Our Life part 11

Tittle: Our Life part 11

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

♥Cast♥

♥ Park Hyun Seul/Chiaki

♥ Choi Myung Ah/Myungie

♥ Cho Jung Hyun/Jungie

♥ Han/Park Son Hee

♥ Doojoon BEAST as Yoon Doojoon

♥ Junhyung BEAST as Yong Junhyung

♥ Kikwang BEAST as Lee Kikwang

♥ Yoseob BEAST as Yang Yoseob

♥ And Other Cast ^.<

Genre: Romance, Family, Friendly

Rate: PG 17

GOOD READERS = PAHALA

SILENCE READERS = DOSA

What you’re choice readers???

HAPPY READING :D

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Junhyung, namja tampan itu tampak duduk dengan kepala yang menunduk menatap kosong kearah sepasang sepatu sneaker putih yang kini tampak penuh oleh bercak2 darah. Bukan hanya sepatunya, baju kaos biru laut serta jaket basball yang dipakainya pun penuh dengan noda darah. Kalau saja dia tidak mencuci wajahnya, mungkin diwajahnya juga pasti bakal ditemukan darah yang menempel.

“hah” helaan nafas yang entah sudah berapa kali dikeluarkannya kembali terdengar diantara kebisingan RS Seoul Internasional dipagi hari. Keterangan dokter tentang keadaan Myung Ah yang kritis kembali melintas dikepalanya.

pasien mengalami patah tulang dibetis kiri dan paha kanannya. Pergeseran tulang dilengan kiri serta dileher juga terjadi akibat tubuhnya ditarik paksa keluar dari dalam mobil serta tengkorak dibagian pelipis kiri juga retak akibat terbentur pada pintu mobil. Kami harus secepatnya melakukan operasi”. Junhyung memejamkan matanya perlahan, baru 5menit yang lalu operasi berjalan, tapi baginya sudah seperti berjam-jam. Kepalanya yang sedari tadi menundukpun kini menatap pintu ruang operasi dengan tatapan sendu.

dear, kau harus kuat”

Tap tap tap suara langkah kaki yang terdengar tergesa2 dan semakin dekat itu membuat kepala Junhyung berputar dan menemukan Siwon serta Soo Young berlari kecil kearahnya, membuat namja tampan itu akhirnya berdiri dari duduknya sembari membungkuk kecil saat Soo Young dan Siwon sudah berdiri dihadapannya.

“bagaimana keadaan Myungie?” Tanya Soo Young dengan nada cemas yang sangat kental. Kedua pipi tirus yeoja cantik itu tampak sembab dengan mata yang terlihat sedikit merah, menandakan dia tidak pernah berhenti menangis, bahkan saat dia bertanya pada Junhyung. Siwon tampak menatap Junhyung lekat, menunggu namja tampan itu membuka suara seperti yang kini dilakukan oleh Soo Young.

“Myungie dalam kondisi kritis ahjussi, ahjumma” ucap Junhyung pelan dan sontak membuat Soo Young mendekap mulutnya sendiri agar suara isak tangisnya tidak terdengar.

“jelaskan lebih lengkap tentang kondisinya Junhyung-gun” pinta Siwon sembari menahan tubuh Soo Young agar tidak terjatuh dilantai RS.

“Myungie mengalami patah tulang dibetis kiri dan paha kanannya. Pergeseran tulang dilengan kiri serta dileher,,,karena tubuhnya aku tarik keluar dari dalam mobil. Tengkorak dibagian pelipis kirinya juga retak karena terbentur pintu mobil” terang Junhyung. Soo Young menutup kedua matanya pelan, dalam daftar kecelakaan yang dialami Myung Ah selama ini karena hoby balapannya, baru kali ini Soo Young mendengar anak gadis satu2nya itu sampai mengalami patah tulang dan kritis. Siwon tampak memalingkan wajahnya sembari mengusapnya pelan. Kata2 Myung Ah saat gadis itu mengamuk, meluapkan semua yang dipendamnya selama ini kini kembali berputar2 diatas kepala Siwon.

Apa kalian masih berpikir kelakuan liarku selama ini karena aku salah dalam pergaulan? KALIAN SALAH! Yang membuatku begini adalah KALIAN BERDUA!!!

aku begini karena kalian. Karena kalian tidak pernah memperhatikan aku dan lebih memilih pekerjaan kalian yang membuat kalian berdua hanya bisa pulang kemari sekali sebulan

selama ini aku belum pernah mengatakannya pada kalian bukan? Aku benci dengan hidupku! Aku benci lahir dikeluarga ini! Aku benci diriku dan aku juga benci pada kalian! Kalian yang tidak pernah ada disampingku, kalian yang tidak pernah memberikan kasih sayang padaku, dan kalian yang sudah membuatku menghancurkan hidupku sendiri

sayang? Appa bilang sangat sayang padaku? Apa buktinya? Harta? Kekuasaan? Apa appa pikir itu bisa menggantikan kasih sayang yang selama ini sangat2 sedikit yang aku dapatkan dari oemma dan appa?

selama ini, aku berbuat ulah agar oemma dan appa mau lebih memperhatikanku. Aku memang mendapatkannya, tapi hanya sebentar karena setelah itu kalian akan sibuk lagi dengan pekerjaan kalian. Selama ini, aku tidak pernah mengatakannya karena aku berharap eomma dan appa akan sadar dengan sendirinya. Sadar kalau kalian telah membuatku menderita batin selama 12tahun, tapi apa? Kalian malah menunangkanku dan berharap dengan begitu aku akan berubah? Kalau sejak awal kalian memang tidak menginginkan seorang anak, LEBIH BAIK JANGAN BUAT AKU HADIR DUNIA INI!!!!” Siwon tampak menutup matanya rapat2 sembari menggigit bibir bawahnya kuat.

