saat itu memakan upil nya sendiri.

“Oh ne , baiklah jam berapa?”

“Jam 11 saja , bagaimana?”

“Ok”

Klik telfon terputus, aku segera mandi dan langsung tidur , berharap langsung bisa bertemu pangeran ku , Mas Miskun  Master Limbad.

@@@

Aku sudah menunggu lama, sangat lama. Hanya untuk menunggu seorang namja yang bernama Shim Changmin.Aku duduk dekat dengan pintu masuk , dan aku sudah bilang kalau aku ada di meja no 3, yang dekat dengan pintu masuk ini. Karena lamanya,aku mencoba mendengar Ipod dan bermain PSP.

“Heeeii!!!” kata seorang namja di hadapan ku

“Ah ne waeyo?”

“Kau itu mengesalkan sekali sih , aku disini dari setadi tau!”omelnya , namja ini sepertinya sangat mengesalkan.

“Ini ku kembalikan dompet mu!” kata ku ketus, dan langsung pergi.

“Tunggu!”

“Ne?! Apa lagi?!”

“Sebagai permintaan maaf dan terimakasih , aku ingin mentraktir mu” katanya lagi. Sebenarnya aku sangat cinta dengan kata traktir , tapi sepertinya aku sudah trauma dengan orang yang bernama ‘Changmin’.

“Tidak terimakasih, yang penting aku sudah mengembalikan dompet mu” kata ku ketus.

“Mianhamnida tadi aku membentak mu, setidaknya izinkan aku meminta maaf”

“Bilang saja maaf , selesai kan?”

“Bukan maaf itu yang kumaksud , maaf yang benar-benar ikhlas” katanya lagi , karena aku tidak mau dia mati penasaran karena aku tidak ikhlas memaafkan nya , akhirnya aku duduk.

“Baiklah”

“Bagus , kau mau makan apa?” tanya nya. Dan memanggil pelayan, pelayan lalu memberikan menú.

“Heem, aku mau Coffé a la Tobrouqe (kopi tubruk saja)”

“Heem , kalau aku sih mau ice Qount’iane (es kuntilanak *author stress mikirin nama minuman*” katanya sambil menyerahkan kembali ke pelayan. Aku masih terdiam , bingung mau ngomongin apa. Sepertinya Changmin yang ini berbeda , buktinya dia tadi tidak kentut dengan irama 4/4.

“Jadi, sepertinya kau yang menabrak ku kemarin?” katanya sambil memeriksa dompetnya.

“Ne, dan aku sama sekali tidak mengambil uang darimu” kataku lagi , walaupun sebenarnya aku cinta sekali dengan namanya uang.

“Oh , begitu” katanya lagi. Heem , pembicaraan yang amat sangat singkat, kaku sekali , apa semua orang yang bernama Changmin memang kaku ya?

Pelayan datang, setelah mengucapkan terimakasih suasana kembali hening, bahkan jangkrik pun tidak ikut bernyanyi *abaikan

“Ehm, aku minta maaf atas pertemuan kita yang tidak terlalu mengenakan kemarin” katanya membuka obrolan.

“Ne, gwenchanayo , aku juga minta maaf” kata ku mengaduk minuman ku, supaya cepat meresap apalagi minuman ku termasuk ikatan kovalen polar *mati dong lo thor minumnya*

“Sebenarnya , aku kurang suka saat makan disini” kataku membuka obrolan , bosan kan kalau diam-diam an terus?

“Wae? Makanan disini enak kok , pelayanan nya juga bagus” tanya nya , berusaha ingin menarik simpati. Pasti orang ini berkharisma , tapi tidak se flamming Choi Minho *nah kok Minho lo bawa-bawa thor?*

“Bukan masalah itu , di café ini memberikan ku sedikit yaaah… bad moment” kata ku lagi, kulihat dia, orang ini begitu tampan , walaupun namanya sama-sama Changmin tapi kok gen nya beda ya*emang kalo namanya sama harus sodara gitu?*

“Yaah, sebenarnya aku juga , tapi jangan terlalu dipikirkan”

“Seberapa buruk?”

“Cukup buruk , bahkan sampai membuat semua bulu di tubuh mu dangdutan”

“Ohh, jadi kita sama-sama mempunyai kenangan buruk di café ini , satu hal yang menyatukan kita” kataku lagi, dan minuman ku kini telah kandas.

“Aku permisi dulu Changmin ssi , ku kira sudah tidak ada hal yang perlu kita  bicarakan lagi , annyeong!” kataku dan menunduk formal padanya, dia hanya membalas senyum dan aku pun berlalu dari hadapan nya. Bukan bermaksud untuk menjauhi nya, tapi aku ada acara yang lebih menarik dari itu.

