I’M NOT CINDERELLA X [ENDING – INTRO]

Author : Ocha Syamsuri

Cast : Lee / Cho Eunhye

Cho Kyuhyun

Kim Soohyun

Support cast : Super Junior

Genre : Romance

Rating : BO (Bimbingan Orang Tua), PG-12

Disclaimer : semua cerita hanya karangan aku, hanya imajinasi aku sebagai fangirl yang cuma bisa ngayal aja. so, just for fun guys

POV : semua cerita di ambil dari sudut pandang Eunhye

Poster and Thank’s To : Rara a.k.a cutepixie

“Jika hidup bersamamu adalah pilihan terbaik, akankah aku akan hidup bahagia disampingmu?.” Ocha Syamsuri

Baca dulu : Part IX

***

I’M NOT CINDERELLA

***

Aku memperhatikan arsitektur dan perabotan rumah ini secara seksama. Semua yang ada disini tidak ada yang berubah, semua masih sama saat pertama kali aku meninggalkan rumah ini dan pindah ke rumah keluarga Cho. Aku kembali menyusuri rumah setelah puas memandangi perabotan yang berada di ruang tamu. Eomma itu sangat menyukai Negara-negara Eropa, makanya tak heran jika arsitektur serta perabotannya rumah ini lebih condong ke gaya Eropa daripada Korea. Bahkan kamar eomma dan appa bergaya seperti kamar putri-putri kerajaan Eropa di masa lampau.

Aku menggenggam knop pintu kamarku, setelah tarikan nafas yang ketiga aku menarik knop pintu kamarku dan mendorongnya ke dalam. Senyumku berkembang manis di wajahku saat melihat suasana kamarku yang tidak berubah satu inchi pun. Aku membaringkan tubuhku di atas ranjang, aku memandangi langit-langit rumah, lukisan-lukisan awan yang berada di langit-langit kamarku itu sudah ada sejak aku kecil. Menurut appa, eomma-lah yang melukisnya disaat aku berusia tiga tahun atau tepat sebelum aku pindah di kamar-ku sendiri. Sebelumnya aku tidur di kamar kedua orang tua-ku. Walaupun eomma selalu menyunjung tinggi khas eropa, dia tetap mengurus dan membesarkanku khas orang tua Korea.

“Bagaimana sayang? Apa kau puas memandangi rumah ini?”

Lee ajuhssi berdiri di ambang pintu dengan gaya khasnya, dengan kedua tangan masuk di saku celananya dan menyender di pinggir pintu.

“Semua sama persis seperti sebelum aku keluar dari rumah ini. Dan ranjang ini, bahkan seprai-nya pun sama seperti setahun yang lalu. Apa ajuhssi tidak menggantinya?”

“Tentu saja uncle menggantinya, hanya saja uncle menggantinya sama persis dengan seprai-mu yang dulu. Bukankah kau sangat menyukai seprai warna pink dengan gambar tokoh-tokoh kartun lucu.”

“Ne.”

Aku beralih menuju ke lemari pakaianku, semua koleksi pakaianku lengkap tanpa berkurang sedikit pun. Sepatu-sepatu cantik-ku pun berjejer rapi di dalam lemari khusus yang disediakan khusus oleh appa saat aku menginjak usia lima belas tahun. Sudah menjadi gadis dewasa, itulah alasan appa saat aku menanyai alasannya mengapa ia membuat lemari khusus yang penuh dengan sepatu beragam model.

Aku menutup pintu lemari sepatu-ku dan mendekati ajuhssi. “Ajuhssi, apa kau tidak keberatan untuk menceritakan secara detail kenapa aku bisa di jodohkan dengan putra bungsu dari keluarga Cho?”

Ajuhssi hanya tersenyum, “Of course sayang, uncle akan menceritakan semuanya. Sambil minum teh, gimana?”

****

Aku menyesap teh hijau-ku, dan ini adalah cangkir ketiga-ku, peneman setiaku sambil mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut ajuhssi.

“Chankkam, apa yang ajuhssi maksudkan dengan seharusnya aku tidak menikah secepat ini dengan putra bungsu keluarga Cho itu?” aku menyela omongan ajuhssi. Aku masih tidak mengerti dengan maksud pembicaraan ajuhssi mengenai ‘tidak seharusnya aku cepat menikah dengan Cho Kyuhyun’.