“Myungie, appa dan oemma sangat menyayangimu. Jadi jangan wujudkan kata2 terakhirmu itu jagi. Appa mohon” ucap Siwon bersungguh2 dan bertepatan dengan jatuhnya setetes air matanya.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Son Hee, gadis mungil itu kini tampak sudah tenang walau air mata tak henti2nya jatuh membasahi kedua pipinya. Pandangannya tampak lurus dan kosong, sinar dikedua matanya juga tampak redup. Son Hee yang selalu tampak ceria dan tersenyum, kini tampak seperti mayat hidup.

“jagi, uljima” ucap Yoseob lembut sembari menyeka air mata Son Hee.

“aku buta oppa” ucap Son Hee dengan suara serak dan terdengar datar.

“kita akan cari donor mata untukmu. Jadi kau tidak usah khawatir jagi” ucap Yoseob menghibur sembari tersenyum tipis walau tau Son Hee tidak bisa melihat senyumnya itu.

“dokter mengatakan bahwa susah mencari donor mata yang cocok denganku oppa” ucap Son Hee datar dan sekali lagi air mata kembali jatuh kepipinya. Yoseob menatap Son Hee sendu sebelum akhirnya menarik tubuh mungil gadis itu kedalam pelukannya.

“sesusah apapun itu. Aku akan tetap disampingmu dan menjagamu jagi. Percayalah, kita pasti akan menemukan donor mata untukmu jagi chu” ucap Yoseob sebelum akhirnya mengecup puncak kepala Son Hee cukup lama, membuat Son Hee menutup kedua matanya untuk merasakan kehangatan lembut yang kini menjalar keseluruh tubuhnya. Tangannya yang sedari tadi diampun kini mulai membalas pelukan Yosoeb sembari menyembunyikan wajahnya didada namja tampan itu. Sementara itu, Hyun Seul dan Doojoon tampak menatap adegan itu dari celah pintu. Hyun Seul tidak merasakan perasaan cemburu yang dulu sering dia rasakan saat melihat kedekatan Son Hee dengan Yoseob, kini yang dia rasakan hanyalah perasaan bersalah yang sangat besar pada Son Hee. Hyun Seul menghela nafas pelan sembari menutup rapat pintu kamar inap Son Hee. Matanya kini menatap Doojoon lekat sebelum menjatuhkan kepalanya diatas dada bidang Doojoon sementara namja tampan itu tampak merengkuh tubuh Hyun Seul agar lebih mendekat. Tangan kanan Doojoon tampak mengelus lembut puncak kepala Hyun Seul sementara tangan kirinya melingkar dipinggang kecil Hyun Seul.

“aku,,,aku rasa aku akan mendonorkan mataku untuk Son Hee” ucap Hyun Seul pelan namun terdengar jelas oleh Doojoon. Namja tampan itu tampak melotot kaget mendengar apa yang dikatakan Hyun Seul.

“tapi,,, kau tidak bisa melakukan donor mata begitu saja Chiaki. Matamu harus diperiksa apakah cocok untuk Son Hee atau tidak” ucap Doojoon tenang tanpa mengeluarkan sedikitpun nada terkejutnya.

“kalau begitu aku akan melakukan pengecekkan mata. Dan kalau…”

“kau tidak perlu melakukan itu jagi” potong Jungsoo cepat dan sontak membuat Doojoon dan Hyun Seul melepaskan pelukan mereka. Tak lebih dari 2meter, Jungsoo dan Ga In tampak berdiri berdampingan dengan sebuah amplop coklat ditangan kanan Jungsoo. Jungsoo tampak tersenyum sebelum berjalan mendekati Hyun Seul dan Doojoon. Tangan kiri Jungsoo pun terarah mengelus puncak kepala Hyun Seul lembut.

“mata appa cocok dengan Son Hee, jadi appa yang akan mendonorkan mata untuknya. Dan,,,kalau appa sudah tidak ada lagi didunia ini, appa mohon padamu untuk tetap tinggal dengan Ga In dan Son Hee. Anggap mereka oemma dan yeosaeng kandungmu jagi, dan patuhi apa yang dikatakan Ga In seperti saat kau mematuhi kata2 oemma” ucap Jungsoo yang sontak membuat Hyun Seul tertegun.

“appa, apa yang appa katakan?” Tanya Hyun Seul pelan dan tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Jungsoo kembali tersenyum tipis sembari menatap lekat kearah Hyun Seul sebelum beralih menatap Doojoon.

“tolong jaga Chiaki dengan baik Doojoon-gun. Buat dia selalu tersenyum dan jangan pernah meninggalkan dia” ucap Jungsoo yang sontak membuat Hyun Seul dan Doojoon kaget.

