[SERIES/PG+15/STRAIGHT] Love and Truth part.4

 

Title : Love and Truth [Part.4]

Author: Keyholic (@keyholic9193)

Main Casts :  Kim Kibum, Shin Hyunchan

Minor Casts : Kim Eunshik, Kim Jonghyun

Genre : Romance

Rating : PG+15

Length: Series

Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org

Previous Part : Part. 1 | Part.2 | Part.3

***

(FLASHBACK)

“ Ayolah, Jonghyun-ah! ekspresimu jangan ketakutan begitu!”

Kibum berbicara dengan suara yang sangat keras sambil menambah volume music yang mendentum keras di dalam mobilnya.Badan dan kepalanya serentak bergoyang mengikuti setiap bit dari  lagu yang di dengarnya dengar sekarang.

“Kibum-ah,bisa kau turunkan kecepatannya sedikit?!”

Kedua tangan Jonghyun pegangan di sandaran atas jok mobil.Jantungnya berdenyut lebih cepat di banding yang biasanya.Keringat dingin  bercucuran dari pelipisnya.Matanya menatap lurus kedepan, taku-takut ada kendaraan atau apalah yang bisa saja menyebabkan ia dan Kibum dalam bahaya dengan laju mobil yang tak lazim ini.

“Wae ? Apa Kim Jonghyun yang seorang atlet lari ini takut sama balap-balapan begini?”

Kibum menoleh sejenak ingin melihat ekspresi Jonghyun sambil terkekeh.

“Bukannya aku takut,tapi ini terlalu berbahaya!Bagaimana kalau sesuatu terjadi nanti pada kita?!”

Jonghyun masih harap-harap cemas.

“Tenanglah kawan, aku tahu betul  jalanan ini  dan kendaraan yang lewat sini bisa terhitung jari, jadi kau tak perlu menghawatirkan apa pun.Lagipula, aku ahlinya dalam balap-membalap!”Kibum membanggakan dirinya sendiri.

“Ya! Bisa saja semuanya justru di luar perkiraan mu!”

“Aishh kau ini terlalu banyak tapi.Nikmati sajalah ini semua.Hitung-hitung ini pemanasan  adrenalin mu supaya di pertandingan lari nanati kau bisa lebih semangat.Rileks saja Bro!”

Kibum merangkul pundak Jonghyun sambil memijat-mijatnya.Biar Sahabat sekaligus sepupu kesayangannya itu bisa lebih santai.

Di tengah senja itu,mobil merah Kibum melaju kencang mencicipi setiap aspal hitam yang di laluinya.Jalan panjang dan  berliku itulah yang di lewatinya sekarang.Jelas saja begitu,toh yang mereka lalui sekarang adalah jalan di pegunungan.

Kibum beserta Eunshik sedang membuat acara untuk Jonghyun.Anggap saja sebagai sebuah perayaan untuk menyemangatinya saat bertanding nanti.Eunshik sudah berangkat mendahului dua namja ini.Selagi mreka bertiga masih memiliki waktu senggang bersama, kenapa tidak digunakan buat acara kumpul-kumpul seperti ini?

Mobil masih melaju dengan kecepatan yang sama saat sebuah container dari arah berlawanan terlihat bergerak tak karuan.Sepertinya sang supir sedang mengemudi dalam keadaan mabuk.

“KIBUM, AWAS!” Jerit Jonghyun.

Kibum segera membanting setirnya ke sebelah kiri, agar mobilnya hanya menabrak pagar pembatas jalan saja dan membuat semuanya akan tetap baik.Tapi, sesuatu yang mengejutkan pun terjadi.Saat Kibum ingin menginjak rem agar benturan yang di hasilkan tak terlalu parah,ada yang salah dengan remnya.

“Sial!” Umpatnya.

Ia berusaha sekeras mungkin mengendalikan mobil tapi itu sia-sia saja.Kecelakaan naas itu pun terjadi.

***

2 hari Kibum dan Jonghyun terbaring tak berdaya di rumah sakit.Beruntung Tuhan masih melindungi mereka.Walau mobil mereka hancur tak berbentuk lagi akibat terperosok di jurang, paling tidak nyawa mereka masih bisa terselamatkan.

