Our Life part 9

Tittle: Our Life part 9

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

♥Cast♥

♥ Park Hyun Seul/Chiaki

♥ Choi Myung Ah/Myungie

♥ Cho Jung Hyun/Jungie

♥ Han/Park Son Hee

♥ Doojoon BEAST as Yoon Doojoon

♥ Junhyung BEAST as Yong Junhyung

♥ Kikwang BEAST as Lee Kikwang

♥ Yoseob BEAST as Yang Yoseob

♥ And Other Cast ^.<

Genre: Romance, Family, Friendly

Rate: PG 17

GOOD READERS = PAHALA

SILENCE READERS = DOSA

What you’re choice readers???

HAPPY READING :D

NB: Mianhe telat postnya >/\<

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Sudah 5hari sejak akhirnya status Kikwang berubah menjadi namjachingu Junghyun. Dan sejak hari itu pula Kikwang selalu mengantar dan menjemput Junghyun kesekolah. Bukan hanya itu, hobynya yang suka datang ke OSIS kembali lagi dan Junghyun juga tidak bisa lagi mengusir Kikwang seperti dulu karena namja tampan itu pasti akan nekat menciumnya didepan semua anggota OSIS yang ada kalau dia berani mengusir Kikwang ==”.

Doojoon, namja tampan yang bekerja paruh waktu sebagai bartender didiskotik milik hyungnya itupun kini tidak pernah jauh dari Hyun Seul, mungkin Doojoon tidak ada disamping Hyun Seul hanya jika dikelas, toilet dan saat gadis itu sedang tidur. Walau begitu, Hyun Seul tampak tidak pernah lagi merasa risih dengan keberadaan namja tampan tersebut. Bukan karena Hyun Seul sudah bisa melupakan Yoseob, tapi karena Doojoon mampu membuatnya senang dengan semua lelucon dan juga tingkah namja tampan tersebut. Belum lagi Hyun Seul diperlakukan bak tuan putri olehnya. Membuat Hyun Seul tidak bisa lagi menghindar, karena gadis itu juga tidak ingin menghindar.

Yosoeb dan Son Hee, perjalanan cinta yang benar2 sweet karena Yoseob selalu melakukan hal2 kecil tapi mampu membuat Son Hee selalu senang dan tentunya merasa sangat nyaman serta aman disamping namja imut tersebut. Dan Son Hee pun tampak menerima semua perhatian Yoseob dengan baik. Apalagi gadis mungil itu sekarang menjadi senang memasak agar bisa membuatkan bekal untuk Yoseob. Walau awalnya bekal buatan Son Hee sukses membuat Yoseob sakit perut seharian, tapi setelah belajar lebih giat lagi pada sang oemma, Son Hee pun sekarang sudah jauh lebih baik dalam memasak dan tidak lagi membuat Yoseob sakit perut.

Myung Ah dan Junhyung? Mungkin pada pasangan ini, Junhyunglah yang lebih banyak mendapat peran, menjadi penjaga Myung Ah disekolah, menjadi pengawas agar gadis cantik itu benar2 tidak bolos lagi pada pelajaran apapun, menjadi penasehat agar Myung Ah tidak lagi minum2 dan juga masih dalam misi membujuk agar gadis itu tidak lagi balapan serta ditambah menghindarinya dari Jiyeop yang ternyata selalu saja muncul dihadapan keduanya. Walau Jiyeop tidak melakukan apapun selain tersenyum dan menyapa, tapi bagi Junhyung itu tetap saja mengganggu. Dan Myung Ah, gadis itu hanya bisa merasa kesal tiap kali Junhyung melarangnya melakukan ini dan itu, dia juga tidak boleh pergi kemanapun tanpa Junhyung. Tapi dibalik itu semua, Myung Ah tetap merasa senang. Apalagi dengan begitu dia bisa selalu bersama dengan Junhyung.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“oppa, jangan melihatku begitu” sergah Junghyun yang tidak suka Kikwang terus2an menatapnya sementara anggota OSIS yang lain tersenyum jahil kearahnya.

“hmmm? Wae memangnya baby?” Tanya Kikwang pura2 tidak mengerti, membuat Junghyun hanya mampu memutar bola matanya malas sebelum akhirnya berdiri dari duduknya, membuat Kikwang yang saat itu tengah bertopang dagu didepan meja Junghyun pun beranjak dari sana dan mengikuti langkah Junghyun menuju pintu.

“kau mau mengusirku baby?” Tanya Kikwang tapi Junghyun tidak menjawab dan malah berjalan keluar. Kening Kikwang berkerut, dengan cepat namja tampan itupun berjalan keluar mengejar Junghyun.

baby? Kau marah? Ayolah, jangan diam begini” ucap Kikwang sembari berjalan mundur dihadapan Junghyun. Junghyun tidak menjawab, gadis itu diam sembari tersenyum kearah Kikwang sebelum akhirnya berbelok ketaman belakang gedung kelas 2. Kikwang tampak bingung, namun namja tampan itu tetap saja mengikuti langkah kaki Junghyun hingga gadis cantik berambut sebahu itu duduk bersandar pada sebuah pohon.

baby, jangan marah” ucap Kikwang memelas sembari mengambil posisi duduk disamping Junghyun. Junghyun tampak kembali tersenyum sebelum akhirnya menatap kearah langit.

“apa oppa lupa dengan tempat ini? Dengan pohon ini, apa oppa lupa?” Tanya Junghyun yang sontak membuat kening Kikwang berkerut. Namja tampan itupun mulai menatap sekelilingnya.

“pohon ini,,, tempat aku dulunya sering tidur saat membolos. Memang kenapa baby?” Tanya Kikwang tapi Junghyun kembali tersenyum.

