My Precious Girl

 

Title : My Precious Girl

author : Aegyo Flame (@milkymyungyeol_)

Genre : Romance

Rating : G

Length : One-shot

Disclaimer :gongchan is mine, cover is mine, story is mine Heerin for you XD

Cast :

  • B1A4 Gongchan
  • Nam Heerin (OC)

 

Annyeong hasseyo readerdeul ^o^

Aegyo flame balik lagi nih ^.* dengan ff baru bukan shiny effect kea biasanya ._.v

Nah! kali ini bawa bebeb baru -> dadar guling <darling> chan :3

Tau lah ya siapa si Nam Hee Rin ini heheh -.- nama ngarang XD

Anggep aja kalian ^^

Dan ini cover aku juga lho yang biikin u,u~ maklum kalo jelek baru pertama hehe :3

Ok girl! *ngeek* daripada ngebacot mulu gamulai mulai -.-

mending langsung yeaa Happy Reading ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

– Heerin POV –

Aku harus segera ketempat kerja.

Aku mengayuh sepedaku dengan kuat, karena sebentar lagi aku harus sudah sampai ditempat kerjaku.

BRUAAK

Aku meletakkan sepedaku sembarangan dibelakang tempat kerja lalu segera masuk lewat belakang.

“Nam Heerin…”

“Adaa!!” teriakku ketika mendengar namaku disebut.

“kau hampir saja terlambat” kata atasanku.

“Jeosonghamnida, aku tidak akan mengulanginya, aku berjanji” kataku sambil terus membungkuk.

“nde~ nde~ arayo, sekarang cepat ganti bajumu.” katanya.

“gamsahamnida” setelah membungkuk aku meninggalkan atasanku itu.

“Heerin-ah~” panggil seseorang.

“nde?” sahutku.

Oh, Hyorin rupanya.

“kenapa setiap hari selasa kau terlambat??” tanyanya.

“memangnya tadi aku terlambat?”

“ditanya kok malah balik nanya sih, iya tadi kamu udah 3 kali dipanggil eh baru muncul” jelasnya.

“serem ya 3 kali dipanggil baru muncul kekeke~” seorang temanku terkekeh dibelakang Hyorin, siapa lagi kalau bukan So Young.

“apa kau!!” kataku.

“becanda~ hehe peace” ia menunjukkan deretan gigi putihnya dan membentuk pose V dengan tangannya.

“iya Hyo~ kalo selasa aku harus piket dulu, jadi agak telat” jawabku pada Hyorin.

“oh begitu, untunglah ya atasan kita baik” katanya.

Aku mengangguk.

“ya udah yuk kita kerja~”

 

Aku, Nam Heerin, siswa kelas 2 SMA di Konkuk High School.

Aku selalu bekerja setiap pulang sekolah hingga menjelang petang.

Sebenarnya Oppa melarangku tapi bagaimana, kalau aku tidak bekerja siapa yang akan membiayai sekolahku.

Appa ku sudah tidak tau kemana, eomma sudah meninggal, dan Oppa ia sendiri bekerja dan jarang sekali menengokku.

Sedangkan aku adalah orang satu –satunya dirumahku, jadi mau tidak mau akulah yang harus bekerja disini, di restoran kecil ini.

“Heerin-ah~ antarkan ini kemeja itu yah~” kata So Young.

“mana? itu~ bukankah itu Sandeul oppa??” kataku.

“maka dari itu, kau saja yang mengantar, aku lagi males ketemu dia” jawabnya.

“eciee~ lagi marahan nih” godaku.

“sudah cepat antarkan”

“sip boss!”

 

– Gongchan POV –

“makanan kita datang!!” kata Sandeul Hyung.

PYAAAR (?)

“aww!!” sontak aku berdiri dari tempat dudukku.

Pelayan restoran ini tidak sengaja menumpahkan kopi panas yang dipesan shin woo Hyung ke bajuku.

Mungkin ini memang salahku, karena kakiku tak sengaja kurentangkan (?) sehingga pelayan itu hampir terjatuh dan malah bawaannya yang jatuh menimpaku (?)

“Jeosonghamnida~ aigoo~” katanya sambil membungkuk.

“gwaenchana~” kataku sambil tersenyum.

Ia terus mengelap bajuku dengan lap yang Ia bawa.

“Heerin, ada apa ini??” seorang wanita dengan gaya elegan datang menghampiri kami.

“Jeosonghamnida, sajangnim, aku benar – benar tidak sengaja” katanya.

