Is It Pedophile?

Author : mumuturtle

Title     : Is it pedophile?

Genre  : romance

Rating : G

Length : one shoot

Cast     :

  • Lee Sungmin
  • Park Na Young

Other casts      : temukan sendiri…!

Warning          : anggap di cerita ini Sungmin bukan member dari Super Junior, ok?!

“annyeong readers semua…. hari ini aku kembali dari masa hiatus aku!! ^^ ada yang kangen gak? *readers: enggak. Kali ini aku kembali dengan FF oneshoot yang sebenernya udah lama jadinya. sebelumnya, ada yang kangen sama series Mannequin Girl atau Love is Never Sleep? ada yang mau FF tersebut dilanjutin? kalau ada comment disini yah!! ^^ Oke, let check this story out!!”

p.s                   : ini FF super gaje yang aku persembahkan buat evilKYUmi… terserah kamu mau suka apa gak, hehe… yang penting hutangku lunas ya! ^^

~`*~*`~

 “Noona! Kau mau kemana? Kau berjalan terlalu cepat!” ujar seorang namja yang berlari kecil dibelakangku berusaha mengikuti setiap langkah cepatku. Aku menoleh dan hanya tersenyum melihat langkahnya yang mulai kewalahan.

 

Aku menghentikan langkahku dan membalikkan tubuhku menatap namja itu. Kini ia membungkuk dihadapanku dengan berpangku pada lututnya. Nafasnya terdengar tersengal-sengal. Mungkin karena lelah berlari.

 

”Kau itu kan namja! Lamban sekali!” ujarku sambil berkacak pinggang.

 

Kini ia menatap wajahku dengan malas dan mengerucutkan bibirnya. Aigoo imut sekali namja ini.

 

”Chagi… tapi aku juga lelah jika terus-terusan mengikutimu. Apa lagi tas yang kubawa ini berat sekali.” rengeknya sembari menunjukkan tas yang disunggingnya.

 

Aku menatap tas yang menggembung besar di belakang punggungnya. Wow… hanya dilihat saja sepertinya memang sudah bisa kutebak jika tas itu sangatlah berat. Ia ini sebenarnya membawa apa saja didalam tasnya? Batukah?

 

”Siapa suruh kau mengikutiku, ha? Dan kau panggil aku apa tadi?” aku mendekatkan tubuhku dengan masih berkacak pinggang. Ia hanya menatapku. Huh… baru kusadari ternyata namja ini jauh lebih tinggi dibanding denganku.

 

Ia hanya menatapku polos, seakan takut dengan apa yang akan kulakukan nanti. Heh, tapi jangan salah. Jangan kira namja dihadapanku ini adalah namja baik, polos dan penurut. Sama sekali tidak. Bertolak belakang sekali.

 

”Suka-sukaku jika aku ingin mengikutimu. Chagi. Aku panggil kau C H A G I!!” ujarnya dengan penuh penekanan saat menyebutkan nama ’chagi’.

 

Aku mendelikkan mataku padanya. Ternyata kini ia sudah berani terhadapku. Padahal baru beberapa bulan ini kami bersama.

 

”Ya! Aku lebih tua darimu, ingat itu!” kujitak kepalanya dengan kepalan tanganku. kudengar ia meringis kesakitan dan mengusap-usap bagian kepala yang kujitak tadi.

 

Aku berbalik dan menjauhinya. Sedang ia hanya memanggil-manggil namaku.

 

Seutas senyum terlukis diwajahku. Aku senang dengan kehadirannya disisiku meski banyak orang yang memandang aneh padaku. Dan aku juga senang saat melihat ekspresi tertindasnya. Haha….

 

Kurasa ia masih saja berlari mengikutiku. Biar saja ia kelelahan dengan tas beratnya itu. Salah siapa ia berani memanggilku chagi. Meski aku sangat ingin mendengar sebutan itu keluat dari bibir mungilnya itu tapi aku lebih suka jika ia tetap memanggilku ’noona’. Seperti awal.

 

”Ya!! Tunggu aku, na young-ah!!” teriaknya.

 

Wah… berani sekali dia. Kini dia bahkan berani sekali hanya memanggil namaku. Lihat saja nanti kau.

 

~`*~*`~

Na Young POV

Aku memuka mataku perlahan. Kutatap langit-langit kamar yang bercatkan putih. Aku menyibakkan selimutku dengan asal dan segera beranjak dari ranjangku.

Aku segera menuju meja belajarku. Kubuka laptopku. Seutas senyum terlukis di wajahku. Yah, bagaimana tidak? Baru saja tadi malam aku selesai mendownload video dari idolaku. Siapa lagi jika bukan Super Junior. Bahkan video ini di release saat aku berulang tahun. Senang bukan? Rasanya seperti  mendapat kado tak langsung dari mereka. hehe~

Aku mencari-cari file itu. Kubuka-buka setiap folder yang ada. Dimana sih aku menaruhnya tadi malam?

”Ketemu!” pekikku ketika aku menemukan file bernama Super Junior-No Other.

Dengan hati yang sangat senang dan perasaan yang menggebu-gebu aku langsung men-double klik file itu, bermaksud untuk memutar video berdurasi kurang lebih 4 setengah menit itu.

Aku segera membenahkan posisiku ke yang lebih nyaman. Aku menumpu kepalaku dengan kedua tanganku diatas meja dan menatap saksama layar laptop yang ada dihadapanku.

Oohh~… ohh~.. ohh~

 

Musik pembuka lagu itu terdengar. Dengan cekatan aku menggerakkan tanganku untuk memperbesar volume laptop itu. Kembali kufokuskan penglihatanku terhadap namja-namja yang sedang asyik menari di dalam laptopku itu. Aku tersenyum sendiri melihat mereka. Mereka sangatlah tampan.

Neoui ttatteuthan geu soni chagapge, chagapge shikeo isseul ttae

Suara Ryeowook mulai menghiasi telingaku. Dan gerakan-gerakan lincah dari ryeowook yang sedang mencuci mobil sempat membuatku terpaku.

Gaseumi sorichyeo marhae jayuro-un nae yeonghon
Eonjena cheo-eumui imaeum euro neoreul saranghae georeo watdeon shiganboda nameun nari deo manha

Ini dia bagian yang sedari tadi kutunggu-tunggu. Cho Kyuhyun. Namja yang paling aku favoritkan dalam group boyband tersebut. Aku sempat berteriak histeris saat melihatnya sedang menempel-nempel beberapa kertas didinding hingga membentuk gambar sebuah hati.