Saat merasa keadaannya lebih baik ,Kibum pun menghampiri segera Dokter yang merawat mereka.Ia ingin tahu bagaiman keadaan Jonghyun sebenarnya,yang ia tahu hanya Jonghyun yang menderita luka yang paling parah.

“Jadi bagaimana keadaan Jonghyun,uisha*dokter*?” Kibum duduk tepat di depan dokter itu.

 “Kondisinya sudah cukup baik sekarang,namun karena ada retakan di tulang pergelangan kakinya maka dia harus tinggal agak lama sedikit untuk pemeriksaanya.”Ucap dokter itu memperlihatkan hasil ronsen kaki Jonghyun.

“Retakan?Tapi kakinya itu bisa sembuh kan,Uisha? Itu tak akan mempengaruhi cara ia berlari kan? ”

Kibum mulai khawatir dengan retakan tulang yang di sebutkan oleh Uisha.Ia takut prediksi terburuk yang sekarang muncul di otaknya menjadi kenyataan.

“Kakinya bisa bisa sembuh.Tapi kalaupun sembuh..”Dokter itu menghela nafas.

“Aku rasa Tuan Kim Jonghyun tak akan bisa berlari seperti dulu lagi,”

Kibum sontak kaget saat mendengar ucapan terakhir Uisha itu.

Tak bisa berlari?heh itu tidak mungkin..  Batin Kibum tak percaya.

Lari ibarat nyawa kedua bagi Jonghyun.Hidupnya sudah ia abdikan demi Lari,jadi jika ia tak bisa berlari lagi itu sama saja membuatnya seperti orang yang ingin mati. Dan  semua  itu terjadi karena kecerobohan Kibum.

Rasa bersalah yang amat besar muncul begitu saja,saat Kibum mengetahui semuanya.

Ia tak tahu harus bagaimana ia bersikap saat Jonghyun telah mengetahui keadaannya ini.

Dan tanpa Kibum sadari di luar ruangan dokter seorang lelaki menguping pembicaraan mereka.

Ia tampak syok dengan apa yang baru saja ia dengar.Sedetik kemudia kakinya pun sudah tak mampu lagi menopang badannya.Ia terduduk lesu di lantai rumah sakit.

Persetan jika semua orang menatapnya dengan pandangan aneh,toh dia hanya ingin peduli dengan dirinya yang sekarang terlihat sungguh malang.

“Jongyun-ah.” Ucap Kibum kaget saat keluar dari ruangan dokter dan melihat Jonghyun tengah terduduk lemas di lantai rumah sakit.

Jonghyun yang tengah menyadari kehadiran Kibum segera ingin beranjak.Kibum memegang tangan Jonghyun,ingin membantu namja itu untuk berdiri.Namun Jonghyun menepis tangannya dengan kasar.

Perlahan ia melangkah menjauhi Kibum.

“Jonghyun-ah.” Kibum menahan tangan Jonghyun.

“Aku ingin sendiri, Kibum!”

***

Semenjak mengetahui kabar itu, entah mengapa Jonghyun merasa yang bertanggung jawab penuh di sini adalah Kim Kibum.

Ia bukanlah orang yang berbesar hati yang mau memaafkan kesalahan fatal yang di buat Kibum.Baginya, semua karena Kibum ia tak bisa berlari lagi.Mimpi yang telah di rajutnya sedari kecil kini di renggut oleh sahabat baiknya sendiri.

Walau kibum meminta maaf sampai air di laut habis pun rasanya sulit untuk memaafkan kesalahan Kibum.

Jika berkata dendam.Ya,siapa yang tidak akan menyimpan dendam saat berada di posisis Jonghyun sekarang.Sesuatu berharga milik mu di rusak oleh kawan baik mu sendiri,bahkan sakitnya terasa dua kali lipat.

“Jonghyun-ah.” Sapa Kibum.

Saat ini mereka tengah bertemu empat mata saja di gedung tua tempat mereka sering nongkrong bersama.Setelah insiden di rimah sakit itu,Kibum tak pernah lagi bertemu Jonghyun.

