Love Is Never Sleep 4

Author  : mumuturtle

Title      : Love is never Sleep

Genre   : romance, fantasy

Rating   : G

Length  : Chaptered

Cast     :

  • Kim Haneul
  • Lee Jin Ki (SHINee)
  • Kim Ki Bum (SHINee)
  • Crystal (Fx)

 

Other casts       : temukan sendiri…!

~`*`~`*`~

 

”Aku sudah menunggumu.” ujar jin ki yang kembali ditemui haneul dalam mimpi tentunya. Haneul menatap jin ki yang ada dihadapannya. Lalu seutas senyum hadir di wajah mereka masing-masing.

”Kau mau mengajakku berkeliling?” tanya haneul. Jin ki sempat terdiam dan berpikir akan mengiyakan atau tidak.

”Tapi tempat ini sangat luas.” ujar jin ki yang sepertinya akan menolak permintaan haneul. Haneul mengerucutkan bibirnya. Ia menarik-narik ujung baju jin ki seraya memohon padanya.

”Baiklah.” ujar jin ki.

 

Merekapun berjalan berdampingan. Mereka berjalan perlahan sembari menikmati pemandangan yang ada disekitar mereka. Pemandangan indah yang sangat menyejukkan mata. Meski sering datang kesana, kurasa tak akan pernah ada yang bosan.

 

”Apa disini hanya ada bunga-bunga dan pepohonan? Apa tak ada satu bangunanpun disini?” tanya haneul yang masih mengedarkan penglihatannya.

”Tidak ada.” ujar jin ki singkat.

”Lalu kau tidur dimana?” pertanyaan bodoh dari haneul terlontar begitu saja. Jin ki menatap haneul. Kemudian ia menyeringai.

”Aku tidak tidur. Untuk apa? Aku sudah berada dalam dunia mimpi.” jelas jin ki diselingi tawa kecilnya.

Haneul hanya mengangguk seakan ia mengerti ucapan jin ki.

Mereka terus berjalan menyusuri hamparan luas itu. seakan tak ada ujung untuk tempat ini dan juga memang tak ada satupun bangunan yang berdiri di sekitar tempat itu. Yang haneul lihat hanya tanaman-tanaman. Tak ada juga orang yang selain mereka.

 

Mungkin memang benar yang dikatan jin ki pada mimpi-mimpi yang lalu. Bahwa ini adalah mimpi mereka. Tapi haneul jadi terpikir sesuatu. Apa ia akan selalu memimpikan jin ki? Apa bisa ia memimpikan orang lain? Seperti orang yang ia cintai mungkin?

 

Ini bukan hanya mimpi biasa.

 

”Mm… boleh aku bertanya sesuatu?” tanya jin ki hati-hati.

”Apa?”

”Apa kau memiliki seseorang yang kau cintai?”

”Ada. Memangnya kenapa?”

”Tidak. Err… bagaimana jika seandainya aku mencintaimu?”

 

Haneul sempat kaget mendengar pertanyaan jin ki itu. Jantungnya tiba-tiba berdetak dengan sangat cepat. Wajahnya seakan memanas. Haneul sempat bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya itu. Kenapa ia bisa merasakan hal seperti ini. Bukankah seharusnya ia tak bisa merasakan apa-apa di dalam mimpi?

 

”Kau kan hanya mimpiku. Mana mungkin kita saling mencintai?” haneul tertawa sambil memukul pelan lengan jin ki. Jin ki pun mengikuti haneul yang tertawa. Mereka tertawa.

 

Jantung haneul seperti bekerja tiga kali lebih cepat. Degup jantungnya sangat cepat. Seperti sehabis berlari bermeter-meter.

 

Aku mungkin hanya mimpimu sekarang. Tapi dulu… aku adalah Jin Ki. Aku kenyataanmu, aku takdirmu.

 

Mereka terdiam. Karena pertanyaan jin ki tadi mereka jadi terdiam setelah beberapa detik tertawa. Mereka tak tahu apa yang harus dibacarakan. Raut muka jin ki sangat menampakkan kesedihan. Suasana menjadi canggung diantara mereka.