DUUKKK~

DUUKK~

Aku mendengar seseorang sedang menggedor-gedor pintu kamarku dari luar. Aku yang sedang menikmati video dihadapanku sedikit terganggu. Aku melemparkan pandangan menusuk ke arah pintu.

”Ya! Na young~ah, cepat kau mandi! Nanti kau telat! Dan lagi, kecilkan suara itu!” teriak suara yang sangat familiar untukku. Aku mendengus kesal.

”Ne, eonni!” balasku juga berteriak. Aku menghela nafas  kekecewaan, lalu kulirik jam dinding yang ada tepat diatas meja belajarku.

05.45

OMO!! Sudah jam segini! Aku bisa terlambat!

Dengan segera aku menghentikan video yang masih terus berputar dan mendendangkan lagu. Aku mematikan laptopku dengan terburu-buru, menyimpannya kembali dan segera berlari ke kamar mandi.

~`*~*`~

Aku berjalan dengan riang memasuki gedung sekolahku. Sebenarnya aku sedikit malas untuk ke sekolah, mengingat besok senin aku ada ujian. Dan karena hari ini adalah hari Sabtu, sudah sangat dipastikan kegiatan hari ini di sekolah adalah membersihkan lingkungan kelas yang akan digunakan untuk ujian.

Aku sangat malas untuk hal itu.

Ah ya, aku Park Na Young. Kini aku bersekola di SMU NeulParan. Aku kelas 12. Ya, sudah bisa dibilang senior bukan? Aku sangat menyukai boyband SuperJunior. Tak hanya menyukai mungkin, tapi bahkan mencintai mereka.

Aku memasuki kelasku. Pertama kulongokkan kepalaku, melihat siapa saja yang sudah datang dan berada di kelas ini. Ternyata sudah ramai.

”Ya!! Na young~ah, aku senang sekali!” ujar seseorang yang langsung mendekatiku sambil menarik-narik ujung lengan bajuku. Aku menatapnya sambil mengerutkan dahiku.

”Wae? Junior kita itu lagi?” tanyaku berusaha menebak jalan pikirannya.

Ia hanya mengangguk membenarkan dan tertawa kecil setelahnya.

”Ya! Kau ini fedofil ya?” tanyaku. Atau mungkin lebih tepatnya ledekku. Hal itu berhasil membuatnya mengerucutkan bibirnya dan pergi dari hadapanku dengan kesal. Aku hanya terkekeh melihat kelakuannya.

Omo! Sa Neul, temanku yang satu itu memang aneh. Masa ia menyukai seorang namja yang jelas-jelas memiliki umur yang lebih muda darinya? Apalagi itu junior kita. Ckck~

”Annyeong, na young~ah!” sapa seseorang. Aku menolehkan kepalaku mencari-cari sosok yang memanggil namaku. Aku melihat dua yeoja yang berjalan menghampiriku. Salah satu diantaranya melambaikan tangannya padaku dan lainnya hanya tersenyum padaku.

Aku segera menghampiri mereka.

”Annyeong, in young~ah, chae young~ah!” balasku saat aku sampai dihadapan mereka.

Kini mereka sudah ada dihadapanku. Yah, in young dan chae young. Mereka adalah teman dekatku selama aku ada di kelas senior ini.

”Kenapa siang sekali baru datang?” tanya in young sambil menarik tangan chae young berusaha melihat jam yang melekat ditangan chae young. Aku hanya cengengesan menanggapi pertanyaannya.

Tak beberapa setelah kami larut dalam obrolan kami bel tanda masuk berbunyi. Huh, bel itu sungguh mengganggu.

Kami semua bergegas masuk ke kalas masing-masing. Aku bersama in young menuju kelas yang sama karena kami memang satu kelas bahkan satu bangku. Kudengar samar-samar suara seorang guru dari pengeras suara.

Aku tak begitu tau jelas siapa guru itu karena saking banyaknya jumblah guru disekolah ini. yang jelas guru itu menyuruh kami untuk membersihkan kelas masing-masing yang hendak digunakan untuk ujian.

~`*~*`~

Hari pertama….

Ya, ini hari pertama ujian setelah beberapa bulan aku ada di kelas senior. Dan yang paling menyebalkan aku harus duduk dengan juniorku. Bukannya aku tak suka, karena mungkin para guru mengaturnya sedemikian rupa agar semua murid menjalin hubungan dengan baik.

Tapi yang ada dipikiranku saat ini hanya, junior itu pasti sangat menjengkelkan, sok cari perhatian dan tak memiliki sopan satun. Sangat beda sekali saat angkatanku yang menjadi junior dulunya.

Aku memasuki kelasku dengan sebuah buku yang kugenggam ditanganku. Subjek kali ini ada sastra korea. Entah mengapa aku sangat membenci pelajaran itu. Terkadang sangat membuatku mengantuk dan aku juga tak suka dengan gurunya yang selalu saja mencari kesalahan-kesalahan denganku.

Kulihat kelas sudah dipenuhi murid. Beberapa teman sekelasku dan beberapa lagi juniorku tentunya.

Aku mendekat ke teman seangkatanku yang sedang berkumpul. Mereka tampaknya sedang membicarakan tentang pelajaran yang sekiranya akan keluar pada soal nanti. Aku bergabung dengan mereka.

”annyeong!” sapaku. Namun mereka tak menghiraukanku dan sibuk dengan soal-soal tahun lalu yang sedang mereka kerjakan.

Karena merasa kesal tak dianggap aku langsung saja beranjak menuju bangkuku. Aku menelusuri setiap bangku dan mencari secarik kertas berisikan namaku yang tertempel diujung meja.

PARK NA YOUNG (12-A/09)

Ini dia tempatku. Aku menaruh tasku dengan segera dan duduk. Aku melirik ke bangku kosong disampingku. sepertinya pemilik bangku ini belum datang. Aku melihat namanya yang tertulis di meja. Aku harap ia seorang yeoja. Aku harap ia seorang yeoja.

KIM HYE RI.

Gotcha!! Ia seorang yeoja.