@@@

Disinilah aku , di tempat para pecinta lukisan dari aliran kubisme , hari ini memang penggemar lukisan lebih sedikit daripada yang biasanya , hari ini hanya berjumlah 30 an saja. Aku menarik nafas lega , karena hari ini tidak ada lelang sama sekali. Karena sulit sekali bernafas kecuali menggunakan tabung oksigen.Setelah membayar tiket dan masuk , ada satu lukisan yang amat sangat menarik perhatian ku begitu aku masuk, lukisan itu ada di dekat pintu masuk.

“Kau menyukai lukisan itu?” tanya seorang yang ada di sebelah ku, ku perkirakan dia adalah namja

“Ne , lukisan itu membuat banyak perspektif , apakah bangunan yang di belakang nya adalah bagian dari rumah itu , atau adakah rumah lain nya?” kata ku yang masih terpaku dengan lukisan itu.

“Aku tidak terlalu menyukai lukisan itu, agak aneh” kata namja itu , aku berbalik melihat nya , namja itu nyegir , ku tatap dia baik-baik , dia namja yang tadi ngobrol sejam lalu , Shim Changmin.

“Hai” katanya kikuk, aigooo sepertinya dia berganti baju , dan malahan itu yang membuat nya semakin keren B)

“Kenapa kau memakai baju resmi?”tanya ku pilon , itu pertanyaan yang sangat bodoh sekali , sama seperti saat Taemin bertanya berapa 2+2
“Ini? Haha… rahasia…” katanya dengan senyum nya yang manis. Aigooo… sepertinya aku harus masuk kulkas segera jika tidak ingin meleleh melihat nya.

“Kau suka lukisan?”tanya nya , saat ini kami sedang berjalan-jalan, melihat-lihat semua lukisan yang ada , semuanya sangat lah bagus dan saat itu kami berjalan-jalan sambing mengheningkan cipta 0.o

“Ne , suka sekali” kataku singkat padat jelas dan berisi

“Aku juga, dan ini adalah lukisan favorit ku diantara semua nya”katanya sambil menunjukkan sebuah lukisan kubisme yang lain

“Kenapa kau suka dengan lukisan ini? Ini lebih aneh dari yang lain”tanya ku

“Entah lah , karena ini mempunyai daya Tarik tersendiri , bahkan terkadang misteri tidak harus di pecahkan” katanya sambil menerawang uang Rp.50.000*alamak dari mana dapet tuh duit? Author mauu!*

“Jadi, kita sudah berkeliling lama , sepertinya ini sudah sore , aku permios dulu” kataku buru-buru

“Eh… tunggu” katanya lagi

“Ne, wae?”

“Kenapa kau menghindari ku? Kau tidak suka dengan ku?”

Alamakk pertanyaan apa ini? Suka? Woooy aku beberapa jam dekat dengan nya? Ku akui dia memang tampan, tapi kan tidak semudah itu , mana lagi dia orang nya kaku sekali ..

“Kau baru beberapa jam mengenal ku , tau darimana kau aku tidak suka dengan mu?” tanya ku balik yang kini menatap tajam matanya

“Jangan bodoh , kau menghindari ku , apa itu tanda bahwa kau menyukai ku , tentu saja tidak”

“Kau bahkan belum mengenalku , jadi kau tidak pantas mencap ku tidak menyukai mu” kataku lagi , kali ini dengan emisi  emosi jiwa yang membara jenggot.

“Tapi kau menghindari ku , bahkan sepertinya kau tidak ingin berteman dengan ku!” katanya lirih

“Habis… kau berdiam diri terus, aku kan bingung mau ngapain” kataku jujur sambil menggaruk kepala ku yang tiba-tiba terasa gatal

Dia hanya tertawa kecil sebentar “Jinjaa? Ku kira kau menyukai namja-namja yang cool “ katanya sambil terkekeh

“Maksud mu? Seseorang dengan flamming carisma yang membakar jiwa*yang merasa istrinya jangan marah!*”

“Ne , baiklah , sebenarnya aku kesepian” katanya lagi , kali ini dengan wajah sendu

“Mudah , lebih baik kau ke RSJ , pasti akan ada yang menerima mu” kata ku ringan *yang merasa FF nya masuk jangan marah wkwkw*

Dia tertawa lagi , kali ini lebih keras dan mungkin menggangu para pengunjung yang lain , aku langsung membekap mulutnya

“Bisakah kau atur nada suara mu yang cempreng itu?” bisik ku pada nya dan ku arahkan ke tempat yang sepi.

