Destiny…. Ruin Me Sometimes (PART 2)

Author  : Dyu a.k.a LEETAEMbok  (@dyutaezr)

Cast :

  • Han Seo Rin
  • Kim Jonghyun (SHINee’s)
  • Park Sanghyun(Thunder) (MBLAQ’s)
  • Choi Sooyoung (SNSD’s)
  • Kim Ki Bum (SHINee’s)
  • Lee Jinki (SHINee’s)
  • Park Gyuri (KARA’s)
  • And other cast

Genre : Friendship & Romance

Rating : PG-15 to PG-16

Length : Chaptered

Warning : MANY TYPO!!! dan untuk silent reader mendingan mundur aja deh. gausah buka dan baca! keluar aja kalau perlu ke neraka, k?

Disclaimer :  I only own the plot!!!! the characters are all belong to themselves ~u~

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Previous part : Part 1

Sesosok anak perempuan yang cantik dan mungil itu berlari karena berhasil kabur, terus menerus tanpa arah membuat rambut coklat bergelombangnya yang dikuncir dua itu bergerak bebas ke kanan dan ke kiri.Sekelilingnya adalah taman hijau nan luas yang tidak berujung. Entahlah, sesosok Seorin kecil yang lemah hanya bisa menahan tangis karena ketakutan sambil membawa boneka beruang ukuran sedang ditangannya. Dibelakangnya masih terlihat sesosok lelaki yang tidak bisa dibilang muda namun tidak bisa dibilang tua pula sedang mengejar Seorin sejak dia menjadi menakutkan disekolah. Seorin pun tak mengerti mengapa mereka sampai ke tempat aneh ini.

“Jangan marah padaku, appa…” isak Seorin yang melangkah mundur karena kelewat lelah berlari tanpa henti. Air mata yang sebenarnya sudah ingin membludak sedaritadi pun akhirnya keluar dengan derasnya pula.

“Kan sudah kubilang! Kau jangan membuatku menunggu!” bentak lelaki itu sambil berjalan kearah Seorin dengan wajah yang merah karena marah. Matanya pun sangat menunjukan ketidaksukaan bahkan kebencian.

“Maafkan aku…”

CTAK!

“Huks…. M-maafkan a…ku….”

CTAK!

Seorin kecil  yang akhirnya terduduk lemas dipadang rumput yang hijau itu menangis menahan sakit dipunggungnya yang dipecuti. Hah dipecuti, oleh ayahnya sendiri?!

“Hiks. Aku hanya pipis sebentar, appa… aku tidak bermaksud mem, Aaah”

Ucapan Seorin terputus karena ayahnya menamparnya dan menjambak rambutnya untuk menatap wajah sang ayah,

“Memangnya harus berapa kali aku bilang padamu, Aku ini bukan ayahmu! Jangan memanggilku seenak jidatmu! Sudah bodoh, dungu dan tidak berguna! Menyusahkan!” bentaknya.

“Tapi..eomma b-bilang, aku h-harus me-me-memanggilmu a-appa…” ucap Seorin yang masih terisak. Dadanya penuh terasa sesak. Ingin melemparkan semua yang ada disisinya, tapi dia sadar, didepannya adalah ayah tirinya yang semestinya dia hormati juga.

“Kau dan ibumu itu sama bodohnya ya! Hahaha dasar keluarga bodoh tidak berguna!” bentak sang ayah sambil menyeringai dan kembali memecuti anak tirinya itu.

“Appa.. sakit… sakit appa!!!!” teriak Seorin. Mencoba memberontak tapi sepertinya nihil. “Appa.. kumohon….”  Bisiknya lagi. Cukup! Seorin sungguh sudah tidak bisa bertahan. Pandangannya berputar. Kaki dan badannya sudah benar-benar lemas sedari tadi disiksa ayahnya hanya karena membuat ayah tirinya itu menunggu disekolah. Dan, ya benar, Sorin sudah tidak kuat dan akhirnya tumbang. Seorin tak sadarkan diri.

