Repost: Real (Trapped in Complicated Love Between Leader and Flaming Charisma)

(oke, gw tau banget posternya failed. memang tidak berbakat mian~)

Author: Soeunrim

Title: Real (Trapped in Complicated Love Between Leader and Flaming Charisma)

Length: ONE SHOOT (Rating: Cium cium dikit)

Casts: Choi Minho, Han Jiwon, Lee Jinki, Lee Nayoung, member SHINEE

Note: INI FF REPOST DARI FF DULU. JADI INI FF JADUL BANGETTT. Mungkin ada yang mau baca, kalo ga mau baca gapapa. Buat mengisi kekosongan aja, soalnya ABDUCTED 3 belom bisa dipost malam ini. Mungkin besok. SILENT READER DOSA! PLEASE READ LIKE COMMENT. KAMSAHAMNIDA 🙂

———————————————————————————————————————–

“Hyung! Hyung! Bangun doong!” Temin masuk ke dalam selimut Onyu dan memeluknya. Ini dilakukan setiap pagi karena Onyu memang sangat sangat ‘kebo’. Onyu berguling mendorong Temin sambil mengoceh ga keruan, menolak bangun. Temin keluar dari selimutnya, give up.

“Ummaaa~” Temin berteriak manja.

“Iya, kan…kubilang apa kan, kau tak akan bisa membuatnya bangun kecuali dengan ini..” Kibum umma tiba-tiba datang membawa segayung air dari kamar mandi dan menyiramnya perlahan di atas kepala Onyu.

Onyu gelagapan, terbangun duduk.

“YAH! KIM KIBUUUUM!”

Onyu turun dari tempat tidur, mengejar Ki yang memakai celemek dan penutup kepala pink, yang berlari-lari girang mengitari ruangan. Mino yang mudah terbangun, duduk di kasurnya, mengucek-ngucek mata, tersenyum melihat kekonyolan mereka. Jeha yang berdiri di depan pintu dengan handuk melingkar di lehernya, tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya dan Temin? Ia bertepuk tangan kegirangan seperti melihat pertunjukkan topeng monyet.

”Aku ga salah dong, Lee Jinki! Kau kan memang harus dibangunkan dengan cara yang lebih mantabb!” Ki mengedip nakal saat Onyu berhenti mengejarnya karena kehabisan nafas. ”Hyung hyung, ckckck.. Gimana kalau sudah berkeluarga nanti? Istrimu pasti repot deh ngebangunin suami males kayak gini, ckckck…” Ki geleng-geleng kepala.

Jeha mengeraskan suara tawanya sambil menimpali, ”Hahaha! Cewek aja dia susah punya, mau berkeluarga!”

Semua tertawa, kecuali Onyu. Dia tampak serius.
”Siapa bilang aku ga punya cewek?”

”Emang kan?” kata Ki.

”Aku punya.” Onyu tak mau kalah begitu saja di hadapan para dongsaengnya. Semua langsung terdiam, bahkan mulut Jeha menganga lebar.

”Jinjareo!” Onyu tampak serius, nyolot abis.

”Buktikan, ” kata Ki. ”Ajak dia ke Seoul Dreamland minggu depan saat tahun baru. Aku juga akan mengajak Hyojin, dan kau…” Ki menunjuk Temin.

”Hyewoo nuna of course!” seru Temin girang. “Dan Mino hyung akan membawa Nayoung nuna, ya kan hyung?”

Temin menoleh ke Mino. Mino mengangguk.

“Karena aku tidak punya, maka aku akan datang sendiri…,” kata Jeha pede. Ki memelototinya dengan pandangan membunuhnya yang biasa.

”Ajak Eunjae. Berani dong! Cupu!”

Jeha mengkeret. Ia memang sedang mengincar seorang model bernama Eunjae tapi tidak berani mengungkapkan perasaannya. Ia malah memainkan rambut ’banana’ nya grogi.

“Oke, everybody!” seru Ki, the almighty. “Ketemu di Seoul Dreamland pukul 8 malam!”