Dia menatap ku sebentar , tatapan yang sangat dalam , terdalam dari yang dalam *author ribet dah*lalu chuu~~~

Omo~~~na dia mencium ku , tepat di bibir ku yang seksi seperti Angelina Jolie ini , sontak saja aku melepaskan diri dari nya. Muka ku langsung memerah , sama seperti umma yang memberi ku cabe rawit 20 biji di kue ulang tahun ku di hari ulang tahunku yang ketiga *ini emak kejam banget dah -___- author digampar sama yang punya nama*

“Mianhae , aku hanya tidak bisa menguasai diriku , aku hanya…”katanya terputus karena aku sudah terlanjur pergi.

“Itu kan first kiss ku” kataku kesal dalam hati padanya.

@@@

“Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba enggak mau bantuin umma menicure – pedicure !!” kata umma ku kesal , biasanya aku dan umma memang perawatan , tapi sejak pulang aku sudah kesal. Bahkan ‘Changmin’ yang katanya ‘calon’ suami ku itu saja tidak pernah mencium ku. Sepertinya orang-orang yang bernama Changmin mengesalkan ya?

“Ani umma , hanya sedikit malas , wae?” tanyaku balik dengan malas. Umma hanya mengagguk pasrah dan langsung berjalan ke appa.

“Dasar umma pengaduan!” kataku dalam hati kesal juga , pasti sekarang umma dan appa sedang menjalankan rencana yang ajib untuk anak satunya ini.Dan perkiraan ku memang tidak salah, sudah 15 tahun aku hidup dengan orang-orang sakti disini , pasti aku sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan benar saja , appa mendekati ku.

“Chiaki ah” katanya dengan halus, kali ini aku hanya meladeni dengan malas. Siapa sih yang tidak malas saat appa mu berusaha ikut campur dengan masalah mu.

“Heem… wae appa” kata ku dengan malas , pasti saat ini appa akan bilang ini adalah saat appa dengan putri nya.

“Pergilah dengan umma bersenang-senang , appa malas meladeni umma mu sekarang , appa mau main Solaitare yang di komputer” pinta appa memelas , gubrak , ku kira appa mau mengkorek informasi dariku.

“Mau ya??” pintanya lagi , karena aku enggak enak , akhirnya aku mau menyetujui . Umma langsung kesenangan , dan langsung menjalankan mobil.

Ayo kawan ku …. Ayo semua nya… ayo kita kesana ku yakin kita pasti bisa~~~

Mau kemana kita  ?

Nah  kok jadi lagu Dora? Serius ah!

“Umma , kita mau kemana ? Ini kan bukan jalan ke salón kita yang biasanya?” tanya ku bingung saat umma membelokkan arahnya ke salón lain

“Umma dapet undangan ke salón baru yang dibuat sama temen umma , sekali-kali kan boleh” katanya ringan , aku hanya mengganguk senang, ku kira umma mau macam-macam.

Dan , here we are , disebuah tempat yang aku sendiri tidak tau , salón yang cukup sederhana , itu pandangan awal ku tentang salón ini , namun setelah aku masuk sama sekali tidak ada kata sederhana dalam salón ini, kecuali muka para pegawai nya (??).

“Heechul ah!” sapa seseorang , orang itu adalah ahjumma-ahjumma dengan baju yang hebring banget. Baju kuning dipadupadankan dengan hijau memakai bandana emas dan sepatu merah. Ku kira hanya kami saja keluarga yang aneh, ternyata ada juga yang lainnya.

“Aaaah… apakabar Vicky ah?” kata umma ku yang langsung cipika-cipiki dengan ahjumma itu , aku sendiri hanya diam saja.

“It is your daughter?” katanya sambil menunjuk ku dengan aksen yang dibuat British.

“Ne , ini anak ku , mirip kan dengan ku?” kata umma sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Lebih mirip hangeng babe !!” katanya sambil bicara yang kali ini dengan aksen Amerika. Aku hanya bergidik ngeri.

“Ok , sekarang kita mau perawatan apa?” tanya umma yang sepertinya tidak mau rugi.

“Kamu mau apa? Kali ini untuk kamu semuanya gratis , apalagi kan daku lagi opening” katanya dengan gaya Tata Dado. Aku bingung sekali dengan ahjumma yang satu ini.

“Ehm… ahjumma , dimana toilet?” tanya ku , yang sedari tadi kepengen muntah melihat kelakuan ahjumma yang satu ini *digampar sama yang punya nama*

“Ahjumma?!” pekiknya dengan muka horror , aku langsung bergidik disko , apa aku bikin salah lagi?

“Chiaki ah , jangan panggil ahjumma , panggil Onnie” bisik umma padaku , aku langsung mengganguk , daripada aku dijadikan Bebek Belur.