Sekilas senyum pun terlukis diwajahku saat aku mengetahui bahwa yang akan duduk sebangku denganku adalah seorang yeoja. Semoga saja anaknya tidak nyolot.

~`*~*`~

 

Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi
Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

Aku menyenandungkan lagu No Other dalam hatiku sembari membaca soal yang kini ada ditanganku.

”Jawabannya A” bisikku dan menyilang lembar jawab diatas meja.

Tak kurasa masih tersisa waktu sekitar setengah jam. Aku mengecheck kembali pekerjaanku. Semua sudah terisi.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling. Banyak sekali wajah-wajah junior yang asing dimataku. Semuanya sangat serius dalam mengerjakan soal-soal.

Tiba-tiba kulihat seseorang yang menoleh kebelakang hendak melihat jam dinding. Aku menatapnya sekilas dan mengerutkan dahiku. Aku seperti sangat familiar dengan sesuatu dalam diri orang itu. jika dilihat dari wajahnya jelas saja aku tak mengenalnya karena aku sama sekali tak mengenalnya. Tapi seperti ada sesuatu yang membuatku tertarik.

Tanpa sadar aku jadi mengamati orang itu. orang itu kembali menoleh dan menatapku sekilas. Aku lekas buang muka dan pura-pura berkutat dengan soal dihadapanku.

Aku sadar sekarang apa yang membuatku tertarik dengan orang itu. alis. Hal sepele mungkin untuk orang lain. Tapi entah dengan ku. alisnya sangat unik. Membentuk seperti busur. –’

~`*~*`~

Hari yang cukup melelahkan untukku.

Aku langsung saja masuk ke dalam kamar tanpa menghiraukan onnideulku yang ada di ruang keluarga. Aku membanting tubuhku ke atas ranjang empukku.

Aku mengambil benda elektronik kecil atau handphone lebih tepatnya dari nakas disamping ranjangku.

Aku segera mengoneksikannya ke internet dan meluncur dalam dunia maya. Aku membuka cyworldku. Siapa tahu aku dapat teman baru dari sana.

Aku melihat orang asing, dari fotonya sepertinya aku pernah melihatnya. ”Lee Eun Jae”. Dari namanya sepertinya ia seorang yeoja.

Aku mencoba mengingat-ingat apakah aku pernah menemui orang ini. ahh… ya, aku ingat sekarang. sepertinya ini adalah juniorku yang duduk sebangku dengan in young. Ya ya ya… sepertinya memang benar dia.

Ajikggaji mothaejun geumal moki meyeo sikeunhan geumal nuguboda saranghae ojik neowa na nannana nannana nanna
I sungani haengbokhae jeongmal naege waseo gomawo jeongmal nareul da julhan saram ojik neowa na nannana nannana baro neo

Sebuah alunan lagu kini terdengar dari headphone yang melekat ditelingaku. Aku memejamkan mataku meresapi lagu yang kudengar itu.

Sampai tiba saatnya wajah orang itu terbayang dalam pikiranku.

~`*~*`~

”hey, kau itu Lee Eun Jae yang menyukai U-KISS itu kan?” tanyaku pada sosok yeoja gempal yang sedang serius membaca buku science dengan tebal sekitar 3cm itu saat aku berada di kelas.

Ia mendongakkan kepalanya dan menatapku. Dengan ragu-ragu ia mengangguk dan tersenyum padaku. Mungkin ia masih takut dengan ku karena notabene-nya aku adalah seniornya.

”kau juga suka boyband?” tanya in young yang tiba-tiba saja nyambung.

”ne, onni. Aku suka. Terutama U-KISS.” jawabnya singkat.

~`*~*`~

Hari terakhir ujian…

Huftt… akhirnya hari terakhir ujian tiba juga. aku memasukki kelasku dengan cepat karena aku sudah hampir telat.

Kringg…. huft… untung saja aku sudah sampai di kelas. Mungkin jika satu menit saja aku terlambat aku sudah ada di ruang panitia ujian yang akan menanyaiku beberapa hal, seperti introgasi mungkin lebih tepatnya.

Aku segera duduk dibangkuku dan mengeluarkan alat tulis dari dalam tasku.

Aku menatap ke depan kelas saat dua orang guru yang akan mengawasi jalannya ujian sudah memasuki kelas kami. Kami menyapa guru tersebut sermpak dan lekas berdoa untuk keberhasilan dalam mengerjakan soal nanti.

Setelah itu guru-guru itu mulai membagikan soal-soal tersebut.

“annyeong noona!” sapa seorang junior yang duduk di bangku di depanku.

”sok akrab sekali kau!” jawabku sambil tersenyum nakal padanya. Ia hanya terkekeh. Dasar anak aneh.

Ya, namanya Kim Young Woon, tapi sering disebut kangin oleh teman-temannya. Mungkin teman-teman sekelasku tak ada yang tahu, tapi sebenarnya aku sangat akrab dengan junior-juniorku ini. presepsiku tentang mereka ternyata salah. Mereka sangat asyik untuk di ajak berbicara dan bercanda. Terutama kangin mungkin. Karena di adalah orang kedua setelah Eun Jae yang kukenal.

Anaknya sangat kocak dan terkadang selalu membuatku geli sendiri jika melihat tingkah lakunya.

Mungkin aku seperti babysitter bagi mereka. karena selama seminggu ini setelah aku memasuki kelas aku pasti langsung berbincang dengan mereka dan tertawa bersama. Tapi aku tak peduli, karena memang menikmatinya.

Jangan kira aku akrab dengan semua anak itu. bila kalian bertanya-tanya, jawabannya tentu saja tidak. terutama pada orang yang mungkin selama seminggu ini kukagumi.

Siapa lagi jika bukan namja yang menoleh kebelakang untuk melihat jam dinding dan menarik perhatianku hanya dengan alisnya. Mungkin aku terlihat bodoh karena aku mengaguminya karena bahkan aku baru saja bertemu dengannya saat ujian ini. bahkan mungkin aku terkena karma, setelah aku selalu meledeki Sa Neul yang mengagumi junior juga.

Namanya, sungmin. Ya, Lee Sungmin. Ia anak yang baik dan tak nakal, tak seperti kebanyakan namja lainnya, begitulah yang kudengar dari Eun Jae. Tapi menurutku juga seperti itu jika dilihat dari tampang polosnya.