“CUKUPPP!!!”

Teriak Seorin yang baru bangun dari tidurnya. Hah yang benar saja! Seorin memimpikan lagi mimpi buruk yang menimpanya waktu kecil dulu. Tubuhnya basah berkeringat. Rambut indahnya sudah tidak karuan. Seorin sangat berantakan, selalu seperti ini setiap pagi. Dan seketika tubuhnya lemas.

Seorin mengambil ponselnya diatas laci disebelah kasurnya dan menekan beberapa angka agar tersambung pada seseorang diseberang sana,

“Yeoboseyo?”

“Hiks..”

“Eh? Seorin-ah, wae keureyo?”

“….”

“….”

“ Oppa… aku.. aku takut…” jawab Seorin pelan. Menundukkan kepalanya. Mimpi buruk ini terlalu buruk untuknya.

“Kau bermimpi lagi?” Tanya seseorang disebrang telpon sana dengan sangat lembut.

“….”

“Seorin-ah…”

“….”

“Baiklah. Aku akan kerumahmu sekarang. Tunggu aku.”

Dan pip. Sambungan diputus oleh lelaki yang dipanggil oppa oleh Seorin itu.

—- —- – – – – —- —

“Kepolosannya benar-benar menarik.”

“Eh?”

“Siapa yang kau maksud, Jjong? Aku?” tanya Sooyoung asal sambil terus menyesap minumannya.

“Kau sama sekali tidak polos, Sooyoung Choi.” Sewot teman sepermainannya, Lee Jinki.

TAK!

“Aww! Kau mau membuatku lupa ingatan ya?!” teriak Jinki yang lebih sering dipanggil Onew itu setelah sepatu Sooyoung melayang ke kepalanya(?) dan hanya dibalas juluran lidah oleh Sooyoung.

Jonghyun menatap keluar menembus jendela yang besar disampingnya itu. “Perempuan itu,” respon Jonghyun tanpa memperdulikan teman-teman gilanya itu.

Sooyoung, Kibum dan Jinki menyerngit bingung. “Perempuan? Perempuan yang mana maksudmu?” tanya Kibum mewakili kebingungan teman-temannya. Sepengetahuan mereka, Jonghyun adalah seorang Casanova dan sekarang menyebut “perempuan itu”? sungguh sulit ditebak perempuan yang mana. Perempuan Jonghyun terlalu banyak.

“Perempuan pertama yang membentakku.” Celetuk Jonghyun lagi.

Sooyoung membelalak mengerti, “Tidak!” Kibum, Jinki dan Jonghyun menatap Sooyoung bingung. “Tidak boleh! Seorin berbeda dengan perempuan yang sering kau kencani itu Jong, jangan kau dekati dia!”

“Hei, kenapa kau begitu peduli? Kau kan baru kenal dengannya.” Ucap Jonghyun heran.

“Tidak tahu, aku merasa dia perempuan baik-baik, aku bisa merasakannya.” Jawab Sooyoung

“Ya.. aku juga. Saat aku berkenalan dengannya dikelas kemarin, sepertinya dia tidak terbiasa dengan laki-laki. Terlihat takut dan menjauhi.” Timpal Jinki.

“Tidak terbiasa dengan laki-laki ya… ini menarik.” Ucap Jonghyun sambil menyeringai.

“Oh tidak, Jonghyun… jangan lagi…” mohon Sooyoung, “kau boleh mengerjai berapa wanita sepuasmu, tapi jangan dia.”

”Tenang saja, aku hanya ingin sedikit menggodanya, ayo kita kekelas, bel sebentar lagi berbunyi bukan?” Jonghyun berdiri dari duduknya berniat keluar dari kantin itu.

Sooyoung memutar bola matanya bosan dan ikut keluar dari kantin itu.

“Tenang saja, ada kami yang mengontrolnya.” Ucap Kibum berusaha menenangkan kekasihnya itu.