“Onnie , dimana toilet?” tanya ku dengan sopan , kali ini mukanya yang tadinya horror kali ini lebih baik , buktinya kerutan nya yang tadinya ada 40 kini menjadi 15 *ngitung darimana lo thor?!*

“Disitu honey , nanti ada gang belok kiri” katanya lagi , cepat-cepat aku langsung ke toilet untuk memuaskan hasrat ku untuk muntah.

“Aaaaah lega …” kataku , dan umma ada di depan toilet, ngapain dia disana?

“Umma ngapain?” tanya ku

“Kau sudah lega?” tanya umma balik

“Ne umma , apakah umma juga merasakan kelegaan yang aku rasakan?”

Umma hanya memandang ku seolah-olah aku alien yang datang dari langit untuk menculik nya , lalu melongos pergi.

“Kenapa juga dengan umma ku?” pikir ku dalam hati ,aneh sekali umma ku walaupun dari lahir umma sudah aneh , tapi bukan seaneh yang biasanya , ini adalah aneh dari yang teraneh .Dan aku langsung menuju ke depan, ada umma yang sedang creambath dan disebelah nya ada ahjumma ah maksud ku onnie.

“Umma , cepet banget , dari depan toilet sampai kesini?” tanya ku.

“Hah , sejak kapan umma ada di toilet , orang dari setadi umma creambath kok , nih sama meni-pedi” kata umma yang langsung menunjukkan kuku nya yang sudah bewarna pelangi itu, aku langsung diam

“Umma jangan bercanda ah , trus siapa dong yang tadi nanyain aku?” kataku horror.

“Molla” kata umma malas. Hiii aku langsung merinding, dan langsung cepat-cepat menuju ke luar , merinding luar biasa.

“Huh , menyeramkan sekali , lebih baik aku keluar saja , hiii” kataku yang langsung menuju ke luar salón.

Braaaaak

“Aduh, apa lagi sih ?!” pekik ku kesal , dan langsung melihat orang yang menabrak ku, orang itu lagi , Shim Changmin!

“Hei…” katanya dengan canggung, aku masih berdiri kaku , ternyata dunia itu sempit sekali!

“Honey , kamu sudah datang?” pekik ahjumma maksud ku onnie melihat dia dan langsung gelendotan di tangan nya.

“Hah ?! Jadi dia namjachingu nya onnie itu ckckck” pikir ku dalam hati dan langsung kabur.

“Ya!!! Mau kemana kamu ha?” pekik umma ketika aku pergi .

“Pulang , disini panas!” kata ku sambil mendinginkan kepalaku dan supaya tidak membunuh orang yang telah nyolong First Kiss ku- Shim Changmin.

@@@

“Kok sudah pulang sih ? Umma mana ?” tanya appa begitu aku sudah sampai di rumah

“Masih di salón , appa bayarin bajaj(??) nya dulu dong!”
pinta ku lagi. Dan appa hanya geleng-geleng dangdut sambil mengeluarkan duit dollar nya *alamak , kaya sekali kamu Hang Geng, author mau dong jadi istri simpanan muuuu :* plaaak author dibikin koma sama Heechul*

“Appa enggak punya uang kecil , paling kecil cuman Rp.100.000,- gimana dong?”

“Terserah appa deh , aku mau ke kamar dulu , mandi” kataku.Dan appa langsung bayar bajaj yang tadi.

“Chiaki ah , mau pergi barengan appa gak?” kata appa saat aku berada di ruang TV

“Kemana?” tanya ku sambil bergelut-gelut malas.

“Makan , appa malas makan makanan umma mu , soalnya umma mu cuman makan makanan diet sih” kata appa garuk-garuk kepala , umma memang sedang diet ketat , katanya berat badanya naik 1 ons dan berniat mengurangi berat badannya.

“Ye appa , aku siap-siap dulu ya”

“Gak usah , kan kita mau makan biar kenyang” katanya lagi. Aku langsung mengganguk senang. Bahkan aku sudah menari Chaiya-chaiya.

“Cepetan dong!” kata appa sambil mengambil kunci mobil , aku hanya nyegir-nyegir dan kita langsung berangkat

@@@

“Jadi , kenapa kau pulang duluan?” tanya appa , saat ini kita suda ada di warteg.

“Malas , umma minta perawatan seluruh tubuh” kata ku mengeles dari appa.

“Aigooo… appa lupa!” kata appa yang menjedotkan kepalanya sendiri ke dinding di sebelahnya

“Kenapa lagi appa , appa lupa kode PIN ATM appa?”

“Bukan!”

“Kode PIN appa kan PIIP”

“Iya appa tau kok , angka ganjil pertama kan?”

“Appa!”

“Alamak , appa keceplosan!”

Aku tertawa ngakak , appa lucu sekali , untung apa tidak bilang kalau saldo nya cuman 500 juta , alamak aku keceplosan!