Ia tertunduk.

Wanita elegan ini menanyakan beberapa hal padaku, aku memang menjawabnya dengan benar, tapi perhatianku tertuju pada pelayan ini.

“Heerin ikut aku!” kata wanita itu.

“hiks~ Jeosonghamnidaa~” Ia membungkuk lagi lalu pergi dengan terisak.

“kakimu sih…” kata Jinyoung hyung.

“kasian tau si Heerin~” kata Baro Hyung.

“Hyung kenal dia??” tanyaku.

“yah~ nunggu lagi deh kopinya~” kata Shin woo Hyung.

‘tidak, tapi wanita itu memanggilnya Heerin” jawab Baro Hyung atas pertanyaanku tadi.

“aish!”

“aku mengenalnya, dia itu Nam Heerin, temannya Yoo So Young” kata Sandeul hyung.

“oh teman So Young??” kataku.

“ne~ kata So Young dia tinggal sendiri, Oppa nya bekerja entah dimana, eomma nya meninggal dan appanya menghilang entah kemana”

Aku melihatnya keluar dari sebuah ruangan sambil menangis.

“Hyung, aku ke toilet dulu” kataku.

Aku langsung mengejarnya.

Tapi dia masuk kedalam kamar mandi wanita dan aku tidak bisa masuk kesana kan??

Jadi aku putuskan untuk masuk kedalam kamar mandi laki – laki dan membersihkan kopi di bajuku.

Tak lama kemudian, aku keluar lalu melihat Heerin bersandar didinding toilet.

“apa yang terjadi denganmu?” tanyaku.

Ia mengangkat wajahnya yang dibasahi air mata.

“Jeosonghamnida…” dia kembali membungkuk.

“aku tidak apa – apa, kenapa kau menangis??” tanyaku.

“aku dipecat” katanya datar.

“padahal aku sangat membutuhkan pekerjaan” lanjutnya.

“ehmm… semua ini salahku, Mianhamnida” kini giliranku yang membungkuk.

“bukan salahmu kok~ hehe, ya sudah aku pulang dulu, annyeong” katanya lalu menghilang dari hadapanku.

Aku segera kembali ketempat Hyungdeul-ku berada.

“Hyung Bantu aku!” kataku.

“Bantu apa?” tanya Jinyoung hyung.

“tawarkan sebuah pekerjaan pada Heerin”

“tapi pekerjaan apa?” tanya Baro Hyung.

“eung.. pembantu, di dorm??”

“hm.. bagus juga ide-mu~” kata Jinyoung hyung yang memang setiap hari merapikan dorm.

“dia udah mau pulang hyung”

“ya udah! ayo kita pulang juga~ sekalian kita tawari” kata Shinwoo hyung.

 

@Parkiran (?)

:Aku melihat Heerin bersama sepedanya.

dan disebelahnya sudah ada Jinyoung dan Baro hyung.

Kami mendekatkan mobil kami agar kami tau apa yang mereka berdua bicarakan pada Heerin.

“Baro~ sepertinya kita harus menyebar pamphlet” kata Jinyoung hyung.

“untuk apa?”

“kau tau? aku sudah lelah mengurus dorm itu sendiri! seenaknya aja kalian aku yang disuruh bersiin dorm kalian yang mengotori!”

“jadi kita cari pembantu??”

“ne~ kenapa kau tidak setuju??”

“eh? setuju kok hyung~”

Seperti yang kuduga, Heerin langsung mendekat kearah 2 hyungku itu.

“ehmm… permisi” katanya lembut.

“nde?”

“apa kalian butuh tenaga …” Baro hyung langsung memotong ucapannya.

“nde! kau mau?” tanyanya.

“mau! sangat mau!”

“baiklah kau diterima!” kata Jinyoung hyung.

“eh?! benarkah?? ah! gomawo jeongmal gamsahamniida~” katanya sambil membungkuk.

“tapi apa tidak perlu di test?” tanyanya.

“tidak!” jawab kedua hyungku.

“kamu bisa mula kerja sekarang, kalau kamu mau”

“ne! aku bisa mulai sekarang”

“untuk masalah jam kerja itu kita rundingkan disana saja ya, bagaimana kalau kau ikut mobil kami saja?” tanya Jinyoung hyung.

“lalu sepedaku??”

“taruh saja dijok belakang mobil kami” jawab Baro hyung.

“nde baiklah”

Shinwoo Hyung langsung membunyikan klaksonnya.

