Triangle Love of Vampire [Part 8]

Piccu by Driane Maulida

Title: Triangle Love of Vampire

Author: Kim Kaerin a.k.a Hanny

Cast:

– Cho Kyuhyun

– Han Hyoko

– Lee Jinki

Other cast: ?

Genre: Thriller, Romance, Fantasy, AU

Rating: PG 15

Length: Chaptered

Annyeonghaseyo~

TLV ke-8 datang 😀 Tiba-tiba aku dapet ide baru buat ngelanjutin ff ini, jadi tamatnya masih agak lama keke, mianhae kalo bosen ><

Happy Reading~~

“Aku ingin menjadi vampire…”

“Mwo? A-ah, maksudku, apakah Anda yakin?” tanya Jinki sambil tersenyum, atau lebih tepatnya menyeringai. Ya, hari yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang, yaitu hari dimana ‘target’ menjadi seorang vampire.

“Ya, aku yakin.” jawab Hyoko.

‘Cih, sial! Bagaimana cara untuk mencegahnya?!’ pikir Kyuhyun.

“Baiklah, jika Anda memaksa. Maaf Tuan Kyuhyun, bolehkah saya melihat kalung Anda?” pinta Jinki. Ya, kalung Kyuhyun adalah ‘kunci’ untuk menjadikannya sebagai Raja Vampire dan tentu saja menjadikan Hyoko sebagai ‘makhluk immortal’ yang sejenis dengannya.

Masih dengan sikapnya yang dingin, Kyuhyun memberikan kalungnya yang berupa botol kecil berisikan cairan merah.

“Terima kasih, Tuan.” ucap Jinki.

“Kau tidak menggigitku?” tanya Hyoko.

“Kalau dia menggigitmu, aku tak akan segan-segan menghabisinya.” sergah Kyuhyun.

“Haha, tidak nona Han. Kami hanya membutuhkan beberapa tetes darahmu disini.” jawab Jinki sambil menunjukan botol kecil itu.

“Itu… darahku?” tanyanya lagi.

“Tentu saja.” jawab Jinki sambil mempersiapkan peralatan untuk ‘ritual’.

“Dari mana kau…?”

“Kau tidak ingat saat Donghae mengambil darahmu?” potong Kyuhyun saat Hyoko akan melemparkan pertanyaan kepadanya. Dengan jawaban singkat itu, Hyoko sudah sangat mengerti bagaimana caranya Kyuhyun mendapatkan darahnya.

“Baiklah.. Kita mulai!”

************

“YA! LEPASKAN AKU!! APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak seorang namja bermarga Cho saat 2 pengawal tiba-tiba masuk dan memegangi pergelangan tangannya, lalu mengikatnya di tiang yang agak jauh dari tempat ritual.

“Kyuhyun!”

“Tenang saja Tuan. Ini agar Anda tidak mengganggu ritual kami.” jawab Jinki santai lalu menghampiri seorang yeoja yang masih menatap kekasihnya.

Dia berjalan pelan sambil melukiskan sebuah lingkaran besar dengan kukunya yang tajam. Setelah selesai, ia meneteskan setetes cairan merah itu, dan…

“AAAAARGH!”

Yeoja itu berteriak sekencang-kencangnya bersamaan dengan darahnya yang diteteskan di garis lingkaran. Bekas luka dilehernya tiba-tiba terasa sangat perih dan panas, seperti terbakar.

Sesaat kemudian, api menyala-nyala di sekitar lingkaran ritual. Lidah api menjulurkan lidahnya ke arah leher seorang yeoja yang sedang menjerit histeris di dalam lingkaran. Dan saat lidah api itu menyentuh kulit sang gadis, api itu berubah berwarna hitam. Jeritannya hilang seketika.

Bola mata yeoja itu berwarna putih polos. Api hitam itu kini menggumpal seperti darah dan masuk kedalam tubuhnya. Ya, darah hitam menggantikan darah manusia yang ada dalam tubuh yeoja itu.

Tess!

Tali yang mengkekang pergelangan tangan Kyuhyun terputus dan langsung saja berlari menuju yeoja itu.

GREP

Kyuhyun memeluk Hyoko yang masih lemas akibat ritual barusan.

“Kyu.. hyun?” panggilnya. “Kau.. tak apa-apa..kan?” lanjutnya sambil berusaha menghirup banyak udara yang ada.

“Aish~ pabbo!” Kyuhyun pun kembali memeluk Hyoko erat. Bersyukur ia tidak terlambat, menghentikan ritual yang bisa saja menrengut nyawa Hyoko.

