C.H.E.M.I.S.T.R.Y

Title       : C.H.E.M.I.S.T.R.Y

Author  : KyuRana aka Kirana

Genre   : ? (gtw, bingung ==)

Rating   : PG 13

Length  : Oneshot

Cast       : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Lee Taemin, Lee Hyuk Jae


Ps           : karena ff lost in atlantis belom ada lanjutannya #plakk, jadi aku selingin ff lain dari aku. kalo kalian pernah baca ff ini atau hanya sekedar baca judulnya emg pernah aku publish di fbku (KIRANA SPARKYUELF) n blog pribadiku (www.kyukirana.wordpress.com)

Warning:

No plagiarism

Do not copas without credit

No silent reader

No bashing!

———- Happy Reading ———-

KYO RA P.O.V

Aku memasuki kelasku dan mendapati Ri Ka sudah duduk di bangku permanen kami. seperti biasa dia sibuk dengan novelnya yang tebalnya melebihi alkitab. Dan yang membuatku sedikit berdecak kagum, dia membacanya hanya dalam kurun waktu maksimal tiga hari. Terkadang aku juga bingung dengannya. Waktu luangnya hanya dihabiskan untuk membaca dan membaca.

“Hey…” sapaku menarik perhatiannya. Sontak Ri Ka menoleh ke arahku dan tersenyum. Tanpa berkata satu patah katapun dia langsung kembali mengalihkan perhatiannya kepada buku super tebalnya itu.

Kuletakkan ranselku di sebelah tempat duduk Ri Ka. Aku berniat menuju ke kelas Za Ra, adik kelasku dan Ri Ka karena aku sudah bisa menebak jika aku duduk di sebelah Ri Ka sekarang maka terasa membosankan nantinya karena melihatnya sibuk berkutat dengan novelnya.

“Aku ke kelas Za Ra dulu Ri-ah…” pamitku. Tanpa mengunggu respon dari Ri Ka aku langsung menghambur ke luar kelas dan menuju ke kelas X-1.

Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruang kelas X-1. Dan aku mendapati Za Ra duduk di bangkunya. Dia sudah sibuk dengan ponselnya. Mulutnya berkomat-kamit dan tangannya ia jentikkan. Sepertinya dia hanyut dalam lagu yang mengalun dari ponselnya.

Za Ra yang menyadari kehadiranku melepas headset dari telinganya dan tersenyum ke arahku. “Hai, mana Ri Ka onnie?” tanya Za Ra sembari melihat ke arah pintu kelas untuk memastikan apakah Ri Ka mengekoriku.

“Biasa, sibuk dengan novelnya.” balasku seraya duduk di sebelahnya. “Haha, aku kira sedang berduaan dengan Donghae oppa.” sahut Za Ra yang disusul gelengan kepala dariku.

Saat kami tengah asyik bercengkrama, seorang lelaki berambut pirang dengan kedua tangan dilipat di depan dada datang menghampiri meja Za Ra. Senyum mengembang di bibir lelaki itu, akibatnya kedua matanya tenggelam dalam senyumnya. Manis, batinku.

“Apa benar nanti ulangan kimia?” tanya lelaki itu masih dengan raut wajah yang ceria. “Ne.” balas Za Ra dengan nada datar. Wajahnya tidak menatap lelaki itu namun tetap memandangku. Aku melihat jelas ekspresi kesal yang terpahat jelas di wajah Za Ra.

Kulihat lelaki itu melempar tanya ke bangku belakang meja Za Ra dan kemudian melongos keluar kelas. “Kenapa kamu terlihat kesal saat melihat namja tadi?” tanyaku saat punggung lelaki itu sudah tidak terlihat lagi. Za Ra berdecak kesal dan kemudian memulai cerita.

ZA RA P.O.V.

Kyo Ra onnie menghampiriku saat aku tengah hanyut dalam lagu yang mengalun dari ponselku. Aku dan Kyo Ra onnie sudah berteman hampir satu tahun. Awal pertemanan kami adalah sewaktu masa orientasi siswa dulu. Dia dan Ri Ka onnie menolongku saat aku pingsan karena tidak kuat terlalu lama dijemur oleh kakak-kakak kelas di tengah lapangan sekolah.

“Hai, mana Ri Ka onnie?” tanyaku sembari melihat ke arah pintu kelas untuk memastikan apakah Ri Ka mengekori Kyo Ra onnie. “Biasa, sibuk dengan novelnya.” balas Kyo Ra onnie seraya duduk di sebelahku.