“nah itu mobil kami”

Saat mereka bertiga masuk, aku langsung menutupi wajahku dengan topi dan pura – pura tertidur.

“nah perkenalkan, aku Jinyoung~ yang sedang menyetir itu Shinwoo hyung, yang ini Baro dan yang disebelahmu itu Sandeul” kata Jinyoung Hyung.

Sial! dia tidak menyebutkan namaku.

“aku sudah mengenal Sandeul oppa~” katanya.

“annyeong Heerin” kata Sandeul hyung.

“oh iya~ yang tidur pake topi itu namanya Gongchannie~~” kata Sandeul hyung lagi.

“oh baiklah~ bangapseumnida semuanya nama saya Nam Heerin” kata Heerin.

 

@Dorm

Aku langsung masuk kedalam kamarku mendahului Heerin dan yang lain.

Hari ini, Shinwoo hyung dan sandeul hyung tidak menginap di dorm.

Jadi, hari ini hanya ada 3 orang di dorm.

Kami memutuskan untuk tinggal bersama disebuah dorm, bukan karena kami seorang artis karena kami adalah 5 orang namja yang ingin hidup mandiri *ceile*

Aku langsung masuk kekamar mandi saat mendengar langkah kaki.

“kamu bisa mulai bekerja aku dan Baro akan berbelanja sebentar kau disini dengan Gongchan yah! dadaah”

Hah?? Apa?? berdua saja dengan Heerin?? memang sudah gila mereka semua!

Setelah selesai mandi aku keluar dengan mengenakan kaos dan boxer.

“huaah!” teriak Heerin ketika melihatku.

Kenapa?? bukankah aku sudah memakai baju?? kenapa dia berteriak?!

Seperti adegan dalam sebuah drama saja *gongchan kebanyakan nonton sinetron -.-*

“kau mengagetkanku Gongchan-ssi!” katanya.

“kau siapa?? bukankah kau pelayan yang menangis tadi?” tanyaku pura – pura tidak tau.

“Nam Heerin imnida, nde~ itu benar” jawabnya sambil senyum yang mengembang.

“kenapa bisa ada disini?” tanyaku.

“aku pembantu baru~” jawabnya.

“pem-bantu??” kataku tercekat.

“baiklah selamat bekerja~” aku segera masuk kedalam kamarku.

Aku sangat gugup saat berbicara dengannya, jujur ini pertama kalinya aku hanya berdua dengan seorang wanita di dorm.

 

– Heerin POV –

Beberapa saat setelah Gongchan-ssi masuk ia keluar dengan headset dan sebuah novel tebal.

“kami pulang~”

Pintu apartemen terbuka, Baro dan Jinyoung oppa membawa 2 kantung belanjaan.

“kau bisa masak?” tanya Jinyoung oppa.

“bisa Oppa~” jawabku.

“ya sudah taruh sapu itu, ayo kita memasak~” katanya.

Aku hanya mengangguk lalu mengikuti perintahnya.

Kami memasak tidak terlalu banyak hari ini.

PYAAARR (?)

Gelas yang dibawa Jinyoung oppa jatuh, aku segera membersihkannya.

Aku mengumpulkan pecahan – pecahan gelas itu kemudian hendak mengambil sapu, tapi aku merasa ada sesuatu yang menancap ditelapak kakiku.

Aku langsung jatuh terduduk.

“aigoo~ gwaenchana??” kata Jinyoung oppa.

“hehe, gwaenchana oppa~”

Tiba – tiba saja Gongchan ini sudah ada disebelahku.

Ia melihat telapak kakiku.

“Jangan lihat ini dan tahan sedikit, oke!” katanya.

Aku hanya mengangguk.

Ia mengeluarkan pecahan gelas tersebut dengan pelan tapi aku masih bisa merasakan sakitnya.

Aku menggigit bibir bawahku lalu menutup mataku.

“sudah kok~” Gongchan-ssi tersenyum padaku.

“ayo aku obati~” lanjutnya.

Tanpa persetujuan dariku ia menggendong tubuhku ke sofa yang ada diruang keluarga.

Sudah tersedia kotak obat disana.

Ia mengobati lukaku dengan pelan sehingga tak begitu sakit.

Setelah menutup lukanya, ia tersenyum tulus padaku.

“Gamsahamnida, gongchan-ssi” kataku.

“cheonmaneyo~ tapi bisakah kau memanggilku Oppa saja? dan jangan terlalu formal” katanya.

Aku hanya mengangguk.

“ayo makan” kata Jinyoung Oppa.