“appa, sebenarnya apa maksud kata2 appa? A,,,aku benar2 tidak mengerti. Sebenarnya ada…”

“kanker otak, appa sakit kanker otak jagi, stadium akhir”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Krekkk pintu kamar mandi terbuka, Junghyun tampak keluar dengan sebuah handuk kecil melingkar dileher putih dan jenjangnya. Tangan kiri dan kanan Junghyun pun bergerak2 mengeringkan rambutnya menggunakan handuk tersebut. Setelah rambutnya dirasa sedikit kering, Junghyun pun meletakkan handuknya dipunggung kursi meja riasnya sembari tangan kanannya meraih sisir dan mulai menyisir rapi rambut sebahunya yang tampak berantakan. Setelah selesai, Junghyunpun berjalan santai keluar kamarnya menuju dapur dimana Geum bisa dipastikan sedang sibuk memasak sarapan pagi untuk mereka berdua. Setengah perjalanan, tangan kiri Junghyun yang tadinya sibuk merapikan poninya kini tampak beralih merogoh sesuatu dari saku hotpants coklat yang kini tengah dikenakannya. Semalaman kedua sahabatnya tidak menghubunginya, membuat Junghyun sedikit bertanya2 juga. Gadis itupun memutuskan untuk menghubungi Hyun Seul terlebih dahulu.

nomor yang anda tuj… klik” Junghyun mendesah pelan sembari menutup flip ponselnya.

“kenapa ponselnya akhir2 ini selalu tidak aktif sich” gerutu Junghyun yang kini kembali membuka flip ponselnya.

baby” Junghyun terdiam ditempat dengan mata yang masih menatap layar ponselnya. Pelan, kepala Junghyun pun berputar dan mendapati Kikwang tengah tersenyum kearahnya. Junghyun balas tersenyum tipis –walau sebenarnya dia masih sedikit kesal dengan kejadian semalam, tapi senyum Junghyun perlahan luntur begitu sesosok gadis mungil tampak menyembulkan kepalanya dari belakang tubuh kekar Kikwang. Kikwang yang sadar senyum yeojachingunya menghilangpun kini tampak menggaruk2 belakang kepalanya karena bingung sekaligus merasa sedikit bersalah pada Junghyun.

“dia memaksa ingin ikut kemari baby. Dia bilang dia ingin lebih dekat denganmu” ucap Kikwang jujur. Na Eun, gadis itu tampak memasang senyum manisnya sembari mengangguk kecil kearah Junghyun.

“ne, unnie, aku ingin lebih dekat dengan unnie, bolehkan?” Tanya Na Eun dengan raut wajah memelas. Dengan terpaksa Junghyun tersenyum kecil.

“ne, tentu saja” jawab Junghyun berusaha ramah. Gadis berambut sebahu itupun tampak kembali berjalan kearah meja makan sembari menempelkan ponselnya ketelinga setelah menekan tombol berwarna hijau dideretan tombol yang ada dan tampak tidak menganggap keberadaan Kikwang dan Na Eun yang berjalan mengikuti langkahnya.

yoboseyo” kening Junghyun tampak berkerut mendengar suara namja yang mengangkat telponnya. Gadis itupun tampak menjauhkan ponselnya dari telinga sembari memeriksa bahwa dia tidak salah nomor.

yoboseyo” kembali suara berat namja yang menyahut karena Junghyun tidak juga berbicara.

“yoboseyo. Apa ini nomor ponsel Myungie?” Tanya Junghyun akhirnya.

ne, ini nomor Myungie. Tapi untuk saat ini dia tidak bisa menjawab telponmu Cho Junghyun-ssi” ucap namja yang ternyata adalah Junhyung dengan suara yang terdengar pelan. Kening Junghyun kembali berkerut.

“memangnya Myungie kenapa sunbae?” Tanya Junghyun yang mulai ingat dengan suara Junhyung.

dia,,,dia mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dioperasi” ucap Junhyung yang sontak membuat Junghyun melotot kaget.

“kecelakaan? Lagi?”

kali ini lebih parah Cho Junghyun-ssi. Keadaannya kritis” ucap Junhyung yang berhasil membuat Junghyun membeku ditempat.

“dirumah sakit mana sunbae?”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

penyakit ini sudah ada sejak setahun yang lalu jagi” Hyun Seul tampak menggigit bibir bawahnya mengingat pembicaraannya dengan Jungsoo setengah jam yang lalu. Kepala Hyun Seul tampak tertunduk lemah, butiran air matanyapun kembali keluar.

“wae? Wae appa tidak pernah mengatakannya sebelumnya?” gumam Hyun Seul pelan sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“wae?”

>Flashback…

“pertama kali appa mengetahuinya saat penglihatan appa sedikit terganggu, ditambah lagi appa juga sempat pingsan waktu itu. Atas saran dari suster yang merawat oemmamu, appapun memeriksakan kondisi appa yang mungkin menurun karena kelelahan akibat menjaga eommamu. Tapi appa salah, yang appa dengar dari dokter bukanlah nasehat untuk menjaga pola makan dan tidur appa, tapi nasehat agar appa secepatnya melakukan operasi karena adanya kanker diotak appa” jelas Jungsoo pelan sembari tersenyum miris kearah Hyun Seul yang duduk disampingnya. Kini, keduanya tampak duduk disalah satu kursi taman belakang RS Seoul Internasional dimana Son Hee dirawat. Berdua? Ya, mereka hanya berdua sementara Doojoon dan Ga In membantu Yoseob menjaga Son Hee yang tengah melakukan pengecekan persiapan untuk melakukan operasi mata. Operasi akan dilakukan secepatnya, itulah yang diinginkan Jungsoo karena dia tau waktunya tidak akan lama lagi didunia.

