[FREELANCE] HANDSOME or STUPID (?) [forgive me oppa] Part 4

 

Tittle: Handsome or Stupid ? forgive me oppa (sequel of without electric)

Author: Park Eunhye aka Gija

Main Cast: Park Eunhye (Ocs), Onew (shinee), Minho (shinee)

Other Cast: Choi Jeema aka Syaniza, Choi Hyunseok aka Sandra

Genre: Romantic

Rating: PG+16

Length: ficklet n oneshoot gak jadi, jadinya short story haha (haha otak yadongku diganti ma evilaugh)

Disclaimer: cerita ini keluar dari otak erorku, yang ngetik aku, yang publish juga aku, jadi semuanya punyaku kecuali SHINee

NB: ni eonn udh cpetin buat publish, hnya untuk readers setiaku *hoeks, klo hsilny jlek slahin hyunseok ma jeema yg udh udh ngancem eonn pke Jjong *hiks #plak /haha

O iya, ceritanya ak balikin dlu ke hari sblumnya, moga kalian ngerti deh hehe

come on friends, read my fanfict and don’t forget to comment and like too

______________________

Eunhye POV

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur yang entah sejak kapan menjadi nyaman dan sangat empuk. Aku mengingat kejadian di restoran tadi. Minho benar-benar tampan, andai saja oppa bisa seperti minho aku pasti menjadi yeoja yang paling bahagia, tapi aku tidak ingin kehilangan oppa pabboku.

“haaiiisssssssssh, untuk apa aku berpikiran seperti itu? Eunhye pabbo” kurutuki diriku sendiri dan menenggelamkan kepalaku dalam selimut tebal ini. Tapi itu tidak lama dan aku membuka selimutku dengan cepat dan bangun (duduk) di tempat tidurku. Aku mengingat kejadian tadi setelah aku bertemu dengan wanita itu yang ternyata adalah Jeema.

Aku bersikap seolah tidak pernah mengenal jeema sebelumnya dari siapapun (oppa), aku mengobrol banyak dengannya di restoran dan akhirnya aku mengetahui bahwa anak itu adalah anak ajhumanya. Jung yoogeun. Matanya bulat sama seperti minho. Rasanya akupun ingin memilikinya.

***

“hoooaaaamm” aku meregangkan otot-ototku yang kaku karna kemarin aku terlalu lelah.

Aku mandi setelah memesan makanan untuk diantar ke kamar hotelku. Selesai mandi makananpun datang tepat waktu. “whuaa aku lapar sekali, padahal aku kemarin makan banyak”, ketika kubuka pintu.

“boleh aku ikut sarapan dengan anda nona?” tanya pelayan itu, setelah kuperhatikan..

“minho??” kenapa kau yang mengantar makanannya?” tanyaku kaget

“jadi aku ditolak disini?” tanya minho seraya memamerkan senyum flamesnya, akupun tidak bisa menolak permintaannya.

Aku dan minho sarapan bersama, entah kenapa aku benar-benar memikirkan ucapan oppa saat makan siang lusa kemarin. Oppa benar-benar memuji yeoja itu dan setelah aku bertemu dan berbicara dengannya aku, aku, aku merasa iri padanya. Aku tidak pernah dipuji oleh oppa sampai seperti itu.

Minho POV

Hari ini aku ingin berada disisi eunhye, aku ingin menghilangkan pikiran gilaku ini dengan apa yang kulihat kemarin malam.

Aku sarapan pagi dikamar hotelnya, tapi tetap saja aku tidak bisa melupakanya. Bahkan aku memalingkan mukaku untuk tidak menatap eunhye, karna wajahnya selalu berubah menjadi orang lain. Aku yakin itu hanya halusinasi, tapi aku.

Aku terhenyak dari pikiranku karna suara bel berbunyi. Aku beranjak ke dapur dan membawa piring kosongku sementara eunhye membuka pintu hotel.

