Letting You Go [oneshot]

back to author geje yang nggak pernah nyelesain FF nya. keke~ mian >.< mood nya tiba-tiba berubah. tapi kali ini nggak bakal nge gantung lagi kok. cuz oneshot. jadi langsung tamat. #reader: cepat ceritanya!!!# baiklah, karena reader ga sabar apa lagi yang akan author buat, so check it out!

RATING : PG-15

LENGTH : oneshot

GENRE : Romantic, angst (maybe)

AUTHOR : Park Soo Hyun (mayu)

Cast : Kim Kyu Jong SS501 , Heo YooHee, Lee HeeYoung

title :: Letting You Go

Disclaim :: bukan plagiat! i made it by my self

(mian ga di edit photonya u.u)

Kim KyuJong

DON’T BE A SILENT READER PLEASE ~~~~ !!!!

“ya Yoo Hee-ya!” teriak seorang namja di belakang ku.

“ne? Tidak usah teriak pun sudah terdengar,” jawabku.

“habisnya……kau selalu bermain dengan RyuTaro mu itu,” kata nya polos. Aku tertawa kecil walaupun mungkin akan terdengar. “ya!!!! Sekarang kau malah menertawakan ku!!” tambahnya. Kuyakini, dia pasti sedang cemberut sekarang.

“Ryu n Taro my lovely hamster….ternyata Kyu Jong oppa cemburu dengan kalian. Kkk~” ucapku yang mengeraskan suara.

“ya!!!” dia berteriak lebih keras. Kemudaian dia memelukku dari belakang secara tiba-tiba. “ayolah chagi, kita jalan-jalan berdua hari ini~” pintanya dengan nada yang sangat manja.

“baiklah oppa,” jawabku sambil menyimpan hamster ke dalam kandang, dan mencuci tangan. Aku memang sangat menyukai hamster. Tapi tak kalah suka dengan KyuJong, tunanganku.

Setelah bersiap-siap dan ganti baju, aku menghampiri Kyu Jong yang sudah menungguku. Aku tersenyum padanya, dan ia membalas senyumannya padaku.

“ayo kita pergi, my princess.” Katanya. Aku tersipu malu. Ia menggandengku.

*****

Sesampainya di taman, kami duduk di bangku yang masih kosong. Di depan air mancur yang sangat indah dan cocok untuk dijadikan tempat kencan. Aku ingin sekali mengabadikan kenangan ini, yang mungkin takkan kudapat lagi. Mianhaeyo oppa. Rasanya aku tak tahan untuk mengeluarkan air mata.

“chagi?” tanyanya. Aku terdiam tak menjawab. “gwaenchana?” nada nya terdengar sangat khawatir padaku. Aku hanya mengangguk yang mengartikan bahwa ‘aku tidak apa-apa’

“syukurlah~” katanya. Ia menarik napas lega. Aku hanya tersenyum tipis. Memang hanya itu yang bisa kulakukan. Kemudian aku mengayunkan kaki, lalu menyenderkan kepalaku di pundak Kyu Jong. Ia pun tersenyum dan membelai rambutku. Aku merasa tenang di saat-saat seperti ini.

“oppa,” panggilku. “boleh kuminta sesuatu?”

“ne. Apa pun yang kau minta,” jawabnya lembut. Ia memang berkepribadian lembut. Selembut hatinya.

“ayo kita narsis disini. Hehe~” aku tersenyum memamerkan gigi. Memang aneh permintaan ku ini di di depannya. Tapi, sebelum semua ini terlambat.

“baiklah. Ayo,” ia pun menarikku ke belakang air mancur agar pemandangan air mancurnya terlihat jelas. Kurasa taman ini memang sangat indah. Tertata rapi dan terawat.

“cheese~” ucapku. Kami pun benar-benar narsis saat itu. Ugly face, cute face, calm face, and other. Yaa…..lumayan banyak photo yang kami ambil. Aku memilih untuk istirahat.