“jika appa melakukan operasi, persentase keberhasilannya hanya 40% saat itu karena kankernya sudah stadium 3. Appa, tidak ingin mengambil resiko meninggalkanmu disaat oemmamu masih dalam keadaan koma. Appa berniat akan melakukan operasi saat oemmamu sadar nanti. Tapi ternyata,,,dia malah meninggalkan kita” ucap Jungsoo sembari tertawa pilu. Mata bening namja tampan itu kini tampak sudah dipenuhi oleh air mata yang siap jatuh kapan saja, membuat pandangannya buram.

“saat itulah appa merasa benar2 bingung. Appa tidak mungkin meninggalkanmu didunia ini sendirian. Hingga tiba2,,,appa bertemu Ga In dipemakaman oemmamu. Yeoja cantik itu adalah sahabat oemma dan appa jagi. Jujur saja, sebelum mengenal oemmamu, appa sudah lebih dulu mengenal Ga In dan sempat berpacaran dengannya selama beberapa bulan” ucap Jungsoo sembari tersenyum, membuat air matanya jatuh dan dengan cepat tangannya pun bergerak menghapus pelan air matanya sementara Hyun Seul tampak masih menunggu, menunggu Jungsoo kembali menceritakan yang sebenarnya kepadanya.

“appa menceritakan apa yang sedang terjadi pada appa saat itu dan Ga In,,, dia mengatakan sesuatu yang membuat appa cukup kaget saat itu. Dia mengatakan dia mau merawatmu karena kau adalah aegi dari sahabatnya dan,,,cinta pertamanya. Appa senang, karena diantara semua orang2 terdekat appa dan oemma, dialah yang paling appa percaya untuk menjagamu” ucap Jungsoo yang kini menatap lekat Hyun Seul sembari mengelus lembut puncak kepala gadis cantik itu.

“percayalah jagi, sampai saat ini hanya ada oemmamu didalam hati appa. Dan Ga In, bagi appa dia adalah seorang yeosaeng, dan dia tau itu karena dia juga menganggap appa sebagai oppanya. Kami sepakat menikah agar Ga In bisa menjalankan perusahaan appa hingga nantinya kau siap untuk menjalankannya” ucap Jungsoo sementara Hyun Seul kini sudah menangis dengan mata yang masih menatap lurus kearah Jungsoo.

“uljimayo jagi” ucap Jungsoo sembari menarik tubuh Hyun Seul kedalam pelukannya.

“berjanjilah pada appa, kau akan jadi aegi dan unnie yang baik untuk Ga In dan Son Hee. Walau appa meminta Ga In untuk menjagamu, tapi appa juga ingin meminta hal yang sama padamu, jagalah mereka juga. Kalian harus saling menjaga satu sama lain, saling menyayangi satu sama lain. Araseo?” Tanya Jungsoo yang dijawab anggukan kecil oleh Hyun Seul. Jungsoo tersenyum tipis sembari melepaskan pelukannya dan chu dikecupnya lama dan dalam puncak kepala Hyun Seul sebelum akhirnya berjalan pergi dari taman, meninggalkan Hyun Seul yang menangis dalam diam.

>Flashback End…

Hyun Seul tampak menyeka pelan air matanya dengan kedua punggung tangannya sebelum akhirnya berdiri dari duduknya.

“ah” langkah kaki gadis cantik itu tampak terhenti melihat Doojoon yang kini berdiri tepat dihadapannya.

“kau baik2 saja Chiaki?” Tanya Doojoon cemas. Hyun Seul menggeleng pelan sembari berjalan mendekat dan mulai merebahkan kepalanya diatas dada bidang milik Doojoon sembari kedua tangannya bergerak melingkar dipinggang Doojoon. Berharap dengan berada dalam pelukan Doojoon bisa membuatnya merasa sedikit lebih baik dan dapat menerima semua kejutan yang datang dalam hidupnya. Melihat Hyun Seul yang kini memeluknya, otak Doojoon hanya memberi reaksi untuk membalas karena namja tampan itu masih bingung. Bingung karena Hyun Seul tiba2 berubah menjadi sangat tergantung padanya. Bingung karena Hyun Seul bersikap sangat manja padanya dan bingung karena gadis itu tiba2 menjadi sangat terbuka padanya. Doojoon jadi bertanya2 apakah ini artinya Hyun Seul sudah menganggapnya sebagai namjachingu yang sebenarnya atau gadis cantik itu hanya terbawa oleh suasana yang meneganggangkan akhir2 ini.

“Son Hee akan kembali bisa melihat, tapi disaat yang bersamaan aku akan kehilangan appa. Aku harus merasa senang atau sedih jika saat itu tiba oppa?” Tanya Hyun Seul pelan. Kedua matanya tampak tertutup rapat. Doojoon menghela nafas pelan. Tangan kiri namja tampan itupun bergerak mengelus kepala Hyun Seul lembut sembari meletakkan kepalanya diatas kepala Hyun Seul.

“kau tidak akan benar2 kehilangan appamu. Kau bahkan sebenarnya tidak kehilangan oemma kandungmu. Memang, dalam bentuk nyata mereka tidak ada, tidak tampak oleh matamu. Tapi yakinlah, mereka sebenarnya selalu ada. Mereka ada dihati dan pikiranmu. Selama kau masih mengenang mereka, mereka akan senantiasa berada disana Chiaki” ucap Doojoon lembut. Mendengar itu, Hyun Seul tampak mengulas sebuah senyum manis dengan matanya yang masih tampak terpejam. Perlahan, air mata tampak kembali menetes dari sudut kedua mata sipitnya.

“ne, kau benar oppa” ucap Hyun Seul sembari merenggangkan pelukannya. Doojoon tersenyum sembari menghapus air mata Hyun Seul dengan kedua ibu jarinya.

