Separation Prologue

Hwaaaaaaa~!! Akhirnya aku post juga ini ff, rada pesimis sih sebenarnya tapi semoga yang baca puas! Terus… karena sebenarnya prolog ini ada adengan yang menjurus ke dewasanya, tadinya sempet kepikiran buat ngerating NC -___- tapi nggak jadi karena kasian pembaca*maksud lo?* dan authornya yang masih belum cukup umur XDD Jadi ratingnya tetep kayak yang perkenalan tokoh kemaren PG-15 mungkin entar paling enggak part selanjutnya PG +16 hehehe. Cuma yah~ ada ‘ehem ehem’-nya dikit. Paling sebatas ciuman doang kok *PLAKKK*(-_-“)

Yang SILENT READER DOSANYA BERLIPAT. PLUS JANGAN MENJELEKAN ARTIS LAIN DISINI!

Title                  : Separation.

Author              : E-blow (Echie).

Rating               : PG-15 / Straight.

Casts                : Choi Minho, Jung Soojung (Krystal), Kim Ki bum (Key), Goo Hara.

Other Cast       : SHINee, f(x), SNSD, Kara, Super Junior, MBLAQ.

Genre               : Romance, Friendship, Family, Humor.

Length              : Series.

Disclaimer        : I don’t own all of the character in here. They belong to themselves. I just own the plot. So please don’t sue me!

Warning           : UNBETAED

Summary          : Krystal like Minho and Minho like Krystal, but they couldn’t declare their love, because of their families, former, and fiance.

Previous chapter : Perkenalan Tokoh

Backsound       :

♥       2ne1 – In the club

♥       B2ST – I’m Sorry

________________________________________________________________________

PROLOG

Seoul, June 2010

“Ayo tutup mata.” seorang gadis memberikan perintah kepada kekasih yang ada di depannya.

“Sekarang buka mata.” sang kekasih tampak terkejut dengan apa yang gadis tadi berikan. Sebuah gantungan kunci berbentuk pelangi dan tertera nama sang gadis di gantungan kunci tersebut.

“Ini untuk apa?” sang kekasih yang daritadi hanya terdiam mencoba untuk membuka suaranya.

“Kurasa hubungan kita tidak lama lagi, jadi aku berikan ini untukmu. Kuharap kau tidak melupakanku.” Gadis tadi menghapus air mata yang mulai membasahi pipinya. Sedangkan sang kekasih hanya memandang lekat-lekat paras kekasihnya yang cantik.

“Yuri! Kumohon jangan seperti ini!” sang kekasih langsung merengkuh gadis yang bernama Yuri ke dalam pelukanya.

“Minho~ aku mau kau cium aku sekarang!”

“Apa?!”

“Kumohon!!”

“Baiklah~”

Laki-laki yang bernama Minho tadi mencondongkan wajahnya ke Yuri. Bibir mereka hanya terpaut beberapa senti. Minho melumat bibir kekasihnya. Terasa ada yang mengganggu Yuri.

“Kenapa kau menagis?” Yuri melepaskan ciumanya. Sedangkan Minho hanya diam.

“Jangan tinggalkan aku! Kumohon!” Minho berlutut di depan Yuri.

“Mmmm.”

***

Minho masih tertidur pulas saat ponselnya berdering.

“Emm, Halo? Siapa?”

“Oh.. Kenapa Noona?”

“APA!!”

Tanpa memikirkan dirinya yang masih dalam keadaan—baru bangun tidur—sesegera mungkin Minho menyambar t-shirt orange yang sering  dia pakai, dan berlari secepat mungkin menuju lantai bawah rumah. Dengan sepatu yang di pakai asal-asalan, Minho langsung masuk ke dalam mobil.

Rangkaian bunga berderet di sepanjang pagar rumah. Para keluarga dan kerabat Yuri terlihat memasuki rumah keluarga Kwon. Semuanya hilir mudik masuk ke dalam rumah dengan  menggunakan dresscode serba hitam.

Dengan tubuh yang sudah lemah dan kepala pening, Minho mencoba masuk dan melihat apa yang terjadi. Kwon ahjussi, ayah dari Yuri melihat Minho yang masuk dengan wajah kacau, begitu pula dengannya yang terlihat lemah dan wajahnya yang berurai air mata.

“Minho-ya” panggilnya parau. Ayah Yuri menarik lengan Minho mendekati sebuah peti mayat. Disanalah, terlihat Yuri terbaring dengan wajah pucat tanpa nafas.

“Kami sedang tertidur saat itu, tiba-tiba Yuri meraung-raung. Sakitnya kambuh. Kami sekeluarga berencana membawanya ke rumah sakit. Tapi Yuri menolak, katanya tunggu sampai Minho datang. Tak lama kemudian Yuri sudah tidak ada.” Ayah Yuri terlihat menahan tangisnya saat ia menceritakan kejadian semalam.

Terlihat mata Minho memerah, ia memegangi kepalanya yang mulai sedikit pusing. Bagaimana mungkin, tadi malam Yuri masih bersamaku. Hanya itu yang ada di benak Minho. Miris. Dan sekarang ia melihat Yuri sudah tidak bernyawa.

***

Para pelayat meninggalkan kompleks pemakaman. Terlihat ada Jessica dan Sooyoung sedang menabur bunga. Memang Yuri, Sooyoung dan Jessica bersahabat dekat. Terlihat  Jessica mendekat ke arah Minho. Tangisnya pecah saat Minho menyebut nama Yuri.

“Minho, aku merindukanya. Aku merindukan sahabatku” Jessica memeluk Minho.