(Teman-teman, ini asumsinya, mereka ga dikenalin yaa ama orang-orang yang ada di Seoul Dreamland, so pada ga heboh deh liat SHINee lol :p)

Seoul Dreamland, 07.50 pm

Mino berdiri di depan pintu masuk Seoul Dreamland. Memakai jaket tebal berwarna biru tua dan hitam yang senada dengan pakaian seorang cewek di sebelahnya. Mino menggenggam tangannya erat. Cewek itu mengenakan mantel panjang berwarna biru muda dan rambutnya panjang bergelombang, dikuncir dua, memakai boot kuning, sangat cantik.

“Kedinginan, Nayoung-a?” tanya Mino padanya.

Nayoung menggeleng, tersenyum padanya. “Tidak, lihat, Oppa! Aku kan kuat! Hehehe..”

Mereka baru jadian dua bulan. Nayoung adalah teman satu sekolah Mino dan Mino telah mengejarnya selama setahun.

Mino melirik arlojinya.

“Maaf ya, Nayoung, teman-temanku membuatmu menunggu lama.”

Nayoung memang kedinginan, wajahnya yang chubby kemerahan akibat suhu yang cukup dingin, malam itu. “Tidak apa-apa kok. Aku senang sekali!”

Nayoung terlihat sanagt antusias terhadap semua hal yang dilihatnya lewat di depan mereka berdua.

“Ayo coba itu!” Nayoung menunjuk Tteok yang dijual seorang nenek di pinggir jalan dan siap untuk beranjak, tapi Mino menariknya.

“Itu bikin gemuk, Nayoung-a.”

Nayoung terlihat sangat kecewa.

“Aku mau balon itu!” Nayoung merajuk seperti anak kecil saat melihat seorang bapak pedagang balon lewat di depan mereka.

‘Kekanakan..,’ pikir Mino.

Mino tersenyum manis padanya sambil berkata, “Aku akan membelikanmu sesuatu selain balon, tunggu di sini!” , membuat Nayoung sangat meleleh.

Mino berlari ke seberang jalan, masuk ke sebuah toko dan kembali dengan setangkai mawar yang sangat cantik.

Wajah Na Young berseri-seri, memeluknya canggung. Maklumlah baru dua bulan. Wajah Mino memerah. Sebenarnya Nayoung lebih suka balon oranye itu, tapi tak apalah, yang penting adalah bunga ini adalah pemberian Mino.

”Aduuh, mesranya, iiih!” Onyu datang dari sudut jalan, sendirian.

”Mana cewekmu, Hyung?” Mino tak menggubris ledekannya.

”Sebentar lagi datang, ” Onyu melirik arlojinya. ”Dia mahasiswi, jadi sibuk sekali.. Dan ini..”

Onyu sempat bengong sekian detik melihat makhluk yang ada di sebelah Mino. Makhluk ini cantik sekali, pipinya kemerah-merahan dan memegang setangkai bunga mawar, cocok sekali dengan wajahnya yang cantik.

”Annyeong!” sapa Nayoung ceria.

Ah, cewek yang ceria dan manis, kata Onyu dalam hati. Ia mengulurkan tangannya. Nayoung menyambutnya.

”Nayoung..”
”Onyu..”

Onyu tampaknya sempat terhipnotis sekian detik juga karena tangannya terus-terusan memegang tangan Nayoung, seperti tidak bisa melepasnya.

”Ehem,” Mino berdehem. Onyu langsung melepasnya, tersadar.

Mino menggandeng tangan Nayoung cepat-cepat.

Tiba-tiba ringtone ’No Taemune’ After School dari HP Onyu berbunyi.

Onyu mengangkatnya dan bicara.

”Ki,” katanya pada Mino setelah menutup teleponnya. ”Hyojin mendadak sakit, dia harus menjaganya.”

Mino mengangguk. ”Coba hubungi Temin juga.”

Onyu menelepon Temin dan Temin menjawab di seberang sana. “ Hyung, mianhae! Hyewoo nuna sudah buat janji dengan orang tuanya untuk merayakan tahun baru bersama dan aku diajak!”