“Haha, aku kira sedang berduaan dengan Donghae oppa.” sahutku yang disusul gelengan kepala dari Kyo Ra onnie.

Aku dan Kyo Ra onnie asyik bercengkrama namun tiba-tiba seseorang yang sangat aku benci di kelas ini, Taemin datang menghampiriku. “Apa benar nanti ulangan kimia?” tanya Taemin kemudian.

“Ne.” balas Za Ra dengan nada datar. Aku tetap tidak mengalihkan pandanganku dari wajah Kyo Ra onnie. Terlalu malas bertatap muka dengan Taemin.

Setelah mendapat jawaban dariku, Taemin langsung melempar tasnya ke bangku belakang dan  kemudian melongos pergi keluar kelas. “Kenapa kamu terlihat kesal saat melihat namja tadi?” tanya Kyo Ra onnie saat punggung Taemin sudah tidak terlihat lagi. Aku berdecak kesal dan kemudian memulai cerita.

*Flash back*

Bel pulang sekolah berdentang nyaring. Seluruh siswa berseru senang karena penderitaan mereka berakhir. Mata pelajaran terakhir memang membosankan. Pelajaran sejarah di jam terakhir membuat para siswa di kelasku seperti sedang didongengi. Hari yang semakin siang dan hembusan angin yang semilir sangat mendukung para siswa untuk tertidur sambil mendengarkan celotehan dari bapak guru.

Tiba-tiba aku merasa ada sedikit hal yang mengganjal. Aku merasa sedang ada yang memperhatikanku. Kualihkan pandanganku ke bangku belakang dan ternyata benar. Taemin dengan teman sebangkunya sedang memperhatikanku.

Jika diamati lebih seksama, wajah mereka berdua seperti sedang mati-matian menahan tawa. Entah mengapa firasat buruk mulai merayapiku setelah aku melihat mereka berdua. Aku menepis firasat buruk itu dan mulai memasukkan buku-buku yang masih berserakan di meja.

Firasat buruk itu terasa semakin kuat. Kukalungkan tas selempenganku dan bangkit dar duduk. Tiba-tiba srrreeekk!!! Rokku sobek… Dua orang di belakangku tertawa seperti orang kesetanan  hingga terdengar membahana di seluruh kelas. Selang beberapa detik beberapa siswa yang masih singgah di kelas ikut menertawaiku.

“Yak~ ini pasti ulah kalian kan?” semburku sarkastis. Aku menutup rokku yang sobek dengan tas selempenganku. Bergegas aku menghambur keluar kelas. Aku benar-benar seperti orang gila sekarang. Aku berjalan menyamping membelakangi tembok menuju ruang UKS dan mencari rok cadangan.

Saat aku berjalan ke UKS aku sempat berpapasan dengan Kyo Ra onnie dan Ri Ka onnie. Karena keadaanku yang tidak memungkinkan untuk mengajak mereka bercengkrama aku memutuskan untuk tidak menggubris keberadaan mereka dan langsung masuk ke ruang UKS. ‘maaf onniedeul, aku tidak bermaksud’, batinku.

Aku bernapas lega saat menemukan sebuah rok terlipat rapi di sebuah almari kecil di dekat ranjang. Meski sepertinya rok itu sedikit kebesaran untukku namun aku tetap bersyukur karena jika tidak ada rok itu pasti aku akan malu sepanjang perjalanan pulang.

“Awas saja kau Lee Taemin, aku pasti akan membalasnya!” seruku dengan mata berkilat-kilat.

*Flash back end*

Aku mengakhiri ceritaku dan tetap menatap wajah Kyo Ra onnie. Asih, seharusnya aku berpikir dua kali untuk menceritakan kejadian ini. aku tahu pada akhirnya nanti pasti orang yang aku ceritakan pasti akan tertawa. Lihat saja wajah Kyo Ra onnie yang mati-matian menahan tawa.

“Oh jadi dua sekitar satu minggu yang lalu kamu berjalan seperti itu karena rokmu sobek? Hahahaha~” akhirnya tawa Kyo Ra onnie pun meledak. Aku mengangguk dan memasang ekspresi kesal. Kesal karena ingat dengan ulah Taemin dan kesal karena untuk kesekian kalinya aku ditertawakan.