“chagi, tunggu disini yah.” Ucapnya. Aku hanya mengangguk. Kemudian ia pun menghilang dari pandanganku. Aku melihat photo-photo yang kami dapat. Eh? Tapi? Ada apa? Kenapa photo ini terlihat buram? Tak jelas bentuknya. Aiisshh!!! Kepala ku sakit. Aku menatap langit. Dan….kenapa langit ini menjadi berputar di atas kepalaku? Aku memegang kepalaku yang sakit itu.

Tak lama kemudian, Kyu Jong kembali dengan membawa gulali yang masih terbungkus dan es krim di kedua tangannya. Aku langsung mengambil posisi duduk sewajar mungkin seolah-olah tak terjadi apapun padaku tadi. Aku takut KyuJong terlalu mencemaskan ku dan mengganggu konsentrasi nya dalam pekerjaan. Ia pun memberikan salah satu es krim nya padaku.

“gomawoyo,” ucapku tulus. Ia hanya tersenyum manis. Astaga, senyumnya itu benar-benar sangat menggoda.

“kau tau aku sangat mencintai mu?” ucapnya padaku. Aku hanya tersenyum tipis. “aku ingin menikah dengan mu. Apa kau setuju kalau pernikahan kita di lakukan 2 minggu lagi?” tanyanya.

“mwo??!!!” aku hampir menjatuhkan es krim yang kupegang. Untunglah aku masih bisa mengontrolnya. Aku sangat kaget dengan pernyataan KyuJong ini. Tetapi………..2minggu lagi itu……

“kau tidak setuju yah? Bianne. Aku hanya memikirkan diriku saja,” sesalnya sambil menunduk. Aku benar-benar kasihan melihat wajahnya yang menyesal. Mungkin memang aku yang egois. Karena kami sudah menjalani hubungan ini hingga sekarang sudah satu tahun lebih. Ya….apa boleh dikata?

“mm….gwaenchana oppa, tapi……aku merasa tidak yakin…” ne. Aku memang tidak yakin bisa menikah dalam jangka waktu secepat itu. Lagipula, saat itu entah aku bisa ada di sampingmu atau tidak.

“baiklah. Aku akan menunggu hingga kau siap.” Kata nya sambil tersenyum tulus. Melihat senyumannya saja sudah membuatku benar-benar tenang. Tapi…..rasa pening di kepalaku tidak tertahan.. pusing sekali…

“chagi?” panggilnya. Aku tak menjawab. “chagi?” ulangnya.

“ne?” aku sudah tidak kuat. Bahkan untuk mendengarkan KyuJong pun harus mengulang untuk memanggilku. Ingin pingsan rasanya. Tuhan, tolong kuatkan aku sedikit lagi. Hingga aku sampai dirumah saja…….

“kau…waeyo?” tanya nya dengan suara cemas. Aku tak ingin membuatnya cemas dan repot. Aku tak ingin menjadi bebannya.

“anniyo oppa. Gwaenchaseumnida. Aku……………. ingin pulang,” jawabku.

“baiklah.” Katanya. Kami pun jalan ke mobil dan gulali yang masih terbungkus itu dibawakan oleh Kyu Jong.

*****

Aku menatap keluar jendela mobil. Bosan rasanya. Memang sudah mendarah daging bahwa tempat tinggalku itu kota macet. Ingin mencari suasana baru. Tiba-tiba aku melihat seorang pengemis kecil –anak kecil– sambil menggandeng adiknya. Aku pun mendapat akal.

“oppa, boleh kuminta kedua gulali itu?” tanyaku ragu.

“ne. Ambil saja.” Katanya sambil menyenderkan dagunya di kemudi mobil. Kurasa ia pun bosan.

“gwaenchana?”

“ne.”

“kalau begitu, ayo cepat kita cari tempat parkir.” Ia menatapku dengan penuh keheranan. Aku memasang wajah penuh harap. “baiklah.” Jawabnya. Ia hanya bisa pasrah. Dengan cepat, ia memarkirkan mobil nya. Aku membuka pintu mobil dan berjalan ke arah anak kecil yang tadi kulihat. Tentu bersama dengan kedua gulali di tanganku yang baru saja kuminta. KyuJong hanya mengikuti ku dari belakang.