“Sayang sekali.. Nona Han tidak bisa menjadi seorang vampire seutuhnya. Namun itu tidak masalah.. Selamat Tuan Kyuhyun! Kau resmi menjadi Raja Vampire!” ujar Jinki.

“Kau..!”

“Kyu.. J-jangan!” tahan Hyoko saat Kyuhyun hampir ‘menghabisi’ Jinki. “Gamsahamnida atas bantuan Anda.” lanjutnya masih tersengal-sengal.

“Ya! Hyoko! Hyoko!!”

Sesaat kemudian, perlahan Hyoko memejamkan matanya…

_____________

“Ukh.” Hyoko akhirnya tersadar dari pingsannya.

‘Aku dimana? Apakah itu mimpi?’ tanyanya dalam hati saat menyadari dirinya tidak lagi di dunia vampire.

“Ah.” Hyoko menyentuh lehernya dan ternyata benar.. Itu bukan mimpi, terasa luka di lehernya sedikit melebar dari sebelumnya.

Dengan kekuatan yang tersisa, ia berusaha bangkit dari tidurnya.

“Hyori?” ucapnya saat melihat adiknya tertidur di sofa di samping ranjangnya.

‘Rumah Sakit.’ tebaknya. Ya, tentu saja. Mana mungkin di dunia vampire memiliki rumah sakit? Dan Hyori.. Mana mungkin Hyori menyusulnya jika ia berada di dunia vampire.

“Akhirnya kau sadar juga.” ujar seorang namja membangunkan lamunan Hyoko.

“Kau memberitahunya?” tanya Hyoko kepada namja itu.

“Aku hanya memberitahu kalau kelelahan karena perjalanan yang panjang.” jawab Kyuhyun.

Mendengar jawaban itu, Hyoko menghela nafas lega. Ia tidak ingin membuat Hyori menangis lagi karenanya.

“Matamu.. berubah. Tidak kusangka perubahanmu sangat cepat.” lanjut Kyuhyun.

“Mataku berubah?” ucap Hyoko sedikit terkejut.

“Lihatlah.” Kyuhyun meminjam (tanpa izin tentunya) sebuah cermin dari tas Hyori dan memberikannya kepada Hyoko.

“Ah, mataku..”

“Ya, matamu berubah menjadi coklat terang. Dan…”

“Wah! Aku mempunyai taring!”

“Y-ya! Dengarkan aku..!”

“Apakah aku meminum darah?”

“Tidak, kau…”

“Huff.. Syukurlah. Karena aku tidak menyukai bau darah.”

Cup

Kyuhyun mengecup bibir Hyoko agar dia bisa diam walaupun sebentar. Tidak disangka ketika bangun dari pingsannya, ia akan banyak mengeluarkan kata-kata.

“Oh ya! Selamat karena sekarang kau sudah resmi menjadi raja vampire!”

“Sssh.” “Bisa kau diam sebentar? Ada yang ingin kubicarakan denganmu.” sergah Kyuhyun.

“Besok kita akan menikah.”

._._._._._._._._._._.

“Terimakasih kalian telah datang dan bersenang-senanglah.” ujar Kyuhyun dan Hyoko menyambut para rakyat vampire yang datang pada acara pernikahan mereka.

“Selamat berbahagia Tuan Kyuhyun dan Nona Hyoko! Dan juga selamat karena Tuan sudah resmi menjadi raja kami!” seru seluruh rakyat dunia vampire sekembalinya Kyuhyun dan Hyoko dari dunia manusia.

Ya, hari ini Kyuhyun dan Hyoko menikah di dunia vampire dan seminggu lagi mereka akan menikah di dunia manusia. Menikah 2 kali? Hal itu mereka lakukan agar pernikahan mereka mendapat status.

“Mengapa pernikahan kedua kita di laksanakan seminggu lagi?” tanya Hyoko.

“Banyak yang harus aku kerjakan disini. Karena itu, besok aku akan mengantarkanmu pulang.” jawab Kyuhyun singkat.

“Mengerjakan apa? Dengan yeoja-yeoja ‘istri’ mu?” tanya Hyoko menyelidiki.

“Aish~ masih saja mengingat hal itu. Tenang saja, aku tak akan mendekati yeoja lain.” jawab Kyuhyun santai.

“Bukti?”

“Aku menikahimu.”

“Hmm.. Kurang Tuan Cho.” ucap Hyoko sambil membuang muka.

