[Chapter 6] Truth or DARE?! (My Pink Fairy)

Author : Choi Seunhye

Main Casts : Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin

Other Casts : Park Jungsu, Kim Ryeowook, Kim Joongwon, Im Yoona

Rating : PG-15

Super Romance, *unknown* (u can find it by urself), Chaptered, AU

 

Anneyeonghaseo! Seunhye imnida ^^~

Aku membawa lanjutan FF lalu. Mianhamnida telat ya 😥 . Yak! Dipilih-dipilih!!! *gaya pedagang pasar* SeoKyu atau SeoMin atau KyuYoon ? Yoona vs Seohyun vs Kyuhyun vs Sungmin. Hahaha…

————————————

previous part : chapter 1 | chapter 2 | chapter 3 | chapter 4 | chapter 5

happy reading, readers ^^~

Cerita lalu…

 

“Mungkin, ini memang terlalu cepat, tapi, mulai besok kau akan mendapat pelajaran tentang perusahaan sedikit demi sedikit dari Jungsu Ajussi,”kata Ibu Seohyun.

^^^

“Apa?! Dare?!”tanya Seohyun dengan tatapan bingung. Kyuhyun hanya diam.

“Jadi?! Kau mendekatiku karena aku daremu? Kau gila!”kata Seohyun dan plakkk! Ia menampar pipi Kyuhyun dan berjalan masuk ke dalam.

Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara pintu mobil yang baru dibanting. Ia berbalik badan dan melihat seorang pria berjalan ke arahnya.

“Ada apa ini, Seohyun?”tanya pria tersebut dan melihat ke arah Kyuhyun yang masih diam tidak bergemin di tempatnya.

“Kau?!”

Seohyun menoleh ke arah Jungsu Ajussi,”Jungsu Ajussi~, kau mengenalnya?”tanya Seohyun. Jungsu ajussi mengangguk.

“Kau! Kau anak dari pemilik perusahaan yang sudah mengalahkan perusahaan hyungku dan yang sudah membuatnya sakit!”

 

^^^

 

Hari ketujuh

 

Kyuhyun’s POV

Sepanjang malam, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Baiklah, aku kalah telak di tantangan kali ini! Tapi, yang membuatku lebih telak lagi, Seohyun akan membenciku!! Tapi, apa salahku? Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena sepenuhnya, yang sudah membuat semua ini adalah appa!!

Aku melirik jam dinding yang sudah menunjukkan angka tiga. Mataku sudah berat, tapi aku sama sekali tidak memiliki keberanian untuk memejamkan mata ini.

“Anni~. Aku juga punya salah…”

Aku hanya bisa berbolak-balik, bolak-balik dan tidak bisa tidur. Memejam mata, namun wajah Seohyun yang terlintas.

Hingga akhirnya aku pun tertidur dengan sendirinya.

*

Seohyun’s POV

“Jungsu Ajussi… Jungssi ajussiyo?”panggilku. Aku bersiap-siap untuk pergi sekolah namun rumah benar-benar sepi. Dan hari ini ajussi yang berencana untuk mengantarkanku. Tapi kemana dia?

“Ajussi?”panggilku dan menaikki tangga ke lantai dua. Namun, langkahku berhenti ketika bel rumah berbunyi. Seketika, aku mendapat feeling yang buruk. Tapi, kuterkuskan saja langkahku menuju pintu depan.

“Anney- Kau?!”

Aku melihat manusia yang sedang tidak ingin aku lihat berada di depan wajahku dengan senyum menjijikkannya yang membuatku ingin memuntahkan sarapan yang baru saja aku makan sepuluh menit yang lalu.

Ia tersenyum padaku,”anneyeong, Hyunnie~”

Aku hanya menatap malas ke arahnya dan juga sudah membenarkan firasat buruk yang baru saja aku rasakan.

“Mau apa kau?”tanyaku.

Wajahnya masih tersenyum cerah,”eits. Sopan sedikit dong. Gunakan sapaan hormat.”