“oppa lihat jendela itu? Itu adalah jendela ruang kelasku. Dari sana, aku selalu melihat oppa yang tidur dengan nyenyak disini” ucap Junghyun yang membuat Kikwang melotot kaget.

“kau,,,kau melihatku tidur baby?” Tanya Kikwang dan Junghyun mengangguk.

“awalnya aku pikir aku hanya akan melihat oppa sekali itu saja. Tapi ternyata oppa selalu saja tidur disini. Dan dari sanalah, aku mulai jatuh cinta pada oppa. Oppa, tampak sangat polos saat tidur, terkadang saat melihat oppa tersenyum padahal sedang tidur, membuatku juga kadang2 ikut tersenyum dan mencoba berpikir sebenarnya apa yang tengah oppa mimpinya” terang Junghyun panjang lebar sembari tersenyum malu pada Kikwang. Kikwang balas tersenyum sebelum akhirnya menarik kepala Junghyun agar bersandar dibahunya.

“kau mau tau baby? Araseo, aku akan ceritakan padamu” ucap Kikwang yang sontak membuat Junghyun kembali menarik kepalanya dan menatap Kikwang dengan mata sipitnya yang tampak sedikit melotot.

“jinja? Jangan2 mimpi bertemu mantan pacar oppa. Aku tidak mau dengar kalau itu yang oppa mimpikan selama ini” ucap Junghyun kesal tapi Kikwang malah tertawa kecil.

“aniyo baby. Yang aku mimpikan selama ini adalah masa kecilku bersama oemma dan appaku. Kau juga taukan kalau aku juga sudah tidak punya oemma dan appa lagi” ucap Kikwang sembari tersenyum kecut. Junghyun yang tadinya memalingkan wajah kini kembali menatap Kikwang dan mulai memasang raut wajah sedihnya.

“jangan melihatku begitu baby. I don’t like it” ucap Kikwang sembari mencubit pelan pipi Junghyun.

“lebih baik jangan ceritakan kalau itu membuat oppa sedih. Bagaimana kalau kita kelapangan basket saja. Kita tanding, ottoke?” ajak Junghyun yang membuat Kikwang berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

“araseo. Kalau kau kalah, kau harus mau menikah denganku baby” ucap Kikwang sembari berdiri dari duduknya sementara Junghyun melotot kaget mendegar kata2 namja tampan itu.

“mwo?!”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Raut wajah Doojoon tampak gelisah. Namja tampan itu baru saja keluar dari kelas 2A dan tidak menemukan Hyun Seul disana. Junghyun dan Myung Ah yang bisa ditanyapun tidak ada. Berjalan pelan menuju kantin, Doojoon tampak memasang matanya baik2 dan berharap bisa melihat Hyun Seul yang tengah berjalan. Tapi nihil, sesampainya dikantin, namja tampan itupun tetap tidak bisa menemukan Hyun Seul.

“aish, dimana dia” rutuk Doojoon sembari mengambil ponselnya dan menekan lama angka 2 hingga nada sambungpun terdengar.

nomor yang anda tuju sedang…” dengan cepat Doojoon menutup flip ponselnya sembari menggigit bibir bawahnya resah.

“ponselnya mati. Aigo, dimana dia sebenarnya” ucap Doojoon sembari menggaruk2 belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Namja tampan itupun memutuskan untuk duduk disalah satu kursi dikantin sembari berpikir kemana perginya Hyun Seul.

“apa sunbae mencari Park Hyun Seul?” Tanya seorang namja yang sontak membuat Doojoon mendongak sebelum akhirnya berdiri dari duduknya.

“ne, aku mencarinya. Apa kau melihatnya?” Tanya Doojoon dengan raut wajah yang sepertinya sedikit menakutkan. Itu bisa diketahui karena namja tersebut tampak melangkah mundur sembari mengangguk takut2.

“ta,,,tadi aku melihatnya masuk keperpustakaan Doojoon sunbae” jawab namja itu takut2.

“perpus? Gomawo” ucap Doojoon sembari menepuk bahu namja yang adalah hoobaenya itu pelan sebelum akhirnya berlari keluar kantin menuju perpustakaan.

“hah hah hah” deru nafas Doojoon yang kelelahan berlari terdengar cukup kuat saat dia berjalan pelan masuk kedalam perpustakaan. Mata Doojoon pun tampak menelusuri sekeliling perpus dari tempat dia berdiri.

“tidak ada” gumam Doojoon karena tetap tidak menemukan sosok Hyun Seul. Pelan –dengan nafas yang masih terengah2, Doojoonpun berjalan kearah meja penjaga perpus dimana seorang yeoja berumur sekitar 30tahunan tampak sibuk membaca sesuatu.

“Hwang songsaengnim. Apa Hyun Seul ada disini?” Tanya Doojoon sembari melipat kedua tangannya diatas meja setinggi 150cm itu. Yeoja itu mengangkat wajahnya sembari memasang senyum pada Doojoon sebelum akhirnya berdiri dari duduknya.

“Park Hyun Seul? Tadi dia bertanya padaku letak buku bagian IPA. Mungkin dia ada disana” ucap Hwang songsaengnim yang membuat Doojoon tersenyum.

“kamsahamnida songsaengnim” ucap Doojoon sebelum akhirnya berjalan kearah rak2 buku untuk pelajaran IPA.