“Aku tahu, tapi kan kalian tahu, Jonghyun, kalau sudah menginginkan sesuatu, apapun akan dia lakukan.” Gerutu Sooyoung.

“Tapi aku yakin Seorin tidak akan jatuh dalam permainan Jonghyun.” Kata Jinki yakin.

“Dari mana kau tahu?”

“Aku bisa merasakannya.” Jawab Jinki tersenyum.

—– — – —– — – —- — —

“Orang itu lagi ya…”

“Aku benci sekali padanya, oppa!” sahut Seorin sambil memeluk gulingnya.

“Tapi kau harus segera melupakan kejadian itu. Kejadian itu sudah lama sekali Seorin, kau harus melupakan dan menganggap tidak pernah terjadi sebelum kau gila.” Ucap lelaki yang sedang duduk disebelah Seorin, diatas kasur berukuran Queen Size itu.

“Aku sudah mencobanya, Sanghyun oppa,” Seorin memutar badannya sedikit agar menghadap kepada lelaki yang ternyata bernama Sanghyun itu. “Aku sudah mencoba. Tapi nihil. Terlalu sulit dilupakan.” Lanjutnya dan menunduk menatap selimut tebal putih bermotif strawberry itu.

“Baiklah. Aku akan selalu membantumu melupakan itu,” Sanghyun tersenyum lalu mengelus kepala Seorin “sekarang berangkat mandi lah! Kau lupa kau harus sekolah?!”

“Hehe siap!” Seorin turun dari kasurnya melewati Sanghyun, “Terima kasih, oppa.” lanjutnya yang langsung memeluk lelaki itu dan di balas dengan senyuman oleh Sanghyun sambil mengacak puncak kepala gadis kecilnya itu.

Sanghyun, ya Park Sanghyun adalah satu-satunya laki-laki yang tidak Seorin takuti. Satu-satunya lelaki yang menyayangi Seorin dari Seorin kecil sampai sekarang dan satu-satunya lelaki yang ada di hati Seorin. Dihati seorin? Ya dihatinya. Lelaki yang umurnya satu tahun diatas Seorin itu sudah menempati singgasana di hati Seorin sejak lama. Seorin benar-benar mencintai Sanghyun dan sebenarnya Sanghyun juga sangat mencintai sahabat kecilnya itu, tapi yang Seorin tau, dia hanya dianggap sebagai adik kecilnya yang lemah. Terkadang, Seorin kecewa.

Sanghyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Seorin. Pandangannya berhenti diatas notebook kecil berwarna ungu. Sanghyun menatap pintu kamar mandi yang didalamnya ada gadis yang dicintainya lalu kembali menatap notebook ungu diatas meja itu dan mulai mendekatinya. “Sepertinya, buku diary? Atau hanya sekedar buku catatan biasa?” tanya Sanghyun pada dirinya sendiri. Lelaki tampan itu sedang bertarung dengan rasa keingintahuannya, dibuka atau tidak? Dia takut kalau ini adalah buku diary dan itu sangat privasi bukan? Akhirnya  Sanghyun bisa mengendalikan rasa penasarannya dan matanya tertuju pada bingkai foto yang berwarna pinkitu, “Seorin…” mengelus kaca bingkai itu, “Masa kecil mu harus terhapus.” Lanjutnya yang masih menatap foto Seorin yang sedang memeluknya itu. Foto jaman dulu, foto jaman kelas 1 SMP…

“Oppa?” Sanghyun yang kaget mendengar suara Seorin itu langsung mengembalikan bingkai kecil tadi ditempatnya dan berjalan kearah Seorin yang sudah siap dengan seragam dan tasnya.

“Sudah siap? Baiklah ayo kuantar kau sampai sekolah. Umpung masih pagi.” Ucap Sanghyun atau yang biasa dipanggil Thunder oleh teman-temannya itu sambil menarik tangan Seorin keluar dari rumah keluarga Han.

