YOU’RE TOO FAR [PART 7]

Super Junior Fanfiction

AUTHOR : ACHIE AMAR

CAST : SOJIE, SUPER JUNIOR, etc.

DISCLAIMER : FF ini sepenuhnya imajinasi aku yang muncul saat aku ngetik, gak pernah ada perencanaan sebelumnya. So, kalau ada yang menemukan FF mirip ini, atau ada kemiripan cerita di FF ini dengan cerita lain, boleh lapor di komen :)

GENRE : ROMANCE

=====================================================

Sojie POV

 

 

From : Park Gaemi

 

 

Apa kau tidak ada acara malam ini? Hari ini anniversaryku dengan nae namja chingu. I hope you can come to replace Henry!

 

 

To : Park Gaemi

 

 

Sepertinya bisa. Tapi aku tidak kenal siapa siapa kan? Dimana acaranya?

 

 

From : Park Gaemi

 

 

Ah aku hanya akan mentraktir makan di McD dan nonton. Sebenarnya hanya ingin jalan jalan dengan pacarku tapi dengan temanku juga. Ayolah datang. Mungkin kita hanya bertiga atau berempat kok!

 

 

To : Park Gaemi

 

 

Henry tidak bisa datang?

 

 

 

From : Park Gaemi

 

 

Dia bilang dia bisa datang sih. Tapi aku mau kau datang. Ayolah teman Indonesiaku yang cantik, datanglah. Ya? Lagipula kan kau belum kenal dengan Imma. Dia personil band loh, siapa tau dia mengajak temannya yang ganteng. Dari pada jomblo terus, mendingan cuci mata.

 

 

 

To : Park Gaemi

 

 

Yaaa! Sial kau Gaemi. Hahaha yasudah nanti aku kabarin lagi yaaa. Jam berapa?

 

 

 

From: Park Gaemi

 

 

Jam 7 sudah di McD dekat apartemenmu! Abis itu jam 9 kita udah mulai nonton. Imma sudah pesen tiketnya buat kamu juga. Hahaha jadi kamu wajib datang atau besok akan ku acak acak masakanmu dan Haera Onni!!!

Aku tersenyum sendiri membaca sms dari Gaemi. Aku mulai menyadari sifatnya yang baik. Pantas saja Kyu oppa menyukainya.

Sebenarnya bukan salah Gaemi kalau Kyu oppa menyukainya. Jadi aku tidak berhak membencinya. Toh dia sudah punya namja chingu.

Sudah jam 7 dan aku sudah duduk di McD sejak 20 menit yang lalu. Tapi Gaemi belum datang juga. Aku tidak ada kerjaan makanya memilih datang duluan. Sekitar jam 7 lewat 10 aku melihat Gaemi dan seorang namja datang. Namja itu bertubuh tinggi, berkaca mata, rambutnya sedikit gondrong. Saat mereka jalan berdampingan begitu, mereka terlihat sangat serasi. Ah kasian Kyu oppa.

“Maaf kami telat!” Gaemi duduk didepanku, namja itu duduk di sebelah Gaemi.

“Anyeong” katanya padaku. Aku hanya tersenyum. Wah dia ramah sekali, tidak seperti orangKoreayang biasanya.

“Ah iya, ini Choi Imma, namja chingu-ku! Imma, ini Sojie. Dia dariIndonesia!” Gaemi memperkenalkan kami. Wajah Imma tiba tiba jadi semangat sendiri.

“Loh! Lo dariIndonesiajuga?!” MWO?!

“Hah?” aku kebingungan, kenapa dia bisa bahasa Indonesia dengan lancar begitu?!

“Hahaha. Iya Sojie, kamu pasti bingung ya? Aku juga kenal Imma karena dia orangKoreayang pernah tinggal diIndonesia, dan dia lancar banget bahasa Indonesianya. Makanya kita jadi deket” kata Gaemi

“Ah lebay lo” kata Imma. Astaga Imma kasar sekali pada Gaemi

“Apaan sih lokanemang bener. Diem ah!” loh Gaemi juga begitu ke Imma? Wah pasangan yang aneh.

“Sojie, pesen makanan dulu yuk” Gaemi berdiri dan aku mengikutinya.

Kami memesan banyak makanan dan menunggu sebentar. Setelah makanannya datang kami kembali ke meja. Tapi betapa kagetnya aku saat aku melihat Kyu oppa sudah duduk manis di meja bersama Imma. Aku menghentikan langkahku.