Ajuhssi menghela nafasnya, “Kalau uncle bicara dengan jujur, apa tidak akan menyakiti hatimu?”

“Bicaralah dengan jujur ajuhssi, aku akan mendengarnya dengan baik.”

Ajuhssi menghela nafasnya lagi dan mulai bercerita kembali. *)

****

“Jadi bagaimana sayang? Apa kau akan tetap meneruskan pernikahan konyol-mu atau kau ikut ajuhssi ke Amerika?”

“Tapi saat ini aku masih berstatus istri orang, ajuhssi.”

“Kau bisa bercerai dengannya kalau kau mau.”

“Ajuhssi..” Aku tidak habis pikir dengan apa yang ada didalam pikiran ajuhssi. Bercerai dengan Cho Kyuhyun? Apa aku sanggup?

“Atau kau bisa diam-diam pergi darinya, dan kau  bisa mengirimkan surat cerai ke suami-mu itu kapanpun kau merasa siap.”

Aku meremas tanganku, seketika segulir keringat mengalir di sela-sela pori kulit telapak tanganku. Pilihan yang ditawarkan oleh ajuhssi sangat menggiurkan, dan tentunya dapat menjamin masa depanku. Tapi permasalahannya adalah, apakah keputusanku dalam memilih pilihan itu tepat ataukah nantinya hanya akan lebih menyakiti hatiku.

Aku tahu jika aku tidak ada alasan lagi untuk bertahan di sisi Kyuhyun. Ia menamparku, dan berulang kali menyakiti perasaanku. Jika Kyuhyun benar seperti apa yang di katakan oleh Ajuhssi, mengapa ia masih saja bersikap seperti itu? Dan Victoria, mengapa ia lebih memilih untuk melindungi wanita itu dibanding aku? Apa karena aku ini adalah seorang istri yang tak pernah ia sentuh makanya ia tak pernah menganggapku sebagai istri yang sesungguhnya?

“Jika aku ikut Ajuhssi ke Amerika, aku pergi dengan membawa luka yang besar. Ijinkan aku menyembuhkan lukaku, setidaknya ijinkan aku mengeringkan luka ini dulu, baru aku memutuskan akan ikut Ajuhssi atau tidak.”

Ajuhssi menganggukkan kepalanya semangat, “Keureom, dan Ajuhssi pastikan kau akan ikut Ajuhssi ke Amerika, Eunhye-ah.”

“Hal itu akan aku pikirkan lagi setelah aku mengeringkan luka-ku ajuhssi.”

“Sekarang kau mau bagaimana? Tinggal disini atau kembali menginap di rumah lelaki yang bernama Soohyun itu? Atau kau ingin kembali ke rumah ‘suami’-mu itu?”

Aku menundukkan kepalaku, mencari jawaban yang sekiranya tepat untukku dan hatiku. “Mungkin aku akan kembali ke rumah-ku.”

Entah bagaimana akhir dari keputusanku itu, aku harap semuanya akan berdampak baik bagi hatiku.

****

“Kau akan kembali ke rumah itu?”

Pertanyaan itu terus meluncur dari mulut Soohyun. Dari raut wajahnya sepertinya ia sangat penasaran dengan keputusanku yang memutuskan untuk kembali ke rumah-ku. Soohyun pasti mengira ada yang tidak beres di otak-ku, tapi sungguh, keputusanku untuk kembali semata-mata hanya tidak ingin terus-menerus menghindar. Bukankah ia sendiri yang bilang jika aku tidak boleh terus menghindar dari Kyuhyun?

“Aku tidak seharusnya menghindar seperti ini Soohyun-ah. Bukankah kau sendiri yang mengatakan seperti itu?”

Soohyun masih mengamatiku yang sedang merapikan pakaianku kedalam koper. Aku terus menjejali koper itu dengan pakaianku, sementara Soohyun masih melemparkan berbagai pertanyaan mengenai keputusanku.

“Apa jangan-jangan kau begitu menyukaiku, makanya kau bersikeras ingin aku tetap tinggal disini Soohyun oppa?” Godaku.

Soohyun mengerjapkan matanya, ia mungkin tidak menyangka jika aku melemparkan pertanyaan yang tentunya membuat ia mati kutu dan tidak bisa membalasnya.

“Ahh, ternyata kau benar-benar menyukai-ku ya?” Tanyaku lagi setelah melihat reaksinya yang masih terdiam.