“oppa akhirnya kau datang juga” teriak eunhye senang. onew? DEG, perasaan ini? Aku harus menghilangkannya.

“ng? kebiasaan buruk”

“apanya?”

“kau pasti lupa mematikatan keran dikamar mandi”

“hehe mian oppa, aku lupa. Lalu? Kemana hari ini kita akan pergi?”

Aku terus mendengar percakapan mereka, ingin sekali aku melihat mereka berdua tapi tidak bisa karna onew tidak masuk sehingga mereka berdua terhalang oleh pintu dan itu menyulitkanku.

“mianhae eunhye hari ini aku tidak bisa menemanimu jalan, aku dapat tugas dari atasanku barusan”

“jadi hari ini oppa sibuk”

“mianhae eunhye, tapi aku janji jika selesai aku akan segera kesini”

Keadaan menjadi bisu, akupun pergi ke kamar mandi tanpa suara sedikitpun. Kali ini yang bisa kudengar hanyalah air keran yang terus mengalir.

Eunhye POV

“jadi hari ini oppa sibuk” kataku mendelik tajam kearahnya, padahal aku bertahan dijepang untuk bertemu dengannya tapi sekarang ia sibuk.

“mianhae eunhye, tapi aku janji jika selesai aku akan segera kesini” janjinya padaku. Ia memegang pundakku tanda memohon

aku hanya menundukan kepalaku tanda menerima penjelasan yang oppa katakan. Tapi aku sendiri menjadi merasa bersalah karna aku selalu bersama minho ketika oppa tidak ada sedangkan ia terus meminta maaf jika ia melakukan kesalahan, padahal sekarang saja aku menyembunyikan keberadaan minho disini dengan tidak memasukan oppa ke kamar hotelku. Mianhae oppa. Jeongmal mianhae.

“eunhye” lirihnya pelan tapi aku mendengarnya kemudian aku mendongakan kepalaku. Yang bisa kulakukan saat ini hanya diam dan memejamkan mata, karna oppa memegang daguku hingga tidak ada jarak lagi dengan wajahnya yang semakin mendekat.

Oppa merengkuh bibirku dengan lembut aku hanya bisa menerimanya, ia mengelus pipiku dengan kedua tangannya dan menempelkan bibirnya lama sekali hingga aku membalas perlakuannya padaku. Nafasku hampir habis, sampai akhirnya dia turun keleherku dan membuat kissmark dileherku yang membuatku mendesah. Lagi-lagi aku hanya bisa menerimanya.

Nafasku mulai memburu dengan kissmark yang diberikan oppa, hingga ia -oppa- menyadari dan menghentikan aktifitas ini. “hhh aku tidak ingin membuat diriku semakin bersalah padamu eunhye” oppa mengatur nafasnya dengan menempelkan dahinya di dahiku dan kedua tangannya yang masih menempel dipipiku. “aku ingin kau tetap terjaga sampai kau benar-benar menjadi milikku, walaupun aku tetap tidak bisa melupakan kejadian malam itu yang artinya aku sendiri yang telah merusaknya, mianhae”

“itu kado ulang tahun terindah yang pernah kudapatkan dari seorang namja oppa, aku tidak akan pernah menyesalinya” akhirnya aku angkat bicara.

Oppa hanya tersenyum bahagia, mengecup dahiku dan mengcak rambutku lembut, “oppa pergi dulu eunhye, jaga dirimu baik-baik ara?”

“ara oppa” aku tersenyum padanya, oppa membalikan badannya dan pergi. Namun ia kembali dan menatapku heran lalu memiringkan sedikit kepalanya.

“eunhye? Kenapa dengan lehermu? Lehermu merah sekali” DEG, leherku? Aku memegang leherku dan membulatkan mataku.

PLETAK

“oppa ini ulahmu tadi, apa kau tidak sadar?” kesalku padanya, sudah melakukan tetap saja tidak sadar dengan dampaknya.