“Hyoko…” panggil Kyuhyun sambil merengkuh pipi Hyoko. “Haruskah aku menciummu dihadapan semua orang, untuk membuktikannya?” Kyuhyun pun merapatkan tubuhnya dan berusaha meraih bibir Hyoko sebelum…

KRIIING

“Ah! Dari Hyori. Hyori? Ada apa?” handphone Hyoko tiba-tiba berbunyi dan berhasil membuat Kyuhyun berhenti melakukan aktivitasnya.

‘Huh. Sungguh waktu yang tepat Hyori.’ batin Kyuhyun sedikit kesal karena rencananya gagal.

***********

Besoknya

“Kau yakin aku tidak perlu menemanimu?” tanya Hyoko kepada Kyuhyun.

“Ya, aku tidak apa-apa. Hyori pasti sangat merindukanmu.” jawab Kyuhyun sambil merapikan rambut Hyoko yang sedikit berantakan.

“Uh. Setelah urusanmu disini selesai, cepat kembali ya! Jangan menghilang seperti dulu!” pesan Hyoko.

“Ne, jaga dirimu baik-baik. Salam perpisahan?” pinta Kyuhyun sambil menunjuk bibirnya.

Cup

Hyoko mencium pipi Kyuhyun singkat.

“Hanya pipi? Aku mau disi…” ucapan Kyuhyun terputus karena Hyoko menciumnya lagi namun kali ini dibibir sesuai dengan permintaan Kyuhyun.

Mereka berciuman agak lama karena Kyuhyun menolak untuk melepaskan ciumannya.

“Kyu.. Aku harus.. pergi..” ujar Hyoko disela-sela ciuman mereka. Dan akhirnya Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“Hati-hati dijalan!”

“Ne, appa!”

‘Mwo? Appa?’ O.o

^^^^^^^^^^^^^^^

Tok Tok Tok

Terdengar suara ketukan pintu, menandakan seseorang sedang berada di luar.

‘Siapa yang bertamu semalam ini?’ geramnya dalam hati. Waktu sudah menunjukan pukul 12.05 am dan aneh sekali jika ada orang yang ingin bertamu searut ini.

Tanpa melepaskan earphone yang sedang dipakainya, Hyori berjalan perlahan sambil memasang ikat kepala yang bertuliskan ‘회 팅 (Hwaiting)’ di kepalanya.

Klek

Wuzz

Dengan secepat kilat Hyori menaikan kakinya bermaksud untuk menendang ‘sang tamu’. Namun dengan secepat kilat pula, Hyoko menangkis tendangan Hyori.

“Whoa! Ya! Hyori! Mengapa kau mau menendangku?! Dan mengapa kau belum tidur?! Lihat ini sudah jam berapa?!” ocehan itulah yang menjadi ‘kata sapaan’ Hyoko saat disambut ramah (?) oleh adiknya sendiri.

Mendengar ocehan itu, refleks Hyori menutup telinganya.

“Mwo? Hyoko onnie? Mengapa onnie ada disini? Mana Kyuhyun oppa?” ujar Hyori membalikan pertanyaan.

“Sudahlah. Bantu onnie membereskan barang-barang ini. Kita bicarakan di dalam.” jawab Hyoko singkat dan langsung masuk kerumah tanpa basa-basi lagi.

“Huuh.. Diluar sangat dingin!” ucap Hyoko dan menaruh mantelnya di tempatnya.

“Onnie! Tunggu dulu! Lantainya…”

GEDEBRUK

Belum sempat Hyori menyelesaikan kata-katanya, hal yang ingin ia peringati sudah terjadi. Hyori ingin memberitahu jika lantainya baru saja dibersihkan dan masih licin. Alhasil, Hyoko jatuh terpeleset dan mendapat hadiah selamat datang yang mungkin tak akan terlupakan olehnya.

–____–____–____–____–

@Dunia Vampire

“Terima kasih telah menyempatkan waktu luang untuk hadir dalam rapat ini. Saya disini ingin memberitahukan beberapa perubahan peraturan dan sistem pemerintahan.”

Saat ini Kyuhyun sedang mengadakan rapat dengan para menteri dan pejabat untuk membentuk dunia yang baru.

“Pertama, aku berencana untuk menyatukan wilayah barat dan timur. Karena wilayah timur tidak memiliki raja, aku bermaksud untuk menggandeng mereka.” jelas Kyuhyun.

“Maaf Tuan, bukan bermaksud menentang Anda, tapi mereka berbeda ras dengan kita. Apa Anda tetap ingin menggandeng mereka?” ucap salah seorang menteri.

“Berbeda? Maksudmu bukan berdarah murni? Hyoko sama seperti mereka. Aku tidak ingin ada perpecahan wilayah lagi.” jawab Kyuhyun.