“Aku  meminta mu ke sini hanya untuk menegaskan satu hal saja,”

Kibum hanya menatap punggung Jonghyun dari arah belakang.

“Kau tak perlu repot-repot meminta maaf lagi padaku,karena mulai sekarang persahabatan kita sampai di sini saja.Aku tak ingin bertemu dan melihatmu lagi.Tak ada kata kita,tapi hanya Kau dan Aku.Anggap kita tak pernah kenal.Ku harap kau pahami ucapan ku ini dengan baik.”

Jonghyun berbalik berjalan melewati Kibum tanpa melirik ke padanya sedikit pun.

“Chakkaman!”

“Apa persahabatan kita juga harus di korban kan, Jonghyun? Kita bersahabat bukan mulai dari kemarin,tapi hampir 3 tahun lebih dan kau seenakmu saja memutuskan persahabatan kita.Kau berlebihan, Jonghyun-ah! Masih banyak cara lain untuk menyelesaikan masalah ini,bukan dengan mengorbankan persahabatan kita!”

Jonghyun menatap Kibum Tajam.Ia berjalan mendekat dan

DUAGH..

Sebuah pukulan mulus mendarat di pipi Kibum.

“Kau bilang banyak cara lain, hah?” ucap Jonghyun sinis,menatap tajam Kibum.”Lantas apa cara lain itu? Apa itu bisa membuatku berlari lagi? Kau..Kau yang menyebabkan ini semua, kau tahu!”

Jonghyun mencengkram kerah baju Kibum bersiap menonjoknya lagi.Tapi Kibum membalasnya hingga ia pun tersungkur di lantai semen itu.

“Ok,  aku tahu aku yang bersalah! Lalu apakah dengan memutuskan persahabatan kita semuanya akan selesai? Membuatmu bisa berlari lagi,hah! “

Jonghyun mengusapa darah yang mengucur dari sudut bibirnya.Ia bangkit merapikaan bajunya.

“Itu memang tak akan terjadi,tapi dengan cara seperti inilah aku bisa bertahan.Menghilangkan semua jejak  orang yang membuatku seperti sekarang ini.”

Kibum terdiam.Ia sudah mewanti-wanti hal ini dari awal Jonghyun mulai bersikap aneh padanya.

 Tak ada cara lagi untuk mepertahankan persahabatan mereka.Kesalahannya memang benar-benar tak termaafkan.

“Saat seseorang mengambil sesuatu yang berharga dari dirimu dan ternyata orang itu tak lain dan tak bukan sahabat mu sendiri.Saat merasakan itu barulah kau mengerti perasaan ku.Dan aku akan membuatmu merasakannya, Kim Kibum..”

Jonghyun berbisik tepat di telinga Kibum sebelum ia beranjak.

Namja itu benar-benar mengambil hal yang berharga bagi Kibum yaitu Eunshik. Dari situlah hubungan Kibum dan Jonghyun semakin memburuk.Bahkan saat pemakaman ayah Jonghyun,lelaki itu sama sekali tak bertegur sapa dengan Kibum.Begitu pula dengan Kibum,Ia cukup tahu diri apa lagi setelah mengingat insiden putusnya dia dengan Eunshik,itu benar-benar membuatnya muak dan ingin marah.

(endflashback)

***

Kibum berdiri di balkon kamarnya menatap selembaran foto yang kini ia genggam.Foto itu dia ambil di musim panas tepat tahun ke dua di sekolah menegah.Foto yang menggambarkan potret dirinya,Eunshik dan Jonghyun.Saat itu ia sama sekali tak pernah membayangkan kalau suatu saat nanti persahabatan mereka akan berakhir dengan cara seperti ini.

Semua masa lalu Kibum kini kembali menguak seiring dengan kemunculan Eunshik,termasuk segala bayangan saat-saat terakhirnya dengan Jonghyun.

Tapi sebenarnya yang jadi pikiran utamanya adalah permintaan Eunshik tempo hari.Ia masih bingung harus bagaimana dirinya.