Kringg…

Bel dimulainya ujian berbunyi. Seisi kelas mulai sibuk dengan soal-soal yang ada diatas meja masing-masing. Begitu juga denganku.

~`*~*`~

Fiuhh… akhirnya selesai.

Aku melangkah menuju depan kelas dan menyerahkan lebar jawabku kepada pengawas ujian.

Aku lekas keluar dari ruang kelas itu dan menghampiri teman-temanku yang sedang berkumpul. Seperti biasanya, jika sehabis ujian mereka pasti membicarakan perihal soal-soal tadi.

Aku memandang ke arah kelas yang perlahan mulai mengosong. Kulihat namja bernama sungmin itu masih disana bersama seseorang. Aku tak tahu siapa itu. tapi dari yang kulihat selama seminggu ini, sungmin selalu bersama dengan namja itu kemana-mana. Seperti anak kembar siam saja. kemana sungmin pergi, pasti ada namja itu.

”na young-ah, jawabanmu untuk soal nomor 9 apa?” Tanya in young tanpa menatapku dan malah menatap soal yang sibuk ia balik-balik.

Aku hanya mengendikkan bahuku dan kembali ke tujuan pandanganku semula. Kini ia dan segerombolan temannya sudah berjalan menjauh dari kelas. Dan tak lama kemudian seorang namja yang selalu bersama sungmin itu menoleh dan menatapku dengan diikuti teman-teman lainnya. Aku lantas menolehkan wajahku seketika.

Kurasa aku kepergok oleh mereka jika aku sedang memperhatikan salah satu dari mereka.

Kualihkan pandanganku menatap sebuah papan pengumuman kecil yang terdapat di dinding pintu. Kurasa itu daftar nama siswa ujian yang berada di ruangan ini.

Lee Hyuk Jae.

Mataku tertuju pada salah satu nama yang berurutkan paling atas di antara junior lain.

Ahh… jadi namanya lee hyuk jae. Namja aneh yang terkadang melemparkan pandangan curiga padaku sekaligus teman dekat sungmin. Mungkin saja ia menyadari jika aku selalu memperhatikan temannya.

~`*~*`~

beberapa minggu kemudian….

”mwo? Kau suka dengan adik kelas yang itu?” tanya in young sembari membulatkan matanya dan menatapku tak percaya. Aku hanya mengangguk menandakan bahwa aku memang menyukainya.

Dan setelah aku menjelaskan alasan kenapa aku menyukainya, ia hanya terkekeh geli.

”kurasa kau terkena karma. Kini kau rasakan akibatnya.” ujar sa neul yang tiba-tiba datang dari belakang. Aku lantas menoleh dan menjulurkan lidahku padanya dan ia hanya melengos pergi.

Tak banyak yang tahu tentang hal ini. hanya sebagia orang saja. dan sa Neul juga mengetahuinya saat ia memergokiku setelah hari ujian terakhir.

Saat itu aku memandangi daftar nama-nama murid yang mengikuti ujian. Aku mencarinya satu persatu hingga menemukan namanya. Lee sungmin. Entah dia dari mana, ia tiba-tiba saja sudah berada dibelakangku. Ia menatapku heran dan terus memojokkanku hingga aku memberitahu apa yang sedang aku lakukan. Dan berujunglah padaku yang akhirnya memberitahu padanya.

Yah, setidaknya ia bisa menjaga rahasia besar ini.

~`*~*`~

setiap hari aku berangkat ke sekolah dengan ceria. Setiap hari pula kudendangkan setiap alunan lagu Super Junior seperti kebiasaanku sebelumnya. Dan setiap harinya pula aku selalu berusaha agar aku bisa menemuinya.

Mungkin orang bisa mengatakan aku terobsesi. Tapi tidak, bukan itu. aku bukan semacam orang fedofil yang sangat terobsesi dengan anak dibawah umur hingga melakukan hal-hal bejat. Kurasa semua mengerti maksudku.

Aku memang menyukainya. Tapi dalam kurun positif.

Setiap aku pergantian jam pelajaran dan membuat kami harus keluar dari kelas menuju ruang-ruang laboratorium atau perpustakaan, aku selalu menyempatkan untuk sekedar melihatnya. Itupun jika aku melewati arah kelasnya. Dan beruntungnya aku, kelasnya sangat strategis dan aku dapat dengan mudah mencuri pandang.

Mungkin memang kami belum pernah berbicara secara langsung jadinya aku tak begitu mengenalnya. Bahkan aku mengenalnya hanya sebatas tahu nama.

”in young-ah, bagaimana? Tadi dia ada dikelasnya?” tanyaku saat aku hendak menuju ke lab fisika. Setelah mendengarkan pertanyaanku, seperti ia tau apa yang harus ia lakukan ia langsung mengedarkan pandangannya menelusuk ke dalam kelasnya.

Ia tersenyum padaku sembari tersenyum.

”ne, dia sedang serius belajar sepertinya.” ujarnya.

Hanya kata itu. hanya kata singkat yang mengabarkan keadaannya itu aku sudah sangat senang. Entah mengapa. Dengan hanya melihatnya sekilaspun aku juga sudah sangat bahagia. Dan senyum selalu terkembang diwajahku setelah itu.

~`*~*`~

DEGGG….

Jantungku berdetak sangat cepat kali ini. aku menatap layar laptopku dengan tatapan tak percaya.

Sungmin. Namja atau tepatnya juniorku sangat akrab dengan salah satu teman seangkatanku?

”Han Min Jae?” gumamku.

Mungkin aku terlalu mengambil kesimpulan dengan cepat karena bahkan aku hanya melihatnya di situs jejaring milik sungmin. Sedih? Jawabannya sangat!

Terlebih lagi saat aku mendapatinya disekolah sedang menunggui sseorang. Siapa lagi jika bukan sungmin? Itu memang hanya anggapanku saja. tapi bagaimanapun juga sangat terlihat sekali, karena bahkan aku pernah mendengar teman-temannya meledekkinya dengan menyebut-nyebut nama sungmin. Min jae yang diledekpun hanya diam dengan semburat merah diwajahnya.

~`*~*`~

”chae young-ah, kurasa memang benar jika min jae dan sungmin ada hubungan.” ujarku sambil menekuk wajahku.

”mwo? Kau yakin akan hal itu dari mana? Kan belum ada buktinya!” ujar chae young setengah membentakku. Aku hanya menatapnya nanar sembari masih menekuk wajahku.

