[Oneshoot] Fragile

Title: Fragile

Author: Khoirunnisa 안늘영♥~ (@unnikna)

Pairing: My Kyuyoung >.<

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Cho Ara

Rating: PG13

Lenght: Oneshoot

Genre: Romance, Tragedy, Sad (?)

Inspiration: Joeniar Arief – Rapuh (gue bgt) *sambil dengerin coba aja deh uwoow T.T*

Note: ff oneshoot pertama saya, kawannnnnn!! semoga ini tidak mengecawakan~ Kalo kalian jealous, anggep aja itu kalian wkwkwkwk =)) mian kalo bosen Kyuyoung teyus (_ _)v *jangan bosenn ne ne!!* para author/eonnie2ku tersayang dan saeng2ku tercinta *widih* baca juga dong *maksa* XD

Let’s read~

Sooyoung POV

Aku merasa, ada yg menyentuh tubuhku..

Mengotak-atik tubuhku..

Ini menyakitkan!

Terasa sakit di bagian dadaku dan kepalaku, aku diapakan Tuhan?!

Aku, di alam bawah sadarku dan tidak menyadari sedang diapakan aku. Yg aku rasakan saat ini, ada yg memaikan tubuhku, dengan alat-alat yg menyeramkan menurutku. Aku tidak suka dan tidak tahan!

——

Kyuhyun POV

‘Kyuhyun! Hwaiting!’

‘Gwenchana? Apa ada yg sakit? Aishh kau ini ceroboh sekali’

‘Ne.. Kyu kau tampaaaannn sekali kaya muka kuda kkkkkk~’

‘Kau mau kemana? Tunggu aku Kyu!’

‘Nado..’

Kau.. Aku tetap mengigat apa yg kau selalu ucapkan kepadaku.. Apa kau juga begitu?

Kau.. Yg kutunggu.. Aku tetap menunggumu.. Di depan pintu operasi.. Aku tetap menunggumu..

Menunggu.. Kepulihanmu yg aku bisa melihat wajahmu yg dulu, yg ceria, tertawa, sedih, semuanya..

Aku terus berdoa kepada tuhan agar kau sembuh dan kau harus tahan Choi Sooyoung! Aku tau itu berat bagimu karena kau tidak suka rumah sakit. Tapi, demi kamu sembuh kau harus bisa menghilangkan rasa takutmu! Dan tenang saja, kau tidak sendirian, aku selalu ada dihatimu…

——

Sooyoung POV

‘Ayo Sooyoung bangun!’ Aku kenal suara ini, suara Kyuhyun oppa! Tapi kenapa semua terlihat buram dimataku?

‘Oppa! Aku disini aku sudah bangun oppa!’ Aku sudah berteriak sekeras mungkin, tapi kenapa oppa masih tetap seperti itu. Dan, oppa menangis?

‘Hikss.. Hikss.. Soo aku mohon bangunlah!!’ Tangisan oppa semakin kuat dan suara yg dikeluarkannya bergetar hebat (?). Oppa jgn menangis aku sangat tidak suka melihat oppa lemah seperti ini. Aku mencoba berlari ke segala arah tapi aku tidak menemukan siapa-siapa. Aku hanya menemukan sebuah cahaya yg menurutku itu tuntunanku untuk keluar dari sini. Tapi cahaya itu menjadi 2, aku bingung. Tapi Kyuhyun oppa terus menangis, terngiang di kepalaku suaranya. Aku ikut menangis, aku duduk di antara 2 cahaya itu.

Tiba-tiba aku mendengar suara.. Appa? Omo appa?! Aku sangat kangen appa! Apakah ini sungguhan, Tuhan?! Kenapa semuanya jadi seperti ini?

‘Sooyoung anak appa yg tersayang..’ Appa lalu melanjutkan pembicaraannya. ‘Kali ini kau harus kuat, nak! Kau tidak boleh lengah! Kali ini kau harus memilih yg benar, antara hidup dan mati. Dan menurut appa kau jgn ikut appa dulu nak, hidupmu masih panjang. Masih ada Eomma, dan namjachingumu Kyuhyun. Appa yakin suatu hari nanti kau akan bertemu appa.. Appa yakin itu’ Samar-samar suara appa sedikit-dikit hilang dari pendengaranku. Aku masih tertunduk lemas dan menangis.