Hyunchan masuk ke kamar Kibum.Kamar itu tampak remang-remang dan agak menyeramkan.Ia memasuki ruangan ini  untuk meyerahkan beberapa laporan proyek Kibum mengenai desain terbaru untuk Ponsel keluaran terbaru KJ Corp.Selain itu sebenarnya ia ingin juga  mengajak nonton Kibum,hanya sekedar untuk mencairkan suasana antara ia dan Kibum belakangan ini.Masalahnya dengan Kibum sepertinya mulai mengusik pekerjaannya.

Ada begitu banyak masalah pekerjaan yang ingin dia bahas dengan kibum,tapi karena merasa kikuk sejak kejadian tempo hari itu maka ia selalu saja menimang-nimang apakah ia harus membicarakannya dengan Kibum atau tak usah saja.Mereka memang betul-betul tak saling berbicara.Toh Kibum juga tak pernah berbicara belakangan ini.

Hyunchan menangkap bayangan dari arah balkon saat ia ingin meletakkan laporan itu di meja kerja Kibum.Ia mendapati namja itu tengah melamun.Beberapa hari terakhir ini ia mendengar dari beberapa staff kantor kalau anak Kim Jaemin ini selalu saja melamun dan tak konsentrasi saat rapat.

Ada apa dengannya? batin Hyunchan.

Hyunchan rencananya tak ingin mengganggu Kibum tapi saat ia melangkah mundur  tiba-tiba ia menyenggol suatu benda di meja kerja Kibum hingga mengeluarkan suara.

“Hyunchan-ah,kau kah itu?” Kibum bersuara saat ia mendengar suara tadi dan menyadari keberadaan Hyunchan.

“H-Hei,Annyeong..” Hyunchan hanya mencoba menyapa walau hasilnya terdengar aneh.Di saat kikuk seperti ini dia tak tahu harus berkata apa.

Kibum masuk kedalam kamarnya, sementara foto yang ia pegang sedari tadi di letakkan di sembarang tempat.

“Lanjutkan saja kegiatan mu,aku hanya mengantarkan laporan saja..” Hyunchan hanya tertawa garing.Rasanya begitu canggung saat Ia dan Kibum berbicara lagi.

“Soal tempo hari itu, kau masih marah?”Kata Kibum sambil berjalan mengambil dua kaleng minuman soda dari kulkas kecil di kamarnya .

Hyunchan cukup kaget mendengar pertanyaan Kibum.Dan sepertinya namja ini ingin mengajaknya mengobrol.Buktinya ia sampai mengambil minuman begitu.

“Uh,soal itu..” Hyunchan pura-pura mengingat. “Anio.Aku sudah tak marah,”Hyunchan sedikit gugup.

“Mianhae.Waktu itu aku tak bermaksud melakukannya.Kau tahu ‘kan aku..”

“Ne,arasseo.Aku sudah melupakannya! Tenang saja!” Hyunchan tersenyum memotong ucapan Kibum.Kali ini permintaan maaf Kibum terdengar lebih tulus di banding waktu itu.

“Ku pikir, kau akan memusuhi ku selamanya.Kau tak pernah  berbicara pada ku.”

“Hei bukan begitu,kau saja yang tak pernah berbicara dengan ku..”

Sebenarnya Hyunchan masih marah dan tak akan pernah melupakan kejadian itu.Ia hanya berkata bohong saja melihat ekspresi Kibum yang sepertinya banyak fikiran.lagi pula bukankah salah satu niatnya datang kesini memang ingin berdamai dengan namja itu?

“Kau sedang ada masalah,ya?” Tanya Hyunchan melihat Kibum yang datang ke arahnya memberikan minuman tadi.

“Apakah terlihat jelas?” Ia berhenti sejenak di hadapan Hyunchan dan sedikit tersenyum.Selanjutnya ia  kembali melangkah ke arah balkon.

“Tentu saja,bodoh! Orang gila pun bisa tahu itu,” Hyunchan ikut menyusul namja itu.