~`*`~`*`~

 

”Ibu aku ingin bertanya!” ujar haneul sembari menemui sang raja dan sang ratu yang sedang duduk di tahta mewah. Haneul berlari kecil melewati karpet-karpet merah yang akan membawanya ke hadapan orang tuanya.

 

Sesudah haneul bangun tidur, membersihkan diri, ia sempat melihat bukit indah itu lagi. Dan terbesit dipikirannya untuk menanyakannya pada orang tuanya. Ya, haneul memang tak pernah tau apapun tentang bukit itu. Namanya saja ia tak tahu. Karena orang tuanya benar-benar tak menceritakan secuilpun tentang bukit itu. Padahal ayahnya sendiri sering menceritakan dongeng-dongeng pada haneul.

 

”Ada apa? Kenapa kau terburu-buru seperti itu?” tanya sang raja. Haneul mengatur nafasnya yang sedit tersengal. Ia tersenyum lebar pada kedua orang tuanya.

 

”Aku ingin bertanya-tanya pada kalian.” ujar haneul semangat. Yah… ia semangat, sangat semangat untuk mengetahui tentang bukit itu.

”Bertanya apa?” tanya sang raja lagi.

”Bukit apa yang ada di seberang istana ini?” tanya haneul langsung tanpa basa-basi. Kedua orang tuanya terdiam. Mereka saling bertatap mata.

”Bukit itu bernama bukit authias.” kata sang raja yang sepertinya tampak berat untuk memberitahukan haneul.

”Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang bukit itu?” sang ratu mulai angkat bicara. Haneul tersenyum. Ia berjalan menaiki setiap tangga yang ada dihadapannya dan berdiri di antara dua tahta milik raja dan ratu.

 

”Aku sangat mengangguminya. Aku ingin kesana. Boleh kan?” haneul menatap raja dan ratu secara bergantian. Sementara tenggorokan sang raja dan ratu seakan tercekat mendengar perkataan haneul. Keringat dingin mengucur didahi sang raja. Wajah mereka seketika mengeras.

”JANGAN!!” bentak sang ratu seketika. Haneul terkejut dibuatnya. Ia memandang wajah sang ibu dengan tampang penasaran.

”Kenapa?”tanya haneul yang memang tak tau apa-apa.

”Karena jika kau kesana…. semuanya… semuanya akan hancur.” ujar sang ratu yang mulai menitikkan air matanya.

”Semuanya… akan hancur….”

”Diana…” potong sang raja. Namun tak digubris oleh sang ratu.

”Semua akan kembali berputar seperti semula. Yang seharusnya mati akan benar-benar mati. Dan… bahkan yang seharusnya hidup menjadi mati.” sang ratu menyelesaikan perkataannya. Sang ratu mulai menangis histeris. Raja hanya bisa menenangkan sang ratu dengan memeluknya dan mengusap pelan punggung sang ratu. Haneul hanya bisa mematung di tempatnya berdiri. Ia tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sang ratu alias ibunya itu.

 

Haneul beranjak pergi. Ia berjalan dengan gontai meninggalkan tahta kedua orangtuanya itu. Pikirannya melayang kemana-mana. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakan. Ia sangat ingin tahu jawaban dari semua itu.

 

Haneul berpikir bahwa ibunya hanya bercanda. Mungkin ibunya hanya mengarang cerita. Alasan yang tak masuk akal untuk tidak memperbolehkannya pergi ke bukit authias itu. Tapi sang ibu menangis. Ia seakan memang benar-benar tak menginginkan haneul pergi ke sana.

 

Apa? Yang seharusnya mati? Yang seharusnya hidup? Tapi siapa itu?

~`*`~`*`~

 

Haneul duduk dibangku taman yang berapa hari lalu dikunjunginya bersama ki bum. Ki bum duduk di samping haneul sambil menggenggam erat tangan haneul. Ki bum sedari tadi berbicara tentang apapun yang baru saja ia alami, apa yang akan ia lakukan jika ia benar-benar menjadi seorang raja. Tapi haneul tak benar-benar menyimak perkataan ki bum. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.

 

Haneul menatap tanah yang ia pijak sekarang. pikirannya terasa sangat berat. Ia masih saja memikirkan apa yang dikatakan ibunya beberapa jam yang lalu. Dan tiba-tiba ia teringat pada jin ki. Terutama pada perkataannya bagaimana jika aku mencintaimu?