Alasan seterusnya tidak bisa diterima dan menyebalkan. Onyu menutup teleponnya kesal. Bagaimana bisa member SHINee kali ini tidak bisa melewatkan tahun baru 2012 bersama-sama?

Tiba-tiba, ringtone ”Bo Peep Bo Peep” T-Ara dari HP Mino berbunyi.

”Yah, Jeha hyung, odie isseo?”

“Aduh, aku sakit perut nih tiba-tiba, aduh duh duh.. Sakiit, mesti bolak-balik ke WC nih!”

“Oke, arasseo, hyung!” kata Mino. “Good luck.”

Onyu cekikikan.

“Paling si Jeha malu gara-gara ga berhasil ngajak Eunjae, ahaha…”

Dari seberang jalan, seseorang datang menghampiri mereka bertiga.

”Annyeong!”
Sapanya singkat. Seorang cewek, Nayoung yang pertama kali melihatnya. Cewek sangat anggun dengan rambut panjang tergerai. Dandanannya rapi, memakai boot anggun berhak tinggi. Cewek itu berdiri di belakang Onyu dan Onyu kontan menoleh, menarik tangan cewek itu antusias. ”Ini cewekku, Han Ji Won!”

Terdengar pekik kecil dari mulut cewek bernama Han Ji won itu.

”Choi Min.. Ho?!”

Mino juga menatapnya kaget. Onyu dan Nayoung yang bingung memandang Mino dan Ji Won bergantian.

”Kalian saling kenal?” Onyu menanyainya.

Mino sedikit gelagapan, memandang Nayoung. Pandangannya tiba-tiba aneh.

”Kami teman satu bimbel waktu SMP dulu..” Ji Won terlihat lebih bisa menguasai keadaan. Mino diam saja.

Nayoung dan Onyu langsung tertawa girang, bersemangat, mengetahui yang datang sudah lengkap.

”Jadi, hari ini kita double date yaa?” kata Nayoung senang.

Onyu mengangguk padanya. “Kaja!”

Dan mereka berempat langsung memasuki gerbang Seoul Dreamland, setelah membayar tiket masuk tentunya.

“Ayo, kita lihat ini, ayo, ayo!”

Nayoung menarik-narik Mino ke sebuah kerumunan, yang ternyata adalah pertunjukkan atraksi badut. Onyu dan Jiwon mengikuti di belakang.

Nayoung tertawa-tawa senang sambil bertepuk tangan, sementara itu Mino terus mencuri-curi pandang ke arah Jiwon. Onyu juga terlalu sibuk mengomentari badutnya, sehingga Jiwon hanya diam berdiri di sebelahnya, tersenyum. Ia berpikir Onyu memang terkadang kekanakan.
Jiwon menoleh karena merasa ada yang sedang memperhatikannya dan benar, Choi Minho sedang melihatnya. Tapi, ketika Jiwon melihatnya balik, ia malah membuang muka.

”Oppa, oppa, ini lucu banget deh!”
Nayoung menarik tangan Mino dan Mino tersenyum padanya dan ikut bertepuk tangan.

”Oppa,” Jiwon memanggil Onyu. ”Ayo ke tempat ramalan..”

Onyu terlihat kurang antusias, sebaliknya Mino yang antusias. ”Sepertinya seru, Kaja!”
Mino menarik Nayoung. Dan Onyu, apa boleh buat, akhirnya ikut juga.

Peramal itu ada di dalam tenda, mereka berempat masuk. Peramal itu wanita paruh baya yang sedikit menor. Ia memegang banyak kartu tarot dan mengulurkan tangannya. Jiwon yang paling depan, mengulurkan tangannya.

Peramal itu meraba garis tangannya.

”Kau akan punya banyak anak..,” kata si peramal. ”Suamimu itu penyayang anak-anak…”

Jiwon menoleh ke Onyu, dahinya berkerut. Selama mereka pacaran, setahu Jiwon, Onyu tak tahan dekat dengan anak-anak.

Tangan peramal yang satunya menarik tangan Onyu. Ia menggeleng-geleng sambil membaca mantra, setelah itu menatap Jiwon serius, ”Dia bukan jodohmu, nak..”

