[One Shoot] Rude Is Sign My Love To You + Poster FF (you can take it)

Title : Rude is Sign My Love To You

Cast :

  1. Han Seung Yeon (KARA)
  2. Lee Donghae
  3. Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Rating : general

***

Seung Yeon P.O.V

Kubuka mataku di tengah kesunyian ini. Kepalaku seperti melayang jauh, karena memikirkan masalahku ini. Aku dihadapkan oleh masalah yang menurutku cukup berat, karena ini menyangkut kehidupanku di masa yang akan datang.

“Yeon-ah, keluarlah! Kau harus dirias untuk pernikahanmu!” teriak eommaku dari luar kamar

“ne,eomma!” jawabku dengan tak bersemangat

Ya, hari ini adalah hari pernikahanku dengan seseorang yang sama sekali tak kucintai dan tidak mencintaiku. Kami hanya dijodohkan oleh orang tua kami. Ini terasa sangat berat bagiku. Bukan hanya karena aku yang nantinya tidak bahagia, tapi karena dengan pernikahan ini, aku telah menyakiti seseorang yang kucintai. Aku memang telah  memiliki pacar yaitu Lee Donghae dan karena pernikahan ini, kami pun berpisah dengan membawa seluruh kenangan kami.

Aku pun keluar dari kamarku dan aku pun langsung disambut oleh peñata busanaku.

“Masuklah ke ruang rias, setelah itu kau akan berganti pakaian” kata penata busanaku

Aku masuk ke ruang rias dan aku pun langsung diminta untuk duduk dan segera dirias. Kulihat pantulan wajahku di cermin,tampak raut kesedihan di mataku. Ya, aku memang sedih sekali. Mungkin, jika calon suamiku adalah seseorang yang baik, aku bisa sedikit mensyukuri penikahan ini. Tapi, dia bukanlah lelaki yang baik kepadaku, dia selalu bersikap kasar kepadaku. Aku benci dia! Tapi,, aku akan tetap menikah dengannya.

***

Aku telah sampai di gereja, dimana aku akan melangsungkan pernikahanku. Suasananya sangat ramai, dan aku sangat membenci keramaian.

“Yeon-ah,, Ayo kita masuk. Kyuhyun telah menunggumu” kata eommaku

Cho Kyuhyun. Dialah calon suamiku. Jika aku mempunyai pilihan, aku akan lebih memilih mati dari pada menikah dengannya. Sayangnya aku tak ingin orangtuaku merasa sedih. Akupun berjalan perlahan ke arah Kyuhyun, yang telah berada di altar. Dia memandangku dengan tatapan tajam, aku tak suka itu. Setelah sampai dia altar, dia memegang tanganku dan kamipun mengucapkan janji nikah.

Aku sempat melihat  tamu-tamu yang datang. Kulihat orang itu. Lee Donghae. Dia menatapku dengan pandangan datar. Kalau saja ia tahu, aku masih sangat mencintainya. Tak lama kemudian, ia meninggalkan gereja ini.

***

Di kamar kami…

“Kau tidur diluar!” kata Kyuhyun kepadaku

“Apa madsudmu?”

“Madsudku, kita tak akan pernah sekamar, jadi sebaiknya kau cari kamar lain!”

“Kenapa aku? Kau saja yang di kamar lain. Aku suka dengan kamar ini,”

“Aku adalah suamimu dan aku yang berhak mengaturmu!” teriak Kyuhyun

“Hah? Suami? Suami macam apa yang tega mengusir istrinya sendiri?” tantangku

“Aku tidak peduli. Keluarlah, aku mau istirahat,”

Aku memilih mencari kamar lain daripada terus bertengkar dengannya. Aku lelah sekali. Belum sehari menikah saja, ia sudah mengusirku dari kamarnya. Apalagi kalau sudah setahun, mungkin ia akan mengusirku dari rumah ini. Aku memilih kamar di lantai 2. Ya, kami memang mempunyai rumah baru. Rumah dengan 4 kamar dengan 2 lantai. Setibanya dikamar, aku langsung merebahkan diriku di tempat tidur dan akhirnya tertidur.

Perlahan, kubuka mataku dan kulihat jam telah menunjukkan pukul 5 pagi. Ah, walau bagaimanapun aku tetaplah seorang istri, maka akupun pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Aku hanya membuat masakan sederhana untuk pagi ini dan berharap dia akan suka dengan masakanku. Tak lama, kulihat Kyuhyun keluar dari kamarnya dan ia sudah menggunakan jasnya. Berarti, dia akan berangkat ke tempat kerja.

