WHEN THEY WERE ANGRY

“BRAKKK” suara keras yang berasal dari kamar heechul  yang membuat dorm yang semua tenang menjadi berisik, semua member segera menuju asal suara. Dan ternyata itu adalah suara pintu kamar heechul yang dibanting dengan kasar. Teuki sebagai yang tertua bermaksud membuka pintu dan menanyakan keadaan heechul, tapi kangin melarangnya, dia mengatakan biarkan dia saja yang menghadapi heechul, secara tersirat dari wajah semua member terlihat tidak yakin kangin akan berhasil menyelesaikan masalah tersebut, dari muka mereka, mereka seakan menunjukkan bahwa masalah ini akan bertambah  runyam, tapi…tidak ada yang berani membantah kangin jika sudah berkehendak teuki sekalipun itu.

Kangin membuka pintu dan bertanya dengan nada yang dibuatnya selembut mungkin, dia tahu hyungnya sedang dalam keadaan stress “ada apa hyung”. Heechul menoleh sebentar dan membuang mukanya lagi, seakan muak melihat kangin, dia kembali melihat keluar jendelanya. “hyung, jika kau ada masalah katakan saja” kangin berusaha mendekat

“sudah jangan perdulikan aku kelur kau sekarang, aku butuh sendiri” heechul yang terlihat meredam amarahnya.

“kita bisa mencarikan masalahmu solusi hyung, berceritalah” kangin tetap memaksanya

“AKU BILANG KELUAR” heechul mulai berteriak

“HYAA HYUNG..AKU MENANYAIMU BAIK BAIK” kangin sudah mulai tersulut api amarah juga

“DAN AKU SUDAH MENYURUHMU PERGI BAIK BAIK” teriak heechul

“BRAKK” terdengar suara gebrakan dari tangan kangin yang memukul keras meja heechul, dia hendak berpaling pergi, saat dia berpaling untuk menuju pintu “PRANGGG” suara dari seuah kramik pecah terdengar nyaring, membuat kangin menghentikan langkahnya, dan menoleh “HYA ADA APA SEBENARNYA DENGANMU??” kangin kembali berteriak

Saat pertengkaran akan kembali berlanjut teuki memasuki ruangan berusa menengahi permasalahan yang tidak jelas itu “sudahlah kalian tenanglah.. sebenarnya ada apa? Kalau heechul tidak mau bercerita biarlah dia tenang kangin” teuki menuju kangin yang sudah membawa gelas untuk dilempar ke heechul.

“aku cuman sedang ingin sendiri teuki, bawa pria besar tempramen itu keluar sekarang” kata heechul, memang dengan tidak dengan nada marah, tapi nada menyinggungnya sangat mengena pada kangin. Kangin semula yang sudah hampir tenang memecahkan gelas kearah heechul “PRANGG” memang gelas itu sama sekali tidak terkena heechul karena dia berhasil menghindar, tapi sebagai balasan heechul mengambil buku besar dan di lemparkan pada kangin “BUGHH” bukunya berhasil ditangkis oleh tangan kangin, dan kangin berusaha melepas pelukan teuki yang sedang berusaha menenangkannya, dan tentu saja berhasil, dia segera menuju heechul dan dengan mata sengit dia menatap heechul seakan ingin membunuhnya “KAU KIRA KAU JUGA TIDAK TEMPRAMEN HAH?” kangin memamerkan smirknya..

“cih, kau kira aku takut padamu?” heechul seakan menantang kangin… “hyaa..kau” kangin mula menunjuk heechul dengan sengit  “kau mau apa? Meninjuku?” heechul semakain menantang kangin. Kangin sudah siap dengan mencengkram baju heechul, dan siap memukulnya, jika saja teuki tidak meneriakinya “ KALIAN BERDUA BERHENTILAH KITA SATU GRUP INGATLAH” kangin melepas cengkramannya. “ cih, kau kira kau benar benar malaikat teuki?” heechul berkata seakan dia melupakan ada kangin di depannya. Kangin segera kembali menarik kerahnya, kali ini dengan kedua tangannya “kau boleh menghinaku, tapi jangan kau hina teuki hyung, dia memang baik, tak sepertimu” kata kangin dengan sangat tajam.

Terlihat teuki semakin kebingungan, takut kejadian lalu ketika tanpa masalah apapun mereka bertengkar hingga wajah mereka tidak berupa. Teuki yang bingung keluar kamar menuju dapur membawa sebaskom air es dan menyiramkan kepada mereka “dingankan dulu kepala kalian”

Walau heeechul memang dapat berkata yang mengerikan terhadap teuki, tapi dia tidak berani menatapnya membalas apa yang teuki lakukan.