Aku mendengus melihat senyumnya yang seperti malaikat melindungi bos iblis di baliknya. “Mau apa?”tanyaku mengulang pertanyaanku.

“Kesekolah bareng?”tawarnya.

Aku menggeleng,”annio~. Gomapta,”jawabku singkat dan mencoba menutup pintu.

“Eits! Tunggu dulu!”larangnya menahan daun pintu yang ingin segera aku tutup.

“Ada apa?”tanyaku dengan emosi yang sudah mulai memuncak. Aku menghela nafas tanpa menunggu jawaban darinya dan langsung berbalik badan untuk mencari Jungsu Ajussi yang entah menghilang ke daerah mana.

“Ajussi!!!”teriakku yang menggema di seluruh rumah.

“Ajussi ya~!”teriakku sekali lagi. Tapi, tidak ada yang menyahut. Baru aku akan melangkahkan kaki untuk menaiki tangga, si anak jelek dengan senyum menjijikkan ini muncul menahan langkahku. Aku menoleh ke arahnya.

“Ono opo?!”tanyaku dengan bahasa Jawa yang sudah pasti aku jamin beribu-ribu permil dia tidak akan mengerti.

Aku melihat reaksinya yang memuncullkan mimik wajah bingung dengan mengangkat alis kanannya.

“Nde? Kamu ngomong apa?”tanyanya. Tak bisa ditahan, aku tersenyum juga. Dan seketika hatiku sedikit luluh. Padahal sebenarnya aku masih marah. Tidak marah besar sih.

Aku langkahkan kakiku menuruni tangga diikuti tarikan tangan dari Kyuhyun. Setelah keluar, aku memasang sepatu dan menutup pintu luar dan pintu pagar dengan rapat. Lalu, aku berjalan bersisisan dengan orang ini. Tepatnya, kami berjalan di dua sisi jalan. Aku di sebelah kiri dan ia di sebelah kanan jalan. Dan tentu saja dalam keadaan diam. Saat berjalan pun aku merasa ia hanya melihat lurus namun juga sering-sering mencuri pandang ke arahku. Lalu, ia akhirnya berjalan mendekatiku dan akhirnya benar-benar disampingku meski tetap ada jarak diantara kami.

“Hyunnie ah~.. Aku-“

“Seohyun!”bentakku. Dia menjadi serba salah dengan menggaruk-garuk kepalanya yang kujamin tidak gatal itu.

“Ah ya, Seohyun…,”katanya dan melihat ke arahku namun kupertahankan supaya aku tidak melihat ke arahnya,”mianheyo~”

Aku menunduk mengatur perasaan dan melihat ke arahnya,”ne..”

Kyuhyun kembali melihat lurus ke depan,”aku.. Setelah tamat aku akan kuliah manajemen bisnis. Aku.. Berencana untuk menjadi partner perusahaanmu.”

Aku masih melihatnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Bingung? Terkejut? Sedih? Atau bahagia? Entahlah, aku bingung.

“Ne? Apa maksudmu?”tanyaku.

Kyuhyun melihatku dan mengangguk,”sarangheyo~. Aku berusaha melakukan yang terbaik untukmu.”

Ha?! Bualan apa ini?

Aku tertawa kecil. Tepatnya tertawa meremehkan. Tapi jujur, aku sedikit panik.

“Kau? Kenapa bisa suka denganku? Kau suka dengan Yoona bertahun-tahun. Dare apa lagi yang sedang kau lakukan dengan teman-temanmu?”

Kyuhyun menatapku tajam dan ia berdiri di depanku yang membuatku menghentikan langkah kakiku.

“Seohyun! Sebenarnya apa yang membuatmu membenciku? Soal dare?”tanyanya dengan intonasi suara yang ditinggikan membuatku menjadi sedikit serba salah.

Belum sempat aku menjawab, dia sudah mengangkat suara duluan.

“Sungminnie yang menyuruhku untuk menjadikanmu dare ku!”katanya. Aku menatapnya dengan bingung namun tidak bisa berkata apa-apa.