Soohyun menggelengkan kepalanya pelan dan tertawa kecil, “Dasar bocah! Ya~ jangan pernah menggodaku seperti itu lagi.” Kemudian nada suaranya berubah menjadi serius, “Aku memang sangat menyukai-mu Eunhye-ah, tapi aku tulus menyukaimu. Aku menyukaimu tanpa sekalipun memintamu untuk berusaha membalas perasaanku. Aku menyukaimu apa adanya.”

Kata-kata Soohyun sedikit menyadarkanku jika selama ini aku salah. Aku kira dengan aku tulus mencintai Kyuhyun, aku berharap jika suatu hari Kyuhyun akan balik mencintaiku. Aku salah, seharusnya aku tidak boleh terlalu berharap. Rasa sakitku selama ini ternyata akibat dari rasa harapanku yang amat besar, dan aku akan merasa sakit jika mengetahui perasaan Kyuhyun tidak sesuai dengan harapanku.

Tulus mencintai itu dimana aku tidak boleh mengharap sedikitpun perasaanku dibalas, namun selama ini aku salah. Aku selalu berharap Kyuhyun membalas perasaanku.

Ini salahku, semua salahku.

****

Berantakan. Itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan rumah ini. Entah apa yang diperbuat Kyuhyun sehingga ia membiarkan keadaan rumah berantakan seperti ini. Pakaian kotor berserakan di lantai, debu dimana-mana, piring-piring kotor berhamburan. Jika didiamkan lama sedikit saja, mungkin orang-orang mengira rumah ini seperti rumah yang berada di film-film horror nan menakutkan itu.

Aku menaruh koperku kedalam kamar tamu, lalu bersiap untuk berperang melawan kotoran (?) untung saja gips kaki-ku sudah dilepas beberapa hari yang lalu, sehingga bisa membuatku lebih bebas berkarya (?) dalam membersihkan semua aib yang berserakan di rumah ini.

Aku memulai pekerjaanku dari dapur, piring-piring kotor dan makanan yang masih melekat di piring itu sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap. Segera saja ku cuci semua piring dan membersihkan dapur yang sangat menjijikkan jika aku mendefinisikan bagaimana keadaan sesungguhnya.

****

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur setelah semua pekerjaanku selesai. Entah apa yang diperbuat oleh namja setan itu sehingga membuat rumah berantakan seperti ini. Apa ia berniat ingin menyiksaku makanya ia membiarkan rumah dalam keadaan yang menggenaskan? Jika iya, maka terkutuklah ia menjadi pohon mangganya pak Bambang (?)

Aku kembali bangun dari tidurku saat kudengar suara mesin mobil di garasi rumah. Segera saja aku berlari ke dapur dan menghangatkan sup kimchi goreng (?) yang kubuat tadi. Kyuhyun pasti belum makan malam. Dari berita yang kulihat di fanbase-fanbase Super Junior, setelah Super Junior M menyelesaikan kegiatannya di Taiwan, mereka kembali disibukkan dengan persiapan album kelima mereka dan berbagai kegiatan individual lainnya, dan Kyuhyun kebagian jadwal super mematikan itu.

Aku baru saja hendak mengaduk sup kimchi goreng (?) saat aku ingat sesuatu. Benar juga, aku kan lagi dalam keadaan ‘marah’ dengannya, kenapa aku malah berbaik hati membersihkan rumah dan memasakkan ia makanan? Seharusnya ia yang melakukan ini semua untuk membujukku agar aku tidak marah lagi. Aishh, bodohnya aku ini.

Saking seriusnya aku bergulat didalam pikiranku sampai aku tidak sadar Kyuhyun sudah berada disampingku dan mematikan kompor.

“Sup itu akan meledak jika hanya kau pandangi seperti itu terus.” Ujarnya.

“Kyu-Kyuhyun..” Gagapku, dan cepat-cepat aku mundur tiga langkah darinya sebelum ia berhasil menangkap tanganku dan menarikku kedalam pelukannya.

“Katakan ini bukan mimpi Eunhye-ah, katakan ini bukan khayalanku saja. Kau benar-benar kembali ke rumah ini.”

“Kyu.. Sesak.. Kau memelukku terlalu erat.” Aku melepaskan pelukannya namun percuma, ia malah makin mengeratkan pelukannya.

“Aku merindukanmu Eunhye-ah, sangat merindukanmu, jeongmal bogoshipo.”