Kangin melepaskan cengkramannya, sebelum dia melepaskan cengkraman kuatnya, dia memukul heechul dengan keras “BUGHH” tepat terkena pipi heechul, dan bibir heechul berdarah…heechul yang akan membalasnya segera ditangkap teuki, tentu saja dia berontak, tapi kekuatan heehcul dan teuki berbeda, teuki walau tidak sekuat kangin, tapi dia lebih sering berolahraga daripada heechul, tapi bukan heechul jika tidak memiliki banyak akal. Dengan kakinya dia menendang kangin dan berhasil mengenai tulang keringnya. Kangin semakin geram, teuki menyeret heechul menjauh sambil meneriaki “SIAPAPUN BANTU AKU” tapi  karena disana hanya ada wooky, hyuk dan sungmin. Maka kekuatan mereka tidak sebanding dengan kangin, kangin bisa lepas, dan berusaha menuju heechul yang masih berontak walau sedang diseret teuki..

“aku pulang” teriak orang dari luar “JONG WOON SEGERA KESINI…TOLONG BANTU AKU MEMENANGKAN INI” teuki berteriak begitu lantang, membuat hyuk yang menyadari keadaan segera menyeret yesung yang baru pulang dari jadwalnya. Sebenarnya yesung bingung dengan masalahnya, tapi ketika melihat kamar heechul yang berantakan, melihat heechul yang diseret teuki menjauh dan ada kangin yang masih berusaha ditahan dengan tubuh kecil sungmin dan wooky  sambil memberontak mengetahui kondisinya. Dia segera mencari sesuatu ditasnya, setelah dia dapat yang dia maksud, dia menuangkan cairan dari botol yang ada di tasnya ke saputangan, dia segera membekam kangin dengan saputangan, setelah beberapa detik kangin pingsan. Dan tanpa bantuan hyuk, wooky dan sungmin dia berusa mengangkat kangin keluar dari kamar heechul. Hyuk, wooky dan sungmin masih terkaget dengan apa yang dilakukan yesung, siapa yang menyangka menenangkan kangin adalah dengan membiusnya. Teuki yang melihat heechul juga sudah tenang melepaskannya. “kau ingin cerita atau tetap dengan marahmu?” teuki menatap mata heechul dan bertanya dengan serius.akhirnya heechul mengangguk, tapi dia menatap wooky, hyuk dan sungmin, seakan mengisyaratkan mereka untuk pergi, dan ketiga orang yang dimaksud menyadarinya, dan akhirnya meningglakkan kedua orang seumuran  di kamar. Mereka memilih menuju kangin dan yesung.

Heechul menceritakan dia bertemu seseorang yang memperlihatkan kangin dengan sangat tempramen memukul orang dengan sangat brutal…  teuki yang mendengar cerita itu berusaha menenangkan heechul “bisakah kau percaya pada kangin?” Tanya teuki dengan berhati hati “aku bisa memastikan rekaman itu asli, dan kau ingin mengatakan bahwa itu bukan kangin?” heechul menanyakannya dengan nadanya. “aku tidak bilang bahwa itu buka kangin khan, aku hanya bilang apa kau bisa percaya pada dongsaengmu,kangin?” teuki mempertegas pertanyaannya, dan terlihat jelas di wajah wajah heechul bertanya apa yang dimaksud teuki “bisakah kau percaya dia? Dia melakukan sesuatu karena ada sebabnya” jelas teuki “ dan bagaimana jika itu tanpa sebab? Bagaimana jika itu karena dia mabuk?” Tanya heechul yang sebenarnya menunjukkan rasa kekhawatiran pada kangin. “kau sudah mengenalnya berapa tahun? Saat dia mabuk dia tidak akan pernah memukul orang, kau tahu itu. Jika dia mabuk maka dia akan menjadi orang yang paling baik sedunia, dia akan memberikan apapun yang diminta, dia akan menelpon orang yang memang dia ingin telpon dan merancu tidak jelas.” teuki mengelus punggung heehcul, terlihat heechul yang mengangguk pelan “mian” katanya dan menunduk  dengan penyesalan. “ya sudah daripada menyesaili itu mendingan bersihkan kamar ini” kata teuki sambil menunjuk berserakannya buku, dan pecahan keramik dan gelas. “ hyunggg” heechul menggelayut manja pada teuki “apa? Kau pasti minta bantuan khan” teuki melirih heechul dilihatnya heechul dengan aegyonya menangguk. “baiklah baiklah” kata teuki. Mereka berdua membersihkan barangnya “ingat kau hanya perlu percaya pada kami, aku tidak menjanjikanmu sesuatu yang menyenangkan, hanya saja dengan kepercayaan kebenaran akan terungkap dan walau menyakitkan kebenaran harus terungkap.”