“Oh ya , appa ingat , appa ada janji sama temen appa , Pengusaha Jamu!” kata appa

“Nah terus?”

“Nah , itu calon mertua mu!” kata appa santai , sedangkan aku yang mendengar nya langsung tersedak

“Ha?”

“Iya , pengusaha kerupuk dan pengusaha jamu menjadi satu, keren kan?”

Aku hanya mengganguk saja , ternyata appa punya perencanan yang sangat baik ya, nanti aku akan menikahkan anak ku dengan pengusaha cireng.

“Ya sudah, kajja!”

“Tapi makanan ku belum habis!”

“Nanti saja , toh disana ada makanan kesukaan kita , Tumis Jengkol!”

Mendengar masakan kesukaan ku , aku langsung bersemangat , tanpa ba bi bu lagi aku langsung pergi.

“Kajja appa!”pinta ku

@@@

“AH , ini dia rumahnya!!” kata appa saat kita sampai di sebuah rumah. Aku anggap itu sebagai rumah yang biasa , dari setadi aku hanya memikirkan tentang Tumis Jengkol tanpa tau rumah yang ingin ku kunjungi adalah rumah si ahjussi itu!

“Annyeong Hangeng!” sapa seorang ahjussi yang kuperkirakan menjadi mertua ku.

“Annyeong!” sambut appa sambil mengeluarkan senyuman maut nya , aku hanya membalas dengan menunduk hormat padanya.

“Ah , jadi ini anakmu , mirip sekali dengan Heechul” kata ahjussi itu , terserah lah orang bilang aku mirip appa atau umma , tapi yang jelas aku enggak mau dibilang mirip dengan anak tetangga (?!)

“Ah , ne annyeong ahjussi!” kataku sambil menundukkan kepala ku.

“Jangan panggil aku ahjussi , panggil aku abeomonim”katanya narsis , aku ikut aja deh , kan aku enggak mau cari ribut , apalagi dengan orangtua , bisa-bisa dikutuk jadi emas nanti.

“Oh ya , pasti kau sudah kenal dengan anak ku ,Changmin” kata ahjussi itu sambil mempersilahkan kami masuk , oh tentu saja ahjussi aku kenal dengan anak mu , yang kentut dengan irama 4/4 itu kan?

“Ne ahjussi , dia orang yang menyenangkan”kataku berbohong.

“Ah , ternyata kau sudah dekat dengannya, ku kira anak ku adalah orang yang pendiam dan tidak bisa bergaul dengan yeoja” kata nya ringan, oh mungkin karena itulah anaknya menjadi robot, atau anaknya alien.

“Ne haha” kata ku lagi.

“Appa , mana tumis jengkol nya” bisik ku pada appa ku

“Appa nggak tau , tadi sih dibilang nya ada” bisik appa lagi

“Ehmm… lebih baik , saat kita menunggu kedatangan anak ku , lebih baik yuuukk kita wisata kuliner” kata abeomonim ini yang akhirnya ketahuan juga belangnya.

“Ne yukkk capcyusss masss” kata appa ku , oh baiklah , beginilah jadinya kalau pengusaha Jamu bertemu dengan pengusaha Kerupuk , sama sama gila + aneh = riot!

Dan kita lalu memakan makanan yang disediakan , ada ayam goreng kesukaan Upin dan Ipin tapi aku tidak suka , aku maunya Tumis Jengkol , Hidup Tumis Jengkol !

“Ahh…. Changmin sudah datang !” kata ahjussi maksud ku Abeomonim ku. Oh tuhan , seperti nya aku terjebak dengan para ahjussi.

“Ah… jadi ini yang namanya Changmin!” kata appa ku , ah ya dia orang nya ,appa yang sudah cukup umur untuk dipanggil ahjussi. Dan aku langsung menengok dan bukan lagi Lee Changmin yang ada di hadapan ku , tapi Shim Changmin , si manusia yang sudah merebut First Kiss ku bahkan suami ku saja , Bradd Pitt belum pernah mencium ku 0-0 (apadeh author satu ini)

“Heem… mirip dengan Vicky ya?” kata appa ku , aku melongo, hah Vicky seperti nya aku mengenal nama itu , aigoo.. itu kan bukannya namjachingu ahjumma itu , yang disalon kan?

“Aih… yeobo , kau kesini juga ya?”kata umma ku , kali ini umma terlihat cantik , apalagi karena ini gratisan.

Aku hanya melongo , benar-benar bingung , bukannya orang yang dijodohkan dengan ku adalah seorang ahjussi yang bernama Lee Changmin , yang giginya seksi kan?

“Aih… sepertinya kedua anak kita malu-malu” kata ahjumma yang bernama Vicky itu , maksud ku Vicky onnie.