“Sebenarnya ulah jahil Taemin masih banyak onn. Mulai dari mencuri bekal makanku, menyembunyikan barang-barangku, sampai memasukkan hewan melata ke dalam tasku. Huh, menyebalkan sekali anak itu!” tawa onnie makin parah mendengar ceritaku.

“Mian, onn waktu itu aku tidak bermaksud untuk tidak menyapa dan mengajak onnie dan Ri Ka onnie bercengkrama. Keadaanku tidak memungkinkan.” tukasku di sela-sela tawa Kyo Ra onnie. “Ne dongsaeng-ah. Gwencana… Aku kembali ke kelas ya. annyeong…” Kyo Ra onnie enyah seketika dari bangku sampingku.

KYO RA P.O.V

Aku kembali ke kelasku. Bel berdering tepat saat aku menapakkan kakiku ke lantai kelas. Aku mendengus mendapati Ri Ka tidak lagi sibuk dengan novelnya melainkan dengan ikannya. Ikan yang kumaksud adalah Lee Donghae. Seorang lelaki yang sudah berhasil mendaratkan panah cinta di hati teman sebangkuku itu.

Kalau boleh jujur, aku lebih senang melihat Ri Ka sibuk dengan novelnya daripada dengan ikannya itu. Gaya pacaran Ri Ka dan Donghae sedikit berlebihan menurutku. Bayangkan saja, mereka yang notabennya masih anak SMA kelas XI memanggil dengan sebutan ‘yeobo’. Aku bergidik ngeri jika mendengarnya langsung.

“Sudah masuk Mr. Fishy…” ujarku datar namun penuh penekanan. Aku bermaksud untuk mengusir Donghae yang sedari tadi duduk di bangkuku.

Keduanya mengerucutkan bibir dan Donghae pun enyah dari bangkuku. Aku tertawa renyah melihat pasangan ini berpisah. Sebenarnya mereka satu kelas namun berbeda bangku. Guru-guru melarang mereka duduk sebangku untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sudah jangan berlebihan. Nanti ada waktunya untuk kalian memadu kasih.” ucapku sembari memegang perutku yang tiba-tiba merasa mual setelah mengucapkan pernyataan tadi.

***

Seluruh siswa bersorak senang saat bel istirahat menjerit. Aku hanya tersenyum. “Ayo ke kantin.” ajakku kepada Ri Ka. Ri Ka menggeleng dan kemudian Donghae menyembul dari arah belakang. Aish, ternyata mereka memang akan berduaan.

“Mian Kyo-ah aku membawa bekal untuk dimakan berdua dengan ikanku.” tukas kemudian seraya mengeluarkan kotak makannya. Donghae tersenyum dan mengambil posisi duduk di bangkuku.

Aku menatap datar pasangan itu. Daripada melihat mereka mengumbar kemesraan lebih baik aku ke kantin sendirian. ‘Kalau tidak membaca buku pasti berduaan dengan ikan mokpo yang cengeng itu, apa tidak ada kerjaan lagi?’ gerutuku dalam hati.

Sesampainya di kantin aku langsung memesan semangkuk jajangmyon. Kududuk di bangku pojok dekat jendela. Sesekali kepalaku kutolehkan keluar jendela untuk menyaksikan siswa lainnya yang tengah asyik bermain basket.

Tak lama kemudian pesananku datang. Aku tersenyum dan menyantap jajangmyon itu. Belum sempat jajangmyon itu mendarat di mulutku, lelaki berambut pirang berawakan kurus dengan susu strawberry di tangan kanannya menghampiriku dengan senyum mengembang.

“Hai…” sapanya seraya duduk di sampingku. Aku tidak menggubrisnya dan terus melahap jajangmyonku. “Kelihatannya kamu kelaparan.” tambahnya. Aku tetap tidak bergeming. “Wah kamu belum memesan minuman. Kamu mau minum apa biar aku pesankan tapi bayar sendiri ya, aku ada masalah financial…”

Mendengar celotehan Eunhyuk yang mengusikku aku mengakiri makanku. Setelah membayar makananku aku berjalan menuju kelasku. “Hey mau kemana?” tanya Eunhyuk mengejarku.

Aku tetap berjalan dengan santainya dan tetap tidak menggubris lelaki yang katanya menyukaiku sejak tiga bulan lalu. “Kamu mau ke kelas ya? kenapa tidak bilang? Kitakan bisa ke kelas bersama. Aku kan juga satu kelas denganmu.” Kata Eunhyuk sembari menyamakan langkahnya dengan langkahku.

