I Love You And Game

Hai semua…

Setelah hiatus sekian lama tanpa bilang-bilang dulu, akhirnya aku mempublish FF ku yang sebenarnya udah lama banget , FF ini aku buat saat lomba FF di blog : miracleperfection.wordpress.com , tapi karena tanggalnya udah lewat , akhirnya aku putuskan untuk mem publish di FFi , semoga semua nya suka , soalnya sih ni FF gagal banget…

Oh ya , ngomong-ngomong ini Kyu POV

 

NAME            :           I love you and game

Cast                 :           Cho Kyuhyun

Kwan Nara (imagine is YOU!)

Cho Chihoon

Rating             :           AG

Disclaimer       :           Kyu milik emak ama bapaknya , kalau Kwan Nara sih enggak tau deh 😛

Oh ya , aku lupa bilang lagi….

Kalau cerita ini sebenarnya bedasarkan polling yang ada di wordpress pribadi milik author , kalau mau milih masih kebuka kok polling nya ^^ , klik disini kalau mau buka , kekeke~~~

Happy reading ^^*

Seoul 28 Oktober

“Oppa lihat! Bandara Incheon sudah terlihat! Look!” kata Chihoon dengan suara berisiknya membangunkan tidurku , tapi aku sedikit bersyukur karena bukan umma ku yang membangunkan ku.

“Berisik Chi! Kau itu norak sekali sih!” kataku sambil mengucek-ngucek mataku. Dia masih melihat ke arah jendela , aku melirik jam tangan ku dengan malas , sudah jam 8.10 pagi KST , aku bangun dan langsung melakukan olahraga ringan.

”Kau sudah bangun Kyu?” tanya umma , aku melirik umma dengan pandangan kesal , umma sih enak tidak harus pegal-pegal.

”Iya , tapi tidurku sama sekali tidak nyenyak , aku pegal-pegal!”gerutu ku , umma dan appa berbeda kelas saat kami naik pesawat , karena apa? Ya , karena Chihoon! Dia sering sekali melihat-lihat ke arah belakang pesawat , apalagi katanya dia suka mabuk perjalanan selain itu dia tidak ingin duduk bercampur dengan orang dewasa dan dia benci bau wine! Dan karena aku dan Chi sama-sama belum cukup umur dan kami belum memiliki kekuasaan/ kami belum dianggap dewasa , maka kami ditempatkan di kelas ekonomi.

”Kau terlalu mengeluh Kyu! Cobalah menjadi ceria seperti Chi!” kata umma , aku melirik ke arah Chi , dia masih sibuk dengan acara melihat Incheon-nya itu.

”Umma harus mencuci otak ku jika umma mau aku seperti Chi!” dengus ku lagi. Tak lama kemudian , pesawat landing. Setelah kita mengurusi passport dan lainnya , kami menunggu di Arrival Place. Entah apa yang membuat appa dan umma menunggu.

”Kita sebenarnya menunggu apa sih?” gerutu ku , aku ingin sekali melanjutkan tidurku lagi.

”Kita menunggu keluarga Kwan” kata appa singkat , jantungku langsung berdetak 10X lebih cepat , dari kecepatan 10 m/s menjadi 100m/s.Keluarga Kwan , jangan-jangan?

”Jinjaa? Keluarga Nara? Aisssh, kapan mereka datang appa?” tanya Chihoon bersemangat , appa mengganguk kan kepalanya, sedangkan aku langsung duduk di suatu kursi sambil menggingat sesuatu. Kenangan lima tahun yang lalu , kenangan yang tidak akan semudah itu saja aku lupakan.

 

FLASHBACK

Ini terakhir kalinya aku melihat gadis itu , gadis itu masih saja memainkan Nitendo DS nya dengan cuek , Chi menanggis , yah bisa kuakui kalau adik ku itu memang cengeng! Appa dan umma masih bersalam-salaman dengan ahjumma dan ahjumma Kwan, Ahra noona pergi sebentar dengan teman-teman nya, entaj kemana.Aku menunggu dengan kesal kedatangan pesawat yang ternyata ditunda selama 2 jam , Chi masih menanggis matanya kini memerah. Sedangkan gadis yang Chi bilang sebagai teman nya itu masih memainkan Nitendo DS nya sambil sesekali menenangkan Chi. Aku duduk di atas koper. Menggerutu karena kedatangan pesawat yang ditunda sampai dua jam.Sampai ada uluran tangan seseorang , aku menengok dia adalah Kwan Nara , teman Chi!