“Gaemi!” teriakku tertahan “Kenapa ada Kyu oppa?!!!”

“Hah? Oh iya aku lupa bilang ada dia. Hehehehe” lalu Gaemi dengan santainya pergi menuju meja. Saat Gaemi datang ke meja, Kyu oppa menyadari keberadaanku. Wajahnya menunjukkan kekagetannya, tapi 1 detik kemudian dia tersenyum padaku. SENYUM! APA?!

“Pluk” aku merasa sesuatu yang dingin di badanku. Dan tiba tiba Kyu oppa menghampiriku. Aku masih tidak bisa berkedip melihatnya.

“YA! Bajumu basah! Kau membawa nampan tidak benar! Babo!” Kyu oppa berteriak di depan wajahku. Dia mengambil nampan yang ada di tanganku dan saat itu aku baru sadar bahwa soft drink yang kubawa tumpah ke bajuku karena aku membawanya dengan keadaan miring. Ah Sojie baboooo!

Kyu oppa menaruh nampan berisi makanan yang sudah kena soft drink itu ke meja. Gaemi dan Imma malah ketawa ngakak melihatku. Rasanya mereka ingin aku timpuk pake sandal.

“Ganti baju dulu baru makan” kata Kyu oppa yang tiba tiba menarikku.

Ia membawaku ke mobilnya dan Kyu oppa menyetir ke arah apartemenku yang tidak jauh dari McD.

“Sanaganti baju” kata Kyu oppa. Aku hanya turun dari mobil dan Kyu oppa pergi dengan mobilnya. AAAAH apa sebenarnya dia tidak ingin ada aku? Makanya dia membawaku pulang?! Bodo! Pokoknya aku mau makan gratis! Kyu oppa kesal kek apa kek terserah, yang penting aku mau ke McD lagi.

Aku naik ke atas dan mengobrak abrik isi lemariku. Mati aku. Baju lengan panjangkukandi cuci semua, dan ini yang terakhir! Ah sudahlah, aku pakai kaos biasa saja.

Aku keluar dari apartemenku dan mendapati Kyu oppa berdiri bersandar pada tembok dengan tangan dilipat di dadanya dan melihat ke arahku.

“Kajja” katanya. Hah?

“Oppa tadi bukannya pergi?”

“Apa? Aku parkir” katanya.

“Ooooh” kataku.

Berjalan di sebelahnya seperti ini, melihat badannya yang tegap tinggi dan rambutnya yang lucu, membuatku tidak akan pernah rela untuk melepaskannya kepada wanita lain. Mungkin dia boleh menyukai wanita lain sekarang, tapi nanti dia pasti akan menyukaiku. Ya! Pasti!

****

Aku sedikit kasihan melihat Kyu oppa. Apa dia tahan melihat Gaemi dan Imma pacaran seperti itu? Mungkin, karena itu dia sangat baik padaku hari ini. Dia ingin mencoba membuat Gaemi cemburu balik. Yakan? Ah aku hanya bisa pasrah dengan nasibku sekarang. Aku ikhlas membiarkan diriku menjadi alat untuk membuat Gaemi cemburu. Kenapa? Karena aku tau apa yang Kyu oppa rasakan sekarang. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Sama sepertiku. Urusan mendapatkannya, aku akan membuat persaingan sehat dengan Gaemi. Dia sangat baik, tidak mungkin aku menyakitinya.

Karena bioskop tidak terlalu jauh, kami memutuskan untuk berjalan kaki. Sekalian irit bensin katanya. Dasar Imma pelit.

Aku berjalan di sebelah Kyu oppa, di belakang Gaemi dan Imma. Gaemi dan Imma tertawa tawa bahagia. Mereka berbicara menggunakan bahasaIndonesia.

“Apa sih yang dari tadi mereka bicarakan?” tanya Kyu oppa padaku

“Bercanda bercanda doang” kataku

“Loh kok kamu mengerti?!”

“AkukanorangIndonesia! Masa gak ngerti?!”

“Oh iya aku lupa” katanya sambil tertawa kecil. Aku berani bersumpah, ini bukan Kyu oppa yang biasanya aku kenal. Aku tersenyum senang melihat kenyataan ini.

“Oppa, aku tidak apa apa menjadi seperti ini selamanya” kataku sambil mengusap usap tanganku yang mulai merasa dingin

“Menjadi seperti ini? Seperti ini apa?” Tanya Kyu oppa bingung.