Sesampainya di kelas aku disuguhkan dengan pemandangan yang luar bisa menjijikkan. “Ya~ yeobo, di ujung bibirmu ada sisa krim kue. Sini aku lap.” Pekik Ri Ka sambil mengelap ujung bibir Donghae dengan tissue.

Eunhyuk merangkul pundakku. “Apa kamu juga ingin seperti mereka?” bisiknya di telinga kananku. Sontak kedua mataku membulat. Kutepis tangannya yang merangkulku dan kulemparkan tatapan bengis ke arah Eunhyuk. “Dengar ya, aku sudah mempunyai namjachingu Lee Hyuk Jae!” semburku penuh penekanan.

Terkadang aku merasa kelewat sadis kepada Eunhyuk. Tapi aku tidak pernah menyesal berbuat seperti itu kepadanya. Dia saja yang tidak tahu diri. Sudah tahu aku memiliki kekasih namun tetap saja mengejarku. Dia sendiri juga aneh, kalau suka kenapa tida segera mngutarakan perasaanya. Yah, walaupun nantinya dia akan sakit hati karena kutolak, tapi setidaknya dia menyatakan kata I LOVE YOU kepadaku. Dan itu akan membuatku lebih percaya kalau dia menyukaiku.

“Eh Kyo Ra, mau kue?” Ri Ka menawariku. “Iya sini…” tambah Donghae. Aku menggeleng dan berjalan menuju bangku pojok paling belakang. Masa bodoh dengan Eunhyuk yang mungkin kesal dengan perkataanku tadi.

Kurogoh sakuku dan membuka flap ponselku. Aku membuka folder di ponselku yang berisi fotoku dengan Kyuhyun. Sudah hampir seminggu Kyuhyun absen karena pergi ke Jepang untuk mengurus appanya yang sakit.

Aku dan Kyuhyun bukanlah pasangan seperti Ri Ka dengan Donghae yang senang mengekspos kemesraan mereka di depan umum. Justru aku dan Kyuhyun merasa enggan mengakui kalau kami saling menyukai. Terkadang aku juga bingung kenapa kami bisa menjadi sepasang kekasih.

“Hey Evil, kapan kamu pulang? Aku merindukan ekspresi cemburumu jika aku diganggu oleh Eunhyuk.” gumamku pelan sambil memandang lekat-lekat foto kami berdua. “Awas saja jika di sana kamu malah selingkuh. Akan kupecahkan PSP kesayanganmu itu!” tambahku.

***

Setelah bel pulang sekolah berbunyi aku menuju pelataran parkir untuk mengambil motor matikku. Saat aku memakai help, Za Ra datang dengan wajah berseri-seri.

“Kamu kenapa?” tanyaku penasaran. “Hah onnie, aku senang sekali. Secara tidak langsung dendamku langsung terbalas.” Jawabnya dengan senyum mengembang.

Alisku bertaut. Bingung dengan apa yang dikatakan oleh adik kelasku ini. “Maksudmu?” tanyaku kemudian.

“Taemin tidak bisa mengerjakan ulangan kimia. Dan aku bahagia melihat wajahnya yang frustasi karena kesal tidak aku beri contekan. Hahaha~”

“Taemin? Siapa dia?” tanyaku. “Namja yang tadi pagi itu. Yang sering jahil kepadaku onn.” Dan aku hanya ber-oh ria.

“Hati-hati, lama-lama kamu bisa menyukainya. Siapa tahu dia itu CHEMISTRYmu.” Za Ra menggembungkan pipinya dan aku hanya terkekeh.

Kami mengakiri obrolan singkat kami. Za Ra berlari menuju motornya dan aku mulai menyalakan mesin. “Lee Taemin!!!!” teriak Za Ra tiba-tiba. Sontak aku mematikan mesin motorku. Kedua manik mataku kutujukan ke arah Za Ra berada.

“Kamu kenapa?” tanyaku sembari berjalan menghampirinya. “Banku kempes onn. Dan aku yakin ini pasti ulah Lee Taemin. Dia pasti dendam karena aku tidak mengajarinya tadi.” sungut Za Ra.