”MWOYA?!”

Onyu melepaskan tangannya da menarik Jiwon keluar. Di luar tenda, Onyu berkata keras pada Jiwon, ”Jangan percaya pada ramalan!”

Tak lama kemudian, Mino dan Nayoung keluar.

”Aku tak suka ramalan, oppa..,” kata Nayoung. Mino menagngguk mengerti.

”Gimana kalau ke sana aja?” Nayoung menunjuk ’Haunted House’.

”Aku takut ah,” kata Onyu.

”Kesana aja yuk, yuk..,” Nayoung menarik tangan Mino dan Jiwon.

Di dalam ’Haunted House’, tangan Mino terus-terusan tidak lepas digenggam oleh Nayoung. Ia yang mengajak masuk, tapi ia yang paling takut. Ia dan Onyu berjalan di belakang Mino dan Jiwon yang terlihat cool-cool saja memasuki rumah hantu itu. Mino dan Jiwon hanya tertawa melihat hantunya, sedangkan Onyu dan Nayoung terus berteriak-teriak heboh.

”Sedikit lagi, Nayoung-a!” bisik Mino. Satu labirin lagi dan mereka akan keluar dengan selamat. Tiba-tiba sesuatu menjatuhi kepala Onyu dan Onyu berteriak keras, refleks memeluk siapaun di dekatnya, Nayoung.

”HUWAAAA!”

Mereka berdua berteriak heboh sambil berpelukan. Onyu merasakan getaran sangat hebat saat memeluk Nayoung. Cewek ini sangat cantik, lucu dan aktif. Ia juga tergila-gila dengan aroma jeruk yang dipakai Nayoung sebagai parfumnya. Onyu tidak melepaskan pelukannya sampai Mino menarik Nayoung.

Jiwon juga kelihatannya tidak senang.

”Nah, kita sudah sampai oke,” kata Mino.

Mereka keluar dari ’Haunted House’ dengan selamat.

Mereka berempat berdiri di tengah Seoul Dreamland sekarang. Seoul Dreamland penuh sesak jika tahun baru, memang tak terlalu nyaman.

”Lebih baik kita pisah dulu saja,” kata Mino. Nayoung agak tak enak mendengarnya. Apalagi setelah ia dan Onyu berpelukan barusan.

”Oke,” kata Jiwon. ”Bgaimana kalau kita ketemu lagi jam 11 di sini? Jadi kita masih bisa melihat kembang api bersama pukul 12?”

Nayoung, Mino, dan Onyu mengangguk dan mereka berpisah.

Nayoung dan Mino menuju roller coaster, sedangkan Jiwon dan Onyu menuju panggung boneka. Setelah itu, Mino dan Na Young menuju tempat bowling. Onyu dan Jiwon naik arum jeram. Mino dan Na Young menonton pertunjukan musik, Jiwon dan Onyu menuju tempat Ice skating. Begitu seterusnya, mereka tidak bertemu hingga pukul 11.

“Ayo, kita ke tempat yang tadi!” seru Nayoung. Ia dan Mino datang lebih dulu ke tempat yang tadi dan pasangan Jiwon-Onyu datang tak lama kemudian.

“Bagaimana? Kita asyik sekali loh..,” nada Jiwon terdengar aneh, apalagi ia mengatakan itu sambil melihat ke arah lengan Mino yang terus dipegangi Nayoung.

”Iya, seru sekali, ya kan?” mata Nayoung berbinar-binar, membuat Onyu tak lepas-lepas memandangnya. ”Lain kali, kita double date lagi yaa.. Sebenarnya, aku sedikit kehilangan kalian tadi, hehehe.. Ya kan, Mino?”

Mino tak menjawab. Matanya terus-terusan memandang Jiwon. Nayoung menyenggol lengannya. Mino mengerjap. ”Apa? Eh, iya..”

”Gulali!!” tiba-tiba Onyu berteriak kencang ketika melihat satu stand penuh dengan gulali. Nayoung meoleh ke arah yang ditunjuk Onyu.