“Son Hee mencarimu. Apa kau siap bertemu dengannya?” Tanya Doojoon yang sontak membuat Hyun Seul melotot kaget.

“men,,,mencariku?”

“dia pikir kau tidak memperdulikannya, dan itu membuatnya sedih. Tapi saat Ga In ahjumma bercerita bahwa kau mendonorkan darahmu untuknya dan bahkan menungguinya hingga sadar, dia senang sekali dan memintaku untuk membawamu kekamar inapnya. Kkaja” ucap Doojoon yang kini menarik lembut tangan Hyun Seul. Hyun Seul tampak menurut, tapi tak berapa lama gadis itu berhenti berjalan sembari matanya tampak menatap lurus.

“waeyo?” Tanya Doojoon bingung. Hyun Seul tidak menjawab, gadis itu malah berlari kearah lain sembari menarik tangan Doojoon.

“Jungie!” teriak Hyun Seul kecil namun bisa didengar oleh seorang gadis berambut sebahu yang tampak berlari panic 5meter dihadapannya. Jungie atau Junghyun pun berhenti berlari sebelum akhirnya memutar tubuhnya pelan. Kikwang dan Na Eun yang saat itu berlari dibelakang Junghyun pun juga tampak berhenti berlari.

“Chiaki” panggil Junghyun yang cukup kaget bertemu sahabatnya itu diRS.

“kenapa kau tampak panic sekali? Siapa yang masuk RS? Geum halmoni?” Tanya Hyun Seul yang dengan cepat diberi gelengan oleh Junghyun.

“bukan. Tapi Myungie. Dia kecelakaan dan keadaannya sekarang kritis”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“oppa” panggil Bo Young pelan sembari menunduk.

“hmm?” gumam Jiyeop yang tampak serius mengendarai mobilnya. Namja tampan itu bahkan tidak menoleh saking seriusnya.

“apa,,,apa rencana itu harus tetap kita jalankan? Junhyung oppa tampaknya…”

“ne, rencana itu harus tetap dijalankan” potong Jiyeop cepat dengan mata yang masih menatap lurus kedepan. Bo Young menghela nafas pelan. Disatu sisi, dia sangat ingin menjalankan rencana yang sudah disusun rapi oleh Jiyeop, tapi disisi lain dia juga tidak ingin karena itu akan menyakiti Junhyung. Tak terasa mobil Jiyeop sudah berhenti disebuah pekarangan rumah mewah berasitektur campuran Korea dan Inggris.

“ayo keluar” ajak Jiyeop datar sembari membuka sabut pengamannya dan keluar dari mobil. Bo Young kembali menghela nafas pelan sebelum akhirnya keluar dari mobil. Seorang namja tua yang tak lain adalah pak Lee tampak keluar dari rumah dan berjalan mendekati Jiyeop dan Bo Young.

“tuan dan agesshi mencari siapa?” Tanya pak Lee sopan.

“kami mencari Myungie. Apa dia ada?” Tanya Jiyeop sembari tersenyum ramah. Raut wajah pak Lee yang tadinya tampak tenang kini berubah menjadi sedih, membuat Jiyeop dan Bo Young yang melihatnya mengkerutkan kening bingung.

“Myungie agesshi, Myungie agesshi sekarang ada diRS. Tadi pagi dia mengalami kecelakaan dan sekarang sedang menjalani operasi. Kabar yang baru saja saya dapatkan dari tuan besar, keadaan agesshi sekarang kritis” jelas pak Lee yang sontak membuat Jiyeop dan Bo Young kaget.

“kecelakaan? RS,,,RS mana?” Tanya Jiyeop cepat dengan raut panic yang tampak kental diwajah tampannya.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Junghyun, gadis itu tampak menggigit bibir bawahnya pelan melihat pemandangan yang berada tepat didepannya.

“Na Eun-a, jangan begini” ucap Kikwang yang tampak sedikit risih karena Na Eun memeluk erat lengan tangan kanannya sembari merebahkan manja kepalanya dibahu Kikwang. Kikwang bahkan menggerak2an tangannya agar Na Eun tidak menempel padanya, tapi Na Eun tampak tidak perduli dan tetap saja meletakkan kepalanya dibahu Kikwang, kedua sudut bibirnya tampak tertarik membentuk sebuah senyum. Junghyun menghela nafas pelan, dia tau gadis yang lebih muda satu tahun darinya itu sengaja melakukan hal itu untuk memancing emosinya. Junghyun pun memilih menolehkan kepalanya kearah kirinya, dimana Junhyung duduk dengan kepala sedikit menunduk dan kedua tangannya mengatup, namja tampan itu tampak tengah berdoa agar operasi yang baru 1jam dijalani Myung Ah itu bisa berhasil. Kini mata Junghyun tampak beralih menatap sepasang suami istri yang duduk sedikit terpisah dari mereka ber6. Soo Young, yeoja cantik itu tampak masih saja menangis dengan Siwon yang dengan setia membujuknya agar berhenti menangis.

“kau baik2 sajakan Jungie?” Tanya Hyun Seul tiba2 yang sontak membuat kepala Junghyun berputar kearahnya. Kening gadis berambut sebahu itu tampak berkerut tanda dia tidak mengerti kemana arah pembicaraan Hyun Seul.

“Kikwang sunbae sedang dirayu oleh gadis itu. Apa kau tidak cemburu?” Tanya Hyun Seul pelan. Junghyun tersenyum tipis mendengar pertanyaan Hyun Seul.