Aku berusaha untuk bangkit sampai aku menyadari bahwa Gongchan oppa berjongkok dibawahku.

“ayo naik” katanya.

“untuk apa?”

“sudah naik saja” aku pun naik ke punggungnya.

Ia menggendongku sampai ke ruang makan, ia juga mendudukkanku, oh~ kenapa namja ini baik sekali.

“mianhae oppa, karena aku, kau jadi masak sendirian~” kataku pada Jinyoung oppa.

“gwaenchana~ tadi dibantu Baro kok~”

“kau tidur disini saja ya~ lihat kakimu masih sakit” kata Baro oppa.

Buru – buru aku menggeleng.

“kami orang yang baik kok~” kata Gongchan oppa.

“aku mau pulang saja~” kataku.

“kau bisa tidur di kamar shinwoo hyung~” kata Jinyoung oppa.

Hmm… aku menyerah, mereka jago memaksa.

“guraeyo” jawabku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

– Next day –

Author POV

 

Heerin sudah bisa berjalan walaupun masih sedikit pincang.

Hari ini, ia bangun sangat pagi untuk membereskan dorm dan menyiapkan sarapan.

Setelah semuanya beres, ia membangunkan ketiga namja itu.

“Oppadeul bangun~” katanya, ia menyibakkan tirai kamar mereka.

Baro langsung bangun, kemudian melemparkan sebuah bantal pada Jinyoung dan ia pun terbangun.

Hanya Gongchan yang memang dikenal (?) susah bangun yang belum bangun.

“Gongchan oppa?” kata Heerin pada Baro.

“dia emang susah dibangunin, biar oppa yang bangunin, kamu keluar aja~” kata Baro.

Heerin pun keluar ia menuju meja makan.

Beberapa lama kemudian ketiga namja tampan –atau mungkin imut- itu sudah berkumpul bersama Heerin dimeja makan.

Mereka sarapan dengan keadaan hening.

Sampai akhirnya Jinyoung memecah keheningan.

“Heerin-ah~ biar kami antar kau sekolah ya~” katanya.

“aniya…”

“tidak ada kata aniya~ kau ini selalu saja” potong Baro.

“gurae~” jawab Heerin pasrah.

Mereka berempat pun menuju sekolah Heerin.

“Oppa~ kalian tau sekolahku?” tanya Heerin.

“kau satu sekolah dengan Gongchan khan? tentu saja aku tau” kata Baro.

Heerin menoleh kearah Gongchan yang sedang membaca buku.

Seragam mereka memang satu jenis(?)

“Oppa~ benarkah…”

“nde~ aku kakak kelasmu, kau tidak tau??” kata Gongchan.

“aku tidak tau hehe”

“sudah sampaiii” kata Baro.

Heerin dan Gongchan pun turun setelah pamit kepada kedua orang yang ada didalam mobil itu.

“Oppa~ aku duluan ya~ annyeoong” Heerin melambaikan tangannya pada Gongchan yang berjalan santai sambil membaca buku.

Gongchan hanya tersenyum pada Heerin yang mulai menjauh.

 

@Break time

Seluruh siswa konkuk high school berkumpul dilapangan.

Mereka menyaksikan adegan romantis antara Taemin dan Heerin.

Atau mungkin lebih tepatnya adegan menyakitkan -.-

“cih! kau siapa berani memberiku makanan bekal jelek seperti itu hah?” kata Taemin sadis (?) *author kabut xD*

“ta..tapi kita sangat dekat selama ini” kata Heerin.

Ia tertunduk, ia tak menyangka Taemin yang selama ini baik padanya bisa berubah seperti ini.

Ia tau Taemin adalah idola, tapi mereka kan dekat selama ini.

“itu perasaanmu saja Nam Heerin! jangan bermimpi! aku tidak pernah dekat dengan pelayan restoran seperti mu!” kata Taemin.

Heerin tak sanggup menahan air matanya lagi.

Ia mendengar tawa dan caci maki dari teman – teman sekitarnya.

Ia berlari menuju taman, satu – satunya tempat yang bisa membuatnya tenang.

Ia terus menangis, ia tidak menyangka bahwa ia bisa diperlakukan seperti itu oleh Taemin.

Ia sudah dipermalukan didepan banyak orang.

Ia menangis dibangku taman itu.

Heerin menangis sekencang – kencangnya walaupun ia tau ada seseorang yang sedang membaca buku disitu.

Namja itu meletakan bukunya, kemudian merampas kotak bekal yang dibawa Heerin.