”Aku suka gulali!” Nayoung berlari ke stand itu. Onyu berlari di belakangnya. Mereka berdua sibuk berebut gulali dengan hebohnya bersama pengunjung lain. Nayoung berhasil menggapai satu plastik besar gulali berwarna pink dan Onyu menggapai gulali putih berbentu hati, mereka saling memandang, tertawa puas. Namun, saat menoleh ke belakang, karena ramai sekali, mereka kehilangan Mino dan Jiwon.

Sementara itu, Mino dan Jiwon tidak menemukan Onyu dan Nayoung karena sangat padat. Jiwon melihat jam super besar di tengah-tengah Seoul Dreamland dan teringat sesuatu.

”Waktu itu kau kemana?” tanyanya pada Mino.

Mino terlonjak mendengar pertanyaan Jiwon.

Teringat saat itu, di tempat bimbel yang sama saat mereka SMP. Mino menyukai seorang cewek sejak ia mengikuti bimbel itu. Cewek itu biasa menjadi yang tercerdas di kelas, tak hanya itu, ia juga sangat manis.

Han Ji Won.

Bahkan, untuk dapat masuk ke SMA unggulan yang sama dengan Han Jiwon, Mino belajar mati-matian, hingga.. suatu saat, sebulan sebelum ujian……..

Jiwon sedang membereskan buku-bukunya, mengeluhkan pada teman sebangkunya bahwa ia tidak membawa mantel padahal turun salju. Mino, yang 1 tahun bimbel bersamanya, memberanikan diri menyapanya…

”Jiwon ssi, aku bawa mantel, kau boleh pinjam..,” Mino yang sangat gentle menyerahkan mantel yang dipakainya pada Jiwon. Jiwon menggeleng.

”Tidak apa, pakai saja..”kata Mino lagi.

Jiwon akhirnya menerimanya, tersenyum sangat manis. ”Namamu Choi Minho kan?”
Minho girang sekali mengetahui cewek yang selama ini ditaksirnya diam-diam mengetahui namanya. Dan besoknya, Mino memberanikan diri mengajaknya kencan di Seoul Dreamland. Jiwon menyambutnya dengan sanagt senang. Ia pun sudah lama menyukai Mino.

”Seoul Dreamland, di depan jam besar pukul 6,” kata Mino dan Jiwon telah setuju.

”Kau yang kemana?” Mino bertanya balik pada Jiwon. ”Aku menunggumu semalaman di depan jam besar.”

Jiwon kaget. Tersenyum sinis.

”Jangan bercanda,” kata Jiwon. ”Aku menunggumu di depan jam besar.”
Jiwon menunjuk sisi utara jam besar di tengah-tengah Seoul Dreamland.

Mino mengerutkan kening. ”Tapi, aku benar-benar menunggumu hingga jam 10 di depan jam besar. Aku sampai flu terguyur salju menunggumu, Ji Won..”

”Kau pikir aku tidak?! Aku sampai sakit selama tiga hari dan …”

Jiwon tersentak, Mino juga. Spontan mata mereka berputar mencari dan melihat, di depan bianglala, ada sebuah rumah, yang sangat unik, bertuliskan ”Technology House” dan di depannya ada sebuah jam digital yang sangat besar…..

Jiwon menutup mulutnya. ”Aku tidak percaya ini.”

Mino menatapnya, mereka saling bertatapan. ”Aku menunggumu di sana,” kata Mino, menunjuk Technology House dengan jam digital besar di depannya itu.

”Dan aku menunggumu di bawah jam besar itu hari itu…” Jiwon berkata lirih sambil menunjuk jam besar yang jarumnya berputar setiap saat, tertempel di sebuah menara mini di tengah-tengah Seoul Dreamland.

Mino terus menatap Jiwon, merasakan hatinya berdebar-debar. Rasa itu masih ada.

Waktu itu ia sangat marah pada Jiwon, padahal mereka sama sama menunggu hingga sakit, namun di tempat yang berbeda, hanya berjarak beberapa meter saja. Bodoh, sungguh bodoh. Miskomunikasi yang bodoh.