“haisssh, maaf eunhye oppa tidak sengaja perasaan oppa melakukannya pelan” ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“aku yang merasakannya oppa, dasar babo” aku mendengus kesal dan mengerucutkan bibirku hingga aku ingat sesuatu “aah oppa bagaimana ini? Bagaimana aku harus menutupinya? Rambutku pendek dan ini musim panas, tidak mungkin aku menutupinya dengan syal”

aku terus memegang leher kiriku dengan terus meminta pertanggung jawabannya, tapi oppa sama bingungnya denganku dan akhirnya ia hanya bisa tersenyum cengengesan.

***

Akhirnya karna ku bosan setengah mati di hotel, minho mengjakku keluar. Aku menerimanya dengan syarat tidak dengan kendaraan pribadi, aku meminta jalan saja atau naik kendaraan umum, karna jika naik mobil dan minho yang menyetir maka ulah oppa akan terlihat olehnya.

Author POV

Ketika jalan-jalan eunhye begitu senang, dia benar-benar mengagumi kota tokyo itu sekaligus merasa gusar dengan keadaannya sekarang yang harus tetap waspada agar minho tidak melihat leher kirinya itu. Dengan eunhye berada disisi kiri minho terus, maka tanda itu tidak akan terlihat, tapi sayangnya gelagat eunhye dirasakan minho ketika mereka makan siang.

“eunhye kenapa kau terus memegang lehermu? Apa kau sakit?”

“a ah ahni, aku hanya, leherku sedikit gatal” jawab eunhye bohong dan ia segera ketoilet untuk memikirkan bagaimana caranya menutupi tanda itu.

***

“haaissh oppa benar-benar keterlaluan meninggalkanku dalam keadaan seperti ini” eunhye bicara pada dirinya di kaca cermin toilet dengan terus memperhatikan lehernya itu hingga iapun tidak bisa memungkirinya bahwa ia senang mendapat perlakuan seperti itu dari onew. Akhirnya ia hanya bisa tersenyum memikirkannya.

Seseorang membuyarkan lamunan eunhye, “eunhye? Haish lagi-lagi kita bertemu ditempat seperti ini. Kau kenapa eunhye? Ada apa dengan lehermu? Coba aku lihat” eunhye sempat ingin menutupinya tapi gerakan tangan jeema lebih cepat hingga jeemapun melihatnya.

“mwo? Ini? siapa yang melakukan kissmark ini padamu? Apmfh” eunhye membekap mulut jeema dengan sigap, karna yeoja-yeoja di toilet mulai memperhatikan mereka berdua.

“bisa pelankan sedikit suaramu? Ini tempat umum, aku bisa malu dibuatmu” bisik eunhye dengan tetap membekap mulut jeema. Jeema terlihat sesak nafas dan eunhye langsung melepaskanya “darimana kau tau jika ini tanda kissmark?” eunhye memulai pembicaraan sementara jeema masih mengatur nafasnya.

“tentu saja aku tau, lagipula yeoja mana yang tidak tau akan hal ini memangnya kau mendapatkan ini dari siapa? Aah jangan-jangan kau baru saja mendapatkannya dari pacarmu ya” senyum evil jeema keluar seketika. Eunhye hanya bisa tertunduk malu dengan semua pertanyaan yang dilontarkan jeema padanya. “bagaimana jika kuberitahu onew kabar ini, dia akan marah atau senang ya?”

“andwe jeema, kumohon rahasiakan ini dari oppaku, jaebal” eunhye memohon pada jeema, jika sampai jeema tau bahwa yang memberikan kissmark adalah onew dia pasti akan kecewa dan sakit hati, lagipula eunhye telah menganggapnya sebagai seorang sahabat.

***

Minho mendekatkan kursinya untuk melihat tanda merah itu, dia memegang dagu eunhye dan memiringkannya kesebelah kanan “eunhye seharusnya kau tidak perlu menggaruk lehermu seperti ini, lihat lehermu menjadi merah”

Eunhye hanya bisa bernafas lega karna minho tidak curiga padanya. Sementara orang-orang disana melihat mereka –eunhye&minho- seperti sedang melakukan sesuatu termasuk jeemapun melihatnya. “apa dia yang menjadi namjachingunya eunhye?”