“Jadi apa maksudmu? Maksudmu aku akan membenci Sungmin sunbae?!”tantangku. Dia mengangguk dengan tegas.

“Gak adil kalau begini!”ucapnya.

Aku mengalihkan pandangan dengan senyum meremehkan lalu menatapnya lagi.

“Menurutmu itu gak adil? Menurutku, semua tindakanmu kepada appaku itu benar-benar TIDAK ADIL!!!!!”teriakku. Aku menarik dan menghembuskan nafas dengan tempo cepat yang sangat menggambarkan kalau aku benar-benar kesal padanya.

Ia –masih dengan mimik melasnya- menatapku. Lalu, ia menarik tangan kananku dengan gerakan cepat membuatku berada di pelukannya sekarang.

“Mianheyo~,”bisiknya. Aku bisa merasakaan suara lembutnya di telinga sebelah kiri dengan sangat jelas dengan hembusan nafasnya yang cepat dan benar-benar terasa di sekitar pundak kiriku. Aku diam saja dan tidak melakukan apa-apa.

“Kalau memang itu bisa membuatmu memaafkanku, aku akan melakukan segala cara!”

Aku masih diam tidak melakukan apa-apa.

“Hyunnie~. Mian kalau ini terlalu cepat. Tapi, aku… Benar-benar membutuhkanmu. Bukan karena supaya aku bisa cepat melupakan Yoona. Tapi….”

Ia menggantungkan ucapannya, bernafas dengan tenang seperti akan mengucapkan perkataan yang memang dari hati terdalamnya (?) entah itu mitos atau bukan (?).

“Tapi, saat denganmu, aku memang merasa berbeda… Aku merasa hidup.”

Aku tertawa tanpa suara di pelukannya,”jadi maksudmu sebelumnya kau mati suri dan aku adalah putri tidak beruntung yang menjadi ratumu kelak?”

Kyuhyun malah tertawa kecil mendengar ucapanku barusan,”ne.. Mungkin seperti itulah.” Ia melonggarkan pelukan dan menatap lurus ke arahku.

Aku juga menatapnya,”jangan pernah pikir kalau aku sudah memaafkanmu!”kataku dengan suara yang ditekan. Ia tersenyum dan mengangguk. Lalu ia menarikku dengan lembut yang membuatku sedikit waspada.

“Jokkulaeyo?!!!”bentakku.

Ia tersenyum dan menjentikkan jarinya di dahiku (p.s author : aku tidak ngerti gimana ngepaparinnya dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar maupun yang tidak baik dan tidak benar atau yang baik dan tidak benar atau juga yang tidak baik namun benar *?*  ini seperti adegan Uciha Itachi dengan Sasuke di Naruto sewaktu memaparkan masa lalu Sasuke) yang membuatku melotot padanya. Dia tersenyum dan menggenggam tangan kananku dan menarikku jalan.

“Cepatlah jika tidak mau ketinggalan bis!”

Mau tidak mau aku menurutinya dalam gerak langkah kakinya dan membiarkan telapak tangan kananku berada di tangan kirinya.

Ketika bis itu datang dan pintu terbuka, Kyuhyun masuk ke dalam bis sekolah tersebut masih dengan menggenggam tanganku. Tentu saja itu menjadi tontonan orang banyak dan aku langsung malu dibuatnya.

“Lepas!”bisikku sambil berjalan ke tempat duduk yang biasa kami duduki di bagian belakang bis. Kyuhyun tetap saja tidak melakukan apa yang aku suruh. Dengan mengeluarkan tenaga, aku hentakkan tangannya sehingga tanganku lepas dan aku kembali berjalan ke depan untuk mendudukki bangku yang tadi aku lihat kosong.

Namun, anak satu ini tidak melepaskanku begitu saja sehingga aku kembali ditariknya menuju belakang. Tentu saja Ryeowook sunbae tertawa-tawa melihat aksi tidak lucu ini.

“Sunbae! Hentikan tawamu!”perintahku dengan mimik yang aku buat seserius mungkin. Tapi, dia tetap tidak ingin menghentikan tawanya.