“untukku saja ya~” katanya.

Heerin menoleh dan berhenti menangis.

“hiks.. Gongchan oppa??!!” katanya.

“dari pada kau menangisi Taemin mending kita makan aja berdua nih bekal…” kata Gongchan.

Untuk beberapa menit Heerin tak memberikan reaksi (?)

“yuk” lanjut Gongchan.

“udah~ nih” Gongchan menyuapkan roti buatan Heerin kemulut pembuatnya.

Heerin mengeluarkan senyumnya.

Gongchan menyeka sisa air mata Heerin yang masih ada dipipinya.

“udah gak usah ditangisin cowok banyak~” kata Gongchan.

“tapi aku tidak menyangka kalau Taem…”

“udah gak usah diomongin, mending makan nih roti” potong Gongchan.

‘dia sangat baik’ kata Heerin dalam hati.

“bikinanmu sangat enak~” kata Gongchan.

“jinjja?? gomawo Oppa~” kata Heerin tersipu.

“besok, bikinin yah” pinta Gongchan.

“okay!”

Bel berbunyi tanda seluruh siswa harus masuk.

“nanti pulang denganku ya~” kata Gongchan.

“eung…”

“ingat kata Baro hyung tadi,,,”

“geurae~”

“mau ku antar kekelasmu?” tanya Gongchan.

Tanpa menunggu jawaban dari Heerin, Gongchan langsung menarik tangan Heerin.

Beberapa siswa merapat saat Heerin dan Gongchan lewat.

Dan berbisik – bisik, mengingat Gongchan adalah siswa yang pintar jadi ia juga cukup popular.

“sudah ya~ aku kembali dulu” kata Gongchan.

Ia tersenyum kemudian mengacak pelan puncak kepala Heerin kemudian berbalik dan menjauh.

Heerin hanya memandanginya dengan senyum.

“bukankah itu Gongchan oppa??” tanya So Young.

“ne, waeyo?”

“ehehehe tidaak~”

 

Sepulang sekolah, Gongchan pun menghampiri Heerin dikelasnya.

“kajja~” kata Gongchan.

“nde, So Young, Hyomin aku pulang dulu ya~ annyeong ” pamit Heerin.

“kau suka pada Taemin??” tanya Gongchan tiba – tiba saat diperjalanan.

“tadinya…” kata Heerin dengan nada miris (?)

“oh~ sudahlah lupakan” Gongchan tersenyum lebar dan tulus pada Heerin.

Melihatnya Heerin pun ikut tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“aish! susah sekali~” keluh Heerin saat mengerjakan PR-nya.

“tanyakan saja pada Gongchan, dia sangat pintar” saran Sandeul yang mendapat anggukan dari Heerin.

Heerin menghampiri Gongchan yang sedang duduk dikursi baca tapi ia sedang tidak membaca ia mengenakan headset dan bermain game di PSP.

Heerin menaruh tangannya dipundak Gongchan.

Gongchan menoleh lalu melepas headset-nya dan menaruh PSP-nya.

“ada apa??”

“ehmm… aku.. aku… tidak bisa mengerjakan ini, kata Sandeul oppa…”

“mana aku lihat~” kata Gongchan merebut buku tulis ditangan Heerin.

“Oppa… kau selalu memotong ucapanku…”

Gongchan menoleh kearah Heerin lalu tersenyum dan mengacak puncak kepala Heerin dengan lembut.

Akhirnya, Gongchan mengajari Heerin.

“lihat mereka… lucu sekali~” kata Sandeul.

“serasi yah~” sambung Jinyoung.

“apa Hyung?” tanya Gongchan yang ternyata menyadari bahwa ia dilihati oleh Sandeul dan Jinyoung.

Kedua orang itu hanya menggeleng.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Next Day

Gongchan bangun lebih pagi dari biasanya bahkan dari hyung – hyungnya.

Ia langsung bergegas mandi lalu berganti baju seragam.

“Heerin-ah~” panggilnya.

kepalanya muncul dibalik tembok.

“Oppa?? waeyo?” tanya Heerin.

“kau sudah selesai mandi?”

“sudah~”

“sudah bikin sarapan??”

“emm… finished!” kata Heerin setelah meletakkan piring – piring diatas meja makan.

“berangkat yuk~” kata Gongchan.

“eh?! tapi ini kan masih pagi…”

“sudahlah ayo, mau yaaa~”

“oke oke! tunggu sebentar”

Heerin kembali kekamar barunya di dorm itu, ia mengambil tas dan memakai sepatunya.