“Kyuhyun-ssi, aku sudah membuatkan sarapan untukmu. Makanlah dulu..” kataku

“Aku akan makan di kantor” katanya dingin lalu meninggalkanku dalam kesendirian

Aku terkejut dengan sikapnya. Walaupun aku tahu dia tidak mencintaiku, tak bisakah ia sedikit menghargaiku? Aku mencoba untuk bersabar dengan semua ini.

***

Aku menghabiskan waktuku hanya dengan bersih-bersih, menonton TV, dan memasak.  Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku bosan dengan kehidupanku yang sekarang. Tiba-tiba, kudengar suara pintu yang terbuka, dan saat kulihat, ternyata itu adalah Kyuhyun. Wajahnya tampak murung sekali,mungkin ia sedang memiliki masalah.

“Kyuhyun-ssi, kau kenapa?”

“Bukan urusanmu..” katanya singkat

“Mmm.. Kalau begitu, lebih baik kau makan dulu..”

“Tidak usah..”katanya dingin

Sungguh, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya. Aku hanya mencoba berbuat baik padanya, kenapa ia bersikap dingin begitu.

“Tak bisakah kau sedikit saja menghargaiku, kyuhyun-ssi?” kataku yang membuat Kyuhyun menoleh kepadaku

“Aku dan kau memang tak saling mencintai, aku hanya mencoba untuk berbuat baik padamu. Kenapa kau hanya bersikap dingin padaku? Aku ini istrimu, Kyuhyun-ssi!” kataku sambil berkaca-kaca dan akhirnya menangis.

“Janganlah kau berharap lebih padaku, Yeon!” katanya lalu masuk ke kamarnya

***

Aku sudah tak tahu lagi cara menghadapi Kyuhyun. Aku pun mencoba untuk bersikap tidak peduli kepadanya. Tapi, itu terasa sulit bagiku.

Aku tak tahu angin apa yang membuatku menelepon Donghae. Tetapi, memang setiap hari aku selalu memikirkannya. Dan, saat ini aku merasa sangat penat dan membutuhkan seseorang untuk mendengarkan isi hatiku.

“Yeobseyo..” kata Donghae dibalik telepon

“Yeobseyo, Hae oppa. Ini aku. Seung Yeon”

“Ohh.. Kau..” katanya dingin

“Oppa, aku benar-benar membutuhkan teman untuk mendengarkan ceritaku. Maukah kau bertemu denganku? Aku tahu  kau  masih marah denganku, tapi…”

“Baiklah, besok aku akan datang kerumahmu jam 5 sore” katanya dengan dingin lalu menutup telepon

Pasti Donghae masih marah kepadaku. Tapi, mengapa ia mau menemuiku? Entahlah, aku pusing memikirkannya.

***

Keesokan harinya…

Aku hanya menonton TV sambil menunggu kedatangan Donghae, saat tiba-tiba aku terpikir, darimana Donghae tahu rumahku? Aku belum pernah memberitahunya. Apa.. Apa dia masih perhatian kepadaku?

TING TONG

Itu pasti Donghae. Dengan segera aku  membukakan pintu untuknya. Kulihat wajahnya hanya datar. Sebelumnya, aku tak pernah melihat wajahnya yang tanpa ekspresi seperti ini.

“Masuklah, oppa”

“ne…” katanya

Aku mengajaknya untuk duduk di ruang TV.

“Kau masih marah padaku? Kau bersikap sangat dingin padaku..” tanyaku

“Entahlah… Jadi, kau mau cerita apa?” tanyanya dengan nada dinginnya

“Tentang Kyuhyun. Aku tak mengerti dirinya. Aku hanya mencoba untuk bersikap sebagai istri yang baik dengan memasakan makanan untuknya. Tapi, apa jawabannya? Dia tidak pernah menyentuh makananku. Bahkan dia bersikap tidak peduli padaku. Walaupun kami tidak saling mencintai, paling tidak,tak bisakah ia peduli kepadaku sedikit saja…” kataku sambil menahan air mata

“Mengapa kau tak ceraikan saja dia?”

“Tak semudah itu. Aku tak mau membuat kedua orangtuaku sedih. Mereka sangat senang ketika aku menikah dengannya. Lagipula, ini belum seminggu aku menikah”

“Hanya kau yang bisa menentukan sikapmu dan masa depanmu. Mmm.. Kalau kau memilih untuk menceraikannya, kau bisa kembali padaku..”

“Mwo? Oppa….”