Kyuhyun kali ini mengangkat bicara,”Wookie ah~, hentikan tawamu! Tidak ada yang lucu! Apa ommamu tidak malu punya anak sepertimu?”

Ryeowook sunbae langsung menghentikan tawanya meski senyum cengar-cengirnya tetap tidak bisa ditahannya.

Kyuhyun mendekati bangkunya dan membisikkan sesuatu yang tidak dapat aku dengar dengan jelas. Ryeowook yang tadinya masih menggunakan cengir kuda, kini cengir kuda itu hilang dan wajahnya menjadi sangat serius. Apa yang dibicarakannya?

*

Aku berjalan menuju kelas melewati lapangan basket yang sedang ramai. Ternyata memang sedang banyak yang main. Ada Sungmin sunbae juga! Aku mempercepat langkahku supaya tidak terjadi insiden seperti yang dulu.

Aku menaiki tangga dan segera menuju kelasku. Mau ngasih tahu Yoona soal ini!

“Anneyeong!”sapaku pada semua chingu yang tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing di tempat masing-masing.

Mereka semua melihat ke arahku dan tersenyum,”anneyeong, Seohyun!”balas sapa mereka. Aku tersenyum dan bergegas berjalan menuju tempat dudukku yang ternyata sedang diduduki Yoona yang tengah melihat ke arahku.

Aku tersenyum,”Yoona? Ada apa?”

Dia masih diam menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun, tidak aku anggap sebuah masalah hingga aku memutuskan duduk di bangku temanku yang berada di depanku.

“Yoona… Kemarin, Kyuhyun bilang kalau dia jadiin aku dare-nya! Jadi, kita semua sama! Bagaimana ini?”tanyaku. Namun Yoona masih diam menatapku. Masih dengan tatapan yang sama.

“Terus, ternyata perusahaan ayahnya yang sudah membuat perusahaanku mundur! Dia yang membuat ayahku sakit! Ter- Eh? Yoona?”aku belum selesai bicara ketika Yoona akhirnya bergerak. Ia menarikku keluar kelas dengan langkah yang terburu-buru. Ada apa ini?

“Yoona?! Kita mau kemana? Ada apa ini?”tanyaku dengan nafas terengah-engah karena berusaha menyeimbangkan langkah dengan langkah panjang kaki Yoona. Namun dia masih diam juga. Dia mengajakku ke tangga dan turun lalu berjalan melintasi lapangan basket.

“Yoona?!”panggilku lagi.

Lalu setelah kami melewati lapangan, dia masih menarikku ke tangga dan menaikkinya.

“Yoona?!”sentakku dengan intonasi suara yang ditinggikan.

Akhirnya ia menatap ke belakang,”diam!”bentaknya juga. Aku masih mengikutinya. Hingga langkah kami menuju kelas 3 Science 3.

Deg!

Aku sudah membatin apa yang akan dilakukan anak ini.

Yoona masih menarik kami ke meja yang diduduki orang yang tidak asing bagi kami berdua. Lalu, langkah kami berhenti di dekat meja itu. Pemilik meja itupun mengangkat kepala dan melihat  kami satu per satu.

“Yoona? Seohyun?”katanya.

“Oppa! Ada yang mau kami jelaskan,”kata Yoona dan dia melepaskan tarikannya dan menatap ke arahku,”katakan!”perintahnya.

Ha? Katakan apa?

“Katakan apa?”tanyaku dengan bingung. Dia mendengus dengan kesal.

“Katakan yang sebenarnya!”perintahnya.

“Yang itu?”tanyaku. Dia mengangguk.

Aku menelan air ludah. Selesai lah sudah, Kyuhyun pasti juga akan membenciku. Aku mengatur nafas dan emosi. Aku menatap Kyuhyun yang juga menatapku.

“Sunbae~…,”kataku. Ia masih menungguku.