Ia tidak pernah bertemu Jiwon lagi sejak saat itu. Ia kehilangan semangat belajarnya dan tidak mendapatkan SMA unggulan seperti Jiwon. Ia masuk ke SMA pilihan kedua, bertemu Nayoung. Ia hanya pernah mendengar beberapa kali bahwa Jiwon berhasil masuk ke SMA impiannya, ikut program percepatan dan sudah kuliah. Pantas saja Onyu hyung bilang bahwa dia mahasiswi, padahal umur mereka sama.

”Jiwon-a..”

Terasa aneh saat Mino menyentuh pipi cewek lain, bukan ceweknya sendiri. Ia teringat Nayoung dan merasa begitu mencintainya tapi Jiwon.. Ia sudah sangat lama menginginkan ini, menginginkan Jiwon. Jiwon memejamkan mata, tiba-tiba….

Bo Peep Bo Peep Bo Peep Aaahh~

Mino terlonjak kaget dan mengangkat telepon.

”Oh, iya, hyung, ” jawabnya gugup. ”Aku dan Jiwon ada di dekat bianglala, kesini saja…”

Sementara itu………..

”Mereka kemana ya?”

Onyu menjilat gulali berbentuk hatinya. Nayoung juga menjilat gulalinya.

”Telepon saja, Oppa,” Nayoung sibuk menjilati lagi gulalinya. Gulali itu sudah susah payah ia dapatkan.

Mereka duduk di kursi panjang kecil di pinggir taman sambil menikmati gulali mereka, kehilangan Mino dan Jiwon.

”Haish, pulsaku habis!” Onyu mengeluh. ”Cari tukang pulsa dulu yuk!”

Nayoung meraba tasnya. ”Yah, Hapeku juga di tas Mino, oppa. Yuk, cari pulsa..”

Onyu mengulurkan tangannya ke Nayoung dan Nayoung menyambutnya. Entah mengapa, Nayoung merasakan perasaan amat nyaman ketika mengenggam tangan Onyu, padahal mereka baru bertemu hari ini.

Onyu juga. Sudah lama ia tidak merasa sedemikian nyaman, cewek ini, Lee Na Young, membuatnya merasa inilah yang namanya bersenang-senang.

Jiwon tidak begitu suka bercanda, cool-cool saja, sementara Nayoung, bagi Onyu dia hidup. Lincah, menyenangkan, membuatnya terus berdebar-debar.

Mereka melihat tukang balon dan Onyu berhenti.

”Ambil saja, ” katanya pada Nayoung. ”Aku tahu dari tadi kau pengen balon kan?”

Nayoung senag sekali, ia dengan antusias siap mengambil balon, saat.. Onyu tiba-tiba mengambil balon berwarna oranye.

Nayoung kaget luar biasa.

”Kenapa kau tahu aku suka yang warna oranye?”

Onyu menggeleng, tersenyum. ”Aku tahu saja.”

Mereka menyusuri setiap stand yang ada di Seoul Dreamland sambil mencari tukang pulsa dan kalau beruntung, langsung bertemu dengan Mino dan Jiwon.

”Tteok!”

Onyu menarik Nayoung masuk ke sebuah tenda berisi banyak Tteok ditusuk dijajakan.
Onyu menambil dua.

”Lagi!” seru Nayoung girang.

”Oke!” kata Onyu. ”Kau tidak takut gemuk kan? Aku suka cewek agak gemuk soalnya!”

Muka Nayoung memerah.

”Lagi kalau begitu!” katanya.

Onyu menagmbil 8 tusuk, membaginya dua dengan Nayoung. Mereka tertawa senag.

Onyu dan Nayoung merasa, menghabiskan waktu seperti ini lebih menyenangkan.

”Wah kau ganas juga ya..,” Onyu terkejut melihat Nayoung memakan habis semua Tteok nya sebelum ia menghabiskan Tteok yang dipegangnya.

”Kenapa? Kau kagum padaku, eh?”

Mereka tertawa bersama dan akhirnya menemukan tukang pulsa. Onyu menelepon Mino dan mereka langsung menuju ke dekat bianglala untuk bertemu dengan Jiwon dan Mino. Sebelum itu, mereka melepas pegangan tangan mereka masing-masing.