“Tapi.. walau begitu, seharusnya kau tak mencampur adukkan dengan pekerjaan.Kau harus lebih fokus pada proyek Handphone ini.Kalau hasil penjulannya bagus di pasaran ini akan menjadi pertimbangan besar  bagi para Dewan Direksi.Mereka akan memberikan nilai plus untuk mu.Dan kau..”

“Untuk saat ini aku seperti kehilangan semangat pada proyek itu.”

Kibum mendongak memandang langit yang terlihat di jendela.

“Apa masalah itu berhubungan dengan wanita yang datang waktu itu?”Hyunchan menatap Kibum menunggu jawaban namja itu.Sedangkan Kibum hanya terdiam masih tetap memandang kedepan.

“Dia seseorang dari masa lalu mu?” Hyunchan menebak-nebak berhadiah,sambil membuka minumannya.Namja yang di temaninya  masih tak bersuara.

“Wanita itu dulu pasti seseorang yang sangat penting untuknya sampai membuat seorang Kim Kibum yang tak pernah mau ambil pusing terhadap apa pun bisa galau seperti ini.” Ucap Hyunchan dalam hati sambil menatap Kibum.

“Kau masih menyayanginya?”

“Molla.Itulah yang ku fikirkan sekarang..”Kibum menghela nafas.

“Kalau kau memang masih menyayanginya, ya lanjutkan hubungan kalian kembali,tapi kalau tidak yah jangan di lanjutkan.Semua jawaban itu kembali lagi pada diri mu.Hanya kau saja yang tahu perasaan mu.Aku sepertinya tak bisa membantu mu banyak.” Hyunchan hanya terkekeh di akhir.

Ia tak pernah berbicara seserius ini sebelumnya dengan Kibum.Suasana malam itu begitu hening,yang terdengar hanya bunyi nyanyian jangkrik penyambut malam.

“Hei, Mau nonton film ? Aku punya film bagus!”Hyunchan  berusaha mencairkan suasana yang mulai melankolis ini.

Jujur saja ia tak terlalu suka pembicaraan masalah cinta atau hal-hal yang berhubngan dengan kemelankolisan seperti saat ini.

“Ne? Film?” Kibum cukup bingung dengan ajakan Hyunchan tak bisanya yeoja ini berbaik hati padanya.

“Uhm… Daripda kau pusing memikirkan masalah mu dan aku juga ikut pusing, lebih baik kita menyegarkan otak dulu dengan menonton film.Aku punya film baru.”

***

Suara teriakan terdengar begitu keras dari arah ruang nonton.Hyunchan dan Kibum sedang menonton Death Bell 1,salah satu film korea yang di mainkan oleh aktor tampan Kim Bum.Suara keduanya hampir habis karena berteriak setiap adegan yang mengejutkan,tapi bedanya Hyunchan bukan berteriak karena takut melainkan karena kesakitan di pukul Kibum.Namja ini memang mempunyai kebiasaan buruk memukul siapa saja yang berada di dekatnya saat melihat film horror.

Film telah selesai.Hyunchan menatap tajam ke arah Kibum.Badan Hyunchan sakit semua akibat di pukul Kibum.Bukannya mendapat kesenangan menonton malah dapat sengsara seperti ini.

“Apa?” Ucap Kibum santai menanggapi lototan mata Hyunchan.

“NEOOO*kau*!” Hyunchan bersiap ingin menghajar Kibum.

“Ya Ya Ya chakkaman!” Kibum menahan Hyunchan.

“Sekarang saatnya pembalasanku, KIM KIBUM!” Hyunchan melempari Kibum dengan bantalan sofa tapi namja itu berhasil menghindar.

Ia berlari di ruangan itu menghindari Hyunchan.

“Ya! Shin Hyunchan,aku kan tidak sengaja.Lagi pula itu salah mu,kan? Sudah tahu aku punya kebiasaan seperti itu,eh masih mengajakku nonton film horror juga.” Kibum membela diri.

“Aishh iptakkcheo*tutup mulut mu*! Aku tidak mau mendengar alasan!”

Hyunchan sedikit melupakan satu hal penting itu.

Pabbo!

Hyunchan masih tetap menyerang Kibum dengan bantalan sofa yang cukup banyak itu.Sekarang mereka ibarat Tom And Jerry,saling kejar-kejaran di dalam ruang tivi.