——-

Kyuhyun POV

“Ayo Sooyoung bangun!” Teriakku kepada Sooyoung di depan pintu. Operasi Sooyoung berjalan cukup lancar. Sooyoung sudah dipindahkan ke ruangan pasien, dan anehnya kondisi Sooyoung semakin kritis 1 jam kemudian. Dokter dan suster-suster sedang berusaha menangani Sooyoung.

“Hikss.. Hikss.. Sooyoung aku mohon bangunlah!!” Aku berteriak dan menggedor-gedor pintu. Noonaku, Cho Ara, mencoba untuk menenangkanku. “Sudahlah Kyuhyun, lebih baik kau tenangkan hatimu. Kau berdoalah semoga Sooyoung bisa sembuh dan biarkan dokter yg menanganinya” Noona menuntunku ke kursi yg ada disebelah ruangannya. Aku sebenarnya malu menangis, tapi mau bagaimana lagi aku sudah terlanjur. Aku merasakan bahwa Sooyoung sekarang sedang menangis, menagis karena dirinya sendiri. Kau harus kuat Soo! Kau jgn menagis karena dirimu sendiri!

——

Sooyoung POV

Aku masih menagis, menunduk. Aku pun mencoba berdiri dan melihat kembali apa yg ada di depanku. Yah, ada 2 cahaya.

Dan sekarang cahaya itu sedikit demi sedikit berubah. Yg kiri terlihat wajah appa, dan yg kanan terlihat sosok eomaa dan.. namjachinguku. Aku pun kembali menangis, bukan menagis karena melihat mereka, tapi menagis karena diriku sendiri, kenapa aku sangat bodoh bisa mempunyai penyakit seperit ini yg bisa membuat orang-orang kesayanganku khawatir?! Kenapa?! Kenapa kau tidak bunuh aku saja Tuhan?!! Aku benci diriku!

‘Ayo nak.. Ikuti kata hatimu dan appa..’ Lagi-lagi appa memberitahuku. Aku melihat wajah appa yg berada di cahaya sebelah kiri. Aku menghapus air mataku. Aku mencoba untuk berjalan dan memilih…

——

Kyuhyun POV

Aku tetap menggenggam tangan Sooyoung. Sooyoung terlihat sangat.. Lemah. Sangat sangat lemah. Sooyoung, kenapa kau harus melihatkan wajahmu yg seperti itu kepadaku? Kau sudah berjanji tidak akan melihat wajahmu yg seperti itu di depan oppamu sendiri, tapi kenapa kau melihatkannya kepadaku? Kenapa?

“Arghhh! Kenapa bukan aku saja yg ada di bagian Sooyoung, Tuhan?! Kenapa tidak aku saja?! Kenapa harus yeojachinguku sendiri?! Kau tau apa yg aku rasakan sekarang? Sakit! Melebihi sakit yg dirasakan Sooyoung!” Aku berteriak dan berbicara sendiri di ruang rawat Sooyoung. Aku menjambak-jambak rambutku sendiri. Ara-noona sudah pergi karena ada rapat dari kantornya.

Aku tidak percaya, yeojachinguku sendiri, tidak pernah memberitahuku karena penyakitnya, penyakit yg membutuhkan biaya dan pengorbanan yg besar, kanker paru-paru dan tumor otak *author: amit2 deh* . Dan sudah kubilang kenapa bukan aku saja yg kena penyakit itu, tuhan?! Kenapa?! Aku pun menangis…

——

Sooyoung POV

Apa kalian tau aku memilih ke arah mana? Kalian mengira aku akan memilih jalan ke arah Kyuhyun oppa dan Eomma? Kalian salah besar..

Dari hatiku, aku lebih memilih untuk pergi bersama appa. Aku sangat-sangat sayang dan kangen sekali appa, dihatiku yg paling dalam, dan ini pilihanku. Aku memilih appa karena aku tidak mau lagi merepotkan semua orang yg ada didekatku, aku sangat sayang mereka tapi mereka tidak perlu direpotkan olehku. Maka dari itu aku memlih kepada appa, aku tidak tau harus berbuat apalagi dan sepertinya memang aku harus pergi dari dunia ini

Aku pergi ke arah appa, jeongmal mianhae eomma, saranghae. Jeongmal mianhae Kyuhyun oppa, i love u forever..