“Aku tak memaksamu untuk menceraikannya.. Tapi, tak sadarkah kalau hidupmu sangat menderita, padahal ini belum seminggu” kata Donghae

“Hatiku akan selalu menunggumu…” lanjutnya, yang membuatku terkesima

Tiba-tiba. Terdengar suara orang masuk ke rumah dan saat kulihat, dia adalah Kyuhyun. Matanya menatap tajam kepadaku. Ia berjalan ke arah ku dan Donghae.

“SIAPA YANG MENGIJINKANMU MASUK KE RUMAH INI, LEE DONGHAE??” teriak Kyuhyun kepada Donghae dengan wajah yang marah

“Istrimu yang mengundangku kesini…” jawab Donghae dengan tenang

“YA!! Aku memang berangkat pagi dan pulang malam, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya memasukkan laki-laki ke rumah ini!!!” teriak Kyuhyun kepadaku

Aku kaget dengan teriakannya. Tak terasa air mataku mulai mengalir.

“Kyuhyun-ssi….” Gumamku

“Seharusnya kau sadar  Tuan Cho. Kalau bukan karena kau yang tidak menjaga Yeon dengan baik, dia tidak akan memanggilku kesini..”

“TUTUP MULUTMU! AKU  TAK BERBICARA DENGANMU!!”

“Terserah kau saja.. Tapi dengar, aku sangat mencintai Yeon. Jika kau menyia-nyiakannya, sebaiknya segeralah kau ceraikan dia…”

“KELUAR!!! AKU TAK PERLU PENDAPATMU!”

Dengan santainya, Donghae keluar dari rumah.

“Tak usah menangis, bukankah kau senang dia membelamu? Dengar! Jika kau  mau selingkuh, silahkan. Tetapi, JANGAN DI RUMAH INI! MENGERTI!” teriak Kyuhyun sambil masuk ke kamarnya

Aku hanya bisa menangis sendirian. Aku tak pernah menyangka ia akan marah sekali kepadaku. Maafkan aku, Kyuhyun. Aku tak bermadsud membuatmu marah.

***

Kyuhyun P.O.V

Pagi ini aku bangun dengan penuh kemarahan. Ya, aku masih marah kepada Yeon. Bisa-bisanya ia membawa laki-laki masuk ke rumahku ini.Apalagi ternyata laki-laki itu adalah Donghae. Tapi, hatiku sedikit sakit saat aku melihatnya menangis. Maafkan aku, Yeon.

Kubuka pintu kamarku, dan tiba-tiba aku menemukan kertas di lantai depan kamarku. Aku mengambil dan membaca kertas itu. Dan saat itu juga, hatiku terasa sakit sekali. Kertas itu adalah surat dari Yeon, dan disana tertulis bahwa ia pergi dari rumah ini. Ah, ini pasti gara-gara sikapku kepada Yeon. Maaf kan aku, Yeon.

Di tengah situasi panic ini, aku bingung harus kemana aku mencari Seung Yeon. Tiba-tiba, terlintas dalam pikiranku untuk menelepon Donghae. Aku hanya berpikir, mungkin dia tahu dimana keberadaan Yeon.

“Yeobseyo..” kata Donghae

“Donghae-ssi,, Ini aku Kyuhyun. Apa kau tahu dimana Yeon?”

“Apa madsudmu bertanya seperti itu? “

“Yeon meninggalkan rumahku..”

“MWO?? Ini pasti karenamu!!” teriak Donghae

“Aku tahu.. Bantulah aku mencarinya..”

“Baiklah, aku akan membantumu.Ini karena aku mencintai Yeon!!”

“Ahh,,, baiklah, tunggu aku di Sungai Han..” kataku

***

10 menit kemudian, aku telah sampai di Sungai Han. Kulihat Donghae sudah menungguku. Setelah melihatku, dia segera masuk ke mobilku. Tak ada pembiacaraan diantara kita berdua. Aku masih sibuk dengan pikiranku. Dimana kau, Yeon?

“Ceraikan dia..” kata Donghae tiba-tiba

“Mwo? Aku tak mau..”

“Wae? Kau hanya bisa membuatnya menangis. Kalau kau memang tak mencintainya, buat apa mempertahankan pernikahan ini?”

“Baiklah,aku harus jujur denganmu..”

“Apa madsudmu?”