Tanganku sontak berhenti yang awalnya ingin memukul punggungnya. Apa yang ia katakan tadi? Ia merindukanku?

“Berjanjilah kau tidak akan pergi menginggalkanku seperti kemarin.”

Kyuhyun mengelus punggungku dan membenamkan wajahnya di leherku. “Berjanjilah, Eunhye-ah.”

****

Dan Kyuhyun pun bercerita jika ia hanyalah bersahabat dengan wanita bernama Victoria itu. Sebenarnya ia juga dekat dengan beberapa artis wanita di SMent, tapi karena image Victoria-lah yang membuat ia berani mempublish-kan kedekatan mereka. Jika ia tertangkap kamera ia dekat dengan artis wanita SMent lainnya, maka akan terjadi spekulasi yang berlebihan dikalangan fans dan sparKyu. Makanya ia lebih nyaman bersahabat dengan Victoria dibanding yang lain.

Victoria memang dikenal dengan image-nya yang lembut seperti malaikat, makanya para sparKyu tidak mempermasalahkan kedekatan mereka. Apa jadinya jika Kyuhyun ketahuan bersahabat dengan Jessica yang terkenal dengan ‘ice princess’nya? Pastinya akan terjadi keributan dikalangan para ELF dan sparKyu. Kedekatan mereka pun terjadi berkat campur tangan perusahaan, apalagi perusahaan ingin mempromosikan sang maknae Super Junior ini, makanya gosip satu persatu antara Kyuhyun dan artis wanita lainnya berhembus. Yah, cara promosi tanpa mengeluarkan uang banyak namun menguntungkan bagi perusahaan.

Tapi aku sedikit kasihan dengan Kyuhyun, karena agensi mereka yang terlalu berniat mempromosikan dirinya sehingga menyebabkan Kyuhyun mendapatkan jadwal mematikan. Ia tidak seperti dulu yang hanya menerima satu atau dua pekerjaan di satu minggu, namun saat ini hari-harinya di penuhi dengan kerja dan kerja.

“Dan soal tamparan itu..”

Badanku menegang ketika ia kembali menyinggung soal tamparan itu.

“Mianhae Eunhye-ah, jeongmal mianhae.”

Aku menghirup udara sedalam-dalamnya, setidaknya aku perlu pasokan oksigen yang cukup. “Tidak perlu Kyuhyun-ssi. Tidak perlu.”

Kyuhyun kembali memelukku. “Sampai mati-pun aku tidak pernah berniat untuk menyakitimu Eunhye-ah.”

Aku memejamkan mataku, aku hanya perlu bersikap tegas, bukankah niat awal aku kesini karena aku ingin menyembuhkan luka ini?. “Kau menamparku karena wanita lain Kyuhyun-ssi. Dan itulah alasan kenapa aku pergi darimu.”

Pelukan Kyuhyun menegang, aku dapat menangkap sinyal-sinyal kegugupan darinya.

“Qiannie itu hanyalah sahabat dekatku, Eunhye-ah. Tidak lebih.” Ujarnya setelah meneguk air liurnya beberapa kali.

“Dimataku kau tidak menganggapnya seperti itu Kyuhyun-ssi. Kau lebih memilih wanita itu dibanding aku. Kau tidak ingin ia terluka, sementara kau merasa tenang jika melihatku terluka. Didalam lubuk hatimu paling dalam kau sangat menyukai Victoria eonni.” Aku melepaskan pelukannya kasar dan menatapnya nanar, “Jika dia sahabatmu, kau pasti lebih memilih menyelamatkanku dibandingkan wanita itu. Kau sudah dengar kan kalau aku terjatuh sekali lagi maka aku tidak akan bisa menggunakan kakiku untuk jangka waktu yang lama? Dan disaat kau menamparku, aku terjatuh kembali, apa yang kau lakukan? Kau malah mengucapkan kata-kata kasar kepadaku. Kau tidak lebih dari hewan mengerikan yang mempunyai hati yang jahat Kyuhyun-ssi.”

Aku menolak tangannya yang hendak menarikku kedalam pelukannya lagi, aku berdiri dan menjauh beberapa langkah darinya. “Aku tidak menyangka kenapa sampai saat ini aku masih saja terus bersabar dan bertahan di sisimu. Kurasa perceraian adalah solusi yang tepat untuk masalah yang kita hadapi saat ini.” Ucapku sebelum aku menuju kamarku dan menguncinya.