——

Kyuhyun POV

Aku mendengar suara yg cukup bising di telingaku. Alat pendeteksi (aku gatau namanya *plak*) jantung terlihat lurus, datar, dan mengeluarkan sura yg sama. Aku kaget dengan apa yg kulihat di depan mataku, aku sungguh tidak percaya, dia meninggalkanku?! Oh god apa ini sungguhan? Choi Sooyoung sungguh kau sudah meninggal?! Andwae andwae!! Ini bohong!!

Aku berteriak memanggil nama dokter, dokter pun datang menghampiri Sooyoung yg terbarik tidak berdaya di depanku. Aku hanya melihatnya dan menangis histeris di kursi. Aku tidak tau sekarang aku harus melakukan apa kepadamu Soo, aku benar-benar rapuh..

——

Aku tidak pergi ke pemakamanmu. Aku masih tidak percaya karena kepergianmu, aku terlalu lemah dan hatiku sangat rapuh melihat kenyataan yg sesungguhnya. Tuhan, kenapa kau tidak mengabulkan doaku?! Kenapa bukan aku yg ada di posisinya?! Kenapaaaa?!!!

Aku gila, yeah aku gila sekarang! Gila karenamu Choi Sooyoung! Aku mengacak-acak rambutku sendiri, menjambak-jambaknya. Arghh!! Kenapa semuanya harus berakhir seperti ini?!! Aku sangat benci diriku ini! Yg tiak menjaga Soo, yg tidak bisa menemaninya, pokonya benci-benci!!

Aku bangun dari tempat tidurku. Tidak sengaja aku menyenggol pigura yg ada di meja belajarku dan kacanya pecah. Aku ambil, dan aku melihat disitu ada fotoku dan fotonya, Sooyoung. Aku masih sangat tidak percaya, orang yg ada di sebelahku di dalam foto, sudah tiada di dunia ini.

Pikiranku semakin buruk. Pecahan kaca aku ambil, dan aku menggoretinya di urat nadi tanganku yg kiri dengan keras. Aku merasakan sakit sangat hebat, tapi aku tahan. Aku tidak mau appa, eomma, dan Ara noona mendengarnya karena ini pertama kalinya bagiku, aku menyakiti diriku sendiri hanya untuk seorang yeoja yg sangat aku cintai.

Setelah keluar darahnya, aku mencoba yg tangan kanan. dan kedua tanganku sudah luka dan berdarah. Aku jatuh, aku sangat lemah. Samar-samar aku mendengar ada suara Ara noona-memanggilku.

“Kyuhyun.. Noona bawakan seca.. oh God Kyu apa yg kau lakukan?!” Nampan yg dibawa Ara noona jatuh karena melihatku. Setelah itu aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi, aku hanya merasakan darah segar keluar terus dari kedua tanganku..

——

Aku terbangun. Terbangun di tampat tidur, dan ini bukan kamarku, i know.. it’s hospital. Kepalaku sakit dan berat. Di sampingku aku melihat ada Ara noona sedang menggengam tanganku tapi tertidur. Dan aku tidak melihat sosok Eoma, sepertinya dia sibuk.

Aku ingat.. yeah aku ingat, tadi siang aku mengambil pecahan kaca, menggoretinya di bagian urat nadiku di tangan kiri dan kanan, setelah itu tanpa sadar aku sudah terlentang di tempat tidur rumah sakit. Aku mencoba mengangkat tanganku, alhasil malah sakit yg kurasakan.

“Ahhh…” Sepertinya aku membangunkan Ara-noona, seharusnya aku tidak membangunkannya, aku kasihan kepadanya sepertinya dia sudah menjagaku. “Eng..” Ara-noona mencoba bangun dari tidurnya, “Ya Kyu! Kau sudah bangun! Ahh dok..”