“Sunbae~. Mianhe… Sebenarnya, kau juga dare-ku!”kataku lalu segera menunduk. Namun, tiba-tiba terdengar suara geseran kursi dan pukulan meja. Aku tersentak dan mentalku langsung ciut. Lalu, kedua pundakku ditekan dengan keras oleh Kyuhyun.

“Ne?! Kau?! Aku ?! Daremu?!”tanyanya dengan suara keras. Aku mengangguk namun masih menunduk. Tidak berani untuk melihatnya.

“Ne?! Hah!” Ia melepas cekalan di pundakku dan berkacak pinggang.

“Hah! Sama saja kita berdua!”katanya dan melihat ke arahku lagi,”kalau begitu, kita impas!”katanya. Aku langsung mengangkat kepala.

“Ha? Impas? Anni! Kau masih salah denganku! Membuat appaku jatuh sakit!!!”teriakku.

Ia melihatku dengan tatapan mata yang menjijikkan.

“Ha? Ya sudah! Ak-,”

“Diam!”perintah Yoona. Aku menatapnya. Namun, kemudian aku mengedarkan pandangan ke seluruh kelas. Ternyata kelas ini sepi bener!

Yoona menatap Kyuhyun,”oppa! Saranghae~”

Baik aku dan Kyuhyun sama-sama mengeluarkan ekspressi terkejut. Tapi? Yoona dengan Heechul Sunbae?!

“Ne?”tanya Kyuhyun. Yoona mengangguk.

“Tapi, kau dengan Heechul sunbae?”aku juga ikut-ikutan mengangkat suara. Yoona menatapku dengan tajam.

“Sadarlah! Kalau aku memanfaatkanmu!”katanya yang membuat batinku tersentak.

Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar,”ne?”tanyaku lagi.

Yoona mengangguk,”sadarlah! Aku masih suka dengan Kyuhyun oppa! Dan kau…,”dia diam menatap Kyuhyun sebentar lalu menatapku lagi,”sengaja aku mengajakmu main truth or dare dan aku mengedaremu untuk mendekati Kyuhyun. Untuk mengetahui apakah ia masih menyukaiku, apakah ia tidak akan menyukaimu! Ternyata… Aku salah perhitungan! Dia jatuh cinta padamu!”kata Yoona dengan intonasi datar dan volume suara yang kecil namun cukup membuat tubuhku tergetar.

Aku menatapnya tidak percaya,”katakan kalau ini bohong!!!”kataku.

Yoona menggeleng,”anni~. Inilah kebenarannya! Aku sengaja memanfaatkanmu supaya aku tahu, apakah ia masih mencintaiku atau tidak! Seberapa besar cintanya! Tapi, aku salah perhitungan!!! Dia jatuh cinta padamu! Dan ini tidak akan aku biarkan!”

Aku tidak bisa memercayai pendengaranku. Tapi aku harus mempercayai pendengaranku yang masih normal ini! Air mataku sudah ada di pelupuk mata dan siap tumpah. Teman macam apa dia? Kenapa dia kejam sekali? Memanfaatkanku?

Aku menatap Kyuhyun yang ternyata masih diam menatap luar jendela. Apa-apaan juga dia? Apa dia juga bohong dengan apa yang dikatakannya semalam?

“Darimana kau tahu?”tanyaku pada Yoona.

“Aku tidak sengaja membututimu semalam!”katanya.

Aku menghapus air mataku dan berjalan maju kearahnya.

Plak!

Sebuah tamparan yang lumayan keras aku keluarkan menuju pipi kirinya. Kyuhyun bergerak. Ia menatap kami berdua.

“Kau!!! Chingu yang aku percaya! Yang aku anggap sangat baik, ternyata sangat kejam! Ada sebuah iblis dibalik wajah malaikatmu itu!”kataku.

Yoona membalikkan pandangannya ke arahku dan bersiap-siap membalas tamparanku namun tanganku menahannya.

“Kau! Aku harap kau tidak akan pernah bertemu denganmu lagi!”kataku lagi.

Ia tersenyum,”sadarlah! Kau kalah dalam permainanmu sendiri! Aku sudah putus dengan Heechul dan aku kembali pada Kyuhyun oppa! Kau? Pergilah dari kehidupannya!”