“Sesungguhnya, aku sangat mencintai Yeon. Bahkan sebelum kita berdua dijodohkan. Yeon adalah temanku kecilku. Mungkin, Yeon  tidak mengingatnya karena saat itu dia masih kecil. Tapi sejak saat itu, aku terus mencintainya. Ketika 6 bulan yang lalu, aku bertemu dengannya. Aku tak berani menyapanya. Tapi, sejak saat itu, aku terus mengikutinya. Aku tahu banyak tentangnya. Bahkan, aku  juga tahu kalau Yeon sangat mencintaimu..” kataku

“Aku… Aku tak menyangka. Lalu, kalau kau  mencintainya, mengapa kau sakiti dia? Aku tak mengerti denganmu, Kyuhyun-ssi!”

“Ini semua karena kau, lee Donghae”

“Aku? Wae?”

“Yeon sangat mencintaimu. Aku pikir, jika aku bersikap dingin padanya, aku  bisa menarik perhatiannya. Tapi aku salah. Dia menangis karena diriku…. Ahh, sudahlah, lebih baik kita mencari keberadaan Yeon dulu… Kini, perasaanku tak lagi penting”

“Baiklah… Mmm,,,Kyuhyun-ssi, sepertinya aku tahu dimana Yeon berada?”

“Mwo?? Dimana?”

***

Tak sampai 5 menit, aku telah sampai di Pantai Incheon. Kata Donghae, saat Yeon sedih, dia akan pergi kesini. Sebenarnya, aku tahu itu. Aku sering  mengikutinya kesini, disaat dia merasa sedih.

Kulihat Yeon sedang duduk di pinggir pantai. Inginku segera memeluknya.

“Donghae, sepertinya kau lebih pantas dengannya. Aku hanya bisa membuatnya sedih”

“Mwo? Temuilah Yeon. Aku tahu kau sebenarnya baik, Kyuhyun-ssi. Aku yakin kau bisa membahagiakan Yeon. Selain itu, aku tahu Yeon juga mulai mencintaimu. Kau  tahu, Yeon bukanlah orang yang peduli terhadap orang lain. Dia peduli kepadamu, berarti dia mencintaimu..”

Kata-kata Donghae, cukup membuatku tersadar bahwa sikapku yang terlalu  mengacuhkan Yeon, sangatlah berlebihan. Aku sangat menyesal telah bersikap tidak peduli padanya. Dengan perlahan ku hampiri gadis yang sangat kucintai itu. Mungkin, sekarang sudah saatnya aku mengungkapkan isi hatiku padanya. Saat ini, matahari mulai menutup matanya, kurasa ini juga saat yang tepat untuk meminta maaf padanya. Saranghae, Yeon. Aku sangat mencintaimu.

***

Donghae P.O.V

Kulihat Kyuhyun mulai mendekati Yeon yang sedang terduduk di pinggir pantai. Hatiku terasa sedikit sakit melihat persitiwa ini. Tapi, aku yakin Kyuhyun memang yang terbaik untuk Yeon. Kyuhyun sangat mencintai Yeon dan Yeon juga mulai mencintai Kyuhyun. Walaupun Yeon tak pernah mengungkapkan rasa sayangnya kepada Kyuhyun. Tapi aku tahu, dia mengharapkan perhatian lebih dari Kyuhyun… Yeon,aku harap kau akan bahagia. Saranghae, Yeon. Aku berjanji, aku tak akan menggapai cintaku lagi padamu. Tapi, aku akan tetap menyimpan kenangan kita selamanya. Tahukah kau Yeon, sampai kapanpun, kau tetap memiliki ruang khusus dihatiku. Good Bye, My Love.

Aku pun meninggalkan pantai ini, dengan penuh perasaan bahagia karena melihat gadis yang kucintai sedang  bahagia.

THE END

Gimana? Ini FF oneshoot pertama aku yg bergenre romance. Terkesan terburu-buru? iya memang soalnya tadi FF ini untuk lomba namun kalah hehehe. Selain itu, tolong komen ttg poster FF nya yah!! Itu poster FF pertama yg aku bikin. Dan jangan lupa banyak FF aku yang lalin yah..

1. Minstal married 1 | 2 | 3 | 4-end

2. Love is so difficult prolog | 1 | continues….

3. FF yg lainnya bergenre comedy. Kalo mau tahu, klik aja categories thefeysture.. okay..

And, don’t forget to open my website thefeysture.wordpress.com

oh iya, aku punya 2 poster FF.. kalo kalian ada yg mau ngambil gmbrnya,, blh aja.. tapi ijin dulu. Okeh!! Dan jangan lupa cantumkan credit ini di FF kalian.

CREDIT :

THEFEYSTURE@thefeysture.wordpress.com

Advertisements

13 responses to “[One Shoot] Rude Is Sign My Love To You + Poster FF (you can take it)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s