Aku jongkok dan menyapanya seramah mungkin. “hai dik.” Anak kecil itu menatap ku, lalu menatap KyuJong. Kyu Jong hanya tersenyum melihat anak kecil itu. “dik,, apa kau mau ini?” tawarku sambil menunjukkan kedua gulali itu kepadanya. Aku bisa melihat senyuman manis dari anak yang masih polos ini. Lalu ia mengangguk kegirangan. “ini untukmu.” Aku mengulurkan tanganku untuk memberikan gulali yang tadi kupegang itu untuk menjadi miliknya.

“terimakasih kak~” katanya. Aku tersenyum kepadanya. “berbagi dengan adikmu yaa..” tambahku. Senang rasanya melihat senyuman anak kecil yang masih polos itu. Walaupun wajah nya terlihat kusam, tapi saat tersenyum, mereka memberi kecerahan yang berbeda.

Aku menatap KyuJong. Ia pun menaikkan kedua jempolnya. “kau memang berhati mulia chagi,” pujinya. Eh? Aku tau ia memujiku karena mendengar nada suaranya. Tapi kenapa suaranya tidak terdengar jelas. Ah! Mungkin hanya pendengaranku sedang tidak enak, jadi nya seperti itu. Yang kulihat, setelah ia menaikkan jempolnya, ia berbalik badan menuju tempat parkir dimana mobilnya di parkir.

Kuharap memang hanya seperti itu, tapi…………..lagi-lagi kepalaku pusing tidak karuan. Kenapa? Kenapa akhir-akhir ini sering terjadi? Sakit sekali. Dapat kulihat sekilas, dia berjalan di depanku.

“chagi, aku bangga padamu.” Ucapnya. Aku sulit mendengar apa yang ia ucapkan. Tidak terdengar jelas. Aku hanya mendengar ia bergumam. Aku sudah hilang kendali. Dan……………BRUUGGHH!!! aku terjatuh pingsan.

__KYU JONG POV__

“chagi, aku bangga padamu.” Aku memujinya atas perbuatannya kali ini. ia memang baik hati. Kurasa ia bisa menjadi istri yang baik untukku. kekeke~

BRUUGGHH!!

Eh? Suara apa itu? Aku membalikkan badanku. Kudapati Heo Yoo Hee, tunanganku yang barusan kupuji terjatuh. Kenapa tiba-tiba??

Dengan susah payah aku membawa nya ke dalam mobil. Aku harus menemukan rumah sakit terdekat daerah sini. Tanpa pikir panjang, aku mengemudi mobil ku di atas kecepatan rata-rata. Kumohon Yoo Hee, bangunlah.

Sampai nya di rumah sakit, aku langsung memanggil suster untuk membawakan tandu untuk tunanganku. Aku sangat menyayanginya. Aku cemas sekali karena tadi dia terlihat baik-baik saja. Kecuali tidak menjawab saat kupanggil. Atau memang keluhannya itu? Ah! Lebih baik tahu penjelasan dari dokter.

Yoo Hee pun akhirnya di bawa ke ruang periksa. Dan aku menunggu nya diluar. Setelah beberapa menit, dokterpun keluar. Aku menghampirinya. “bagaimana dengan kondisi tunangan saya dok?” tanya ku yang penuh khawatir.

“tunangan Anda sudah memasuki tahap kritis dalam penyakitnya, dan….hanya operasi satu-satunya jalan agar ia bisa sembuh. Walaupun tidak bisa menjalani kesehariannya secara wajar.” Jelas dokter tersebut.

“kalau begitu, saya memililh untuk dilakukan operasi itu.” Ucapku. Aku pasti lebih menginginkan pasangan ku tetap hidup meskipun dalam kondisi berbeda.

“tapi…..operasi ini harus di sepakati keluarganya.”