Mino menatap balon oranye berbentuk bunga yang dibawa Nayoung, lalu menatap Onyu. Ia yakin, Onyu yang membelikannya untuk Nayoung.

Jiwon tampak salah tingkah, menolak untuk menatap Onyu ataupun Mino. Ia hanya menunduk.

Onyu dan Nayoung merasakan suasana tidak enak dan masing-masing menyadari, sesuatu memang telah terjadi di sini.

”Ehm,” Onyu berdehem, melihat arlojinya. ”Sebentar lagi pukul 12, ayo kita naik bianglala, pasti kembang apinya terlihat lebih bagus dari atas sana..”

”Yuk, yuk,” kata Nayoung. Ia berlari-lari lincah naik ke salah satu bianglala, disusul Onyu.

Mino dan Jiwon sudah akan beranjak, saat…

Tiba-tiba, sebelah anting Jiwon terjatuh.

”Tunggu..”

Mino berhenti. Jiwon menatapnya, memegang telinganya sebelah kanan. ”Antingku jatuh..”

Mino menatap Nayoung dan Onyu yang sudah ada di dalam bianglala, lalu memejamkan mata dan berjongkok membantu Jiwon menemukan antingnya.

Bianglala itu bergerak naik.

”Minoo!” teriak Nayoung.

Mino menoleh dan merasa mendapatkan sesuatu di tangannya. Ia menemukan anting Jiwon.

Nayoung dan Onyu panik sekali mengapa akhirnya mereka hanya naik bianglala berdua, menatap Jiwon dan Mino yang menengadah ke atas bianglala mereka yang sudah berputar naik.

Jiwon berkata keras tapi tentu mereka tidak dapat mendengarnya, ”Tidak apa! Nanti kita naik lagii!”

Onyu menatap Nayoung yang terlihat kecewa memandang Mino yang sedang membantu Jiwon memakai antingnya.

”Kau cemburu melihat mereka?” tanya Onyu.

Nayoung mengangguk. ”Yeah, Mino dan Jiwon bilang mereka saling mengenal kan? Mungkin memang ada sesuatu di antara mereka…”

”Kau juga merasa seperti itu?” seru Onyu kaget. ”Aku pikir hanya aku yang merasa begitu..”

Nayoung tertawa geli melihat ekspresi bodoh Onyu dan mereka tertawa tergelak-gelak berdua. Hampir satu putaran dan mereka sudah ada di bawah lagi sekarang, dapat melihat Mino dan Jiwon dengan jelas.

”Tidak apa, oppaaa! Aku lihat kembang api dari sini loh, kau dari sana saja yaaa!” teriak Nayoung pada Mino. Mino hanya tersenyum melihat kelakuan Nayoung. Ia agak cemburu melihat Nayoung dan Onyu terus tertawa-tawa di atas bianglala.

Saat itu sudah 12 kurang 2 menit…

Bianglalanya macet. Lampu bianglalanya langsung mati seketika, tepat saat bianglala Onyu dan Nayoung tepat berada di atas.

”KYAA! KYAA!”

Nayoung berteriak heboh. Bianglala itu gelap.

”Jangan bergerak-gerak, kalau tidak bianglala ini akan terus bergerak juga!”

Tapi, Nayoung terus bergerak, membuat mereka terguncang di atas.

Onyu tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan, tiba-tiba ia meraih tubuh Nayoung di depannya, memeluknya erat. ”Jangan bergerak,” katanya.

Mino panik dan berteriak pada teknisinya untuk segera membereskan kekacauan. Ia khawatir pada Nayoung dan lagi, semua penumpang bianglala berteriak heboh.

Jiwon merasa cemburu.

”Kau khawatir pada Nayoung?”

Ia menarik bagian belakang jaket Mino. Mino berbalik, menatapnya, memegang pipinya dengan kedua tangannya. Menatapnya dalam. Cewek ini, Han Jiwon, ia sudah lama menginginkannya.

”Dareun saram sarang obseo, nan geunyang neorago.”

Dan Mino mencium Jiwon.