Aku berkacak pinggang. “Ya sudah aku antar pulang. Biar motormu di sini saja. Minta appa-mu memanggil montir.” Wajah Za Ra berubah sumringah seketika.

 ***

Hari minggu yang cerah. Namun tidak dengan hatiku. Hatiku benar-benar mendung. Genap seminggu sudah aku tidak melihatnya. Aku rindu melihat seringaiannya. Dan aku sangat merindukan saat dia memanggilku dengan sebutan ‘Kawaii~’.

Untuk menghilangkan sejenak kerinduan itu, aku memutuskan untuk ikut Ri Ka dan Donghae berkencan. Aku memang tahu apa yang akan terjadi. Pasti nanti aku akan disuguhi kemesraan dari mereka. Namun aku mencoba untuk tidak peduli karena aku juga mengajak Za Ra.

Aku, Ri Ka, Donghae, dan Za Ra berkumpul di sebuah café. Sementara Donghae dan Ri Ka berduaan, aku dan Za Ra sibuk bercengkrama.

“Onnie, benar dugaanku kemarin.” cetus Za Ra memulai pembicaaran. “Taemin, namja babo itu yang mengempeskan ban motorku. Tadi malam dia dengan santainya mengaku lewat sms bahwa dia yang melakukannya.” sambung Za Ra.

Aku terkekeh. “Menurutku Taemin itu menyukaimu Za Ra.” sahutku enteng. Za Ra mengerucutkan bibirnya. “Ah~ mustahil, kalau suka bukan begitu caranya onn ya~. Namja yang menyukai yeoja pasti akan menunjukkan perhatiannya bukan seperti Taemin yang justru seenak jidat menjahiliku.”

Mendengar celotehan Za Ra aku hanya tertawa renyah. “Kamu mau mengguruiku. Aku sudah berpengalaman dongsaeng-ah. Namja itu memiliki cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan rasa sukanya.” balasku. Za Ra mendengus pelan mendengar jawabanku.

“Ah tapi benar-benar mustahil jika dia menyukaiku onn. Beberapa hari yang lalu sepulang sekolah secara tidak sengaja kami saling bertabrakan. Dia yang salah onn. Dia berlari dan menabrakku. Aku sempat terjatuh. Dan lebih menyebalkannya bukannya meminta maaf, dia malah menertawaiku.”

“Apa dia sempat menolongmu?” tanyaku sembari menyesap cappucinoku. “Emm, sempat. Tapi…”

“Nah itu berarti ada kemungkinan dia menyukaimu.” Ujarku enteng. Za Ra hanya tersenyum kecut.

“Eh, Za Ra-ah antarkan aku ke toilet.” celetuk Ri Ka tiba-tiba. Tangannya langsung menyambar tangan Za Ra dan menariknya agar mengikuti Ri Ka.

Ri Ka P.O.V

Aku menarik tangan Za Ra agar mengikutiku menuju toilet. Tidak memperdulikan erangannya yang kesakitan karena genggaman tanganku yang terlalu kuat.

“Sudah?” tanya Za Ra sambil berkaca saat aku keluar dari toilet. “Onnie-ya tanganku sakit.” sungutnya. “Ah kamu ini berlebihan.” jawabku enteng. “Ayo!” ajakku kemudian.

Aku dan Za Ra berjalan berdampingan menuju ke meja kami tadi. Aku terpaku seketika saat melihat Donghae membelai rambut Kyo Ra. Aku sangat terkejut melihat Kyo Ra yang setahuku tidak mau disentuh oleh siapapun tidak menolak dibelai oleh Donghae.

Dan yang sangat menyakitkan adalah saat melihat Donghae membelai Kyo Ra dengan senyuman hangat. Senyuman yang tidak biasanya dia tunjukkan kepada siapapun kecuali aku.

Aku semakin memanas melihat tingkah mereka berdua. Kupercepat langkahku menghampiri mereka. Aku berniat mengambil tasku dan lebih baik aku pulang saja. Hatiku semakin memanas karena cemburu.

Kusambar tasku yang tergeletak di bangku dekat Donghae. “Mau keman…” Plakk! Kupotong pertanyaan Donghae dan kudaratkan sebuah tamparan di pipi kirinya. “Jadi kamu mulai menyukai Kyo Ra, hah? Kita PUTUS!!!” semburku dan langsung melongos keluar café.