“itu dia” gumam Doojoon saat melihat Hyun Seul yang tengah duduk dilantai dengan sebuah buku cukup tebal dipangkuannya. Dikedua telinga gadis cantik itu juga terpasang headset dan pelan, dari bibir tipisnya itu bisa terdengar suara2 tidak jelas, mungkin dia tengah bernyanyi dengan suara pelan karena tidak ingin mengusik yang lain. Doojoon tersenyum, berjalan pelan dan akhirnya duduk tepat disamping kanan Hyun Seul. Gadis itu tersenyum tipis sembari mengganti halaman buku yang tengah dibacanya.

“tidak kusangka oppa bisa menemukanku disini” ucap Hyun Seul tanpa sedikitpun menoleh kearah Doojoon.

“kau mencoba menghindar dariku?” Tanya Doojoon dengan nada selidik. Hyun Seul tersenyum sembari melepaskan headset yang menutupi kedua telinganya sebelum akhirnya menoleh kearah Doojoon.

“aniyo. Aku dapat tugas mendadak, makanya aku buru2 keperpus. Ingat oppa pasti datang kekelas, aku berniat menelpon oppa tapi…” perkataan Hyun Seul terpotong. Gadis itu tampak menyodorkan ponselnya yang kini sudah tidak berbentuk lagi.

“ponselku jatuh saat aku mengeluarkannya dari saku rokku dan hancur karena terinjak oleh Shindong songsaengnim” sambung Hyun Seul sementara Doojoon mengambil ‘mayat’ ponsel Hyun Seul dengan tatapan prihatin.

“aigo. Hmm, bagaimana kalau aku belikan yang baru” ucap Doojoon sembari tersenyum. Kening Hyun Seul berkerut mendengarnya sebelum akhirnya meraih sapu tangannya yang ada disaku jas sekolahnya sebelum menempelkannya pada kening Doojoon.

“oppa habis lari2 ya? Hmm, tidak perlu, aku bisa beli sendiri kok” ucap Hyun Seul yang tampak masih menyeka keringat Doojoon.

“Chiaki, disini juga” ucap Doojoon sembari menunjuk lehernya. Hyun Seul tersenyum tipis sembari mengarahkan sapu tangannya keleher Doojoon.

“biar aku saja yang belikan. Hmm, bagaimana kalau ponsel couple?” Tanya Doojoon sementara Hyun Seul tampak berpikir sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“tapi kita belinya ditoko ponsel langgananku. Ne?” Tanya Hyun Seul yang kini giliran Doojoon yang mengangguk.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Son Hee tampak tersenyum senang saat Yoseob meletakkan kotak bekal kosong dihadapannya. Kini namja imut itu tampak tengah minum jus jeruk buatan Son Hee sebelum akhirnya tersenyum lebar.

“gomawo jagi. Semakin lama masakanmu semakin enak saja” puji Yoseob sembari menutup kotak bekal yang hari itu dibawa Son Hee untuknya. Son Hee tampak tersenyum malu2 sembari memakan bekal buatannya. Dia tau Yoseob tidak berbohong karena oemmanya juga berkata begitu padahal baru 4hari Son Hee belajar.

“gomawo atas pujiannya oppa” ucap Son Hee pelan sementara Yoseob tampak mengangguk dengan senyum yang masih menghiasi wajah imutnya.

“hmm, pulang sekolah nanti apa bisa kau menemaniku ke mall jagi?” Tanya Yoseob yang membuat Son Hee sedikit mendongak menatapnya.

“mall? Oppa mau belanja?” Tanya Son Hee yang diberi anggukan oleh Yoseob.

“ani, oppa ada sedikit urusan disana. Setelah selesai, bagaimana kalau kita beli baju couple, ottoke?” Tanya Yoseob yang sontak membuat Son Hee tersenyum sembari mengangguk kuat.

“ne, aku mau” jawab Son Hee senang.

“bagus”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Myung Ah tampak menekuk wajahnya sembari berjalan menjauh dari Junhyung. Kali ini sikap Junhyung bagi Myung Ah sudah sangat berlebihan padanya. Gadis itu sudah janji akan balapan malam ini dengan seorang chingu dan Junhyung tidak mengizinkannya.

“akukan bukan anak kecil” gerutu pelan Myung Ah sembari terus berjalan.

dear, apa kau marah?” Tanya Junhyung tapi Myung Ah tampak terus saja berjalan cuek seperti tidak ada orang yang berjalan disampingnya. Junhyung tampak mendesah pelan sebelum akhirnya menarik lengan kiri Myung Ah agar gadis itu berhenti berjalan.

“mainhe. Jangan marah dear. Kau taukan aku sangat mengkhawatirkanmu” ucap Junhyung lembut sembari menangkup pipi kanan Myung Ah dengan tangan kirinya.

“kumohon mengertilah kenapa aku melarangmu” sambung Junhyung yang kini tampak menempelkan keningnya kekening Myung Ah. Kini gantian Myung Ah yang mendesah pelan sebelum akhirnya menatap mata Junhyung.

“sekali ini saja oppa. Setelah itu aku tidak akan ikut balapan lagi. Aku janji. Please” ucap Myung Ah memohon. Junhyung menjauhkan keningnya dari kening Myung Ah dan beralih menarik gadis itu kedalam pelukannya. Tidak perduli beberapa murid melihat aksinya, Junhyung tampak lebih erat memeluk Myung Ah sembari meletakkan kepalanya diatas kepala Myung Ah.

“araseo. Sekali ini saja dan setelah itu tidak ada lagi balapan” ucap Junhyung yang membuat Myung Ah sontak tersenyum lebar didalam pelukan Junhyung.

“ne ne” ucap Myung Ah senang sembari membalas pelukan Junhyung lebih erat.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Motor Doojoon tampak baru saja terparkir diparkiran disalah satu mall ternama di Seoul. Hyun Seul pun turun dari motor sembari melepaskan helm yang ada dikepalanya dan memberikannya pada Doojoon.