Setelah itu berdiri didepan kaca dan memakaikan sebuah jepitan rambut dirambutnya yang membuatnya tampak manis.

“kajja Oppa~” kata Heerin.

Gongchan hanya mengangguk.

“kita naik apa??” tanya yeoja imut itu.

“ehmm.. sepedamu ya~” jawab namja yang tak kalah imut itu *halah*

“gurae~”

“kau kubonceng haha” kata Gongchan sangat bersemangat.

“nanti kalau jatuh??” tanya Heerin hati – hati.

“aku bisa kok!!” kata Gongchan meyakinkan.

“iya~ iya~ sudah cepat!”

Mereka berdua pun menaiki sepeda itu dengan santai.

Sesekali Heerin memeluk pinggang Gongchan erat karena Gongchan hampir terjatuh.

“Oppa~ hati-hati…” kata Heerin dengan nada lembut kemudian memukul pelan lengan Gongchan.

“makanya pegangan~” balas Gongchan mencari kesempatan dalam kesempitan (?)

Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di sekolah.

Masih lumayan sepi karena mereka datang terlalu pagi.

Gongchan mengajak gadis manis itu menuju taman sekolah.

“Oppa kenapa mengajakku kesini??” tanya Heerin.

“tidak apa – apa~ hanya saja… besok aku mau menyatakan perasaanku kepada seorang yeoja yang kucintai, jadi aku mau kau berpura-pura menjadi dia, bagaimana?? kau mau??” tanya Gongchan.

“jadi karena ini?? baiklah~”

“aku mulai ya huff~”

 

– Heerin POV

apa?? aku tidak salah dengar kan??

Gongchan oppa mau punya pacar?? Oke!

Nam Heerin stop your dream in here!

Gongchan oppa mulai memegang tanganku.

Aigoo! semoga dia tidak bisa mendengarkan detak jantungku.

Aku menundukkan wajahku, hah~ aku tak sanggup melihat mata indahnya.

“ketika matahari terbit aku mencintaimu, ketika matahari terbenam aku akan tetap mencintaimu ketika kegelapan datang dikehidupan kita aku akan tetap bersamamu selamanya~” OMO! Senyumnya.

“so sweet :3”

“hehe lebay kah??”

“tidak~ aku menyukai kalimatmu hhe~ bagaimana kau bisa mendapatkan kata – kata semanis itu…” tanyaku.

“kau mau tau??” bisiknya tepat ditelingaku.

“errr.. nde~”

“aku kan nge-follow fanbase yang suka bikin #imagine hehe” jawab Gongchan. *chan korban fanbase*

Ahelah -.- ini orang…

Kirain bikin sendiri dari hati.

“ya! aku fikir bikin sendiri!” kataku.

Gongchan oppa masih tertawa renyah.

Aku hanya menatapnya sambil tersenyum.

Orang yang beberapa hari yang lalu kukenal ini begitu baik padaku.

Setiap kesusahan dia menolongku.

Dia juga perhatian padaku.

You are so precious to me :)

am I too for you?? yah~ I think no ^^

It’s okay but thanks for all~

“Oppa~ aku ke kelas dulu ya~” pamitku.

“eh?! ne ne~ nanti pulang bareng ya~”

“oke~”

 

– Author POV

Gongchan menemui So Young setelah Heerin pergi.

“ada apa Oppa??” kata So Young.

“besok bener ulang taun Heerin?” tanya Gongchan.

“ne~ waeyo?”

“nanti kamu ke dorm ya~ bantuin kita buat nyiapin sesuatu buat dia”

“oh gitu,, boleh boleh udah lama juga aku gak kesana”