“saya telah dipercaya oleh keluarganya untuk menjaganya dok. Kumohon.” Aku membungkukkan badanku kepada dokter itu. Aku memang sangat ingin kesembuhan Yoo Hee, tunanganku.

“dan 1 lagi……”

“apa dok?”

“operasi ini resikonya sangat besar. Dan ada kemungkinan kalau tunangan Anda akan meninggal mendadak saat operasi.” Kata-kata dokter itu sangat membuatku shock. Aku langsung terduduk lemas. Mana mungkin aku membiarkan tunangan ku meninggal dalam ruang operasi. Aku tak mau! Tapi……jika dibiarkan…justru hanya akan menyiksa Yoo Hee. Eottokhaeyo? Aku benar-benar bingung.

“bagaimana Nak? Apa tunangan Anda akan di operasi saja?” aku berdiri kembali.

“ehmmm….baik dok. Saya menerima resiko itu. Apa pun yang terjadi, kumohon selamatkan tunangan saya.” Kataku sambil membungkuk.

“baiklah. Kami akan mencari jadwal yang tepat untuk pengoperasian tunangan anda.”

“terimakasih dok,” kemudian dokter itu mempersilahkan ku untuk melihat Yoo Hee, yang sedang tertidur lemas di atas ranjang rumah sakit. Kenapa kau tidak bilang bahwa kau memiliki penyakit ini? Padahal kita bisa mengajukan perawatan rumah sakit yang lebih canggih, yang bisa mengupas tuntas penyakitmu ini seperti Ryutaro Asada, idolamu dalam komik.

Dokter dan suster dalam ruangan itu meninggalkan kami berdua. Aku mengambil kursi untuk duduk dan membelai rambut Yoo Hee. Kemudian aku memegang erat tangannya. Kulitnya sangat mulus. Tiba-tiba air mataku jatuh begitu saja. Yoo Hee……..kenapa kau merahasiakan penyakitmu ini? padahal aku ingin bisa terlihat hebat di depanmu, aku ingin menyembuhkan mu. Tapi……sekarang sudah telat kan? Nasib mu dipertaruhkan dalam operasi itu. Aku tertidur di sebelah Yoo Hee dengan tangan masih menggenggam tangan Yoo Hee.

*****

Aku terbangun dari tidurku. Aku merasa ada yang membelai rambutku. Aku melihat siapa gerangan. Kudapati Yoo Hee sedang tersenyum padaku. Senyum lemas. Aku hanya bisa membalasnya. Aku mengambil posisi duduk wajar. Dan masih menatap Yoo Hee. Diantara kami tak ada yang saling bicara, hingga akhirnya ia mencairkan suasana.

“kau…..sudah tahu tentang……..penyakitku yah?” tanyanya. Aku hanya mengangguk pelan. “sungguh menyesal kan? Kau yang ingin menikah 2 minggu lagi, sedangkan tunangan mu ini malah terbaring di rumah sakit terkena penyakit yang sulit untuk di sembuhkan.” Cukup! Aku tak ingin mendengarnya. Jangan bicara seperti itu padaku. “KyuJong-a, kau sangat menyesal kan? Jujur sajalah.” Katanya. Ia memaksaku untuk bicara.

“kau pikir aku menyesal? Kau bodoh Yoo Hee. Jika aku menyesal, aku sudah meninggalkan mu disini dan tidak menunggui mu.”

“kau disini hanya kasihan padaku kan? Iya kan? Karena orang tua ku sedang berada di luar kota dan kakak ku sibuk kerja?” aku tak menjawab pertanyaannya. Aku benar-benar sangat mencintai nya walaupun aku tau tentang penyakitnya. “ya KyuJong-a!!!! Jawab aku!!” sentaknya.

“aku benar-benar mencintaimu. Aku bukan kasihan kepadamu. Cintaku ini tulus untukmu.” Jawabku. Kulihat, matanya berkaca-kaca. Benar-benar seperti yang ingin menangis. Aku mengambil saputangan dan memberikan kepadanya.