“Ya berhenti kau! Awas kau, ya!” Hyunchan mengeker dengan teliti agar lemparannya kali ini berhasil mengenai sasaran.Dan..

BUKKK..

Kena! YESSS!

Kibum terkena lemparan Hyunchan tepat di wajahnya.Namja itu tiba-tiba saja jatuh kebelakang dan tak sadarkan diri.Hyunchan mendekati Kibum.

“Ya! Jangan berakting. Aktingmu itu jelek, tau!”Ia tidak percaya dengan aksi Kibum ini. Kedua tangannya mengguncang tubuh Kibum.

“Ya! Bangunlah, Kim Kibum!”

Tapi sepertinya Kibum tak bergerak.

“Apa karena lemparan bantal saja bisa membuat orang pingsan? Heh, dia lemah sekali.”Ucap Hyunchan meremehkan.

Ia duduk tepat di samping badan Kibum yang tergolek.Di tundukkannya kepalanya mencoba untuk mendengar detakan jantung Kibum,takut-takut kalau namja ini mati konyol.kkkkk~

Hyunchan menatap wajah Kibum siapa tau saja namja ini berpura-pura.Tapi matanya tak bergerak-gerak sama sekali layaknya orang pingsan bohongan.Ia masih sibuk mengamati Kibum dan..

Kibum tertawa keras,“Boo! Kau tertipu! Hahahaha.. ”

“Tidak lucu!” Hyunchan segera ingin bangkit dari posisinya,tapi tangan kibum menahannya.

Tiba-tiba saja ide usil melintas di otak Kibum.Entah mengapa mengusili gadis ini adalah hiburan tersendiri untuknya.Padahal baru saja ia baikan dengan Hyunchan tapi buat masalah lagi ckckck.

“Kau ingat Kita sudah pernah sedekat ini,kan? Kau pasti belum melupakannya,” Kibum bebisik sembari menyengir nakal.

“Mau apa kau? Jangan macam-macam,ya!”Hyunchan berkata dengan nada mengancam, tapi sebenarnya gadis itu  tak bisa berbuat apa-apa.

Kibum sama sekali tak takut akan ancaman Hyunchan.Yang pasti ia tak akan terbunuh oleh Hyunchan hanya karena menggodanya.

“Wae?Bukankah beberapa waktu yang lalu kita sudah..”

“Jangan harap akan ada adegan seperti itu untuk kedua kalinya!”Hyunchan masih berusaha menjauhkan sejauh mungkin jarak wajahnya dengan Kibum.

“Tapi aku..”Kibum perlahan mendekati wajah Hyunchan,semantara Hyunchan mulai deg-degan tak karuan.Entah kenapa saaat ini dirinya tak bisa melawan.

Kibum semakin mendekat.. dekat..dekat.. dan..

Hello hello~

Handphonenya berbunyi.

“Fiuhh.. syukurlah.” Hyunchan menghela nafas.

“Sepertinya kau selamat saat ini.” Kibum menyengir dan bergerak mengambil handphonnya.

Hyunchan tak menjawab apa pun ia hanya memukul kepala Kibum dengan tangannya.

“Auhhh!” Rintih Kibum.

“Jangan pernah mencoba begitu lagi.”

“Aku hanya bercanda tadi,”Kibum terkekeh.

Ia segera mengangkat teleponnya.

“Yeoboseo?”

“Kibum-ah, ini Eunshik.Tolong aku… Aku tersesat di terminal pusat.Aku takut,di sini sunyi dan sangat gelap Kibum-ah.. ”

“Mwo, terminal pusat? Astaga, kenapa bisa sampai nyasar ke sana?”

“Sewaktu naik bis tadi aku ketiduran dan tak tahunya pas bangun aku sudah berada di tempat ini.Kibum-ah cepat ke sini.A-Aku sangat takut..” Eunshik terdengar mulai terisak.

“Baiklah, kau tunggu aku.Aku akan ke sana segera!” Kibum menutup teleponnya.

“Wae?” Tanya Hyunchan.