“Ehm… annyeong onnie” sapa ku gugup , aku beneran bingung deh , suer , adakah readers yang mau menjelaskan artinya?

“Ah , ini dia calon menantu ku , jangan sungkan-sungkan , panggil saja emeonim” katanya lagi , aku beneran bingung deh , bukannya dia yeojachingu nya si Changmin itu ya?

“Seseorang , adakah yang bisa menjelaskan ada apa disini?” kataku lagi , kali ini dengan suara orang yang frustasi.

“Aish , suara itu menggingatkan ku pada sesuatu!” kata appa

“Hmm… nugu?” kata umma

“Itu , sama dengan suara kucing depan rumah yang meminta kawin!” kata appa , aku langsung terjengkal ke belakang. Dan pergi , entah kemana . Dan saat aku menyadari aku tersesat , bahkan aku sama sekali tidak tau dimana aku , seluas inikah rumah pengusaha Jamu? Pantas umma ku senang sekali-__-

“Chiaki ah !Tunggu !”Kata seseorang yang kuperkirakan namja , pasti appa!

“Wae, app…a?” kata ku , dan bukan appa , dia Shim Changmin , duh kenapa lagi sih ni makhluk satu?!

Dia langsung menghampiriku , dan paling bodoh nya lagi kenapa aku diam , kenapa aku tidak kabur saja . Oh pintar nya kamu nak!Pantas saja kamu Rangking 1 dari belakang

“Kenapa kau kabur sih? Sepertinya hobi mu itu kabur ya?” kata nya dengan tebakan nya yang sotoy

“Enggak tuh , hobi ku tuh mengkoleksi orang yang mempunyai ABS “ kata ku jujur , aduh baboo ya , ketahuan kan kalau aku suka mengkoleksi foto Siwon dan Rain , apalagi Siwon yang ada di majalah Men’s Health *author mimisan ngebayangin nya*

“Terus kenapa kabur lagi?” katanya dengan penekanan di setiap kata-katanya

“Ehm… soalnya di sana …”

“Disana kenapa? Benar kan kamu menghindari ku!”

“Enggak kok , soalnya disana…”

“Apa?”

“Disana ada dua orang ahjussi dan ahjumma” woow , sepertinya aku memang pantas mendapat juara 1 dalam pembohong terburuk .

Dia lalu berpikir sebentar “ Mau ke gazebo ku?”

“Hah? Dia punya gazebo , omooo~~~ pantas saja appa ngotot!” pikir ku dalam hati

“Mau tidak?!” katanya lagi , kali ini nada nya kesal , wong author nya aja kesel karena yang maen lemot begini! *Author dibakar sama pemainnya sendiri*

“Enggak”

Hening. Lalu Changmin berbalik dan Chiaki mengikutinya , seperti anak Rayap mengikuti Ibunya uwoooo~~~

“Ngapain kamu ngikutin , kan kamu enggak mau ke Gazebo!”kata Changmin , entah kenapa lama-lama author rasa Changmin akan menjadi kakek-kakek pada usianya yang ke 70 *iyalah!*

“Aku emang enggak mau ke Gazebo , tapi aku mau keluar dari sini” kata ku jujur , memang kejujuran tiada duanya *apadah*

“Oh , tapi ada syarat nya kalau kamu mau keluar dari sini!”

“Apa?? Tinggal mengikuti mu saja kan?”

“Kau harus ke gazebo dulu”

“Ehm… yasudah deh…”kataku pasrah. Padahal gazebo di Indonesia kan = Toilet , ngapain dia mengajak ku ke toilet?

Lalu mereka berjalan dan berjalan tanpa tau ada yang mengikuti si Kerudung Merah *nah salah narator nih! Ganti* Changmin berjalan dibelakang nya ada Chiaki , mereka hanya diam-diaman . Sampai di suatu tempat yang keren … Di situ ada sebuah kolam yang dibuat sedemikian rupa .

“Mana Gazebo nya?”tanya Chiaki pilon

“Itu , disitu” tunjuk Changmin menunjukkan sebuah gazebo di pinggir kali kolam yang tertata apik dan lestari asri.

“Itu gazebo ? Beda dengan yang ada di Indonesia ya” kata ku pelan

“Hah ? Memang kalo yang di Indonesia kayak gimana?”

“Lihat saja gambar di bawah , author sudah bikin kok” kata nya santai. Dan mereka langsung menuju Gazebo yang dipinggir kolam

“Disini bagus ya?”kata ku yang masih terpesona. Keren banget deh !!!

“Ne, kau suka?”

“Sangaaaat sukaaa”

“Kau bisa memiliki nya jika kau menjadi Ny. Shim”

“Pasti yang menjadi Ny. Shim beruntung sekali” kata ku .