“Yoo Hee-ya. Kenapa kau tidak bilang kau punya penyakit ini? Aku sangat kaget. Seandainya kau bilang lebih dulu, mungkin kau bisa sembuh.” Jelasku. Ia hanya menggelengkan kepalanya.

“anniyo. Aku tidak ingin merepotkanmu. Aku takut jika aku hanya menjadi bebanmu saja. Yang hanya bisa hidup bergantung denganmu.”

“aku tidak akan merasa seperti itu. Justru aku akan bahagia jika aku bisa membuatmu sehat kembali.” Jujur saja, aku lebih suka direpotkan dibandingkan ditinggalkan begini. “tenang sajalah chagi, dokter itu sudah bilang padaku. Dia akan menyembuhkan mu,” jelasku.

“seandainya aku tak bisa terselamatkan, kau harus bisa cari pasangan yang lebih dari ku yaa.” Ucapnya. Aku benar-benar ingin menangis saat dia berbicara seperti itu. Sulit untuk mencari yang lebih darinya. Aku mencoba menahan tangisku di depannya. “oppa, kau bisa kan? Aku akan merestui mu. Dan aku tak akan membiarkan mu untuk menjadi seorang namja yang tidak pernah menikah.” Tambahnya.

“cukup YooHee-ya. Aku tak ingin mendengarnya lagi. Masih terlalu pagi untuk membicarakan ini. Kau masih punya harapan untuk hidup bersamaku,” Ia tak menjawab perkataanku. Yang dilakukannya hanya tersenyum sebagai jawaban dari ucapan ku. Aku membalas senyumannya.

Seorang dokter memasuki ruangan bersama suster-suster di belakangnya.

“operasi akan dilakukan 2hari lagi. Kau harus berjuang melawan penyakitmu ini.” kata dokter pada YooHee. 2hari lagi?? Itu kan………aku harus show bersama member SS501 lainnya.

“dok, tak bisakah operasi diundur? Tanggal segitu….” ucapku tak melanjutkan kata-kata.

“maaf Nak, operasi harus segera di lakukan dan tidak bisa diundur atau di majukan. Sekali lagi, maaf.” Kata dokter itu. Aku hanya bisa pasrah. Aku ingin ada menunggunya saat ia operasi. Dan aku ingin ada di sampingnya saat operasi itu usai. Namun operasi ini tak bisa di tunda. Dan jadwal show ku pun tak bisa di batalkan. Apa kata fans nanti. Hanya karena salah seorang member tak bisa ikut, semua show dibatalkan.

“baiklah dok. Mohon bantuannya.” Ucapku sambil membungkuk pada mereka –dokter dan suster yang di belakang.

*****

Hari ini…..hari yang YooHee tunggu. Aku takut, bila operasi itu gagal. Kumohon Tuhan. Selamatkan lah tunanganku itu. Aku ingin hidup bahagia bersamanya.

“oppa,” panggil nya. Aku langsung menoleh padanya. “kau show jam berapa? Kok belum pergi juga?” tanya YooHee. Aku melihat jam tanganku. Astaga! Sebentar lagi! Aku mengecup kening YooHee dengan penuh cinta.

“chagi, oppa pergi dulu yah. Mencari uang untuk kita menikah nanti. Keke~” ucapku sambil tersenyum iseng. Ia membalas senyumku dan seperti menahan tawa. Aku melambaikan tangan ku padanya sebelum meninggalkan kamar. Show~ aku tak sabar~ tapi lebih tidak sabar menunggu kabar baik dari dokter~

*****

Usai show bersama member SS501, aku ingin segera kembali ke rumah sakit tempat YooHee berada. Ayollah, cepat selesai dan membolehkan ku kesana~

“kyujong-a…kenapa kau gelisah seperti itu?” tanya Youngsaeng hyung yang duduk di sebelahku. Aku menatapnya dan hanya tersenyum. “kyujong-a, ada masalah apa? Ceritakanlah~” tambah Youngsaeng hyung. Sepertinya aku memang tak bisa menghindari pertanyaannya.