—- —– —- — – —- —-

“Nanti pulang sekolah, ketemu di café biasa ya…” ucap Sanghyun sambil melepas helmnya.

Seorin turun dari motor ninja merah Sanghyun lalu melepaskan helmnya pula, “Baiklah oppa!” sahutnya sambil mengembalikan helm berwarna hitam merah itu.

Sanghyun tersenyum sambil menyalakan mesin motornya, “Jangan telat~!” lalu memakai helmnya lagi berniat meninggalkan sekolah Seorin. Seorin mengangguk dan tanpa mehilangkan senyumnya, Sanghyun menjalankan motornya. Setelah motor ninja merah Sanghyun sudah tidak terlihat, Seorin pun melangkahkan kakinya masuk kedalam sekolah.

Thunder memang bersekolah disekolahan yang berbeda dengan Seorin, dia bersekolah di Art Senior High School, Sekolah khusus yang cukup terkenal di Seoul. Tapi Seorin tidak tertarik pada seni, maka dari itu dia lebih memilih masuk ke sekolah Negeri, Seoul International High School.

— — —- – –

Sesampainya di kelas, Seorin langsung duduk ditempat duduknya, dia melihat kearah jendela dimana pemandangan langsung menuju tempat lapangan olah raga, dia melihat Jonghyun, Kibum, Jinki, dan Sooyoung duduk di taman dekat lapangan. Sebenarnya ingin sekali Seorin mempunyai teman akrab yang bisa berkumpul seperti itu, namun Seorin bukan tipe anak yang bisa gampang bergaul, dikelas dia hanya bisa diam dan membaca buku, walaupun otaknya tidak sejenius Jonghyun, tapi Seorin cukup pintar dalam hal apapun, kecuali olahraga.

Dan seletika Seorin melamun. Entah apa yang dilamunkannya. Tangannya yang putih itu menyangga kepalanya seakan kepalanya bisa jatuh setiap saat. Tapi lamunannya seketika buyar pula karena ponselnya bergetar. Sudut bibir Seorin tertarik membentuk Senyuman.

Sanghyun.

Ya.. lelaki itu mengirimkan sebuah sms,

“Semangat untuk hari ini^^!

Jangan lupa untuk memakan bekalmu nanti ya~ sampai jumpa! Kekeke”

Dan tanpa sepengetahuan Seorin, Jonghyun memperhatikannya sedari tadi.

—– — — – — —

Selama pelajaran, Seorin sangat berkonsentrasi. Kebetulan tadi adalah pelajaran Bahasa Inggris dan Seorin memang sangat suka pelajaran itu. Begitu pelajaran selesai, Seorin buru-buru keluar untuk ke toilet, tanpa dia sadari ponselnya masih berada didalam tempat pensilnya dan tempat pensilnya terbuka, alhasil ponselnya itu keluar dan terlihat dengan jelas. Tanpa babibu lagi, Jonghyun dengan lihai mengambil ponsel milik Seorin, begitu dia membuka handphone yang berbentuk flip itu, Jonghyun melihat sebuah wallpaper bergambar foto Seorin bersama seorang pria berambut hitam, disitu Jonghyun melihat ekspresi Seorin yang sangat berbeda.

Bahagia,

Sekali.

“Permainan belum dimulai. Tapi aku sudah kalah satu langkah. Aku harus mengubah rencana sepertinya.” Gumamnya sambil mengembalikan ponsel Seorin. Dia sadar, itu lancang. Tapi apakah dia peduli? Tidak.

Ketika Seorin masuk kedalam kelas, dia hanya melihat satu manusia didalam sana, Jonghyun, Ya Kim Jonghyun sedang duduk bersandar sambil membaca buku. Seorin tidak memperdulikannya dan segera ketempat duduknya berniat memakan bekalnya. Ketika sudah dekat dengan meja Jonghyun, Seorin melirik lelaki itu, bisa saja dia menyelengkat Seorin lagi kan?!

Dan sukses! Seorin sudah duduk dibangkunya dengan manis.