KYO RA P.O.V

Setelah Ri Ka menarik Za Ra untuk mengantarkannya ke toilet, hanya ada aku dan Donghae sekarang. Suasana sempat beku. Kami hanyut dalam pikiran masing-masing. Sebenarnya aku bingung memikirkan topik untuk mencairkan suasana.

“Kapan Kyuhyun pulang?” cetusnya tiba-tiba. aku menggeleng. “Molla, aku juga tidak tahu…” balasku kemudian. “Apa kamu tidak rindu? Sudah seminggu tidak melihatnya.” goda Donghae yang kembali membuatku merindukan Kyuhyun.

“Aniyo, aku tidak merindukannya. Kenapa harus merindukannya?” dustaku. “Setiap hari kami saling berkirim-kirim e-mail.” sambungku dan Donghae hanya terkekeh.

Suasana kembali hening. “Kyo-ah, jangan bergerak.” Donghae mencondongkan tubuhnya mendekatiku. tangannya mulai menyentuh rambutku. Kedua mataku kupejamkan. Entahlah tidak biasanya aku mau disentuh oleh lelaki manapun. “Ada cicak.” balas Donghae sambil memegang ekor cicak itu. Aku bergidik melihat cicak itu. Donghae tersenyum geli melihat tingkahku.

Tak lama kemudian Ri Ka datang dengan langkah tergesa. Dia kemudian menyambar tas yang sedari tadi tergeletak di dekat kursi Donghae. Matanya berkilat-kilat.

“Mau keman…” Plakk! Belum sempat Donghae menyelesaikan kalimatnya, sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Donghae. “Jadi kamu mulai menyukai Kyo Ra, hah? Kita PUTUS!!!” sembur Ri Ka dan langsung melongos keluar café.

Hah~ sifat cemburuan Ri Ka kambuh. Sifat tidak kusukai darinya. Selain pribadi yang pencemburu, Ri Ka juga bersikap over protecktive kepada Donghae.

Air mata Donghae menggenang setelah mendengar insiden pemutusan satu pihak yang dilakuakan Ri Ka pada dirinya. Aku dan Za Ra menatap nanar ke arah Donghae.

“Aku mau menyusul Ri Ka…” pamit Donghae. Aku dan Za Ra mengangguk. “Yah~ salah paham…” timpal Za Ra.

 ***

Sudah dua hari aku tidak duduk satu bangku dengan Ri Ka. Tentu saja karena kejadian di café tempo hari. Sudah dua hari juga Donghae memasang tampang murung di kelas. Dan Ri Ka-Donghae tidak lagi mengumbar kemesraan pastinya.

Aku sudah berusaha mati-matian utnuk meyakinkan Ri Ka bahwa di antara aku dan Donghae tidak ada hubungan special. Yang terjadi di café waktu itu hanya salah paham. Namun, sampai mulutku berbusapun, Ri Ka tetap tidak percaya.

Bukan Kyo Ra jika aku tidak berhasil menyakinkan Ri Ka. Aku kembali berniat menjelaskan tentang kejadian kemarin. Kuhampiri bangku Ri Ka dan kupaksa dia agar mendengarkan kembali mendengarkan penjelasanku.

“Ri Ka-ya, dengarkan. Kumohon! Aku bersumpah aku dan Donghae tidak menjalin hubungan apapun selain teman.” Ri Ka menyumpal kedua telinganya dengan jari telunjuknya. Aku mencengkram kuat kedua tangannya agar lepas dari telinganya.

“Waktu itu Donghae hanya mengambil cicak di rambutku. Jadi secara tidak sengaja aku kejatuhan cicak.” Ri Ka terpaku sejenak mendengar penjelasanku. Selang beberapa detik kemudian gelak tawa membahana ke seluruh penjuru kelas.

Aku mengernyit melihat tingkahnya. “Gurae, aku maafkan kalian. Tapi sebelumnya aku minta maaf juga ya…” Aku semakin tidak mengerti apa yang Ri Ka katakan. “Mian, sebenarnya aku sudah memaafkan kalian dari kemarin-kemarin. Tapi aku juga berniat untuk menjahili kamu dan Donghae jadi aku tetap bersikap dingin selama dua hari ini kepada kalian.” terangnya dengan tampang tak berdosa.