”Semoga perjalanan mu menyenangkan!” katanya lagi , mungkin dia ingin bilang selamat tinggal tapi bingung untuk bilang apa , aku menyambut uluran tangan itu.

”Thanks” kataku singkat , aku melirik ke arah yang lain , kemana Chi? Atau jangan-jangan dia diculik?

”Mana Chi?” kata ku yang langsung saja berdiri.

”Dia ke toilet , katanya dia tidak ingin kelihatan jelek saat masuk pesawat” kata nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari Nitendo DS nya

”Tapi dia masih kelas 6 SD! Dia tidak boleh jauh-jauh dari orang dewasa!”

”Hey , percaya saja , OK !, Chi tidak akan tersesat!”

”Bagaimana kau bisa yakin hah?”

”Oppa!!! Pesawat nya belum datang ya?” kata Chi yang tiba-tiba datang , matanya masih kelihatan sembab , tapi sudah tidak memerah.

”See?” katanya masih acuh. Aku menarik nafas lega , setidaknya dongsaeng ku satu-satunya tidak hilang.

”Annyeong semuaaaa… ku kira pesawatnya sudah jalan, ternyata belumm” kata Ahra noona entah datang dari mana , Chi langsung menyambut Ahra noona. Aku berjalan gontai ke arah koper, tapi disana sudah ada yang menduduki duluan. Yeoja itu dengan santai duduk di atas koper yang seharusnya kududuki.

”Kau bisa berdiri, aku yang pertama kali duduk di koper itu” kataku sopan , dia langsung mengalihkan pandangan nya dari Nitendo DS nya itu sebentar dan langsung beranjak dari koper itu.

”Naraaaa yaaa… kenapa kau duduk di lantai?” tanya Chi dengan logat nya yang manja

”Ehem, tadi aku diusir oleh oppa mu” katanya singkat, padat dan jelas , Chi langsung melototkan matanya ke padaku dengan tatapan kau-harus-mengalah-pada-yeoja.

Aku langsung meninggalkan koper ku , dan langsung pergi ke Starbucks , membeli sebuah Coffe , dan setidaknya pergi dari hadapan Chi , lagipula pesawat masih lama untuk landing.

”Kau marah padaku huh?” kata sebuah suara di sebelah ku ,dia gadis itu , masih melihat Nitendo nya.

”Kau mau memesan apa?” tanya seorang ahjussi , dia mengalihkan pandangan matanya sebentar.

”Cappucino Latte , blend it but no ice please” katanya mengucapkan sederetan kata bahasa Inggris yang sama sekali terdengar asing di telinga ku.Ahjussi itu langsung mengambil sesuatu dan yeoja itu membayarnya.

Dia langsung mengulurkan tangan nya pada ku , aku melihatnya dengan tatapan yang tidak mengerti.

”Mianhamnida” katanya sambil menatap mata ku , baru kali ini aku melihat matanya secara jelas , matanya seperti mata bayi . Matanya yang kecil itu bahkan kelihatan tidak sanggup menampung kornea nya yang besar.

”Untuk?” tanya ku gugup , jarang sekali aku menatap dan ditatap langsung oleh seorang yeoja , yah kecuali Noona ku dan Chi serta umma ku , apa mereka masuk ke dalam hitungan?

”Yah , bilang pada Chi , yah…sebenarnya aku hanya bercanda , ok? Jangan terlalu dipikirkan” katanya lagi , aku menarik nafas gugup serta meminum moccacino latte ku dengan buru-buru.

”SO?” katanya dengan penekanan , aku menarik nafas pendek lalu mengganguk perlahan , dia tersenyum tipis lalu melihat lagi ke arah Nitendo DS nya. Apakah dia tidak bisa sejenak saja melupakan Nitendo DS nya itu , apalagi ada aku yang sedang diajak nya bicara.

”Kau tidak ingin pergi Cho Kyuhyun ssi?” katanya sambil melihat sebentar ke arahku , aku masih terasa freeze. Dia langsung menarik tangan ku untuk segera pergi.