“Eunshik tersesat di terminal pusat.Ayo cepat kita ke sana.”

“Mwo? Terminal pusat? Astaga tempat itu sangat rawan bahaya.Sekarang hubungi kembali dia,suruh dia untuk mencari benda keras dan bersembunyi dulu.”

Hyunchan tahu betul bagaimana keadaan tempat itu.Siang saja tempat itu sudah berbahaya, apa lagi malam hari.

Mereka pun segera bergegas pergi sementara Kibum menghubungi Eunshik.Hyunchan bisa menangkap raut kecemasan di wajah Kibum.

***

Begitu tiba di sana,Hyunchan memarkir mobil sembarangan.Merka bergegas memasuki terminal bus yang cukup luas itu.

Bus bus yang banyak berjejeran di tambah penerangan yang celek membuat mereka cukup kesulitan menemukan Eunshik.

“KYAAA!!” Suara jeritan itu mebuat mereka segera berlari menuju sumber suara.Itu pasti suaranya Eunshik.

Betul saja setibanya di sana Eunshik sedang saling tarik menarik tas seorang ajusshi atau lebih tepatnya perampok.

“Lepaskan dia!” Teriak Hyunchan.

Malam ini seperti kejadian di Jepang dulu,sepertinya ia bisa menjadi wonder women the next generation.Memberantas kejahatan.hahahaah

Ajusshi yang merasa terusik itu segera menyekap Eunshik.Di keluarkannya pisau dari saku celananya.Sebenarnya hampir saja dapat rejeki nomplok hasil rampokan dari korbannya ini kalau saja tak ada pengganggu.

“Mau apa kalian? Jangan macam-macam!” Ajusshi itu merampas kalung emas di leher Eunshik lalu memasukkannya ke sakunya.Sementara tangannya yang satu masih tetap memegang pisau menahan Eunshik.

Benar-benar posisi yang sulit.Jika Hyunchan bergerak menyerang, bisa saja ajusshi ini nekat melukai Eunshik.Tapi tak ada pilihan lain.Hyunchan mengkode mata Eunshik mecoba mengisaratkan Eunshik haru s menginjak kaki lelaki itu agar ia bisa terlepas dulu.

Eunshik yang mengerti segera melakukan hal itu.Si perampok itu menjerit dan begitu ia melemah Eunshik langsung melepaskan diri dan berlari ke arah Kibum.

Tanpa membuang waktu lagi, ia segera menendang pergelangan tangan perampok itu hingga pisaunya pun terjatuh.Selanjutnya ia memberikan tendangan yang cukup kuat tepat di dada perampok itu membuatnya terjatuh kebelakang.

Sementara Kibum ingin membantu tapi ia juga tak bisa.Eunshik masih menangis ketakutan di pelukannya.lagi pula ia yakin Hyunchan yang jago taekwondo itu bisa mengatasi perampok itu sendirian.

Hyunchan berjongkok lalu meninju wajah lelaki itu sekeras mungkin hingga berdarah.Ia kesal di umur yang setua ini masih saja ajusshi ini melakukan perbuatan jahat.Dan tanpa Hyunchan sadari tangan lelaki itu bergerak meraih pisaunya yang sempat terjatuh tadi.Di sisa tenaganya ia pun melukai lengan Hyunchan ingin membuat wanita itu berhenti memukulnya.Dirinya yang setengah mabuk membuatnya terkalahkan oleh seorang wanita muda.

Hyunchan memngerang kesakitan.Saking sakitnya ia merasa irisan itu hampir menembus tulangnya.Ia merasakan keperihan yang luar biasa sakitnya.

Tak mau berlama-lama membuang waktunya dengan perampok ini dia bun melayangkan pukulan terakhirnya dengan sangat keras hitung-hitung pelampiasan rasa sakitnya.

Perampok itu pun tergolek lemah dengan luka lebam yang mewarnai wajahnya.Hyunchan pun bangkit.Ia mengatur sejenak nafasnya lalu mengambil jaketnya yang terlempar saat bertarung tadi.Di tutupinya luka tadi dengan jaket miliknya lalu ia pun berjalan menghampiri Kibum.