***

Sepanjang perjalanan pulang jeema hanya bisa tertunduk dan menangis, baru kali ini ia menangis tanpa mempedulikan orang lain. Sampai ia bertemu dengan hyunseok dijalan dan ia memeluk hyunseok erat sampai hunseokpun bingung dibuatnya.

***

Disisi lain minho dan eunhye pulang naik bis kota, eunhye terlihat lelah karna perjalanannya hari ini hingga ia tertidur di pundak minho, sementar minho masih memikirkan apa yang ia lihat tadi siang. Jeema lirih minho pelan hingga eunhye yang tidurpun tidak terusik sama sekali.

***

“apa maksud oppa bicara seperti itu?” tanya eunhye mulai ketus terhadap oppanya. Eunhye merasa tersinggung walaupun ia sadar bahwa ucapan onew itu benar adanya.

“aku tidak bermaksud apa-apa eunhye, aku hanya. Aku.”

“kukira selama ini oppa percaya padaku dan KAU tidak pernah menyembunyikan apapun dariku, tapi ternyata aku salah” ia menekankan kata-kata kau karna baru kali ini ia memanggil oppanya dengan sebutan lain. Eunhye berdiri dari sofa dan beranjak pergi keluar kantor tapi tangan eunhye ditahan oleh onew hingga eunhye berbalik kearahnya –onew-.

“yang kukatakan tadi memang benar kan eunhye? Seharusnya kau sadar bahwa kau selama ini telah membuat hatiku cemburu buta dengan kedekatanmu dengan minho” baru kali ini dan ini untuk pertama kalinya onew bicara pada eunhye dengan nada tinggi.

“jadi ini alasanmu? Kau ingin memutar balikan fakta?”

“aku tidak memutar balikan fakta, lagipula aku memang tidak ada hubungan apa-apa, seharusnya aku yang bertanya sudah sejauh apa hubunganmu dengan minho? Apa sekarang kau berpacaran dengannya?” tanya onew mulai geram.

“jadi kau mencurigaiku? Ternyata oppaku yang sekarang lebih pintar dalam menyembunyikan kesalahannya dengan melempar kesalahan tersebut kepadaku” eunhye melihat tajam kearah tangannya, “ lepaskan tanganku, aku akan pulang ke Korea sekarang” eunhye keluar dengan cepat meningglkan onew.

Ketika membuka pintu ada dua orang yeoja yang kaget karna telah dipergoki oleh eunhye telah menguping.

***

Hyunseok POV

Aku harus segera menyerahkan berkas ini pada onew, tapi didalam sedang ada eunhye dan aku tidak ingin menggangu kakak beradik itu.

Aku mulai bosan, karna jeema sekarang sedikit pendiam, dia tidak mengusiliku lagi, aku jadi merasa kehilangannya. Jeema masih saja tidak ingin bicara padaku kenapa kemarin ia menangis. Untuk pertama kalinya aku melihatnya menangis, aku mencoba menenangkannya dengan mengusap kepalanya, aku merasa seperti kakaknya pada saat itu. Aku tidak bisa memungkiri bahwa aku menyayangi jeema walaupun aku sering ribut karna masalah onew.

Aku beranjak dari kursiku, munkin jika diganggu sebentar, onew dan eunhye juga tidak akan keberatan. Tiba di depan pintu, pintu ternyata tidak tertutup rapat hingga aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. “Seharusnya kau sadar bahwa kau selama ini telah membuat hatiku cemburu buta dengan kedekatanmu dengan minho”

DEG

Onew cemburu? Tapi dia oppanya eunhye, manamungkin oppanya sendiri cemburu ketika yeodongsaengnya dekat dengan seorang namja, seharusnya ia senang.