“setelah membeli ponsel, kita makan direstoran jepang yang ada dimall ini ya” ajak Doojoon yang diberi anggukan setuju oleh Hyun Seul. Dengan bergandengan tangan, Doojoon dan Hyun Seul pun berjalan kearah lift yang akan membawa mereka naik.

“toko ponsel langgananmu dilantai berapa?” Tanya Doojoon saat keduanya berdiri dilift.

“lantai 6” ucap Hyun Seul singkat. Doojoon tampak mengangguk dan memberi Hyun Seul jalan terlebih dahulu saat lift tersebut terbuka. Doojoon tampak menekan tombol 6 sebelum akhirnya bersandar pada dinding transfaran lift. Ting Lift berhenti dilantai 2, lift yang tadinya hanya berisi Doojoon dan Hyun Seul pun tampak langsung penuh oleh orang2 yang naik dilantai 2 tersebut.

“auwww” jerit Hyun Seul pelan saat seorang namja berbadan besar menghimpit tubuh kecilnya. Melihat itu dengan cepat Doojoon pun menarik lengan Hyun Seul agar gadis itu mendekat kearahnya.

“disini kau tidak akan terhimpit” ucap Doojoon sembari merapatkan tubuh Hyun Seul kedinding dengan dia menjadi tameng agar gadis cantik itu tidak terhimpit lagi. Walau begitu, Hyun Seul tetap merasa tidak enak . Gadis itu jadi susah bernafas karena jarak wajah Doojoon yang hanya 10cm darinya. Hyun Seul tampak memilih menunduk, tangan kirinya memegangi dada kirinya dimana jantungnya sekarang berdetak lebih cepat dari biasanya.

“Chiaki, kau tidak apa2 kan?” Tanya Doojoon karena Hyun Seul diam saja. Gadis itu tersentak dan tepat saat dia mengangkat wajahnya, bibirnya dan bibir Doojoon bersentuhan. Hyun Seul dan Doojoon tampak sama2 melotot kaget, Hyun Seul pun dengan cepat memundurkan kepalanya sementara Doojoon tampak tersenyum.

“kissue hari ini rasa strowbery” gumam Doojoon sembari tersenyum sementara Hyun Seul kembali mendongak menatapnya tajam.

*

Ponsel merk Nori F Anycall berwarna hitam dan merah kini tampak diletakkan berdampingan diatas meja sebuah restoran jepang yang ada dimall. Doojoon dan Hyun Seul, keduanya baru saja selesai memesan makan siang mereka. Hyun Seul tampak meraih ponsel barunya dan memperhatikannya sebentar sebelum akhirnya meraih ponsel yang satunya yang adalah milik Doojoon.

“oppa, bagaimana kalo kita tukar ponsel? Oppa warna merah dan aku warna hitam” ucap Hyun Seul sembari menyodorkan ponsel berwarna merah pada Doojoon sementara Doojoon tampak mengkerutkan kening bingung.

“hmm, bukankah oppa bilang mau couple? Bukankah bagus kalau kita tukaran warna kesukaan juga?” sambung Hyun Seul. Mendengar itu Doojoon tampak mengangguk paham sebelum akhirnya meraih ponsel berwarna merah yang disodorkan Hyun Seul padanya.

“bagaimana kalau kita berfoto? Aku ingin wallpaper ponselku foto kita berdua” ucap Doojoon sembari berpindah duduk disamping Hyun Seul. Belum sempat Hyun Seul menolak, Doojoon sudah merangkulnya dan mengarahkan kamera ponselnya kearah mereka.

“ayo senyum yang manis Chiaki. Kimchi klik” ucap Doojoon yang membuat Hyun Seul terpaksa tersenyum sebelum kamera itu membidik mereka.

“hasilnya bagus” ucap Doojoon sembari kembali kekursinya.

“aku mau lihat” ucap Hyun Seul sembari menarik paksa ponsel tersebut dari tangan Doojoon. Melihat hasilnya, Hyun Seul tampak tersenyum tipis dan diam2 mengirimnya keponselnya saat pelayan restoran datang dan mulai memenuhi meja mereka dengan makanan2 yang dipesan keduanya.

“kau tidak menghapus foto tadikan Chiaki?” Tanya Doojoon sedetik setelah pelayan restoran pergi. Hyun Seul tersenyum kecil sembari menyodorkan ponsel berwarna merah itu pada Doojoon.

“aku tidak menghapusnya kok” ucap Hyun Seul sebelum akhirnya sibuk dengan ramen yang ada dihadapannya.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Junhyung menghela nafas pelan sembari menghentikan langkahnya, membuat Myung Ah yang berjalan tepat dibelakang Junhyungpun akhirnya menabrak tubuh namja tampan itu karena Myung Ah saat itu tengah mencari sesuatu didalam tas sandangnya akhirnya.

“appu. Oppa kenapa berhenti berjalan?” Tanya Myung Ah sembari berjalan kearah kanan Junhyung dengan tangan kirinya memegangi hidungnya. Junhyung tampak menoleh kearah Myung Ah dengan kening sedikit berkerut.

“kenapa dengan hidungmu jagi? Apa terluka?” Tanya Junhyung sembari menjauhkan tangan Myung Ah yang memegangi hidungnya.

“aniyo. Hanya sedikit sakit karena terkena aksesoris dari besi yang ada ditas oppa” ucap Myung Ah sembari tersenyum sebelum akhirnya menatap kearah depan.

“aigo, ternyata karena dia” ucap Myung Ah malas saat melihat seorang namja tengah duduk diatas kap mobilnya.