“okay! gomawo sebelumnya” kata Gongchan kemudian pamit untuk kekelasnya.

~~~~~~~~~~

 

Dan akhirnya mereka pun pulang.

Seperti tadi pagi Heerin dan Gongchan menaiki sepeda Heerin bersama.

“Oppa,, aku yang bonceng ya??” tawar Heerin.

“gamaooo :P aku aja~” kata Gongchan

“peliiiiittt~ ya udah ayok~”

“kenapa kau mau aku yang kau bonceng???” tanya Gongchan saat diperjalanan.

“takut jatoh oppaa~~”

“makanya…”

“pegangan! udah tau -m-”

“ahahaha~ kesel yaa??”

“tau!”

 

Sekitar 25 menit kemudian Gongchan dan Heerin sampai di dorm.

“kami pulang~” kata mereka bersamaan.

“Heerin-ah~ habis ini kau belanja sesuatu yah~” kata Jinyoung.

“bukankah beberapa hari yang lalu kau sudah belanja??” kata Heerin.

“bukan makanan” jawab Sandeul.

“lalu apa?”

“ini daftarnya, kau ganti baju dulu lalu makan setelah itu baru pergi~”

“aku tidak usah makan, tadi disekolah udah makan kok~”

“terserah kamu deh~”

Bel pintu dorm kelima namja tampan itu berbunyi.

Kelima namja itu saling melempar pandangan kepada siapa yang harus membukakan pintunya.

“sudah~ aku saja” kata Heerin.

Heerin lah yang membukakan pintu.

“So Youngie~~” kata Heerin kemudian memeluk sahabatnya itu.

“Heerin-ah~ kita kan baru ketemu di sekolah tadi,, kenapa kau seperti orang yang bertahun – tahun tidak bertemu denganku??” kata So Young.

“ehehehe… kau mau ketemu siapa?” tanya Heerin.

“sandeul oppa dong… hhehe”

“oke oke mereka ada didalam, aku mau belanja dulu ya~” kata Heerin.

“Oppadeul aku berangkat ya~” pamit Heerin.

“mau aku antar??” tanya Gongchan yang membuat ke empat namja lain melihatnya.

“tidak usah Oppa~ annyeong!”

“Hyung, aku menawarkan hal itu padanya karena aku tau dia akan menolaknya hehe” kata Gongchan.

“gila” kata Shin woo.

“cari muka lu -,-” kata Sandeul.

“sok perhatian!” kata Baro sambil melempar sebuah bantal kepadanya.

“kau mau bilang apa Hyung?! kau juga So Young?! kalian mau ngomong apa lagi?!” kata Gongchan.

“sudahlah~ lihat dia jadi marah kan” kata Jinyoung.

“aah~ uri baby channie marah ya~” kata Sandeul sambil menempelkan sebuah bantal kepipi Gongchan.

“jadi gak nih rencananya?? kalo gak jadi aku pulang nih” kata So Young.

“aah~ So Youngie ikutan marah yaa~” kata Sandeul.

“yaudah deh~ ayok dah dimulai…”

Mereka pun merencanakan sebuah Surprise Party kecil – kecilan untuk Heerin.

 

2 jam kemudian, Heerin telah kembali dari belanja.

Tapi sayang, So Young sudah pulang.

“So Young sudah pulang kah?” tanya Heerin.

“sudah baru saja diantar Sandeul, bagaimana belanjaannya? ada yang kurangkah?” tanya Jinyoung.

“aniyo oppa~ semuanya sudah lengkap” jawab Heerin.

“baiklah… gomawo^^” kata Jinyoung.

Heerin berjalan menuju sofa kemudian duduk bersandar disofa.

Ia melihat Gongchan tampak sangat gembira.

“Oppa kenapa??” tanya Heerin.

“tidak apa – apa”

“why you look so happy??” tanya Heerin lagi.

“I just excited. tomorrow will be my beautiful day~”

“oh~ I know, it’s all about your girl right?”

“bingo!^^”

“sok inggris kalian berdua~” kata Shin woo kemudian meninggalkan mereka berdua.

“ohohoho wae??” kata Heerin.

“he just jealous because he can’t speak English well” kata Gongchan.

“AKU MENGERTI DAN MENDENGAR ITU GONGCHANSIK!” teriak Shin Woo dari dalam kamar kemudian sebuah bantal mendarat tepat diwajah narsis (?) Gongchan.

“maaf Hyung~” kata Gongchan.

“ribut mulu ih kalian berdua!” kata Baro.

Mereka pun menghabiskan malam minggu itu dengan bercanda.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Pagi – pagi sekali Jinyoung sudah menyibukkan gadis kecil itu.

Agar mereka berenam (+ So Young) bisa menyiapkan Surprise party untuknya.

Mereka semua benar – benar memikirkan bagaimana caranya agar Heerin bahagia.

 

– Heerin POV

Sial! kenapa hari ini aku sangat sibuk!

Oh, sungguh aku ingin cepat pulang dan tidur.