“Kudengar kau takut pada lelaki,” celetuk Jonghyun. Seorin yang tidak merasa namanya tidak dipanggil tidak terlalu memikirkan kalimat yang barusan keluar dari mulut Jonghyun. Dia melanjutkan memakan bekalnya. “tapi hebatnya kau bisa berfoto dengan lelaki dan sangat mesra.” Lanjut Jonghyun. Seorin benar-benar tidak menghiraukan lelaki itu.

Jonghyun yang merasa kesal pada Seorin karena tidak mempedulikannya akhirnya melirik kearah perempuan itu.

Sedang makan. Serius dan tenang sekali.

Jonghyun yang merasa tidak dianggap ada itu langsung mengambil tindakan. Dia bangun dari duduknya lalu berjalan kearah gadis yang berada tidak jauh dengannya itu lalu meremas lengan gadis itu.

“AWW!” teriak Seorin pelan menahan sakit.

“Kamu! Kau wanita pertama yang selalu mengabaikan perkataanku, kau tahu… itu membuatku jengkel dan kesal! Dan kelakuanmu itu, membuatku semakin ingin mengerjaimu!” Sehabis mengucapkan itu, Jonghyun langsung melepas remasannya dan berlenggang pergi.

Seorin yang merasa tidak terima tidak bisa berbuat apa-apa. Dia benar-benar tidak mau punya satu masalah pun dengan orang-orang disekolah ini. Tetapi ketika dia diam kenapa dia malah punya masalah?! Dia kesal, marah, sedih. Tidak ada teman yang bisa melindunginya saat ini. Ingin sekali rasanya menagis. Tapi Seorin lebih memilih untuk menahannya… lagi.

Oppa.. aku tidak sabar pulang sekolah bertemu denganmu.

Send to Thunder Oppa?

Yes

Sending…..

Message sending successfully

Setelah mengirim sms untuk Sanghyun, Seorin berniat melanjutkan makan siangnya yang sempat terhenti tadi sebelum ponselnya kembali bergetar,

From : Thunder Oppa

Hehe aku juga! Jangan telat ya~!

Terukir senyum kecil di bibir Seorin, lalu dia menutup ponselnya dan kembali melanjutkan makan siangnya.

—- —- – – — —– —

KRIIIINNNGGG

“Akhirnya aku bisa pulang…” gumam Seorin sambil membereskan mejanya.

“Baiklah anak-anak. Hari ini sungguh menarik sampai jumpa minggu depan.” Ucap Reorin seonsaengnim, guru geografi. Menarik? Ini sangat membosankan tau! Inner anak-anak sekelas bergumam tidak jelas.

Seorin mengangangkat tasnya, beranjak keluar kelas dan berniat ke café tempat dia dan Sanghyun bertemu sebelum,

“Ah, Seorin, tolong kamu kerjakan laporan hari ini dulu, baru kau boleh pulang.” Ucap seseorang yang menahan Seorin didepan pintu kelas, sepertinya itu seorang guru.

“T… Tapi Sonsaengni—”

“Tolong saya ya? Dan kamu, Jonghyun, kau juga bantu Seorin ya Tolong saya.” perintah guru itu.

“Dengan senang hati, seonsaengnim….” Jawab Jonghyun dengan senyum isengnya.

Kemudian guru itu meninggalkan Seorin dan Jonghyun berdua di kelas itu, Seorin merasa jengkel terhadap guru itu, tapi mau bagaimana lagi, akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Thunder,

“Yeoboseyo…”  Sapa Seorin. “Nde Sanghyun oppa, maaf aku disuruh mengerjakan laporan sama guru piket, oppa mau menunggu aku kan? Aku janji tidak akan lama, iya… terima kasih ya… sampai jumpa.” Dan pip.

Seorin langsung duduk ditempatnya dan mengerjakan laporan dengan cekatan, Jonghyun yang dari tadi tidak beranjak dari bangku Lee Jinki –seseorang yang duduk dibelakang Seorin ketika pelajaran- hanya memandangi Seorin dari belakang.