“cemburu? Tentu saja. Tapi gadis itu adalah sepupu Kikwang oppa. Aku tidak bisa berbuat apa2” ucap Junghyun pelan dan itu membuat hanya Hyun Seul yang dapat mendengarnya. Gadis berambut sepunggung itu mengangguk paham.

“o ya, kau sendiri. Apa yang kau dan Doojoon sunbae lakukan di RS?” Tanya Junghyun yang sontak membuat Hyun Seul terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menatap Junghyun.

“Son Hee. Semalam dia kecelakaan karena menolongku dan sekarang dia dirawat disalah satu kamar inap diRS ini” terang Hyun Seul yang sontak membuat Junghyun melotot kaget.

“kecelakaan? Karena menolongmu? Lalu, bagaimana keadaannya?”

“kondisinya baik. Masa kritisnya juga sudah lewat” jawab Hyun Seul pelan.

“apa setelah ini kau akan…”

“aku sudah berjanji pada appa akan menerima keberadaan dia dan oemmanya. Jika itu yang ingin kau tanyakan Jungie” ucap Hyun Seul memotong kata2 Junghyun. Junghyun tersenyum kecil.

“hmm, apa kau perlu bantuanku untuk mengurus dia?” Tanya Hyun Seul sembari menunjuk kearah Kikwang dan Na Eun dengan bibirnya. Junghyun mengikuti arah tunjuk Hyun Seul sebelum akhirnya kembali tersenyum kecil.

“aku rasa iya” ucap Junghyun pelan. Hyun Seul balas tersenyum kecil sebelum akhirnya menoleh pada Doojoon yang duduk disampingnya.

“oppa, bisa belikan minuman tidak? Aku rasa mereka semua butuh itu sekarang” ucap Hyun Seul yang diberi anggukan paham oleh Doojoon sebelum namja tampan itu berjalan pergi. Tak sampai 10menit, Doojoon tampak kembali dengan sebuah nampan berisikan 6 buah gelas plastic berisikan jus mangga. Hyun Seul dan Junghyun tampak berdiri dari duduk mereka lalu mengambil masing2 2 gelas jus mangga.

“yang kau pegang bawa saja ketempat ahjumma dan ahjussi, biar yang ini untuk Kikwang sunbae dan gadis nakal itu” bisik Hyun Seul yang diberi anggukan pelan oleh Junghyun sebelum akhirnya gadis cantik berambut sebahu itu berjalan melewati Kikwang dan Na Eun menuju kearah Siwon dan Soo Young sementara Hyun Seul tampak berhenti tepat didepan Kikwang dan Na Eun.

“Kikwang sunbae dan hmm, Na Eun-ssi, igo jus untuk kalian” ucap Hyun Seul sembari memberikan gelas jus pada Kikwang dan Na Eun. Kikwang tampak tersenyum menerima gelas berisi jus mangga tersebut, begitu pula dengan Na Eun tapi…

“kyaaaaa” jerit Na Eun pelan karena jus mangga tersebut menodai rok mini berwarna putihnya.

“aigo, aku tidak sengaja” ucap Hyun Seul dengan nada bersalah sementara Na Eun menatapnya kesal.

“oppa, temani aku ketoilet” rengek Na Eun pada Kikwang yang tampak tertawa kecil dibalik gelas yang masih menempel dibibirnya.

“mwo? Pergi sendiri saja. Oppa harus menemani Junhyung-ssi disini” kilah Kikwang sembari berdiri dari duduknya dan berpindah duduk disamping kiri Junhyung. Mendengar itu Na Eun tampak menggembungkan pipinya kesal sebelum akhirnya berjalan kearah toilet. Hyun Seul tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Na Eun sebelum berbalik menatap Junghyun yang tersenyum.

“nikmati waktumu dengan Kikwang sunbae disini. Aku akan mengurus anak nakal itu ditoilet. Dan, aku juga sepertinya harus kembali kekamar inap Son Hee. Nanti kabari aku tentang perkembangan Myungie. Okey” ucap Hyun Seul yang diberi anggukan oleh Junghyun. Doojoon yang tadinya berdiri dibelakang Hyun Seulpun kini tampak sudah merangkul gadis itu berjalan kearah kamar inap Son Hee berada.

“sebelum kembali kekamar inap Son Hee, aku harus mengurus gadis kecil itu dulu” ucap Hyun Seul yang diberi anggukan paham oleh Doojoon. Keduanyapun tampak berjalan berbelok kearah toilet yeoja. Doojoon tampak menunggu diluar sementara Hyun Seul masuk kedalam toilet. Beruntung karena ternyata yang berada didalam toilet hanya Na Eun. Gadis itu tampak masuk kesebuh bilik toilet, membuat sebuah ide jahil melintas dikepala Hyun Seul.

“dengan ini gadis nakal itu pasti akan pulang kerumahnya” gumam Hyun Seul sembari memasang selang yang berada disudut toilet kesebuah kran wastafel. Dengan pelan, Hyun Seul pun mengunci pintu bilik toilet yang dipakai dengan Na Eun dengan sapu pel sebelum mengarahkan ujung selang air keatas bilik toilet dan…

“KYAAAAAAAAAAAAAAA” jeritan Na Eun yang kuat itupun menggema ditoilet yeoja dan bahkan membuat Doojoon yang menunggu diluar kaget.