Donghae, yang merasa namanya disebut berjalan mendekati bangku Ri Ka. “Mian…” kata Ri Ka kepada Donghae. Sontak Donghae menghambur ke pelukan Ri Ka. Ri Ka menepis pelukan Donghae karena Ri Ka sadar kelas bukanlah area yang pas untuk berpelukan. “Kita tidak jadi putus kan yeobo?” tanya Donghae memelas.

Ri Ka memutar bola matanya. “Emm, aniyo.” Mata Donghae berbinar seketika. “Chemistry-ku kembali…” tukas Donghae gembira. “Ne, aku juga kesepian tanpamu yeobo. Kamu memang chemistry-ku.” Lanjut Ri Ka dengan senyum mengembang.

Aku menggeleng heran melihat tingkah konyol Ri Ka-Donghae. Karena Ri Ka dan Donghae baru saja kembali menjadi sepasang kekasih, aku berniat menuju ke kelas Za Ra untuk memberitahukannya.

Kuedarkan pandangaku ke penjuru kelas X-1. Namun tidak kutemukan sosok berawakan kurus itu. “Za Ra mana?” tanyaku kepada lelaki yang sibuk dengan PSPnya. “Di atap sekolah noona. Katanya aka nada insiden yang mengejutkan…” balas lelaki itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar PSP miliknya.

Bergegas aku menuju atap sekolah dan kudapati Za Ra dan Taemin sudah dikerubungi siswa-siswa lainnya. Yang ada dipikiranku kali ini adalah ‘apakah mereka akan mengadakan duel maut?’ atau ‘apakah mereka akan saling membunuh satu sama lain?’

Aku menepis pikiran-pikiran negatif yang sempat menyelubungi otakku tadi. Tak lama kemudian sorak-sorak dari para siswa membuat raut muka Za Ra bersemu merah.

“Tembak! Tembak! Tembak!” Ah ternyata pernyataanku kemarin waktu di café itu benar. Taemin menyukai Za Ra. Selang beberapa detik kemudian Taemin berlutut dan menyodorkan sekuntum mawar merah.

“Mian selama ini aku kelewat jahil. Tapi itu kulakukan karena aku menyukaimu. So, would you be my girl friend?” tanya Taemin malu-malu. Begitu juga dengan Za Ra.

Za Ra mengangguk pelan. Para siswa yang menyaksikanpun heboh meneriaki pasangan baru itu. Za Ra yang menyadari kehadiranku berjalan menghampiriku. “Ya~ ternyata onnie benar…” Aku hanya tersenyum.

Ri Ka dan Donghae menyembul dari kerumunan siswa yang mengerubungi kami. “Kami juga baru saja kembali menjadi sepasang kekasih…” ujar Rika sambil menggeliat mesra di tangan Donghae.

Sedikit demi sedikit kerumunan siswa mulai lenyap. Aku kembali menatap Za Ra-Taemin. “Wah berarti benar, Chemistry-mu itu Taemin dongsaeng-ah…” godaku dan wajah keduanya memerah.

“Ngomong-ngomong, wajahku masih sakit gara-gara tamparanmu tempo hari, yeobo.” sungut Donghae seraya mengusap pipi kirinya. “Aigoo~ sakit ya?” Ri Ka mengusap pipi Donghae lembut. ‘Yah, bakal ada adegan skinship’, hardikku dalam hati.

Donghae menepuk pipi kirinya setelah Ri Ka berhenti mengusap pipinya. Dia memberi isyarat agar Ri Ka menciumnya sebagai obat. “Ya~ jangan di sini yeobo. Ini masih kawasan sekolah…” Donghae berdecak kesal.

“Sayang sekali, Kyuhyun sunbae tidak ada. Sabar ya onnie…” timpal Za Ra. Aku mendengus kelas. Benar juga, di antara aku, Ri Ka dan Za Ra, hanya aku yang tidak ada pasangan. “Sudahlah jangan mengingatkanku.” kataku mencoba mengalihkan perhatian.

“Bagaimana kalau besok sore kita adakan double date. Di taman kota.” usul Taemin. Ri Ka, Donghae, dan Za Ra tersenyum seketika. “Ide bagus.” sahut Za Ra yang diiringi anggukan dari Ri Ka dan Donghae. “Ikut ya Kyo Ra.” ajak Ri Ka.

Tanpa berpikir panjang aku langsung menyetujui ajakan Ri Ka. Hitung-hitung untuk menyenangkan hati mereka meskipun aku sendiri yang akan merasakan perih.