Air mataku kembali muncul di pelupuk mata. Aku mengusapnya dengan tangan satunya lagi yang tidak menahan tangan Yoona.

“Kau?! Kau?! Kau iblis, Yoona!”kataku dan menghempaskan tangannya.

“Darimana aku bisa mempercayaimu?”tanya Kyuhyun yang dari tadi hanya diam. Yoona mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun.

“Dengan ini!”

Yoona langsung bergerak maju dan menarik kerah baju Kyuhyun yang membuat kepalanya menjadi turun sedikit dan dengan sedikit menginjit, ia mempertemukan bibirnya dengan bibir Kyuhyun.

Aku terkejut dengan apa yang aku lihat. Lebih terkejut lagi karena Kyuhyun tidak melawan dan ia tetap menerima ciuman dari Yoona itu. Keterlaluan sekali Yoona!!!!

Aku mengalihkan pandangan dan aku langsung berlari keluar kelas. Air mataku tidak bisa kutahan lagi dan semuanya jatuh menghalangi pandanganku. Aku berlari sekuat tenaga karena batinku masih terguncang. Siapa yang harus aku percaya? Temanku sudah berkhianat! Kyuhyun yang katanya menyukaiku, tetap saja menerima ciuman dari Yoona itu! Siapa yang harus aku percaya?

Aku berlari menuju tangga dan menginjak satu per satu anak tangga dengan asal-asalan karena tubuhku sudah kehilangan energi dan pandanganku sudah tertutup oleh air mata.

Dan… Brak! Brak! Brak!!!

Tubuhku terhempas dan aku terjatuh dari tangga sepanjang 25 anak tangga itu dan seketika… Pandanganku menjadi gelap.

*

Aku merasa silau saat aku membuka mata. Tubuhku terasa sangat remuk dan sakit-sakit semua. Aku membuka mata dan melihat-lihat sekitar.

“Seohyun?”panggil seseorang. Aku berusaha mencari darimana asal dari suara itu. Aku terkejut melihat wajah Sungmin Sunbae yang pertama kali aku lihat. Sunbae ini? Kenapa dia seperti bodyguard? Dia selalu ada saat aku kesusahan!

Tentu saja air mataku kembali keluar dan aku berusaha mengusapnya namun tangan kananku sangat sakit!

Sungmin sunbae tersenyum dan ia ulurkan tangan kanannya. Dengan jari-jarinya, ia menghapus air mataku.

“Go-ma-wo…,”kataku tulus di sela-sela tangisku. Dia mengangguk. Lalu kedua tangannya bergerak dan mengangkat badan atasku supaya aku menjadi bisa duduk. Namun, ternyata aku salah! Ia menarikku kedalam pelukannya.

Aku terkejut lagi dengan tindakannya. Ia mengusap-usap punggungku supaya aku menjadi sedikit tenang. Tapi, itu justru membuatku semakin sedih dan menangis!

Aku telah merepotkan semua orang. Sungmin Sunbae, Omma, Ajussi, dan Appa yang masih dirawat!

“Aku khawatir…,”bisiknya. Aku masih menangis. Aku mempercayai pendengaranku. Aku percaya dengan malaikat pink-ini.

“Mian…,”kataku di sela-sela tangisku. Air mataku masih terus tumpah.

“Tenanglah… Jangan menangis. Aku.. Akan disampingmu terus..,”perkataannya membuat batinku menjadi lebih tenang dan aku melepaskan pelukannya.

Aku menatapnya. Dia tersenyum dan menghapus air mataku.

“Oppa, aku dimana?” Sejak ini, aku akan selalu memanggilnya oppa.

“Rumah sakit.”

“Rumah sakit mana? Omma sudah tahu?”tanyaku. Dia mengangguk.

“Ini.. Rumah sakit tempat appamu juga dirawat. Tenang saja, ommamu tidak marah. Dia memang sempat terkejut dan ia mempercayakan semuanya padaku,”katanya.