Aku menghela nafas kekecewaan.

”tapi itu sudah jelas. Teman-teman minjae lainnya senang sekali meledeki mereka.” sanggahku lagi.

Aku benar-benar sudah patah semangat. Entah kenapa. Ini baru kali pertama akumerasakan seperti ini. padahal awalnya aku sangat tak peduli dengan namja bahkan sampai ada rasa dengan mereka. dan sekarang, aku benar-benar merasakannya. Meski aku tak kenal dengan namja tersebut. Bahkan namja itu umurnya dibawahku.

”jangan menyerah. Kau ingat sebentar lagi akan ada ujian lagi.” ia menepuk pelan bahuku berusaha menyemangatiku.

Aku menatapnya sembari menelaah setiap katanya. Akan ada ujian lagi? Apa itu berarti kami ada satu ruangan lagi?

Aku bisa bertemu dengannya?

~`*~*`~

Aku tak sabar lagi. Ya, aku tak sabar ingin cepat-cepat berada di sekolah.

Aku melangkahkan kakiku dengan cepat menuju halte bus. Tak lama aku menunggu bus itu akhirnya datang. Aku segera menaikinya.

Sesampainya di halaman sekolah aku memperlambat langkah kakiku. Aku sadar sekarang belum terlambat jadi aku tak perlu tergesa. Aku menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Kukuatkan tekadku dan mulai melangkah memasuki gedung sekolah peninggalan jaman penjajahan dulu.

Aku melihat ke sekeliling dan sudah terdapat beberapa siswa yang datang. Mereka semua tentunya sibuk membaca buku untuk mempersiapkan materi ujian nanti.

”kangin-ah!” teriakku memanggil seseorang. Orang yang kupanggil tadi menolehkan kepalanya dan tersenyum padaku. Aku melambaikan tanganku dan berlari menghampirinya.

”annyeong!” sapaku sambil mencubit pipi chuby-nya. Ia hanya meringis kesakitan dan sedikit mengerang.

”nuna, sakit!” ujarnya.

”ah mian!” ujarku merasa bersalah. Ia mengusap pipinya yang memerah akibat cubitanku.

Lantas kami berdua memasuki ruang kelas yang terbilang masih sepi ini bersamaan. Saat memasuki kelas, kulihat sungmin sudah ada di bangkunya dan membaca buku. Ia duduk di bangku paling depan yang dulunya hyuk jae tempati.

Aku mengerutkah dahiku.

Aku bergegas keluar dan melihat-lihat daftar nama para siswa. Wow… dan terkejutnya aku, ternyata namja bernama lee hyuk jae itu tak ada di kelas ini. kalau begitu aku tak perlu khawatir akan dicurigai oleh anak itu.

~`*~*`~

”nuna, kau tahu? Saat pertama melihatmu aku merasa takut!” ujar namja disampingku sambil bergidik. Aku yang tadinya membaca sebuah majalah kini mengalihkan pandanganku menatapnya.

 

Aku menautkan kedua alisku tak mengerti dengan ucapannya.

”takut? Wae?” tanyaku.

”dari wajahmu, sepertinya kau terlihat pemarah dan jutek.” jelasnya polos. Aku mendelikkan mataku menatapnya.

 

”mwo?”

”ne, tapi ternyata tidak. kau itu sangat penyayang nuna.” sambungnya kemudian sambil bergelayut manja padaku. Aku menjauhkan badannya dan kembali melanjutkan acara baca majalah-ku.

 

”ne, karena kau selalu terurus didekatku. Jika dipikir-pikir aku seperti babysittermu!” ujarku ketus tanpa menatapnya.

 

”ani, kau itu pacar yang baik untukku!”

~`*~*`~

”nuna! Kau dicari kangin!” ujar salah seorang. Aku yang sedang berbincang dengan teman-temanku kini membalikkan badanku menatap siapa yang berbicara denganku.

Aku sempat tak percaya dengan apa yang kulihat. Lee sungmin kini berada dihadapanku. bukan aku yang berusaha untuk didekatnya kali ini. tapi bertolak belakang, kini ia malah menghampiriku.

”mwo?”

”ah.. ani nuna!” ia mengibaskan tangannya di depan wajahnya. hening diantara kami. Ia masih berdiri dihadapanku. dan kami sama-sama tak tahu apa yang harus kami bicarakan.

”nuna, siapa namamu?” tanyanya pada akhirnya. Aku sempat tergelak mendengar pertanyaannya.

”kau tak lihat begde nama yang terpampang jelas itu!” teriak seseorang yang tiba-tiba saja datang diantara kami. Kangin kini menunjuk-nunjuk bedge namaku. Sementara sungmin hanya mengangguk polos.

”ah… jadi namamu Na Young.” gumamnya.

”ne?”

”ani!”

Akhirnya ia berjalan menjauhi ku dan kangin. Aku hanya melongo melihat kepergiannya itu.

Wow… untuk sekian lama ini akhirnya aku berhasil berbicara dengannya. Bravo! Mimpikah ini?

~`*~*`~

Entah mengapa kini aku menjalani hariku dengan sangat semangat. Padahal saat ini aku masih menjalani masa ujianku. Apa mungkin ini karena faktor kemarin? Saat aku mulai bisa berkomunikasi lebih dengan sungmin?

Hah… mungkin terlalu berlebihan jika dipikir. Tapi memang seperti itu kenyataannya. Sekarang ini bahkan ia selalu tersenyum saat berpapasan denganku.

”kau tau cara menyelesaikan soal ini?” tanya sungmin yang berada satu setngah meter dihadapanku. aku hanya menatapnya dan tak menghiraukan pertanyaannya tadi karena kupikir pertanyaan itu tidak ditujukan untukku. Tapi tadi ia menatapku kan?

”itu memakai rumus phytagoras.” jawab teman disampingnya dan ia hanya menanggapi dengan manganggukkan kepalanya.

”eh… sebenarnya kau bertanya pada sapa?” tanyaku.

”aku bertanya padamu noona. Tapi tak jadi karena sudah dijawab oleh temanku tadi.” ujarnya sedikit ketus dan beralih dari pandanganku.

Aigoo… jadi ternyata ia tadi bertanya padaku?