“annyeong Myungie” sapa Jiyeop sembari tersenyum sebelum akhirnya berdiri dari duduknya dan berjalan santai kearah Junhyung dan Myung Ah yang berdiri kurang dari 5meter dihadapannya. Melihat Jiyeop yang berjalan mendekat, Junhyungpun mendorong pelan tubuh Myung Ah agar berdiri dibelakangnya.

“kenapa kau begitu melindunginya? Apa kau pikir aku akan melukai dia? Itu tidak mungkin Hyungie” ucap Jiyeop santai sembari berdiri tepat dihadapan Junhyung.

“hyung memang tidak akan melukainya. Tapi aku tetap harus menjaganya darimu hyung” ucap Junhyung dingin. Jiyeop terkekeh kecil sembari menggeleng pelan sebelum mencoba menatap Myung Ah yang berdiri dibelakang Junhyung.

“apa kau suka diperlakukan seperti ini olehnya Myungie? Aku rasa tidak” ucap Jiyeop sembari tersenyum sementara Myung Ah menatapnya datar.

“jangan sok tau Jiyeop-ssi. Aku senang Junhyung oppa menjagaku. Dan, bisakah kau pulang saja ke London dan jangan ganggu kami?” ucap Myung Ah dengan nada malas, tapi Jiyeop malah menggeleng pelan.

“sayangnya aku tidak bisa kembali ke London,,,tanpa kau yang akan menjadi anaeku Myungie” ucap Jiyeop sembari menatap Myung Ah dengan evil smile yang menghiasi wajah tampannya. Mendengar itu, Junhyungpun mengepalkan tinjunya marah sebelum akhirnya mendorong tubuh Jiyeop dengan tangan kirinya menarik kemeja yang dipakai oleh Jiyeop dan bukk sebuah pukulan cukup keraspun harus diterima Jiyeop ditulang pipi kirinya, membuat namja tampan itu sedikit oleng sebelum akhirnya tersungkur dengan Junhyung diatas tubuhnya. Melihat itu Myung Ah melotot kaget sebelum akhirnya berlari mendekat dan dengan cepat memegangi kepalan tinju Junhyung yang hendak kembali mendarat diwajah Jiyeop.

“oppa, sudah. Jangan dipukul lagi” ucap Myung Ah sembari menarik tubuh Junhyung dari atas tubuh Jiyeop. Junhyung menurut, tapi matanya tampak menatap Jiyeop garang.

“sudah aku katakan padamu hyung. Jangan coba2 mengambil Myungie dariku. Dia milikku!” seru Junhyung marah sementara Myung Ah masih mencoba mendorong tubuh Junhyung agar menjauh dari Jiyeop. Jiyeop tampak mencoba mengubah posisinya menjadi duduk sembari tangan kirinya menyeka darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. Sementara itu, tanpa disadari oleh ke3nya, seorang gadis tampak keluar dari mobil Jiyeop.

“Junhyung oppa”. Dengan masih berdiri dibalik pintu, gadis itu memanggil Junhyung dan sontak membuat Junhyung serta Myung Ah menoleh kearahnya.

“Bo Young-a” ucap Junhyung tidak percaya sementara gadis bernama lengkap Park Bo Young itu tampak berlari kearahnya.

“oppa, boghosippo” ucap Bo Young sembari memeluk Junhyung. Myung Ah yang berdiri tepat disamping Junhyung hanya bisa melotot kaget melihatnya.

“Bo,,,Bo Young-a, lepas” ucap Junhyung tidak suka sembari mendorong pelan tubuh Bo Young menjauh darinya. Kening gadis manis itu tampak berkerut kecil menatap Junhyung sebelum akhirnya menoleh pada Myung Ah.

“oppa, nuguji?” Tanya Bo Young sembari menunjuk Myung Ah dengan tatapan tidak suka karena dia tadi melihat Myung Ah mendorong tubuh Junhyung menjauh dari Jiyeop. Jiyeop! Belum sempat Junhyung menjawab pertanyaan Bo Young, gadis itu tampak berbalik dan membantu Jiyeop untuk berdiri.

“Junhyung oppa, kenapa oppa memukul Jiyeop oppa?” Tanya Bo Young sembari kembali menatap Junhyung.

“kau tidak usah tau Bo Young-a. Dan gadis ini adalah Myung Ah, tunanganku” ucap Junhyung sembari merangkul Myung Ah mesra. Bo Young tampak tertegun sebentar sebelum menatap Myung Ah.

“jadi,,,dia adalah Myung Ah? Gadis yang selama ini oppa ceritakan padaku?” Tanya Bo Young yang dijawab anggukan mantap oleh Junhyung.

“aku harus mengantarnya pulang sekarang. Annyeong” ucap Junhyung sembari berjalan kearah motornya. Junhyung dan Myung Ah kini tampak sudah naik keatas motor sementara Jiyeop tampak masih berdiri sembari menahan sakit dipipi kirinya dengan Bo Young yang tampak menatap kosong kearah Junhyung.

“ini peringatan terakhirku, jangan dekati Myungie lagi. Kalau tidak aku akan melakukan hal yang lebih dari hanya sekedar sebuah pukulan hyung” ucap Junhyung dingin sebelum akhirnya melajukan motornya pergi dari area parkir Chungdam High School.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“uwaaaa, pantaiii~~~” teriak Junghyun setelah turun dari motor Kikwang. Mata gadis cantik berambut sebahu itu tampak berbinar2 melihat pantai yang ada dihadapannya. Kikwang yang mendengar teriakan kecil Junghyun itu tampak hanya tersenyum kecil sembari turun dari motornya. Dengan asal Junghyun tampak melepaskan kedua sepatu sekaligus kaus kakinya sebelum akhirnya berlari kepantai dan bermain2 dengan air laut yang terasa cukup hangat sore itu. Sementara itu Kikwang tampak membuka pelan kedua sepatunya dan kaus kaki, memungut sepatu Junghyun dan meletakkannya disamping motornya sebelum berjalan santai kearah Junghyun yang tampak asik menendang2 air laut.