“Baiklah kalau begitu, kami akan berusaha.” ucap Jinki menyetujui.

“Ada yang keberatan dengan hal ini?” tanya Jinki.

“Aku harap kalian setuju, dengan cara ini akan mempermudah pemerintahan.” ujar Kyuhyun menambahkan.

Semua menteri dan pejabat yang hadir tampak berdiskusi satu sama lain. Dan diakhiri dengan pernyataan salah satu dari mereka.

“Baiklah, kami setuju.”

***************

7 a.m

“Hyori-ya! Sarapan!” panggil Hyoko dari lantai satu.

“Uh?” Hyori yang baru saja terbangun dari alam mimpinya lalu berlari kecil ke arah kamar mandi.

‘Hyoko onnie masih ada! Berarti ucapannya benar.”

Ya, Hyoko berjanji akan menjawab semua pertanyaan Hyori hari ini. Karena itu, hari ini Hyori sangat bersamangat.

“ONNIE!!” panggilnya dengan suara jeritan yang khas (?).

“Aish~ Kau tidak perlu berteriak seperti itu. Ada apa? Mwo?! Apa-apaan baju itu?!” pekik Hyoko saat melihat Hyori mengenakan mantel tua ayahnya agar terlihat seperti seorang detektif.

“Tidak perlu berbasa-basi lagi nona Han.” ucap Hyori meniru kata-kata Kyuhyun. “Baiklah, langsung saja. Pertanyaan pertama, a…”

“Sebaiknya kau habiskan dulu sarapanmu. Nasinya mulai dingin.” potong Hyoko saat Hyori ingin melemparkan beberapa pertanyaan padanya.

Tanpa ba bi bu lagi Hyori langsung berlari ke meja makan dan menyantap sarapannya. Hyoko yang melihat tingkah laku dongsaengnya hanya tertawa kecil dan kembali menatap layar televisi di depannya.

“Pertanyaan pertama…”

“Sudah minum?” potong Hyoko lagi. Dengan kecepatan kilat Hyori berlari lagi menuju dapur dan mengambil jus jeruknya yang tadi malam belum sempat ia habiskan.

Bruk!

Hyori membanting tubuhnya ke sofa di sebelah Hyoko dan mulai mengajukan beberapa pertanyaan.

“Mengapa onnie pulang tiba-tiba?” tanya Hyori sambil memegang catatan kecil di tangannya.

“Aku pulang karena.. err.. Sebenarnya aku dan Kyuhyun akan menikah.” jawab Hyoko.

“Jinjjayo?! Kyaaa! Kapan kalian akan menikah? Apakah kalian sudah memesan tempat, baju pengantin, dan undangan? Haruskah aku mengundang beberapa kerabat di Jepang? Apakah kalian akan pergi Honeymoon sehabis pernikahan? Nanti akan pergi kemana?” tanya Hyori bertubi-tubi.

“Entahlah? Jika Kyuhyun sudah meyelesaikan urusannya di dunia vampire, kita akan membicarakannya bersama. Sepertinya kami hanya akan mengundang beberapa kerabat dekat saja, tidak perlu mengundang saudara di Jepang. Mungkin kami akan pergi ke Perancis atau ke Italia? Entahlah, kami belum memutuskannya.” jawab Hyoko satu persatu meladeni pertanyaan Hyori yang menumpuk.

“Apakah onnie sudah menjadi vampire?” tanyanya lagi.

“Ne, aku setengah vampire sekarang.” jawab Hyoko sambil menunjukan matanya yang berubah.

“Wah! Lebih terang!” tutur Hyori.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

5 days later…

Tok Tok Tok

Terdengar suara ketukan kaca dari kamar Hyoko.

“YA! TIDAK BISAKAH KAU MENGETUK PINTU?!” pekik Hyoko saat melihat Kyuhyun yang mengetuk jendela kamarnya.

“Onnie? Ada apa?” tanya Hyori saat mendengar teriakan onnie-nya.

“Ah, gwechanayo, Hyori-ah.” sergah Hyoko.

“Onnie! Kyuhyun oppa datang!” teriak Hyori.

“Mwo?” Hyoko melihat ke arah jendelanya, ternyata Kyuhyun sudah tidak berada disana.

“Ya! Sedang apa kau disana? Kau tidak mencoba untuk bunuh diri kan?” ledek Kyuhyun yang sekarang sudah didepan Hyoko.

“Mw-mwo? Anhiyo, aku hanya sedang melihat pemandangan. Bagaimana kau bisa secepat itu? Kau kan baru saja di…”

“Aku berada di depan pintu…” potong Kyuhyun.