Disis lain, yesung seorang diri menempatkan kangin pada tempat tidurnya,yang disusul ketiga dongsangnya “hyung, apa ini tidak apa apa?” Tanya hyuk. Yesung melihat jamnya “mungkin butuh waktu 10 menit lagi untuk sadar. Bisa tolong ambilkan air jeruk madu buat young woon?” sambil melihat para dongsaengnya “biar aku saja” kata wooky. “aku akan membantu” kata sungmin. “hyung kau yakin ini tidak akan menganggu kesehatannya?” Tanya hyuk yang masih ragu dengan apa yang tadi yesung lakukan. “kalau kau punya cara yang lebih baik bicaralah” kata yesung dengan senyum, dan dibalas dengan gelengan oleh hyuk. “tenang saja hyuk, ini tidak ada efek sampingnya” yesung menjelaskan sambil memegang prithilum hyuk. “ini hyung” kata wooky “gomawo” yesung menerimanya, dan juga tersenyum. “lebih baik kalian keluar, daripada kalian nanti melihat kangin marah lagi” yesung member saran setelah meletakkan minuman tadi. Trio dongsaeng itupun meninggalkan kamar kangin “sebenarnya ada apa denganmu young woon” yesung menatap mata kangin sambil mengelus lembut pipinya.

Yesung merasakan hpnya bergetar. Dan dia mendapat sms dari teuki “kata heechul dia melihat rekaman kangin memukul seseorang, tolong tanyakan apa yang terjadi, aku sedang membantu heechul membereskan kamarnya” yesung hanya tersenyum.

“dimana aku?” kata pertama kangin setelah sadar. “dikamarmu sendiri young woon” jawab yesung. “jong woon, kenapa aku disini?” kata kangin yang belum tersadar juga. Yesung duduk di kasurnya “ coba kau ingat ingat”. “ah aku bertengkar dengan heechul hyung, dan kau membiusku” ingatan kangin kembali. “bagus kalu kau ingat. Masih ingin marah?” Tanya yesung. “sebenarnya iya, tapi aku yakin kau akan melarangku” jawab kangin enteng

“itu kau sudah tau. Kau minum ini saja” yesung menyodorkan minuman buatan wooky dan sungmin tadi. “cih… kau masih saja tahu minuman ini” kata kangin. Minuman itu adalah minuman wajib yang harus diberikan pada kangin saat dia terlalu emosi, entah kenapa kangin selalu merasa lebih tenang jika dia meminum minuman itu.

“dan kau mau bercerita kenapa kau memukul orang di bar?” Tanya yesung to the point, yang membuat kangin tersentak

“apa ini yang menyebabkan heechul hyung marah jong woon?” Tanya kangin. Yesung mengangguk.

“orang itu mengatakan kita bukan idola tapi sampah, dia juga menyebut heechul hyung banci” kangin menggenggam erat gelasnya, seakan marah jika mengingat kejadian itu.

“young woon, kau masih saja mempergunakan fisik. Besok lagi jika ada orang yang mengatakan itu kau bukan harus memukulnya, kau harus berterimakasih” kata yesung yang cukup membuat kangin terkejut untuk kedua kalinya

“wae?” pertanyaan singkat yang wajar ditanyakan kangin pada yesung

“karena dengan dia mengatakan kita sampah, berarti dia melihat kita, kita hanya perlu memperbaiki diri kita semua, membuat kita tidak seperti sampah, kita perlu membuktikannya. Dan masalah heechul hyung, aku rasa dia terlalu iri karena heechul hyung mudah dekat dengan perempuan, dan dia mengatakan heechul hyung banci? Hanya waktu yang akan membuat mereka tercengang bahkan malu mengatakan heechul banci, karena wanita yang akan dinikahi heechul hyung adalah wanita luar biasa yang tidak mungkin mereka dapatkan.” yesung menjelaskannya dengan senyum yang masih terpasang diwajahnya.