“Apa kau tidak dengar kata sonsaengnim tadi?” tanya Jonghyun dengan nada jengkel. “Laporan harus dikerjakan berdua.”

“K…kalau kau memang niat ingin mengerjakan, seharusnya kau kesini dan tidak duduk santai saja disitu…” jawab Seorin.

Jonghyun masih memandangi cewek berambut coklat ikal panjang itu, lalu dia beranjak dari tempat duduknya, menarik kursi di depan Seorin dan duduk berhadapan dengan Seorin. Itu membuat Seorin grogi.

Seorin yang masih terus menulis laporan dipandangi oleh Jonghyun dari depan.

Kenapa dia begitu menarik perhatianku ya.. aku tidak pernah merasa begini terhadap perempuan manapun… ah, paling dia sama saja dengan wanita yang lain, hanya suka uang dan laki-laki.’  Pikir Jonghyun. ‘atau aku test saja ya.. agar meyakinkan fufufu’ Inner Jonghyun bersorak girang.

“Fiuh akhirnya selesai…” ucap Seorin dengan riang. “akhirnya aku bisa pergi, ini, kau yang serahkan pada sonsaengnim, karena dari tadi ku tidak berbuat apa-apa.”

Jonghyun tidak menjawab suruhan Seorin, dia berdiri dan mendekati Seorin, dan itu membuat Seorin takut.

“M… mau apa kau…” tanya Seorin yang ketakutan.

Dan begitu Seorin ingin lari, Jonghyun menahan lengannya dan menarik Seorin, mendorong dan merapatkan ke tembok lalu menciumnya. Ciuman yang sangat kasar, tangan Jonghyun pun merengkuh kepala Seorin. Lalu dengan segenap tenaga Seorin berusaha mendorong Jonghyun…. tapi nihil. Tenaga Jonghyun terlalu kuat. Jonghyun yang awalnya hanya ingin mengetest malah menjadi serius, akhirnya Seorin berontak dia jambak rambut Jonghyun dengan keras sehingga Jonghyun kesakitan dan melepaskan ciumannya.

“Aw! Apa yang kau…” kalimat Jonghyun terhenti ketika melihat tubuh Seorin bergetar dan air mata yang keluar dari mata bersihnya mengalir dengan deras.

“S… Seo…rin…aku…” ucap Jonghyun yang bingung.

Seorin menunduk dan karena =masih ketakutan segera mengambil tasnya dan berlari keluar kelas, itu membuat Jonghyun bingung, kenapa Seorin tidak memukulnya, padahal Jonghyun tahu, betapa takutnya Seorin tadi, dan dia menyadari satu hal, Seorin gadis yang lemah.

“Brengsek!” gerutu Jonghyun menyesal sambil memukul tembok.

Seorin berlari sambil mengusap air matanya sendiri, tanpa dia sadari, dia sudah berada di depan café tempat dia akan bertemu Sanghyun, langsung saja dia mengusap matanya, menarik nafas lalu masuk kedalam café itu.

Seorin mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru café. Oppanya itu sebenarnya duduk dimana? Seorin pun tak tau karena dibangku biasa mereka pun Sanghyun tidak ada. Seorin teringat bahwa Sanghyun itu suka dengan udara terbuka bila sendiri, yap! Seorin langsung menuju meja di bagian belakang café. Dan benar saja dia menemukan sosok lelaki yang sudah menempati hatinya sejak lama sedang melamun berlatar belakang pepohonan dan bunga yang berwarna segar akibat musim semi. Satu kalimat, tampan! Dan sedang memikirkan apa dia?

“Oppa…” panggil Seorin pelan ketika sudah disamping Sanghyun. Ingin rasanya mengagetkan Sanghyun dari belakang, tapi keadaan hati Seorin sedang tidak baik akibat laki-laki bernama Jonghyun itu.