Sungguh. Aku banyak berhutang budi dengan pink fairy ini.

Aku menatap sekitar dan melihat jam dinding yang menunjukkan jam dua.

“Oppa tidak sekolah?”tanyaku menatapnya. Dia menggeleng.

“Tidak apa-apa. Seonsangnim mengerti..”

Aku tersenyum. “Oppa… Gomawo..,”kataku. Dia tersenyum dan memelukku lagi.

*

“Ah… Jadi, waktu aku baru jatuh, ternyata Oppa juga mau ke atas?”tanyaku di taman rumah sakit dengan kursi roda karena kakiku masih sakit dan bahu kiriku dan tangan kiriku juga retak. Dia mengangguk.

“Untung saja kan?”tanyanya. Aku mengangguk.

“Oppa tidak pulang?”tanyaku dan mengadahkan kepala keatas melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit Seoul.

“Hm, nanti mungkin. Ommamu sudah menjengukmu saat kau masih pingsan tadi. Sekarang beliau ada di kamar perawatan Appamu. Ajussi, nanti dia akan kesini…,”katanya. Aku mengangguk.

Sungmin berjalan ke arah depanku dan berlutut.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Antara kau, Kyuhyun, dan Yoona?”

Mendengar nama dua orang itu, batinku kembali ingin menangis. Tapi aku tahan. Aku tidak mau merepotkan pink fairy ini. Aku hanya berusaha tersenyum.

“Nanti saja…,”kataku. Sungmin sunbae tersenyum mengangguk seakan ia mengerti segalanya. Tapi, memang dialah yang mengerti semuanya.

Lalu, aku melihatnya dan menemukan sesuatu,”kaosmu pink?!”tanyaku. Dia melihat kaos yang ia kenakan dan mengangguk lagi. Tentu saja aku langsung tertawa.

“Ya~! Memangnya hanya yeoja saya yang boleh mengenakan kaos pink?”

Tentu saja aku langsung tertawa melihat protesannya. Pink fairy ini…

*

Kyuhyun’s POV

Aku membuka pesan singkat yang baru saja masuk ke dalam ponselku.

”Kau.. sudah aku peringatkan. Sekarang, tidak ada kesempatan lagi.”

Aku diam saja menatap layar ponselku. Kini aku berdiri di depan sebuah pintu kamar rumah sakit dengan seikat bunga yang ada di tanganku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Sungmin? Ada apa dengan kau?”tanyaku pada diri sendiri.

Siapa yang harus aku pilih?

Aku masih melamun menatap sebuah pintu kamar rumah sakit ini.

“Apa ada masalah?”tanya seorang suster yang menyadarkan lamunanku. Aku menatapnya dan tersenyum lalu menggeleng.

“Anni~. Gamsahabnida,”kataku. Dan suster itu berjalan pergi meninggalkanku.

Aku bergerak mendekati kamar itu dan aku melihat dari jendela kecil yang berbentu persegi panjang vertikal kecil di pintu tersebut dan melihat keadaan yang ada di dalam. Aku melihat, Hyunnie tertawa-tawa bersama Sungmin yang entah sedang melakukan apa. Aku berdesir. Kugerakkan tanganku di gagang pintu dan menggerakkannya dan seketika, daun pintu itu terbuka hingga orang yang ada di dalam melihat ke arah daun pintu ini dan tentu saja melihatku.

Mianhe…

Batinku.

*

To be continued >>

 official web blog author : wordpress

Advertisements

62 responses to “[Chapter 6] Truth or DARE?! (My Pink Fairy)

  1. wah, ini dia yg ane tunggu sejak 3 bulan lalu.. lanjutan truth or dare ke-5
    ane udah pernah baca di blog seseorang dr part 1 smpai 5… persis kyk gni… eh yg ke-6 malah muncul disini… xD
    hmmmm.. authornya apa juga pemilik blog yg bersangkutan ya?
    nungguin udaaaah lama banget di part 5..
    bagus banget nih FF…. baca sejak awal bikin gemeees ama SeoKyu xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s