“emm….begini hyung..sebenarnya…………….” belum aku mulai berbicara, ia sudah berbicara duluan.

“ahh….ara ara.. ne, hyung mengerti.” Katanya mengangguk. Aku hanya tertawa melihat Youngsaeng hyung seperti itu. Nampaknya ia ingin menghiburku. “kau gelisah karena tak kuat ingin menikah dengan YooHee kan? Bersabarlah Kyujong. Nanti kalau YooHee sudah siap, kau akan mendapatkannya. Keke~”  katanya sambil terkekeh. Aaaa~ ternyata yang dipikirkannya adalah itu. Dasar hyung. Kalau masalah itu aku masih bisa bersabar.

“bukan begitu hyung, tapi………YooHee sedang menjalani operasi hari ini. Dan operasi itulah yang menentukan hidup matinya YooHee. Aku gelisah karena aku tak bisa menunggunya.” Jelas ku. Youngsaeng hyung menunjukkan ekspresi kaget. “hajiman, gwaenchana hyung. Hyung tak usah ikut khawatir. Aku yakin YooHee baik-baik saja.” Kata ku berusaha tersenyum.

“lalu, bagaimana dengan persentase keberhasilannya?” tanya Jungmin yang mulai ikut pembicaraan kami.

“dokter tidak bilang itu padaku. tapi……….resikonya terlalu besar, dan ada kemungkinan kalau YooHee meninggal mendadak di ruang operasi,” ucapku yang berpura-pura tegar. Hyungjun dan HyunJoong hyung yang sedikit-sedikit mendengar obrolan kami ikut kaget. Lalu Jungmin dan Youngsaeng hyung benar-benar terlihat khawatir.

“Kyujong-a, lekas kau pergi ke rumah sakit! Lagipula tinggal wawancara. Kami yakin kami bisa mengaturnya. Bukan berarti kami tidak menganggap mu. Tapi kami ingin kau ada disana saat ia tersadar.” Saran Hyunjoong hyung padaku.

“hajiman………..”

“cepat! Kami akan membantumu keluar dari sini tanpa kerumunan fans. Kami juga yang akan memastikan bahwa kau tidak di buntuti.” Kata Jungmin yang memotong ucapanku. Ada apa ini? mereka semua…..terimakasih kawan. Aku tersenyum untuk mereka.

“thanks all,” jawab ku.

Usai 10 menit aku di dandani, kini aku siap menuju basement dan pergi ke rumah sakit. Aku benar-benar merasa berbeda. Memakai kacamata bulat dan tebal, lalu dengan wig yang menutupi rambut asliku. Wig dengan potongan rambut bob. Lalu aku dipakaikan syal berbulu layaknya ahjumma. Aku menertawakan diriku sendiri di depan cermin. Lucu juga. Kalau YooHee melihat ini, pasti ia akan tertawa puas.

“kajja!” kata HyungJun memberiku aba-aba. Aku langsung berlari menuju mobilku di parkir. Kumohon Tuhan, berikan aku kesempatan untuk bertemu dengan YooHee satu kali lagi. Tapi lebih ingin melihatnya tersenyum setiap hari untukku.

Sesampainya aku di rumah sakit, aku langsung berlari ke depan tempat YooHee di operasi. Aku tak memperdulikan semua yang melihatku dan menertawakanku. Masa bodoh dengan semuanya. Yang terpenting adalah aku mengetahui keadaan YooHee!

Aku sudah di depan ruang operasi Yoohee, dan lampu di atas pintu masih menyala yang berarti Yoohee masih di dalamnya. Yoohee, berjuanglah! Berjuanglah melawan penyakit mu itu. Sambil menunggu Yoohee, aku membuka syal, wig dan kacamata yang menjadi tameng untukku menyamar.

Tak lama aku menunggu Yoohee di depan ruang operasi, amma nya Yoohee datang menghampiriku dengan wajah panik. Aku memang menelpon beliau beberapa hari yang lalu.