“Maksud ku , kau bisa memilikinya jika menjadi Ny. Shim” katanya dengan penekanan.

“Kan hanya jika , bukan berarti kan aku menjadi Ny. Shim , lagipula banyak yang di Korea yang bermarga Shim”jelasku.

“Aku hanya bercanda kok” kataku akhirnya , enggak tega melihatnya yang begitu kesal , aku memang sengaja agak bodoh sih , walaupun aslinya memang bodoh beneran *akhirnya nyadar juga*

“Jadi , maukah kau memaafkan ku?” tanya nya membuka omongan

“Tentang?”

“Yah.. kau tau , tentang di pameran itu , yang mencium mu” katanya dengan mengecilkan volume suaranya. Aku langsung teringat kejadian itu lagi. Kesal sekali rasanya, padahal dalam mimpiku kan first kiss ku kan dengan Brad Pitt

“Dalam lubuk hati terdalam , aku membenci mu” kata ku jujur *ihh pemainnya baboo deh , kenapa Changmin ditolak?? Wae?author kesel , jambak jambak rambut sendiri karena frustasi*

“Tapi…” kata ku lagi

“Waeyo?”

“Entah kenapa sejak saat itu aku memikirkan mu , apa karena First Kiss ku sudah di ambil orang ya?” kata ku tanpa tau apa yang ku omongkan . Oh great.Pintar , Faboulous, Dua Tiga Karet kelempar kamu memang pintar(??)

“Tapi , kita kan dijodohkan?” katanya dengan bingung

“Ha? Gimana sih? Bukannya orang yang dijodohkan dengan ku namanya Lee Changmin ya?” kataku

“Bukan , akulah yang akan dijodohkan dengan mu , jadi , maukah kau menjadi Ny. Shim yang sesungguhnya?”

“Tunggu , pertama , aku tidak akan menerima sembarangan lamaran orang , aku baru mengenal mu!”

“Kau tidak ingat janji semasa kecil kita?”

“Janji ? Janji apa?”

FLASHBACK #AUTHOR POV

Seorang anak kecil , nama anak kecil itu Changmin , Changmin kecil melihat sesosok yeoja kecil yang manis , dilihat nya yeoja itu baik-baik. Bahkan mata nya sama sekali tidak berkedip atau kelilipan (??).

“Changmin ! Ayo pulang!”kata seorang ahjumma , ahjumma itu adalah Vicky , atau ummanya Changmin

“Ne, umma sebentar lagi!”

Changmin lalu melihat kembali ke arah yeoja kecil itu , tapi sosok yang dicarinya hilang ?Kemanakah sosok yeoja kecil itu ?  a. Toilet , b. Sawah , c.Bandara , kirimkan jawaban anda via komen lewat author , pemenang yang beruntung akan mendapatkan kiss hangat dari author , dan yang tidak beruntung , yasudah terima nasib saja #Plaaaaak…. Author disetrum sama readers yang udah pada emosian#

“Kau sedang apa sih?” tanya yeoja kecil itu , sedangkan namja itu langsung mengalihkan pandangan nya ketempat lain. Mungkin sedang nyari barang nya yang dicuri oleh Sweeper*dziing

“Umma … aku mau main dulu ya!!” kata gadis itu langsung menarik Changmin dan membawanya ke pohon besar yang ada di taman itu. Di pohon itu banyak sekali coretan nama dengan pasangan nya , contohnya , author love  Lee Junho *dziing , woy author serius doong!!

“Kau tau tidak , ada yang bilang kalau kita mengikat janji setia kita di pohon ini maka kita akan menjadi kekasih selamanya” kata yeoja itu riang , dan langsung memegang tangan Changmin kecil

“Dari dulu Chiaki ingin sekali mempunyai keluarga , kau juga mau kan…”

“Changmin…”kata Changmin kecil dengan malu-malu , sedangkan yeoja yang dihadapan nya sama sekali tidak tau malu #pletaak

“Jadi , kita nanti akan mempunyai keluarga Changmin , aku akan menjadi istri mu dan kau akan menjadi suami ku? Mau tidak?” kata gadis itu dengan mengeluarkan aegyo nya , dan namja yang dihadapannya hanya mengganguk kecil dan gadis itu langsung senang bukan kepalang.

“Baiklah , kita akan mulai perkawinan nya!” kata yeoja itu

“Eh? Langsung menikah?”