~`*~*`~

Seorang namja kini sedang membaca bukunya dengan serius sembari duduk disampingku. aku tak menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang dan menatap kami. Kami sedari tadi hanya diam tak berbicara satupatah katapun, karena ia terlalu larut dengan bacaannya. Tapi tangannya terus saja menggenggam tanganku dan membuat jantungku nyaris copot dibuatnya.

 

”noona, kenapa kau diam?” gumamnya. Aku menatapnya sejenak, ia masih saja terpaku pada buku dihadapannya.

 

Aku kembali menyapu pandanganku ke seluruh sekolahan ini dan tak memperdulikan gumamannya. Kurasa ia menggumamkan bacaannya tadi.

 

Rasanya bosan juga terus berdiam seperti ini. aku ingin melakukan sesuatu yang seru. Jika seperti ini lebih baik aku dikelas saja menonton video terbaru super junior yang baru saja kudapatkan.

 

”ya! noona, kenapa kau selalu tak mendengarkanku sih?” teriaknya tiba-tiba yang membuat telingaku hampir pecah.

 

Aku menatapnya dan mengernyitkan dahiku. Ia mengerucutkan bibirnya dan menjadikannya tampak menggemaskan.

 

”mwo? Bukannya kau sedari tadi membaca? Sehingga sedari tadi aku jadi seperti patung yang duduk disini menemanimu!” rutukku balik.

 

”aku sedari tadi memanggil-manggilmu noona! Tapi kau diam saja.”

 

”kau itu memanggilku tapi seperti tak memanggilku. Aish… sudah untung aku menemanimu disini, kau malah mendiamkanku dan sibuk dengan bukumu!” kulepaskan genggaman tangannya dan berdiri membelakanginya.

 

Aku melangkahkan kakiku hendak pergi meninggalkannya dan kembali ke kelasku. Namun ia menarik tanganku.

”mau kemana?”tanya dengan logat manjanya seperti biasa.

 

”mau kekelas. Sebenarnya kau lebih cinta bukumu atau aku, huh?” ucapku yang kini sudah  berdiri menghadapnya.

 

Ia menggaruk-garuk dagunya seraya berpikir. Aish… bocah ini bodoh atau apa sih. Sudah berapa bulan sebenarnya ia bersamaku? Apa masih perlu menimang-nimang jawaban itu lagi? Bukannya dulu ia yang mengatakannya dan merengek meminta aku menjawab ’iya’?

~`*~*`~

Hari berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa kini hari ujian terakhir datang. Seperti tak ingin cepat-cepat melalui hari ini. bukan karena aku sangat menikmati ujian kali ini. salah besar, kalian tahu sendiri ujian adalah seperti momok menakutkan bagi para pelajar.

Tapi karena namja yang menarik perhatianku itu. ya,.. sungmin. Aku seperti ingin terus berada satu kelas dengannya.

”noona, annyeong!” sapa seseorang dengan sangat riang padaku. Aku mendapati eun jae dan kangin yang sedang berdiri didepan bangkuku.

”annyeong!” sapaku sambil melambaikan tanganku pada mereka. lalu mereka segera berlalu dari hadapanku dan sibuk dengan buku pelajaran masing-masing. Mungkin mereka sangat ingin nilai yang memuaskan sehingga mereka sangat giat belajar. Tak sepertiku yang saat ini sangat malas belajar. Setiap kata dan rumus-rumus yang kubaca hanya berlalu lalang dipikiranku. Keluar masuk dan hanya membuatku pusing.

”noona kau akrab sekali dengan temanku, kau bahkan sering diejek seperti babysitter!” ujar seorang namja yang duduk di belakangku. Aku menoleh dan mendapati sungmin yang sedang serius membaca. Ia mendongakkan kepalanya dan kini menatapku dengan senyuman penuh arti yang terbentuk dari bibirnya.

”mwo?”

”kau seperti noona-nya kangin, atau mungkin baby sitternya.” ujarnya ketus.

”mwo? Biar saja. tak apa, kangin anak yang lucu.” kilahku.

”kalau begitu kau seperti babysitternya eunjae!” ujarnya lagi.

”biarin.” aku membalikkan badanku dan kembali menatap buku yang sama sekali tak minat untuk kubaca.

”kalau begitu noona-ku?” tanyanya.

Aku sedikit tersentak dengan perkataannya. Aku menatap buku dihadapanku dengan pandangan kosong. Tak tau harus bersikap bagaimana untuk menanggapi perkataannya tadi. dan semua tulisan-tulisan yang ada dibuku ini seperti beterbangan kesana-kemari.

Jantungku mendadak berdetak dengan cepat tak karuan. Aku mencoba menyuruh diriku untuk tenang. Tapi tak bisa, seakan tubuhku sendiri tak mau menurut dengan apa yang aku perintahkan.

~`*~*`~

Huft…

Tak terasa ujian sudah berakhir. Dan kini hari berganti hari, ujian berganti acara menjadi classmeeting. Yah… hari-hari disekolah yang sangat kutunggu-tunggu dimana tak ada pelajaran sama sekali.

”na young-ah, aku punya MV baru. Kau mau?” ujar in young sambil mengacungkan flashdisk berwarna hitam ditangan kanannya.

Aku yang baru datang lekas menghampirinya dengan sebuah senyum terang diwajahku. Aku merebut flashdisk itu dengan paksa dan berhasil membuatnya cemberut.

”MV apa?” tanyaku.

”kau lihat saja. ah ya, bagaimana kabarnya si sungmin itu?” tanya in young dengan berbisik saat menyebutkan nama ’sungmin’.

Aku hanya mengendikkan bahuku. Aku memang tak tau harus bagaimana menanggapi perasaanku dengan namja yang satu itu.

Aku merasa seperti aku selalu ingin berada didekatnya. Ingin selalu melihat kberadaannya. Tapi aku juga merasa salah dengan perasaanku. Aku tau, sangat tau dia itu jauh lebih muda dariku. Tapi aku tak bisa membohongi diriku bahwa aku suka.

”in young, antar aku yuk! Ke stand junior kita!” ajakku antusias saat acara class meeting sudah resmi dimulai.

“bilang saja kau mau menemui sungmin.” goda in young dan berhasil membuat pipiku memanas.

”ish… sudah ayo!” aku lantas saja menarik tangannya dan lekas berjalan menuju tempat itu.