“kyaaaa” jerit Junghyun karena Kikwang tiba2 saja membopong tubuhnya dan memutar2nya, membuat Junghyun mau tak mau melingkarkan kedua tangannya dileher Kikwang sembari menutup matanya.

“aigo oppa. Kau membuatku kaget” ucap Junghyun sembari memukul pelan dada bidang Kikwang. Kikwang tampak hanya tersenyum kecil sembari membopong tubuh Junghyun berjalan2 ditepi pantai.

“oppa, turunkan aku. Aku mau jalan sendiri” ucap Junghyun karena malu dilihat oleh beberapa pengunjung pantai yang lain.

“tapi aku ingin menggendongmu baby” jawab Kikwang santai.

“aish. Turunkan aku, turunkan aku” ucap Junghyun yang kini meronta2, membuat Kikwang sedikit kewalahan karena takut gadis itu jatuh.

“aish, ne ne, tapi jangan meronta begitu. Kau bisa jatuh baby” ucap Kikwang sembari menurunkan tubuh Junghyun. Junghyun tersenyum dan…

“awww, appu” ringis Kikwang pelan karena Junghyun mencubit hidungnya.

“ayo tangkap aku oppa” seru Junghyun yang tampak sudah berlari cukup jauh dari Kikwang. Kikwang tampak memegangi hidungnya sebelum menatap punggung Junghyun.

“aish, AKU AKAN MEMBALASMU BABY, JANGAN LARI” teriak Kikwang sebelum akhirnya berlari mengejar Junghyun yang berlari menjauhi Kikwang sembari tertawa lepas.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Yoseob dan Son Hee baru saja masuk kedalam mall. Tangan Yoseob tampak menggenggam erat tangan mungil Son Hee. Membuat gadis itu hanya bisa berjalan sedikit menunduk karena mereka berdua mulai menjadi tontonan pengunjung mall yang lain, terutama para gadis.

“hmm, oppa. Kita akan pergi ketoko apa?” Tanya Son Hee pelan. Yoseob menoleh sembari tersenyum.

“toko jasa pengiriman. Oemma oppa yang tinggal di Swiss mengatakan bahwa dia mengirimkan sesuatu untukmu” jawab Yoseob yang membuat Son Hee menghentikan langkahnya.

“un,,,untukku?”. Yoseob tampak mengangguk kecil sebelum kembali menarik lembut tangan Son Hee.

“oppa sudah menceritakan tentangmu pada oemma. Oemma bahkan sudah melihat fotomu” ucap Yoseob yang sontak membuat Son Hee sedikit melotot.

“jin,,,jinja? Lalu apa yang dikatakan oemma oppa tentangku?” Tanya Son Hee gugup. Yoseob tertawa kecil karena kini Son Hee bahkan meremas pelan lengannya.

“oemma menyukaimu. Oemma bahkan ingin bertemu denganmu. Tapi karena dia sedang sibuk, jadi dia hanya bisa mengirimkan sesuatu untukmu” ucap Yoseob sembari mencubit pelan pipi Son Hee, membuat gadis mungil itu menoleh dan tersenyum malu2 pada Yoseob.

“ah, akhirnya kita sampai juga” ucap Yoseob sembari membuka pintu dan mempersilahkan Son Hee masuk terlebih dahulu sebelum akhirnya dia juga ikut masuk. Tak berapa lama menunggu, paket kiriman dari sang oemmapun datang.

“igo jagi. Bukalah” ucap Yoseob sembari menyodorkan kotak berukuran cukup besar. Son Hee tampak tersenyum kecel sebelum akhirnya membuka bungkusan kotak tersebut secara pelan.

“uwaaaaa, syal yang cantik” ucap Son Hee mengeluarkan syal cukup tebal berwarna krem dengan bahan yang sangat lembut.

“annyeong Son Hee-a. Semoga kau suka dengan syal yang sengaja aku belikan khusus untukmu dan,,, nae Seobie?”. Kening Yoseob tampak berkerut membaca tulisan diselembar kertas yang ada tepat diatas syal.

“ini syal untuk oppa” ucap Son Hee sembari menyodorkan syal berwarna sama dengan yang kini berada dipundaknya.

“Yang Yoseob. Oemma merajut namaku. Apa oemma juga merajut nama disyalmu jagi?” Tanya Yoseob sementara Son Hee mengangguk sembari memperlihatkan ujung syal dimana namanya juga dirajut disana.

*

Beberapa kantung belanjaan tampak sudah digenggam oleh Yoseob dan Son Hee. Keduanya tampak menikmati hari dimana mereka berbelanja dan membeli barang2 yang berbau couple untuk mereka. Hari tampak sudah beranjak malam saat mereka sampai diparkiran.

“apa kau senang jagi?” Tanya Yoseob yang langsung diberi anggukan cepat oleh Son Hee.

“hmm, aku senang sekali hari ini. Apalagi aku juga sudah lama tidak ke mall, hehehe” ucap Son Hee sembari terkekeh. Tapi dari semua barang belanjaannya, hanya hadiah kecil dari oemma Yoseob dan baju couple hasil pilihan Yoseoblah yang membuat Son Hee paling senang hari itu. Tiba2 langkah kaki Son Hee terhenti, dan itu sontak membuat langkah Yoseob juga terhenti karena Son Hee berjalan sambil memeluk lengan kirinya. Kening Yoseob tampak berkerut bingung apalagi Son Hee tampak menatap lurus.