“Eh? Seorin kau sudah datang…” sapanya sambil tersenyum. Sesosok perempuan yang dilamuninya sejak tadi akhirnya muncul juga. “Heh kamu kenapa? Kau habis menangis? Siapa yang membuatmu menangis?” Tanya Sanghyun dengan nada khawatir.

“Um?” Seorin yang sebenarnya kelabakan mencari alasan malah terlihat bodoh dengan tatapan bertanyanya itu. Tidak mungkin kan dia beri tahu kejadian disekolah tadi?! Dia akan sangat malu, lagi pula dia tidak mau Jonghyun mati konyol dipukuli Oppanya itu. “Tidak. Tadi aku dikejar anjing oppa. Makanya aku menangis….” Lanjutnya. Bohong. Terlihat sangat jelas, kau tau Seorin?

“Benarkah?” Tanya Sanghyun ragu.

“Hem! Benar oppa…. Oppa belum memesan minuman?”

“Belum.. aku menunggu kamu datang baru memesan minuman”

Pengalihan topic = sukses

—— – – —- —- —

“Key… itu Seorin kan?” tanya Sooyoung pada kekasihnya.

“Ah iya betul, tapi siapa laki-laki yang bersamanya?” tanya Key kembali.

“Tidak tahu… ayo kita dekati.” Ajak Sooyoung.

Seorin dan Sanghyun duduk saling berhadapan, mereka membicarakan tentang kegiatan sehari-hari mereka, Sanghyun bercerita kalau dia masuk tim basket di sekolahnya, Sanghyun juga masuk dalam genk sekolahan yang dijuluki ‘BlackShine’, tujuan Sanghyun masuk dalam perkumpulan itu agar bisa melindungi Seorin, karena hanya Sanghyun lah yang tahu masa lalu Seorin yang pahit itu.

Giliran Seorin yang bercerita, Seorin juga menceritakan semuanya, kecuali bagian lelaki bernama Kim Jonghyun itu. Ketika Seorin sedang bercerita tentang Sooyoung,

“Seorin?” sapa suara wanita dari belakang.

“Ah, Sooyoung… sedang apa disini?” ucap Seorin yang berdiri melihat Sooyoung.

“Aku dan Key sedang kencan, kamu sendiri? Kencan juga? Wah pacarmu tampan sekali.” Puji Sooyoung.

“Ehem!” sindir Key.

“Ehehehe, maaf… aku suka lupa diri kalau melihat cowok tampan.” Kata Sooyoung sambil menjulurkan lidahnya.

“Ah, oppa, ini Sooyoung yang aku ceritakan, dan ini Kibum, pacar Sooyoung.” Ujar Seorin memperkenalkan.

Sanghyun mengangguk sambil tersenyum, “Aku Sanghyun tapi kau bisa memanggilku Thunder dan  aku bukan pacar Seorin, aku hanya teman kecilnya” Sapa Sanghyun dengan sopan. “Kalian mau gabung disini?”

“Apa boleh?” tanya Key.

“Tentu saja boleh, lebih ramai lebih asik.” Jawab Seorin.

“Jadi kalian hanya teman kecil? Tapi aura kalian seperti berpacaran loh.” Kata Sooyoung yang ceriwis.

Seorin hanya terdiam mendengar omongan Sooyoung, Seorin ingin sekali menjadi pacar Sanghyun, hanya saja, dia tidak mau persahabatan mereka hancur hanya karena masalah status. Sanghyun pun hanya tersenyum menanggapi perkataan Sooyoung. Disamping itu, Key yang sibuk sendiri dengan handphonenya mengirim sebuah pesan kepada Jinki a.k.a Onew.

Sepertinya sahabat kita akan mendapatkan masalah percintaan segitiga’

Setelah itu Key tersenyum, dia membayangkan, belum pernah melihat Jonghyun yang benar-benar serius menyukai seseorang, dan Seorin adalah tipe-tipe yang akan membuat Jonghyun jera mempermainkan perempuan. Cukup lama Jinki tidak membalas pesannya.