”Kau tau , jika kau lama-lama , dalam dunia game kau akan dikalahkan , kau tidak boleh lengah” katanya lagi , kali ini sepertinya dia serius berbicara padaku , buktinya tadi dia meninggalkan Nitendo DS nya sejenak dan berbicara padaku.

”Maksud mu apa?” tanya ku yang benar-benar tidak mengerti , dia memberikan isyarat padaku untuk duduk di suatu tempat. Aku menurut saja.

”Kau tau , hidup itu seperti bermain game” katanya membuka pembicaraan nya , dan kali ini membuka Nitendo DS nya , aku melihat ke arah Nitendo DS nya.

”Dalam bermain game , kita membutuhkan tiga hal , strategi, skill dan keseriusan” katanya lagi , dia membuka sebuah game , entah apa itu namanya.

”Kalau kau tidak bisa memikirkan stategi , kalau level mu tinggi sekalipun , kau bisa mati, bahkan kalau level mu masih lemah tapi kau bisa menghindar , kau masih bisa selamat bahkan jika kau sekarat sekalipun” katanya sambil menggerakkan sesuatu , dan entah apa yang membuat ku terhipnotis untuk terus melihat game itu. Orang yang berada disitu menghindar dari kejaran monster dan naik ke atas pohon. Seperti yang dibilang nya tadi, darah nya tinggal sedikit.

”Sebenarnya level ku masih tinggi , tapi aku tidak mau membuang waktu ku untuk melawan nya karena hanya akan menghabiskan darahku” katanya singkat , aku masih melihat ke arah Nitendo DS nya.

”Lalu , skill , jika kau tidak mempunyai level yang cukup tinggi untuk melawan musuh mu , sebaiknya kau berlatih untuk menaikkan level mu daripada mengulangnya dari awal” katanya lagi , masih memainkan Nitendo DS nya. Aku mengganguk saja , yeoja itu pintar sekali saat bermain , melawan musuh dengan tipuan dan mengatur strategi seolah dialah yang merancang permainan itu.

”Setelah itu sekaligus yang terakhir, keseriusan , sekalipun kau diganggu oleh orang disebelah mu , tapi kau masih tetap fokus , maka kemungkinan mu menang besar” katanya lagi , dan langsung mematikan Nitendo DS nya.

”Jadi?” kata ku lagi , dia memasukkan Nitendo DS nya ke saku jaket nya. Dia langsung menatap ku lagi.

”Jadi , apa?” tanya nya sambil menaikkan alisnya sebelah.

”Maksud pembicaraan mu tadi , aku sedikit terkesan tapi yah, aku sama sekali tidak mengerti maksud mu” kata ku menggaruk-garuk kepalaku. Dia melihat ku sejenak dan langsung tertawa kecil.

”Mianhae, itu kebiasaan ku , jika aku sedang bersemangat maka aku akan menghubungkan semuanya dengan game”katanya lagi. Aku menggaruk kepalaku lagi.

”Ehemm, tapi yang aku bicarakan tadi ada arti nya Cho Kyuhyun ssi” katanya lagi.

”Bisa kau jelaskan apa yang kau maksud tadi?” tanya ku lagi , masih tidak mengerti. Dia menatap ku seakan-akan aku orang bodoh dari planet lain.

”Ummaaa!!! Kyu oppa ada disini!” teriak Chi , dan umma dan appa langsung melihat ku seakan-akan mereka akan menerkam mereka. Tapi mereka langsung tersenyum manis begitu melihat Nara.

”Nara – ya ? Kau ada bersama Kyu? Wah , kalau begitu aku tidak perlu khawatir” canda umma , Nara hanya tersenyum tipis.

”Kyu , ayo kita berangkat , sebentar lagi pesawat sudah take off” kata appa. Aku mengganguk dan melihat ke arah Nara , dia sekarang tidak sibuk memainkan Nitendo DS nya , kali ini memeluk Chi dan Ahra onnie dengan hangat.

Seseorang menepuk pundak ku, dia Nara ”Kau harus mencari tahu arti kata  yang ku ucapkan itu!” katanya lagi dan langsung berlalu , Chi menarik ku supaya aku menariknya.aku melepas tangan ku dari Chi.

”Nara-yaaa apa nama game itu?” teriak ku sambil bertanya , appa melototkan matanya padaku dengan pandangan kau-itu-bikin-malu , Nara menoleh sejenak lalu berteriak

”Saat kau kembali kau harus tau nama game itu!!!”