“wae jagi?” Tanya Yoseob lembut.

“ada,,,ada Hyun Seul unnie” ucap Son Hee sembari menunjuk kearah seorang gadis berambut sepunggung yang tampak berjalan sembari tersenyum disamping seorang namja tampan bertubuh cukup tinggi.

“mau menyapa mereka jagi?” Tanya Yoseob yang diberi gelengan pelan oleh Son Hee.

“tidak usah, aku…”kata2 Son Hee terhenti saat melihat sebuah mobil melaju kencang kearah Hyun Seul sementara gadis cantik itu tampak berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas dengan headset yang terpasang dikedua telinganya sedangkan Doojoon tampak berjalan kearah motornya. Son Hee melotot kaget, dengan cepat diapun berlari kearah Hyun Seul sementara Yoseob yang tidak melihat mobil itu hanya mengkerutkan kening sebelum akhirnya melotot kaget saat melihat mobil tersebut kini hanya berjarak 4meter dari Hyun Seul dengan Son Hee yang terus berlari kearahnya.

“AWAS UNNIE” teriak Son Hee tapi tampak tidak terdengar oleh Hyun Seul yang masih asik mengikat tali sepatunya sementara sopir yang saat itu sedang asik minum kaget melihat seseorang berjongkok ditengah jalan. Tit tit tit tit suara klakson yang kuat itu bahkan tidak bisa membuat Hyun Seul menoleh karena kuatnya suara music dikedua telinganya. Doojoon tampak menoleh kebelakang mendengar suara klakson itu dan kaget saat mobil itu sudah sangat dekat dengan Hyun Seul. Sementara Hyun Seul yang merasa terganggu dengan cahaya silau dari arah kirinya tampak menoleh dan seketika mematung ditempat melihat mobil yang kini hanya berjarak 2meter darinya hingga brakkkkk

“CHIAKIII”

“JAGIYAAAA”

Cittt mobil itu tampak berhenti, tapi tak lama mobil itupun tampak melaju kencang keluar dari area parkir. Yoseob dan Doojoon tampak dengan cepat berlari kearah dua orang gadis yang tampak tersungkur dilantai.

“app,,appu” rintih Hyun Seul pelan sembari mengubah posisinya menjadi duduk dengan tangan kirinya memegangi lengan tangan kanannya yang terbentuk lantai.

“jagi, jagi, ireona, jagiya” panggil Yoseob panic sembari merengkuh tubuh Son Hee. Kedua matanya tampak tertutup dengan darah segar dan mengalir dari kening dan belakang kepalanya.

“kau tidak apa2 Chiaki?” Tanya Doojoon sembari menatap Hyun Seul panic.

“aku,,,aku tidak apa2. Tapi Son Hee-a” ucap Hyun Seul sembari mencoba berdiri lalu berjalan pelan kearah Son Hee dan Yoseob. Beberapa orang yang juga ada diarea parkiran itu juga tampak sudah mulai berkumpul mengelilingi Yoseob dan Son Hee.

“panggil ambulance. Aku mohon. PANGGIL AMBULANCE” teriak Yoseob kalut sembari mengguncang2 pelan tubuh Son Hee, berharap gadis itu akan membuka matanya. Hyun Seul sudah terduduk tepat dihadapan Yoseob.

“Son Hee-a, aku mohon bangun, kau,,,kau tidak boleh mati” ucap Hyun Seul sembari menggerakkan bahu Son Hee pelan. Tidak terasa air mata sudah jatuh dikedua belah pipinya. Ingatan kecelakaan setahun yang lalu dimana sang oemma juga menolongnya dari mobil yang hendak menabraknya, membuat Hyun Seul takut Son Hee juga akan mati. Perlahan, kedua mata Son Hee tampak terbuka. Gadis mungil itu tampak tersenyum tipis.

“jagi” panggil Yoseob melihat Son Hee membuka matanya.

“syu,,syukurlah. Syukurlah sunbae,,,tidak apa2” ucap Son Hee sedikit susah. Hyun Seul menggeleng pelan sembari menggigit bibir bawahnya.

“kenapa? Kenapa kau menolongku?” Tanya Hyun Seul dengan suara pelan bahkan nyaris tidak terdengar.

“karena,,,karena kita keluarga” ucap Son Hee yang sontak membuat Hyun Seul tertegun dengan air mata yang kembali jatuh sementara Son Hee tampak tersenyum tipis sebelum kembali menutup kedua matanya. Membuat Hyun Seul dan Yoseob panik.

“jagi, jagi, jangan tutup matamu jagi. Ayo buka matamu. Jagi” ucap Yoseob panic sementara Hyun Seul hanya bisa menatap Son Hee dengan tatapan kosong.

“MANA AMBULANCENYA!!!” teriak Hyun Seul tiba2.

“ambulancenya sedang dalam perjalanan. Tenang Chiaki, tenang” ucap Doojoon yang kini sudah memeluk Hyun Seul.

“dia harus selamat oppa, harus” ucap Hyun Seul dengan air mata yang terus saja mengalir membasahi kedua pipinya. Doojoon tampak mengangguk sembari menatap Son Hee yang masih berada dipelukan Yoseob.

“ne, dia pasti selamat Chiaki. Pasti”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Motor sport biru milik Kikwang tampak baru saja berhenti dipekarangan rumah keluar Cho. Junghyun pun turun dari motor sembari membuka helmnya. Kikwang yang masih berada diatas motorpun tampak membuka helmnya sembari tersenyum kearah Junghyun. Tapi tiba2 saja kening namja tampan itu berkerut melihat sebuah mobil yang bertengger tepat dibelakang Junghyun.