Dan aku juga tidak mau melihat Gongchan Oppa.

Terus gimana dong?! ah! serba salah nih.

aku melirik jam tanganku, sudah tengah hari rupanya.

“lebih baik aku pulang…”

 

Aku beberapa kali memencet bel dorm tapi tidak ada yang menjawab. aish!

KRIIIIIEKK

Aku langsung masuk kedalam dorm dan…

“Saengil chukkahamnida… saengil chukkahamnida saranghaneun uri Heerin… saengil chukkahamnida~” kata mereka berlima.

Aku melihat kearah kalender.

Ternyata hari ini ulang tahunku, 1 July !

Aku hanya diam mematung tak bisa berkata apa – apa lagi.

Oh! aku sangat senang sekali, ini pertama kalinya aku mendapat kejutan seperti ini.

Omo~ ruangan ini mirip sekali dengan kamar yeoja yang ada di MV Only Learnt The Bad Things -nya B1A4 (?) *JEDER* *dor* *herein mabok*

So Young berlari memelukku.

“saengil chukkae Heerin-ah~”

“gomawo So Youngie~” kataku.

aku hanya bisa menutup mulutku tak percaya.

Aku merasakan sebuah air mata meluncur menuruni pipiku.

Oh my….

Tunggu! So Young, Sandeul oppa, Baro oppa, Shin woo oppa, dan Jinyoung oppa!

Mana Gongchan oppa?

“kenapa Cuma berlima??” tanyaku.

“Oh iya~ ehmm…” Jinyoung oppa berusaha menjawabnya, tapi aku sudah tau kemana perginya Gongchan oppa, he met him next girlfriend.

Seseorang menepuk pundakku.

“aku disini~” kata Gongchan oppa sambil tersenyum.

Ia memberikan sebuah bunga yang sangat cantik.

“areumdaun~” kataku.

“sepertimu…” kata Gongchan oppa, lagi – lagi ia tersenyum.

Aku hanya bisa tersenyum malu.

“kenapa kau disini?? are you not meet your next girlfriend?” tanyaku.

“I’ve met my next girlfriend~ she front of me now^^” katanya.

APA?! APA DIA BILANG??

Yeoja itu ada didepannya.

Stay calm! jangan ke-geer-an.

“eh?”

Sungguh! benarkah yang kudengar??

Aku tidak bisa bernafas aigoo~

Ia mengambil tanganku dan menggenggamnya erat.

Kalian tau?? aku hanya memandangi wajah tampannya tanpa berkedip!

“will you be my princess? I’ll be your prince and we’ll live happy ever after my precious girl :) ~” katanya.

Aku hanya bisa tersenyum.

“dari #imagine lagi kah??” tanyaku.

“tidak! kali ini dari hati…” kata Gongchan.

Oh my! you success make blushing Gong chan sik for second times

“so… I do~~” Ia langsung memelukku.

Aku tidak menyangka kalau yeoja itu aku.

Aigoo…

“tiup lilin dulu dong!” kata Baro oppa.

“make a wish~” kata Gongchan oppa.

Aku tersenyum padanya.

“I don’t need to, because I already have you~”

“dua – duanya gombal -___-” kata Shinwoo.

Dan, hari ini adalah hari terindah yang pernah kualami ^^

 

– The END –

waaahh maaf ya kalo risih dengan bahasa inggrisnya ._.v

maaf juga kalo kepanjangan dan gajebang ._.v

maaf juga biasnya disini ngomongnya dikit ._.v

tapi tiada maaf untuk silent readers hahaha *evil laugh*

yang comment bias siap dibawa pulang nih :D *bonus bias maksudnya* -> ribet bgt -,-

okeh! tunggu members B1A4 yang lai yah^^

ada yang mau jadi cast?? just comment

and tellme your name dan bias name and your character :D *author lagi baek u,u*

don’t forget to follow my twitter haha @milkyMYUNGYEOL_

thankyu readerdeul ^^ *tebar bias*

Advertisements

18 responses to “My Precious Girl

  1. Ishhh~ Bikin iri saja. Gongchanku kenapa kau berpaling padanya #plakk*lebebanget*
    good luck author. ff nya bagus. Sukses bikin saya iri berat.

  2. waaaahhhhh channie so sweet…
    Jd tmbh suka..hehe..
    Udah gtu sma ky aku susah bngun kl dah tdur,,manja n agk cengeng lgi..hahhhahaha..
    Cannie my bronis(brondongmanis),,love you..hahhaaha gaje.com

  3. kyaaaa ❤ b1a4 ❤ ❤ ❤ chanie…
    ih pas banget aku nyari2 ff yg main castnya channie ama sandeul… kerennn

  4. sweet banget. bacanya sambil senyam senyum hehe
    Sandeul oppa jgn sama soyoung, sama saya aja 😀 /plak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s