 ***

Aku menapaki kawasan taman kota. Aku berjalan menuju tempat di mana Ri Ka-Donghae dan Za Ra-Taemin berada. Sebenarnya aku tidak yakin aku bisa kuat melihat mereka berduaan.

Aku duduk di bangku panjang berwarna putih dan menatap kedua pasangan itu dengan pandangan nanar. Begitu bahagianya mereka. Ri Ka-Donghae saling menyuap ice cream. Za Ra-Taemin kejar-kejaran seperti yang ada di film-film India.

Tanpa sadar aku melamun. Pikiranku melayang memikirkan lelaki nan jauh di sana. Cho Kyuhyun. ‘Kapan kamu pulang evil-ku.’ Batinku menjerit. Sungguh, aku rindu tingkat akut.

“Kawaii~” Entah apakah aku terlalu memikirkan Kyuhyun atau aku terlalu merindukannya, aku baru saja merasa ada yang memanggilku.

“Kawaii~.” Suara itu kembali merasuki telingaku. Aku menggelengka kepalaku. ‘Kyuhyun masih di Jepang!’ ujarku yakin.

Pandangaku gelap seketika. Aku merasa ada tangan yang yang menutup kedua mataku. “Kawaii~.” Jantungku berdegup dua kali lebih cepat. ‘Apa benar ini Kyuhyun?’ batinku.

Lelaki misterius itu mengambil posisi duduk di sampingku. Kedua tangannya masih menutup rapat mataku. Aku bisa merasakan wangi parfumnya menyeruak ke hidungku. Tanpa sadar seulas senyum sudah bertengger si bibirku. Ini benar wangi parfumnya.

Lelaki itu melepas tangannya. Aku membuka mataku perlahan. Kuharap jika kedua mataku terbuka lebar nanti aku bisa melihatnya di depan mataku.

“Annyeong…” sapa lelaki itu. “Kyuhyun~” pekikku. Tanpa memperdulikan gengsiku aku langsung memeluknya erat. “Hahaha~ merindukankukah?” tanyanya dengan nada mengejek.

Sontak aku melepas pelukanku. Baru saja bertemu tapi sudah mengejekku. “Aniyo!” jawabku tegas sambil membuang muka. “Jinnja?” godanya. Aku masih membuang muka. Menyembunyikan mukaku yang mulai memerah. Ah~ evil-ku sudah kembali.

“Kyuhyun-ah, sudah kembali rupanya. Kapan pulang?” tanya Donghae yang membuat Ri Ka, Za Ra, dan Taemin menatap ke arah kami. “Tadi siang.” Jawab Kyuhyun. Mereka berjalan mendekati kami.

“Chemisty milik onnie sudah kembali…” goda Za Ra. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. “Kyo Ra jarang tersenyum saat kamu tidak masuk Kyu-ah.” timpal Ri Ka yang membuatku semakin malu.

Aku melirik Kyuhyun disela-sela jariku. Dia menyeringai. “Ehm, itu berarti kamu merindukanku kan Kyorato?” tanya Kyuhyun lagi-lagi dengan nada merendahkan. Aku menggeleng cepat dengan tangan masih menutupi wajahku.

“Oh~ masih tidak mau mengaku. Baiklah aku pergi ke Jepang lagi saja. Wanita di sana cantik-cantik.” tukas Kyuhyun seraya bangkit dari duduknya. “Ah andwae! Geurae, jeongmal bogoshippoyo.” ujarku malu-malu.

Kyuhyun membelai rambutku sambil menyunggingkan senyum evil-nya. Ri Ka-Donghae dan Za Ra-Taemin terkekeh melihat tingkah kami.

“Yeobo, bukankah kamu juga berhutang cium pipi padaku?” tagih Donghae pada Ri Ka. “Ne, kapan-kapan ya… Wekk~” Ri Ka berlari sembari menjulurkan lidarnya. Aku, Kyuhyun, Taemin, dan Za Ra tertawa lepas melihat pasangan itu.

~FIN~

oke, fin. finish!!! huaaa~ encok ==”

pairing manakah yg paling seru?

pairing manakah yg paling dpt feelnya?

pairing manakah yg paling lucu?

oke itu semua hanya readers yg tau.

komen yah ^^

like are welcome haha *ngarep.com

mampir juga ya : http://www.kyukirana.wordpress.com

gomawo~

Advertisements

12 responses to “C.H.E.M.I.S.T.R.Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s