Mata Minho tidak terlepas pada batu nisan yang ada di depanya sekarang.

_ _ _ _ _ _

R.I.P

KWON YU RI

5 Desember 1989 – 19 June 2010

_ _ _ _ _ _

Seakan tak percaya dengan tulisan yang ada di batu nisan. Minho duduk bersimpuh dan menatap miris batu nisan itu.

“Ini bukan kau YURI…”

“Ini bukan kau!!! Kembali Yuri, kembali!!!!”

“Minho~ kumohon. Berhentilah bersikap seperti ini.” Sooyoung merangkul Minho dalam pelukannya.

“Biarkan Yuri hidup tenang. Kita pulang sekarang.” Sooyoung menarik lengan Minho yang masih duduk di depan makam Yuri.

***

“Besok kita pindah ke Incheon. Jadi kemaskan barang kalian sekarang.” Tampak ayah Minho dan Sooyoung yang baru datang sudah memberikan perintah kepada sang anak.

“Kenapa Appa?! Kok tiba-tiba seperti ini?! Ada masalah penting apa?” Sooyoung mendekati ayahnya.

“Jangan banyak tanya. Cepat kemasi barang kalian.”

Minho beranjak dari tempatnya, menuju kamarnya.

“Aku tidak mau pindah!”

“CHOI MINHO! Ini gara-gara perempuan itu mati! Kau jadi berubah seperti ini! Kalau mau tetap tinggal di sini, tinggalah disini. Tapi ingat Appa tidak akan memerikan uang sepeserpun.”

Mendengar kata tidak diberi uang. Minho mengurungkan niatnya dan berbalik mengemasi barangnya.

***

“Ya~ kau mau kemana!”

“Kejar aku~”

Tampak sepasang kekasih sedang bermain di taman. Tampaknya mereka sedang bahagia. Tampak dari raut muka keduanya.

“Hahhaaha,, kau tertangkap Krystal.” Sang pria mendekap erat gadis yang ada dipelukanya.

“Oppa, sakit.”

Sang pria melepaskan pelukanya dan berjalan menuju kursi panjang dekat taman.

“Oppa~ tunggu!”

Sepasang kekasih tadi duduk di depan taman memandang matahari yang sebentar lagi mau meninggalkan peraduanya.

“Krystal~ aku mau pindah! Besok aku sudah meninggalkan Korea. Jadi jaga dirimu baik-baik disini.”  kata sang pria tanpa melepaskan pandangannya ke arah matahari.

“Apa?! Besok? Mau pindah kemana?” Sang gadis menatap lekat-lekat paras sang kekasih yang sendu.

“Vancover, Canada. Aku mau meneruskan sekolahku di sana. Tidak lama hanya tiga tahun. Setelah itu aku akan kembali ke Korea.”

“Key~ Key Oppa~”

“Mmmm..”

“Bagiku, tiga tahun bukan waktu yang singkat. Tapi, akan aku coba. Semoga kita dapat melewati tiga tahun ini dengan mudah.”

“Gadis-ku ini sudah dewasa tampaknya.” Key mengacak-acak rambut Krystal.

“Ya! Oppa~”

Key turun dari tempat duduknya dan berlutut menghadap Krystal. Key memajukan wajahnya otomatis wajah mereka hanya terpaut beberapa inchi. Krytal menahan nafasnya dan memejamkan matanya.

“Kenapa memejamkan mata?”

Krystal menghembuskan nafasnya yang dari tadi tertahan di perutnya.

“Tidak! Ku kir-“ belum sempat Krystal melanjutkan bicaranya. Key sudah melumat bibir gadis manis yang ada di depannya. Matahari senja kini kembali ke peraduannya berganti malam nan indah di hiasi bintang makam.

“Ya~ Oppa! Kau mengambil first kiss-ku.”

“Kau kan gadis-ku memangnya salah? Pria-mu ini mengambil first kissmu? Hah?”

“Sebelum aku pergi aku mau memberimu ini, tolong di jaga dengan baik.” Key memberikan sebuah gelang rantai ke Krystal.

“Aku akan menjaganya dengan baik. Aku janji.”

***

Gimana prolog-nya? Nggak suka yah? Kecewa? Maaf author lagi sarap jadi maaf ya kalau yang nggak suka. Part 1-nya di post 3 atau 4 hari setelah prolog ini. Sebenarnya mau di gabungin part-1 sama prolognya tapi kepanjangan jadi di potong.

Oh iya aku juga mau kasih SPECIAL THANKS~

  1. Winda (mika-chan). Maksih banget yang udah nasihatin saya. Sekarang saya ngak begitu benci sama cewek itu win! Tau kan? Hehehe.. buat reader yang mau baca FF keren kunjungin aja blognya temen aku ini KLIK DISINI. FF-nya winda ini bagus-bagus bagi kalian yang suka diksi tinggi di sini tempatnya. Pairingnya juga enak-enak buat di baca.
  2. Ching-chingz eonni (azura caelestis) kalau ini mungkin udah familiar. Kalau yang belum tau kalian biasa baca FF berdikisi TINGGI!!!! Disini surgannya LJ-nya Ching-ching eonni atau di Facebooknya. Oh ya kalian juga bisa pesan poster FF  ke ching-ching eonnie.
  3. My little kid, Fai
  4. Reader setia aku. Terima kasih banyak udah setia menunggu FF nggak jelas ini. oh ya, sekedar informasi ntar ada best reader di part terakhir.

Segitu aja dari aku. Bye ~

81 responses to “Separation Prologue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s