“Alat” kataku datar.

“Alat?” aku hanya tersenyum dan mengangguk. Kyu oppa terlihat sangat bingung. Aku tidak mau menjelaskan lebih jauh, jadi aku berjalan mendahului Kyu oppa sambil tertawa senang meninggalkannya penasaran seperti itu.

Tiba tiba sebuah jaket bertengger di bahuku. Jaket Kyu oppa? Kyu oppa hanya tersenyum saat aku melihat ke arahnya.

“Kau sepertinya kedinginan. Udara di sini berbeda sekali ya dengan diJakarta?” kata Kyu oppa dengan senyum manisnya. Aku berhenti dan terpaku karena perlakuannya. Sedangkan dia jalan terus meninggalkanku berdiri diam bersama jaket abu abunya yang sangat hangat. Aku mencium jaketnya. AAAH WANGI CHO KYUHYUN!

“Oppa chamkamaaan!” Aku berlari sambil tersenyum senang dan memakai jaketnya.

Mungkin malam ini adalah malam yang terindah yang pernah kurasakan dalam hidupku.

****

Aku terbangun dan menyadari bahwa aku masih memakai pakaian semalam. Aku semalam sangat lelah sampai tidak sanggup berdiri lagi. Jaket Kyu oppa juga masih kugunakan. Ah sangat hangat. Aku mengguling gulingkan badanku di atas kasur sampai aku mendengar suara TV menyala. Aku langsung bangun dan berjalan keluar.

“Henry?” aku bingung mendapati Henry duduk di sofa dengan segelas susu dan roti di tangannya. Diapun masih memakai baju tidur.

“ANYEONG!” katanya dengan mulut penuh roti.

“Kau kenapa bisa masuk?” tanyaku bingung.

“Hm, pintunya tidak dikunci. Jadi aku sekalian saja masuk dan membuat sarapan. Aku lapar dan tidak ada makanan di apartemenku hehehehehe” katanya sambil tertawa garing. Aku hanya tersenyum.

“Kau mau kemana?” tanya Henry bingung.

“Ah? Mau mandi”

“Kok pake celana jins?”

“Oh ini, hahaha aku semalem gak sempet ganti baju malah ketiduran” kataku sambil tertawa kecil.

“Ooooh. Ya sudah, hari ini aku antar ke rumah Haera noona ya?”

“Hah? Tidak usah nanti kau terlambat” kataku merasa tidak enak selalu saja merepotkan namja ini.

“Aku libur 2 hari ini. Aku malah mau seharian menemanimu. Tidak apa apakan?”

“Jongmal?”

“Yup! Aku mau makan enak yang banyaaaak seharian” katanya tersenyum lebar menunjukkan pipi mochinya.

Ah andai aku tidak mencintai Kyu oppa, mungkin aku akan langsung menyukai namja ini. Henry…

****

“MWO?! Ah onni, aku takut nanti tidak enak!” kataku panik saat tau Haera onni akan kedatangan banyak tamu.

“Kwaenchana! Pokoknya aku mau kamu yang masak. Gak mau tau. Kamu sekarang masak, yang banyak karena bakalan sekitar hmm… karena ada Henry juga ya kira kira ada 10 oranganlah. Udah deh pokoknya kalo gak enakkanbisa aku sentuh dikit jadi daebak. San asana aku mau tidur aja. Henly kamu bantuin dia ya” lalu Haera onni benar benar masuk kamar.

“Ah mochiiii ottokhaeeee” keluhku pada Henry yang sedang tertawa di meja makan.

“Ahahaha it’s okay! I’ll help you! What should I do? You can just tell me and I’ll do it!” kata Henry semangat. Aku langsung tersenyum senang saat mendnegarnya. Ah paling tidak aku tidak sendirian. Haha

Aku dan Henry mulai memasak setelah memutuskan akan memasak apa dan membeli bahan bahannya. Karena sudah masuk jam makan siang, kami memutuskan untuk makan siang dulu baru masak. Toh tamunya akan datang saat jam makan malam.

Henry juga sangat banyak membantu. Entah kenapa aku merasa ada yang aneh dari Henry. Dia sangat baik padaku dan hari ini dia sangat ceria. Atau mungkin ini hanya perasaanku saja karena aku sendiri lagi bahagia gara gara Kyu oppa semalam? Ah iya, Kyu oppa. Apa yang sedang dia lakukan ya? Betapa bodohnya aku, sampai sekarang aku tidak punya nomer hapenya!