Dia pasti sedang bermesraan dengan Luna.’ Gerutu Key.

Luna adalah pacar Onew yang beda sekolah dengan mereka, Luna bersekolah di sekolah khusus wanita, dulu mereka satu SMP, hanya saja keluarga Luna yang terpandang itu menyuruhnya bersekolah di sekolah pilihan keluarganya.

“Seorin, minumanmu sudah habis, mau kebelikan lagi? Tunggu sebentar ya…” Tanpa persetujuan Seorin, Thunder beranjak dari kurisnya menuju café dalam untuk memesan minuman lagi.

“Yaampun! Kalian seperti pacaran saja deh. Key saja tidak pernah begitu padaku.” ucap Sooyoung asal yang tidak sadar ada sepasang deatglare yang menatapnya mematikan.

“Masa? Kami memang begini dari dulu.” Kata Seorin dengan tenang.

Jonghyun… kau mendapatkan Saingan yang berat kali ini.’ Pikir Key sambil tersenyum.

“Kamu kenapa senyum-senyum begitu?” Tanya Sooyoung heran.

“Tidak ada apa-apa,” jawab Key yang masih tersenyum.

— —- —- —

“Gyuri! Hentikan, cukup! Aku bosan denganmu, keluar dari kamarku!” bentak Jonghyun bosan sambil berusaha melepaskan Gyuri yang sedang menciumi leher putihnya.

“Jonghyun, ada apa denganmu hari ini? Kenapa tidak begitu bersemangat? Apa aku kurang menggoda?” goda Gyuri sambil menjilat telinganya.

“Aku bilang hentikan! Aku tidak suka mengulangi perkataanku dua kali!” bentak Jonghyun sambil mendorong Gyuri hingga terjatuh.

“Jonghyun apa-apaan kamu! Apa sudah ada wanita lain lagi? Dengar yah, berapa kalipun kau mengganti pasangan, hanya aku yang dapat bertahan.” Bentak Gyuri kembali.

“Itu karena kau memohon padaku, dengar yah Gyuri.. aku menerimamu kembali karena kita sama-sama membutuhkan penyaluran nafsu, dan kau tau,” Ucap Jonghyun sambil memegang dagu Gyuri dengan kasar. “aku sudah tidak mau menginginkan itu lagi, jadi mulai sekarang, jangan ganggu kehidupanku.”

“Oh kau sudah menemukan…”

Jonghyun tidak merespon apa yang Gyuri ucapkan. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah adalah bayangan raut wajah Seorin saat menangis ketakutan melihatnya tadi, dia sama sekali tidak bisa melepas bayangan wajah Seorin saat itu, dan ini baru pertama kalinya seorang Jonghyun Kim yang sombong dari keluarga terhormat merasa bersalah telah membuat wanita menangis.

— —– —

Sekolah di pagi hari masih terlihat sepi, namun Seorin sudah tiba disekolah, dia pun langsung menuju loker bukunya untuk mengambil kertas tugas geografi  yang kemarin ditaruhnya disitu, ketika dia sedang sibuk mencari kertas yang tak kunjung ketemu itu, tiba-tiba seseorang dan menepuk pundak Seorin dengan pelan.

“Hah! Kyaaaa…” teriak Seorin karena kaget, dia langsung menoleh kebelakang dan merapat di lokernya, ternyata itu adalah,

“K… kau?”

To Be Contiuned

~*~*~*~*~*~*~

HAHAHAHAHA cepet kan? cepet doong 8D

aku lagi semangat aja gak tau kenapa. Gimana part2 nya? ancur yah ;;-;;

yaudah deh bingung mau ngomong apa lagi :p

jangan lupa RCL yaaaaaaaa!! ;;)

NO SILENT READER!!!!!

jangan egois dan buatlah author bahagia (?) wkwk

Advertisements

38 responses to “Destiny…. Ruin Me Sometimes (PART 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s