FLASHBACK END

Sekarang aku tau nama game itu , game itu Mario Bros. Game yang cukup lama , tapi terkadang masih sering aku mainkan, dan aku masih menggingat ’nasihat’ nya itu, tapi sama sekali tidak mengerti sampai sekarang apa yang dia katakan.

”Nara-yaaa!!” teriak Chi , padahal Chi tepat berada di sebelah ku , dia bisa membuat ku tuli mendadak! Runtuk ku kesal dalam hati , aku mengalihkan mata ku ke arah Chi pergi. Dia Nara? Yeoja itu bahkan tidak berbeda saat terakhir kali aku melihat nya , masih dengan jaket walaupun kini jaket itu berbeda dengan yang dulu, tapi dia masih terlihat cuek , aku mempehatikan gerak-gerik nya sejenak. Dia memasukkan sesuatu yang ku perkirakan PSP ke sakunya.

”Nara – yaaaa, aku kangen sekali dengan mu!” tanya Chi dan langsung memeluk nya , dia membalas pelukan itu dengan hangat.

”Mana orang tua mu , Nara-ya?” tanya appa lagi , Nara hanya tersenyum kecil.

”Mereka masih di Jepang ahjussi, ngomong-ngomong dimana Ahra onnie?” tanya Nara. Kali ini sepertinya dia belajar untuk tidak memainkan game saat berbicara dengan orang.

”Ahra mengambil Sastra Perancis di Université de Cergy-Pontoise, Paris” kata appa. Nara hanya tersenyum singkat , sebenarnya banyak yang ingin aku bicarakan dengan nya, tapi aku tau kalau appa paling tidak suka saat dicela saat bicara, maka untuk saat ini aku lebih memilih diam.

”Jadi , aku akan mengantar kalian sampai ke rumah kalian , atau kalian mau jalan-jalan ke Korea dulu , banyak yang berubah di Korea saat kalian pergi” katanya hangat, appa berbicara padanya dan umma langsung menyuruh ku untuk mengambil koper ku , begitu juga dengan Chi.

 

@@@

”Jadi, ahjussi ingin pulang kerumah?” tanya Nara, dia masih fokus menyetir, appa masih melihat apa kah anggota keluarga kami sudah masuk mobil semua.

”Ne , Nara- ya , lain kali saja , bagaimana dengan sekolah di Korea, apakah Chi bisa sekelas dengan mu?” tanya appa. Setelah semua koper kami naik , Nara menjalankan mobil nya menuju sebuah tempat yang ku sebut ’rumah’.

”Ne , karena saat ini bersamaan dengan penerimaan murid baru di Korea, jadi kemungkinan besar dia masih bisa masuk ahjussi” kata nya, sambil mengemudikan mobil , aku menurunkan jendela mobil, menghirup udara bebas Korea.

”Bagaimana dengan mu Kyu , kau benar-benar ingin kuliah di Korea?” tanya appa.

”Ne appa” kata ku singkat, masih melihat dan menghirup dari jendela mobil. Aku melirik ke arah appa sejenak melalui kaca spion , appa terlihat lelah, padahal dia sudah tidur di kelas business dibandingkan dengan aku yang tidur di kelas ekonomi! Nara sepertinya melihat ke arah ku dan tersenyum singkat, aku langsung membuang muka ku menuju ke jendela lagi. Ada apa dengan ku , aku seharusnya membalas senyuman nya! Ada apa dengan ku?

“Chi mungkin bisa sekelas dengan ku ahjussi , kapan Chi mau masuk sekolah?” tanya Nara dengan ramah. Berbeda dengan Nara yang ku kenal dulu , dia kali ini lebih ramah dan lebih mudah tersenyum.

“Nara- ya , kapan-kapan antar ahjumma melihat-lihat ya” pesan umma, dia sepertinya masih berusaha ramah dengan Nara.