“amma,” sapaku. “annyeong haseyo amma, apa kabar?” ucapku sambil membungkuk di depannya.

“kabar baik. Tapi…..apa Yoohee masih di dalam?” tanya amma dengan khawatir. Wajar saja, amma sudah berhari-hari tak bertemu Yoohee, dan aku yang menemani Yoohee selama orangtua Yoohee pergi ke luar kota.

“ne amma, Yoohee masih di dalam.” Ucapku tersenyum. Tapi amma masih menunjukkan wajah khawatir. Aku mempersilahkan amma duduk terlebih dahulu, kemudian aku.

20 menit lewat, akhirnya dokter keluar. Aku dan amma langsung berdiri dengan wajah penuh harap. Dan………dokter menunjukkan wajah kecewa. Amma yang tak tahan langsung menangis dan aku membiarkan amma menangis sejadi-jadinya. Aku memeluk amma. Sejujurnya aku juga ingin menangis. Aku tak kuat untuk menerima semua ini.

“maafkan kami. Kami sudah berusaha keras untuk mengoperasinya. Maafkan kami.” Kata dokter itu sambil membungkuk. Ya, itu lah yang dilakukan dokter saat ia tak berhasil menolong pasiennya. Yoohee-ya….seandainya kau bilang lebih awal.

Suster di belakang dokter operasi itu keluar bersama dengan jasad Yoohee yang sudah kehilangan jiwanya. Amma yang melihat itu langsung menghampiri jasad Yoohee. Tragis memang. Aku juga ingin melihat Yoohee untuk yang tetrakhir kalinya.

_KyuJong P.o.V end_

*****

_Author P.o.V_

501 tahun berlalu… ups.. mian, author lebay. Keburu KyuJong nya nyusul Yoo Hee. Keke ._.V maksud author, 5tahun 0bulan 1hari setelah kejadian itu, akhirnya KyuJong akan melangsungkan pernikahan dengan Lee HeeYoung pada hari itu juga.

“sesuai amanah mu, jika kau tak ada, aku harus mencari yeoja lagi. Dan kali ini aku mendapatkannya.” Gumam KyuJong. Ia mencium fotonya dan YooHee saat di taman yang sudah diberi frame yang manis. “tapi aku tak bisa menemukan yang lebih dibandingkan mu.” Tambah KyuJong.

“ya kyujong-a! Ppali! Pernikahan mu sudah akan dimulai.” Sahut Youngsaeng dari luar ruangan.

“ne hyung~!” jawab KyuJong dengan penuh semangat. Ia keluar dari ruangannya dan pergi ke gereja. Saat KyuJong di dalam gereja, ia melihat Lee HeeYoung masuk. Tapi dalam bayangannya, ia melihat YooHee yang masuk dan tersenyum. “eh?” gumam kyu sambil mengusap matanya. Lalu ia melihatnya kembali. “ah, HeeYoung kok. Bukan YooHee.” Gumamnya kembali.

Lalu dilangsungkanlah pernikahan mereka dan berakhir bahagia.

_END_

mian gaje endingnya.. dan terlalu banyak kata “aku”..  so, dont be a silent reader ^^~ coment please~

Advertisements

9 responses to “Letting You Go [oneshot]

  1. Huaa, sukses deh authornya bikin aku nangis.. Daebak author.. Tadinya aku ngarep kalo pas susternya keluar bawa si YooHee, YooHeenya cuma pura-pura… Ga taunya beneran.. Padahal udah so sweet bangeet… Hiks.. Hiks…

  2. hikz…hikz…kok meninggaL c,padahaL dah mau nikah,,
    kasian jong,,hikz…
    Gud Job thor,,,
    romantis bgt ceritanya ^^

    • keke ~ gomawo ~ ne , aku juga kasian. sebenrnya di lain cerita mereka ga nikah-nikah gara-gara adiknya kyujong ga restuin mereka #apaseeh# huwwaa~ gomawo gomawo ^^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s