Nayoung mendorong tubuh Onyu dan ingin melihat ke bawah, melihat Mino, apakah Mino mengkhawatirkannya. Karena ia tak tahan lagi bersama Onyu berdua di sana, Onyu membuatnya terlalu berdebar-debar, bahkan debaran yang tidak pernah ia rasakan ketika berada bersama Mino. Ia tidak tahan lagi di sana bersama Onyu.

”Mino, Mino…,” gumamnya dan ia melihat ke luar bianglala, ke bawah…

Dan rasanya seperti dihantam barbel ratusan kilo, Nayoung melihat Mino dan Jiwon sedang berciuman.

Kepalanya pusing dan ia tak dapat mengontrol saat air mata menbanjiri kedua pipipnya.

“Uljima!” kata Onyu tiba-tiba.

Onyu juga melihat ke bawah dan menemukan Jiwon dan Mino dalam posisi yang sama. Ia kaget, namun sudah tahu bahwa akan begini. Feeling saja.

“Uljima, Lee Nayoung,” ulangnya pada Nayoung, tapi Nayoung tetap menangis sesenggukan dan Onyu—entah apa yang mendorongnya—mencium Nayoung.

“Uljima,” katanya sambil menghapus air mata Nayoung dan menciumnya lagi.

DUAR! DUAR!
Kembang api menghiasi langit Seoul malam itu. Sebuah kembang api bertuliskan ’Happy New Year 2012’ menutup parade kembang api selama 5 menit.

”Merasa lebih baik?” tanya Onyu sambil mengedip nakal pada Nayoung.

Bianglalanya bergerak turun dan Onyu bersama Nayoung turun dari bianglala itu. Nayoung mengelap air matanya dengan punggung tangannya. Mino melihatnya, sambil menggandeng tangan Jiwon erat

”Hyung,” katanya menghadap Nayoung dan Onyu. ”Aku ingin membuat sebuah pengakuan…”

”Aku juga,” potong Onyu.
”Aku menyukai cewek ini,” Onyu tanpa segan memeluk Nayoung, membuat Mino dan Jiwon terkejut.

Mino juga menggenggam Jiwon erat. Ia tak akan pernah melepasnya lagi. Akhirnya ia mendapatkan seseorang yang telah ia inginkan sejak lama.

Han Ji Won, for real.

-THE END-

MAAF BUAT YANG NUNGGU ABDUCTED 3, SEKUEL MY SISTER IS MY GIRLFRIEND, SEKUEL GUARDIAN ANGEL. POKOKNYA AKU NGUTAAAANG. MIAN. FF REPOST INI PERMINTAAN MAAFKU. SILENT READER DOSA SOALNYA AKU GA IKLAS XD

Advertisements

32 responses to “Repost: Real (Trapped in Complicated Love Between Leader and Flaming Charisma)

  1. wah keren!
    temanya lucu, tukeran pacar wkwkkw
    pas baca sekilas awalnya, mikir ini ff kocak,tapi ternyata romantis juga 😛

    authornya kreatif, hihii…

    biasanya gue males baca ff yang tokohnya itu bias gue dengan a-girl-whoever, tapi yang ini beda. dan rasanya, kalau nayoung itu beneran nyata (bukan nayoung yang sering di WGM) gue bakal rela dia sama Onew, karna cewe kaya gitu pas banget sama karakter si chickenlover ini :p

    • jiahaha makasih ya aku suka komennya, panjang dan seru. pokoknya makasih banget apalagi sudah merestui onew dengan nayoung (?)

      kalo ada sekuel nya baca lagi ya.. (aduh gue ngutang lagi hahahaha)

    • HAHAHAHAHHA.. komen kamu bener bener bikin ngakak. tampar aja deh akunyaa huhu mianhamnida.. malam ini aku cicil hutangnya dengan ngepost abducted part 3 😀

  2. Yaaaaaaa!!! Kenapa jadi tukeran gini hahahahah
    Tapi sebenernya aku lebih suka minho sama nayoung gaktau kenapa
    Tapi gapapalah~
    Asalkan happy ending terus semuanya dapet pacar gapapa kekek
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s