Yah, kali ini memang giliran para junior yang mendirikan stand-stand untuk bazar kelas mereka masing-masing. Dan saat kulihat di lokasi, ternyata banyak dari mereka semua yang menjual makanan. Mulai dari makanan tradisional sampai luar negeri. Bau-bau aroma masakan pun sudah bisa kucium meski aku masih berjarak 5 meter jauhnya.

Aku segera menyapukan pandanganku pada setiap stand yang ada. Mencari-cari stand yang terdapat tulisan ’10-D’.

Sembari melangkah dan melihat-lihat aku terus saja mencari-cari. kenapa tidak ada? Apa mereka tak mendirikan stand?

”na young noona!!!” aku mendengar seseorang berteriak memanggil namaku. Aku memutar kepalaku mencari-cari sosok tersebut.

Kini aku mendapati kangin yang sedang berlari kecil ke arahku. Aku melambaikan tanganku ke arahnya.

”noona, mau ke stand kelasku?”

Aku dengan segera menganggukkan kepalaku. lalu kangin mengarahkan kami menuju salah satu stand yang ternyata letaknya jauh diiujung. Pantas saja aku susah sekali mencarinya.

”annyeong na young onni.” sapa yeoja-yeoja yang ada disana. Aku hanya sedikit menundukkan kepalaku dan tersenyum pada mereka.

”kalian jual apa?” ujarku sambil melihat-lihat ke dalam stand itu. sebenarnya aku ingin mencari sosok sungmin. Tapi ia ternyata tak ada disini.

”mungkin ia sedang berkeliling promosi!” bisik in young yang sepertinya tau apa yang sedang kupikirkan.

Aku menjitak kepalanya dengan spatula yang ada dan berhasil membuatnya mengaduh kesakitan.

”diam kau!” gertakku.

”kami jual spageti onni. Kau mau? Beli ya! beli ya! beli ya!” pinta hye ri sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.

”ne!” ujarku dan berhasil membuat senyum senang merekah di wajah mereka.

~`*~*`~

”noona! Kau dicari!” ujar sungmin yang kini ada dihadapanku.

”nugu?”

”aku!” ujarnya sembari menepuk dadanya dan berlalu dengan cepat dari hadapanku. Aku hanya terpaku ditempatku berdiri masih shock dengan apa yang dikatakannya.

Seriuskah ia?

Kurasa ia hanya bercanda. Dasar bocah!

”na young-ah, ayo kita kembali ke kelas.” In young menepuk bahuku dan menyadarkanku dari lamunanku.

”ne.”

~`*~*`~

”dua-duanya noona. Aku mencintai noona karena dengan begitu aku bisa mendapatkan banyak buku yang kucintai juga.” ujarnya sambil memamerkan sederet gigi putihnya padaku.

 

”kau ini, dimana-mana pilih satu saja!” ujarku sambil memukul kepalanya dengan buku yang tadi ia baca.

 

Kudengar ia mengaduh kesakitan. Aku berjalan pergi dari hadapannya. Kesal? Sedikit. Karena ia masih saja bersifat kekanak-kanakan. Ia tak pernah bisa mengerti yang kurasakan. Apa ia memang terlalu muda untuk itu? kurasa tidak.

 

Kini ia sudah berjalan disampingku. aku semakin mempercepat langkahku begitu juga dengannya.

 

”ya, na young-ah kau marah padaku?” tanyanya yang masih berusaha menyamai langkah cepatku.

 

”sudah kubilang jangan sebut hanya dengan namaku. Aku lebih tua darimu ingat itu!” bentakku.

 

Aku tak marah sebenarnya. Namun entah mengapa sangat membuatku senang jika melihat ia jengkel atau cemberut. Dan saat ia menyebut namaku, desiran lembut terasa di dalam tubuhku. Darahku seakan mengalir lebih cepat hingga keubun-ubunku dan membuat jantungku memompa darah dengan lebih cepat.

~`*~*`~

Beberapa bulan kemudian….

Hari-hari kulalui dengan berbagai mood yang seiring berubah-ubah. Dan seperti biasa. Terkadang satu tujuanku ke sekolah, melihat wajahnya. kini mungkin aku akan sangat jarang bertemu dengannya.

Tapi tak jarang juga jika saat pergantian pelajaran atau saat isitirahat aku melihat sosoknya dari jauh. Dan itu sudah membuatku senang.

Mungkin orang lain akan menganggapku gila karena terlalu mengejarnya dan menganggapku fedofil tingkat akut? Tapi aku tak peduli. Karena ini perasaanku. Yah, aku memang menyukainya. Atau bahkan mencintainya.

Kalian ingat pepatah bahwa cinta itu buta?

Itulah yang sekarang aku rasakan. Aku tak peduli dengan cemoohan orang yang tertuju padaku atau pandangan sinis orang yang seakan meremehkanku. Tapi jika kau merasakan cinta mungkin kau juga akan sepertiku. Kau seakan lupa segala sesuatunya dan hanya satu orang itu yang terlintas dipikiranmu.

Aku berjalan tak tentu arah dibanguna sekolah yang lumayan besar ini. sepi. Yang masih sepi sekali sekolah ini. tentu saja, ini bahkan belum ada pukul 6.

Sungmin.

Tiba-tiba nama itu terbesit begitu saja dipikiranku. Jantungku kini berdenyut tak karuan dan membuat seluruh kakiku bergetar juga.

Entah mengapa aku kini merasa pesimis dengan perasaanku. Mungkin dulu aku masih bisa sangat sangat optimis dengan peluang aku akan mendapatakan hatinya. Tapi kali ini tidak. aku sadar siapa aku sekarang. mungkin ini tak masalah bagiku harus berhubungan dengan namja yang dibawah umurku. Tapi dia? Apa dia juga tak masalah?

Aku juga sempat mendengar berita simpang siur tentang hubungannya dengan beberapa yeoja. Dan hal itu tentu saja sempat membuat hatiku hancur.

Aku sangat ingin berusaha melupakannya. Tapi entah aku tak bisa. Setiap kali aku berusaha melupakannya aku selalu saja dihadapkan dengan sosoknya yang tiba-tiba muncul dihadapanku.

”onni!” panggil seseorang.

Aku  menolehkan kepalaku dengan malas ke sumber suara. Eunjae kini berlari cepat ke arahku.