“kau selalu memiliki cara pikir yang berbeda jong woon” kangin ikut tersenyum mendengar penjelasan yesung yang sejujurnya di dalam hatinya membuatnya menyesal memukul orang tersebut, dia membenarkan apa yang yesung ungkapkan.

“dan  maukah kau meminta maaf pada heechul hyung?” kata yesung, dan kangin menangguk “tunggu disini, aku akan jelaskan pada heechul hyung” yesung menambahkan ucapannya, kangin segera memegang pundak satu satunya sahabatnya yang seumurannya itu “ biarkan aku mengatakan sendiri” kata kangin. Kali ini yesung yang mengangguk.

Saat kangin akan meninggalkan kamarnya dia berbaik menatap yesung “jong woon ah” panggilnya, membuat sang pemilik nama menoleh kearah asal suara “gomawo” lanjut kangin. Dia segera menutup pintu dan menuju kamar heechul

Ketika kangin masuk, teuki yang melihatnya segera berkata “aku rasa kalian butuh bicara berdua”

“hyung mianhae” kata kangin, saat teuki menutup pintu dan membiarkannya berdua dengan heechul

“kata teuki, aku harus percaya padamu” heechul membalas dengan  ucapan yang tidak seperti sebelumnya yang sangat dingin.

“kau melihatku memukul seseorang khan?” Tanya kangin memastikan, dan hanya anggukan saja yang diberikan heechul

“entah kau percaya atau tidak, aku melakukannya karena mereka bilang super junior itu sampah, dan…” kangin tidak dapat melanjutkan kata katanya

“dan apa?” Tanya heechul yang penasaran

“mereka mengatakanmu banci” kangin memelankan suaranya, tapi heechul masih mendengarnya

“MEREKA MENGATAKAN BEGITU?” heechul berteriak, kangin hanya membalas “nee”

“kata teuki aku harus percara padamu, dan aku percaya” heechul mengatakannya sambil memegang pundak kangin, sesaat kemudian dia mengepalkan tangan kanannya dan memukulkan ke tangan kirinya “seharusnya kau buat mereka tidak bisa jalan sekalian” lanjut heechul.

“ahahaha aku sudah yakin kau akan menjawab begitu hyung. Aku rasa sebenarnya kita sama” kata kangin. “tapi jong woon bilang kita harus berterimakasih pada mereka” kangin melanjutkan ucapannya

“wae?” pertanyaan yang sama saat kangin mendengarkan jawaban yesung tentang harus berterimakasih.

“kata jong woon, itu berarti mereka memperhatikan kita, dan kita hanya perlu membuktikan pada mereka bahwa kita bukan sampah, dan dia bilang untuk masalah hyung, dia bilang mereka akan benar benar menyesal saat mengatakan itu, karena hyung akan mendapatkan wanita luar biasa yang akan membuat mereka tercengang.” Penjelasan yang diberikan kangin sedemikian rupa dibuat hampir mirip yesung, yang terpenting dia sampaikan.

“aku kira cara berpikirku sudah berbeda, tapi jong woon benar benar tidak terduga” heechul mengatakannya, entah itu pujian atau olokan, tapi itu terdengar pujian.

“hahahahaha” mereka berdua sama sama tersenyum mengingat pertengkaran mereka setengah jam yang lalu

“sekarang bantu aku memberesih kamarku, kau membuat orang yang membantuku pergi” kata heechul

“nee” kata kangin.

THE END

by: mindori yasha

DIHARAPKAN KOMENNYA…

kesalahan tulisan bukan terjadi pada mata anda ini terjadi karena kesalahan tangan dan mata author yang tidak connect…makasih..

19 responses to “WHEN THEY WERE ANGRY

  1. wuuuahhh keren,,,,,
    saranghaeyo kim youngwoon!!! uri racoon kim youngwoon!!
    saranghaeyo kim heechul, skinny white kim heechul~

  2. Hhaha.
    ksian bnget abang chulie diblang bnaci.
    tidak terima saya.
    Hhaha

    Nice ff. 😀

  3. wwoooooawwww…. keereenn…
    mang kalo di liat sih Heechul _ Kang in gak ada bedanya…
    sama sama tempramen…

    kalo JONG WOON…aaahhh….. ” mang aneh …..”
    tapi……. so wise……!!!

  4. Jalan pikiran yesung d crita ne. bner2 cerminan pola pikir para oppa deul.
    suju memang benar2 brusaha megubah sampah itu menjadi sesuatu yg berharga dan tak ternilai harganya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s