 

Ki bum sadar sedari tadi ia berbicara tapi tak didengar oleh haneul. Ki bum menatap wajah haneul yang tertunduk. Ia meraih dagu haneul dan membuatnya menatap tepat dimata ki bum.

 

”Kau baik-baik saja?” tanya ki bum.

”Ya. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.” ujar haneul pelan sambil memaksakan senyumnya.

”Apa yang sedang kau pikirkan? Ceritakan padaku!” ki bum membenarkan posisi duduk nya yang sekarang menghadap haneul.

”Kau pernah ke bukit authias?” tanya haneul.

”Pernah.”

”Tapi kenapa aku tak diperbolehkan kesana?” rengek haneul dengan manja. Ki bum terkekeh melihat haneul yang berkelakuan seperti anak kecil.

”Jadi itu yang kau pikirkan dari tadi? Ada-ada saja.”

 

”Tapi alasan mereka itu sangat tak masuk akal. Semua akan kembali berputar seperti semula. Yang seharusnya mati akan benar-benar mati. Dan bahkan yang seharusnya hidup menjadi mati. Ibuku berkata seperti itu. Apa kau mengerti maksudnya?” jelas haneul dengan cepat.

 

Haneul menatap wajah ki bum lekat. Berharap ki bum dapat memberikannya penjelasan atas perkataan ibunya yang tak bisa dimengertinya. Tapi ki bum malah memalingkan wajahnya. Wajahnya yang tadinya ceria kini seperti sedang berpikir keras. Wajahnya seakan menandakan ia baru saja kalah.

 

Haneul menepuk pelan bahu ki bum.

”Kau tau maksudnya?”

”ah… tidak. Aku tak tahu maksudnya.” ujar ki bum.

”Aku bingung. Akhir-akhir ini aku juga sering bermimpi aneh.” ujar haneul. Ki bum seperti tersambar petir saat mendengarnya. Ia sedikit terkejut dan membelalakkan matanya.

”Mimpi apa?” tanya ki bum yang berusaha menjaga nada suaranya.

”aku bertemu dengan seseorang, dan sekarang setiap aku tidur pasti akan memimpikan dia. Dia juga berkata bagaimana seandainya jika aku mencintaimu? Tapi tak mungkin kan? Masa aku mencintai objek mempiku sendiri.” ujar haneul yang kemudian menyunggingkan senyuman manis di bibirnya.

 

Ki bum tak menanggapi cerita haneul tadi, tapi ia menyimaknya dengan baik. Ki bum kembali memalingkan wajahnya. Ia memikirkan sesuatu kembali. Entah apa itu.

 

Aku harus cepat, pikir ki bum.

 

”Kau mau ke bukit authias?” tanya ki bum setelah sekian detik terdiam. Haneul menatap ki bum bingung. Lalu ia mengangguk dengan semangat.

”Aku akan mengantarmu kesana.” ujar ki bum sembari membelai lembut sayap kiri haneul. Ia menatap sayap itu sembari tersenyum. Sedangkan haneul tak mempedulikan ki bum. Ia sudah sangat senang mengetahui ia akan ke bukit authias yang sangat ia kagumi keindahannya itu. haneul tak sabar untuk melihat keindahan itu dari dekat.

~`*`~`*`~

TBC

 

P.S: kayaknya ni FF makin gaje deh… ternyata susah juga bikin yang genre-nya fantasy… huftt…. pasti mangecewakan ya? aku tahu itu kok…

Tapi tetep COMMENT oke?! Biar author semangat…. hehe

 

Advertisements

9 responses to “Love Is Never Sleep 4

  1. Aq dah nunggu” ff ini. Tp koq pndek bgt sih.
    Pokok’a next part’a jgn lama” ya..!!

  2. pendek banget (><) ff yg ku tunggu-tunggu..
    ceritanya bagus. kibum mau ngincer sayapnya haneul ya?

  3. Wa~ kibum jahaaat!!
    Haneul, jangan mau, jangan mau!
    Selamatkan Jinki!!
    *reader edan

    masih belum bisa nebak solusi cerita ini, lanjut mumu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s