Sekitar jam setengah 6 sore kami selesai memasak. Dan makanan yang tersedia sangaaaaaatlah banyak. Benar benar banyak. Sampai aku tidak yakin akan habis semua. Aku dan Henry tadi terlalu semangat memilih makanan dari resep sampai tidak sadar kalau ini terlalu banyak.

“Tenang, kalau tidak habis, aku yang akan menghabiskan!” kata Henry sambil memukul mukul dadanya.

“Aku juga!” kataku sambil menahan tawa karena melihat ekspresinya yang bingung.

“Baiklah kita taruhan! Siapa yang akan menghabiskan paling banyak, akan menjadi boss selama satu hari penuh besok! Bagaimana?!” tantang Henry. Astaga apa aku kuat? Ah tapi masa aku takut?

“OKAY!” kataku sambil mengangkat piring piring yang akan di atur di meja makan dan tertawa bersamanya.

Aku sedang harap harap cemas melihat Haera onni mengecek rasa masakan masakanku saat tiba tiba ada sms masuk ke hapeku.

From : Park Gae Mi

 

NAE BABOOOO! Besok kau harus ikut denganku ke kelas musik!

 

 

 

To : Park Gae Mi

 

Hah? Mau apa?

 

 

From : Park Gae Mi

 

Ah sudahlah percaya padaku. Bertemu di depan SM. Okay?

 

 

To : Park Gae Mi

 

Aku sedang bertaruh dengan mochi. Kalau aku kalah aku tidak bisa ikut denganmu besok karena aku akan jadi babu. Tapi kalau aku menang, dia akan menggendongku kesana! Hahaha see you!

Entah apa yang membuatku malah jadi sangat dekat dengan Gaemi. Padahal dia beda 5 tahun lebih tua dariku. Dia seumuran dengan Henry.

Sekitar jam setengah 7, Eteuk oppa datang. Aku masih sedikit syok bisa melihat leader tampan ini ada di depanku.

“Wah, apa kau ini ELF?” tanya Eteuk oppa padaku saat kami sedang menunggu tamu tamu yang aku tidak tau siapa mereka itu datang.

“Ne. Dan sekarang aku malah bisa ada di sini. Mungkin bangga sudah tidak cukup mencerminkan perasaanku. HAHAHAHAHA” aku tertawa terlalu keras saking bahagianya. Dan itu cukup membuat Haera onni dan Henry ikut tertawa terbahak bahak karena tingkah bodohku.

“Ah aku ke toilet dulu” kata Henry tepat saat beberapa detik kemudian, ada suara ramai dari depan pintu.

“Biar aku yang buka!” kataku pada Haera onni.

Aku berjalan ke pintu depan dan membuka pintu itu. Betapa lemasnya aku saat aku bisa melihat Kim Heechul, Kim Young Woon, Kim Jong Woon, Lee Donghae, Kim Kibum, Kim Ryeowook, dan Cho Kyuhyun di depanku.

“KAU! Apa yang kau lakukan di sini?!” kata Kyu oppa kaget.

“Kau kenal dia?” tanya Heechul oppa yang terlihat sedang menggandeng seorang yeoja yang tidak terlihat seperti orangKoreayang sangat cantik.

“Ah? Ha… hahaha” dan Kyu oppa pergi meninggalkanku. Sepertinya dia benar benar tidak mau ada yang tau bahwa aku mengenalnya. Huh, jahatnya.

“Anyeong! Kau siapanya Haera noona?” Kata Donghae yang berdiri didepanku bersama seorang wanita cantik, sedangkan yang lain sudah masuk.

“Ah anyeonghaseyo. Aku… Aku muridnya Haera onni” kataku sambil tersenyum.

“Woah, Haera noona punya murid? Hahaha yasudah ayo Hyeseung masuk” kata Donghae pada perempuan di sebelahnya. Perempuan itu hanya tertawa mengikuti arah jalan Donghae.

“Kenapa kau masih diam di sini?” Kyu oppa tiba tiba muncul dengan senyum malaikatnya. Sepertinya dia mendengarkan percakapanku dengan Donghae. AAAAAAAAAAAAAH AKU BISA MATI KALAU IA TERSENYUM BEGINI TERUS!

“Ah ye ye” kataku lalu menutup pintu dan masuk.

“Wah sudah ramai!” kata Henry yang baru saja keluar dari toilet.