Aku mendengarkan pertengkaran mereka tanpa disengaja hingga tak kusadari jeemapun telah ikut menguping. Tapi pekerjaan itu terhenti ketika eunhye telah berada didepan kami dan memergokiku dan jeema yang telah mendengar pertengkaran mereka.

Eunhye menatap nanar kearahku dan jeema kemudian sedikit berbalik kebelakang, “lebih baik oppa urus saja kedua pacar oppa ini” eunhye menghilang dengan sekejap, dia –eunhye- sedikit menabrak bahu jeema, namun jeema hanya bisa mematung dan diam. Kulihat jeemapun berlari keluar entah apa yang akan dilakukannya, mungkin dia ingin menenangkan eunhye.

Akupun kembali melihat onew yang telah terduduk disofa dan menjambak rambutnya sendiri karna frustasi. Entah apa yang ada dipikiranku sekarang, karna yang kulakukan hanya memeluk onew sama seperti apa yang kulakukan kemarin pada jeema.

Saat ini perasaanku sedikit sakit karna tau bahwa eunhye bukanlah adik kandungnya, onew menceritakan semuanya ia terlihat merasa bersalah pada eunhye karna baru kali ini ia –onew- membentak eunhye.

***

Beberapa hari setelah minho dan eunhye pulang ke Korea kantor menjadi sepi untukku kecuali untuk para pegawai lainnya yang sibuk membuat gosip yang tidak-tidak tentang onew, jeema, dan eunhye. Onew dan jeema tidak pernah mengluarkan suaranya kecuali untuk membahas pekerjaan.

Yang bisa kulakukan mungkin hanya ini saja. Aku masuk keruangan onew dan memberikan map merah kepadanya. Onew hanya menatapku nanar, kemudian kembali menatap map itu dan menbacanya. Ya tuhaaan kenapa aku harus melihatnya –onew- dengan wajah seperti itu? Aku benar-benar tidak tega melihatnya tersiksa seperti itu, tapi akupun tidak siap jika harus kehilangannya.

“Korea?” tanyanya pelan, sampai kapan kau akan terus seperti ini onew? Hatiku merasa sakit melihat kalian berdua seperti ini.

“ya, kita bertiga akan ke Korea besok kita akan mengadakan kerjasama dengan perusahaan baru yang akan menguntungkan pasar” sebelum onew bertanya aku menjawab pertanyaan yang ada dipikiran onew sekarang mungkin? “kita akan berangkat bertiga direktur memerintahkanku untuk membawa jeema, mungkin dengan kau dibantu olehnya jeema bisa mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk mendapatkan tender itu” aku mengoceh panjang lebar hingga aku harus mengatakan hal ini, walaupun tenggorokanku tercekat seketika.

“dan terakhir, kau bisa menyelesaikan masalahmu dengan eunhye” sulit, tapi harus kulakukan.

***

Jeema POV

Minho. Apa benar yang kulihat itu dia? Dua kali aku melihatnya dan untuk yang kedua kalinya aku melihatnya lagi. Dia bersama seorang yeoja yang baru saja ku kenal. Dadaku sesak. Perih rasanya harus melihatnya lagi setelah sekian lama tidak bertemu dan sekarang dia mendapat penggantiku. Eunhye.

Arrgh untuk apa aku memikirkan namja itu? Dia adalah masalaluku, lebih baik aku memikirkan onew oppa saja hehe. Ng? Sedang apa hyunseok didepan pintu ruangan onew oppa? Huh aku tidak bisa membiarkan onew direbut oleh hyunseok begitu saja rutukku dalam hati. Aku menghampirinya. Setelah berada di sampingnya aku akan mengagetkanya, tapi itu tidak terjadi karna aku yang kaget terlebih dulu oleh apa yang kudengar baru saja.

“sejauh apa hubunganmu dengan minho? Apa sekarang kau berpacaran dengannya?” onew oppa membentak eunhye, kurasa oppa tidak suka eunhye berpacaran dengan minho, pantas saja eunhye memohon padaku untuk tidak memberi tau oppanya.