“Ne ahjumma” katanya singkat sambil memarkirkan mobil, saat ini aku sudah sampai di rumah kami. Sebenarnya rumah kami tidak sebesar rumah Nara, terkadang aku juga bingung kenapa Chi bisa berteman dengan Nara yang bisa dibilang sangat kaya itu. Rumah kami biasa-biasa saja, hanya ada satu garasi yang memuat satu mobil dan taman kecil di sebelah nya dan teras. Nara membuka pintu untuk kami semua, kami semua langsung menghambur keluar, appa dan aku melihat-lihat keadaan rumah kami setelah 5 tahun kami tinggalkan. Aku melirik ke arah garasi, Nara , umma dan Chi sedang mengeluarkan barang-barang. Appa memberi isyarat padaku untuk membantu mereka. Aku menurut saja.

“Chi , mana barang-barang ku?” tanya ku, Chi sedang kerepotan membawa barang-barang nya, memang sih salah Chi , kenapa dia membeli begitu banyak barang saat mau pulang ke Korea.

“Disitu” kata Chi sambil memberikan isyarat ke arah garasi mobil, aku melihat Nara, ya yeoja itu lagi , sedang membawa barang-barang ku.

“Eheem…” kata ku berusaha terbatuk-batuk, dia melihat ke arah ku , tatapan nya masih sama , pandangan yang diberikan nya masih sama.

“Wae? Kyuhyun ssi?”kata nya sopan , aku menunjuk ke arah barang-barang ku.

“Eh, itu barang-barang ku” kata ku lagi, dia langsung menyerahkan koper dan kardus serta box-box yang lain.

“Mau kubantu?” tawarnya lagi , aku mengganguk , dia langsung membawa box-box itu dan mengantar nya ke kamar ku.

“Masih sama seperti dulu” gumam nya lagi, aku melirik ke arahnya , dia masih melihat rumah ku.

“Sudah 5 tahun ya? Pantas berdebu” katanya singkat dan menaruh barang-barang ku. Aku berpura-pura batuk untuk memberi tanda kalau aku ada disini.

“Nara-yaaa…. bantu aku membuka koper ku!!!” teriak Chi merusak suasana lagi , Nara tersenyum tipis padaku dan permisi pergi.

Aku menghempaskan tubuh ku ke kasur, kasur itu sudah berdebu sekarang. Aku menengok bagian belakang tubuh ku , sekarang tubuh ku sudah kotor , aku langsung membuka baju ku dan mengganti nya dengan yang baru. Aku menengok sebentar ke arah pintu, Nara berdiri mematung melihat tubuh ku.

“Ehm… maaf bukan aku lancang, aku hanya mengambil dompet ku yang tertinggal” katanya sambil mengambil dompet nya itu. Dan segera pergi dari hadapan ku , aku segera memakai kaus ku lalu menutup pintu kamar , membersihkan sebentar kasur ku dan langsung menenggelamkan tubuh ku ke kasur.

Nara . Dia gadis yang lucu. Tidak berubah sama sekali , masih suka bermain game . Aish ada apa dengan ku , kenapa dari setadi aku memikirkan gadis itu , ada apa dengan ku , memang aku sudah beberapa kali menyukai yeoja , tapi entah kenapa dengan gadis itu aku merasa aku harus menang. Ada apa dengan ku?

Apa aku menyukai Nara?

Advertisements

30 responses to “I Love You And Game

  1. waaaa~ jadi biang ke’abnormalan’nya kyu selama ini adalah nara yak? ckckck…
    iya deh, kayaknya kyu emang udah suka tuuuh… ngaku aja kyu. kkk~ ^^
    ikut protes kayak reader yg lain ah #PLAK, iya ini harus dibikin sequel nih. ayo thor, bikinin yak ^^

    nice FF chingu ^^

  2. Kyaaaaaa…..grA” nara toh skrng naempyeon ku jdi gamers sJti….pkK’x ak mNta prtnGgng jWban’x grA” nara kyu Lbh care nd cinta ma PSP ktmBng ma ak#plaaaaak(bWt sequel’x duoNk author~please¤BOW 90 derajat¤

  3. kekeke~~~
    Lanjutan nya hari Rabu semuanya
    Makasih buat yang udah baca , comment dan like
    Makasih juga buat yang baca aja…
    Aku harap nanti ada yang ngasih masukan buat aku karena aku masih dibilang baru disini
    Annyeong!

  4. Hmm, ne.. kamu suka nara =] *sotoy*
    LANJUT y 🙂

    kyu emank SEKSEEH o-0 *ngiler*
    abs triplek ^_~
    ud ga aneh pst ama solmet’a si gem *game mksd’a*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s