Langkahnya terhenti sebelum ia bisa menjangkau namja itu.Dari kejauhan ia bisa melihat Kibum memeluk Eunshik,menenangkan yeoja itu.Tiba-tiba ada sebersit rasa sakit lain yang di rasakannya.Ia tak tahu  mengapa ia bisa seperti ini.Entah itu karena ia merasa tak di hargai di sini padahal ia telah berkorban banyak sampai terluka seperti ini, ataukah ada sesuatu yang lain yang tak di mengertinya hingga ia bisa berperasaan seperti ini.

Ia bergerak menghampiri Kibum.Baginya sekarang bukan saatnya memikirkan persaan tak jelas itu.Eunshik dan Kibum melepaskan pelukan mereka saat menyadari kedatangan Hyunchan.

Eunshik berucap,“Gomawo, Hyunchan-ssi.”

“Ne,cheonmaneyo. Oh iya, ini kalung mu..” Hyunchan masih berekspresi normal walau sakit di tangannya seharusnya mengubah ekspresinya.Ia menyerahkan kalung yang sempat di rampas perampok tadi.

“Kibum, kau temani saja Eunshik pulang.Biar aku pulang sendiri saja.”Hyunchan memaksa tersenyum di balik rasa perih yang di deritanya.

Ia pun beranjak pergi dari tempat itu masih dalam menyembunyikan luka parahnya.

Sepanjang perjalanan pulang,fikirannya tak karuan.Apa yang dilihatnya tadi entah mengapa bisa jadi pukulan hebat baginya.Ada apa sebenarnya dengan dirinya?

Hyunchan meminggirkan mobilnya dan berhenti sejenak duduk di bangku pinggir jalan untuk mengobati lukanya.Di lemparnya jaket bernoda darah tadi ke jok belakang mobil.

Airmatanya tiba-tiba menetes dengan sendirinya.

“Kenapa aku ini? Ah, ini pasti karena lukanya.Ya, pasti karena lukaku yang perih.Luka ini memang sangat perih jadi itulah kenapa aku sampai mengeluarkan air mata.” Ia mendoktrin dirinya sendiri dengan alasan yang dibuatnya.Ia tak ingin mendapati alasan yang lain selain itu terpatri di dalam otaknya dan membuatnya berfikiran tak jelas.

Salju pun turun di malam yang dingin itu.Salju pertama sat dimana banyak kepercayaan jika kau menyatakan cintamu di salju pertama pada seseorang maka dia akan menjadi soulmate mu.Saat yang membahagiakan mungkin bagi mereka yang menyatakan cinta tapi saat ini bukanlah saat yang membahagiakan bagi Hyunchan.Ia sendiri tak tahu kenapa dirinya bersedih seperti ini.Benar-benar tak jelas.

TBC

Wakakaka holla~ inilah lanjutan  ff geje sya .Di sini masa lau Jongkey udah terungkap  #cieileh.

Mian kalo banyak typo,saya buru buru ini ngerjainnya #curcol

Bagaimana pendapatnya? Mian yah kalo jelek.Ff sya emang gk pernah bgs jd maklumin aja yah kalo ancur binti amburadul kea gini hehehe.

Di part ini couple lansia penguntit itu gk aku kasih masuk soalnya ini aja udh kepanjangan.Ntar di part berikutnya aja yah  D

Jadi yang ngepens sama kedua ortu geje itu jangan kecewa yah  #plakkk *siapa yg mau juga coba jdi fans mereka* wkwkwkw

Seperti biasa di harap komennya walau sesingkat dan sependek apa pun itu saya akan tetap senenggggg….

>>>>(bagi-bagi sikat gigi bias *?*)<<<<

Annyeong ~ sampe jumpa kamis depan >>*ngomongAlaIklan* kkkk~

 

Advertisements

73 responses to “[SERIES/PG+15/STRAIGHT] Love and Truth part.4

  1. aku mau jdi hyunchan…
    jgn nangis hyunchan!! rasanya pasti sakit bahkan lebih sakin dari luka tusuk itu sendiriiii
    key oppa! kau tega!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s