Tapi yang membuatku kaget adalah kebenaran tentang hubungan eunhye dan minho. Aku seperti dihantam oleh sesuatu yang berat, aku berlari meninggalkan ruangan itu, hingga aku sampai di atap gedung kantor dan aku kembali menangis.

Minho. Jadi yang kulihat kemarin di tempat makan itu benar ketika melihat minho yang akan mencumbu eunhye didepan umum. Dadaku sakit, airmataku tidak bisa kuhentikan. Dadaku semakin sakit dan terasa sesak, sulit sekali untuk bernafas ketika aku mengingat leher eunhye yang memerah karna tanda kissmark itu. Aku yakin apa yang telah minho berikan pada eunhye saat itu.

Kenapa aku tidak bisa melupakannya? Disaat aku mulai menyukai onew oppa, kenapa minho datang keduniaku lagi(?) dengan membawa seorang wanita yang menggantikanku dihatinya.

~flashback~

Bel sekolah berbunyi tanda murid SMA untuk pulang dan mulai bermain bersama teman-temannya. “jeema ada yang menunggumu digerbang dengan mobill” teriak salah seorang yeoja kepada yeoja yang lainnya yang dipanggil jeema itu.

“siapa, tidak mungkin appa atau umma mereka sedang diluar kota. Kyaa~ apa jangan-jangan appa sudah pulang ke seol? Ini kejutan untukku”

PLETAK

“aaah appoyo minra” jeema meringis kesakitan pada temannya yang ia panggil minra itu.

“dasar babo, yang menjemput itu bukan orang tuamu, tapi namjachingumu, minho, ara?”

“mwo? Minho ada disini? Kyaa~ kenapa kau tidak memberitauku sejak tadi, aku akan kesana sekarang. Ng? Tapi tidak biasanya minho menjemputku dengan mobil. Apa dia ingin mengajakku jalan-jalan? Ommo? Aigoo minho romantis sekali” jeema memegang pipinya dan memiringkan kepalanya berhayal kemana saja minho akan mengajaknya hari ini.

“yaa jeema babo, jangan melamun disini atau kau akan melihat minho pergi bersama yeoja lain. Lihatlah keluar, para yeoja sudah mengerubuninya sejak tadi.” Minra mencoba menyadarkan jeema yang sedari tadi melamun, dengan disadarkan bahwa minho direbut yeoja lain, barulah jeema sadar dan pergi tanpa pamit pada temannya itu.

“haish anak itu cerewetnya bukan main, bahkan aku heran kenapa minho bisa menyukai yeoja sepertinya. Ng? Tapi aku juga heran kenapa bisa bertahan untuk menjadi temannya(?)” minra hanya bisa menggelengkan kepalnya.

***

“minho oppa” teriak seseorang yang membuat lamunannya –minho- buyar.

“chagi –ah kenapa kau lama sekali keluar kelas? Aku rindu padamu” minho memeluk yeojanya manja, dan jeema hanya bisa senyum-senyum tidak jelas dan menerima pelukan namjanya itu.

“oppa hentikan pelukanmu ini, aku malu diliahat banyak orang apalagi teman-temanku” jeema hanya bisa menunduk malu karna satu sekolahan menggodanya saat itu juga.

“tidak usah kau pedulikan mereka chagi, sebaiknya kita jalan yuk?” minho menarik tangan jeema untuk masuk kedalam mobil. Mereka berdua jalan-jalan dari siang hingga malam hari entah tempat mana saja yang telah mereka kunjungi, yang mereka ingat hanyalah mereka jalan berdua sepanjang hari.

Jam 8 malam, itu cukup malam untuk seorang yeoja SMA bermain diluar hingga minhopun mengantar jeema pulang kerumah dengan selamat. Selama di perjalanan ia –jeema- tidak berhenti mengoceh dengan sesekali dibalas dengan minho dengan tawa yang keras karna minho mentertawakan ocehan jeema yang tidak ada habisnya.