“hahahhahahaha” Hyun Seul tampak keluar dari kamar mandi sembari tertawa sebelum akhirnya menarik tangan Doojoon berlari menuju lift untuk naik kelantai 4 RS tersebut, dimana kamar inap Son Hee berada.

“kau apakan dia?” Tanya Doojoon penasaran saat pintu lift tertutup. Hyun Seul menoleh kearah Doojoon dengan raut wajah yang tampak sangat senang karena berhasil mengerjai Na Eun.

“aku,,,aku membuatnya basah kuyup oppa. Dengan,,,dengan begitu dia pasti pulang kerumahnya, hahhahaa” ucap Hyun Seul sembari memegangi perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa. Gadis itu tampak seperti melupakan masalahnya sendiri, atau Hyun Seul memang sengaja mencoba melupakan masalah yang kini sedang dihadapinya.

“aigo, kau ini, aku tidak menyangka kau jahil juga” ucap Doojoon sembari menjitak pelan puncak kepala Hyun Seul sebelum akhirnya memeluk gadis itu erat.

“ha,,,habisnya dia mengganggu sahabatku sich. Kalau,,,kalau yang dia ganggu adalah sodaraku, aku pastikan dia akan mendapat yang lebih parah dari itu” ucap Hyun Seul sembari membalas pelukan Doojoon.

“ne, aku tau kau pasti akan melakukan itu. Sekarang, apa kau sudah siap bertemu dengan Son Hee?” Tanya Doojoon yang sontak membuat suara tawa Hyun Seul menghilang. Kedua tangan Hyun Seul tampak memeluk Doojoon lebih erat sebelum akhirnya gadis itu mengangguk didalam dekapan Doojoon.

“ne, aku siap”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Brakkk dengan kuat Jiyeop tampak menutup pintu mobilnya begitu dia sampai diparkiran RS. Tanpa perduli Bo Young belum keluar dari dalam mobil, Jiyeop tampak sudah berlari menuju meja informasi.

“Choi Myung Ah, dimana pasien bernama Choi Myung Ah berada?” Tanya Jiyeop cepat. Suster yang berjagapun tampak dengan cepat mencari data dikomputer yang ada dihadapannya.

“pasien Choi Myung Ah sedang menjalani operasi tuan. Ruangan operasinya ada sana, disebelah kanan” ucap suster tersebut sembari menujuk kearah kirinya, dimana lorong tersebut dibagi menjadi kekiri dan kekanan.

“kamsahamnida” ucap Jiyeop cepat sebelum akhirnya kembali berlari dengan Bo Young yang tampak kesusahan mengikutinya. Setelah berbelok kekanan, Jiyeop bisa melihat Junhyung yang tengah duduk sembari menunduk, Soo Young dan Siwon yang juga tampak tengah berdoa sementara Junghyun dan Kikwang tampak berjalan mondar mandir didepan sebuah pintu yang berada diujung lorong. Jiyeop pun berlari mendekati Junhyung dan yang lainnya.

“bagaimana keadaan Myungie?” Tanya Jiyeop pada Junghyun. Junhyung yang mendengar suara Jiyeop tampak mengangkat kepalanya dan dengan cepat diapun berdiri dari duduknya.

“apa yang hyung lakukan disini?”

“aku Tanya bagaimana keadaan Myungie?” Tanya Jiyeop pada Junghyun tanpa memperdulikan Junhyung yang kini berdiri disampingnya. Junhyung dengan cepat menarik kerah baju Jiyeop dan mendorong tubuh namja tampan itu.

“lebih baik hyung pergi dari sini. Myungie itu calon tunanganku, bukan calon tunangan hyung. Jadi hyung lebih baik tidak usah berpura2 perduli padanya” ucap Junhyung yang sontak membuat Jiyeop mengepalkan tinjunya marah.

“kau bilang aku berpura2? Aku tidak pernah berpura2 pada Myungie. Aku mencintai gadis itu, aku mencintainya! Aku bahkan sudah pernah bertemu dengannya sebelum aku tau kau mencintanya Hyungie. Aku menginginkan dia karena aku mencintainya, bukan karena untuk balas dendam padamu!” seru Jiyeop marah sementara Junhyung, Junghyun, Kikwang, Soo Young dan Siwon serta Bo Young yang berdiri tepat dibelakang Jiyeop tampak tersentak kaget.

“hyung,,,hyung sudah pernah bertemu Myungie sebelumnya?” Tanya Junhyung tidak yakin.

“ne, itu terjadi 3tahun yang lalu saat aku menghabiskan liburan musim panasku dipulau Jeju. Aku bertemu dengan Myungie disana dan langsung jatuh cinta padanya” terang Jiyeop dengan cepat.

“sekarang katakan padaku tentang kondisinya. Aku juga ingin tau” ucap Jiyeop lagi dan kini dengan raut yang tampak memelas. Junhyung memalingkan wajahnya, namja tampan itu tidak pernah menyangka bahwa kehidupan cintanya akan serumit ini.

“Myungie kritis” ucap Junhyung singkat sebelum akhirnya berjalan menjauh dari Jiyeop yang kini menatapnya geram. Junhyung menghentikan langkahnya dan berbalik kembali menatap Jiyeop yang kini berdiri 3meter didepannya.

“walau hyung benar2 mencintainya, jangan harap aku akan memberikan Myungie pada hyung. Karena aku juga sangat2 mencintai Myungie. Dan itu bahkan sudah aku pendam selama 5tahun” ucap Junhyung dingin sebelum kembali berbalik dan kini berdiri berhadapan dengan Bo Young.