”mwoya?” tanyaku saat ia sudah sampai dihadapanku. nafasnya tersengal-sengal. Mungkin dari tadi ia berlari.

”ada yang… ha  ha… mencarimu onni.. ha  ha!” ujarnya terbata-bata diselingin nafasnya yang tak beraturan.

”nuguya?”

”sungmin!”

DEG…

Jantungku kembali berdenyut kencang seakan ingin keluar dari dalam tubuhku. Perutku tiba-tiba melilit, suatu kebiasaanku jika aku sedang gugup.

Sung min memanggilku? Untuk apa?

Tak biasanya. Apa ia serius mencari ku kali ini?

Kulihat eunjae menunjuk sebuah arah dibelakangnya. Aku mengerti dengan yang ia maksud. Kurasa maksudnya sungmin ada di sana.

Aku segera berlalu dari tempatku semula setelah aku berterima kasih pada eunjae. Aku berjalan cepat sembari mengedarkan pandanganku disetiap sudut-sudut bangunan ini.

Kemana namja itu.

”noona!” panggil seseorang. Aku menoleh ke samping kiri dan mendapati nya yang sedang duduk di sebuah bangku panjang di taman sekolah.

Aku segera menghampirinya. Ia terlihat sedang membaca buku sebelum aku kemari, kerena sebuah buku terletak dipakuannya. Ia tersenyum padaku dan menutup buku itu.

”akhirnya noona datang juga!” ujarnya dan berdiri. Walaupun umurnya dibawahku tapi aku mengakui ia jauh lebih tinggi dari pada aku.

”wae? Mengapa mencariku?” tanyaku to the point. Sebenarnya aku juga sedikit menyembunyikan rasa gugupku padanya.

”aku… aku… ingin mengatakan… sesuatu.. padamu noona!” ucapnya terbata-bata. Kali ini ia tertunduk dan memainkan ujung kakinya.

Mengatakan sesuatu?

Apa yang ingin ia katakan.

Aduh… kumohon.. jangan lagi. Kenapa jantungku berdetak tal karuan lagi? Jangan sampai ia mendengar detak jantungku.

”noona, saranghae!”

DEG… DEG… DEG…

Aku membelalakkan mataku menatapnya yang kini masih tertunduk. Jantungku masih berpacu dengan cepat. nafasku juga terasa memburu. Wajahku serasa sudah memerah seperti tomat.

Apa aku tak salah dengar? Kurasa pendegaranku masih baik-baik saja.

”mwo?”

”aigoo…noona, apa aku harus mengatakannya lagi? Aku malu noona!” rengeknya.

Aku kini menganga tak percaya dengan apa yang baru saja kualami. Dia menyatakan cintanya padaku?

”kau tak salah? Aku ini lebih tua darimu.” ujarku padanya seraya membentaknya.

”aku tak peduli noona. Saranghae. Saranghae. Kumohon terima aku ya!”

”terima apa?”

”tentu saja menjadi namja chingumu!” rengeknya lagi dan kini ia mengerucutkan bibirnya.

Hening. Tak ada satu katapun yang keluar dari bibirkami masing-masing. Aku masih tak tau dengan apa yang harus kukatakan padanya.

”jadi?” tanyanya lagi.

”jadi apa?” tanyaku balik.

”jawabanmu noona!” ucapnya dengan penuh penekanan. Kurasa ia sudah mulai jengkel. Haha… membuatnya semakin menggemaskan saja.

”mm…” aku menganggukkan kepalaku seraya menyetujui permintaannya.

”ne?? Kau menerimaku? Jinja? Gomawoyo chagi!!” ujarnya dan hendak memelukku. tapi aku terlebih dulu melangkah mundur.

”siapa bilang kau boleh memanggilku ’chagi’?” tanyaku.

”tapi… tapi…” ia kembali mengerucutkan bibirnya.

Kini aku tertawa lepas melihat tingkahnya yang sangat lucu itu.

~`*~*`~

”noona?”

”hm?”

”saranghae!”

”hm..”

”kenapa kau hanya bergumam saja?” ujarnya sebal.

 

”lalu aku harus bagaimana?”aku menatapnya dengan kesal.

 

”katakan nado saranghae, ara? Baiklah aku ulangi, saranghae chagiya!” ujarnya lagi dengan lebih lembut.

”nado saranghae sungmin-ah!” jawabku menurutinya. Dari pada ia harus merengek seperti anak kecil lagi kan? Lebih baik aku menurutinya.

”kau tak marah aku panggil chagi?” ia menatapku sembari membelalakkan matanya.

”ne.”aku mengangguk.

 

”noona, kisseu!”ia sudah memonyongkan bibirnya dihadapanku.

”SHIREO!!” aku mengambil sebuah buku tebal dan melemparkannya tepat diwajahnya.

 

Ia hanya meringis kesakitan.

 

Ialah sungmin. Namja yang kucintai. Meski ia lebih muda dariku, tapi aku tak peduli. Hatiku hanya untuknya. Ya, meski semua orang memandang aneh, aku tak peduli. Selagi kami masih bisa saling mencintai.

 

è THE END

 

P.S: mianhae jika ff ini gaje banget. Mian juga kalo author gak sempet ngedit ulang. So, sorry if there is a lot of miss type.

Advertisements

21 responses to “Is It Pedophile?

  1. Annyeong…. author ……>_<…..
    Q reader br disini,,,
    Fita imnida, Mannaseo bangapseummnida!!!
    Q salah satu istri lee sungmin jg *hehehehe PD bgt, dipukul ma istri umin yg laen*
    Q br msk ffindo beberapa hr yg lalu.. Berharap bs nemu FF yg castnya umin sma.
    n ternyt q nemu nie FF

    *msk kcrt*
    Crtnya lucu bgtzzz daebak- ^_^
    Pi kasihan amat umin disuru angkat tas hahaha
    Aigoooo adk kelas yg maniess,,
    Pa nie da lanjutanya???

    See u y mgkn q bakal jd reader setia mulai skrg..
    FIGHTINGGGG (/^_^/)

  2. ahhhh lucuu, kebayang banget gimana sungmin yang childish wkwkwkwkwkwkwkwk

    aduuhh emang dee… bacanya ajj sambil senyum.senyum gha jelass… hehehehe

    gumawo udda bikin cast nya minpa.. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s