Sesampainya mobil minho didepan rumah jeema, ia masih mengoceh dan berbalik menatap minho “o ya oppa kenapa oppa hari ini menjemputku? Tidak biasanya, apalagi jadwal kuliah oppa sedang padat, dan oppa membawa mobil? jangan-jangan appamu sudah mengijinkan oppa punya mobil sendiri? Waah itu artinya kau harus sering mengajakku jalan-jalan hehe, besok apa kauu.”

Minho menyentuh bibir jeema dengan bibirnya. Jeema tersentak dengan perlakuan minho tapi dia –jeema- tidak bisa melakukan apa-apa. ini adalah first kiss yang jeema dapatkan dari seorang namja. Lama kelamaan kepala minho mulai turun keleher dan jeema sedikit meringis karna minho memberi kissmark dileher jeema. Mendengar jeema mendesah pelan itu menbuat minho melakukannya lagi.

Dua tanda kissmark akhirnya jeema dapatkan dileher kanan dan kirinya, karna sebelum hubungan itu berlanjut ke hal yang lebih intim handphone jeema berbunyi nyaring dan membuat mereka menghentikan aktivitasnya.

Jeema mengatur nafasnya yang hampir habis tadi sebelum mengangkat telpon, “yeobseo, ne appa, ne, anneyong” telpon tertutup dan jeema merapihkan penampilannya yang berantakan, dan menutupi lehernya dengan rambutnya yang panjang. “oppa aku pulang dulu, appa menghawatirkanku dan menyuruhku cepat pulang” kali ini jeema tidak banyak bicara setelah mulutnya di bungkam oleh mulut minho.

“ne, hati-hati chagi” minho mengacak rambut jeema pelan. Sebelum jeema keluar dari mobil minho memegang tangan jeema membuatnya –jeema- menoleh, “chagi-ah kau harus janji tidak akan pernah meninggalkan aku” jeema hanya tertunduk malu dan pergi dari mobil minho.

Sesampainya dirumah jeema menutup pintu dengan senyum terus menempel dibibirnya aku berjanji padamu minho gumam jeema dalam hati, hingga ia berbalik dan mendapati appa dan ummanya terduduk disofa dengan menatapnya –jeema- nanar.

Jeema menyadari ada hal yang aneh pada kedua orang tuanya, iapun duduk dan mendengar perkataan orang tuanya itu. “jeema besok kita akan pindah ke Jepang, dan kau akan melanjutkan sekolahmu disana bersama calon suamimu” umma jeema tidak bisa melanjutkan kata-katanya, lalu penjelasan di ambil alih oleh appanya.

“appa terpaksa menjodohkanmu dengan anak relasi appa, jika tidak, appa tidak akan mendapatkan suntikan dana yang lebih besar lagi darinya. Perusahaan appa akan bangkrut dan para pegawai akan terkena imbasnya. Kau mengerti kan jeema? Appa harap kau tidak menolaknya” Jeema hanya bisa diam lagi dan lagi atas perlakuan orang-orang disekitarnya. Jeema menangis semalaman entah apa yang harus ia katakan pada minho.

Pagi ini jeema dan keluarganya meninggalkan korea, pikiran jeema hanya tertuju pada kejadian semalam. Dan itu mungkin ia anggap sebagai hadiah perpisahan.

~flashback end~

Author POV

Eunhye terlihat sakit-sakitan beberapa hari ini, minho terus memperhatikan eunhye dari kejauhan. Minho tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada eunhye hingga membuatnya diam seribu bahasa sejak pulang dari Jepang.

Sampai minho mulai terlihat cemas dengan keadaan eunhye ia –minho- mulai medekati eunhye dan menanyakan keadaannya. Sebelum minho sampai dimeja kerjanya –eunhye- eunhye berdiri dan mulai mendekati minho. Minho kaget melihat tampang eunhye, wajahnya benar-benar pucat dan lama kelamaan eunhye menjatuhkan map-map yang dipegangnya. Minho sadar keadaan eunhye memburuk ia segera berjalan kearah cepat, kemudian eunhye terjatuh dan pingsan di pelukan minho.