“Kau? Kau ada di sini dari tadi?” tanya Kyu oppa yang terlihat kaget melihat Henry.

“Ne, aku dari pagi bersama Sojie di sini”

“Oh… Arasso” kata Kyu oppa dingin. Sepertinya Kyu oppa ada masalah dengan Henry.

“Henry, sini” kataku mengajak Henry ke dapur. Henry mengikutiku saja.

“Mwo?” tanya Henry

“Kau ada masalah dengan Kyu oppa?” tanyaku bingung

“No. Why?”

“Aniyo. Kwaenchana. Just feel there’s something weird between you and him” kataku jujur.

“Gak apa apa Sojiiiie” kata Henry sambil mengacak acak rambutku. Aku hanya tertawa saja karena ternyata perasaanku salah. Hah untunglah.

Kyuhyun POV

“Gak apa apa Sojiiiie” kata Henry sambil mengacak acak rambut Sojie. Mwo? Mereka sepertinya sudah benar benar dekat. Apa yeoja itu benar benar sudah tidak menyukaiku lagi?

Aku kembali berjalan ke meja makan setelah berhasil menguping tadi.

“Ini semua muridku, Sojie yang memasak!” Kata Haera noona saat Sojie muncul bersama Henry dari dapur.

“Hoaaa! Sepertinya sangat enak!” kata Kangin hyung yang langsung duduk dimeja makan tanpa dipersilahkan.

“Jangan tertipu dengan tampilan” kataku yang masih tidak yakin dengan masakan Sojie.

“Ah kau ini, evil” kata pacar Heechul hyung, Park Eun Soo. Sekarang semua member sudah duduk rapih di meja makan besar ini.

“Ah, coba saja! Ini sangat enak loh!” kata Henry yang langsung mengambil sumpit dan mengambil sepotong daging lalu menyuapnya.

“Sojie kau belum mencoba yang inikantadi? Inikanhasil masakan yang tadi kita bikin bersama! Say aaaa” kata Henry sambil menyodorkan sumpit dan sepotong daging kecil ke mulut Sojie. Sojie terlihat pasrah dan memakan daging itu.

Apa apaan mereka?! Mau pamer kalau mereka pacaran?!

“Henry! Dia pacarmu?! Kenapa tidak cerita apa apa pada hyung hyungmu?!” Teriak Ryeowook.

“Wah Henry akhirnya kau menemukan yeoja juga!” kata Yesung hyung.

“Uhuk uhuk uhuk!” Sojie tersedak dan Henry memberikan segelas air pada Sojie sambil menepuk nepuk punggung Sojie.

“Ya hyung! Lihat, gara gara kalian! Lagipula, dia bukan pacarku!” kata Henry kesal. Ah jinjja? Tapi dalam waktu dekat akankan?

Entah mengapa aku sangat emosi sekarang. Rasanya kepalaku panas dan aku ingin pergi saja dari sini. Aku memakan sesuap nasi dan lauk yang telah ku ambil tapi aku tidak bisa merasakan apa apa karena aku terlalu panas melihat Henry dan Sojie.

“Kyuhyunah, kau kenapa? Wajahmu merah sekali” tanya Kibum Hyung.

Ah sudahlah! Aku langsung berdiri dan menghampiri Sojie. Sojie dan Henry melihatku bingung. Dan semua member dan kekasih kekasih merekapun melihatku dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Kajja” kataku lalu menarik Sojie hingga ia berdiri dan aku menariknya keluar. Pergi secepatnya dari sini dan menjauhkan mereka berdua. Ah jinjja! Aku ini kenapa?!

====================================================================

Aku minta maaaaaaaf banget karena ngepost ini lama banget. Internetku rusak jadi ini aja minjem laptop kakaku huhuhu maaf banget yaaaaa. Semoga besok besok bis apinjem lagi hahaha. Untuk sekarang ini yang mau tau dimana aku ngepost ff ini juga, kalian boleh follow twitter aku @chokyulate13 terus mention aja. Kemaren ada yang gitu kok, terus aku dm linknya hehehe sebenernya linknya gak dirahasiain. Cuma aku gak nmau juga pembaca disini kabur ke blog-ku semua trs gak meninggalkan komen. Pokoknya harus tetep komen yaaaaa. FF Time Will Tell juga bikinan akuu. Baca + komen juga yaaa 🙂

Advertisements

45 responses to “YOU’RE TOO FAR [PART 7]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s