“O-oh, begitu…”

‘Mungkinkah aku salah lihat?’

_________________

“Jinjja? Besok kalian akan menikah?!” pekik Hyori bahagia.

“Ne, kita akan menikah di luar negri”

“Mwo?!” pekik kedua yeoja itu bersamaan.

“Bukankah kalian akan menikah di Korea?”

“Tidak, kami akan menikah diluar negri.”

“Kyu..” tanpa basa-basi lagi Hyoko menarik tangan Kyuhyun.

“Waeyo?” tanya Kyuhyun.

“Kau bilang kita akan menikah disini?”

“Aku berubah pikiran. Itu akan menyusahkan.”

“Cih. Apa kau tidak melihat wajah Hyori? Dia sangat kecewa.”

“Hyori-ah, keluarlah.” tutur Kyuhyun tiba-tiba.

“Ah, bagaimana oppa tahu?” tanya Hyori sambil keluar dari tempat persembunyiannya.

“Oppa ingin berbicara denganmu.” ucap Kyuhyun dan di balas anggukan oleh Hyori. Hyoko mengerti dan pergi masuk ke dalam rumah.

“Ada apa oppa?” tanya Hyori.

“Sebelumnya aku ingin minta maaf karena membuatmu kecewa. Maaf.” ucap Kyuhyun sambil membungkuk.

“Ah, anhiyo, gwenchanayo. Itu karena akan menghemat waktu kan?”

“Benar. Syukurlah kalau kau mengerti.” ucap Kyuhyun sambil menepuk puncak kepala Hyori pelan.

“Hyoko, daripada menguping pembicaraan ini, lebih baik kau mengemasi barang-barangmu.”

“Ukh, bagaimana kau tahu?”

************

Hari keberangkatan…

“Mianhaeyo, Hyori. Aku selalu meninggalkanmu.” tutur Hyoko sambil menahan air matanya.

“Gwenchana, onnie. Sesampai disana, langsung kabari aku ya. Dan oppa…” kata-kata Hyori terputus saat Hyoko sudah menghambur kepelukannya.

“Aku akan sering menelponmu. Aku janji!” ucap Hyoko di tengah isakan tangisnya.

“Ne, onnie. Aku akan menunggu.” ujar Hyori dan membalas pelukan kakak perempuannya.

“Kami akan baik-baik saja. Jaga dirimu.”

“Jalisseo, Hyori.”

“Jalga , onnie! oppa!”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

@Italy

Setelah beberapa jam penerbangan akhirnya Hyoko dan Kyuhyun sampai di Italy.

“Waaah~ sejuk sekali udaranya!” tutur Hyoko.

“Ya! Jangan jauh-jauh! Aku bisa repot jika kau hilang!” pekik Kyuhyun saat melihat Hyoko berlari kearah berlawanan dengan taksi yang mereka pesan.

“Ne~” ucap Hyoko dengan masih melihat-lihat sekeliling.

Melihat Hyoko yang tersenyum bahagia, Kyuhyun ikut senang.

Akhirnya mereka pun sampai di hotel berbintang yang tentu saja sudah Kyuhyun pesan. Demi Hyoko, Kyuhyun memesankan tempat yang ‘cantik’ untuknya.

“Kyu, apa kita akan menginap disini?” tanya Hyoko tidak percaya.

“Ne. Bagaimana? Kau suka kan?” jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

Tanpa basa-basi lagi Hyoko memeluk namja di sampingnya. Tidak peduli berapa orang yang melihatnya, Hyoko makin mengeratkan pelukannya.

“Terima kasih, Kyu.” tutur Hyoko.

“Ne. Ayo kita beristirahat ke kamar.” ajak Kyuhyun dan dijawab anggukan oleh Hyoko.

^^^^^^^^^^^^^

19..

20..

21..

Ting

Pintu lift pun terbuka dan terlihat seorang namja berkulit pucat memasuki lift yang sama dengan pasangan suami-istri itu.

“Hyoko? Han Hyoko kan?” ucap namja itu tiba-tiba.

“N-ne. Nu, nuguseyo?” jawab Hyoko.

“Apa kau lupa denganku?” tutur namja itu lagi.

“Ah! Kau…”

……::T.B.C::……

Mianhae aku ga nge-post ff selama sebulan ini ><

Aku juga mau kasih tau, aku udah ganti wp. Biar refreshing aja hehe <<ga nyambung

ini alamat wp-ku yang baru. catet yaa~ hehe

Klik disini

Gamshamnida ^^

Advertisements

34 responses to “Triangle Love of Vampire [Part 8]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s