***

Setelah minho membawanya kerumah sakit, eunhye mulai sadarkan diri dan minho membantu eunhye duduk di kursi roda karna suster mengatakan bahwa eunhye tidak boleh banyak bergerak.

Dokter yang memeriksa eunhyepun datang dan duduk dikursi kerjanya, ia melihat hasil pemeriksaan dan menggelengkan kepalanya gusar. Minho dan eunhye terlihat khawatir dengan ekspresi dokter tersebut.

“passien nyonya eunhye atas nama choi minho” dokter mulai membuka mulutnya “anda yang bernama choi minho?” minho menjawabnya dengan anggukan “tuan choi sebaiknya anda jangan membiarkan istri anda kelelahan, dan anda nyonya choi, jangan memaksakan diri anda untuk bekerja terlalu keras, jika tidak janin yang ada pada kandunganmu akan keguguran, araseo?”

~TBC~

Hwuaaaaa ceritanya jadi kepanjangan begini

Ini semua karna kau sandra minta cerita yadong ma eonni /plak #tapi kan yang yadong si jeema

Oh iya, ini juga gara2 dian, eonni gk tau mau ngasih apa sama kamu, jadi eonni bkin part ini khusus buat kamu

Saengil chukkae jeema, maaf ya telat ucapinnya

 

Advertisements

22 responses to “[FREELANCE] HANDSOME or STUPID (?) [forgive me oppa] Part 4

    • tadinya sih nggak, cuma karna ada penghasut jadi deh jeema mantanya minho /ditendangjeema hehe

      gomawoyo chingu 🙂 udah penasaran dan berbaik hati untuk memberikan sedekah jejaknya /bow #superGJ

  1. kereeeeeeeeen!
    gimana nieh lanjutannya??
    pengen bgt kalo minho akhirnya sama eunhye!
    tapi kagag tega ama unyu2,,, –‘
    hikz,
    aq gag rela unyu ama jeema ataupun si hyeoseok itu!!
    ish_ ikut bingung aq, eunhye harus milih sapa #lah?!
    thor,, lanjut kan fantasimu segera!! kkk

    • gimana lanjutannya?? baca part selanjutnya keke /plak
      waduh?? jadi ikut bingung?? kita tunggu aja onew geplak kepala kita biar gak bingung lagi haha #bugh
      gomawoyo chingu 😉

  2. ceritanya menarik banget!!! suka banget ama ff ini! jangan lama lama lanjutinnya, gak sabar nih! hehehe :3
    two tumbs up! d^^b

  3. eon aku bingung -o- cz ga baca dari part 1 😦
    minta link atau apa gitu yang part 1 sampe 3 doong 😀 please *tampangmemelas, kekeke~

  4. Woah!!!! Jadi jeema itu mantannya minho?!!!
    Trstrs kok kayaknya minho masih suka sama jeema? Jeemanya juga gitu hmmmm
    Itu onew begimana dah wkwkwk
    Terus anaknya jeema itu anaknya siapa dong?
    Waduuuuuh eunhye hamil anaknya onew kan!!
    Pabopabopabooooooool

  5. Huwaaa….. ternyata, Jinki-Eunhye udah ****…?
    Eunhye hamil…?
    Jinki oppa, kebangetan… Kenapa gak buru2 dinikahin…
    *ttakbam Jinki oppa…
    Kesian Eunhye…
    Minho kamu harus bantu selesain masalah ini!
    *Minho: Kok aku…? Disini aku juga korban…?
    Oke, cari Jinki oppa ajak ke KUA nikah sama aku…!!!
    *digeret readers seblog
    *stress…

    Buruan deh ke Part akhir..
    Part ini lumayan bikin shock

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s