“bukankah itu mobil halmoni?” gumam Kikwang yang ternyata masih terdengar oleh Junghyun. Dengan kening sedikit berkerut, Junghyunpun memutar kepala dan mendapati sebuah mobil antic bertengger disana.

“ah, kalian sudah pulang. Ayo masuk, Kikwang-gun juga ayo masuk” ajak Geum yang ternyata membuka pintu, membuat Kikwang dan Junghyun menoleh kaget kearah yeoja tua itu. Kikwang tampak mengangguk sembari turun dari motornya dan berjalan masuk sembari merangkul bahu Junghyun.

“apa halmoniku ada didalam Geum halmoni?” Tanya Kikwang yang dijawab anggukan serta sebuah senyum oleh Geum.

“ne, halmonimu ada disini. Dan dia datang tidak sendirian. Dia membawa sepupumu” ucap Geum yang membuat kening Kikwang berkerut.

“oppa punya sepupu?” Tanya Junghyun pelan. Kikwang menggeleng pelan. Yang dia tau appanya adalah anak semata wayang, jadi bagaimana bisa dia punya seorang sepupu.

“eh? Tidak punya? Lalu siapa yang datang bersama…”

“oppa” panggil suara lembut seorang gadis yang sontak membuat Kikwang dan Junghyun menoleh. Gadis yang tampak lebih tinggi dari Junghyun itu tersenyum manis kearah Kikwang sebelum akhirnya berlari kecil kesamping kanan namja tampan itu sebelum akhirnya memeluk lengan Kikwang manja. Melihat itu Junghyun hanya bisa melotot sementara Kikwang tampak tersenyum terpaksa saat gadis itu menoleh kearahnya.

“Na Eun-a, kenapa kau ada disini?” Tanya Kikwang sembari mencoba melepaskan pelukan tangan gadis bernama lengkap Son Na Eun itu dari lengannya. Na Eun tampak merengut karena nada bicara Kikwang yang terdengar tidak suka dengan kehadirannya.

“Na Eun-a baru saja sampai di Seoul sore tadi Kiwi-gun. Mulai hari ini dia akan tinggal dengan halmoni dan sekolah di Chungdam High School” ucap Jung halmoni sembari menghampiri ke3nya yang masih berdiri dilorong rumah menuju ruang tamu.

“Jungie, ini Son Na Eun, dia adalah cucu dari keponakanku. Halmoni harap kau bisa akrab dengannya” ucap Jung yang kini menatap Junghyun. Junghyun tampak tersenyum sembari mengangguk sebelum akhirnya menjabat tangan Na Eun.

“Cho Junghyun imnida” ucap Junghyun sembari tersenyum. Na Eun tampak membalas tersenyum sebelum akhirnya menarik tubuh Junghyun dan memeluknya.

I don’t like you. Don’t approach Kikwang oppa” bisik Na Eun yang sontak membuat Junghyun melotot kaget.

“senang berkenalan denganmu, Junghyun unnie” ucap Na Eun sembari tersenyum kearah Junghyun sebelum akhirnya kembali berdiri disamping Kikwang.

“oppa, besok kita berangkat kesekolah sama2 ya” ucap Na Eun dengan nada manja yang terdengar sangat memuakkan ditelinga Junghyun.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

*foto Choi Myung Ah aka Myungie ganti, kkk*

Tbc,,,

Gimana? Apakah ceritanya makin bagus? Atau malah bikin bosan =,=

Tunggu part selanjutnya 3 hari lagi ya readers ^.<

Waktunya koment :) , hohoho

KAMSAHAMNIDA (__ __)

30 responses to “Our Life part 9

  1. Makiiin baguuussss,,,
    ngenes baca pas si son hee *lebay dah gu*
    kekx cinta mereka gi di uji

    lanjutx jgnlma” yya :p

  2. seru! di sini baru pemunculan masalahnya~~ uwwoo! harus lanjutt! 😀
    uaa tapi aku nggak suka kalo rivalnya cewek, mending cowok bisa diajak gebuk2an bareng haha *maunya reader*

    • ne, masalah yang sangat banyak, XDD
      ne 🙂
      hahaha, sayangnya ntu arena balapan punya aturan, yeoja vs yeoja, namja vs namja ==”, ckckckck

      gomawo 😀

  3. olalaaa, jd ini toh yg bikin chiaki ntar bisa nerima son hee n eomma nya..

    kirain yg cinta nya brmasalah krn ada org ketiga cuman junhyung n myungie aja, tp trnyata cnta kikwang n jungie diuji jg yaa dg kehadiran na eun..

    hmmmm jd rumit, ditunggu part slnjutnya ^^

    • ne, masalah ini yang bakal bikin mereka jadi real family 🙂
      hihihi, banyak yang bermasalah chingu, XDD
      ne 🙂

      gomawo 😀

  4. sukaaa 😀
    tapi kasian son hee ..
    tapi jadi ada jalan buat chiaki nrima son hee .. 🙂
    moga dy bisa nrima knyataan ..

    na eunnya ko mgeli gtu chingu ?
    seenaknya bilang gtu ke jungie …

    next partnya uda d’post ??
    okee , langsung ke next part aja ya …

    • ne, kasihan son heenya 😦
      ne, moga aja 🙂

      ne, na eun minta digampar noch, ckckckck

      silahkan 🙂

      gomawo 😀

  5. gak kok, gak bikin bosen sumpah ^.^v aku ska ff ini, rame, aku penasaran ama son hee nya. apa dia bakalan mati? semoga aja tidak. lanjut author jangan lama. ^.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s