Aku menghempaskan badanku keatas kasur dan membenamkan kepalaku ke balik bantal agar dapat meredam suara yang ditimbulkan oleh tangisanku yang semakin mengeras.

Hatiku sedikit lega karena semua yang aku pendam telah keluar semuanya seperti lava panas yang terpendam di gunung merapi selama beberapa ratus tahun. Sebenarnya apa tujuannya menikahiku lebih cepat dari apa yang tercantum didalam surat wasiat mendiang kedua orangtuaku? Dia mencintaiku? Tapi kenapa ia bertingkah seolah tidak membutuhkanku?

****

TBC~~

HAHAHAHA~

Intro-nya dulu ya :p full partnya aku post dua mingguan lagi, setelah urusan perkuliahan aku selesai. Soal ending-nya, ehmm mungkin akan sangat jauh dari happy ending, tapi kagak sad ending juga sih. Tapi… Ahh, gak tau deh. Lets see ^^

Aku sengaja ngepost intro-nya dulu buat ngobatin kangennya kalian ke FF super nista ini. Kekekeke~

*) Itu akan di jelaskan di FF You’re My Cinderella

**) Itu kabar yang aku dapat setelah ngobrol dari beberapa ELF korea. Kata mereka, kedekatan Kyuhyun dengan Victoria eonni, SeoHyun, dan beberapa gossip lainnya itu hanya untuk menaikkan popularitas Kyuhyun. Yaa seperti kasusnya Jjong lah ^^ aku gak tau bener atau kagak, semua itu aku dapat setelah ngobrol-ngobrol dan nongkrong-nongkrong di forum ELF internasional dan Korea.

***) Soal perjanjian antara ELF dan sparKyu untuk menutupi gossip yang terjadi diantara member SJ, itu emang ada ^^ para ELF sering banget menutupi para oppadeul yang ketahuan lagi dekat atau apa dengan artis cewek atau cewek lainnya. Contohnya kasus G.NA dan Eunhyuk, kami (para ELF) sudah mengetahui kabar itu dari dulu, dan kami tutupi serapat mungkin agar Eunhyuk gak terkena skandal, apalagi saat itu G.NA baru debut. Dan beberapa bulan yang lalu akhirnya keluar deh kabar kedekatan mereka ^^ aku gak tahu mereka pacaran beneran atau kagak, yang pasti kabar yang aku dapat, mereka deket. Kekekeke~

Buat yang merasa aku ini sombong karena gak mau follback atau balas mention. Errr, aku harus bersikap bagaimana lagi TT.TT aku ini sibuk banget. Sekarang-sekarang aja aku udah jarang twitteran. Waktu aku banyak dihabiskan untuk urusan kuliah dan les.

Tapi bukankah aku udah berusaha untuk membalas pertanyaan kalian? Err, jujur aja aku ini bukan tipe yang mudah deket ama orang TT.TT aku agak canggung untuk ngobrol terlalu sering ama orang yang baru aku kenal. Walaupun itu sebatas didunia maya. Aku harap kalian ngerti dengan sifat dan karakter aku. bukannya aku merasa sok artis atau apa TT.TT

Pokoknya itu deh alasan kenapa aku jarang ngefollback orang ^^ FOLLOW TWITTER AKU HANYA KARENA KALIAN MERASA AKU PANTAS UNTUK DI FOLLOW, BUKAN KARENA MENGHARAPKAN FOLLOW-BACK DARI AKU ^^

KEEP RCL …

Nb : Oh ya, aku lihat-lihat ada beberapa AUTHOR yang ngeprotect FF-nya untuk menghindari SILENT READERS. Ehmm, buat SIDERS FF aku, apa part endingnya nanti sebaiknya aku PROTECT juga ya? Kalau kalian tetap menjadi SIDERS, gak tertutup kemungkinan aku akan memPROTECT ending dari FF ini ^^ Kalian sudah mengetahui dengan amat jelas kan bagaimana susahnya meminta Password FF dari aku? keputusan di PROTECT atau kagak FF nista ini, tergantung dari jumlah SIDERS yang tobat ^^

PIPIS, LOVE AND G4HO3L

387 responses to “I’M NOT CINDERELLA X [ENDING – INTRO]

  1. kirain beneran ending ternyata belum sepenuhnya….
    oke lanjutannya dimana ya? saya penasaran akut ini kemana kisah mereka akan berlabuh kemudian /eciyeh/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s