“aku tau kau datang kemari karena bujukan Jiyeop hyung. Tapi Bo Young-a, sekali lagi aku katakan padamu bahwa aku tidak punya perasaan cinta padamu. Aku hanya menganggapmu yeosaengku. Jadi kumohon, kembalilah ke London dan tolong jangan ganggu kehidupanku lagi. Didunia ini masih banyak namja dan diantara mereka, kau pasti bisa menemukan namja yang cocok untukmu. Tapi ingat, namja itu bukanlah aku, karena aku,,,hanya milik Myungie” ucap Junhyung sebelum akhirnya kembali melangkah pergi.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Hyun Seul tampak menarik nafas dalam sebelum akhirnya krekkk mendorong pelan pintu kamar inap Son Hee. Yang tampak pertama kali saat Hyun Seul mendorong pintu tersebut adalah senyum Son Hee. Sebuah senyum yang tampak sangat tulus.

“sunbae sudah datang?” Tanya Son Hee dengan pandangan mata yang menatap lurus. Hyun Seul tersenyum kecil sembari berjalan mendekat sementara Yoseob yang tadinya duduk kini berdiri dan mempersilahkan Hyun Seul untuk duduk ditempatnya.

“apa sunbae terluka?” Tanya Son Hee lembut. Hyun Seul menggeleng pelan sembari menjangkau tangan kanan Son Hee dan mulai menggenggamnya erat namun juga lembut.

“jangan panggil sunbae Son Hee-a, sekarang kau boleh memanggilku unnie” ucap Hyun Seul lembut. Mendengar itu Son Hee tampak tersenyum lebar sebelum membalas menggenggam tangan Hyun Seul yang tengah menggenggam tangannya.

“unnie, Chiaki unnie” panggil Son Hee yang tak sadar malah menangis.

“ne, Son Hee-a” jawab Hyun Seul sembari menyeka air mata Son Hee lembut.

“aku senang, unnie akhirnya mau menerimaku dan oemma” ucap Son Hee sembari tersenyum lebar.

“mianhe, mianhe selama ini unnie selalu berbuat dingin padamu dan oemma. Dan mianhe juga karena gara2 unnie kau jadi…”

“ani ani, ini bukan karena unnie. Andai saja aku bisa lebih cepat menghindar, aku pasti tidak akan begini. Aku yang pabo karena tidak berlari lebih cepat untuk menolong unnie” ucap Son Hee memotong kata2 Hyun Seul. Mendengar itu, tak sadar Hyun Seul pun kembali menangis sebelum akhirnya menarik Son Hee kedalam pelukannya.

“gomawo, gomawo karena masih menganggakku sebagai unniemu Son Hee-a” ucap Hyun Seul pelan.

“na do unnie. Gomawo karena unnie juga sudah mau menganggapku sebagai yeosaeng unnie” balas Son Hee sembari memeluk Hyun Seul erat. Jungsoo, Ga In, Doojoon dan Yoseob yang melihat itupun tampak tersenyum. Doojoon dan Yoseob saling melempar pandang sebelum akhirnya mengadu tinju mereka pelan sementara Jungsoo dan Ga In tampak berpelukan.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Tbc…

Mianhe kalau geje, aneh atau apalah itu, harap maklum aja karena pas ngetik aku masih sakit ==”Kalo nantinya cerita diatas ada bagian yang membingungkan, harap tanya dikoment ya ^.<

Nah, waktunya koment :)

KAMSAHAMNIDA (__ __)

Advertisements

33 responses to “Our Life part 11

  1. bener2 berlinang air mata baca part ini eonn 😦
    kesian amat hyun seul,,, appa nya bakal meninggal..
    sedih, di part ini semua kena musibah
    tp yg paling aq suka musibah buat Na Eun 😀 *plak
    hhe, daebak lah eon
    lanjutannya ditunggu 🙂

    • jinja? aigo T_T
      ne, kasihan u,u
      hahaha, unn juga senang na eun dikerjain hyunseul, LOL
      ne saeng 😉

      gomawo 😀

  2. akhirnya kak author mem-publish chap 11 😀

    nanya deh kak,
    eh iya, itu pas accident son hee lukanya nggak pas dimatakan? cuma kena kepala—otak.nya?? so, berarti itu yang gaberes? syarafnya dong?~ bukannya matanya son hee. jadi kenapa musti donor mata? toh yang gaberes syarafnya :O
    *reader ngebacot* ~_~ #maaf kalo argumennya salah# hahaa
    lanjut ya kak 😀

    • ne, akhirnya, hihihihi
      bukan cuma kepalanya saeng, ntu kena dikit matanya, harusnya sich bisa operasi sebelah mata karena yang kena cuma sebelah doank, kkk
      ne 🙂

      gomawo 😀

  3. Maaf saya komennya telat, innet saya mati, dan tidak ada bagian yang membingungkan saya! #laporan #eeaaa

    Onnie, saya terharu, saya jujur saya nangis di bagian kakak adik tiri itu bertemu dan mengakui kesalahan masing-masing, aku paling suka bagian itu. Rasanya romantis tapi bukan romantis cinta onnie, romantis keluarga, pokoknya baguuuuus endingnya baaaaguuuss 🙂

    Maaf karena komen saya datar begini, abis ceritanya sedih banget, di RS semua sih! #ngaku.
    Nice FF, semoga dapet lebih banyak ide lagi 🙂

  4. Pingback: FAQ S3 SYSTEM | BISNIS ONLINE TERBARU·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s