“Ne , waeyo, Changmin tidak suka ya? Hiks..hiks”

“Ani… hanya saja untuk melangsungkan perkawinan itu kan dibutuhkan uang yang banyak , belum lagi biaya untuk pesta dan lainnya” kata Changmin yang kini sedang menghitung dengan kalkulator *weleh-weleh , author enggak mau koment ah nanti di bunuh ama readers lagi , kabuuur*

“Tapi , kita tidak membutuhkan itu , kita hanya mengucapkan janji setia saja , bagaimana?”pinta yeoja itu dengan puppy eyes

“Ne, kalo begitu kita mulai saja”

“Baiklah , Changmin , maukah kau menerima ku sebagai istri mu , disaat suka dan duka?”tanya yeoja itu

“Ne”balas Changmin dengan wajah yang tidak dapat author gambarin , soalnya nilai Seni Rupa author jelek sih #readers ngeluarin celurit

“Lalu , maukah kau menerima ku sebagai suami mu?Disaat suka dan duka?” tanya Changmin

“Ne” kata yeoja itu.

Dan resmilah mereka menjadi suami-istri bohong-bohongan , tanpa adanya proses hukum yang jelas , dan termasuk perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh bayi dalam kandungan (??)

“Yeaaay… dengan ini Changmin resmi menjadi suami ku!” kata yeoja itu kesenangan , lalu tiba-tiba chu~~~Changmin mencium yeoja kecil itu!

“Seorang suami belum sah kalau belum mencium istrinya” kata Changmin malu-malu.

Tanpa mereka sadari , mereka sedang diintip , bukan , bukan sama raja Julian ataupun Sweeper. Tapi oleh kedua orang tua mereka yang terkikik geli.

END

“Wah… jadi ternyata yang di pameran kemarin itu bukan first kiss ku ya haha…”kata ku tertawa canggung , maafkan aku Brad Pitt (??)

“Ne , apa kau sama sekali tidak ingat?”

“Memangnya kejadian nya kapan?”

“Musim panas , 14 Juni , waeyo?”

“Baiklah, pada tanggal 13 Juni aku terbentur oleh kulit pisang , dan pada saat bangun , liburan musim panas lenyap dari ingatan ku” kataku lagi dan masih binggung , benarkah kami memang pernah mengikat janji seperti itu?

“Jadi gara-gara kulit pisang ya? Hahaha” dan dia langsung tertawa terbahak-bahak.

“Mianhamnida , aku benar-benar melupakan kejadian itu” kata ku

“Tapi dengan begitu kita tidak akan mulai dari awal lagi kan?” katanya dengan penuh arti

“Haha… begitulah”kata ku yang menggingat cerita tadi , agak malu juga sih kalau aku duluan yang mengajak nya kawin *punya malu juga ternyata*

“Jadi , maukah kau menjadi Ny. Shim?” katanya kali ini mengeluarkan cincin , cincin yang indah sekali

“Jadi , kau mau kita menggulang dari awal lagi?”tanya ku sambil melihat cincin itu tanpa berkedip , kalau umma ada disini pasti umma sudah mengambil cincin itu dan membawa nya ke toko mas.

“Ne, apapun itu resiko nya , walaupun kau kehilangan ingatan tapi kau adalah yeoja yang telah membuat hidupku hanya untuk yeoja seperti mu , kau tau tidak , semenjak kejadian itu aku tidak pernah berpacaran dengan yeoja lainnya? Itu karena aku sangat setia dengan janji kita” katanya lagi , dan kali ini author dengan sukses nya ke ICU karena lemah jantung

“Ne” kata ku malu-malu , bodo amat deh dengan author yang udah nyiapin keris.

Gubraaaaak, sebuah suara berjatuhan , ada 2 orang ahjussi dan ahjumma yang sudah nyengir kuda.

“Umma ? appa? “ kata kami bersamaan

“Berarti … dari setadi kalian” kata Changmin

“Melihat kami berdua?” sambung ku

@@@

Di suatu tempat , kali ini adalah Café de France , tempat segalanya bermula. Ada seorang pasangan yang duduk bermesraan.

“Changmin ah…”

“Joo Ri noona…”

“Maaf , kami mau tutup” kata pelayan nya dengan wajah kesal

Hahaha… author selesai ! Wkek , mian ya , semua hanya fiktif belaka , bukan asli *namanya juga FF thor* jadi mian kalau ada yang merasa biasnya tersakiti , author minta maaf sebesar-besar nya

#kabur sebelum ditonjok reader

37 responses to “Dijodohkan ? Andwaaaee (Full)

  1. ahahahaha
    ngakak abis dah bacanya,,,
    ini authornya cinta bgt ama dora yak…
    ahahahahaha
    jempol dah buat kau,,
    sekalian aye pinjem jempol kebo

  2. Sumveh aku ngakak abis..
    Tp kok jd chiaki sih Thor?
    Seharusnya kan Chagi? O.o
    Btw, keep writing Thor!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s