“Jangan noona, sepertinya aku sudah baikan, dan aku sepertinya harus merelakan kepergian Sooyoung, tidak mungkin aku masih terus mengharapkannya sedangkan dia sudah tidak ada di dunia ini. Meskipun dia sudah tidak ada di dunia ini, tapi dia masih ada disini” Aku mencoba menaruh tanganku di depan dadaku. Ara-noona yg mendengarkannya sampai terharu dan mengeluarkan air mata. Aku memeluk Ara noona.

‘Dan aku yakin kau dengar aku dari sana, kau sedang tersenyum sekarang bukan? Aku harap begitu’

——

Author POV

Kyu sudah kembali dari rumah sakit 2 hari kemudian, keadaannya sudah mulai membaik. Sampai di kamar, Kyu lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur. Dia seperti orang yg sudah pergi beberapa bulan dan kangen dengan rumahnya sendiri.

“Hmm.. Nyamannya..” Kyu hampir tertidur, tapi dia melihat ada sepucuk surat berwarna hijau, warna kesukaan Kyu. Kyu pun bangun dan menghampiri surat tersebut yg berada di mejanya. ‘Surat dari siapa ini?’ Pikir Kyu dan dia segera membuka surat tersebut.

“Saranghae, Cho Kyuhyun”

“Nado saranghae..” Keluarlah tetesan air kecil dari kedua mata Kyuhyun.

——

Semenjak Kyuhyun menerima surat ‘yg dia yakin’ surat itu dari Choi Sooyoung, kekasihnya yg sudah tiada, Kyuhyun jadi suka pergi ke pemakamannya (baca: Sooyoung). Dia suka berbicara kepada dirinya sendiri, seperti sedang berbicara kepada Sooyoung saat berada di depan pemakamannya. Dia terlihat kuat saat pergi ke pemakamannya, tapi apa kalian tau? meskipun begitu, hati kecilnya berkata lain, ia masih belum bisa menyembuhkan hatinya yg rapuh. Dengan sekuat tenanga, dia coba dan mencoba, dia tetap tidak bisa. Sebenarnya dia malu seorang namja sangat lemah hanya karena seorang yeoja, tapi bagaimana bisa dia hilangkan? Dan memang tulah isi hati kecilnya, rapuh.

——-

Seberapa kuatnya aku, aku masih tetap saja rapuh.

Rapuh akan lemahnya diriku…

Rapuh karena hilangnya dirimu…

Rapuh karena… Aku sangat mencintai dan menyanyagimu..

Kau tau sekarang? Aku tidak bisa hidup tanpamu.. Dan aku sangat lemah dan rapuh karenamu…

——

YEEEEEEEEEEE =D ff PERTAMA saya dengan tema oneshoot *prokprok* kembali lagi dengan KyuYoung couple. jangan pada bosen cie cieee :> (?) mian ini gantung ga ya? -_-”” mian jg kalo ini KEPENDEKAN (lagi T.T)

Peringatan: INI BUKAN SONGFIC (yaiyalah) Jika kurang berkenan di hati para reader silahkan kasih saya penjelasan dan komentar para reader (cielahhhh) soalnya ini juga emang ff oneshoot pertama (curhat lagi dia ._.), Mudah2an dapet feelnya, AMIN!

Keep RCL yep~

uni imnida 13 yo \^o^/

*mohon maaf bila ada kesamaan tokoh, dan mohon maaf bila saya ada salah2 kata. Just fanfiction, right?

Advertisements

25 responses to “[Oneshoot] Fragile

  1. sayang ini sad ending…
    feel – nya dapet banget ! *gara2 pernah ngalamin beginian juga*
    great ff saeng !! *sok akrab*

    • hihi iya sayang bgt eon :’D
      dapet ya? huhuhu *makin terharu* wahh curcol nih si eonnie *ditabok*
      wkwkw gapapa akrab2in aja (?)
      gomawo ya udh baca ^^~

  2. uwee sad ending..hikss.
    uniii saya datang menyebarkan komen nista #plakk
    eh aku kira kyu bkalan jdi gila,tp untglah tdk.kan sayang ganteng” tapi gila wakakka*dilempar panci*
    pkok.y buat kyu semangatt ! ntar sya sulap soo jdi hdp lagi #plakk *setres*
    ok sekian komen sya.
    good job 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s